Usut Penembakan, Polisi dan TNI Bentuk Tim Gabungan

Kapolda Papua dan rombongannya
Kapolda Papua dan rombongannya

Tampak Kapolda Papua baru, Brigjend (Pol) Drs. Yotje Mende, M.H., M.Hum., didamping Wakapolda Papua saat disambut sejumlah Pamen Polda Papua ketika memasuki Markas Polda Papua sebagai hari pertema kerjanya pada, Juamt (18/7) kemarin. (Loy/Binpa)JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua menyatakan telah membentuk tim gabungan bersama TNI dalam rangka penyelidikan dan pengungkapan kasus penembakan di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Lanny Jaya, baru-baru ini.

Seperti apa yang dipaparkan Kapolda yang lama, masalah tersebut masih ditangani dan masih dalam penyelidikan intensif oleh anggota–anggota di lapangan.

Polda Papua bersama TNI telah menurunkan Tim gabungan dalam rangka penyelidikan dan pengungkapan masalah tersebut,” kata Kapolda Papua, Brigadir Jenderal Polisi Yojte Mende usai pemaparan bersama ASRENA Kapolri, Irjen (Pol) Tito Karnavian, Jum’at (18/7).

Tim ini, kata Kapolda, dipimpin oleh Direktur Reskrim Umum, Komisaris Besar Polisi Dwi Rianto. Selain menyelidiki kasus penembakan di Puncak Jaya, sambung dia, tim ini juga akan menyelidiki kasus penembakan di Lanny Jaya.

“Saya belum bisa menyampaikan siapa dan bagaimana, karena masih menunggu hasil dilapangan. Saya berharap doa dari temen-temen wartawan. Untuk Ketua Timnya Direskrim Umum, termasuk penyelidikan Lanny Jaya,”

jelas Yotje Mende.

Disinggung komitmen untuk Papua, Kapolda Yotje berprinsip akan selalu berpegang teguh pada NKRI yang berdaulat dan akan menindak tegas siapa saja yang mengganggu keamanan. Dalam artian, lanjut dia, akan ditindak sesuai dengan hukum dengan mengajak semua pihak, baik aparat TNI maupun aparat Daerah bersatu padu.

Menurut Kapolda, tindakan oknum-oknum separatis merusak tatanan bangsa, makanya perlu dilakukan pencegahan. “Saya sendiri belum tahu modus-modusnya. Kita belum pelajari secara mendalam, nanti kita lihat,” kata dia.

Soal adanya tudingan Komnas HAM bahwasanya terjadi pembiaran oleh aparat, Kapolda menyatakan belum bisa menanggapi pernyataan tersebut. “Saya belum tahu itu, jadi saya belum bisa menanggapinya,”tutur Yotje.

Sebelum menutup wawancara, Kapolda menyampaikan sangat senang bisa bertugas di Papua. “Saya senang bertugas di sini, karena bapak saya juga dulu berdinas di Sorong, walaupun tidak pernah ke Jayapura, tapi saya pernah menginjak Papua,” ucap dia. (Loy/don/l03)

Sabtu, 19 Juli 2014 11:23, BintangPapua.com

Ribuan Pendukung Siap Jemput Forkorus Cs

Elias Ayakeding di dampingi anggotanya saat memberikan keterangan persnyaJAYAPURA – Pembebasan ‘Presiden’ NFRPB, Forkorus Yoboisembut, dan ‘Perdana Menteri’ NFRPB, Edison Waromi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura, Senin, (21/7), bakal disambut dengan kemenangan oleh ribuan massa pendukungnya.

Elias Ayakeding, yang disebut-sebut sebagai ‘Kepala Kepolisian’ Negara Federal Republik Papua Barat, (NFRPB), mengklaim ada sekitar 10 ribu massa Papua Barat akan menjemput pembebasan Forkorus Cs. “Ya kami pastikan sekitar 10 ribu rakyat Papua Barat akan memadati areal Lapas Abepura hingga kediaman Presiden di Sabron Yaru,” ungkapnya kepada wartawan dalam keterangan persnya di Prima Garden Abepura, Jumat, (18/7).

Dalam penyambutan itu tentunya diwarnai dengan sejumlah acara, seperti nyanyian suling tambur dengan berpakain adat sesuai dengan negara bagian masing-masing, dan baik Presiden Forkorus dan ‘Perdana Menteri’ Waromi akan diarak dari Lapas Abepura hingga Sabron Yaru. Setiba di Sabron Yaru dilanjutkan dengan berbagai agenda lainnya.

Terkait dengan itu, sebagaimana dengan statemennya yang sebelumnya bahwa, menghimbau kepada seluruh rakyat yang dihidup di Tanah Papua, supaya pada Senin (21/7) menghormati/menghargai pemimpin besar NFRPB, dengan cara tetap menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Disamping itu pula hendaknya berhenti sejenak melakukan aktivitasnya untuk turut mendukung kelancaran hari pembebasan Presiden dan Perdana Menteri NFRPB. Termasuk kepada pemilik toko-toko di pinggir jalan dari Abepura sampai kediaman Presiden Forkorus harus menghentikan (tutup) aktivitas usahanya. Ini agar adanya kebersamaan.
Ditegaskannya, bagi masyarakat yang hendak turut berpartisipasi dalam melakukan penjemputan sebaiknya diminta jangan membawa alat tajam, alat tumpul dengan tujuan anarkis (mengganggu ketertiban keamanan) dan tidak boleh membawa Bendera Bintang Kejora (BK).

Namun sangat disarankan untuk membawa busana-busana adat dan menampilkan tari-tarian dan suling tambur untuk memeriahkan hari pembebasan Presiden Forkorus Cs.

  “Itu perintah tegas dari Presiden Forkorus Yoboisembut. Dalam penjemputan itu nantinya pihaknya menurunkan sekitar 1000 personil Polisi NFRPB untuk melakukan pengamanan,”

tegasnya.

Dirinya juga meminta kepada TNI/Polri RI diharapkan dapat membantu Polisi NFRPB untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar kehidupan masyarakat tetap aman. Disamping itu pula diharapkan pula TNI/Polri jangan mengintervensi jalannya penjemputan itu, demi menghindari terjadi gesekan-gesekan yang pada akhirnya memunculkan terjadinya konflik.

 “Saya minta Kapolda dan Pangdam agar sama-sama bersama kami menjaga keamanan di Tanah Papua, karena keamanan itu kebutuhan semua pihak. Kami minta masyarakat jangan membawa hal-hal yang memancing aparat keamanan bertindak ,”

pungkasnya.

Forkorus Minta Tidak Dirayakan Besar-besaran

Sementara itu, Forkorus Yaboisembut, S.Pd, August M. Sananay Kraar, S.IP, Dominikus Serabut, Edison Gladius Waromi dan Selpius Bobii minta seluruh pendukungnya tak perlu  merayakan besar-besarannya pembebasannya pada Senin (21/7) sekitar pukul 09.00 WIT.  Tapi tetap berdoa dan bersyukur kepada Tuhan Yesus yang masih mempertemukan masing-masing umatnya.

Permintaan Forkorus Cs ini disampaikan Kepala Lapas Klas I A Abepura Endang Lintang Hardiman, SH., MH., ketika dikonfirmasi Bintang Papua di ruang kerjanya, Jumat (18/7).

Dikatakan Endang Lintang Hardiman, Forkorus Cs  juga mengharapkan masa pembebasan Forkorus Cs sudah selesai dari masa tuntutan pidana sesuai prosedur, sehingga pihaknya mengharapkan masyarakat ikut menjaga kamtibmas tetap tenang, aman dan kondusif. Tak ada hal-hal yang membuat situasi di Papua tak aman.
Kami juga sudah koordinasi dengan instansi-instansi agar ikut menjaga kamtibmas saat Forkorus Cs bebas,” tukas Endang Lintang Hardiman.

Dikatakan, Forkorus Cs ditahan pada  20 Oktober 2011 karena secara sah dan resmi terbukti melanggar Pasal 106 Jo Pasal 55 Ayat (i) ke-1 KUHP tentang kejahatan terhadap keamanan negara, pasca peringatan Kongres Rakyat Papua (KRP) III di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Distrti Heram, Kota Jayapura. Forkorus Cs akhirnya dibebaskan pada 21 Juli 2014. (nls/Mdc/don/l03)

Sabtu, 19 Juli 2014 11:17, BintangPapua.com

Ribuan Pendukung Siap Jemput Forkorus Cs

Elias Ayakeding di dampingi anggotanya saat memberikan keterangan persnyaJAYAPURA – Pembebasan ‘Presiden’ NFRPB, Forkorus Yoboisembut, dan ‘Perdana Menteri’ NFRPB, Edison Waromi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura, Senin, (21/7), bakal disambut dengan kemenangan oleh ribuan massa pendukungnya. Elias Ayakeding, yang disebut-sebut sebagai ‘Kepala Kepolisian’ Negara Federal Republik Papua Barat, (NFRPB), mengklaim ada sekitar 10 ribu massa…

Ribuan Pendukung Siap Jemput Forkorus Cs was originally published on PAPUA MERDEKA! News

KSB Tembak Mati Tukang Ojek

JAYAPURA [PAPOAggota polisi saat berpatroli usai terjadi penembakan yang dilakukan KSB di Mimika. Aksi penembakan seperti ini kembali terjadi di Kabupaten Lanny jaya yang berujung meninggalnya, Narsito, seorang tukang ojek, Kamis (17/7/2014). S]- Hanya berselang sehari, pasca penembakan di Tingginambut Puncak Jaya yang menewaskan seorang warga bernama Kallo, Rabu (16/7/). Kini Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) kembali berulah. Kali ini KSB menembak mati seorang tukang ojek bernama Narsito (40) di kampung Dogome Kabupaten Lanny Jaya, Kamis (17/7/2014) sekitar pukul 17.00 Wit.

Warga kampung Yokobag ini tewas ditempat kejadian, setelah timah panas mengenai kepala belakang hingga tembus pipi kanan.”Di tempat kejadian perkara polisi menemukan selongsongan peluru jenis FN. Korban diperkirakan ditembak dari dengan jarak sekitar 1 meter,” ujar Kabid Humas Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik di Mapolda Papua, Kamis (17/7/2014).

Kabid Humas mengatakan, kejadian itu berawal saat korban mengantarkan penumpang Tiom, ibu kota Kabupaten Lannya menuju distrik Malagaineri.”Saat sampai di tempat tujuan, korban langsung ditembak dari belakang hingga meninggal dunia,”ujarnya.

Dengan adanya aksi teror penembakan tersebut, mantan Wadir Intelkam Polda Papua itu sampaikan di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya masih ada kelompok kriminal bersenjata.

“Yang jelas bahwa dengan adanya penembakan tersebut menunjukkan bahwa masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu kamtibmas di wilayah Lany Jaya,” katanya.

Menurut Kabid Humas, perbuatan tersebut tidak dapat ditolerir dan di maafkan, sehingga pihaknya terus berupaya mempelajari dan mendalami kasus penembakan pengojek yang bisa meresahkan warga setempat.

“Kejahatan ini harus di tindak dan di bawa ke depan hukum dan saya pastikan bahwa pelaku akan di bawa ke depan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, S.Sos mengatakan Komnas HAM mengutuk aksi penembakan yang menimbulkan korban jiwa baik di Lanny Jaya, maupun kejadian sebelumnya di Puncak Jaya.

Menurut Frits, Komnas beranggapan bawah apa yang dilakukan oleh KSB tersebut termasuk pelanggaran HAM sebab menghilangkan nyawa orang lain.”Kami minta kepada KSB agar menjelaskan maksud dari aksi penembakan tersebut hingga menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil,”.[tom]

Jum’at, 18 Juli 2014 01:27, PAPOS

Giliran, Tukang Ojek Ditembak di Lanny Jaya

JAYAPURA – Lagi-lagi kasus penembakan kembali terjadi di wilayah Pegunungan. Jika sebelumnya, Rabu (16/7) tiga warga sipil ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di daerah Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, kali ini, giliran Tukang ojek atas nama Nasito (40) warga Yokobag, ditembak di Kampung Dogobe Kabupaten Lanny Jaya pada, Kamis (17/7) sore sekitar pukul 17.00 WIT.

Korban tewas di tempat, akibat mengalami luka tembak di bagian kepala belakang tembus pipi kanan dan kini korban telah dievakuasi di rumah Sakit Kabupaten Lanny Jaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes (Pol) Pudjo Sulistyo Hartono ketika dikonfirmasi via BBM, membenarkan terjadinya penembakan terhadap tukang ojek oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut.

Pudjo menjelaskan, peristiwa penembakan itu berawal, pukul 16.00 WIT korban yang berprofesi sebagai tukang ojek itu mengantar penumpang dari Kota Tiom menuju Distrik Malagaineri dan dari distrik Malagaineri korban mengantar kembali penumpang lain menuju Kota Tiom.

Namun dalam perjalanan menuju Kota Tiom, tepatnya di Kampung Dogome tiba-tiba ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut yang diduga dari arah hutan. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan TNI dan Polri langsung menuju ke Lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku, namun sudah berhasil melarikan diri. Sementara korban langsung di evakuasi ke RS Tiom.

“Dari hasil olah TKP, anggota di lapangan berhasil menemukan selongsong peluru jenis FN dengan sekitar 1 meter dari tempat korban saat ditembak. Namun saat ini, selongsong peluru tersebut akan dilakukan pengecekan,”

kata Pudjo tadi malam.

Disinggung apakah penembakan tersebut masih ada kaitannya di Kabupaten Lanny Jaya?, Pudjo menjelaskan, bahwa pihakn kepolisian sedang mendalami hal tersebut. “Kita belum bisa sampaikan motifnya seperti apa karena sedang di pelajari oleh kepolisian,” katanya.

Yang jelas, tegas Pudjo bahwa dengan adanya penembakan tersebut, telah menunjukkan bahwa masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu kamtibmas di wilayah Kabupaten Lanny Jaya dan perbuatan ini tidak dapat di tolelir sehingga kejahatan ini harus di tindak dan di bawa ke depan hukum. “Saya pastikan bahwa pelaku akan di bawa ke depan hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata dia.

Sementara itu, Dandim Puncak Jya, Letkol Inf. Luqman Arif ketika dikonfirmasi Bintang Papua melalui via SMSnya, membenarkan peristiwa penembakan terhadap tukang ojek tersebut.

“Korban ditembak saat mengantar penumpang di distrik Malagaineri. Ia terkena tembakan dibagian leher belakang tembus pipi kanan dekat hidung, kepala belakang tembus hidung dan korban telah di evakuasi di RS TIom,”

katanya singkat (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

Penembakan di Puncak Jaya Diketahui 10 Orang

JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua mengetahui jumlah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap rombongan mobil dari Wamena menuju Kabupaten Puncak Jaya tepatnya di Kampung di sekitar Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (16/7) siang diketahui sebanyak 10 orang.

Penembakan yang dilakukan para kelompok kriminal bersenjata tersebut mengakibatkan satu warga sipil tewas  atas nama, Kallo (30) asal Makassar dan dua warga sipil luka tembak masing-masing, Laksmana (24) mengalami luka tembak dibagian kaki dan Bahar (40) mengalami luka tembak di bagian pantat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi , Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik., kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi di lokasi kejadian terutama keapda para korban penembakan, diketahui kelompok KKB tersebut ada sekitar 10 orang.

Namun tentunya,  Polda Papua terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku tersebut serta mengumpulkan sumber untuk mencari siapa dan kelompok mana yang melakukan aksi penembakan itu terhadap warga sipil yang hendak membawa bahan makanan dari Kota Wamena ke Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya tersebut.

Menurut  Pudjo, penembakan ini sengaja dilakukan oleh  kelompok kriminal bersenjata dan mereka  selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dimana mereka melakukan tindakan pada saat kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Puncak Jaya stabil sehingga dengan adanya penembakan ini maka harga bahan makanan naik, misalnya bahan makanan sebesar Rp40 ribu dan sekarang naik menjadi Rp60 ribu.
Pudjo mengemukakan, bahwa sebenarnya kondisi masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya Menurutnyan aman dan kondusif. Indikator umum bagus, bahkan pelaksanaan Pileg dan Pilpres juga aman. Tapi kelompok kriminal bersenjata itu tak mau kondisi di wilayahnya membaik.

“Indikator positif di sana mau tidak mau harga sudah mulai membaik, dan ketika ada aksi dari KKB, semua berubah dengan seketika yang akhirnya semua rugi. Tetapi semua rugi menurut versi kita, tapi menurut mereka untung karena mereka bisa mengambil ke untungan dan mau tidak mau mereka bisa mengambil uang ketika mobil lewat,”

paparnya.

Oleh karena itu, Pudjo menegaskan, polisi tidak boleh membiarkan anomi dimana masyarakat lebih mengendalikan hukum. Polisi tidak boleh kalah, mereka menekan agar masyarakat bisa mengambil ke untungan baik kepada pedagang maupun kontraktor. Tapi beban itu kembali lagi kepada masyarkat dimana harga barang Rp50 ribu naik menjadi Rp75 ribu.

Disinggung soal aktifitas jalan transportasi darat, tambah Pudjo, bahwa transportasi darat terpaksa harus terhenti atas peristiwa penembakan itu. “Masyarakat yang mau membawa bahan makanan terpaksa merasa ketakutan  pasca penembakan tersebut,” katanya.
Apakah ada pengawalan dari aparat saat rombongan ke Kabupaten Puncak Jaya,

Pudjo   mengemukakan tidak ada pengawalan karena selama ini menganggap aman dan kondusif, sehingga mereka tidak meminta pengawalan. “Memang sebelumnya, mereka meminta pengawalan baik dari  Polisi maupun dari TNI itu sendiri. Namun karena mungkin merasa aman mereka harus jalan sendiri,”kata dia.

Sementara itu, jenazah korban Kallo (30) yang meninggal dunia dalam kasus penembakan itu telah dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Enggang PK-RSC pada, Kamis (17/7) siang  pukul 11.50 WIT dan selanjutnya akan di makamkan di kampung halamannya di Makassar. (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

KSB Tembak Mati Tukang Ojek

JAYAPURA [PAPOAggota polisi saat berpatroli usai terjadi penembakan yang dilakukan KSB di Mimika. Aksi penembakan seperti ini kembali terjadi di Kabupaten Lanny jaya yang berujung meninggalnya, Narsito, seorang tukang ojek, Kamis (17/7/2014). S]- Hanya berselang sehari, pasca penembakan di Tingginambut Puncak Jaya yang menewaskan seorang warga bernama Kallo, Rabu (16/7/). Kini Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) kembali berulah. Kali ini KSB menembak mati seorang tukang ojek bernama Narsito (40) di kampung Dogome Kabupaten Lanny Jaya, Kamis (17/7/2014) sekitar pukul 17.00 Wit.

Warga kampung Yokobag ini tewas ditempat kejadian, setelah timah panas mengenai kepala belakang hingga tembus pipi kanan.”Di tempat kejadian perkara polisi menemukan selongsongan peluru jenis FN. Korban diperkirakan ditembak dari dengan jarak sekitar 1 meter,” ujar Kabid Humas Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik di Mapolda Papua, Kamis (17/7/2014).

Kabid Humas mengatakan, kejadian itu berawal saat korban mengantarkan penumpang Tiom, ibu kota Kabupaten Lannya menuju distrik Malagaineri.”Saat sampai di tempat tujuan, korban langsung ditembak dari belakang hingga meninggal dunia,”ujarnya.

Dengan adanya aksi teror penembakan tersebut, mantan Wadir Intelkam Polda Papua itu sampaikan di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya masih ada kelompok kriminal bersenjata.

“Yang jelas bahwa dengan adanya penembakan tersebut menunjukkan bahwa masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu kamtibmas di wilayah Lany Jaya,” katanya.

Menurut Kabid Humas, perbuatan tersebut tidak dapat ditolerir dan di maafkan, sehingga pihaknya terus berupaya mempelajari dan mendalami kasus penembakan pengojek yang bisa meresahkan warga setempat.

“Kejahatan ini harus di tindak dan di bawa ke depan hukum dan saya pastikan bahwa pelaku akan di bawa ke depan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, S.Sos mengatakan Komnas HAM mengutuk aksi penembakan yang menimbulkan korban jiwa baik di Lanny Jaya, maupun kejadian sebelumnya di Puncak Jaya.

Menurut Frits, Komnas beranggapan bawah apa yang dilakukan oleh KSB tersebut termasuk pelanggaran HAM sebab menghilangkan nyawa orang lain.”Kami minta kepada KSB agar menjelaskan maksud dari aksi penembakan tersebut hingga menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil,”.[tom]

Jum’at, 18 Juli 2014 01:27, PAPOS

KSB Tembak Mati Tukang Ojek was originally published on PAPUA MERDEKA! News

Giliran, Tukang Ojek Ditembak di Lanny Jaya

JAYAPURA – Lagi-lagi kasus penembakan kembali terjadi di wilayah Pegunungan. Jika sebelumnya, Rabu (16/7) tiga warga sipil ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di daerah Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, kali ini, giliran Tukang ojek atas nama Nasito (40) warga Yokobag, ditembak di Kampung Dogobe Kabupaten Lanny Jaya pada, Kamis (17/7) sore sekitar pukul 17.00 WIT.

Korban tewas di tempat, akibat mengalami luka tembak di bagian kepala belakang tembus pipi kanan dan kini korban telah dievakuasi di rumah Sakit Kabupaten Lanny Jaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes (Pol) Pudjo Sulistyo Hartono ketika dikonfirmasi via BBM, membenarkan terjadinya penembakan terhadap tukang ojek oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut.

Pudjo menjelaskan, peristiwa penembakan itu berawal, pukul 16.00 WIT korban yang berprofesi sebagai tukang ojek itu mengantar penumpang dari Kota Tiom menuju Distrik Malagaineri dan dari distrik Malagaineri korban mengantar kembali penumpang lain menuju Kota Tiom.

Namun dalam perjalanan menuju Kota Tiom, tepatnya di Kampung Dogome tiba-tiba ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut yang diduga dari arah hutan. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan TNI dan Polri langsung menuju ke Lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku, namun sudah berhasil melarikan diri. Sementara korban langsung di evakuasi ke RS Tiom.

“Dari hasil olah TKP, anggota di lapangan berhasil menemukan selongsong peluru jenis FN dengan sekitar 1 meter dari tempat korban saat ditembak. Namun saat ini, selongsong peluru tersebut akan dilakukan pengecekan,”

kata Pudjo tadi malam.

Disinggung apakah penembakan tersebut masih ada kaitannya di Kabupaten Lanny Jaya?, Pudjo menjelaskan, bahwa pihakn kepolisian sedang mendalami hal tersebut. “Kita belum bisa sampaikan motifnya seperti apa karena sedang di pelajari oleh kepolisian,” katanya.

Yang jelas, tegas Pudjo bahwa dengan adanya penembakan tersebut, telah menunjukkan bahwa masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu kamtibmas di wilayah Kabupaten Lanny Jaya dan perbuatan ini tidak dapat di tolelir sehingga kejahatan ini harus di tindak dan di bawa ke depan hukum. “Saya pastikan bahwa pelaku akan di bawa ke depan hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata dia.

Sementara itu, Dandim Puncak Jya, Letkol Inf. Luqman Arif ketika dikonfirmasi Bintang Papua melalui via SMSnya, membenarkan peristiwa penembakan terhadap tukang ojek tersebut.

“Korban ditembak saat mengantar penumpang di distrik Malagaineri. Ia terkena tembakan dibagian leher belakang tembus pipi kanan dekat hidung, kepala belakang tembus hidung dan korban telah di evakuasi di RS TIom,”

katanya singkat (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

Giliran, Tukang Ojek Ditembak di Lanny Jaya was originally published on PAPUA MERDEKA! News

Penembakan di Puncak Jaya Diketahui 10 Orang

JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua mengetahui jumlah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap rombongan mobil dari Wamena menuju Kabupaten Puncak Jaya tepatnya di Kampung di sekitar Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (16/7) siang diketahui sebanyak 10 orang.

Penembakan yang dilakukan para kelompok kriminal bersenjata tersebut mengakibatkan satu warga sipil tewas  atas nama, Kallo (30) asal Makassar dan dua warga sipil luka tembak masing-masing, Laksmana (24) mengalami luka tembak dibagian kaki dan Bahar (40) mengalami luka tembak di bagian pantat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi , Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik., kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi di lokasi kejadian terutama keapda para korban penembakan, diketahui kelompok KKB tersebut ada sekitar 10 orang.

Namun tentunya,  Polda Papua terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku tersebut serta mengumpulkan sumber untuk mencari siapa dan kelompok mana yang melakukan aksi penembakan itu terhadap warga sipil yang hendak membawa bahan makanan dari Kota Wamena ke Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya tersebut.

Menurut  Pudjo, penembakan ini sengaja dilakukan oleh  kelompok kriminal bersenjata dan mereka  selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dimana mereka melakukan tindakan pada saat kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Puncak Jaya stabil sehingga dengan adanya penembakan ini maka harga bahan makanan naik, misalnya bahan makanan sebesar Rp40 ribu dan sekarang naik menjadi Rp60 ribu.
Pudjo mengemukakan, bahwa sebenarnya kondisi masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya Menurutnyan aman dan kondusif. Indikator umum bagus, bahkan pelaksanaan Pileg dan Pilpres juga aman. Tapi kelompok kriminal bersenjata itu tak mau kondisi di wilayahnya membaik.

“Indikator positif di sana mau tidak mau harga sudah mulai membaik, dan ketika ada aksi dari KKB, semua berubah dengan seketika yang akhirnya semua rugi. Tetapi semua rugi menurut versi kita, tapi menurut mereka untung karena mereka bisa mengambil ke untungan dan mau tidak mau mereka bisa mengambil uang ketika mobil lewat,”

paparnya.

Oleh karena itu, Pudjo menegaskan, polisi tidak boleh membiarkan anomi dimana masyarakat lebih mengendalikan hukum. Polisi tidak boleh kalah, mereka menekan agar masyarakat bisa mengambil ke untungan baik kepada pedagang maupun kontraktor. Tapi beban itu kembali lagi kepada masyarkat dimana harga barang Rp50 ribu naik menjadi Rp75 ribu.

Disinggung soal aktifitas jalan transportasi darat, tambah Pudjo, bahwa transportasi darat terpaksa harus terhenti atas peristiwa penembakan itu. “Masyarakat yang mau membawa bahan makanan terpaksa merasa ketakutan  pasca penembakan tersebut,” katanya.
Apakah ada pengawalan dari aparat saat rombongan ke Kabupaten Puncak Jaya,

Pudjo   mengemukakan tidak ada pengawalan karena selama ini menganggap aman dan kondusif, sehingga mereka tidak meminta pengawalan. “Memang sebelumnya, mereka meminta pengawalan baik dari  Polisi maupun dari TNI itu sendiri. Namun karena mungkin merasa aman mereka harus jalan sendiri,”kata dia.

Sementara itu, jenazah korban Kallo (30) yang meninggal dunia dalam kasus penembakan itu telah dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Enggang PK-RSC pada, Kamis (17/7) siang  pukul 11.50 WIT dan selanjutnya akan di makamkan di kampung halamannya di Makassar. (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

Penembakan di Puncak Jaya Diketahui 10 Orang was originally published on PAPUA MERDEKA! News

Kelompok Kriminal Bersenjata Di Papua Kembali Beraksi

Terjadi lagi pada sore tadi, Kamis 17 Juli 2014 pukul 17.10 WIT aksi penembakan terhadap warga/masyarakat sipil di daerah Dugume Kabupaten Lanny Jaya. Kali ini korbannya adalah seorang tukang ojek atas nama Nasito (47 Thn) asal Probolinggo. Korban meninggal di tempat setelah terkena peluru dari tembakan senjata api milik Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga beroperasi di daerah tersebut.

Awal mula kejadian ketika korban sedang mengantar penumpangnya dari arah Malaganeri menuju ke Tiom. Pada saat tiba di Kampung Dugume tukang ojek tersebut di tembak dibagian leher belakang tembus ke pipi bagian kiri. Kemungkinan besar penembakan tersebut dilakukan oleh orang yang diboncengnya (penumpangnya) yang dari Malaganeri tersebut. Karena di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan barang bukti berupa satu buah kelongsong senjata jenis Pistol.

Sungguh sangat bejat perbuatan dari orang tersebut yang tega melakukan penembakan terhadap oarng yang sedang bekerja mencari nafkah untuk menafkahi keluarganya di rumah. Bagaimana perasaan keluarganya di rumah saat mendengar orang tersayang yang pulang hanya dengan nama karena di tembak oleh kelompok sipil bersenjata yang sangat tidak dibayangkan.

Itulah perbuatan yang sangat tidak manusiawi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal seperti inilah yang membuat masyarakat di daerah tersebut merasa terganggu dan tidak nyaman. Dalam hal mencari nafkah, karena mereka merasa takut dengan kejadian tersebut.

Dari kejadian ini pihak TNI-Polri mengambil langkah-langkah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lany Jaya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama untuk mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, menggiatkan patroli gabungan TNI-Polri ke daerah-daerah rawan.

Saat ini kondisi di daerah tersebut sudah mulai kondusif namun aparat keamanan tetap melakukan pengamanan.

Kompasiana, REP | 17 July 2014 | 20:28

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny