Kelompok Bersenjata Beraksi di Puncak Jaya

 Sponsored By Yahoo Nokia Ovi Maps Download Ovi maps baru dengan navigasi gratis disini. www.nokia.co.id/ovimaps Online Business Opportunity Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera www.kerjaonline2u.com Cord Blood Banking with Cordlife Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank. www.cordlife.com Fashion Private - The Private Sales Club Join Indonesia's first exclusive online fashion club. Check here. www.fashionprivate.com Employment Jobs in Singapore. Register now and post your resume for free. www.job-q.com  > Berita Terpopuler      * Pornografi, Dibenci tapi Dicari     * Tiang Listrik Tegangan Tinggi Roboh     * Video Mesum Pelajar Gegerkan Blora     * Puting Beliung Robohkan Pasar Mota'ain     * Video Mesum Remaja Beredar di Garut     * Mandailing Natal Juga Cekal Ariel-Luna-Tari     * Ratusan Kios Pasar Perumnas Terbakar     * Gempa Susulan 5,1 SR Landa Biak     * Mahasiswa Yogyakarta Protes Tarif Listrik Naik     * Sunat Massal, Tradisi Turun Temurun Warga Baduy   Click Here Kelompok Bersenjata Beraksi di Puncak Jaya
Sponsored By Yahoo Nokia Ovi Maps Download Ovi maps baru dengan navigasi gratis disini. http://www.nokia.co.id/ovimaps Online Business Opportunity Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera http://www.kerjaonline2u.com Cord Blood Banking with Cordlife Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank. http://www.cordlife.com Fashion Private - The Private Sales Club Join Indonesia's first exclusive online fashion club. Check here. http://www.fashionprivate.com Employment Jobs in Singapore. Register now and post your resume for free. http://www.job-q.com > Berita Terpopuler * Pornografi, Dibenci tapi Dicari * Tiang Listrik Tegangan Tinggi Roboh * Video Mesum Pelajar Gegerkan Blora * Puting Beliung Robohkan Pasar Mota'ain * Video Mesum Remaja Beredar di Garut * Mandailing Natal Juga Cekal Ariel-Luna-Tari * Ratusan Kios Pasar Perumnas Terbakar * Gempa Susulan 5,1 SR Landa Biak * Mahasiswa Yogyakarta Protes Tarif Listrik Naik * Sunat Massal, Tradisi Turun Temurun Warga Baduy Click Here Kelompok Bersenjata Beraksi di Puncak Jaya

Liputan6.com, Sentani: Kelompok bersenjata Organsisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Yambi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, kembali beraksi, dan kali ini korbannya adalah Brigadir Polisi Satu Agus Suhendra, anggota Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua Depok. Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Papua, Ajun Komisaris Besar Polisi Wachyono ketika dimintai konfirmasi di Papua, Selasa (15/6), membenarkan Briptu Agus Suhendra meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Kronologinya, pada saat korban berpatroli rutin di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba dia ditembak dari jarak kurang lebih 3,5 meter hingga rahang kanan atas tembus ke rahang kiri di bagian telinga. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia namun menghembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit. Menurut rencana, kata AKBP Wachyono, Selasa (15/6) siang korban akan dibawa ke Jayapura dengan pesawat Trigana Air lines, dan selanjutnya diterbangkan ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok.

Sementara itu, pelaku penembakan yang diduga berasal dari kelompok organsisasi separatis Papua merdeka kini dalam pengejaran. (Ant)

Mubes MRP Minta Referendum Solusi Akhir

JAYAPURA-Kendati hasilnya belum ditetapkan, namun rangkuman sementara menyebutkan, hasil keputusan Mubes MRP antara lain merekomendasikan mengembalikan Otus yang dinilai gagal ke pemerintah pusat, dan minta referendum sebagai solusi akhir. Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Masyarakat asli Papua yang berlangsung dua hari (9 s/d 10/6) di kantor MRP Kotaraja, berhasil merangkumkan hasil musyawarah dan diskusi Komisi komisi. Ketua MRP Drs. Agus Alue Alua, M A mengatakan, hari Jumat,( 11/6) kemarin Panitia Mubes sedang merangkumkan hasil musyawarah agar mudah ditindaklanjuti. Keterangan Agus Alua ini di sampaikannya, Jumat (11/6) di ruang kerjanya kantor MRP Kotaraja.

Sementara Senin (14/6) lusa, semua hasil musyawarah di putuskan dan dikerjakan di tingkat Panitia, hari Selasa (15/6) semua draf sudah difinalkan dalam rapat gabungan sedangkan hari berikutnya, Rabu 16/6 semua hasil keputusan musyawarah ditetapkan dan disahkan. Setelah mendapatkan penetapan dan pengesahan lanjutnya, hasil MUBES MRP tersebut akan disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua ( DPRP) dan oleh DPRP bisa ditetapkan dan akan diserahkan pula kepada DPR Papua Barat, selanjutnya hasil musyawarah diberikan kepada Gubernur Papua dan Papua Barat.DIkatakan, hasil Musyawarah yang telah disahkan dan diputuskan, diserahkan kepada Pemeritah Pusat.

Dalam dua hari kegiatan Mubes MRP dan Masyarakat asli Papua yang datang dari tujuh Dapil di seluruh Tanah Papua, telah mengambil suatu keputusan bersama tentang situasi politik di Tanah Papua, dan keberadaan Otsus Papua yang dianggap gagal dan seluruh peserta Mubes dan komponen Politik yang hadir menyerukan kepada MRP dan DPRP segera mengembalikan Otsus ke pusat.Acara Mubes yang sempat memanas tersebut lebih banyak berkutat pada penyelesaian masalah Politik di Tanah Papua.

Agus Alua dalam keterangannya kepada Bintang Papua menyatakan, semua peserta Mubes sepakat untuk kembalikan Otsus, setelah itu Referendum jadi solusi untuk menjawab semua permasalahan Politik di Tanah Papua, itu aspirasi rakyat Papua.Dijelaskan, sampai sebatas itu MRP akan memfasilitasi aspirasi mereka. “ Ya atau tidak keputusan tentang pengembalian Otsus yang gagal dan referendum itu, semuanya tergantung Pemerintah, MRP hanya menindaklanjuti keputusan Mubes dalam bentuk keputusan MRP,”katanya.

Menurutnya, seluruh rakyat Papua dapat hadir pada Rabu, 16/6 mendatang untuk mendengar sendiri semua hasil keputusan Mubes MRP dan Masyarakat Asli Papua.Sementara itu, Ketu Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Buchtar Tabuni mengatakan, MRP silahkan jalan dengan sikapnya, karena KNPB menilai bahwa MUBES MRP itu hanya suatu luapan kekecewaan sebagai lembaga negara dalam produk UU OTSUS yang sudah dikembalikan oleh masyarakat adat Papua, sebagai pemilik negeri ini pada tanggal 15 Agustus 2005.

Dalam presreleasenya yang diterima Bintang Papua, KNPB berharap agar MRP tidak mengeksploitasi isu Papua Merdeka sebagai komoditi politik atau alat tawar-menawar untuk kekuasaan/jabatan elit politik Papua. Menurutnya, KNPB akan terus mengawal dan memediasi keinginan rakyat Papua yang berada di balik gunung, hutan belantara, rawa, pesisir pantai, di dalam penjara bahkan mereka yang mengasingkan diri di kamp-_kamp pengungsian/ suaka. Agar terus mendorong suatu penyelesaian secara menyeluruh tentang akar masalah status politik Papua, melalui mekanisme hukum internasional. KNPB akan memediasi perjuangan seluruh rakyat Papua dan perjuangan organisasi lainnya untuk mencari solusi penyelesaian masalah Papua secara menyeluruh, bermartabat, terbuka dan bertanggungjawab di masyarakat Papua, pemerinta RI dan du

Pasukan dan orang tua di Black Water konsongkan tempat sesuai dengan permintaan dan sekaligus pengusiran terhadap mereka di camp mar-mar

Vanimo SPMNews: Malam ini Tanggal 30 Mey,   2010 semua Pasukan dan orang tua di Black Water konsongkan tempat sesuai dengan permintaan dan sekaligus pengusiran terhadap mereka di camp mar-mar.

Menurut informasi dari Komandan Markas,  Kaleb Wenda malam ini Tgl. 30 Mey, 2010, jam 08:000, langsung dari tempat dimana mereka tinggalkan tempat malam ini melalui mobile phone-nya,  ia mengatakan bahwa sesuai dengan permintaan waktu dari pihak tuan tanah yang didorong oleh Obiur Kogoya, Jems Kogoya, Herman Abubakar Wenda, Saul Huby, Lanek Kenelak, Jonah Penggu, Jefri Pagawak untuk kosongkan tanah yang mereka tinggal  selama ini.

Sesuai dengan hasil rapat dari pihak TPN/OPM (Obiur Kogoya, Jems Kogoya, Jonah Penggu, Jefri Pagawak, Lanek Kenelak) bersama Konsulat RI di Vanimo, Sandaun Provins,  bahwa mereka akan kerja sama dengan PPC(Provincial Police Comander)  Sandaun serta Tuan Tanah Black Water Camp Jhon Pun, untuk segera kosongkan tempat dimana selama ini Komandan Markas, Panglima Tertinggi, perwira, berserta pasukan mendiami tempat tersebut.

Sebelumnya tuan tanah yang didorong oleh Obiur Kogoya dan Abubakar Wenda telah membabat, mencungkil habis hasil kebun yang siap dipanen serta baru ditanam sehingga selama beberapa hari mereka tinggal disana tanpa makan, tepat hari jatuh tempo hari ini maka semua pasukan sedang kosongkan tempat kompleks Mar-mar kemudian  mereka semua pindah ke masing-masing keluarga di Yako, Dawi malam ini juga.

Komandan markas dalam hal ini mengatakan “ kita sama-sama berjuang untuk Papua Merdeka tetapi teman-teman ini kenapa pergi rapat dengan Konsulat Republik Indonesia di Vanimo baru datang pompa tuan tanah untuk usir kami, kami bingung. Mereka bilang perang melawan musuh Indonesia tapi mereka lagi yang pergi rapat-rapat dengan musuh, kemudian hasilnya untuk kita-kita sendiri baku bunuh. Baru-baru mereka datang baru potong Reny Ruth Yikwa dan  Ibu Ester Game dengan parang di pasar Blek Wara, jualan yang mereka taru semua mereka potong pake parang,  sedangkan kita punya musuh duduk tepuk tangan, mungkin mereka ada maksud lain ka, kami pikir-pikir begitu tapi semua sudah terjadi jadi waktu kami kosongkan tempat kami janji untuk bakar semua rumah-rumah yang kami tinggal jadi sesuai janji ruma ada api makan baru kami semua ada move. Kami pake 5 mobil jadi semua ada bergerak mala mini dari Blek Wara ke Pos depan “ demikian kata Dan Markas Kaleb W.

Ia menambahkan “mereka sudah bikin kami lewat batas jadi kami akan bakar semua rumah-rumah kami dan kami sedang tinggalkan tempat sekarang, saat ini api ada melahap 8 rumah ditambah dengan 1 asrama panjang,  tuan-tuan kami mohon program dijalankan supaya kami bisa tenang kalau ada kegiatan dari oraganisasi sayap politik kami pasti tenang” . Demikian laporan langsung dari Komandan Markas Tentara Revolusi West Papua, Kaleb Wenda, Col.TRWP

Hal ini terjadi sesua hasil rapat pihak TPN/OPM bersama Konsulat RI di Vanimo belum lama ini yang telah kami sampaikan sebelumnya  untuk membayar Kapolda Sandaun Provins  dan  mengusir, menangkap orang-orang yang di anggap berbahaya dalam perjuangan, menurut orang-orang yang masih mempertahankan nama lama organ perjuangan TPN/OPM.

Hasil dari pertemuan ini sedang dilaksanakan saat ini, pertama pengusiran dari lokasi Black Wara, kedua penangkapan orang-orang yang mereka telah tulis nama-nama  orang yang harus ditangkap, yang ketiga mereka akan menarik paksa Panglima Tertinggi.

Mohon perhatian ke seluruh organ pergerakan yang ada dimana saja agar kita perlu menghindari segala bentuk kerja sama dengan musuh agar tidak menimbulkan konflik internal  didalam organ-organ perjuangan. Hal ini sangat disayangkan karena yang diuntungkan adalah pihak musuh, sedangkan kita semua yang berjuang dibawah semua organ-oragan pergerakan akan menjadi korban sekaligus makanan empuknya musuh.

Jika situasi seperti ini terus kita bawa dalam medan perjuangan, sampai kapan kita akan merdeka? Semua organ yang dibentuk dengan tujuan Papua merdeka mari kita bergandengan tangan bersama untuk membebaskan bangsa kita, dari pada kita sibuk dengan pekerjaan organ lain, sementara yang lain membangun siasat untuk menimbulkan konflik internal seperti yang terjadi selama ini.

Kami harap semua organ memiliki anggaran dasar dalam perjuang sehingga semua berjalan sambil tidak saling menjatuhkan antara kita sendiri, kita harus saling mengangkat jika ada salah satu organ yang berhasil  membawa kemenangan melalui  semua tugas  dan tanggung jawab setiap  organ pergerakan yang dipercayakan agar hasilnya dapat kita nikmati bersama.

Hal ini bukan baru kali ini, awal permulaan pertikaian seperti ini sejak kepemimpinan Zeth Rumkorem, maka bibit itu masih terus tumbuh di medan perang, maka kita harus mengakhiri conflik semacam ini. Konflik interen ini tidak sendirinya muncul, ada permainan musuh didalam tubuh pertahanan sendiri. Permainan musuh dengan mereka yang dimainkan sendiri ada beberapa kemungkinan; yaitu mereka yang dipermainkan karena tidak tau, yang kedua mereka tau tapi pura-pura tidak tau karena jalan itu tempat mereka cari makan, yang ketiga, karena mereka bodok main, atau karena mereka memang tidak tau main politik.

Untuk itu berita ini sekaligus kita telanjangi permainan musuh untuk akhiri sengketa yang terjadi dalam arena perjuangan Papua Merdeka.

Demikian agar menjadi perhatian untuk semua organ pergerakan untuk tidak saling menyalahkan, menjatuhkan, apa lagi sampai saling baku bunuh, sangat disayangkan. Jika kita benar-benar berjuang untuk Papua Merdeka kita harus akhiri konflik ini, jika kita  pura-pura berjuang untuk Merdeka maka permainan anda sudah ketahuan.

Salam Revolusi dari Kami, Rimba-West Papua – PNG Border area Soldiers.

Kejar TPN/OPM di Puja

brimob-lllllla JAYAPURA [PAPOS] – Polda Papua meminta bantuan 1 SSK personil Brimob dari Kelapa Dua Jakarta untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata yang berada di kabupaten Puncak Jaya.

Penambahan pasukan Brimob ini untuk membantu tim Polri dan TNI yang sudah berada di kabupaten Puncak Jaya selama ini, karena aksi-aksi yang dilakukan kelompok sipil bersenjata itu telah meresahkan masyarakat setempat, setelah melakukan penembakan terhadap karyawan PT. Modern yang bekerja dalam pembangunan jalan dikabupaten tersebut.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Bekto Suprapto M,Si kepada wartawan mengatakan, situasi keamanan diwilayah kabupaten Puncak Jaya sangat memerlukan penanganan yang serius, karena aksi-aksi yang dilakukan kelompok sipil bersenjata itu sudah mengganggu ketenangan masyarakat setempat.

“ Masyarakat yang ada di sana sudah resah atas perbuatan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata itu, mereka melakukan pengancaman kepada masyarakat setempat, sehingga mereka tidak bisa lagi bekerja untuk mencari kebutuhan sehari-hari, “ ujar Kapolda kepada wartawan usai acara serah terima jabatan pejabat teras Polda Papua, Senin (31/5) kemarin.

Untuk itu, sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dari Kelapa Dua Jakarta akan di tempat ke Kabupaten Puncak Jaya untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku penembakan tersebut,sekaligus untuk mengantisipasi Pemilukada di Papua dan Papua Barat pada bulan Agustus 2010 mendatang.

“ Mereka akan membantu Brimob yang ada di Papua untuk melakukan pengejaran serta mengantisipasi keamanan dalam Pemiludaka yang akan di laksanakan pada bulan Agustus mendatang,” tambahnya.

Dikatakan, situasi daerah Kabupaten Puncak Jaya saat ini tidak kondusif dengan adanya intimidasi bahkan penembakan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata selama ini. Masyarakat telah melapor ke Komnas HAM atas keresahan mereka.

“ Saat itu Komnas HAM langsung datang kepada kami untuk mempertanyakan pengamanan yang ada di sana. Ketika mereka mempertanyakan masalah keamanan di sana, saya menjawab, begitu ada kejadian Polda langsung melakukan pengejara,” ujarnya.

Hanya saja, lanjutnya kondisi medan di daerah Kabupaten Puncak Jaya tidak seperti di daerah lain. Kalau anggota saya lari dari 4 km di Jayapura, kalau di Puncak Jaya lari 500 meter maka nafasnya langsung putus, tambah Kapolda

Lebih jauh Kapolda menjelaskan, bahwa dulu hingga sekarang personil Polda Papua hanya memiliki 14 ribu personil yang akan disiagakan menangani segala bentuk permasalahan di Papua, namun mengingat situasi tidak konsusif, sehingga meminta bantuan dari Markas Brimo Kelapa Dua Jakarta sebanyak 1 SSK dan bila kurang akan dilakukan penambahan lagi.

Disinggung soal batas waktu yang diberikan Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe kepada kelompok sipil bersenjata untuk menyerahkan diri, tanggal 28 Juni. Jika kelompok pelaku penembakan karyawan PT. Modern dan pengacau keamanan di Puncak Jaya tidak menyerahkan diri, maka akan dilakukan pengejaran. Kapolda Papua mengungkapan bahwa bupati Puncak Jaya sangat bijak untuk memberikan apresi atas waktu sampai tanggal 28 juni, dan lebih dari itu akan meminta kepada Polri dan TNI untuk mengejar mereka.

“ Ini adalah pelaksanaan tugas pokok Polri, tugas pokok Polri ada 3 yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mengayomi dan melindungi masyarakat,” katanya.

Tugas pengamanan masyarakat telah dilakukan di Puncak Jaya, tetapi kelompok sipil bersenjata itu malah melakukan pembunuhan terhadap karyawan perusahaan, masyarakat setempat, penyerangan terhadap Pos TNI dan Polri, Polisi sedang mengevakuasi anggota TNI, mereka serang maka atas perbuatan mereka itu akan dilakukan pengejaran.

Kapolda menegaskan, sudah menjadi tugas polisi untuk melakukan pengamanan situasi yang tidak aman. Sesuai konstitusi Undang-undang bahwa Polisi sebagai penjaga kemanan, akan melakukan pengejaran terhadap pelaku pengacau situasi keamanan untuk diproses hukum. Polisi tidak bicara masalah politik, tetapi menjadi tanggungjawab polisi untuk memberikan keamanan kepada masyarakat. “Kalau berbicara separatis itu politik, saya tidak berbicara politik, saya hanya mengamankan sesuai dengan Undang-undang,” tegasnya. [loy]

Ditulis oleh loy/Papos      
Selasa, 01 Juni 2010 00:00

Komandan regu tewas, OPM makin beringas

Jayapura–Polri makin memperketat pengamanan di Puncak Jaya, Papua. Setelah mendatangkan satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Kelapa Dua Depok, Polda Papua akan menambah pasukan di Puncak Jaya, untuk mengejar dan menangkap kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama ini kerap mengacau.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Bekto Suprapto Senin (31/5) di Jayapura. “Jika situasi masih membutuhkan penambahan anggota, tentu akan kami tambah lagi Brimob ke Puncak Jaya,  menumpas penjahat bersenjata yang terus menciptakan keresahaan,” katanya.

Menurutnya, situasi Puncak Jaya saat ini cukup meresahkan, akibat ulah kelompok bersenjata yang terus menebarkan teror penembakan maupun pembunuhan. Sehingga, bila pasukan Brimob ditambah, itu sesuai kebutuhan dilapangan.

“Polisi kan tugasnya menciptakan rasa aman dan tentram ditengah-tengah masyarakat, jadi bila anggota yang saat ini ditempatkan di Puncak Jaya masih dianggap kurang, akan ditambah,” tegasnya. Pasca tewasnya komandan regu OPM, Werius Telenggen, kelompok separatis kian beringas, mereka menembaki Pos TNI dan anggota Polisi.

Kelompok TPN/OPM menembaki aparat keamanan yang bertugas di Puncak Jaya pada Jumat (21/5) dan Sabtu (22/5) lalu. Akibatnya, dua anggota TNI dan dua polisi luka tembak. Diduga, aksi itu merupakan balas dendam atas tewasnya Werius Telenggen, komandan regu TPN/OPM wilayah Kampung Yambi, Distrik Mulia, Puncak Jaya. Werius tewas tertembak aparat gabungan TNI dan Polri 17 Mei lalu.

vivanews/ tiw

Korban Penembakan OPM

TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni
korban : Salah satu korban penembakan TPN/OPM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya pada April lalu saat dievakuasi ke Jayapura. Apakah mereka juga korban pelanggaran HAM yang dilakukan TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni?

korban : Salah satu korban penembakan TPN/OPM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya pada April lalu saat dievakuasi ke Jayapura. Apakah mereka juga korban pelanggaran HAM yang dilakukan TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni?
JAYAPURA [PAPOS]

46 Tahun Irian Barat Masuk Ke NKRI Tidak Sia-Sia

WAMENA (PAPOS)- Setelah 46 tahun Irian Barat kembali kepangkuan NKRI, ternyata usaha pejuang Pepera tersebut tidak sia-sia, karena adanya bukti nyata bagi masyarakat Irian (Papua) seperti dengan banyaknya pembangunan yang dirasakan selama ini.

Hal tersebut dijelaskan salah satu tokoh pejuang Pepera kabupaten Jayawijaya, Bernard Manobi kepada Papua Pos di Wamena, berkaitan dengan peringatan kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI 46 tahun silam, Jumat (1/5) kemarin.

Menurutnya, sebagai saksi hidup dan sebagai pejuang Pepera, 46 tahun silam betapa sulitnya bagi para pejuang di kabupaten Jayawijaya yang dulunya disebut Keresidenan Pegunungan Tengah saat itu, untuk dapat bergabung ke NKRI. Namun pada akhirnya, dengan penuh pengorbanan air mata dan darah ketika melawan penjajah (Belanda), akhirnya usaha itu tidak sia-sia, hal ini dibuktikan dengan masuknya Irian barat kepangkuan NKRI.

Ditambahkan, sebagai pejuang Pepera yang berjuang demi pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah, Bernard mengharapkan kiranya anak cucu dan generasi muda di Papua untuk tetap mempertahankan wilayah ini dalam bingkai NKRI.(iwan)

sumber PAPUA POS !!!

Kasus Penembakan Oleh Oknum Polisi Direposisi

WAMENA-Untuk memperjelas posisi pelaku, korban dan saksi-saki pada saat kejadian penembakan yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum polisi FT (43) terhadap korban JT Minggu (2/5), anggota Reskrim Polres Jayawijaya menggelar reposisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Hom-Hom Wamena, tepatnya depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Wamena, Sabtu (23/5).

Kapolres Jayawijaya AKBP I Gede Sumerta Jaya SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP Philip Ladjar mengatakan, pihaknya menggelar reposisi untuk menunjang proses penyidikan, terhadap kasus penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi anggota Polres Jayawijaya.

Dari hasil reposisi tersebut kata Kasat Philip, terlihat jika sebelum kejadian tersangka bersama korban dan beberapa rekannya mengkonsumsi minuman keras jenis ballo.

GPK Puncak Jaya Ditembak Mati

JAYAPURA [PAPOS] – Seorang anggota kelompok gerombolan pengacau keamanan (GPK) yang masuk daftar pencarian orang (DPO) pihak Polda Papua yang terlibat dalam kasus penembakan terhadap karyawan PT Modern di Kampung Mewoluk Kabupaten Puncak Jaya, akhirnya berhasil di sergap Tim gabungan Polri dan TNI Kampung Goburuk Kabupaten Puncak Jaya, Senin (17/5) sekitar pukul 12.30 Wit.

Dalam penyergapan itu, DPO yang merupakan anggota GPK berininsial WT, ditembak mati saat dilakukan pengejaran yang pada saat itu WT berada di kampung Goburuk, saat petugas melihatnya, korban berusaha lari dari kejaran petugas, akhirnya petugas mengeluarkan tembakan dan tepat mengenai korban WT.

Dalam penggerbekan dilokasi kejadian, aparat Polri dan TNI berhasil mengamankan satu magazen senjata AK 47 dan beberapa butir peluru yang diduga milik WT milik kelompok GPK.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol. Drs Agus Rianto kepada Papua Pos, Senin (17/5) menjelaskan, penyergapan terhadap kelompok GPK dilakukan tim gabungan Polri dan TNI dalam rangka penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata dikawasan Puncak Jaya yang telah melakukan pembunuhan terhadap karyawan PT. Modern dan penyerangan terhadap petugas beberapa waktu lalu.

Aparat keamanan serbu Markas OPM, 1 tewas

Puncak Jaya –-Meski operasi penyerbuan terhadap markas Organisasi Papua Mereka (OPM) di Puncak Jaya, Papua, baru disetujui Pemkab setempat pada tanggal 28 Juni mendatang, namun pihak keamanan tampaknya sudah tak sabar.

Satu pasukan polisi yang didukung pihak TNI, dilaporkan melakukan penyergapan di Kampung Koburuk Puncak Jaya, Senin (17/5) sekitar pukul 12.00 WIT.

Dari aksi penyergapan ini, seorang anggota OPM  berinisial WT tewas tertembak. WT diduga salah satu anggota organisasi pengacau keamanan yang menembak tiga karyawan PT Modern Group hingga tewas di kawasan Tiginambut, Puncak Jaya.

Dalam penyergapan, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti seperti beberapa butir peluru AK 47.

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto kepada wartawan di Jayapura mengakui operasi penyergapan terhadap kelompok separatis di wilayah Puncak Jaya tak harus menunggu batas waktu dari Pemkab Puncak Jaya.

Operasi, lanjut dia, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya dalam rangka pengamanan bagi masyarakat serta penegakan hukum di wilayah pegunungan tersebut

dtc/tya

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny