Demianus Tari Wanimo, Mantan Ketua Aliansi Mahasiswa Papua Mati Dibunuh dalam Kerusuhan di Kabupaten Puncak, Ilaga

[PMNews] Informasi lepas kami terima menyatakan Sdr. Demianus Tari Wanimbo, mantan Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Internasional telah tewas dibunuh pada saat terjadi kerusuhan di Kabupaten Puncak, Ilaga baru-baru ini.

Demianus Tari Wanimbo diangkat secara aklamasi sejak pendirian AMP tahun 1998, dalam rangka menanggapi peristiwa Biak Berdarah pertengahan tahun itu. Kemudian sejalan dengan perkembangan politik dalam negara kolonial Indonesia dan di Tanah Air, maka kiprah AMP terus berlanjut bahkan sampai ke bidang politik di bawah kepemimpinannya.

Menurut sumber kami, Demianus Wanimbo dibunuh saat mengawal salah satu calon Bupati Puncak, di mana menurut sepengetahuan PMNews beliau telah lama dekat dengan salah satu calon karena hubungan keluarga.

Beliau meninggalkan seorang isteri dan seorang anak.

Dari PAPUA MERDEKA! News, seluruh anggota Collective Editorial Board (CEB) of the Diary of OPM (Online Papua MOuthpiece) mengucapkan

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

 

atas kepergian salah satu dari Tokoh Papua Merdeka dari unsur Pemuda dan Mahasiswa yang telah lama membuktikan dirinya sebagai pejuang bagi rakyat dan bangsanya.

Ringkasan Riwayat

Alm. Demianus Wanimbo telah banyak kali dicoba dibunuh oleh anggota BIN, preman di Jakarta (karena beliau menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama sampai masuk ke Perguruan Tinggi di Jakarta). Maka selama hidupnya selalu merujuk dirinya sebagai orang “OPM Betawi”, memang pantas karena ia memang orang Jakarta, ia mengenal dunia di Jakarta, bukan di tanah airnya sendiri.

Bukan itu saja, Almarhum banyak kali hampir mati karena lapar, mati kelaparan karena memperjuangkan aspirasi bangsa Papua. Makanan pokoknya ialah rokok, bahkan pontongpun telah banyak kali dipungutnya untuk mempertahankan hidup di negeri orang, bukan hanya karena hidup di negeri orang, tetapi karena dedikasinya untuk Tanah Airnya sehingga banyak orang meninggalkan dia. (Kami berdoa nasib ini tidak dialami oleh pejuang saat ini)

Almarhum pernah menjual baju jasnya yang dibelikan bapak angkatnya gara-gara tidak ada duit untuk pergi demo di Jakarta. Bahkan sepatunyapun pernah dijualnya, tetapi bukan untuk makan, untuk pergi demo.

Demianus Wanimbo berasal dari Distrik Mbogondini, tetapi sejak kecil hingga wafatnya ia tinggal di Kabupaten Puncak Jaya karena ayahnya mengajar di Sekolah Alkitab Mulia (SEKALIA) sejak 1970-an hingga ayahnya pensiunpun, beliau tetap berada di sana bersama sanak-keluarganya.

Para pemuda dan mahasiswa kami memohon menedalani pekerjaan yang telah dilakukannya sampai Aliansi Mahasiswa Papua telah aktiv berperan di pentas politik dunia, jauh sebelum PDP ataupun organisasi lainnya berkarya bagi Tanah Papua. Bahkan Kantor perjuangan Papua Merdeka di Kerajaan Inggris-pun dirintis dan dibangun pada awalnya oleh Aliansi Mahasiswa Papua di bawah kepemimpinan Alm. Demianus Tari Wanimbo.

http://kejora.hyves.nl/

TURUT BERDUKACITA atas Meninggalnya Alm. Frans Wospakrick, Mantan Rektor Universitas Cenderawasih, Mantan Waket MRP

Papua Merdeka News, dengan ini menyampaikan

BELANGSUNGKAWA DAN TURUT BERDUKACITA


atas meningalnya Alm. Otto Wospakrick, mantan Rektor Universitas Cenderawasih, dan mantan Wakil Ketua MRP pada 29 Agustus 2011 di Rumah Sakit Abepura, West Papua.

Seluruh kru Papua Merdeka News, atas nama bangsa Papua dan para pejuang di hutan rimba Papua di Pulau New Guinea, dan atas nama para pahlawan yang telah mendahuluinya berdoa agar kita semua semakin hari semakin belajar dari teladan yang diberikan beliau, yaitu teladan

  • BEKERJA TANPA MENGELUH,
  • BEKERJA TANPA BANYAK BICARA,
  • BEKERJA SECARA PROFESIONAL DAN TEKUN
  • BEKERJA SAMPAI TUNTAS
  • SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN
Itulah kira-kira gambaran pelajaran yang dapat kita petik dari kehidupan dan pelayanan yang ditinggalkan buat kita semua.
Berikut pemberitaan CenderawasihPos tentang Berita Duka ini

Mantan Waket MRP, Ir Frans Wospakrik Berpulang

JAYAPURA – Papua kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Jika sebelumnya mantan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Agus Alue Alua meninggal dunia di Rumah Sakit Dian Harapan Waena Jayapura pada Kamis ( 7/4) sekitar pukul 15.00 WIT karena sakit, maka kali ini giliran mantan Wakil Ketua MRP, Ir. Frans A. Wospakrik,M.Sc berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa.

 

Ya, Frans A. Wospakrik yang juga mantan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura ini meninggal pada Minggu (31/7) pukul 23.15 WIT saat menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Abepura.

Cenderawasih Pos yang memonitor langsung di RSUD Abepura hingga pukul 01.00 WIT tadi malam belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak RSUD Abepura tentang penyebab kematian almarhum.

 

Pihak keluarga yang berada di RSUD Abepura tadi malam juga belum bersedia memberikan keterangan, karena mereka masih terpukul atas kejadian ini. Pihak keluarga baru bersedia memberikan keterangan jika jenazah sudah berada di rumah duka di Jalan SPG Perumnas I, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, tepatnya di depan SMA Teruna Bhakti Waena.
Dari pantauan Cenderawasih Pos pukul 00.46 WIT, jenazah almarhum sedang dimandikan di kamar jenazah RSUD Abepura dan setelah selesai rencananya akan dibawa ke rumah duka. Namun hingga pukul 01.30 WIT, jenazah masih di RSUD Abepura.
Kabar duka ini sontak langsung menyedot perhatian banyak pihak. Terbukti tadi malam beberapa tokoh Papua di antaranya Ketua MRP Sementara Joran Wambrauw, Wakil Ketua MRP Sementara Pdt. Hofni Simbiak,S.Th, Staf Ahli Gubernur Agus Sumule dan para dosen dari Uncen tampak langsung berkunjung ke RSUD Abepura. (nls/fan/fud)

Sambom: Saya Bebas Dari Penjara Ketika Rakyat Papua Barat Bebas Dari Penjara Kolonial

Jubi—Tahanan politik Sebby Sambom akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah mendekam di balik terali besi sejak 17 Desember 2008. Tanggal 26 Juli 2011, pemerintah melalui Kanwil Hukum dan HAM provinsi Papua memberikan pembebasan bersyarat kepada Sambom. Pembebasan Sebby ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.PAS.2.XVIII.5180.PK.01.05.06 TAHUN 2011.

Namun pembebasan bersyarat ini dikritik oleh Sambom sendiri. Ia menyayangkan pembebasan bersyarat terhadap dirinya yang tidak tepat waktu sehingga menurutnya pembebasan bersyarat ini tidak adil.

Seby Sambom
Seby Sambom

“Saya sangat menyanyangkan sikap KAKANWIL Hukum dan HAM provinsi Papua yang membebaskan saya bulan ini, sementara surat ini tertanggal 31 Maret. Surat ini juga keluar bersamaan dengan surat pembebasan teman-teman tahanan lain. Mereka yang lain dibebaskan tepat waktu dan saya tidak tepat waktu. Suatu tindakan yang tidak adil,” ujar Sambom.

Menurut Sambom, tindakan Kakanwil ini, menunjukkan bahwa penegak hukum telah berlaku tidak adil, tidak bekerja efektif dan tidak konsisten menegakkan keadilan dan kebenaran. Penegak hukum sebagai simbol keadilan dinegeri hanya bersandiwara. Akibatnya hak-hak NAPI tidak terpenuhi tepat waktu bahkan boleh dibilang diskriminatif.

Lanjut Sambom, meskipun dirinya saat ini sudah bebas dari penjara, namun dirinya merasa belum bebas dari kolonialisme.

“Saya belum bebas dari penjara. Saya akan bebas ketika semua orang Papua Barat bebas dari penindasan kolonial. Kita harus menegakkan kebenaran. Siapapun yang tidak mengenal kebenaran mesti memperoleh pelajaran melalui kebaranian kita menegakkan kebenaran.” tegas Sambom.

Meski demikian, Sambom tak lupa meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada Wimane, anaknya yang berusia 2 tahun dan isterinya karena bisa bertahan menghadapi situasi-situasi sulit tanpa kehadirannya dan selalu mendukung perjuangannya. (J/18)
Wednesday, 27 July 2011 23:58
http://tabloidjubi.com/daily-news/jayapura/13396-sambom-saya-bebas-dari-penjara-ketika-rakyat-papua-barat-bebas-dari-penjara-kolonial.html

KOMUNITAS PAPUA BERITA DUKA

BERITA DUKA

DITUJUKAN KEPADA :
1. WEST PAPUA NATIONAL AUTHORITY (WPNA) BAIK DALAM DAN LUAR NEGERI PAPUA
2. PEMIMPIN KOLEKTIF BANGSA PAPUA
3. SELURUH ELEMEN PERJUANGAN PEMBEBASAN PAPUA
4. RAKYAT BANGSA PAPUA
5. KELUARGA BESAR ARONGGEAR
6. KELUARGA BESAR ANSUS-YAPEN BARAT
7. KELUARGA BESAR YAPEN

ISI BERITA DUKA :
Telah meninggal dunia pada hari Jumat, 11 Maret 2011 di Jayapura salah seorang pejuang pembebasan Papua Barat anggota pelaku pelurusan sejarah Papua di PDP dan Menteri Dalam Negeri WPNA. BAPAK DRS. DOMINGGUS ARONGGEAR.

Almarhum meninggal dunia karena ditabrak oleh kendaraan motor disekitar kebunnya sepanjang jalan ke arah Koya. Jenazah almarhum sedang disemayamkan di rumah duka dengan alamat Melati Kota Raja-Jayapura.

Demikian berita duka ini kami sampaikan kepada kita sekalian untuk diketahui.

Terkirim: Sab, 12 Maret, 2011 02:20:44
Sumber YahooGroups
================
Turut Berduka cita dan kiranya Tuhan menerima alm. disisiNya. Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga Besar Ap dan Bangsa Papua baik di Netherlands, Papua dan dimanapun berada. Seluruh Perjuangan dimasa hidupnya menjadi inspirasi bagi kita untuk melanjutkan apa yang diperjuangkannya.
Diaz dan Keluarga di Papua.

To: komunitas_papua@yahoogroups.com; ottis@yahoogroups.com; simpa@yahoogroups.com
From: oridek@…
Date: Tue, 7 Jun 2011 06:33:43 +0000
Subject: KOMUNITAS PAPUA BERITA DUKA

Saya barusan dapat kabar yang adik Yarid Foroves Ap dapat tubruk dan telah meninggal. Dia seorang aktivis yang gunakan dia punya ilmu dan talenta untuk memperjuangan Papua Merdeka. Kami telah kehilangan saudara, adik dan anak yang berani dan turut jalan di front perjuangan. Selamat Jalan asun, kami akan berjuang terus. Semoga Tuhan menerimamu disisiNya. Jouw Suba.

Atas nama Keluarga Arnold C. Ap

Selamat berjuang!

Berjuang terus tetap menang,

Oridek Ap

HP: +31 6 48 007 326

Jangan Pernah Jual Bangsamu, Apalagi Pejuang untuk Jabatanmu yang Hanya Sesaat

Disampaikan kepada seluruh calon legislatif dan eksekutif di tanah Papua pada khususnya, dan pada umumnya para penghambat perjuangan, pembenci dan pencelaka para pejuang yang siang malam mempersembahkan segalanya untuk Tanah dan Bangsa Papua bahwa:

  1. Jangan Anda berani menjual saudara sebangsa dan setanah air, sedarah, sesuku, semarga hanya untuk kepentingan sesaat, yang masa waktunya terbatas, yang akibatnya mendatangkan kutuk atas dirimu dan keturunanmu;
  2. Jangan belajar remehkan atau menghina para pejuang kemerdekaan dengan alasan apapun, alasan pribadi atau umum,  karena hidup dan nasib tidak normal dan sewajarnya sebagai manusia, karena para pejuang bekerja dengan keputusan pribadi dan nurami mereka tanpa pamrih dan tanpa gaji, walaupun mereka tahu resikonya adalah ancaman nyawa(maut);
  3. Jangan pernah merencanakan kejahatan terhadap para pejuang Papua Merdeka, baik yang ada di pengasingan sebagai pencari suaka ataupun sebagai pengungsi dengan membayar tentara/ polisi negara yang bersangkutan dengan tujuan memulangkan atau menangkap para pejuang karena mereka harus meninggalkan tanah air bukan karena kepentingan perut pribadi, seperti yang anda upayakan dengan jabatan atau pekerjaan di dalam NKRI;

Ingatlah bahwa:

  1. Manisnya kedudukan atau pekerjaan di dalam NKRI  atau enaknya menghina atau menceritakan para pejuang hanya lahsesaat, karena seumur hidupmua engkau akan menelan racun, dan mati dalam kutukanmu sendiri;
  2. Alam dan Adat Papua telah mengeluarkan KUTUK dan BERKAT bersamaan waktu bagi Tanah dan Bangsa Papua, dengan demikian bagi yang menghina dan mencelakakan perjuangan menerima kutuknya dan bagi yang menghargai den mendukung menerima berkat.
  3. Kutukan atas penghinaan atau kecelakaan yang didatangkan ialah penderitaan seumur hidup sampai mati dan kutukan bagi keturunan Anda, sampai tujuh turunan.

KECUALI,

  • kalau Anda begitu menghina dan mencelakakan pejuang bangsa Papua, Anda langsung angkat kaki dari Tanah Papua dan tinggal bersama di tanah air Indonesia, maka Anda terlepas dari ancaman maut.

Demikian Pesan Khusus Pemangku Alam dan Adat Papua ini disampaikan secara singkat, untuk diketahui oleh:

  1. Para calon legislativ, calon bupati dan calon wakil Bupati di seluruh Tanah Papua, agar tidak berpikir mencelakakan diri sendiri;
  2. Para penghina, pencela dan pembawa celaka bagi pejuang Tanah Papua agar sadar sebelum celaka;
  3. Semua pihak yang tidak menghargai dan tidak mempercayai perjuangan ini, karena akibatnya akan menimpa dirinya sendiri.

Pemangku Adat dan Alam Papua,

Sandi Operasi “AWAS! Papua”

Salam Natal 2010 dan Tahun Baru 2011: Mari Kita Berjuang Terus Sampai PAPUA MERDEKA!

Dengan melewati perayaan Tahun rakyat dan anugerah sang Khalik Langit dan Bumi serta segenap isinya, maka dengan ini pula bangsa Papua mensyukuri memperoleh anugerah dan berkat yang melimpah.

Kedatangan Yesus Kristus ke Muka Bumi bertujuan utama menyelamatkan umat manusia dari kegelapan dan penjajahan, dari penguasa gelap yang menyangkal dan menyiksa umat manusia. Kedatangannya telah membawa banyak perubahan dan perubahan-perubahan yang dilakukannya penuh dengan kontroversial, banyak yang menolak, banyak juga yang menerima. Lama kelamaan, kontrovesi itu semakin jelas.

Manusia mulai dewasa dan memahami semua karya Yesus sebagai sang Juruselamat.

Tetapi perlu dicatat bahwa Yesus Kristus bukan hanya sekedar seorang Juruselamat, tetapi bisnis penyelamatan umat manusia itu dilakukan secara revolusioner, dengan cara merombak apa yang salah dalam bangunan pemahaman umat manusia terhadap Makhluk Ilahi.

Sudah banyak teolog, sosiolog, antropolog, politikus, rohaniawan, masyarakat adat melihat sosok Yesus sebagai seorang Revolusioner terbesar dalam sejarah umat manusia. Yesus lahir, hidup, menderita, dan mati sampai bangkit dan dengan ini melakukan revolusi besar-besaran dan mendasar. Tatatan sosial, budaya, politik, ekonomi, rohani dan aspek kehidupan umat manusia direvousi secara total.

Revolusi itu tidak berhenti saat Yesus disalibkan. Pada saat penyaliban, dan bahkan sebelum penyalibannya, Yesus sudah berulangkali menyatakan, “Kalian akan melakukan hal-hal yang lebih besar lagi,”, dan untuk melakukan hal-hal itu Yesus telah meninggalkan penggantinya.

Dalam perjalanan sejarah kehidupan umat manusia itu telah nyata terjadi revolusi besar-besaran di sana-sini.

Dalam proses revolusi itulah, maka dengan ini, komando Revolusi yang ada di Pulau New Guinea, yang kini beroperasi di hutan rimba New Guinea, saya selaku Panglima Tertinggi Komando Revolusi untuk West Papua, New Guinea dan Melanesia sekalian, menyampaikan kepada sekalian bangsa Papua di manapun Anda berada:

  • Bahwa perjuangan kemerdekaan West Papua merupakan kelanjutan proses revolusi tuntas umat manusia, kelanjutan revolusi yang ditinggalkan Yesus Kristus, yang patut diikuti oleh para pengikut Kristus;
  • Bahwa revolusi ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengembalikan kedaulatan bangsa Papua dari tangan penjajah Indonesia, akan tetapi lebih dari itu ialah dalam proses pembangunan umat manusia sebagai kelanjutan pekerjaan Tuhan di Tanah Papua
  • Bahwa revolusi dimaksud di Tanah Papua tidak akan pernah terwujud dengan kehadiran NKRI di Tanah Papua. Karena itu, Otonomi Khusus bukanlah sebuah langkah revolusioner, tetapi ialah langkah kompromi, yang menunjukkan bukti matinya nyali dan rasa manusia Papua, tanda mentalitas orang Papua yang memenuhi syarat dijajah, yang pola pikirnya tidak meneladani revolusi Yesus yang ditinggalkannya; yang secara jelas menunjukkan bukan ciri dari seorang pengikut Revolusioner Dunia, Yesus Kristus

Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2011 ini, Saya selaku Panglima Teringgi Komando Revolusi, Tentara Revolusi West Papua, yang memimpin kelanjutan Revolusi di Tanah Papua, untuk kepentingan bangsa Papua, Pulau New Guinea dan ras/etnis Melanesia, menyerukan agar setiap pihak mempersiapkan diri dalam doa, tenaga, waktu dan dana untuk terus mendukung perjuangan Papua Merdeka, karena perjuangan ini merupakan kelanjutan Amanat Agung Yesus Kristus, “Pergilah, Jadikanlah sekalian bangsa murid-Ku, mulai dari Yerusalem, YUdea, Samaria, dan sampai ke Ujung Bumi,” (Kisah Rasul 1:8).

Bagi yang menolak Revolusi ialah mereka yang senang dengan “status quo”, yang mentalnya mental budak, yang nyalinya telah mati, yang hargadirinya telah tergadaikan, atau digadaikan, atau telah hilang sama sekali.

Memasuki tahun 2011, lihatlah kepada perubahan-perubahan sebagai dampai dari Revolusi di Tanah Papua. Semoga bagi yang bertelinga mendengar, yang bermata melihat tanda-tanda ini, dan yang berhatinurani terdorong untuk mendukung misi agung ini.

Issued at: Central Defence Headquarters
On date: 28 December 2010
——————————————————
Secretary-General I,

Signed

Amunggut Tabi, Lieut. Gen. TRWP
BRN: A.018676

Supreme Commander,

Signed

Mathias Wenda, General TRWP
NBP: A.001076

DERITA DUKA: MBADLIMA DABBI Koordinator DeMMAK Meninggal Dunia

Pada hari ini tanggal 22 Desember 2010, Jam 04. 30 Waktu West Papua dini hari telah meninggal dunia Pahlawan Revolusioner Barisan Alam dan Adat (Wim Inggi pago werek) dan Ketua Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK) Kordinator Wilayah Wadanggu atas Nama: BADLIMA DABBI, Tempat Tanggal Lahir : Wadanggu 16 Desember 1956, atas kepergian almarhum karena SAKIT.

Dalam hidupnya sangat lama mengabdikan dirinya dalam Perjuangan West Papua Merdeka, kini Ia (Alm) telah meninggalkan kami semua. Sebelum Alm meninggal, satu minggu sebelumnya telah meninggal dunia juga Ibunda Ketua DeMMAK KORWIL TIMODAPIKK: ANTHON WANIMBO. Kedua alm ini telah menyampaikan beberapa pesan untuk diketahui oleh kita semua.

Alm Ibunda Anton menitipkan Pesannya: Untuk Masalah West Papua Merdeka tidak ada Pintu lain dan Pintu hanya satu saja yaitu Jalan yang sedang berjalan oleh Anton DKK, maka anak-anak, cucu-cucu, Bapak Ibu semua, jika Ingin Papua Merdeka cepat silahkan Berbarislah Dibelakang Mereka, tanpa mereka tidak bisa dan tidak ada jalan lain selain jalan ini”, setelah itu Ibunda langsung menghembuskan nafasnya seketika, Ujarnya.

Setelah itu satu minggu kemudian tepatnya pada hari ini sekitar jam 04. 00 Waktu WP, Alm BADLIMA DABBI juga telah menitipkan pesan singkatnya yaitu: Semua Jalan untuk West Papua Merdeka sudah SIAP, yang harus saya buat sudah selesai kini saatnya menyambut KEMERDEKAAN yang ada didepan mata, Teman-teman, Adik-adik, Anak-anak, Cucu-cucu, dan seluruh rakyat West Papua dan Melanesia Pada umumnya, mari kita wujudkan impian kita (KINANE YU ARAR O, OBOK ARAR EKOP). Setelah menyampaikan pesan singgkat, sekitar 30 menit kemudia Alm menghembuskan nafas terakhirnya.
.

Selamat Merayakan Hari Besar Bangsa Papua

Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua, saya, Gen. Mathias Wenda, atas nama segenap Staff di Markas Pusat dengan ini mengucapkan:

SELAMAT MERAYAKAN
Hari Besar Bangsa Papua 1 Desember 2010

kepada segenap rakyat West Papua di manapun Anda berada, khususnya para Panglima Komando Revolusi Daerah bersama Pasukan gerilyawan West Papua Merdeka.

Semoga sekalian bangsa Papua semakin bersatu, Satu Hati, Satu Jiwa, untuk Satu Cita-cita: PAPUA MERDEKA!

Panglima,

Mathias Wenda, General TRWP.

BRN: A.001076

Breaking News: TRWP Menyerang TNI, 6 Terluka, 1 Anggota Tewas

Tepat di Jalan dari Abepura menuju ke Papua New Guinea (PNG( West Papua Revolutionary Army (Tentara Revolusi West Papua) Menyerang Tentara Nasional Indonesia menyebabkan seorang anggota TNI tewas dan 6 orang lainnya dirumah sakit.

Dari pantauan WPMNews pasukan Brimob, dari Yonif 751 dan satuan angkatan lainnya dari NKRI sedang dikerahkan menuju tempat kejadian dan kini kontak senjata terus berlanjut.

Dimohon kepada seluruh rakyat Papua agar memberikan DOA dengan cara:

1. Berdoa dan berpuasa;
2. Memberikan dukungan dana dan tenaga
3. Memberikan dukungan dukungan moril dan kegiatan2 lainnya di kota-kota untuk mendukung kegiatan gerilya dimaksud.

Penyerangan ini dilakukan atas komando Panglima Tertinggi Komando Revolusi TRWP atau WPRA Gen. Mathias Wenda berbasis di Vanimo, PNG.

Demikian sekilas info ini disampaikan dari meja redaksi WPMNews berdasarkan laporan dari Wakil Sec.Gen. Markas Pusat TRWP, Col. TRWP Yalpi Yikwa.

WPMNews

Musibah lepas Musibah bagi NKRI dan Para Simpatisan: HUKUMAN atau UJIAN?

Sudah lebih dari lima tahun bencana lepas bencara melanda NKRI. Ya, begitu istilah yang digunakan, “bencana”, dan bukan saja BENCANA, tetapi mereka sebut, “BENCANA ALAM”. Berikutnya, “Bencana itu, menurut Ulama, Pendeta Politisi, Pemerintah, Pemuka Indonesia selalu dijuluki sebagai “UJIAN”. Ditambah lagi, ujian itu bukan dari siapa-siapa, tetapi katanya, “dari TUHAN.” Jadi, “Bencana Alam yang melanda NKRI ini dianggap sebagai Ujian dari Tuhan.”

Sekarang kita sebagai manusia modern, manusia adat, manusia berakal, manusia beragama, kita semua perlu renungkan beberapa pokok. Pokok pertama, “Apakah ini bencana alam?” Kedua, kalau itu ‘bencana alam’, “Kenapa disebut ujian dari Tuhan?” Mana logika menghubungkan bencana dari alam dengan bencana dari Tuhan? Ketiga, “Kokh Tuhan sebegitu kejamnya sehingga Dia harus menguji secara kejam mematikan seperti itu?”.  Lalu keempat,  “Kalau itu ujian dari Tuhan, maka ujian itu untuk apa, atau ujian itu dalam rangka apa? Dalam rangka menapis orang Indonesia untuk masuk ke surga? atau apa?” Kelima, “Apakah memang Tuhan biasanya menguji manusia sampai mati habis dan mati terus-menerus selama bertahun-tahun, bolak-balik seperti ini?” Keenam, “Kalau yang terjadi adalah ‘bencana alam’ yang mematikan, dan kalau itu dari Tuhan, bukankah ini tulah, hukuman dari Tuhan?”

Menjelang Pemilu untuk SBY menjadi presiden untuk periode kedua ini, sebuah Surat dilayangkan dari Masyarakat Adat Papua meperingatkan perihal Penengakkan Hukum Alam dan Hukum Adat, bahwa NKRI akan dilanda berbagai benana, yang merupakan penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat, bukan ujian, bukan cobaan, bukan dalam rangka apa-apa, tetapi oleh hanya dalam rangka penegakkan Hukum Alam dan Hukum adat. Ciri hakiki penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat ialah “penyeimbangan” (balancing), yaitu alam dan adat secara alamiah “menyeimbangkan yang tidak seimbang” dan/atau “mengharmoniskan hubungan, keterkaitan, sebab-akibat yang saling tidak kena-mengena menjadi saling terkait secara serasi dan seimbang.” Misalnya kalau kebanyakan awan di udara, maka alam dengan hukumnya akan menyeimbangkan dirinya menjadi air dan turun sebagai hujan. Contoh lain, secara hukum alam, setiap orang yang dilahirkan 200 tahun lalu sudah tidak lagi hidup di bumi. Itu hukum alam. Tidak ada yang dapat menantangnya, biarpun dengan meminup obat awet muda, lakukan operasi bedah hidup lama, atau apapun juga.

Setelah SBY menerima surat itu, beliau melakukan konferensi pers, dan menyatakan, “Jangan percaya kepada takhayul, percayalah kepada akal sehat.” Menanggapi itu, PMNews pernah menyampaikan pertanyaan, “Apa yang harus kita katakan kalau saja yang masuk akal itu tidak nyata dan yang takhayul justru aalah fakta?” Sebuah pertanyaan yang PMNews masih nantikan untuk dijawab SBY mewakili NKRI.

PMNews sebagai penyambung lidah bangsa Papua dalam rangka menunjukkan dan membuktikan KEBENARAN MUTLAK perjuangan kemerdekaan West Papua sekali lagi hendak menyodorkan KEBENARAN MUTLAK menyangkut “musibah”, “bencana alam”, “ujian dari Tuhan” ini.

Pertama-tama, PMNews percaya, berdasarkan KEBENARAN MUTLAK itu, bahwa apa yang terjadi di seluruh wilayah NKRI ialah sebuah proses penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat, dalam rangka mencari keseimbangan dalam hubungan West Papua – NKRI (Port Numbay – Jakarta), karena hubungan itu sudah berlangsung selama hampir setengah abad dalam kondisi tidak seimbang, dan tidak harmonis. Ketidak-seimbangan itu terjadi karena skandal hukum, moral, demokrasi dan HAM yang terjadi dalam proses invasi dan pencaplokkan wilayah Irian Barat ke dalam NKRI. Dengan kata lain, “Ibutiri Pertiwi sedang ditangisi oleh anaktiri Papua, agar West Papua yang selama ini diperlakukan tidak seimbang itu diharmoniskan, agar selanjutnya kedua bangsa dapat hidup sebagai tetangga, sederajad, sesama dalam hubungan yang harmonis.”

Sementara ini, pukul 11:50 WPT (West Papua Time) komentar dalam TVOne miliki NKRI menyatakan, “Musibah ini Tuhan berikan sebagai dorongan agar kita semua membangun kebersamaan, saling menolong, saling memperhatikan, sehingga dengan demikian kita memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.” Tentu saja pernyataan ini perlu diuji, apakah ini ekspresi nasionalis membabi-buta seperti yang sudah terjadi selama ini dengan mengorbankan nyawa banyak orang Papua itu, atau maksud lain. Masalahnya komentar ini disampakan oleh seorang wanita pewarta TVOne.

Setelah itu Taufik Ismail juga membacakan puisi-puisi yang intinya meminta kepada NKRI untuk mengkoreksi berbagai hal, seperti korupsi, kesombongan, kerakusan, perpecahan, dan sebagainya yang intinya bernuansa nasionalis. Rupanya sastrawan ini juga hendak membangun nasionalisme di atas kematian dan penderitaan ini.

Baiklah, biarlah NKRI sendiri merenungkan dan menyimpulkan, apakah searah dengan pemikiran kedua orang Indonesia di TVOne ini, atau yang lainnya. Itu terserah. Itu bukan urusan kami.

Urusan kami adalah menyampaikan kebenaran mutlak. Kebenaran mutlak itu tidak terbantahkan, tidak dapat dirubah, tidak terkalahkan.

Catatan PMNews kedua, kami perlu sampaikan terkait dengan anggapan, “Ini ujian dari Tuhan!” Dalam Kitab Suci agama modern manapun, dengan jelas-jelas dan gamblang menyatakan “Tuhan tidak pernah menguji manusia melampaui batas kemampuan manusia untuk menanggungnya.” Yang terjadi bukan di luar batas kemanusiaan lagi, tetapi kemampuan dan batasnya sekaligus ditiadakan, karena nyatanya nyawa-nyawa yang melayang. Pantaskah kita sebut ini ujian? Apa artinya ujian? Apa tujuan dari ujian?

Ujian biasanya dikaitkan dengan dan ditujukan untuk “kenaikan, perubahan ke arah lebih baik, peningkatan, kemajuan” dan sejenisnya. Dalam kaitan NKRI, kita dapat katakan mereka yang menganggap musibah ini sebagai ujian bermaksud bahwa setelah musibah-musibah ini, maka akan datang masa keemasan NKRI. Kalau kita kaitkan dengan sorga kelihatannya hal itu jauh dari dapat dipercaya.

Ketiga, kalau seandainya NKRI tidak percaya dengan pesan-pesan yang sudah lama kampi sampaikan lewat situs ini, semuanya itu terserah. Tanggungjawab kami yang dibebenkan Hukum Alam dan Hukum Adat Papua telah kami sampaikan lewat Surat secara langsung, maupun catatan secara terbuka dalam situs ini.

Pertanyaan yang tertinggal ialah, “Bila ujian dari Tuhan ini sampai-sampai, sekali lagi, kalau seaindainya, sampai kepada mengobrak-abrik kerangka dan format NKRI itu sendiri, maka apakah masih dianggap sebagai Ujian dari Tuhan?”

Up ↑

Wantok COFFEE

Organic Arabica - Papua Single Origins

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny