Kapal Motor Tenggelam di Perairan Bacan

Ternate (ANTARA News) – Sebuah perahu motor bernama KM Bobara 01 tenggelam di perairan Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) Selasa siang (22/9).

Sebanyak 85 penumpang kapal motor tersebut selamat.Kasat Intel Polres Halsel Iptu Rahman Dundu ketika dihubungi melalui telpon dari Ternate, Selasa membenarkan terjadinya musibah tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan atas peristiwa itu,” kata Rahman.
Kapal motor tersebut, kata dia, tenggelam dalam pelayaran dari Desa Gandasuli Kecamatan Bacan menuju ke objek wisata Pulau Nusa Raa. Kapal itu mengangkut warga yang akan berwisata ke Pulau Nusa Raa.

Menurut Rahman, kapal motor tersebut tenggelam akibat cuaca buruk serta diduga memuat penumpang melebihi kapasitas. Kapasitas penumpang untuk kapal itu adalah 50 orang.

Penumpang kapal motor tersebut diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi musibah. Seluruh penumpang selamat telah dievakuasi ke Balai Desa Gandasuli.

“Kami belum bisa memastikan apakah ada penumpang hilang atau tidak karena perahu motor itu tidak memiliki daftar penumpang,” kata Rahman.

Pihaknya, kata dia, masih melakukan pendataan serta mencari informasi dari warga soal kemungkinan adanya keluarga mereka yang hilang.

Nakhoda Risman M Saleh sedang dimintai keterangan terkait dengan musibah itu. Ia mengaku kapalnya tiba-tiba oleng dan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang.

Wakil Bupati Halsel Rusly A Wally ketika dihubungi juga membenarkan musibah yang menimpa KM Bobara 01 tersebut.

Ia mengatakan, Pemkab Halsel bersama Polres setempat serta instansi terkait lainnya telah turun ke lapangan untuk melihat kondisi para penumpang yang selamat.
(*)

COPYRIGHT

Brigadir Murdiyono, Anggota Brimob yang Tewas Diberondong Peluru

RUMAH sederhana di kompleks perumahan Brimob Polda Jogja, Jalan Imogiri Timur Kompi C, Gondowulung, Bantuntapan, Bantul, itu kemarin pagi dipenuhi pelayat. Di antara deretan pelayat wanita yang memenuhi ruang tamu rumah tersebut, wajah Ny Supartinah terlihat sangat sedih. Kedua matanya sembap. Wanita 44 tahun itu adalah istri Brigadir Pol Murdiyono.
Murdiyono (bukan Mardiono sebagaimana diberitakan kemarin) adalah salah seorang di antara tiga korban yang tewas setelah diberondong peluru oleh komplotan perampok. Aksi brutal penjahat itu terjadi di Km 7 Jalan Magelang-Jogja, tepatnya di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (15/9)

Saat itu, Murdiyono mengawal dua karyawan PT Kelola Jasa Artha (Kejar), Arif Widiono (warga Kebumen) dan Arif Sudiono (warga Tegalrejo), yang mengangkut brankas berisi uang tunai. Uang tersebut baru diambil dari Bank Danamon Magelang.
Mengendarai Panther, rombongan itu menempuh perjalanan dari Magelang ke Jogja. Peristiwa tak diinginkan terjadi sekitar pukul 16.30. Saat itu, sebuah Suzuki APV memepet Panther tersebut. Selanjutnya, dari dalam APV itu, para penjahat memberondong Panther, sehingga oleng dan menabrak tiang telepon di sebelah jembatan Kali Senowo. Tiga penumpang Panther tewas, yakni Arif Widiono, Arif Sudiono, dan Brigadir Murdiyono. Namun, uang dalam brankas tetap berada di mobil itu.

Kemarin pagi, jenazah tiga korban tersebut dibawa ke rumah masing-masing. Sekitar pukul 08.00, jenazah Murdiyono dibawa ke rumahnya di kompleks perumahan Brimob Polda di Bantul. Begitu jenazah diturunkan dari ambulans milik RS Bhayangkara Polda Jateng, tangis sanak saudara pun pecah.

Saat itulah, istri Murdiyono sampai tak kuasa berdiri. Kedua matanya menatap nanar peti berisi jenazah suaminya tersebut saat akan dibawa masuk ke dalam rumah. Kedua anaknya, Heru Riyanto, 28, dan Herlina Murdiyanti, 25, juga tak kuasa membendung air mata.

Herlina menyatakan, dirinya sama sekali tak merasakan firasat sebelum ayahnya meninggal. ”Tidak ada firasat apa pun. Semua baik-baik saja,” katanya sambil mengusap air mata yang terus menetes dari kelopak matanya.

Hal yang sama dirasakan kakak Herlina, Heru Riyanto. ”Saya tidak pernah merasakan perasaan aneh, semua berjalan seperti biasa. Jadi, saat ada kabar bapak meninggal, saya sempat tidak percaya,” ungkapnya.

Di antara dua anak Murdiyono itu, yang paling terpukul adalah Herlina. Sebab, dia akan melangsungkan pernikahan. Menurut rencana, pernikahannya dengan Bripda Nurhadianto dilaksanakan akhir tahun ini.

Kematian Murdiyono membuat rencana pernikahan tersebut dipercepat. Atas kesepakatan keluarga, kemarin dilakukan ijab kabul antara Herlina dan Nurhadianto di depan jenazah Murdiyono.

Dalam prosesi ijab kabul yang berlangsung di Aula Kompi C, Mako Brimobda Jogja, Gondowulung, Bantul, tersebut, Heru Riyanto bertindak sebagai wali Herlina. Penghulunya adalah KH Wazirudin, pimpinan Ponpes Wonokromo, Bantul.

Jika biasanya dalam ijab kabul wajah mempelai perempuan berseri-seri, kemarin wajah Herlina terlihat murung. Kedua matanya seperti tak pernah berhenti meneteskan air mata. Sang ibu yang duduk di sebelahnya juga tak henti-henti menangis. Suasana pun mengharu biru.

Prosesi pernikahan itu dimulai pukul 08.35 dipimpin Kiai Wazirudin. Setelah prosesi pernikahan, diiringi salawat nabi, satu per satu hadirin dengan tertib memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan keluarga.

Namun, pernikahan yang berlangsung dalam suasana duka tersebut tidak dihadiri petugas KUA (kantor urusan agama).

Setelah prosesi pernikahan, sekitar pukul 14.00, dilakukan pemakaman jenazah Murdiyono di TPU Dusun Suren.

Murdiyono meninggalkan seorang istri, Supartinah, 44, dan dua anak, yakni Heru Riyanto, 28, dan Herlina Murdiyanti, 25. Juga, seorang cucu bernama Kaka Deski Putra, 2, anak pasangan Heru Riyanto dan Eli Herwati, 26.

Murdiyono terakhir bertugas di Satuan Brimob Polda DIJ selama 20 tahun. Sebelum di Brimobda DIJ, almarhum sempat bertugas di Brimobda Jawa Tengah.

Di bagian lain, aparat kepolisian terus menyelidiki perampokan berdarah Selasa lalu (15/9) di Jalan Magelang-Jogja km 7 yang menewaskan tiga orang, yang satu di antaranya anggota Brimob. Kemarin tim Labfor (Laboratorium Forensik) Mabes Polri melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) lanjutan. Dugaan sementara, aksi penjahat itu melibatkan orang dalam.

“Segala kemungkinan dan keterlibatan pihak mana pun dalam kasus ini bisa saja terjadi. Kami masih menyelidikinya,” kata Kapolwil Kedu Kombespol Agus Sofyan Abadi di sela-sela olah TKP kemarin. Juga ada kemungkinan pelaku merupakan sindikat jaringan perampok yang sering beraksi di wilayah Jawa Tengah dan DI Jogja.

Saat ditanya tentang pelaku yang mengenakan pakaian polisi, Agus belum bisa memastikannya. Sebab, dalam kasus perampokan sering ditemukan hal serupa. “Intinya kami masih mendalami kejadian ini. Nanti kami ungkapkan ke publik kalau sudah terbukti,” jelasnya.

Dalam olah TKP itu, petugas juga memastikan bahwa uang sekitar Rp 2 miliar masih utuh di brankas mobil tersebut. Hal itu diketahui setelah petugas bersama Kepala Cabang PT Kejar Jogjakarta Ari Mardiyanto membuka brankas yang terletak di bagian belakang mobil. Di dalamnya masih terdapat dua karung uang yang baru diambil dari dua bank Danamon di Kota dan Kabupaten Magelang. (vie/jpnn/kum)

Kematian Brigadir Pol Murdiyono, anggota Brimob Polda Jogja yang ditembak komplotan perampok di Jalan Magelang-Jogja, Selasa (15/9), membuat pernikahan putrinya dipercepat. Istri Tak Kuasa Berdiri, sang Putri Murung saat Ijab Kabul
Kematian Brigadir Pol Murdiyono, anggota Brimob Polda Jogja yang ditembak komplotan perampok di Jalan Magelang-Jogja, Selasa (15/9), membuat pernikahan putrinya dipercepat. Istri Tak Kuasa Berdiri, sang Putri Murung saat Ijab Kabul

Noordin M Top Tewas!

JAKARTA – Gembong teroris paling dicari, Noordin M Top akhirnya tewas ditembak oleh tim Densus 88, dalam penyergapan yang dilakukan di sebuah rumah, di Desa Kahuripan, Solo, Kamis (17/9) kemarin. Selain Noordin, 3 teroris lainnya ikut tewas dalam penyergapan tersebut.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri sore ini, Kapolri Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri membeberkan kronologis penggerebekan tersangka teroris di Solo yang berujung pada kematian Noordin M Top. Menurut Kapolri, penggerebekan dilakukan setelah Densus 88 menangkap dua nama yang dianggap tahu keberadaan Noordin.

Kapolri membeberkan, Rabu (16/9) pagi, Densus 88 menangkap Rahmat Pudji Prabowo alias Bejo, di pasar Gading, Solo. Seteleh dinterogasi, Bejo mulai menyebut nama lain. Pengakuan Bejo ditindaklanjuti dengan penangkapan Supono. “Densus 88 menangkap Supono, sekitar pukul 15.00 di Pasar Gading, Solo,” ungkap Kapolri.

Selanjutnya, Supono memberi petunjuk tentang persembunyian para tersangka teroris di Desa Kahuripan, Solo, di sebuah rumah yang disewa Susilo. “Diduga, ada diduga beberapa orang pelaku teror yang ada di sana,” sambung Kapolri. Beberapa nama di rumah tersebut diantaranya adalah Noordin M Top, Ario Sudarso (pembuat bom, murid langsung Dr Azahari), serta Bagus Budi Pranoto alias Urwah (pelaku bom Kedubes Australia).

Akhirnya, kemarin malam sekitar pulul 11.30 Densus mulai melakukan evakuasi warga Desa Kahuripan yang tinggal di sekitar rumah Susilo, tempat persembunyian Noordin Cs. Kemudian, kata Kapolri, setelah masyarakat diamankan sekitar pukul 12 malam Densus mulai bergerak.

“Jam 12 anak-anak Densus mencoba mendobrak pintu, tetapi dari dalam langsung disambut dengan rentetan tembakan. Anak-anak mundur, kita beri peringatan (Noordin Cs) untuk menyerahkan diri. Tetapi peringatan kita malah dibalas dengan teriakan heroirk,” urai Kapolri.

Densus pun tidak langsung menggempur Noordin Cs. Densus mencoba menahan diri, dan mengulang-ulang peringatan agar Noordin Cs keluar rumah dan menyerah baik-baik. “Sampai akhirnya terjadilah tembak-menembak. Di dalam ada sepeda motor dan terbakar, kemudian mereka mengamankan diri di kamar mandi,” turut Kapolri.

Polisi pun tak kehilangan akal. Tembok rumah dijebol dengan dengan sebuah ledakan, atau yang lebih dikenal dengan breaching wall. “Dan menjelang subuh, setelah tiga jam, akhirnya anak-anak masuk. Empat korban tewas, satu luka-luka,” sebut Kapolri.
Empat korban tewas itu adalah Noordin M top, Susilo, Ario Sudaro, serta Urwah. Sedangkan korban luka adalah Munawaroh, istri Susilo si penyewa rumah.

Sedangkan dari pihak Densus satu anggotanya terluka karena tembakan. “Terluka ringan di kaki. Sekarang dirawat di Solo,” imbuh Kapolri.

Kabar kematian gembong teroris Noordin M. Top sampai juga ke telinga keluarganya di Malaysia. Tadi malam, keluarga besar Noordin yang tinggal terpisah di Kuala Lumpur, Kluang, dan Johor telah saling berkomunikasi. Mereka menggelar musyawarah dan pertemuan darurat. “Kami masih belum tuntas membicarakan langkah selanjutnya karena ada beberapa anggota keluarga yang masih belum tiba,” tegas juru bicara Keluarga Noordin, Badaruddin Ismail ketika dihubungi Jawa Pos (grup Cenderawasih Pos) dari Jakarta kemarin petang.

Badaruddin mengaku sempat shock ketika pertama kali mendengar kabar kematian Noordin. Yang menarik, dia mendapat kabar pertama kali dari wartawan, bukan dari polisi. “Kami baru yakin setelah mendengar penjelasan resmi dari polisi,” ujarnya.
Besok (hari ini), kata Badaruddin, perwakilan keluarga akan menghadap ke kantor kementerian Luar Negeri Malaysia. Tujuannya, untuk berkonsultasi seputar rencana pemulangan jenazah dari Indonesia. “Barangkali ada dokumen atau perlengkapan yang harus kami siapkan,” terangnya.

Keluarga, kata dia, ingin agar jasad pria yang menjadi top most wanted FBI itu dipulangkan ke Malaysia. Setelah buron selama sembilan tahun, keluarga mengaku ada rasa rindu dan ingin mengapresiasi keinginan Noordin agar dimakamkan di tanah airnya.”Tapi kami masih mempertimbangkan kesulitan dan teknisnya. Nanti setelah rapat keluarga saya jelaskan lagi,” terang dia.

Apakah keluarga memiliki target waktu memulangkan Noordin” Dia tidak menjawabnya dengan pasti. Yang pasti, menurut Badaruddin, diharapkan semua proses akan bisa tuntas setelah Idul Fitri. “Karena ini serba mepet dengan Idul Fitri jadi kami juga sulit memutuskan,” tegas dia.

Keluarga besar, kata dia, tidak memiliki areal pemakaman khusus. Kemungkinan besar, jenazah akan dimakamkan di areal pemakaman umum setempat. “Mungkin pemakaman umum di Johor. Di sana keluarga akan dimakamkan,” terang dia.

Dihubungi terpisah, Mertua Noordin di Kampung Sungai Tiram, Rusdi Hamid tampak tak begitu antusias dengan kabar itu. Rusdi tampaknya sudah patah arang perihal simpang siur kabar kematian sang menantu. “Saya biasa-biasa saja. Lebih baik saya menjalani puasa Ramadan dengan baik saja,” ujarnya.

Rusdi, mengatakan mati atau hidup, Noordin sudah tidak meninggalkan kesan apapun bagi dirinya. Lalu bagaimana dengan istri Noordin” Rusdi mengaku putrinya masih belum bisa bericara kepada media. Yang pasti, saat ini, Siti Rahma mengaku mematangkan rencana mengirim salah satu anggota keluarga untuk bisa datang ke Jakarta dan melihat langsung jenazah sang menantu. “Nanti akan kami sampaikan (kepada media, Red),” kata dia sambil mengakhiri pembicaraan.

Dalam sejumlah kesempatan, Rusdi yang sempat ditemui Jawa Pos di kediamannya memang menyatakan lebih mementingkan menghidupi anak tiga cucunya, yang merupakan keturunan Noordin. Buron seharga Rp 1 miliar tersebut meninggalkan tiga anak hasil perkawinannya dengan putri kelima Rusdi. Masing-masing adalah dua orang anak lelaki berusia 10 tahun dan sembilan tahun, serta seorang anak perempuan berusia delapan tahun. Sejak Noordin meninggalkan rumahnya di Kampung Sungai Tiram 8?9 tahun lalu, anak-anak Noordin telah tumbuh besar tanpa mengenal sosok sang ayah. Karena itu, dia meminta dengan hormat agar mereka tidak diekspos dan dijauhkan dari segala informasi seputar Noordin. Bahkan, kata Rusdi, jika ditanya tentang ayah mereka, pasti anak-anak Noordin sama sekali tidak mengenali karena mereka ditinggalkan ketika masih bayi.(zul/kum/mas/ara/JPNN)

Kapolda Yakin, Pelaku Penembakan Segera Terungkap

JAYAPURA-Serangkaian kasus penembakan yang diawali kasus pembakaran yang terjadi di area obyek vital nasional PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Timika, Kabupaten Mimika yang terjadi sejak pertengahan Juli hingga September 2009 ini masih terus menjadi perhatian serius aparat keamanan dan dalam hal ini Kapolda Papua meyakini pelakunya akan segera terungkap.

Keyakinan ini disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. FX. Bagus Ekodanto kepada wartawan di RM Borobudur di sela-sela buka puasa bersama dengan insan pers di Kota Jayapura, Kamis (17/9).

“Untuk kasus pembakaran dan serangkaian penembakan di Freeport itu, sebentar lagi mungkin pelakunya akan kita ungkap,” kata Kapolda Bagus Ekodanto didampingi Kabid Humas Kombes Pol Drs. Agus Rianto.

Kapolda menegaskan, para pelaku penembakan di area PT Freeport Indonesia ini diperkirakan ada 6 orang dari warga sipil dan saat ini masih dilakukan pengejaran.
Ditanya indikasi keterlibatan kelompok lain dalam serangkaian penembakan di Freeport itu? Kapolda mengakui belum mengetahui secara pasti. “Kami belum tahu, soal keterlibatan kelompok lain dalam kasus penembakan itu,” ungkapnya.

Soal motif penembakan di area obyek vital nasional itu, Kapolda mengatakan bahwa pada intinya yang diperoleh aparat kepolisian adalah pelaku berkeinginan agar PT Freeport Indonesia tutup atau tidak beroperasi lagi.

Hanya saja, lanjut Kapolda, pihaknya sudah melakukan upaya pendekatan dengan serikat buruh, karyawan, Komnas HAM dan dampaknya para karyawan tidak terpengaruh dengan adanya kasus penembakan di area PT Freeport Indonesia tersebut. Apalagi, karyawan sudah mengerti dan bersama-sama untuk melawan teror yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Kapolda mengatakan, dari TNI sudah ada penambahan 600 personel dan saat ini tinggal surat perpanjangan saja, yang didatangkan dari Papua, sedangkan dari Polri didatangkan dari luar Papua.

Untuk pengamanan di Area PT Freeport Indonesia ini, jelas Kapolda, dilakukan di sepanjang mile, yang telah dibagi tugas dengan TNI. “Sebetulnya aktivitas dan mobilitas karyawan seperti biasa. Ya, jika ada kejadian, kadang-kadang manajemen menghentikan sementara, ya berhenti. Tapi, aparat tetap mengamankan mobilitas baik personel, handak dan logistik setiap hari tetap berjalan,” ujarnya.

Soal mile yang dianggap paling rawan, Kapolda mengakui bahwa kejadian itu selalu berubah-ubah tempatnya, hanya saja biasanya antara mile 41 dan mile 42, serta terakhir di Kali Kopi yang berada di luar Tembagapura.

Ditanya adanya informasi anggota TNI yang tertembak? Kapolda mengakui tidak ada, bahkan Kapolda balik menanyakan hal itu kepada wartawan. “Gak ada itu. Dari mana infonya,” tandas Kapolda.

Sementara dalam ceramah buka puasa yang disampaikan oleh Ustadz H. Muhammad Soleh antara lain mengatakan, setiap orang harus bisa mengendalikan hawa nafsunya. Sebab orang biasanya kalau diuji dengan harta masih belum goyah, tetapi ketika diuji dengan hawa nafsu, misalnya wanita, maka biasanya akan jatuh. “Hawa nafsu itu akan menyurut kepada kejahatan, karena itu waspadalah,” tegas ustadz mengingatkan.
Acara buka bersama ini juga dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs. Achmad Riadi Koni,SH dan para pejabat teras Polda Papua lainnya. (bat/fud)

Pesawat Latih TNI AU Jatuh

SRAGEN-Untuk kesekiankalinya, pesawat milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) celaka. Kali ini menimpa pesawat latih tipe Bravo 202 dengan nomor lambung LM 2039 yang berpangkalan di Lanud Adi Sucipto, Jogjakarta. Pesawat ini jatuh di persawahan Dusun Gulan, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, kemarin (17/9).

Kecelakaan tersebut menyebabkan Kapten Pilot, Letda Felix Kurniawan, 22 siswa Skadik 101 Penerbangan Lanud Adi Sucipto tewas mengenaskan. Benturan hebat membuat jasad penerbang muda itu sulit dikenali.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30. Pesawat kecil itu jatuh di persawahan kering milik Joyo Sumarto, warga Sadeyan, Jati, Sumberlawang.

Hebatnya benturan bisa dilihat dari bekas-bekas di tempat kejadian. Hantaman keras membuat tanah di sekitar bangkai pesawat berlubang besar. Serpihan pesawat berhamburan hingga radius 50 meter dari titik jatuh.

Tragedi dirgantara itu menjadi perhatian warga setempat. Tak lama setelah kejadian, mereka berdatangan ke lokasi untuk melihat apa yang terjadi. Beberapa warga mengatakan, sesaat sebelum celaka, pesawat itu berputar-putar di atas Desa Jati.
Pesawat tiba-tiba menukik dengan mesin masih menyala dan langsung menghantam tanah. “Bagian depan pesawat membentur tanah dengan keras sampai terbentuk lubang besar dan pesawat hancur,” kata Wakimin, salah satu saksi mata kepada .

Menurut dia, sesaat sebelum pesawat membentur tanah, terdengar ledakan di udara. Ledakan pertama tersebut, disusul dentuman lebih keras saat pesawat . “Pesawat itu terbang sendirian, tidak ada yang lain. Untung pesawat tidak jatuh di permukiman penduduk, kalau jatuh di permukiman bisa dipastikan akan membawa korban sipil,” lanjutnya.

Kesaksian senada disampaikan Kepala Desa Jati, Purwoatmodjo. Dia mengaku mendengar suara ledakan hebat dari persawahan. Padahal, jarak rumahnya dengan lokasi kejadian sekitar 500 meter. “Suaranya terdengar sangat keras, saya kaget dan langsung mencari sumber suara, ternyata ada pesawat jatuh,” papar dia.

Purwoatmodjo secepatnya melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat. Awalnya, sejumlah warga berniat memberikan pertolongan. Namun, saat mengetahui kondisi pesawat dan tidak ada gerakan dari puing kokpit, mereka mengurungkan niat. Warga memerkirakan pilot tewas seketika dan memutuskan menunggu kedatangan pihak berwenang.

“Pilot terlihat sudah tewas sehingga warga menunggu pihak berwenang tidak jadi memberikan pertolongan,” jelas Purwoatmodjo.

Anggota Polres Sragen tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 11.00. Mereka langsung melokalisir tempat jatuhnya pesawat dengan memasang .

Tak lama kemudian sejumlah pejabat tiba, antara lain, Kapolwil Surakarta, Kombespol Erry Subagyo, Bupati Sragen, Untung Wiyono, Kapolres Sragen, AKBP Jawari dan Komandan Kodim 0725 Sragen, Letkol (Inf) Bayu. S.

Mereka menyaksikan evakuasi jasad pilot dan bangkai pesawat yang dipimpin langsung oleh Danlanud Adi Sucipto, Marsekal Pertama R. Agus Munandar.

Evakuasi berjalan sekitar satu jam. Perlu waktu cukup lama untuk mengeluarkan jasad Letda Felix Kurniawan dari puing-puing pesawat. Setelah berhasil dievakuasi, jasad Felix langsung dibawa ke Lanud Adisucipto, Jogjakarta.

Pihak terkait belum memastikan penyebab kecelakaan. Mereka menyatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan. Sebelum kejadian kemarin, sejumlah kecelakaan pesawat militer terjadi di tanah air dalam tahun ini. (her/ito)

Perumahan PNS di Doyo Baru Dipalang

SENTANI- Jalan masuk ke komplek Perumahan PNS Pemkab Jayapura di Doyo Baru, Kamis (17/9) kemarin dipalang oleh masyarkat adat Kampung Kwadeware. Masyarakat adat tersebut menganggap bahwa lokasi lahan seluas 25 hektar yang dibangun perumahan PNS tersebut hingga saat ini belum dilakukan pembayaran ganti rugi.

Menurut Pdt. Yonas Marweri yang juga Yo Ondofolo kampung Kwadeware mengatakan bahwa kegiatan pemalangan tersebut terpaksa dilakukan karena tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah terkait tuntutan ganti rugi lokasi tanah tersebut.

Dua Gudang Tembakau Terbakar, Puluhan Juta Melayang

Eko Sujarwo – detikSurabaya

Lamongan – Nasib sial dialami Muktar, warga Desa Sido Mlangean, Kecamatan Kedungpring, Lamongan. Dua gudang pembakaran tembakau miliknya ludes dilalap si jago merah, Senin (14/9/2009).

Informasi yang dihimpun mengatakan api bermula dari gudang pembakaran tembakau pertama. Api menjalar ke gudang pembakaran tembakau lainnya yang letaknya memang
bersebelahan.

Muktar pemilik gudang mengatakan, awalnya api tidak begitu besar. Namun ketika akan dipadamkan ternyata langsung melalap semua gudang. Dia bersama karyawan gudang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, karena yang ada di dalam gudang adalah tembakau kering sehingga api pun sulit dipadamkan.

“Api kemungkinan disebabkan oleh hawa panas dari pembakaran yang ada di dalam gudang,” tuturnya kepada detiksurabaya.com.

Dia mengatakan, akibat kebakaran, dirinya rugi hingga ratusan juta rupiah. “Bagaimana tidak mas, lha wong tembakau yang ada di dua gudang rencananya sudah mau saya jual,” ungkapnya.

Ditanya mengenai penyebab oven terbakar, dia mengaku tidak mengetahuinya tapi kemungkinan besar disebabkan hawa pembakaran yang ada di dalam gudang. Api baru bisa dipadamkan sekitar beberapa jam setelah semua gudang terbakar.

“Akibat pembakaran udara menjadi panas sedangkan angin bertiup sangat kencang, sehingga begini ini akibatnya,” ujarnya.(wln/wln)

SBY Minta Jajaran Terkait Siaga

Tampak dalam gambar kerusakan akibat Gempa yang berpusat di Tasikmalaya Jawa Barat.
Tampak dalam gambar kerusakan akibat Gempa yang berpusat di Tasikmalaya Jawa Barat.
JAKARTA (PAPOS) – Getaran gempa berpotensi tsunami yang berpusat di Tasikmalaya, juga terasa di Kantor Presiden, Jakarta. Presiden SBY langsung memerintahkan kepada jajaran pemda dan pihak-pihak terkait untuk mengamankan warga sekitar.
“Karena gempa ini berpotensi tsunami, Presiden minta semua betul-betul disiagakan,” ujar Mensesneg Hatta Rajasa, Rabu (2/9), di Kantor Presiden, Jakarta.

Presiden SBY, menurutnya sudah mendapatkan laporan dari Ketua BMKG mengenai gempa berkekuatan 7,3 SR. Laporan lebih detail termasuk kerusakan yang terjadi akibat gempa dari lapangan akan disampaikan ke Presiden SBY oleh pihak-pihak terkait.

“Beliau memerintahkan saya menghubungi Gubernur Jabar dan Bupati Tasikmalaya untuk mengamankan masyarakat di sana,” sambung Hatta.

11 Orang Meninggal
Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal akibat gempa yang berkeukatan 7,3 SR yang berpusat 142 km di barat daya Kota Tasikmalaya, Rabu (2/9). Petugas piket posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana Satrio yang dihubungi Kompas.com, Rabu sore menyebutkan, 10 korban tewas tercatat di Cianjur dan satu orang di Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan laporan yang masuk, tecatat pula 11 rumah rusak berat dan satu menara masjid rusak.
Menurut Satrio, dari Garut juga dilaporkan empat rumah roboh, sementara 10 gedung perkantoran di Bandung juga roboh.

Ratusan rumah rusak, puluhan di antaranya roboh. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi sejumlah warga mengalami luka-luka.

Kerusakan rumah terjadi di Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Kecamatan Cisaat, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Purabaya, dan Kecamatan Sagaranten, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Atang (65) warga Sindangkerta, Cisaat mengatakan harus mengungsi karena tembok dan atapnya ambruk. Sebagian warga masih memilih tinggal di luar rumah karena takut terjadi gempa susulan.

Dikabarkan juga sedikitnya enam orang warga Cianjur berhasil ditemukan dalam timbunan rumah akibat gempa, Rabu, dan lainnya dilaporkan masih dinyatakan hilang.

Keenam warga itu, ditemukan tertimbun bersama rumah mereka, di Kampung Rawa Hideung, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong Cianjur Selatan.

Korban yang terdiri dari 12 keluarga yang tinggal tepat di bawah Gunung Tujuh, diduga tidak dapat keluar dari rumah ketika gempa berskala 7,3 richter menguncang kawasan itu.

Pasalnya ungkap beberapa orang saksi mata, bersamaan datangnya gempa bagian kaki Gunung Tujuh yang mengelilingi kampung itu, ikut longsor dan menimbun rumah warga yang ada dibawahnya.

“Kampung ini memang dikelilingi tebing . Ketika gempa datang disertai longsoran tanah,” kata Agus Sobandi (32) tokoh masyarakat, ketika dihubungi melalui telepon.

Ia menambahkan, di kampung tersebut tercatat sedikitnya 12 orang kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 30 orang dan bangunan permanen sebanyak 15 buah.

Saat ini kampung tersebut sebagian besar tertimbun tanah gunung. Sebagian besaar tanah menutupi rumah hingga 2 meter diatasnya.

Sebagian besar penghuni rumah saat gempa terjadi tengah berada di dalam rumah dan diduga sebagian besar tertimbun bersama rumah mereka.

Hingga kini informasi dihimpun , warga dan aparat setempat baru berhasil menemukan enam orang warga dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan sulit dikenali.
“Perkiraan kami masih banyak warga yang tertimbun. Upaya pencarian dilakukan secara manual bersama warga dari desa tetanga,” terang Agus.

Sedangkan jenazah ke enam korban yang berhasil ditemukan saat ini disimpan di balai Desa Cikangkareng.
Informasi dihimpun dari Pihak Satgana PMI Cianjur, menyebutkan pihaknya, saat ini tengah meluncur ke lokasi kejadian.

“Kami belum tahu secara pasti berapa korban jiwa seluruhnya. Informasi terkahir menyebutkan baru enam orang ditemukan dan puluhan dikabarkan hilang,” kata Heri tim Satgana PMI.

Kekuatan Makin Kecil
Gempa yang menggoncang hampir seluruh Pulau Jawa ternyata terjadi tiga kali. Namun kekuatan gempa semakin menurun.

“Gempa pertama itu 7,3 SR, kedua 6,0 SR dan terakhir 5,1 SR,” kata Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Pakaya saat dihubungi detikcom, Rabu (2/9).

Rustam mengatakan, meski berpotensi, hingga pukul 15.50 WIB, tsunami tidak terjadi. “Sampai sekarang sih nggak ada. Sudah lewat 30 menit,” kata Rustam.

Gempa yang menggoncang hampir seluruh Jawa itu dirasakan pukul 14.55 WIB. Sejumlah rumah dan bangunan rusak akibat peristiwa ini. Namun hingga kini belum dilaporkan adanya korban jiwa.(ant/dtk)

TNI Tambah 600 Prajurit Amankan Freeport

Ditulis oleh Ant/Papos

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ahmad Yani Nasution Irjen Pol Drs. FX Bagus Ekodanto
BIAK (PAPOS) – Sedikitnya 600 prajurit TNI AD akan diperbantukan mengamankan areal kerja PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Timika, Papu mulai 2 September 2009.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ahmad Yani Nasution di Biak, Senin, mengatakan, penempatan ratusan prajurit TNI itu atas permintaan Polri dalam upaya memulihkan situasi Kamtibmas di areal PT.Freeport.

“Ke-600 prajurit TNI AD tambahan itu akan bertugas secara efektif 2 September,” kata Mayjen AY Nasution.
Ia mengakui, prajurit TNI AD yang diperbantukan mengamankan Freeport dipersiapkan untuk menghadapi kelompok separatis (TPN/OPM) yang sering mengganggu keamanan masyarakat setempat, khususnya di sekitar Freeport.

Nasution belum memastikan sampai kapan prajurit tambahan itu akan bertugas di Freeport, yang jelas sampai situasi keamanan di sana benar-benar pulih.
Menyinggung situasi keamanan di Papua dan Papua Barat, Pangdam Nasution mengemukakan, sampai saat ini tetap kondusif. Aktivitas warga masyarakat maupun fasilitas umum berjalan normal seperti biasanya.

“Untuk wilayah teritorial Kodam XVII/Cenderawasih situasi aman dan terkendali,” ujar Nasution.

Kembali Normal
Mobilitas kendaraan dari Timika menuju Tembagapura dan sebaliknya kembali normal pasca insiden penembakan terhadap bis karyawan dan truk trailer PT Freeport Indonesia , Jumat (28/8).

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Agus Rianto di Timika, Senin mengatakan situasi keamanan di sepanjang ruas jalan Timika-Tembagapura masih cukup rawan sehingga setiap kendaraan yang melintas harus dikawal oleh aparat gabungan TNI dan Brimob.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan manajemen PT Freeport untuk mengatur mobilitas karyawan yang hendak naik atau turun disesuaikan dengan jadwal kerja mereka dan juga memperhatikan situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif,” katanya.

Agus Rianto membenarkan sempat terjadi kontak tembak sekitar 20 menit antara aparat gabungan TNI dan Brimob dengan kelompok bersenjata yang menyerang bis karyawan dan truk trailer Freeport di Mile 42-41, Jumat lalu.

“Sempat terjadi kontak tembak dengan aparat gabungan yang mengawal bis karyawan sekitar 10-20 menit. Namun tidak ada korban yang terluka dalam kejadian itu,” jelasnya.

Menurut Agus, polisi membutuhkan dukungan dari semua pihak agar dapat mengungkap dan menangkap pelaku yang selalu membuat teror di areal Freeport selama dua bulan belakangan.

Bis karyawan yang terkena tembakan oleh kelompok bersenjata yang belum diketahui identitasnya itu dikemudikan Usman.

Saat itu, bis naas yang mengangkut puluhan karyawan Freeport dan kontraktornya itu sedang melintas dengan beberapa kendaraan lain di sekitar Mile 42-41 dalam perjalanan dari Tembagapura menuju Terminal Gorong-gorong Timika.

Ketika tembakan terjadi, karyawan panik dan spontan melakukan tiarap di dalam bis.

Insiden penembakan yang terjadi berulang-ulang di sepanjang ruas jalan Timika-Tembagapura sempat mengakibatkan mobilitas karyawan dari Timika ke Tembagapura dan sebaliknya ditutup selama hampir dua minggu. (ant)

Kilas Balik HAM Perempuan Papua

Mellvin

Perempuan Papua (Foto, Musa, JUBI)
Perempuan Papua (Foto, Musa, JUBI)

Pemenuhan HAM bagi Perempuan Papua ternyata belum sepenuhnya dilakukan. Sejumlah tokoh perempuanpun harus menggerutu takkala membaca koran pagi yang masih saja berisikan kekerasan terhadap kaum hawa.

Masalah pemenuhan HAM bagi perempuan Papua, memang terkesan lambat. Sejumlah pihak yang berkecimpung dalam bidang ini, kerap pula tak serius menanganinya. Kekerasan demi kekerasan yang menimpa kaum hawa berjalan lurus dengan grafik penganiyaan yang menimpanya. Dalam tahun 2007, kekerasan yang terjadi pada perempuan di Papua masuk dalam peringkat ketiga terbesar diseluruh Indonesia. Disusul Maluku dan Yogyakarta. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan, kekerasan di Papua mencapai 13,62 %, Maluku 10,39 %, dan Yogyakarta 9,14 %. Survei mengambil sampel 68.800 rumah tangga yang tersebar di seluruh provinsi dengan blok sensus perkotaan dan pedesaan. Secara keseluruhan, Wien Kusdiatmono selaku penanggung jawab operasionalisasi tersebut memaparkan, kekerasan terhadap perempuan mencapai 3,07 %, 3,06 % terjadi di perkotaan dan 3,08 % di pedesaan. Sehingga diperkirakan di antara 100 orang, terjadi tiga kekerasan yang dialami perempuan. Jumlah kejadiannya mencapai 3 juta dengan 2,27 juta korban.

Kekerasan terhadap perempuan paling banyak dalam bentuk penghinaan sebesar 65,3 %, penganiayaan (25,3 %), pelecehan (11,3 %), penelantaran (17,9 %), dan dalam bentuk lainnya yang tidak didefinisikan (16,2 %). Menurut Wien, penganiayaan paling banyak terjadi di Papua dengan persentase 70,3 %. Adapun di Yogyakarta kekerasan dalam bentuk penghinaan paling tinggi terjadi dengan persentase 83,43, sedangkan Maluku dan Papua masing-masing 63,70 dan 53,42 %. Berdasarkan data Komnas Perempuan, kekerasan terhadap perempuan tercatat 12.209 pada 2004, meningkat dari 2003 sebanyak 7.787 kasus, 2002 sebanyak 5.163, dan 2001 sebesar 3.169 kasus.
Dominggas Nari dalam

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny