Polda Diminta Stop Panggil Sokrates

Gereja di Tanah Papua Serukan Dialog Nasional

Benny GiayJAYAPURA—Pemanggilan Pdt Duma Sokrates Sofyan Yoman Oleh Polda Papua, terkait pernyataan tentang berlarut-larutnya penyelesaian konflik di Puncak Jaya yang dinilai memojokkan TNI/Polri, menyulut keprihatinan Gereja. Sebagai bentuk keprihatinan itu, gereja akhirnya menyerukan dialog nasional menjadi pilihan satu-satunya penyelesaian konflik berkepanjangan tersebut.

Pernyataan gereja ini menyusul keresahan serta keprihatian gereja-ger eja di Tanah Papua terhadap kondisi umat dan masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya serta Tanah Papua secara keseluruhan.

Rapat yang dihadiri peting­gi Gereja di Tanah Papua yakni Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt Jemima J Mirino-Krey Sth, Ketua Sinode Gereja Injili di Indonesia Pdt Lipius Biniluk STh, Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua Pdt DR Benny Giay, Persekutuan Gereja-Gejera Baptis di Tanah Papua Pdt Andreas Kogoya SMth, dan Keuskupan Jayapura Leo Laba Lajar OFM, di Kantor Sinode GKI di Tanah Papua di Jayapura, Kamis (12/8) kemarin.

Berhasil merumuskan pernyataan-pernyataan moral serta keprihatinan gereja-gereja di Tanah Papua terha­dap kasus-kasus di Tanah Papua serta Kabupaten Puncak Jaya secara khusus. Petinggi gereja di Tanah Papua menyerukan untuk segera dilakukan dialog nasional dalam rangka mencari solusi penyelesaian masalah-masalah di Tanah Papua secara adil, bermartabat dan manusiawi yang dimediasi pihak ketiga yang lebih netral. Gereja-gereja di Tanah Papua akan tetap konsisten dan teguh dalam memperjuangkan hak-hak umat Tuhan sesuai injil Yesus Kristus.

Gereja juga menyerukan kepada Gubernur Provinsi Papua, para pemimpin gereja dan agama di seluruh Tanah Papua, Dewan Adat Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua, Pangdam XVII Cenderawasih, Kapolda Papua untuk berdialog dan dialog ini difasilitasi oleh pihak gereja.
Tanpa melupakan pemanggilan Polda Papua terhadap salah satu pemimpin gereja, maka gereja pun meminta kepada Kapolda Papua untuk segera menghentikan pemanggilan terhadap Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat Gereja-Gereja Baptis Papua atas nama Pendeta Duma Sokratez Sofyan Yoman.

Khusus untuk masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya dan Tanah Papua secara umum, gereja memohon agar tetap tenang dalam menghadapi tragedi menyedihkan yang masih terus berlangsung di Tanah Papua hingga saat ini.

DPRP dan MRP juga diminta untuk membuka mata dan telinga terkait rentetan persitiwa penembakan di Kabupaten Puncak Jaya dengan segera memanggil Gubernur Provinsi Papua selaku penguasa sipil di Papua, Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih pejabat negata yang bertanggungjawab akan keamanan wilayah di Tanah Papua untuk memberikan kejelasan terkait sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya selama ini.

Lebih khusus kepada Kapolda Papua, Gereja mengharapkan, pengungkapan terhadap para pelaku teror penembakan di wilayah tersebut segera diungkapkan kepada publik.

Dan kepada Komisi Hak Asasi Nasional (KOMNAS HAM) dan KOMNAS HAM Perwakilan Papua untuk segera membentuk Tim Independent dalam rangka mencari pelaku dibalik seluruh kekerasan yang terjadi di Puncak Jaya untuk memperoleh data dan fakta yang akurat demi penegakan hkum, keadilan dan kebenaran.

Dalam berbagai persoalan dan realita kekerasan terhadap masyarakat asli Papua di seluruh Tanah Papua, gereja-gereja di Tanah Papua terus mendoakan Pemerintah, TNI da POLRI agar dikuatkan dan diberi hikmat oleh Tuhan Allah untuk menghadirkan keamanan yang sepenuhnya bagi masyarakat di Papua dalam takut akan Tuhan dan mengasihi sesama manusia. (hen)

Socrates Terancam Dijemput Paksa

JAYAPURA [PAPOS] – Akibat pernyataan Duma Socrates Nyoman yang tudingan bahwa kejadian di Puncak Jaya selama ini merupakan proyek TNI-Polri, membuat kedua institusi meminta pertangungjawaban. Untuk itu Polda Papua mengambil tindakan dengan memanggil yang bersangkutan terkait pernyataannya terssebut. Hanya saja dari surat undangan pemanggilan pertama yang dilayangkan Direktorat Polda Papua kepada Socrates Nyoman, pihaknya tidak mau memenuhi panggilan tersebut.

Namun Polda Papua tidak berhenti sampai disitu, tetapi akan melayangkan surat pemanggilan berikutnya sampai tiga kali, maka Polda Papua akan melakukan jemput paksa.

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi, Wachyono kepada wartawan di ruang kerjanya menegaskan pihaknya akan menindak tegas yang bersangkutan dengan menjemput paksa apabila tidak memenuhi panggilan Polda sebanyak 3 kali. “Kita sudah panggil Socrates terkait pernyataannya dan apabila sampai ketiga kalinya tidak dipenuhi, maka kita akan jemput paksa,” tegasnya, Selasa (10/8) kemarin.

Kabid Humas menyampaikan bahwa pemanggilan tersebut dilakukan sebagai upaya keseriusan Polda Papua dalam mengungkap kebenaran tudingan terhadap kedua institusi itu.

“Kita akan menseriusi, artinya bila pernyataan Socrates benar dengan lampiran bukti-bukti, maka kita akan berterimakasih dan akan ditindaklanjuti ke proses hukum, siapa pun yang terlibat,” tegasnya

Kabid Humas juga menandaskan, terkait penembakan di Puncak Jaya, Polri sudah mengantongi bukti- bukti bahwa kelompok Goliat Tabuni adalah pelaku penyerangan terhadap karyawan PT Modern maupun penyerangan terhadap anggota TNI/Polri serta masyarakat sipil lainnya.

“Semestinya dalam menganalisa suatu masalah harus berdasarkan fakta-fakta dilapangan yang berhubungan antara satu dan yang lain, karena kalau itu cuma opini, analisa itu tidak akurat,” tuturnya.

Menyangkut pernyataan ini, lanjutnya, Polda Papua juga akan menempuh langkah hukum, bila pernyataan Socrates tidak benar dan cuma fitnah. “Kita Cuma mau minta diklarifikasi atau dikonfirmasi, apabila tidak mau datang berarti Socrates sudah memberikan pernyataan fitnah,” tandasnya. [loy]

Ditulis oleh loy/Papos
Rabu, 11 Agustus 2010 00:00

Merpati Tergelincir di Bandara Manokwari

JAYAPURA [PAPOS] – Pesawat Merpati Nusantara Airlines bernomor penerbangan MZ 816 jenis Boeing 737 PK yang di piloti captain Didik Samihadi dilaporkan tergelincir di Runway 17 saat landing di Bandara Rendani, Manokwari, Selasa (10/8) pukul 06.30 Wit.

Dari kecelakaan ini, semua penumpang dinyatakan selamat. Sedangkan pesawat sudah dievakuasi dari jalur Runway.

Menurut data yang diperoleh Papua Pos dari kepolisian, kecelakaan itu bermula saat pesawat naas dari Jakarta tujuan Manokwari hendak landing di Bandara Rendani sekitar pukul 06.30 WIT. Saat itu, tiba-tiba roda pesawat bagian depan tidak bisa dibelokan, sehingga pesawat lurus dan keluar dari jalur Runway. Namun satu jam kemudian pesawat berhasil didorong ke posisi normal.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Wachyono saat dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan adanya kecelakaan pesawat Merpati tersebut.

“Ya, memang ada pesawat Merpati tergelincir dari landasan di Runway 17 Bandara Rendani,Manokwari, tadi pagi, tapi tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Dijelaskan Kabid Humas, tergelincir pesawat ini diduga lantaran ban bagian depan macet dan tidak bisa dibelokan, sehingga mengakibatkan keluar dari jalur Runway. “Itu gara-gara ban depan tidak bisa belok, jadi lurus dan tergelincir,” tukasnya.

Pihaknya menambahkan, tidak berapa lama pesawat sudah ditarik ke posisi semula, sedangkan seluruh penumpang selamat dan sudah dievakuasi dengan alat transportasi yang ada. Sementara, aktivitas bandara Rendani pasca kecelakaan sudah kembali normal.

“ Pesawat sudah ditarik ke posisi semula dan penumpang sudah dievakuasi, yang jelas aktivitas bandara kembali normal,” imbuhnya. [loy]

Ditulis oleh Loy/Papos
Rabu, 11 Agustus 2010 00:00

FPI Berpotensi Ganggu Kehidupan Beragama di Papua

fpi_thumb_medium299_217 JUBI — Ketua II Bidang Konsolidasi Pengurus Pusat Majelis Muslim Papua (MMP), Sayid Fadhal Alhamid mengatakan Muslim Papua tidak membutuhkan Kehadiran Front Pembela Islam (FPI) karena berpotensi mengganggu kehidupan beragama di Papua.

Menurut Alhamid, ormas-ormas Islam di Papua dibentuk dengan dasar semangat kebersamaan dan persaudaraan, dengan sesama umat muslim maupun dengan agama-agama yang lain. Bila semangat ini dinodai dengan tindakan-tindakan seperti di Monas setahun silam maka akan menimbulkan konflik antar agama di Papua, ujarnya.

“Bila ada perkumpulan FPI di Papua harus ada kordinasi dengan Majelis Muslim Papua, apabila ini tidak dilakukan dan kemudian ada konflik mengatasnamakan Islam, maka pihak berwajib harus bertindak tegas,” kata Alhamid di Jayapura, Selasa (10/8).

Pernyataan Alhamid terkait isu masuknya Front Pembela Islam oleh beberapa kalangan di Papua. Isu tersebut muncul pasca tuntutan Refrendum yang dilakukan sejumlah warga sipil Papua pekan lalu. (Marten Ruma)

Hutan Papua Sudah Rusak 30 Persen

JAYAPURA—Kerusakan hutan di wilayah Papua, ternyata sudah mencapai 30 persen. Data tersebut sesuai dengan hasil penelitian dan penilaian kawasan hutan berkonservasi di Tanah Papua.
Hal ini, memberikan indikasi untuk semua pihak agar berhati-hati dalam menentukan kebijakan pembangunan di wilayah Papua.

Demikian disampaikan Direktur WWF Sahul Jayapura, Benja Viktor Mambai seusai Seminar tentang pendaanan berkelanjutan terhadap Konservasi hutan di Papua, yang bertempat di Swesbel Hotel Jayapura, malam lalu.

“Kalau berbicara soal Hutan, hutan di Papua ini relatif 70 persen masih aman alias perawan, namun 70 persen ini bila tidak ada kebijakan yang tepat dan baik, maka Papua bisa kehilangan hutan ini,” sebut Mambai dengan nada sedikit merendah.

Selain itu, tentang kondisi hutan di Papua, ternyata masih sangat kaya dari aspek keanekaragaman hayati, jasa lingkungan maupun aspek sosial budaya.

Mambai mengatakan Wilayah Papua sangat kaya akan keanekaragaman, sehingga untuk menemukan yang terbaru masih diperlukan banyak penelitian mengenai hutan dan keanekaragaman di Papua, maka dari aspek keanekaragaman hayati akan semakin banyak hal yang ditemui. “Dengan melihat potensi sumberdaya alam, tidak membuat kita harus takut untuk melakukan pembangunan. Namun yang penting dari hasil penelitian ini, menjadi input bahan pertimbangan untuk pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan pembangunan yang memperhatikan aspek sosial budaya dan aspek pelestarian,” ujarnya.

Kesimpulan secara umum, lanjut Mambai, bahwa pendekatan pelestarian hutan di Papua harus dilakukan dengan pendekatan pelestarian sosial budaya. Karena dari hasil kajian ini, masyarakat memiliki hubungan emosional, interaksi yang sangat erat dengan SDA yang ada. (hen)

Selama TNI Ada, Papua No Freedom

JAYAPURA—Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjend Hotma Marbun menegaskan, adanya keinginan pihak-pihak tertentu untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak akan terwujud selama TNI masih berada di Papua.

“Tapi selama tentara masih ada di Papua, tidak ada itu Merdeka (baca: No Freedom),” tegas Pangdam kepada media ini seusai mengikuti sidang LKPJ Gubernur di Sekretariat DPR Papua, Selasa (20/7) kemarin.

Jenderal bintang dua ini menegaskan, selama TNI masih tetap ada dan menjalankan tugas kenegaraan sesuai amanah negara, serta mandat rakyat Indonesia untuk mempertahankan keutuhan NKRI, maka wilayah Indonesia akan tetap utuh.

Pangdam mengatakan insiden penembakan terhadap aparat keamanan maupun rakyat sipil di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya yang kerap menyebabkan banyak korban jiwa belum sampai pada kriteria makar, sehingga keamanan kawasan tersebut masih menjadi tanggungjawab POLRI, sementara TNI hanya membantu saja. “Kalau dia yang makar, beda lagi kan ada perintah dari pusat kalau dia yang di atas itu bedah, tujuannya apa kita tidak tahu, kalau tujuannya merdeka, tidak ada yang merdeka, kecuali tentara, saya (Pangdam) disuruh Presiden tinggalkan Papua, tentara pulang, polisi pulang, ya terserah saja mau merdeka atau tidak,” ungkap Pangdam yang melakukan kunjungan ke Puncak Jaya beberapa waktu lalu.

Sedangkan masalah keamanan di Puncak Jaya, mantan Asisten Operasi KASAD ini mengungkapkan, kondisi Kabupaten Puncak Jaya terutama di Distrik Tingginambut yang sering disebut-sebut sebagai basis pergerakan kelompok sipil bersenjata ini sudah berangsung aman.

Menyinggung kemungkinan tidak akan ada lagi penembakan di Puncak, Pangdam dengan nada tinggi mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan jaminan bahwa aksi kelompok bersenjata itu sudah berakhir. “Mereka ini hanya sekelompok orang, mereka inikan memegang senjata tanpa ijin, yang boleh pegang senjata di Indonesia hanya TNI dan Polri sedangkan sipil boleh memegang senjata dengan catatan mendapatkan izin,” jelasnya. Pangdam menambahkan, warga negara yang boleh memegang senjata api hanyalah mereka yang telah menggenggam surat izin, sedangkan yang tidak memegang surat izin tapi memiliki senjata api jelas akan ditangkap Polisi. “Hanya tentara, tentara pun tidak boleh membawa senjata keluar, kecuali dinas atau ada kegiatan, yang tidak berhak pegang senjata ditangkap polisi, oleh karena itu Tigginambut masih menjadi wewenang polisi, tentara hanya membantu,” tandas Pangdam. (hen)

Merpati Tergelincir di Papua

Maryadie
VIVAnews – Pesawat Merpati jenis Twin Otter PK-NUH tergelincir saat hendak lepas landas dari Bandara Bentuni Papua, Minggu 18 Juli sekitar 11.15 WIT. Tidak ada korban kecelakaan itu.

Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono mengatakan, pesawat yang mengangkut penumpang 6 orang dengan 2 kru tersebut, tergelincir saat akan terbang dari Bentuni menuju Sorong.

"Diduga, ban salah satu pesawat pecah saat akan take off dari landasan bandara Bentuni," ujarnya.

Karena pecah ban, lanjutnya, pesawat tergelincir dan tidak bisa terbang. Pesawat akhirnya keluar landasan pacu. "Pesawat karena bannya pecah keluar dari runway, tapi tidak sampai menabrak pagar batas bandara," singkatnya.

Tidak ada korban dalam insiden itu, namun, pesawat masih di luar landasan pacu dan sedang diusahakan untuk didorong ke parkiran landasan.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua
http://www.vivanews.com
http://nasional.vivanews.com/news/read/165286-merpati-tergelincir-di-papua
Dipublikasikan : Minggu, 18 Juli 2010, 11:23 WIB
©VIVAnews.com

HIV-AIDS Ancam Usia Produktif di Papua!

Gubernur Suebu Launching Kampanye HIV di Papua Tahun 2010

JAYAPURA-Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH, mengatakan penyebaran virus HIV-AIDS di Papua sudah menyebar ke populasi masyarakat umum dan terbanyak penyebarannya di usia antara 15-49 tahun atau usia produktif.”Jumlah kasus terbanyak ditemukan pada usia 20-29 tahun sebanyak 2251 kasus yang merupakan usia kerja dan angkatan kerja. Usia ini dalam ancaman, bila tidak ada usaha-usaha pencegahan dan penanggulangan yang efektif dan terkoordinir dengan maksimal. HIV-AIDS sekarang jadi ancaman serius bagi Papua,”ungkap Gubernur Suebu saat launching Kampanye HIV di Papua untuk tahun 2010, di Jayapura, Senin (12/07).

Program kampanye ini didukung juga melalui program Kemitraan Australia Indonesia ( Autralia Indonesia Partnership).

Gubenur Suebu menjelaskan, jumlah pengidap HIV-AIDS di Papua saat ini 4967 kasus, diantaranya HIV 2565 kasus dan AIDS 2405 kasus. Dari jumlah tersebut 402 diantaranya sudah meninggal dunia.
Hasil survey terpadu HIV dan perilaku (STHP) yang dilaksanakan BPS (Badan Pusat Statistik) dan Depkes 2006 melaporkan bahwa epidemic HIV di Propinsi Papua dan Papua Barat telah memasuki populasi umum yakni menyebar ke 2,4 % populasi masyarakat umum dewasa usia 15- 49 tahun.

”Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penularan HIV di Tanah Papua jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia,” ujar Suebu.

Suebu mengajak seluruh elemen di Papua untuk terlibat dalam upaya pencegahan penyebaran HIV-AIDS salah satunya menghindari zina dan hubungan seks di luar nikah. Dan penanganan virus ini harus melibatkan semua komponen masyarakat tanpa terkecuali.Terkait dengan pelaksanaan kampanye itu, tidak terlepas dari strategi komunikasi untuk penanggulangan HIV-AIDS, yakni kampanye multimedia yang melibatkan berbagai saluran komunikasi dan berbagai bentuk media serta menggunakan beberapa pendekatan yang saling bersinergis, yaitu komunikasi untuk perubahan perilaku, advokasi, dan penggerakan masyarakat.

Kampanye ini, mengusung tema, “Kitorang pengaruh, mari bertanggungjawab untuk HIV. Yang maknanya, HIV-AIDS adalah masalah tanggungjawab semua orang yang ada di Papua dalam hal ini berperan aktif, bertindak, dan mengambil tanggungjawab dalam penanggulangan HIV-AIDS di Papua.

Ada 4 hal yang ingin dicapai dalam kampanye ini, yakni, penundaan seks dini dan pengurangan jumlah pasangan seks, ajakan periksa atau tes HIV dan periksa infeksi menular seksual (IMS), peningkatan penggunaan kondom pada setiap kegiatan seks beresiko dan mempromosikan kondom sebagai sarana pelindung kesehatan, dan pengurangan stigma dan deskriminasi terhadap orang hidup dengan HIV-AIDS.
“Harapan kita agar kampanye ini memiliki gema luar biasa di masyarakat dan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku. Kita harus bisa memutuskan mata rantai penularan HIV dan ini tidak bisa ditunda lagi. Mari selamatkan generasi muda Papua dari HIV-AIDS,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPAD Provinsi Papua drh. Constan Karma menandaskan, kampanye pencegahan penyebaran HIV-AIDS di Papua dalam tahun 2010 difokuskan ke kaum lelaki. Alasannya, orang laki-laki memiliki peran dominan dalam penyebaran HIV-AIDS selama ini.

‘ ‘Perbedaan kampanye HIV-AIDS tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini

difokuskan ke para lelaki, karena lelaki yang lebih dominan dalam terjadinya hubungan seksual, sementara 90 persen penyebaran HIV-AIDS di Papua karena hubungan seks,” jelas Ketua KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) Provinsi Papua Constant Karma kepada wartawan di Jayapura, Senin (12/7) saat launching kampanye HIV-AIDS di Papua 2010.

Menurut Karma, laki-laki kategori 3 M (mobile men with money) di Papua memiliki kontribusi tinggi terhadap peningkatan laju pertumbuhan HIV di Papua. Dan ini terjadi pada semua tingkatan, terutama mereka yang memilikin uang dan selalu berpergian ke luar rumah.

“Laki-laki 3 M ini memiliki mobile, atau sering bepergian, punya money banyak dan dominan dalam membuat keputusan melakukan hubungan seks, sehingga itu yang menjadi sasaran kampanye untuk mengurangi penyebaran HIV tahun ini,” jelas.

Acara lauching Kampanye HIV tahun 2010 yang digelar kemarin, diawali dengan doa oleh 5 wakil pemuka angama dari Kristen, Katholik, Islam, Hindu dan Bunda. Setelah itu, pementasan drama singkat tentang kondisi rentan terjadinya HIV dalam keluarga dan lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan gubernur sekaligus melaunching kampanye HIV tahun 2010 yang ditandai dengan pemukulan tifa. Usai acara Launching, Gubenur menyerahkan kunci 1 unit mobil kampanye kepada Pemkab Jayawijaya yang diterima Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo. Acara ditutup dengan meninjau pameran kampanye HIV-AIDS di bagian depan gedung negara.

Acara Launcing Kampanye HIV tersebut diikuti oleh Muspida Provinsi Papua, para kepala SKPD Provinsi Papua, tokoh masyarakat dan tokoh adat, pemuka agama, tokoh perempuan, pimpinan media, LSM, dan stakeholder lainnya. (luc/nls)

Pesawat Premi Air Tergelincir di Papua

Elin Yunita Kristanti

VIVAnews – Pesawat Premi Air PK-RJS jenis Grand Caravan, tergelincir saat mendarat di lapangan terbang Kabagma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, Jumat 9 Juli sekitar pukul 07.35 WIT.

Akibatnya, baling-baling pesawat yang dipiloti Joel, warga Pilipina itu bengkok, dan hingga ini masih berada di lokasi. Tidak ada korban dalam insiden kecelakaan itu.

Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono saat dikonfirmasi mengatakan, pesawat tergelincir karena landasan lapangan terbang licin akibat hujan deras sehari sebelumnya.

“Saat mendarat, roda pesawat tidak bisa direm akibat landasan licin,’’tukasnya.

Sementara itu ajudan Bupati Mamberamo Tengah, Wellem Yobi yang dihubungi via selulernya menjelaskan, pesawat itu terbang dari Wamena mengangkut 5 penumpang.

Lantas, saat mendarat, karena kabut dan landasan licin, tergelicir hingga keluar landasan. “Landasan licin, serta kabut membuat pesawat kehilangan kendali dan keluar runway, tapi tidak sempat menabrak pagar pembatas,’’ ungkapnya.

Beberapa jam sebelum tergelincir, pesawat carteran itu sebenarnya mendarat mulus di lapangan terbang Kobagma. Saat itu pesawat terbang dari Jayapura.

Selanjutnya dari Kobagma pesawat terbang ke Wamena untuk menjemput 5 penumpang. Dan ketika kembali mendarat di Kobagma, terjadilah musibah. “Ketika datang dari Jayapura, pesawat mendarat mulus, tapi saat datang dari Wamena barulah terjadi kecelakaan,’’tukasnya.

Menurut Wellem Yobi, jika tidak terjadi insiden, pesawat itu sedianya akan kembali ke Jayapura menjemput Gubernur Papua Barnabas Suebu untuk kembali diterbangkan ke Kobagma.

“Kalau tidak tergelincir, sesuai jadwal, pesawat akan menjemput Gubernur di Jayapura,’’ jelasnya.

Saat ini, katanya, pesawat sudah berhasil di dorong ke landasan parkir, dan baling-balingnya yang bengkok sedang dalam perbaikan.

Laporan: Banjir Ambarita| Papua
http://www.vivanews.com
http://nasional.vivanews.com/news/read/163409-pesawat-premi-air-tergelincir-di-papua
Dipublikasikan : Jum’at, 9 Juli 2010, 12:47 WIB
©VIVAnews.com

Peran Perempuan Jangan Disepelekan

JAYAPURA–Perempuan sesunggguhnya memegang peranan penting dalam dalam membantu dan menopang kesejahteraan keluarga. Tak heran kalau Walikota Jayapura Drs MR Kambu, M.Si meminta agar tidak menyepelekan peran perempuan.

Dalam berbagai fakta menurutnya menunjukkan bahwa sudah banyak perempuan yang termotivasi untuk berwirausaha demi meningkatkan ekonomi keluarga. “Besarnya modal usaah dan lokasi strategis bulankan merupakan tolak ukur keberhasilan dan semangat untuk maju dan berubah namun harus diimbangi dengan kemampuan untuk kerja keras, ketekukan dan doa,” katanya di depan peserta Pelatihan Manajemen Usaha Bagi Perempuan Dalam Mengelola Usaha di Kota Jayapura yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Walikota, Kamis (24/6).

Menurut Walikota, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kaum perempuan dalam hal ini Mama-mama menata tempat usahanya secara baik, menjaga kebersihan serta menjaga kualitas usaha serta memberikan pelayanan yang baik juga menjadi cara yang tepat untuk bisa bersaing.

Kaum perempuan menurutnya selain memiliki jiwa kewirausahaan, sudah seharusnya juga dilengkapi dengan kemampuan mengelola manajemen usaha secara mantap dan handal. Untuk itu penting bagi peserta untuk memadukan jiwa kewirausahaan dengan kemampuan manajemen usaha yang mantap dan handal sebab itu akan menjadi modal usaha yang sangat dibutuhkan. “Karena berbagai aktor sudah menunjukan bahwa peran prodkstivitas kaum perempuan dalam kondisi apapun mampu menyelmatkan ekonomi rumah tangga keluarga,” katanya.

Semetara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Jayapura, Betty Pui mengatakan bahwa pelatihan yang digelar sehari dan diikuti oleh kaum perempuan dari 5 distrik di Kota Jayapura adalah kalangan usaha kecil diantaranya penjual pinang, kue, sayuran dan sebagainya. “Mereka tidak hanya dibekali bagaimana mengelola usaha tetapi juga akan diberikan modal usaha,” katanya.
Modal usaha tersebut kata Betty Pui untuk setiap orangnya diberikan sebesar Rp 1 Juta yang bersumber dari APBD Kota Jayapura.(ta/nat)

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny