BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA ATAS WAFATNYA ERIC LOGO

Keluarga Besar Tentara Revolusi Papua Barat (TRPB) dan SPMNews dengan ini menyatakan

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

dan

MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS PERJUANGAN PAHLAWAN MUDA BANGSA PAPUA

Atas Nama Eric Logo dan temannya.

Semoga teladan yang kalian berikan akan ditiru oleh pemuda Papua lainnya, DEMI HARGA DIRI dan JATIDIRI, bukan demi perut dan kepentingan pribadi/keluarga seperti yang dilakukan kaum pendukung Otonomi/Papindo.

Menurut Laporan yang kami terima, Alm. Eric Logo dan teman-temannya selalu didatangi aparat intelijen NKRI dengan teror dan intimidasi, dan menanyakan kepada mereka tentang keterlibatan mereka dan siapa yang menyuruh mereka.

Pertanyaan-pertanyaan ini selalu diajukan dengan ancaman, “Kamu orang kampung, orang hutan saja mo, mau bikin negara bagaimana? Nanti saya bunuh kami, ngaku aja, supaya biar sembuh. Kalau nggak, nanti ta bunuh di sini.” dan seterusnya.

Menurut laporan langsung dari lapangan, Eric Logo sendiri didapati mati tergantung, digantung oleh NKRI.

Berita ini datang dari keluarga Eric sendiri yang tahu persis bagaimana ia meninanggal, dan bagaimana mereka berada di rumah sakit.

ENGKALU PAHLAWAN MUDA,
TELADANMU MENJADI LILIN KECIL DI TENGAH KEGELAPAN VISI/MISI KAMU MUDA DI TENGAH OMBAK OTONOMISASI NKRI

SPMNews

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papua

Catatan: Kecelakaan dan Musibah Terus Menimpa NKRI Sebagai Penegakkan Hukum Alam

Pemangku Alam dan Adat Papua menyatakan barusan ini kepada SPMNews bahwa berbagai tuah sudah mulai dikenakan kepada NKRI sejak 1 Desember 2004, sebagai hasil perumusan ratusan Kepala Suku Melanesia di salah satu Pulau di Republik Vanutu yangyang telah terbukti beroperasi atas nama Alam dan Adat Melanesia dan kini Alam dan Adat Papua sendiri telah bergabung akhir tahun 2008, telah melakukan kegiatan-kegiatan gerilya adat dengan berbagai kegiatan.

Walhasil, saksikanlah berbagai tulah yang ditimpakan KHUSUSnya kepada:

  1. Pulau Jawa
  2. Pulau Sumater
  3. Pula Sulawesi dan
  4. Kepulauan Maluku

Ketiga tempat/pulau/bangsa ini telah mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan bagi bangsa, tanah, adat dan alam Papua, dan kini penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat Papua dan Melanesia memasuki era emas.

Kapan selesai?

Akan selesai sampai Papua Merdeka

Untuk itu kami sampaikan

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papua

untuk bergabung dalam peristiwa-peristiwa ini

Kiranya kalian semua bergabung dalam barisan ini, agar supaya Tanah dan Bangsa Papua serta Melanesia menjadi tempat yang damai, indah dan surga bagi kita semua, seperti yang pernah dinikmati nenek-moyang orang Melanesia sebelum bangsa dan penjajah lain menginjakkan kaki mereka di atas tanah leluhur kami.

Demikian Undangan terbuka ini kami sampaikan dan bagi Pemangku Alam/Adat Papua yang tertarik, silahkan kontak ke trpb@papuapost.com

Ms.WWW. Kode Operasi “AWAS!”

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papu

Catatan: Kecelakaan dan Musibah Terus Menimpa NKRI Sebagai Penegakkan Hukum Alam

Pemangku Alam dan Adat Papua menyatakan barusan ini kepada SPMNews bahwa berbagai tuah sudah mulai dikenakan kepada NKRI sejak 1 Desember 2004, sebagai hasil perumusan ratusan Kepala Suku Melanesia di salah satu Pulau di Republik Vanutu yangyang telah terbukti beroperasi atas nama Alam dan Adat Melanesia dan kini Alam dan Adat Papua sendiri telah bergabung akhir tahun 2008, telah melakukan kegiatan-kegiatan gerilya adat dengan berbagai kegiatan.

Walhasil, saksikanlah berbagai tulah yang ditimpakan KHUSUSnya kepada:

  1. Pulau Jawa
  2. Pulau Sumater
  3. Pula Sulawesi dan
  4. Kepulauan Maluku

Ketiga tempat/pulau/bangsa ini telah mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan bagi bangsa, tanah, adat dan alam Papua, dan kini penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat Papua dan Melanesia memasuki era emas.

Kapan selesai?

Akan selesai sampai Papua Merdeka

Untuk itu kami sampaikan

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papua

untuk bergabung dalam peristiwa-peristiwa ini

Kiranya kalian semua bergabung dalam barisan ini, agar supaya Tanah dan Bangsa Papua serta Melanesia menjadi tempat yang damai, indah dan surga bagi kita semua, seperti yang pernah dinikmati nenek-moyang orang Melanesia sebelum bangsa dan penjajah lain menginjakkan kaki mereka di atas tanah leluhur kami.

Demikian Undangan terbuka ini kami sampaikan dan bagi Pemangku Alam/Adat Papua yang tertarik, silahkan kontak ke trpb@papuapost.com

Ms.WWW. Kode Operasi “AWAS!”

Perang Masih Berlanjut di Perbatasan West Papua – PNG

Menutur Laporan per telepon ke SPMNews, perang di bawah komando Gen. TRPB Mathias Wenda sebagai Pangkorti (Panglima Komando Revolusi Tertinggi dari TRPB (Tentara Revolusi Papua Barat) sedang berlangsung hingga saat ini di wilayah perbatasan West Papua – PNG.

Baku tembak sedang terjadi, pasukan TNI dan TRPB dalam siaga satu.

Dalam operasi sebelumnya, setidaknya 4 anggota TNI ditembak mati, dua di Pos Penjagaan perbatasan, dan dua lainnya ditembak saat patroli di jalan menggunakan Sepeda Motor. Dua buah senjata TNI dirampas pasukan TRPB.

Walaupun begitu, SPMNews tidak dapat mengkonfirmasi di Lapangan mengingat kondisi lapangan yang tidak mengizinkan.

Demikian sekilas info.

Pesan Khusus Menjelang Pemilu NKRI 2009: Mengatur Pengungsi di Saat Kerusuhan/Peperangan

TENTARA REVOLUSI PAPUA BARAT (TRPB)
Markas Komando Revolusi Tertinggi
——————————————————————-

Disampaikan kepada seluruh masyarakat bangsa Papua: tokoh Adat, Kepala Suku, Tokoh Pemuda, organisasi dan aktivis HAM, pegiat dan organisasi LSM bahwa dalam rangka menyelamatkan diri dari segala kebiadaban NKRI berlanjut di abad ini, seperti yang terjadi di abad lalu, maka diserukan agar memperhatikan hal-hal berikut, bilamana terjadi kerusuhan, konflik atau peperangan antara pejuang aspirasi bangsa Papua atau masyarakat sipil dengan aparat kepolisian dan tentara NKRI bahwa:

  1. TIDAK BOLEH ADA MASYARAKAT YANG MELARIKAN DIRI KE HUTAN, dengan alasan apapun juga. Pengalaman kita telah memberikan pelajaran yang baik bahwa melarikan diri ke hutan menjadikan diri kami menjadi seperti ‘hewan buruan’ yang dapat ditembaki dengan senjata jenis apapun (kimia, biologis, dsb), dan kita diburu lewat darat, laut dan udara, menggunakan peralatan modern yang canggih. Maka kita sudah tahu bahwa HUTAN bukan perlindungan yang tepat bagi orang Papua yang melarikan diri dari kekejaman NKRI;
  2. KITA HARUS MELARIKAN DIRI KE KANTOR DPRD/DPRP setempat, dan mendirikan tenda-tenda dan memenuhi gedung wakil rakyat masing-masing, agar kita memberi peluang kepada tentara/polisi NKRI mengejar pada gerilyawan Papua Merdeka saja, dan bukan masyarakat biasa yang tidak berdosa. Dan juga agar para pengungsi yang disebabkan oleh Operasi Militer dimaksud juga ditangani oleh Departemen Sosial NKRI, seperti yang mereka tangani bagi orang Indonesia sendiri selama ini, sehingga pelayanan sosial dapat dirasakan juga oleh orang Papua yang selama ini selalu dikambing-hitamkan dan dimarginalkan serta diabaikan dari segala haknya sebagai warga yang dikleim ke dalam NKRI;
  3. ORANG PAPUA HARUS PANDAI MEMANFAATKAN SITUASI DAN KONDISI, sehingga kita tahu tempat/kampung/kabupaten mana saja yang bisa ada kegiatan gerilyawan West Papua dan masyarakat dapat mendukungnya dan di tempat mana saja yang sama sekali harus diwaspadai sehingga tidak mengakibatkan pengorbanan masyarakat biasa, terutama ibu-ibu dan anak-anak tanpa peri kemanusiaan. Tentara Revolusi Papua Barat (TRPB) telah lama menerbitkan sebuah Buku Panduan Perang Revolusi Papua Merdeka, dengan titik-titik dan kota-kota yang dapat dijadikan sebagai pusat atau awal gerakan bersenjata dan titik-titik/ tempat apa saja yang dapat dijadikan sebagai sasaran bidik gerilyawan, yang mudah-mudahan masih dipegang para tokoh Masyarakat Adat (MADAT) Papua;
  4. Agar para pemuda dan mahasiswa Pandai Memainkan Kartu masing-masing sehingga di satu pihak mendukung perjuangan para gerilyawan, tetapi di sisi lain mengarahkan dan memobilisir masyarakat Papua sehingga tidak dengan mudah termakan oleh provokasi TNI/Polri dan terpancing untuk melakukan tindak kekerasan seperti yang selama ini kami alami, yang berakibat fatal bagi hidup dan keamanan kehidupan orang Papua;

Mengakhiri semuanya, kami serukan bahwa MEMBOIKOT PEMILU NKRI 2009 adalah HAK BANGSA PAPUA, bahkan satu-satunya hak yang tertinggal dan dapat dimanfaatkan bangsa Papua setelah semua hak-hak lainnya telah dirampas, dan dibasmikan oleh NKRI selama ini. Oleh karena itu, perlu diketahu dan dicatat semua orang, bahwa melarang orang Papua

Amunggut Tabi Soal Kedatangan Nicolaas Jouwe: Jangan Tinggal dalam Sejarah, Kita berada di Saat ini untuk Masa Depan!

enyambut kedatangan Tokoh Papua Merdeka dan pencetus Bintang Kejora serta Lambang Papua Barat Burung Mambruk (maaf, bukan pencetus OPM seperti dilansir media-media Indonesia karena OPM punya sejarah tersendiri daripada sejarah yang diciptakan Nicolaas Jouwe dkk.) dan menanggapi berbagai pertemuannya dengan tokoh Papindo (Papua – Indonesia) di dalam negeri, SPMNews menyempatkan diri mewawancarai SekJend TRPB (Tentara Revolusi Papua Barat) Amunggut Tabi per Email.

Dikatakannya secara singkat bahwa, “Benar kami ada dalam sejarah yang sudah dibangun para kakek kami, tetapi saat ini kami ada di era sekarang untuk masa depan, sementara Nicolaas Jouwe, Fransalbert Joku dan Nick Messet adalah bagian dari sejarah. Tetapi tidak salah dan memang keharusan bagi kami untuk

Catatan bagi Manusia Papua: Bumi Cenderawasih Bukan Hanya Milikmu!

“Catatan bagi Manusia Papua: Bumi Cenderawasih Bukan Hanya Milikmu!”, demikian sambutan atau peringatan pendek yang disampaikan belum lama ini dari Alam dan Adat Papua.

Artinya Bumi Cenderawasih dihuni bukan hanya oleh Manusia Papua, yang menyebut dirinya bangsa Papua, tetapi ada makhluk dan penghuni lain di Bumi itu. Artinya mereka semua sama-sama berhak untuk mendiami tanah itu. Artinya mereka semua berkewajiban untuk terlibat dalam perjuangan aspirasi pembebasan dari tipudaya NKRI bahwa Papua Barat adalah bagian dari NKRI dan hal itu telah final.Artinya manusia siapapun TIDAK DAPAT menghalangi mereka saat mereka bergerak membela tanah airnya. Artinya siapapun yang meragukan pesan-pesan ini, maka ia meragukan identitasnya, tanah airnya, alamnya dan adatnya, maka ia menjadi manusia Papua yang tidak tahu diri, yang tidak pantas mendiami Bumi Cenderawasih.

Terutama sekali makhluk selain manusia membantah keras dan menyatakan bahwa mereka telah memberikan bantuan khusus dan istimewa kepada Ir. Soekarno, dalam rangka menyelamatkan nyawanya dari penjara Boven Digoel, tetapi Soekarno dasar manusia Jawa tak tahu berterimakasih. Malahan sang penghantar digunakan untuk berbalik menduduki Tanah dan Bumi Cenderawasih.

Dalam percakapan belum lama ini dengan Alm. Ir. Soekarno, beliau sangat meminta maaf, walaupun pemangku AA Papua tidak menerima minta maaf itu dengan senyum.

“Minta Maaf” artinya? Apakah NKRI tetap di Tanah Papua?

Menurut beliau pula, “Sebenarnya saya sudah bilang Megawati, supaya setelah dia besar, merdekakan Papua Barat.” Menurutnya hal itu disampaikan karena ia merasa berhutang. Tetapi hutang itu belum pernah terbayarkan, bahkan Megawati-lah pembunuh Theys Eluay, pengagum Ir. Soekarno dan penganut ideologi Soekarno.

Apakah Megawarti bakalan jadi Presiden? Jangan rakus, kalau tidak tahu diri.

Kalau setiap hari ada kebakaran di seluruh Indonesia, dan kalau kebakaran-kebakaran itu bukannya rumah penduduk, tetapi pabrik-pabrik dan bengkel-bengkel, tempat memproduksi duit bagi perekonomian NKRI, dengan kerugian miliaran rupiah per-hari, maka SBY sebaiknya jangan mengatakan suara-suara ini “Takhayul”, karena kalau manusia yang sudah melihat dan mengalami sendiri hasil kerja dari “takhayul” itu tetapi tetap saja mengatakan “takhayul”, maka manusia sedemikian adalah bukan manusia. Ia telah menjadi bukan manusia.

Apakah ada pengampunan? Pengampunan tidak ada, yang ada hanyalah pengakhiran kutuk keapda NKRI, dan pengakhiran itu HANYA AKAN terjadi kalau Papua Merdeka.

Kalau tidak percaya, “sejarah perjalanan ini akan membuktikannya”, Amin, atas nama tanah, tumbuhan, hewan, manusia, maklhuk roh dan benda alam serta penghuni Bumi Cenderawasih.
Kiriman Pemangku AA Papua, Sandi “AWAS!!!”

Alam & Adat Papua Berkata: Dalam Hitungan Hari dari Sekarang, Di Barat dan di Wamena akan Terjadi Gempa Bumi

Alam & Adat Papua Berkata: Dalam Hitungan Hari dari Sekarang, Di Barat dan di Wamena akan Terjadi Gempa Bumi, dan dalam waktu itu juga, salah seorang Tokoh Politik Modern asal daerah pedalaman akan meninggalkan Dunia.

Demikian pesan yang kami terima dari Suara Alam Papua bersandi “AWAS”.

Setiap gerakan alam memilik kode dan sandi yang diatur oleh Penghuni Bumi Cenderawasih, dari Sorong sampai Futuna Islands, Vanuatu telah menyatu dalam rangka menghadapi kebiadaban NKRI dan orang Jawa, Makasar dan Sumatera pada khususnya.

Pemangku Adat Vanuatu telah bekerja mulau Desember 2004 dan sampai hari ini masih aktiv beroperasi. Pemangku Adat Bumi Cenderawasih sebagai Kepala Pemangku Melanesia telah mulai bekerja awal tahun 2009.

Sekarang orang atau manusia Papua tinggal memilih kepada Siapa Anda berpihak: Kepada Fakta dan Kebenara, atau kepada tipudaya dan kepentingan politik manusia belaka? Kedua-duanya ada upahnya.

Yang jelas Bumi Cenderawasih BUKAN hanya milik manusia, BUKAN HANYA diwariskan pencipta buat Manusia, Pemangku Adat dan Alam Papua juga berhak penuh mendiami, dan membela diri, dan memperjuangkan aspirasi bangsa Papua, kalau sesuai dengan Hukuma Alam dan Hukum Adat Bumi Cenderawasih.

Amin.

Sekali Lagi: Makhluk Selain Manusia Memerintahkan Orang Papua di Indonesia

Sekali Lagi Makhluk Selain Manusia di Papua Barat memerintahkan Orang Papua di Indonesia agar segera angkat kaki dari Bumi Pertiwi sebab Bumi Cenderawasih sedang berbicara secara dengan nama “Alam Bicara” Alias Suara Alam Papua kepada Alam Indonesia agar NKRI melepaskan Papua Barat dari cengekaraman Ibu Pertiwi.

Kalau seandainya orang Papua di pulau-pulai di Indonesia tidak menghiraukan, maka kalau seandainya Anda menjadi korban, jangan salahkan kepada siapapun, termasuk jangan salahkan bunda mengandung dan melahirkan Anda sebagai orang Papua.

Demikian sekilas info

Sekali Lagi: Makhluk Selain Manusia Memerintahkan Orang Papua di Indonesi

Sekali Lagi Makhluk Selain Manusia di Papua Barat memerintahkan Orang Papua di Indonesia agar segera angkat kaki dari Bumi Pertiwi sebab Bumi Cenderawasih sedang berbicara secara dengan nama “Alam Bicara” Alias Suara Alam Papua kepada Alam Indonesia agar NKRI melepaskan Papua Barat dari cengekaraman Ibu Pertiwi.

Kalau seandainya orang Papua di pulau-pulai di Indonesia tidak menghiraukan, maka kalau seandainya Anda menjadi korban, jangan salahkan kepada siapapun, termasuk jangan salahkan bunda mengandung dan melahirkan Anda sebagai orang Papua.

Demikian sekilas info