Ban Wings Pecah Saat Mendarat di Selaparang

11/05/09 19:28

Mataram (ANTARA News) – Ban utama sebelah kiri bagian dalam pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 8384, pecah saat mendarat di Bandara Selaparang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin pukul 15.57 Wita.

Namun pendaratan pesawat dengan rute penerbangan Surabaya-Mataram yang mengangkut 166 penumpang dan awak itu tetap berjalan normal karena ban lainnya berfungsi normal.

Menurut petugas Airport Deputy Manager (ADM), Rudy, ban pesawat pecah saat mendarat dan sempat menimbulkan bunyi sehingga petugas bandara bersikap siaga.

Sesaat setelah mendarat, pesawat jenis MD-82 yang pada lambungnya bertuliskan PK-LMP itu langsung diarahkan ke apron untuk proses pergantian ban yang pecah.

Ban utama pesawat bagian kiri dalam yang pecah itu merupakan jenis `nine gear.

“Umur ban masih dalam batasan waktu penggunaan, ban itu bisa pecah mungkin karena faktor lain saat pendaratan,” ujarnya.

Rudy yakin ratusan orang penumpang di pesawat Wings Air yang mengalami ban pecah itu, tidak mengetahui insiden tersebut sehingga tidak terlihat tanda-tanda kepanikan.

“Saya kira para penumpang tidak tahu kalau ban pesawat pecah, mereka tidak panik dan terlihat normal-normal saja. Justru petugas apron di bandara yang mengetahuinya,” ujar Rudy.

Hingga kini, pesawat Wings Air itu masih berada di apron Bandara Selaparang, padahal semestinya harus kembali ke Surabaya pukul 17.30 Wita sesuai jadwal penerbangannya.

Menurut Manager Operasi (MO) PT Angkasa Pura I Bandara Selaparang, Ishak Worabae, selain pergantian ban yang pecah petugas bandara masih melakukan serangkaian pemeriksaan teknis penerbangan.

Ishak pun belum bisa memastikan waktu penerbangan lanjutan Wings Air itu.

Namun, Stasion Manager Lion Air, Indra Apriamar, membantah adanya insiden ban pecah saat pesawat Wings Air itu mendarat di Bandara Selaparang.

Namun, ketika ditanya mengapa ada pergantian ban di apron Bandara Selaparang, Indra mengatakan itu hanya pergantian ban skala biasa. (*)

COPYRIGHT

Bintang Kejora Berkibar di Serui

Suasana sidang kasus makar dengan terdakwa Sem Yaru.JAYAPURA-Sidang kasus makar yaitu pengibaran Bintang Kejora di halaman kantor MRP Kotaraja, dengan terdakwa Semuel Yaru dan Luther Wrait, Rabu (12/5) kemarin kembali dilanjutkan dengan menghadirkan tiga orang saksi. Mereka adalah dua orang security Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) dan satu orang anggota polisi. Para saksi tersebut berada di TKP (halaman kantor MRP) saat Sem Yaru CS mengibarkan Bintang Kejora.

Namun karena pertimbangan waktu dan masih banyaknya agenda sidang, sehingga saksi yang diperiksa hanya du orang security Kantor MRP masing-masing Daniel O Wanggai dan Frengki. Kedua saksi di depan majelis hakim mengakui saat kedua terdakwa datang dengan massa pada 16 November 2009 sekitar pukul 10.00 WIT sedang melaksanakan tugas pengamanan kantor MRP.

Salah satu saksi bernama Daniel O Wanggai yang ditemui sebelum sidang menceritakan bahwa saat datang terdakwa Sem Yaru tidak langsung dengan massa dan juga tidak langsung mengibarkan bendera Bintang Kejora. ‘’Saat datang hanya sempat mengungkapkan kata-kata merdeka beberapa kali kemudian pergi. Tidak lama kemudian datang lagi dengan massa dan di tengah halaman Kantor MRP Sem Yaru mengeluarkan bendera yang disimpan di kantongnya kemudian diikatkan pada batang pohon pinang,’’ cerintanya.

Dikatakan, saat demo tersebut, tidak ada anggota MRP yang menemui ataupun menerima aspirasinya. ‘’Waktu itu yang menemui para pengunjung hanya Ibu Angganita Waly. Bukan anggota MRP,’’ ungkapnya.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Puji Wijayanto,SH tampak kedua terdakwa didampingi oleh tim kuasa hukum sebanyak delapan orang dari LHB Papua dan sejumlah advokad dari lembaga advokatd lainnya. Sidang pemeriksaan saksi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut ditunda hari Kamis (20/5) masih dalam agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Sekedar diketahui, Semuel Yaru (52) dan Luther Wrait (52) bersama satu orang yang masih DPO bernama Alex Mebri adalah secara bersama-sama merencanakan aksi unjuk rasa dan dalam pelaksanaannya, Semuel Yaru adalah penanggungjawab demo sekaligus sebagai juru bicara, Luther Wrait sebagai pengkoordinir dan pengumpul massa dan Alex Mebri bertugas menyiapkan pamflet dan bendera Bintang Kejora.

Dalam aksi demo tersebut, Sem Yaru dengan membawa bendera Bintang Kejora yang diikat pada batang phon pinang sepanjang 2,5 meter. Dalam orasinya Sem Yaru mengatakan bahwa Otsus gagal dan hanya dirasakan segelintir orang saja.

Selain itu juga dikatakan bahwa Otsus yang merupakan hasil perjuangan rakyat Papua, sehingga hasilnya harus untuk rakyat Papua dan apabila Otsus gagal maka lebih baik kita merdeka. Orasi tersebut kemudian disambut oleh sekitar 50 orang yang ikut aksi demo dengan teriakan merdeka berulang-ulang.

Atas perbuatannya Sem Yaru dan Luther Wrait oleh JPU A Harry,SH mendakwanya dengan pasal makar, yakni untuk Sem Yaru Pasal 106 KUHP subsidair pasal 110 ayat (1) ke-2 dan pasal 160 KUHP tentang. Sedangkan untuk Luther Wrait karena perannya hanya membantu sehingga ditambah dengan pasal 56 KUHP.(cr-10)

bintangpapua.com

Pembangunan Jalan Trans Jayapura-Wamena, Makin Tidak Jelas

JAYAPURA-Kelanjutan proyek pembangunan jalan trans Jayapura-Wamena yang kini sudah mencapai jarak sekitar 500 kilo meter, nasibnya makin tidak jelas.

Pasalnya, Provinsi Papua melalui Dinas PU tidak lagi mengagendakan proyek tersebut untuk diselesaikan. Tidak dilanjutkannyanya jalan ini, karena dinilai tidak akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, ini lantaran perencanaan awalnya sudah tidak tepat, jadinya proyek tersebut mubazir, tidak dapat dimanfaatkan. Buktinya, meski jalan itu sudah pernah tembus ke Wamena, namun karena tidak digunakan, sehingga menjadi hutan kembali.

“Dulunya kan sudah tembus, tapi tidak digunakan sehingga jadi hutan kembali,”jelas Kepala Dinas PU Provinsi Papua Ir Jansem Monim MT kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di GOR Cenderawasih, Senin.

Karena itu lanjutnya, untuk sementara proyek jalan Jayapura-Wamena tidak akan jadi prioritas lagi. “Kita abaikan dululah,”katanya.

Dikatakan program provinsi tahun ini masih tetap melanjutkan program tahun lalu, yaitu fokus tujuh ruas jalan stategis dan 4 program prioritas.

Untuk empat program prioritas, salah satunya dengan membuka keterisolasian 8 Kabupaten yang ada di wilayah Pegunungan Tengah melalui program transportasi terpadu, yaitu memanfaatkan sungai,laut dan darat. Melalui program ini dinilai lebih efektif dan efisien dan dapat mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Tuhan sudah beri kita sungai, laut dan darat, kenapa kita tidak manfaatkan dengan baik,”tambahnya lagi.

Dua dari empat program prioriotas itu diperkirakan berjarak antara 170 sampai 2000 kilo meter lebih, mulai dari Wamena-Habema, Nduga dan Genyem ke arah selatan. Jalan ini sangat strategis, sebab jika itu dibuka, maka Pegungan Tengah yang selama ini terisolir, kecuali transportasi pesawat, akan terhubung dengan daerah-daerah lainnya.

“Kami harapkan dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun sudah terbuka ke arah Selatan Pantai,” katanya.

Selain itu dalam empat skala prioritas juga akan dibuka ke arah Selatan dari Timika ke Enarotali. Ini juga menjadi prioritas, karena di wilayah itu akan dibuka PLTA yang akan ditempatan di sekitar Wagete. PLT ini diharpkan memenuhi kebutuhan listrik sekitar wilayah itu, terutama Timika.

“Proyek ini sudah dimulai diharapkan bisa selesai pembukaannya tahun 2010, setelah itu bisa ditingkatkan lagi,”tambanya.(don)

Tersangka Penyerangan Polsek Abe Masih Dirawat

JAYAPURA (PAPOS) –Sementara, dua tersangka kasus penyerangan Mapolsek Abepura 9 April 2009 lalu, menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Papua Kombes Pol Bambang Budi Pratikno masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. Perawatan itu karena luka tembak yang diderita belum sembuh.

“Polisi akan menunggu kedua tersangka ini sembuh sebelum melanjutkan proses hukum mereka,”katanya di Jayapura, Selasa (28/4) kemarin.

Kedua tersangka itu adalah DA dan YY.”Mereka harus diobati dulu hingga sembuh. Ini hak mereka berdua. Tidak boleh kami memeriksanya lalu menyerahkan mereka ke kejaksaan dalam keadaan sakit,” katanya di Jayapura, Selasa (28/4) kemarin.

Selain mendapatkan perawatan medis, Polda Papua juga akan mengupayakan keduanya didampingi pengacara selama menjalani penyidikan. Keduanya menderita luka tembak saat menyerang kantor polisi Kamis 9 April 2009 sekitar pukul 01.00 WIT bersama belasan orang kelompok kriminal bersenjata.

Dalam kasus Papua telah menetapkan tujuh tersangka namun satu tersangka dijerat dengan kasus pencurian. “Satu tersangka mencuri HT milik polisi. Dia tidak terlibat langsung penyerangan tapi pencurian,” katanya.

Sementara itu, dua tersangka tewas karena terkena tembakan polisi yang berusaha mencegah kelompok kriminal ini merusak Mapolsek Abepura. Kelompok ini menyerang kantor polisi dengan panah dan bom rakitan.

Kasus penyerangan kantor polisi yang terjadi hanya beberapa jam menjelang Pemilu itu mendapatkan perhatian serius dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden memanggil Menkopolhukam Widodo AS, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan Kepala BIN Syamsir Siregar ke rumah pribadinya di Cikeas, Bogor untuk membahas masalah ini.(ant)

Ditulis oleh Ant/Papos
Rabu, 29 April 2009 00:00

Perempuan Papua Harus Getol Memperjuangkan Hak Perempuan

JAYAPURA (PAPOS)- Sebagai perempuan Indonesian, semangat Kartini harus menjadi motifasi untuk tetap maju dan berjuang dalam kesetaraan mengikuti jejak-jejak kartini yang memperjuangkan hak-hak perempuan.

Demikian disampaikan Wakil ketua Tim penggerak PKK Kota Jayapura HJ. Suojarwo pada acara resepsi Hut Kartini ke-130 tingkat distrik Heram di halaman Kantor Distrik Heram Ekspo Waena, Senin (27/4) kemarin. Tema HUT Kartini tingkat distrik Heram kali ini berjudul dengan semangat hari Kartini ke 130 kita tingkatkan keterwakilan kaum perempuan di Legeslatif demi terciptanya keadilan dan kesetaraan gender.

Acara resepsi ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK tingkat Distrik Heram, diantaranya kegiatan tarik tambang, lompat karung, jahit menjahit dan pemberian bantuan kepada pedagang-pedagang kecil dipinggir jalan.

Resepsi ini dihadiri sekitar 50 pewakilan dari dari Tim penggerak PKK Kota Jayapura, tingkat Distrik dan kelurakhan. Pada saat saat itu juga diserahkan hadiah oleh Tim Penggerak PKK distrik Heram kepada ibu-ibu para pemenang dalam lomba HUT Kartini.

Menurut Ketua Tim penggerak PKK tingkat Distrik Heram Lina Ongge ketika ditemui Papua Pos usai resepsi di di halaman Kantor Distrik Heram Ekspo Waena mengatakan, resepsi tersebut adalah acara puncak dari semua kegiatan yang dilakukan Tim penggerak PKK distrik Heram dalam rangka menyongsong Hut kartini ke-130.’’Semoga dengan semangat kartini ini sebagai perempuan kita terus tingkatkan keterwakilan kaum perempuan, apalagi kaum perempuan yang pada pesta demokrasi 2009 ini berhasil duduk di legislatif agar terus memperjuangkan hak-hak perempuan kuhsusnya perempuan-perempuan di Papua,’’ pintanya. (cr-45)

Ditulis oleh Cr-45/Papos  
Selasa, 28 April 2009 00:00

Keberadaan Anggrek Papua Terancam

Jayapura (PAPOS)- Kebun Bibit Hortikultura Provinsi Papua kini mengembangkan tanaman hias Anggrek, yang jenis dan penyebarannya cukup signifikan di daerah hutan Papua.

Menurut Pimpinan Kebun Bibit Hortikultura Provinsi Papua, Yunus Rumbino di Jayapura, Senin (20/4), Anggrek merupakan tanaman hias yang dibudidayakan di tempat tersebut karena keberadaannya di alam mulai terancam seiring dengan semakin maraknya perambahan hutan yang disertai penebangan pohon secara berlebihan.

“Pohon-pohon merupakan tempat hidup Anggrek yang sangat vital. Jika jumlah pohon berkurang, maka berkurang pula Anggrek yang tumbuh,” ujar Yunus.

Anggrek dapat dijumpai di daerah tropis maupun subtropis. Di daerah beriklim subtropis yang bersuhu dingin, Anggrek tumbuh di atas tanah. Sedangkan di daerah tropis, Anggrek tumbuh di batang-batang pohon yang tinggi.

Selain menyediakan habitat alamiah Anggrek di kebun pembibitan dan memperbanyak anakan dari tanaman tersebut sehingga tidak terancam punah, kegiatan budi daya juga dilakukan dengan hibridisasi atau kawin silang antara sesama Anggrek Papua dan dengan Anggrek luar Papua.

Hasil hibridisasi ini menghasilkan Anggrek baru dengan bentuk yang lebih variatif baik dari segi bentuk kelopak maupun warnanya sehingga memperkaya jenis tanaman yang berasaal dari keluarga Orchidaceae ini.

Sementara itu, agar pembudi dayaan Anggrek semakin luas di masyarakat, Kebun Bibit Hortikultura juga melakukan pembinaan kepada sejumlah petani di Jayapura.

Petani-petani tersebut kini sebagian besar telah membuka usaha pembibitan dan penjualan tanaman hias secara mandiri. “Dari hasil mengikuti penyuluhan dan pelatihan dari kami, bahkan mereka sekarang lebih kreatif dan melakukan banyak inovasi,” kata Yunus.

Selain membudi dayakan Anggrek, Kebun Bibit Hortikultura Provinsi Papua mengembangkan pula berbagai jenis tanaman hias lain, seperti aglonema, beragam palem-paleman dan Keris Papua yang merupakan tanaman lokal khas Papua.

Di kebun ini, terdapat juga budi daya tanaman buah, sayur dan obat-obatan sesuai dengan misi kegiatan hortikultura yaitu pemanfaatan sekaligus memperindah halaman rumah dengan tanaman-tanaman tersebut. (bela/ant)

Ditulis oleh Javaris/Ant/Papos
Rabu, 22 April 2009 00:00

2 SSK Kawal Sidang Buchtar

JAYAPURA (PAPOS) –Polisi tidak mau kecolongan dalam soal pengamanan sidang Bucthar Tabuni-terdakwa kasus dugaan makar-yang rencananya kembali digelar hari ini, Rabu (22/4).

Untuk pengamanan jalannya sidang, menurut Kapolresta Jayapura AKPB Robert Djoenso SH, sedikitnya 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) aklan diterjunkan.

Ketatnya pengamanan terdiri dari satuan Dalmas Polresta Jayapura dan satuan Brimob itu untuk mengantisiapsi aksi demo massa pendudukung terdakwa yang acap kali mewarnai jalannya sidang.

“Kami akan perketat pengamanan siding,” katanya kepada Papua Pos di Mapolresta Jayapura, Selasa (21/4) kemarin.

Seperti diketahui siding-sidang Buchtar Tabuni selalu diwarnai aksi demo oleh pendukungnya walaupun aksi mereka tidak sampai menggangu jalannya siding.

Pasalnya, selain pengamanan diperketat oleh aparat kepolisian, halaman sekitar gedung dipenuhi aparat yang dibauk-up dengan mobil water canon, sementara massa hanya bisa berdiri di seberang jalan depan pertokoan Kantor Pengadilan Negeri Jayapura.

Ketatnya pengamanan dimana setiap pengujung sidang harus melewati pemeriksaan dua kali di pintu gerbang masuk halaman dan pintu masuk gedung pengadilan oleh petugas.

Namun pada sidang tanggal 15 April lalu. dengan ageda sidang mendengarkan keterangan saksi ahli, massa Bucthar tidak melihatan hadir.

Kapolresta berharap, sidang berjalan damai agar aparat tidak lagi dicecoki aksi demo pendukung Bucthar Tabuni, seperti nuasa aman pada sidang tanggal 15 April lalu tidak ada aksi demo.

“Semoga aman tidak terjadi demo massa,”katanya.(cr-50)

Ditulis oleh Cr-50/Papos
Selasa, 21 April 2009 17:28

Pesawat Mimika Air Jatuh

PESAWAT : Beratnya medan dan cuasa yang sering berubah jadi kendala transportasi udara di pedalaman Papua

PESAWAT : Beratnya medan dan cuasa yang sering berubah jadi kendala transportasi udara di pedalaman Papua
JAYAPURA (PAPOS)

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny