Bintang Kejora Berkibar di Serui

Suasana sidang kasus makar dengan terdakwa Sem Yaru.JAYAPURA-Sidang kasus makar yaitu pengibaran Bintang Kejora di halaman kantor MRP Kotaraja, dengan terdakwa Semuel Yaru dan Luther Wrait, Rabu (12/5) kemarin kembali dilanjutkan dengan menghadirkan tiga orang saksi. Mereka adalah dua orang security Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) dan satu orang anggota polisi. Para saksi tersebut berada di TKP (halaman kantor MRP) saat Sem Yaru CS mengibarkan Bintang Kejora.

Namun karena pertimbangan waktu dan masih banyaknya agenda sidang, sehingga saksi yang diperiksa hanya du orang security Kantor MRP masing-masing Daniel O Wanggai dan Frengki. Kedua saksi di depan majelis hakim mengakui saat kedua terdakwa datang dengan massa pada 16 November 2009 sekitar pukul 10.00 WIT sedang melaksanakan tugas pengamanan kantor MRP.

Salah satu saksi bernama Daniel O Wanggai yang ditemui sebelum sidang menceritakan bahwa saat datang terdakwa Sem Yaru tidak langsung dengan massa dan juga tidak langsung mengibarkan bendera Bintang Kejora. ‘’Saat datang hanya sempat mengungkapkan kata-kata merdeka beberapa kali kemudian pergi. Tidak lama kemudian datang lagi dengan massa dan di tengah halaman Kantor MRP Sem Yaru mengeluarkan bendera yang disimpan di kantongnya kemudian diikatkan pada batang pohon pinang,’’ cerintanya.

Dikatakan, saat demo tersebut, tidak ada anggota MRP yang menemui ataupun menerima aspirasinya. ‘’Waktu itu yang menemui para pengunjung hanya Ibu Angganita Waly. Bukan anggota MRP,’’ ungkapnya.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Puji Wijayanto,SH tampak kedua terdakwa didampingi oleh tim kuasa hukum sebanyak delapan orang dari LHB Papua dan sejumlah advokad dari lembaga advokatd lainnya. Sidang pemeriksaan saksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut ditunda hari Kamis (20/5) masih dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Sekedar diketahui, Semuel Yaru (52) dan Luther Wrait (52) bersama satu orang yang masih DPO bernama Alex Mebri adalah secara bersama-sama merencanakan aksi unjuk rasa dan dalam pelaksanaannya, Semuel Yaru adalah penanggungjawab demo sekaligus sebagai juru bicara, Luther Wrait sebagai pengkoordinir dan pengumpul massa dan Alex Mebri bertugas menyiapkan pamflet dan bendera Bintang Kejora.

Dalam aksi demo tersebut, Sem Yaru dengan membawa bendera Bintang Kejora yang diikat pada batang phon pinang sepanjang 2,5 meter. Dalam orasinya Sem Yaru mengatakan bahwa Otsus gagal dan hanya dirasakan segelintir orang saja.

Selain itu juga dikatakan bahwa Otsus yang merupakan hasil perjuangan rakyat Papua, sehingga hasilnya harus untuk rakyat Papua dan apabila Otsus gagal maka lebih baik kita merdeka. Orasi tersebut kemudian disambut oleh sekitar 50 orang yang ikut aksi demo dengan teriakan merdeka berulang-ulang.

Atas perbuatannya Sem Yaru dan Luther Wrait oleh JPU A Harry,SH mendakwanya dengan pasal makar, yakni untuk Sem Yaru Pasal 106 KUHP subsidair pasal 110 ayat (1) ke-2 dan pasal 160 KUHP tentang. Sedangkan untuk Luther Wrait karena perannya hanya membantu sehingga ditambah dengan pasal 56 KUHP.(cr-10)

bintangpapua.com

Penyerang Brimob Belum Terkejar

JAYAPURA (PAPOS) -Pengejaran tersangka kasus penyerangan rombongan Brimob di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, terhambat kondisi alam. Dir Reskrim Polda Papua Kombes Pol Bambang Rudi Pratikno mengatakan, kondisi alam berupa gunung, hutan dan jurang menjadi hambatan polisi.

“Kami perlu melatih para anggota agar dapat melewati kondisi alam yang sulit,” katanya di Mapolda, Selasa (5/5) kemarin.

Ia mengatakan, jika polisi nekat mengejar justru akan membahayakan keselamatan polisi. “Mereka lebih menguasai medan di dalam hutan bahkan mampu bergerak jauh lebih cepat,” katanya.

Polda Papua, katanya, sudah mendapatkan bukti-bukti keterlibatan sejumlah anggota kelompok bersenjata dalam kasus ini.

Sebelumnya, Rabu (15/4), rombongan Brimob diserang saat mengevakuasi polisi yang tengah sakit. Enam Brimob terluka, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Serangan terhadap aparat telah beberapa kali terjadi dalam 2009 ini di Tingginambut. Pada 9 Januari 2009, kelompok kriminal menyerang pos polisi dan menyebabkan seorang isteri polisi terluka. Mereka merampas empat senjata api milik anggota polisi. Pada 21 Pebruari 2009, pos polisi juga diserang lagi, namun tidak menimbulkan korban. Kelompok kriminal juga menyerang pos TNI, 14 Maret 2009 hingga menyebabkan seorang anggota TNI tewas.(ant)

Ditulis oleh Ant/Papos
Rabu, 06 Mei 2009 00:00

PH Buchtar Kembali Tolak Keterangan Saksi Ahli

JAYAPURA-Tim Penasehat Hukum (PH) Buchtar Tabuni terdakwa kasus dugaan makar, kembali menolak keterangan 2 orang saksi ahli yaitu DR. Muhammad Said Karim, SH, MH dan Prof. DR. Achmad Ruslan, SH, MH, dari Lembaga Bahasa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang dibacakan pada sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jayapura, Rabu (29/4).

Penolakan terhadap keterangan saksi ahli juga pernah dilakukan oleh PH buchtar Tabuni dalam persidangan yang digelar Rabu (15/4). Dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai Manungku Prasetyo, SH, dengan hakim anggota Lucky Rombot Kalalo, SH dan Hotnar Simarmata, SH, MH, dua orang PH Buchtar yaitu PH, Iwan Niode SH dan Harry Maturbongs, SH langsung melakukan interupsi dan meminta saksi ahli tetap dihadirkan di persidangan.

Berkas 3 Tersangka Makar Segera Dikirim ke Jaksa

JAYAPURA-Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Papua segera menyelesaikan berkas kasus dugaan makar yang melibatkan 3 tersangka, masing-masing Yance Motte alias Amoye, Serafin Diaz dan Mako Tabuni alias Musa Tabuni.

“Dalam minggu ini, berkas kasus makar itu segera diselesaikan untuk selanjutnya dikirim ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Papua,”ungkap Direskrim Polda Papua, Kombes Pol Drs Bambang Rudi P SH, MM, MH kepada Cenderawasih Pos di Mapolda Papua, Senin (20/4).

Yang jelas, kata Direskrim, pihaknya telah mengirimkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) terkait dugaan makar yang melibatkan aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tersebut.

Ditanya apakah masih ada pelaku lain dalam kasus ini? Direskrim mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan, bahkan masih akan memburu pelaku lainnya. “Kami masih akan memburu yang lainnya,” ujarnya singkat.

Soal siapa yang menjadi target dalam kasus itu, dirinya masih merahasiakannya, namun ia menyatakan bahwa sudah ada yang dicurigai terlibat dalam kasus tersebut. “Yang jelas sudah ada yang dicurigai,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah memintai keterangan terhadap 10 orang saksi. Meski demikian, pihaknya masih akan memintai keterangan terhadap 2 orang saksi lagi, yakni saksi ahli bahasa dan saksi ahli hukum pidana.

Sekadar diketahui, kedua aktivias KNPB yakni Mako Tabuni alias Musa Tabuni bersama dengan Serafin Diaz diringkus polisi saat turun dari KM Labobar di Dermaga Pelabuhan Yos Soedarso Jayapura, Jumat (3/4).

Dari tangan Mako Tabuni, polisi menyita 16 lembar daftar Divisi Pendanaan Nasional (DPN) list sumbangan revolusi untuk KNPB dan uang sebesar Rp 700 ribu, 8 lembar surat dari Panglima Tertinggi Komando Revolusi, Tentara Revolusi Papua Barat Pangtikor TPBR tentang surat himbauan khusus kepada pemimpin-pemimpn gereja di seluruh pelosok tanah Papua Barat, 2 lembar surat KNPBtentang Panitia Nasional untuk peluncuran ILWP (Internasional Lawyer for West Papua), 58 lembar surat selebaran tentang surat terbuka bagi seluruh Bangsa Papua Barat, 1 lembar Kartu Anggota KNBP atas nama Patrise Wenda dan 1 buah buku bertulis Note Book.

Sedangkan dari tangan Serafin Dias yang sempat dalam orasi di demo tersebut mengaku berasal dari Timur Leste ini, disita 1 buku berjudul menggugat implementasi Otsus Papua karangan DR Demmy Antoh, 1 buku berjudul rekonstruksi dan transpormasi nasionalisme Papua, 1 buku diktat berjudul Mari Kita Kumpul untuk Mendapatkan banyak Respon karangan Ikatan Mahasisa dan Masayrakat Papua (IMMAPA-Bali), 3 lembar copian strategi menanggulangi HIV/AIDS Papua, 4 lembar kliping tentang perumahan perilaku sosial, 2 lembar suarat dari Gen TRPB Mathias Wenda tentang Pemuda Papua Maju Terus, Bangsa Papua Jangan Terlena dan KANRPB Konsulat Indonesia.

Selain itu, ditemukan 6 lembar surat dari KNPB yang berjudul pikiran umum menuju boikot Pemilu 2009, 1 lembar surat dari Free West Papua Canpaign yang berjudul Seruan Pemimpin Papua Merdeka di Inggris, 1 lembar jadwal perjalanan kereta api dan bus dari Denpasar-Jawa, 1 lembar lagu tulisan tangan berbahasa Biak, 1 lembar daftar peduli masyarakat Papua Barat Merdeka dan dihalaman belakang bertulis Otonomi Belanda terhadap Papua 1961, 4 lembar surat dari KNPB tentang profile KNPB, 1 amplot berisi 1 buah buku Bob Marley berjudul Spirit of Freedomm 1 HP Samsung, 1 kantong HP bergambar bintang berwarna putih dengan warna dasar merah, warna putih bertuliskan Papua, 1 gambar West Papua dan 1 buah buku rekening dan ATM Mandiri.

Sedangkan, tersangka Yance Mote alias Amoye akhirnya ditahan setelah sempat diamankan dari Kantor DAP di Waena bersama 14 orang lainnya yang saat ini, diantara mereka kedapatan membawa senjata airsoft gun. (bat)

Penyerang Polsek Abe Diciduk

JAYAPURA (PAPOS) – Tim gabungan dari Reskrim Polda Papua, Densus 88 dan Brimob, menggerebek sebuah rumah di komplek BTN Purwodadi Blok O Sentani Barat, Sabtu (18/4) sekitar pukul 14.30 WIT.

Dalam pengerebekan itu, tujuh orang berhasil diciduk di dalam rumah milik Mas Murid yang dikontrak oleh Bucthar Tabuni, beserta sejumlah barang bukti (BB) ikut diamankan petugas.

Dari tujuh orang yang diciduk, Jhon Hisage, adalah salah seorang pelaku yang ikut penyerangan Polsekta Abepura pada Kamis (9/4) lalu. Ia waktu penyerangan Polsekta Abepura, berhasil kabur dengan luka tembak dipelipis tembus di bawah mata.

Penangkapan ini berawal dari laporan warga Masyarakat yang curiga melihat aktifitas dari penghuni yang menempati rumah di Blok O perumahan Purwodadi. Atas laporan warga itu Kepolisian gabungan dari anggota Reskrim, Den Sus 88, dan Brimob Polda Papua lantas menggerebek rumah tersebut.

Ketujuh orang yang diamankan, Jhon Hisage (laki-laki), Kanitius Hisage (laki-laki), Epekus Pawika laki-laki, Jefrik Haluk (Laki-laki), Amitu Yomat (laki-laki), Tina Dami (perempuan), dan Deli Wenda (perempuan).

Sementara barang bukti (BB) yang ikut diamankan petugas berupa 1 buah sangkur, 1 Hendicam Merek Sony, 1 HT milik anggota Polri,- 4 Unit Hanphone terdiri dari 2 unit HP bergambar bintang kejora, 2 unit HP lagi polos, dan obat-obatan milik Jhon Hisage. Jhon Hisage mengaku kepada Polisi lukanya di obati oleh suster.

PLT Kabid Humas Polda Papua AKBP Nurhabri, membenarkan adanya penggerebekan di kompleks BTN Purwodadi Sentani Barat. “Mereka beserta barang bukti diamankan dan menjalani pemeriksaan,”kata Nurhabri, Sabtu (18/4),ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Papua.(cr-50)

Ditulis oleh Cr-51/Papos
Minggu, 19 April 2009 17:47

Di Puskesmas Jayapura 4 Motor Terbakar

JAYAPURA-Warga Kloofkamp, tepatnya yang tinggal di sekitar Puskesmas Jayapura, Distrik Jayapura Utara, dikagetkan dengan teriakan kebakaran dari warga saat melihat api membakar 4 motor yang diparkir di samping gedung puskesmas, Jumat (17/4) pukul 04.30 WIT.

Warga yang mendengar teriakan langsung ke TKP dan berusaha memadamkan 4 motor yang terbakar sehingga api tidak merambat dan membakar Puskesmas. Namun, api sempat membakar plafon dan jendela serta mengakibatkan kaca jendala pecah.

Aparat kepolisian yang mendapatkan laporan, langsung ke TKP dan mengamankan 4 yang terbakar ke Mapolresta Jayapura dan mempolice line keempat motor itu. Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi juga telah meminta keterangan beberapa orang warga.

Empat motor yang terbakar yaitu Honda Grand DS 4844 AL dan Honda Supra X DS 2219 AG hangus terbakar di bagian depan dan joknya. Kedua motor tersebut diketahui milik korban Darmadi (38) warga belakang Puskesmas Jayapura, Kloofkamp.

Sedangkan, motor Honda Grand DS 2668 AE milik Tri Astuti (30) juga hangus terbakar. Demikian juga motor Honda Supra X AD 5729 milik Tardi (38) warga Kloofkamp yang sedang pulang kampung di Jawa Tengah juga hangus terbakar.

Salah seorang saksi, bernama Jaka (22) yang tinggal di belakang Puskesmas mengaku bahwa saat itu ia tidak bisa tidur dengan nyenyak di rumahnya dan ia selalu terbangun. Apalagi, sekitar pukul 02.00 wit ia sempat menerima telepon.

Sekitar pukul 04.00 WIT, tiba-tiba ia mendengar ada suara 2 kali ledakan dari samping gedung Puskesmas tersebut, sehingga ia langsung kaget dan lari menuju ke arah suara ledakan tersebut.

Enam Brimob Dievakuasi

KORBAN : Anggota Brimob setiba di RS Bhayangkara mendapat perawatan medis setelah diterbangkan dari Mulia Kabupaten Puncak Jaya

JAYAPURA (PAPOS) – Enam aggota Brimob, yang ditembak sekelompok TPN/OPM

di Kampung Lombuk kawasan Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya, dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat perawatan di RS Bhayangkara, Kamis (16/4) kemarin sekitar pukul 13.00 WIT.

Dari hasil rujukan Rumah Sakit Mulia itu, 2 anggota Brimob mengalami luka berat yakni Bripda Khairudin Hamid dan Bripda Basri Haineka. Bripda Khairudin Hamid

mengalami luka tembak di bagian kaki kanan dan bagian pinggang kanan, sedangkan Bripda Basri Haineka mengalami luka di bagian kaki kanan.

Sementara 4 anggota Brimob lainnya mengalami luka-luka ringan yakni Bripda Khomarul Huda, Bripda Adam Hanock, Bripda Ronald Patigaja. Ke-empat anggota ini hanya mengalami luka ringan, karena saat diserang mereka langsung loncat ke atas mobil.

Suasana haru, sedih dan ucapan syukur kepada Sang Pencipta, berbaur mewarnai penyambutan ketika 6 anggota Brimob tiba di RS Bhayangkara, dimana keluarga, teman, kerabat menjenguk dan melihat langsung keadaan korban.

Saat diserang anggota Brimob yang menumpang dua mobil itu, posisi sekolompok posisi TPN/OPM diketinggian sekitar 50-100 meter di atas gunung, mobil di depan ditumpangi 7 orang anggota Brimob.

Bripda Musa Sewar Aninam (meninggal, Red) kena tembak dibagian kepala, sehingga nyawanya tak bisa diselamatkan, almarhum meninggal dunia di atas pesawat saat dievakuasi dari Mulia ke Jayapura.

Mengetahui mobil di depan ditembak anggota Brimod yang menumpang mobil ke dua di bagian belakang langsung melakukan perlawanan terjadilah kontak senjata dengan menembak di atas gunung.

Atas kejadian itu, Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto langsung terbang menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, Rabu (15/4) lalu. Menurut PLT Kabid Humas Polda Papua AKBP Nurhabri, pihaknya siap melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan.

Brimob-TPN/OPM Baku Tembak, 1 Tewas

JAYAPURA – Kelompok sipil bersenjata yang disinyalir dari TPN/OPM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya berulah. Dilaporkan telah terjadi kontak senjata antara satuan Brimob Polda Papua BKO Polres Puncak Jaya dengan TPN/OPM di Kampung Lumbuk, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya Rabu (15/4) sekitar pukul 11.40 Wit. Enam anggota Brimob mengalami luka tembak, sementara 1 orang lagi atas nama Bripda Musa Aninam tewas setelah sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara, Jayapura.

Dari data yang berhasil dihimpun koran ini, kejadian itu berawal ketika 11 anggota Brimob ini bergerak dari Kota Mulia hendak menuju ke Distrik Tingginambut dengan menggunakan 2 buah mobil Strada.

Mobil pertama ditumpangi 7 orang anggota Brimob, sedangkan mobil di belakangnya ditumpangi oleh 4 orang anggota. Ketika kedua kendaraan tersebut sampai di Kampung Lumbok, tepatnya sekitar 2 km dari Pos Polisi Tingginambut untuk mengamankan kotak suara dari Distrik Tingginambut, tiba-tiba mereka dihadang kelompok TPN/OPM. Mobil langsung ditembaki oleh kelompok bersenjata dari ketinggian sebuah bukit kampung tersebut.

Saat itu, sopir sempat terkena tembakan terlebih dahulu, selanjutnya mobil oleng dan dilaporkan menabrak tebing dan kelompok bersenjata lainnya yang melakukan penghadangan langsung melakukan penembakan.

Akibat baku tembak itu, 6 orang anggota Brimob mengalami luka tembak, semantara satu orang anggota Brimob bernama Bripda Musa Sewar Aninam gugur dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura. Korban mengalami luka tembak serius di kepalanya.

Sementara ke 6 anggota brimob yang mengalami luka tembak diketahui bernama Brigpol Khomarul Huda, Brigpol Khairudin Hamid, Brigpol Adam Hanock, Bripda Roland Pattigaja, Bripda Basri Haineka dan Bripda Nusran. Mereka mengalami luka tembak di kaki dan beberapa bagian tubuhnya. Saat ini mereka dalam perawatan secara intensif di Rumah Sakit Mulia, Puncak Jaya.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan laporan penghadangan rombongan kendaraan Brimob yang tengah melintas di Kampung Lumbok, Distrik Tingginambut yang mengakibatkan 6 anggota luka-luka, sementara satu korban lainnya meninggal.

“Kejadiannya, ada anggota Polri di Pos Polisi Tingginambut sedang sakit, sehingga perlu dilakukan penjemputan dari Pos Polisi tersebut. Pada waktu yang menjemput ini, melewati Kampung Lumbok terjadi penyerangan oleh TPN/OMP. Korban yang luka 6 orang, 1 luka berat dan dievakuasi ke Jayapura, tapi informasi sudah meninggal,” papar Kapolda.

Terkait dengan hal itu, Kapolda Bagus Ekodanto pihaknya tentunya akan melakukan pengamanan di daerah Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Disinggung soal penambahan pasukan ke daerah tersebut, diakui oleh Kapolda Bagus Ekodanto, hanya saja kapan waktunya, pihaknya belum bisa memastikannya. Soal kedatangan Brimob dari Kelapa Dua Jakarta, Kapolda mengatakan bahwa pasukan Brimob tersebut untuk melakukan pengamanan di Polda Papua, hanya saja kedatangan pasukan Brimob ini bertepatan dengan insiden di Puncak Jaya tersebut.

Ditanya apakah sudah ada upaya pengejaran terhadap pelaku? Kapolda mengakui belum ada upaya tersebut, karena pihaknya masih fokus untuk melakukan penyelamatan terlebih dahulu kepada korban. “Saya belum menerima dengan lengkap, kejadiannya bagaimana,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol. Dr. M.Zamil mengungkapkan, Bripda Dance Musa Aninam meninggal dipesawat akibat luka tembaknya sangat parah. Awalnya, dia dievakuasi ke Jayapura dengan mengunakan pesawat Susi Air untuk kepentingan penangganan luka tembaknya. Namun, dalam perjalanann korban menghembuskan nafas terakhirnya.

” Untuk anggota yang mengalami luka tembak berdasarkan hasil koordinasi kami dengan dokter di Rumah Sakit Puncak Jaya, masih bisa dan ditanggani oleh Rumah sakit setempat. Tapi ada kemungkinan untuk proses penanganan lebih intensif lagi mereka besok ( hari ini) akan dievakuasi ke Jayapura,” ujar M. Zamil kepada wartawan di RS Bayangkara Kotaraja, kemarin.
Dikatakan, jika nantinya penangganan mereka membutuhkan tenaga-tenaga dokter seperti bedah, Keslap dan DBI, dokter ahli dari Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar dan Mabes Polri siap didatangkan ke Jayapura tinggal menunggu permintaan saja. Hanya saja, permintaan bantuan para dokter ahli itu sangat tergantung kondisi korban.

Sementara itu, suasana disekitar kamar jenazah RS Bhayangkara di Kotaraja dipenuhi anggota Brimob yang merupakan rekan-rekan korban, termasuk anggota Brimob Polda kendari yang merupakan BKO Polda Papua. Begitupun keluarga korban juga mulai memadati luar kamar jenazah.

Suasana hening tiba-tiba pecah menjadi haru disaat keluarga korban tiba dilokasi langsung menanggis sambil meluapkan emosi kesedihannya setelah mengetahui keluarganya telah meninggal. Bahkan atas musibah yang menimpa Bripda Aninam, Ibu korban terlihat shock seolah-olah belum menerima takdir yang menimpa anaknya itu.(nal/bat/mud)

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Drs Bagus Ekadanto mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran ruang rapat kantor KPU Provinsi Papua kemarin malam, apakah ada unsur sabotase atau karena kosleting listrik arus pendek.

Karena itu, untuk mengungkap penyebab maupun motif kebakaran tersebut, pihaknya dengan bantuan Timpuslabfor dari Mabes Polri melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

” Timpuslabfor dari Mabes Polri memang sedang kita bahwa ke sini untuk mengolah TKP, dari laporan itu akan dilaporkan ke saya baru bisa tahu hasilnya. Jadi saya sekarang hanya melihat awal kejadian perkara itu, karena secara teknis hasil temuan itu akan bisa dikembangkan lagi, jadi kita belum bisa menyimpulkan penyebabnya sekarang,” kata Kapolda Papua kepada wartawan usai meninjau TKP, kemarin.

Kapolda Papua datang ke TPK sekitar pukul 10.00 WIT kemarin sambil melihat dari dekat olah TKP yang dilakukan Timpuslabfor Mabes Polri.

Kapolda juga belum bisa menyimpulkan apakah terbakarnya Kantor KPU ini ada kaiatannya dengan serangkaian aksi-aksi teror yang terjadi belakangan ini. Termasuk kemungkinan adanya unsur sabotase hasil Pemilu. Terkait dengan kejadian ini dan situasi yang berkembang saat ini, Kapolda kembali meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu teror yang berkembang.

” Kalau ada isu, jangan langsung percaya sebelum dicek kebenarannya terlebih dahulu, dan itu saya sudah himbau melalui beberapa media,”tegasnya.

Meski belum bisa disimpulkan motif kebakaran itu, namun Kapolda mengatakan jika terbakarnya kantor KPU ini ada kaitanya dengan serangkaian aksi sebelumnya, maka tujuannya pastilah teror untuk menggagalkan pemilu.

“Jadi mereka sengaja menebar teror, agar masyarakat takut tidak mau datang ke TPS, bahkan masyarakat tidak ada yang melakukan penghitungan suara,”katanya.

Kapolda mengakui sehari sebelumnya, dirinya mendapat selebaran dari TPN/OPM yang intinya menyatakan akan menggagalkan Pemilu.” Nah ini semua kita kaji,”tambahnya.

Sementara itu terkait, terbakarnya Kantor KPU ini berdampak pada lumpuhnya kegiatan di kantor tersebut. Para staf dan anggota KPU belum bisa beraktivitas, selain karena depan kantor masih dipolisi line, juga karena listriknya masih padam.

“Jadi sejak tadi malam sampai sekarang kami belum bisa beraktifitas, tapi kami harapkan kondisi ini tidak terlalu lama, sehingga kegiatan KPU yang mulai sibuk menerima data dari daerah tidak terganggu,”jelas Anggota KPU Papua, Hasyim Sangaji kepada wartawan kemarin.
Disinggung soal kerusakan yang diderita KPU, dikatakan dari sisi kerugian tidak terlalu besar. Demikian dokumen penting terkait dengan Caleg tidak ada yang terbakar. ” Memang ada beberapa bendera Parpol, kursi dan meja ikut terbakar, tapi untuk dokumen penting tidak ada,”katanya lagi.

Dia mengakui tidak meluasnya kebakaran ini, sangat terbantu dengan ditempatkannya 5 petugas keamanan yang saat itu langsung sigap memadamkan api, walau dengan cara manual. “Ini juga sangat terbantu dengan adanya dua bak penampungan air di ujung kantor, yang bisa digunakan memadamkan api,”tambahnya.

Ditempat terpisah, Plh Kabid Humas Polda Papua, AKBP Nurhabri mengatakan bahwa terbakarnya kantor KPU Provinsi diduga kuat terjadi akibat hubungan arus pendek. ” Dugaan kuat, terbakarnya Kantor KPU Provinsi Papua karena konsleting,” tegasnya kepada wartawan di Mapolda Papua, Rabu (15/4) kemarin.

Nurhabri membantah adanya isu yang berkembang bahwa Kantor KPU Provinsi Papua tersebut telah dibakar orang. ” Tidak benar jika dibakar orang, itu hanya isu,” tandasnya.

Dijelaskan, dari keterangan saksi-saksi dan fakta yang ada, bahwa Kantor KPU Provinsi Papua tersebut terbakar karena hubungan arus pendek listrik dan belum ada unsur kesengajaan.

Dalam kasus ini, lanjut Nurhabri, sudah ada 5 orang saksi dari petugas keamanan yang telah dimintai keterangan, termasuk 2 orang staff KPU Provinsi Papua dan 1 orang petugas PLN.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut, memang sempat terjadi lampu padam sekitar pukul 21.30 wit, sehingga petugas KPU langsung menghubungi petugas PLN untuk menyalakan genset di Kantor KPU tersebut. Setelah 15 menit genset kantor KPU tersebut dinyalakan, tiba-tiba salah satu AC (Air Conditioner) yang ada di ruang rapat KPU tersebut meledak dan muncul api, sehingga tidak lama kemudian listrik padam lagi.

Petugas sempat melihat ke ruang rapat tempat AC tersebut terbakar. Saat itu api dengan cepat sudah merambat ke plafon ruang rapat tersebut, namun api berhasil dikuasai oleh petugas pemadam kebakaran, sehingga tidak merambat ke ruangan lainnya.

“Yang terbakar, bendera partai, tiang bendera, kursi dan alat sound sistem ruang rapat Kantor KPU dan plafon, sedangkan data dokumen KPU lain tidak terbakar. Tidak ada surat suara yang terbakar, apalagi rekapitulasi surat suara masih berada di tingkat Distrik,” ujarnya.

Sementara itu, 2 orang petugas dari Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri langsung melakukan olah TKP di Kantor KPU Provinsi Papua, sejak pukul 09.00 hingga 12.00 wit.

Menurut keterangan Ilham, salah seorang saksi kepada polisi, saat kejadian ia sedang piket dan berada di dalam kantor KPU, tepatnya di Posko Monitoring. Ia berlima dengan Yus Rianto, Helmi, Hengki, Yance Isir dari anggota KPU sedang berada di ruangan tersebut.

Saat sedang nonton televisi, tiba-tiba listrik padam serentak, kemudian Hengky berteriak supaya ada yang menelpon petugas piket PLN di kantor Cabang Jayapura. Dan tidak lama kemudian Julius Rudolof Morin (Pegawai PLN) datang dan langsung menyalakan genset. Setelah listrik menyala selang 2 menit kemudian terdengar suara percikan api yang berasal dari salah satu Ac yang berada di ruang Rapat KPU.

Setelah itu, ia bersama 3 orang temannya tersebut, langsung mendatangi mendatangi tempat sumber api dan ternyata salah satu Ac sudah terbakar. Kemudian ia bersama dengan teman-temannya berusaha memadamkan api dengan air ala kadarnya, namun api malah menjalar ke plafon yang terbuat dari tripleks, sehingga ada yang menghubungi petugas piket pemadam kebakaran dan tidak lama kemudian tiba di Kantor KPU. (don/bat)

Baku Tembak di Perbatasan West Papua – PNG Terus Berlanjut Hari ini

Per telepon, SPNews menerima laporan dari Mabes Pertahanan Komando Revolusi Tertinggi TRPB bahwa baku tembang terus sedang berlanjut di wiayah perbatasan West Papua – PNG.

Pasukan TRPB telah menguasai beberapa wilayah dan kini baku tembak terus berlanjut.

Menurut telepon ini lagi, langsung dari Wakil Sekretaris Jenderal TRPB, bahwa baku tembak akan terus berlanjut sampai dunia internasional memberikan tanggapan menyangkut masa depan Papua Barat, agar dibawa ke meja perundingan.

“Masalah West Papua sudah dibiarkan di bawah karpet begitu lama,” Presiden Indonesia yang akan terpilih nanti perlu menomor-satukan agenda Dialogue West Papua – Jakarta sesegera mungin.”

Demikian sekilas info

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny