Heli Milik TNI Jatuh di Mapnduma

Heli menjadi tontonan masyarakat. Inzet salah seorang korban jatuhnya helikopter di Mapnduma, Kabupaten NdugaWAMENA (PAPOS) – Lag-lagi kecelakaan pesawat terjadi di tanah Papua, kali ini helicopter milik Tentara Nasional Indonesia [TNI] penerbangan Timika tujuan Mapnduma yang mengangkut 13 penumpang ditambah 3 kru pesawat jatuh kejurang, 500 meter dari lapangan terbang Mapnduma, Distrik Mapnduma, Kabupaten Nduga, Senin [16/5].

Kepala Bagian Humas Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge, S.Hut. yang berada di lokasi kejadian kepada Papua Pos Senin [16/5] menjelaskan, kronologis kejadian tersebut adalah, pada pukul 10.30 WIT helicopter milik TNI yang terbang dari Timika dengan tujuan Mapnduma tiba di lapangan terbang Mapnduma, saat akan mendarat helicopter tersebut tidak mendarat di tempat pendaratan yang disediakan, namun helicopter tersebut bergeser hingga terjatuh ke dalam jurang di sisi lapangan terbang pada ketinggian sekitar 500 meter dan tertahan disekitar perkebunan masyarakat.

Kejadian tersebut lanjut Otomi sontak mengagetkan masyarakat yang berada di sekitar lapangan terbang yang datang ingin melihat helicopter yang datang dari Timika.“Kami melihat sendiri dari dekat kejadian tersebut, karena pada saat itu semua masyarakat datang untuk melihat siapa yang datang dengan helicopter yang datang dari Timika, untung pesawat jatuh dikebun yang menahan pesawat tersebut hingga tidak terjatuh ke jurang yang lebih dalam sekali,” terangnya.

Melihat kejadian tersebut masyarakat yang ada di lokasi kejadian langsung turun untuk membantu para penumpang dan pilot yang masih berada di dalam helicopter yang terjatuh, sementara mengenai kondisi korban menurut Otomi, seluruh penumpang dan kru helicopter hanya mengalami luka ringan. Semua penumpang terdiri dari 13 orang [nama-nama lihat table].

Termasuk pilot dan kru juga selamat tanpa mengalami luka parah tapi semuanya mengalami luka-luka ringan ditangan, dan para penumpang dan kru helicopter dikeluarkan secara manual dengan bantuan masyarakat setempat,” jelas Otomi.

Sedangkan kondisi helicopter naas tersebut ungkap Otomi, setelah jatuh helicopter tersebut terbalik dari ketinggian 500 meter hingga pesawat terbolak balik dimana bagian atas ke bawah dan bagian bawah ke atas serta helicopter tersebut sudah berada dalam kondisi patah dibagian tengahnya dengan bagian depan terpisah dengan bagian belakangnya, sayapnya juga putus, kaca cepan hancur, serta baling-balingnya atas juga lepas.

Konon kata Otomi dari keterangan yang diperolehnya dari masyarakat helicopter yang datang dari Timika ini di pakai oleh salah satu pasangan calon kandidat bupati dan kandidat wabup Nduga untuk mengangkut para pendukungnya bersama tim suksesnya.

“Pesawat yang jatuh ini di carter atau dipakai oleh salah satu pasangan kandidat bupati Nduga untuk memobilisasi pendukungnya dan tim suksesnya dari Timika menuju ke Mapnduma, namun tanpa diduga-duga kecelakaan itu terjadi sehingga masyarakat semua kaget,” katanya.

Sementaara itu kondisi pesawat tersebut masih belum dievakuasi sedangkan para korban langsung diberikan pertolongan pertama pada mereka yang mengalami kecelakaan ringan.

Empat Korban Kritis

Empat penumpang korban kecelakaan helikopter Penerbangan AD (Penerbad) yang jatuh di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua, Senin, hingga saat ini masih dalam kondisi kritis.

Karel Gwijangge, keluarga salah satu korban kecelakaan helikopter Penerbad di Timika, Senin, mengharapkan bantuan sarana transportasi pesawat terbang dari Timika ke Mapenduma untuk dapat mengevakuasi para korban.

“Kami sangat mengharapkan esok ada pesawat yang bisa terbang ke sana untuk menjemput para korban sehingga bisa dievakuasi ke Timika untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” tutur Karel yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Mimika.

Karel mengatakan salah satu dari empat penumpang yang masih dalam kondisi kritis di Mapenduma itu adalah ibu kandungnya atas nama Orit Nirigi. Orit Nirigi bersama lebih dari 10 orang penumpang berangkat dari Timika menuju Mapenduma pada Senin pagi sekitar pukul 09.31 WIT menumpang helikopter Bell-412 dengan nomor lambung 5001 milik Kodam XVII/Cenderawasih. “Sampai sekarang jumlah penumpang masih simpang siur. Ada yang mengatakan 17 orang, lainnya mengatakan 10 orang ditambah tiga orang kru,” tutur Karel.

Menurut informasi yang diterima Karel langsung dari Pdt Yulas Gwijangge di Mapenduma melalui SSB, helikopter naas itu bukan mendarat darurat di Kenyam, tetapi terjatuh di lahan perkebunan masyarakat sekitar lima meter sebelum mendarat di Lapangan Terbang Mapenduma sekitar pukul 11.00 WIT. “Informasi yang kami terima melalui SSB langsung dari Mapenduma dari sumber yang sangat bisa dipercaya, helikopter jatuh sekitar lima meter sebelum sampai di ujung landasan saat hendak mendarat. Kondisi cuaca saat itu dilaporkan terjadi angin kencang,” ujar Karel.

Helikopter naas itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah yakni baling-balingnya terlepas, bagian ekor patah dan terguling masuk ke perkebunan warga dan kemudian tersangkut pada sebatang pohon mangga. Dari mesin helikopter tersebut sempat keluar asap.

Beruntung semua penumpang bersama kru helikopter selamat, meski beberapa orang diantaranya mengalami luka-luka yang cukup serius. Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA di Timika, tiga orang kru helikopter Penerbad tersebut sudah dievakuasi ke Timika pada Senin sore oleh helikopter Airfast milik PT Freeport Indonesia.

Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf Bonni Christian Pardede membenarkan adanya insiden helikopter jatuh di Mapenduma. “Infonya demikian. Saya sedang menunggu laporan selanjutnya dari Timika. Yang jelas semuanya selamat,” tutur Bonni melalui pesan singkatnya.

Ia mengaku sedang bertugas ke luar wilayah Timika saat menerima informasi tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Perhubungan Udara Mimika, John Rettob mengatakan pihaknya siap membantu melayani permintaan keluarga untuk mencarikan pesawat carter guna mengevakuasi para korban yang masih dalam kondisi kritis di Mapenduma. “Kami akan berupaya maksimal untuk membantu transportasi korban yang mengalami luka-luka cukup serius dari Mapenduma ke Timika,” kata John.

Menurut dia, penerbangan reguler ke Mapenduma selama ini belum ada. Namun biasanya wilayah itu dilayani oleh penerbangan pesawat pilatus porter dari maskapai Susi Air jika ada permintaan dari masyarakat. [fredy/ant]

Heli Mendadak Mendarat di Lapangan Hamadi

MENDARAT : Cuaca buruk pesawat mendarat mendadak di Lapangan Hamadi, Sabtu [14/5] sekitar pukul 14.10 Wit. Pendaratan ini sontak membuat masyarakat kaget dan menjadi tontonan menarik bagi warga kota Jayapura.JAYAPURA [PAPOS] – Sebuah Helikopter jenis Puma milik TNI Angkatan Udara mendarat mendadak di Lapangan Hamadi, Sabtu [14/5] siang, pukul 14.10 Wit. Cuaca buruk disertai petir, membuat kru pesawat ini urung meneruskan penerbangan ke Lantamal.

Karena tiba-tiba mendarat, menyebabkan beberapa rumah warga di sekitar lapangan yang terkena dampak angin dari baling-baling pesawat, atapnya terangkat. Warga sekitar sontak dibuat kaget karena menyangka pesawat jatuh. Rumah Dominggus Nomenik, gentengnya rusak. Sementara keluarga Yoafifi Noak, seng beterbangan, jualan di depan rumahnya berhamburan, pohon pisang di belakang rumah tumbang.

Salah satu pilot pesawat yang tidak mau namanya disebut kepada Papua Pos, di Lapangan Hamadi beberapa saat setelah mendarat, mengemukakan, mereka terpaksa mengambil langkah pendaratan karena cuaca buruk dan tidak memungkinkan untuk meneruskan penerbangan ke Bandara Sentani. Pesawat dari perbatasan Skow-Wutung yang sedang uji coba dalam rangka kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Papua ini, kata pilot itu, sama sekali tidak ada kerusakan.

Beberapa warga yang rumahnya rusak karena pendaratan mendadak ini, langsung datang ke lapangan mengadukan kerusakan rumah dan jualannya. Kepada warga, kru pesawat mengatakan akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan pihak Kodam Cenderawasih. Pendaratan mendadak ini, menjadi tontonan warga sekitar.

Kapolres Kota Jayapura, AKBP Imam Setyawan, SIK mengatakan bahwa pesawat mendadak mendarat di Lapangan Hamadi, pesawat tersebut rencana mendarat di Lantamal terganggu oleh angin yang begitu kencang dan petir sehingga pilot dari satuan angkatan udara yang mengawaki pesawat mengambil keputusan penyelamatan melalui pendaratan yang lebih dekat.

Dari kejadian ini tidak ada korban, bahkan jadi tontotan masyarakat. Beberapa rumah warga yang rusak, sudah sampaikan ke pihak Korem yang ada di lapangan, bahwa seng dari masyarakat sekitar yang rusak karena helicopter, akan didatakan dan dibicarakan dengan pihak Korem karena bukan unsure kesengajaan. Kalau masih bisa digunakan, digunakan kembali, yang diperbaiki akan dikoordinakan dengan Korem. Pihak Korem bertanggungjawab.

“Pesawat dari Pos TNI Wutung ini, terbang dalam rangka orientasi untuk kedatangan Panglima TNI, dalam rangka survey kelaikan, pengenalan medan,” terang Kapolres Kota. [ida]

Selidiki Penembakan di Freeport

TIMIKA [PAPOS]- Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan, kasus penembakan dan pembakaran mobil karyawan di areal PT Freeport Indonesia awal April 2011 masih dalam proses penyelidikan polisi di wilayah Polda Papua.

“Untuk bisa mengungkap seterang-terangnya apa yang terjadi, kita mohon dukungan informasi sebanyak-banyaknya termasuk dari masyarakat,” kata Timur di Timika, Sabtu, saat kunjungan kerja tiga hari di Timika hingga Minggu.

Dalam kunjungan kerja ke Papua itu, Panglima TNI dan Kapolri akan mengunjungi wilayah perbatasan di Merauke dan Jayapura. Timur memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar pengungkapan kasus penembakan hingga pembakaran mobil bersama karyawan Freeport itu bisa terungkap secepatnya.

Menurut Kapolri, keterlibatan tim Pusat Laboratorium Forensik [Puslabfor] Mabes Polri dalam mengidentifikasi bukti-bukti yang terdapat di lokasi kejadian beberapa waktu lalu merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mengungkap masalah tersebut.

Sebelumnya Kabid Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar yang ikut turut dalam rombongan Kapolri dalam kunjungan kerja ke Timika mengatakan kunjungan kerja Kapolri tidak terkait kasus penembakan dan pembakaran mobil karyawan PT Freeport April lalu.

Ia mengatakan, sesuai laporan dari Polda Papua proses pengungkapan pelaku penembakan dan pembakaran mobil karyawan Freeport di ruas jalan Tanggul Timur menuju Kampung Nayaro satu bulan lalu itu masih dalam tahap penyelidikan. “Mohon bersabar, proses di Puslabfor membutuhkan waktu,” kata Boy.

Situasi Kamtibmas Aman

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Timur Pradopo menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua secara umum aman.

“Sebagaimana dilaporkan oleh Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih, semua kegiatan masyarakat bisa berjalan sesuai rencana masing-masing. Artinya, kalau kegiatan masyarakat berjalan lancar, berarti wilayah itu aman,” kata Kapolri kepada wartawan di Timika, Sabtu.

Kapolri mendampingi Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono melakukan kunjungan kerja ke wilayah Papua mulai Jumat (13/5). Timika merupakan wilayah pertama yang dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri dalam rangka melakukan silahturahim dengan jajaran prajurit TNI dan Polri setempat.

Selanjutnya, Panglima TNI dan Kapolri bersama rombongan akan melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah Merauke dan Jayapura.

Menurut Kapolri, agar situasi kamtibmas di wilayah Papua tetap kondusif maka sangat dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan semua komponen setempat untuk secara sinergis melakukan pengamanan bersama.”Kalau semua pihak menjalin koordinasi secara sinergis sesuai arahan Bapak Panglima TNI, Insya Allah wilayah itu pasti aman,” kata Timur Pradopo.

Sebelumnya, Panglima TNI Agus Suhartono menegaskan sesuai laporan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Erfi Triassunu, situasi keamanan di Papua secara umum khususnya di daerah yang rawan dan wilayah perbatasan dengan negara tetangga Papua Nugini (PNG) cukup kondusif.

“Tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan,” jelas Agus Suhartono usai melakukan tatap muka dengan jajaran prajurit TNI yang bertugas di Timika bertempat di Markas Komando Detasemen B Brimob Polda Papua.

Kabid Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar yang ikut dalam rombongan Panglima TNI dan Kapolri menjelaskan kunjungan kerja kedua petinggi institusi negara itu ke Papua sudah lama terjadwal.

“Tidak ada hal yang spesifik. Kunjungan kerja Bapak Panglima TNI dan Bapak Kapolri semata-mata untuk melihat bagaimana kondisi anggota di lapangan sekaligus memberikan pengarahan,” jelas Boy.

Wilayah Papua selama ini merupakan salah satu daerah di Indonesia yang cukup tinggi tingkat gangguan kamtibmasnya. Beberapa waktu lalu, aparat TNI dan Brimob terlibat baku tembak dengan kelompok separatis di wilayah Mulia Kabupaten Puncak Jaya.

Selain di Puncak Jaya, wilayah Mimika terutama di areal PT Freeport Indonesia juga sering dilanda teror penembakan oleh orang tak dikenal.Pada awal April 2011, dua karyawan PT Freeport Indonesia, Daniel Mansawan dan Hari Siregar tewas terpanggang api dalam mobil yang dikendarainya saat melintas di ruas jalan Tanggul Timur menuju Kampung Nayaro, tepatnya di Mil 37 MA 220.Hingga saat ini, kasus tersebut belum bisa diungkap secara tuntas oleh pihak berwajib.[bel/ant]

Heli Mendadak Mendarat di Lapangan Hamadi

MENDARAT : Cuaca buruk pesawat mendarat mendadak di Lapangan Hamadi, Sabtu [14/5] sekitar pukul 14.10 Wit. Pendaratan ini sontak membuat masyarakat kaget dan menjadi tontonan menarik bagi warga kota Jayapura.JAYAPURA [PAPOS] – Sebuah Helikopter jenis Puma milik TNI Angkatan Udara mendarat mendadak di Lapangan Hamadi, Sabtu [14/5] siang, pukul 14.10 Wit. Cuaca buruk disertai petir, membuat kru pesawat ini urung meneruskan penerbangan ke Lantamal.

Karena tiba-tiba mendarat, menyebabkan beberapa rumah warga di sekitar lapangan yang terkena dampak angin dari baling-baling pesawat, atapnya terangkat. Warga sekitar sontak dibuat kaget karena menyangka pesawat jatuh. Rumah Dominggus Nomenik, gentengnya rusak. Sementara keluarga Yoafifi Noak, seng beterbangan, jualan di depan rumahnya berhamburan, pohon pisang di belakang rumah tumbang.

Salah satu pilot pesawat yang tidak mau namanya disebut kepada Papua Pos, di Lapangan Hamadi beberapa saat setelah mendarat, mengemukakan, mereka terpaksa mengambil langkah pendaratan karena cuaca buruk dan tidak memungkinkan untuk meneruskan penerbangan ke Bandara Sentani. Pesawat dari perbatasan Skow-Wutung yang sedang uji coba dalam rangka kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Papua ini, kata pilot itu, sama sekali tidak ada kerusakan.

Beberapa warga yang rumahnya rusak karena pendaratan mendadak ini, langsung datang ke lapangan mengadukan kerusakan rumah dan jualannya. Kepada warga, kru pesawat mengatakan akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan pihak Kodam Cenderawasih. Pendaratan mendadak ini, menjadi tontonan warga sekitar.

Kapolres Kota Jayapura, AKBP Imam Setyawan, SIK mengatakan bahwa pesawat mendadak mendarat di Lapangan Hamadi, pesawat tersebut rencana mendarat di Lantamal terganggu oleh angin yang begitu kencang dan petir sehingga pilot dari satuan angkatan udara yang mengawaki pesawat mengambil keputusan penyelamatan melalui pendaratan yang lebih dekat.

Dari kejadian ini tidak ada korban, bahkan jadi tontotan masyarakat. Beberapa rumah warga yang rusak, sudah sampaikan ke pihak Korem yang ada di lapangan, bahwa seng dari masyarakat sekitar yang rusak karena helicopter, akan didatakan dan dibicarakan dengan pihak Korem karena bukan unsure kesengajaan. Kalau masih bisa digunakan, digunakan kembali, yang diperbaiki akan dikoordinakan dengan Korem. Pihak Korem bertanggungjawab.

“Pesawat dari Pos TNI Wutung ini, terbang dalam rangka orientasi untuk kedatangan Panglima TNI, dalam rangka survey kelaikan, pengenalan medan,” terang Kapolres Kota. [ida]

SRPAM Minta Penikamanan di Nabire Dipecat

JAYAPURA [PAPOS] – Solidaritas Rakyat Papua Anti Militerisme [SRPAM] meminta Pangdam XVII/Cendrawasih untuk bertangungjawab atas kasus penikaman terhadap korban, Derek Adii oleh oknum anggota TNI di pelabuhan Samuba Nabire, Sabtu [14/5] malam.

Ketua SRPAM, Benekditus Goo saat jumpa pers di Padang Bulan, Senin [16/5] mengatakan, pihakny berharap Pangdam segera menangani kasus penikaman terhadap korban Derek Adii yang dilakukan oleh pelaku oknum anggota TNI di pelabuhan Samuba Nabire secara serius.

Disamping itu, SRPAM mendesak Pangdam melakukan memproses hukum terhadap pelaku tidak melalui peradilan militer melainkan harus melalui peradilan HAM. Bahkan oknum anggota TNI tersebut harus dipecat dari kedinasan sebagai anggota TNI.

‘’Kami minta juga Komnas HAM Papua tidak diam tapi harus turun ke lapangan untuk melakukan investigasi kasus tersebut. Selain itu, kami juga minta DPRP agar segera membentuk tim invetigasi kasus tersebut dan turun ke lokasi kejadian dalam waktu dekat. Sebab jika dibiarkan begitu saja maka kejadian pertumpahan daerah di atas tanah Papua akan terus terjadi,’’ paparnya.

Kejadian ini menurut dia, membuktikan bahwa pemerintah pusat maupun daerah tidak serius melakukan perlindungan dan penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan aparat militer dengan sewenang-wenang di Papua selama ini.

SRPAM juga menyambut baik kehadiran orang nomor satu di jajaran kepolisian Republik Indonesia [Kapolri] dan Panglima TNI di Papua. Siapapun pejabat negara boleh-boleh saja datang ke Papua, tetapi tidak sebatas jalan-jalan seperti wisatawan, karena persoalan yang dilakukan pihak kepolisian di daerah Papua beberapa waktu lalu terhadap warga sipil di Moanemani dan beberapa daerah Papua lainnya sampai saat ini belum ditangai secara tuntas.

‘’Kami minta pemerintah pusat bahwa jangan menjadikan papua sebagai tempat rekreasi atau wisata, nanti datang jalan rame-rame ke semua daerah lihat-lihat pemandangan penderitaan yang dialami rakyat Papua lalu kemudian pulang ke Jakarta, cerita baku tipu, nanti balik lagi lihat penderitaan rakyat yang semakin meningkat malah biarkan begitu saja lalu tidak ada kebijakan tegas yang di ambil dan tidak membawa hasil positif bagi rakyat papua,”tegasnya.

Untuk itu, siapapun pejabat Negara yang datang ke Papua tujuannya harus jelas sehingga ada hasil yang akan diberikan kepada rakyat Papua, sebab pejabat Negara sudah beberapa kali datang ke Papua termasuk Presiden dengan sejumlah menteri beberapa waktu lalu, tapi hasilnya sama saja. ‘’Hingga kini belum pernah ada perubahan dan menangani persoalan yang dihadapi rakyat Papua. Padahal sudah jelas rakyat Papua mengalami penderitaan cukup serius, tetapi tidak ada penanganannya,’’ katanya.[cr-63]

SRPAM Minta Penikamanan di Nabire Dipecat

JAYAPURA [PAPOS] – Solidaritas Rakyat Papua Anti Militerisme [SRPAM] meminta Pangdam XVII/Cendrawasih untuk bertangungjawab atas kasus penikaman terhadap korban, Derek Adii oleh oknum anggota TNI di pelabuhan Samuba Nabire, Sabtu [14/5] malam.

Ketua SRPAM, Benekditus Goo saat jumpa pers di Padang Bulan, Senin [16/5] mengatakan, pihakny berharap Pangdam segera menangani kasus penikaman terhadap korban Derek Adii yang dilakukan oleh pelaku oknum anggota TNI di pelabuhan Samuba Nabire secara serius.

Disamping itu, SRPAM mendesak Pangdam melakukan memproses hukum terhadap pelaku tidak melalui peradilan militer melainkan harus melalui peradilan HAM. Bahkan oknum anggota TNI tersebut harus dipecat dari kedinasan sebagai anggota TNI.

‘’Kami minta juga Komnas HAM Papua tidak diam tapi harus turun ke lapangan untuk melakukan investigasi kasus tersebut. Selain itu, kami juga minta DPRP agar segera membentuk tim invetigasi kasus tersebut dan turun ke lokasi kejadian dalam waktu dekat. Sebab jika dibiarkan begitu saja maka kejadian pertumpahan daerah di atas tanah Papua akan terus terjadi,’’ paparnya.

Kejadian ini menurut dia, membuktikan bahwa pemerintah pusat maupun daerah tidak serius melakukan perlindungan dan penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan aparat militer dengan sewenang-wenang di Papua selama ini.

SRPAM juga menyambut baik kehadiran orang nomor satu di jajaran kepolisian Republik Indonesia [Kapolri] dan Panglima TNI di Papua. Siapapun pejabat negara boleh-boleh saja datang ke Papua, tetapi tidak sebatas jalan-jalan seperti wisatawan, karena persoalan yang dilakukan pihak kepolisian di daerah Papua beberapa waktu lalu terhadap warga sipil di Moanemani dan beberapa daerah Papua lainnya sampai saat ini belum ditangai secara tuntas.

‘’Kami minta pemerintah pusat bahwa jangan menjadikan papua sebagai tempat rekreasi atau wisata, nanti datang jalan rame-rame ke semua daerah lihat-lihat pemandangan penderitaan yang dialami rakyat Papua lalu kemudian pulang ke Jakarta, cerita baku tipu, nanti balik lagi lihat penderitaan rakyat yang semakin meningkat malah biarkan begitu saja lalu tidak ada kebijakan tegas yang di ambil dan tidak membawa hasil positif bagi rakyat papua,”tegasnya.

Untuk itu, siapapun pejabat Negara yang datang ke Papua tujuannya harus jelas sehingga ada hasil yang akan diberikan kepada rakyat Papua, sebab pejabat Negara sudah beberapa kali datang ke Papua termasuk Presiden dengan sejumlah menteri beberapa waktu lalu, tapi hasilnya sama saja. ‘’Hingga kini belum pernah ada perubahan dan menangani persoalan yang dihadapi rakyat Papua. Padahal sudah jelas rakyat Papua mengalami penderitaan cukup serius, tetapi tidak ada penanganannya,’’ katanya.[cr-63]

Perlu Pengawasan Hindari Penebangan Pohon Secara Liar

JAYAPURA [PAPOS]- Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua terus melakukan pengawasan untuk menghindari adanya penebangan pohon di Papua secara liar, karena penebangan pohon saat ini tidak seimbang dengan penanaman pohon yang dilakukan.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua, Ir. Marthen Kayoi, MM, saat ini merupakan salah satu orientasi penghasilan negara namun setelah berjalan cukup lama, dinas kehutanan menilai antara penebangan dan pertumbuhan pohon tidak seimbang.

“Maka harus ada langkah-langkah pengamanan dan perlindungan untuk hutan, sehingga manajemen penguasahaan hutan berubah ke pengelolaan hutan,” ujar Marthen Kayoi kepada wartawan usai membuka pelatihan dan pendidikan terhadap tenaga teknis serta tenaga pengawasan hutan produksi lestari di Hotel Yasmin Jayapura, Senin [9/5] lalu.

Untuk pengelolaan, dinas kehutanan Papua telah membangun hutan-hutan produksi lestari di Papua yang terdiri dari 56 daerah. Hal ini secara bertahap akan dikembangkan, di mana pembangunan hutan lestari akan di bangun di Serui, Biak, Merauke dan Jayapura serta Timika.

“Hutan lestari ini dibangun sebagai contoh pengelolaan hutan, serta pendekatan pelayanan lebih di sektor pengelolaan agar bagaimana mengurus secara efektif,” katanya.

Dijelaskan, kesatuan pengelolaan hutan berada di kabupaten dan kota. Sehingga diharapkan pengelolaan hutan lestari dapat berkelanjutan dengan menggunakan aturan kehutanan secara baik, yakni menghitung berapa jumlah pohon yang ditebang dan berapa yang ditanam.

“Sebenarnya untuk pemenfaatan hutan oleh masyarakat, sudah sejak dulu masyarakat memanfaatkannya. Namun, saat itu belum mempunyai nilai ekonomi, sementara saat ini kayu telah mempunyai nilai ekonomi,” ucapnya.

Setelah kayu mempunyai nilai ekonomi, lanjutnya, aktivitas masyarakat semakin tinggi. Maka upaya dari pemerintah saat ini adalah menyediakan fasilitas kepada masyarakat, agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan cara yang lebih professional dan ramah lingkungan.

Ditambahkan, dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di kampung-kampung. Jika hal ini tidak dilakukan dengan baik sesuai aturan kehutanan, otomatis kayu tidak akan mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi dan dukungan sumber daya alam.

“Oleh sebab itu, masyarakat harus bekerja melalui sistem HPH dan industri kayu rakyat. Dimana hal ini merupakan program pemerintah yang mendapat dukungan dari semua pihak,” jelasnya. [tho]

Perlu Pengawasan Hindari Penebangan Pohon Secara Liar

JAYAPURA [PAPOS]- Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua terus melakukan pengawasan untuk menghindari adanya penebangan pohon di Papua secara liar, karena penebangan pohon saat ini tidak seimbang dengan penanaman pohon yang dilakukan.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua, Ir. Marthen Kayoi, MM, saat ini merupakan salah satu orientasi penghasilan negara namun setelah berjalan cukup lama, dinas kehutanan menilai antara penebangan dan pertumbuhan pohon tidak seimbang.

“Maka harus ada langkah-langkah pengamanan dan perlindungan untuk hutan, sehingga manajemen penguasahaan hutan berubah ke pengelolaan hutan,” ujar Marthen Kayoi kepada wartawan usai membuka pelatihan dan pendidikan terhadap tenaga teknis serta tenaga pengawasan hutan produksi lestari di Hotel Yasmin Jayapura, Senin [9/5] lalu.

Untuk pengelolaan, dinas kehutanan Papua telah membangun hutan-hutan produksi lestari di Papua yang terdiri dari 56 daerah. Hal ini secara bertahap akan dikembangkan, di mana pembangunan hutan lestari akan di bangun di Serui, Biak, Merauke dan Jayapura serta Timika.

“Hutan lestari ini dibangun sebagai contoh pengelolaan hutan, serta pendekatan pelayanan lebih di sektor pengelolaan agar bagaimana mengurus secara efektif,” katanya.

Dijelaskan, kesatuan pengelolaan hutan berada di kabupaten dan kota. Sehingga diharapkan pengelolaan hutan lestari dapat berkelanjutan dengan menggunakan aturan kehutanan secara baik, yakni menghitung berapa jumlah pohon yang ditebang dan berapa yang ditanam.

“Sebenarnya untuk pemenfaatan hutan oleh masyarakat, sudah sejak dulu masyarakat memanfaatkannya. Namun, saat itu belum mempunyai nilai ekonomi, sementara saat ini kayu telah mempunyai nilai ekonomi,” ucapnya.

Setelah kayu mempunyai nilai ekonomi, lanjutnya, aktivitas masyarakat semakin tinggi. Maka upaya dari pemerintah saat ini adalah menyediakan fasilitas kepada masyarakat, agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan cara yang lebih professional dan ramah lingkungan.

Ditambahkan, dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di kampung-kampung. Jika hal ini tidak dilakukan dengan baik sesuai aturan kehutanan, otomatis kayu tidak akan mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi dan dukungan sumber daya alam.

“Oleh sebab itu, masyarakat harus bekerja melalui sistem HPH dan industri kayu rakyat. Dimana hal ini merupakan program pemerintah yang mendapat dukungan dari semua pihak,” jelasnya. [tho]

Massa Pro ‘M’ Siap Demo – Titik Kumpul Makam Theys, Abepura, dan Taman Imbi

JAYAPURA—Momen 1 Mei kemarin merupakan hari integrasi Papua ke NKRI yang oleh kelompok tertentu menyebutnya hari Aneksasi Papua Barat  ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mengingat 1 Mei kemarin bertepatan hari Minggu, maka perayaannya diundur satu hari, yakni 2 Mei hari ini dalam bentuk aksi damai oleh kelompok Pro Merdeka (pro M).  Ribuan massa dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) didukung berbagai komponen, seperti faksional pergerakan perjuangan Papua Barat, direncanakan turun jalan (maksudnya: menggelar aksi demo damai) di Kantor DPR Papua dan Kantor Gubernur, Jayapura, Senin (2/5) pukul 08.00 WIT    Wakil Ketua KNPB Mako Tabuni yang dihubungi Bintang Papua semalam membenarkan rencana aksi demi damai guna memperingati Hari Aneksasi Banga Papua Barat kedalam NKRI.
Dia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah RI melalui DPR Papua dan Gubernur Provinsi Papua untuk meluruskan Perjanjian New York (New York Agreement) dan meninjau kembali Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) yang sangat merugikan Bangsa Papua Barat baik dari aspek politik maupun hukum.

Dijelaskan, aksi demo damai tersebut direncanakan  diikuti massa pergerakan perjuangan Papua Barat yang datang dari Manokwari, Sorong, Biak, Merauke, Sarmi, Keerom dan lain lain.
Menurut dia, aksi demo damai tersebut dengan Titik Kumpul di Sentani di  Makam Theys, Titik Kumpul Abepura di Depan Kantor Pos Abe serta Titik Kumpul Jayapura di Taman Imbi mulai pukul 08.00 WIT.  

Ditanya apakah pihaknya telah  mengantongi  izin resmi dari aparat kepolisian terkait aksi demo damai, dia menandaskan, pihaknya telah mendapatkanizin resmi dari Kepolisian setempat kerena aksi demo ini adalah aksi damai untuk menyampaikan aspirasi  Bangsa Papua Barat kepada pemerintah RI melalui DPR Papua dan Gubernur Provinsi Papua. 

Dia menandaskan, tanggal 1 Mei 1963 adalah Aneksasi Banga Papua Barat kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah awal pembunuhan embrio berbangsa dan  bernegara bagi rakyat Papua Barat.

Akibatnya, ujar dia,  nasib masa depan rakyat Papua Barat benar benar terancam  kepunahan (genocide) dari atas Tanah Warisan Leluhurnya. Yang ada dan dinikmati oleh rakyat Papua adalah dibunuh, dibantai, digusur, diperkosa hak dan martabat, diskriminasi, marginalisasi dan cucuran darah dan air mata oleh kejahatan keamanan negara RI. Sadar tak dasar martabat dan harga diri kita diinjak injak.

Semua demi kepentingan negara negara kapitalisme yang lebih mengutamakan emas,k kayu, munyak dan seluruh kekayaan alam yang ada diatas Tanah Papua dan manusia Papua (Ras Melanesia) yang  Allah ciptakan segambar dan serupa Allah. Supaya setiap manusia dapat hidup saling menghargai hakl setiap suku bangsa.

“Maka mari datang bergabung kita tunjukan harga diri kita  sebagai anak negeri Bangsa Papua Barat. Nasib negeri ini ada padamu kini untuk menentukan ribuan nasib anak cucu kedepan,” ujarnya. (mdc/don)

Minggu, 01 Mei 2011 16:32

, ,

Longsor di Areal Freeport, Dua Karyawan Tertimbun

Satu Korban Tewas, Satunya Lagi Belum Ditemukan

JAYAPURA- Musibah longsor kembali terjadi di areal Wet Muck di UG Panel 2 North,Tambang Freeport Tembagapura, Papua, Senin 18 April sekitar pkl 23:00 WIT. Longsor itu menimbun dua alat berat dan dua operatornya ikut tertimbun longsor.   Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono, mengatakan, longsor terjadi saat aktivitas penambangan berjalan. ”Kegiatan tambang sedang berjalan di lokasi, tiba-tiba terjadi longsor dan tanah menimbun sebuah loader dan rockbreaker. Dua operatornya ikut tertimbun,”ujar Wachyono, Selasa 19 April.  Lanjutnya, upaya pencarian langsung dilakukan tim SAR perusahaan, dengan menyingkirkan tanah longsoran di atas alat berat. ”Tadi pagi sekitar pukul 02.26 WIT, satu jenazah berhasil ditemukan di dalam kabin loader, sedangkan seorang lagi masih dicari,”singkatnya.  Korban yang berhasil ditemukan bernama OBET TATOGO dengan nomor ID 895707 dan berhasil dievakuasi ke RS Tembagapura. Sedangkan seorang lagi, bernama HAMDANI  dengan nomor ID 266194 belum ditemukan. ”Upaya pencarian di dalam longsoran masih terus dilakukan,”ucapnya. Sementara Lokasi longsor saat ini telah diamankan oleh Safety Dept Perusahaan Freeport, dan Polisi langsung ke TKP untuk ikut Melakukan olah TKP.

Tim SAR Freeport Kesulitan Cari Korban Longsor

Tim Search and Rescue (SAR) PT Freeport Indonesia mengalami kesulitan mencari salah satu korban longsor tambang bawah tanah DOZ di area Panel 2 Nort, Tembagapura, Mimika, Papua.

Kapolsek Tembagapura, AKP Sudirman saat dihubungi dari Timika, Selasa, mengatakan kondisi medan yang tertutup material longsoran berupa bebatuan bercampur lumpur dan pasir menyulitkan petugas untuk segera menemukan Hamdani, karyawan PT Freeport yang bekerja sebagai operator alat berat pada tambang bawah tanah (under ground). “Petugas mengalami kesulitan untuk melakukan pencairan satu korban lagi karena material longsor menutupi seluruh terowongan,” jelas Sudirman.

Ia mengatakan, bencana longsor yang terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIT tersebut mengakibatkan rekan Hamdani, Obet Tatogo meninggal dunia.

Jenazah Obet yang ditemukan tim SAR PT Freeport pada Selasa pagi sekitar pukul 02.26 WIT telah dievakuasi ke RS Tembagapura. Saat ditemukan, Obet berada dalam kabin loader yang dikemudikannya.

Kedua korban, kata Sudirman, bekerja sebagai operator alat berat (loader dan rockbreaker) di dalam tambang bawah tanah DOZ PT Freeport.

Sebelumnya, Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait membenarkan telah terjadi kecelakaan industrial di area Panel 2 Nort tambang bawah tanah DOZ.

“Hingga saat ini satu pekerja telah dinyatakan meninggal dunia dan satu pekerja lainnya sementara dalam proses pencarian dan evakuasi oleh personel UG Mine Rescue dan Petugas K3,” ujar Ramdani.

Ia mengatakan, inspektur tambang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah dihubungi untuk melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

Akibat kejadian tersebut, menurut Ramdani, untuk sementara waktu operasi tambang DOZ dihentikan guna keperluan investigasi dan pembersihan material longsoran. Secara keseluruhan, katanya, operasional tambang PT Freeport tetap berjalan normal. “PT Freeport sangat berduka atas meninggalnya salah satu karyawan kami tersebut dan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada keluarga. Kami berharap upaya pencarian dan evakuasi akan dilakukan dengan selamat,”harap Ramdani.(jir/binpa/don)

http://bintangpapua.com/index.php?option=com_content&view=article&id=…:longsor-di-areal-freeport-dua-karyawan-tertimbun&catid=25:headline&Itemid=96

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny