Investasi Ancam Hutan Papua – Dari Peluncuran Program Selamatkan Manusia dan Hutan Papua

JAYAPURA-Hasil survey awal search og save the people and forest of Papua yang dilakukan di 7 wilayah adat Papua menunjukkan bahwa tidak hanya keseimbangan lingkungan yang terganggu akibat investasi di hutan Papua.

Selain mengganggu keseimbangan hutan, fungsi dan nilai sosial masyarakat asli (adat) Papua telah mengalami degradasi yang sekaligus mengganggu keseimbangan ekologi masyarakat Papua. Tak hanya itu, berbagai kenyataan pahit kini tengah mengancam hutan Papua bahkan telah terjadi sehingga mengancam kehidupan orang Papua. Hal ini membuat Foker LSM menyusun program penyelematan.

Yang diawali dengan melakukan kampanye perlindungan dan mendorong pengakuan terhadap hak – hak masyarakat adat Papua yang didesign dengan tema selamatkan manusia dan Hutan Papua.

Program itu diluncurkan kemarin di GOR Cenderawsih dengan disaksikan oleh sejumlah pihak terkait mulai dari unsur pemerintah, pers, militer, pengusaha dan berbagai stakeholder lainnya.

Launching ditandai dengan pemutaran film yang menguak tentang potret hutan Papua saat ini yang terancam yang bertajuk Nasib Tanahku yang berlokasi di Teluk Bintuni. Film dengan durasi 12 menit ini mengungkap keprihatinan seorang tokoh adat Papua Marinus Yetu karena hutan dimana ia menggantungkan hidup telah terganggu akibat eksploitasi oleh sejumlah perusahaan kayu yang beroperasi di wilayah itu dan kemudianm terhenti setelah dilaksanakannya Operasi Hutan Lestasi (OHL)..

Film itu juga menggambarkan betapa prihatinnya Marinus Yetu terkait banyaknya kayu -kayu yang terlanjur di tebang dan disegel pihak kemanan. “Masyarakat berharap pemerintah bisa membuat kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini supaya kayu – kayu yang telah ditebang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Filem lainnya yang juga diputar dalam kesempatan itu adalah film berjudul Bissnis Gaharu, Bencana Atau Anugerah yang berlokasi Distrik Asue, Mappi. Filem ini menggambarkan situasi social yang buruk akibat trend kayu Gaharu yagn semakin marak sehingga menyebabkan kayu ini terus dikejar dan dibabat habis tanpa peduli dengan batas – batas wilayah adat yang selama ini dihormati masyarakat.

Trend Gaharu ini kemudian telah mendatangkan situasi yang memprihatinkan dengan terbukanya perjudian, pelacuran hingga Miras. Film lainnya bertajuk Janji Untuk Sejahtera dengan setting di Kampung Yeti Kabupaten Keerom yang menggambarkan tentang pembukaan lahan untuk kelapa sawit oleh PT PN II serta beberapa filem lainnya yang semuanya menggambarkan fakta tentang hutan dan manusia Papua yang sedang terancam. Itu berarti investasi telah mengancam hutan Papua.

Berangkat dari fakta – fakta itu Fokler LSM kemudian meluncurkan program tersebut. Seperti kata Direktur Eksekutif Foker LSM Septer Manufandu fakta – fakta tersebut menjadi prinsip dasar baginya untuk menyusun suatu program yang disebutnya selamatkan manusia dan hutan Papua. “Sebab hutan merupakan laboratorium segala bentuk kehidupan masyarakat yang tinggal di hutan ataupun yang berinteraksi dengan hutan,” katanya.(ta)

Gereja dan Adat Diharap Berperan Menjaga Lingkungan Hidup

SENTANI-Keberadaan Cagar Alam (CA) Cyclops yang kian hari kelestariannya semakin terancam mengalami kerusakan karena letaknya yang berada dekat dengan pusat pemerintahan baik kabupaten maupun Kota Jayapura, mendapat perhatian dari GKI di tanah Papua khususnya bidang Keadilan, Perdamaian, dan keutuhan, Ciptaan (KPKC) Klasis Sentani bekerja sama dengan Conservation International (CI) Indonesia untuk mengkajinya secara khusus.

Terkait dengan kondisi tersebut, KPKC dan CI menggelar diskusi dan pelatihan pembangunan kesadaran lingkungan hidup bagi Pendeta, pekerja gereja, tokoh adat, dam masyarakat di wilayah GKI Klasis Sentani, yang dibuka Selasa (24/2) dan akan berlangsung hingga Kamis (26/2) di Balai pelatihan Pertanian Yahim, Distrik Sentani Kota. Kegiatan ini diikuti 42 peserta yang merupakan utusan dari 42 jemaat yang berada di 42 jemaat GKI Klasis Sentani.
Kegiatan ini dibuka langsung salah satu pengurus BPAM Sinode GKI di tanah Papua Pdt Albert Yoku, S.Th. Sementara penanggung jawab kegiatan kegiatan Pdt Dora Balubun S.Th kepada Cenderawasih pos mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan serta mencari solusi bagi pentingnya pelestarian alam bagi kehidupan manusia dan mengerti tentang dampak dari kerusakan lingkungan hidup.

“Kegiatan ini kami harapkan agar dapat mencari strategi dalam mengendalikan aktivitas yang terus berdampak kepada kerusakan lingkungan yang berada di wilayah GKi Klasis Sentani, dengan melibatkan peran gereja terutama GKI dan bekerja sama dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dengan aktivitas yang berdampak kepada lingkungan,” ujarnya.

Selain itu kegiatan ini diharapkan juga agar menciptakan strategi bersama melalui program bersama atau rencana bersama dalam melindungi dan mengelola alam ciptaan Tuhan di wilayah GKI Klasis Sentani agar Jemaat akan menjadi lebih sejahtera, serta lingkungan CA Cyclops dapat terselamatkan. (jim)

Polri Siap Antisipasi 114 Daerah Rawan

JAYAPURA (PAPOS)- Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. FX Bagus Ekodanto mengungkapkan ada 114 daerah rawan di Papua yang menjadi atensi Polri dalam melakukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif bulan April mendatang. Wilayah-wilayah yang dimaksud tersebut terutama wilayah pegunungan yang menjadi markas kelompok-kelompok bersenjata.

“Ada 114 wilayah yang menjadi atensi Polri pada pengamanan Pemilu mendatang,”

ungkap Kapolda ketika ditemui wartawan usai acara simulasi pemilu yang berlangsung di lapangan PTC, Entrop Jumat (20/2) kemarin.

Selanjutnya demi mengamankan 114 wilayah yang diduga merupakan wilayah kerawanan dan menjadi atensi Polri, maka Porli dalam hal ini Polda Papua akan menurunkan sekitar 12 ribu anggotanya guna melakukan pengamanan pada pemilu mendatang.

Selain bantuan aparat guna pengamanan pemilu, Polri yang juga dibantu oleh TNI dalam melakukan pengamanan akan membantu Komisi Pemiluhan Umum (KPU) dalam mendistribusikan logistik pemilu jika logistik-logistik tersebut terlambat di distribusikan ke daerah-daerah.

“Kita siap membantu, namun kita kembalikan kepada KPU, apabila KPU meminta kita untuk membantu dalam pendistribusian logistik maka kita akan bantu prinsipnya Polri siap dalam mengamankan pemilu,” lanjut Kapolda.

Dikatakan lagi, meski terkait dengan banyaknya wilayah yang dijadikan sebagai atensi bagi Polri namun peningkatan pengamanan oleh aparat di wilayah-wilayah perbatasan tidak ada dilakukan dalam arti yang diprioritaskan Polri adalah wilayah-wilayah yang menjadi pusat kerawanan kelompok bersenjata.

“Sistem sama saja, hanya yang kita prioritaskan adalah wilayah-wilayah yang menjadi pusat kerawanan kelompok bersenjata,” terang Kapolda.

Sementara itu terkait dengan ungkapan Kapolda bahwa di Papua terdapat 114 wilayah kerawanan yang menjadi atensi Polri dalam melakukan pengamanan pada pemilu mendatang, Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI A.Y Nasution mengungkapkan prediksi wilayah kerawanan tersebut dilihat dari kacamata Polri bukan TNI dimana menurut Pangdam wilayah rawan di Papua hanya beberapa dan wilayah-wilayah tersebut bias dihitungkan dengan menggunakan jari.

“Tidak ada hitungan TNI 114 menurut kacamata TNI dan Polri itu kan beda, kita hanya menargetkan beberapa terutama wilayah yang terjadi perampasan senjta beberpa waktu lalu itu,” jelas Pangdam kepada wartawan saat ditemui ditempat yang sama.

Dikatakan Pangdam, dalam mengamankan pemilu TNI siap membantu Polri, jumlah anggota yang akan dikerahkan TNI dalam pengamanan pemilu dikatakan tergantung dari permintaan yang diajukan oleh Polri.(lina)

Ditulis Oleh: Lina/Papos
Sabtu, 21 Februari 2009

TNI Fokus Mewaspadai Separatis Bersenjata

JAYAPURA- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI A.Y Nasution mengungkapkan, kendati sikap TNI dalam Pemilu 2009 ini sangat tegas netralitasnya, namun TNI khususnya Kodam siap membantu pihak kepolisian dalam memberikan pengamanan, guna suksesnya pelaksaaan Pemilu sesuai harapan seluruh rakyat Indonesia.

Hal itu diungkapkan Pangdam saat ditemui wartawan usai menyaksikan pelaksanaan simulasi pengamanan Pemilu di Halaman PTC Entrop, Jumat (20/2) kemarin.

Pangdam mengatakan, pengamanan yang dilakukan TNI dengan Polri tidaklah berbeda. Pengamanan TNI ini lebih difokuskan pada wilayah-wilayah rawan Kamtibmas, terutama dari gangguan kelompok separatis bersenjata.

” Yang harus diingat kerawanan dari sudut pandang TNI tentulah tidak sama dengan Polri. Jika TNI melihat kerawanan ini lebih kepada ancaman atau gangguan kelompok separatis bersenjata yang bisa mengacaukan pelaksanaan Pemilu maupun mengancam kedaulatan NKRI,” ujar Pangdam.

Ditanya lokasi mana saja yang dianggap rawan gangguan separatis bersenjata, menurut Pangdam, berdasarkan realita di lapangan, sampai saat ini lokasi yang dianggap masih rawan gangguan separatis bersenjata adalah daerah Puncak Jaya.

Sebab, hingga saat ini keberadaan kelompok separatis bersenjata itu masih dianggap berbahaya. Bukan eksistensi orangnya yang berbahaya, tapi keberadaan senjata yang mereka pegang itu yang perlu diwaspadai.

Prinsipnya kata Pangdam, diminta bantuan atau tidak jika hal itu sudah menyangkut ancaman bersenjata, maka TNI memiliki tanggung untuk melakukan pengamanan dan pencegahan agar keberadaan senjata itu tidak digunakan untuk menganggu atau mengacaukan pelaksanaan Pemilu. (mud)

Pesawat Trigana Tergelincir

JAYAPURA (PAPOS) -Pesawat Twin Other milik perusahaan penerbangan Trigana Air, Jumat (20/2) pagi kemarin, tergelincir saat pendaratan di bandara Bioga Kabupaten Puncak Jaya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun insiden itu mengakibatkan ban depan pesawat patah. Hingga kini belum dikatahui persis berapa jumlah penumpang pesawat yang dikemudikan Pilot Hari Wibisono dan co pilot Agung.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Agus Riyanto saat dikonfirmasi wartawan usai acara simulasi pengamanan pemilu di lapangan PTC Entrop, Jumat (20/2) kemarin.

“Memang benar pesawat Twin other milik Trigana tergelincir saat akan melakuan pendaratan, namun sudah bisa dipastikan tidak ada korban jiwa, dan kami juga belum mendapatkan data yang lengkap,” ungkap Kabid Humas.

Pesawat jenis DHC 6 ini adalah pesawat dengan tujuan penerbangan dari Timika menuju ke Nabire, namun karena cuaca saat itu buruk, akhirnya pesawat memutuskan untuk melakukan pendaratan di bandara Bioga.(lina)

Ditulis Oleh: Lina/Papos
Sabtu, 21 Februari 2009

Gempa Bumi di berbagai Tempat di Indoneisa Barusan ini

BENGKULU–MI:  Gempa tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) mengguncang Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (19/2), sore pukul 16:03:20 WIB.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, gempa tersebut terjadi pada titik koordinat (episentrum) 7,68 Lintang Selatan (LS) dan dan 120,72 Bujur Timur (BT).

Pusat gempa yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami itu, terjadi pada 105 Km timur laut Ruteng dan 129 Km timur laut Labuhanbajo, NTT dengan kedalaman 610 Km.

Sebelumnya, pada pukul 15:57:27 WIB juga terjadi gempa bumi berkekuatan 5,3 SR di tenggara Kaimana, Papua Barat, pada titik kordinat 4,87 lintang Selatan (LS) dan 133,85 bujur timur (BT). Pusat gempa berada pada 133 Km tenggara Kaimana, Papua Barat, dengan kedalaman 110 Km. (Ant/OL-06)

Kebakaran Hutan di Aceh Barat Meluas – Korban Lumpur Lapindo Minta Pelunasan Ganti Rugi

Kebakaran Hutan di Aceh Barat Meluas

[BANDA ACEH] Kebakaran hutan gambut di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh sejak Minggu (15/2) hingga Rabu (18/2) di kawasan Desa Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan terus meluas. Sebanyak 240 pengungsi korban tsunami yang menempati barak hunian sementara bersama warga setempat diungsikan ke daerah aman dari amukan api.

Korban Lumpur Lapindo Minta Pelunasan Ganti Rugi

[SURABAYA] Sebanyak 50 perwakilan korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, diundang Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di Jakarta, Rabu (18/2). Meskipun tidak mengetahui apa agendanya, mereka tetap akan memperjuangkan sisa pembayaran ganti rugi 80 persen melalui dana talangan pemerintah pusat.

Gempa 5,5 SR Guncang Maluku Utara

Bengkulu, (ANTARA News) – Gempa tektonik berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang Ternate, Maluku Utara pada Selasa siang pukul 14:01:54 WIB.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, gempa tersebut terjadi pada titik koordinat (episentrum) 2,53 Lintang Utara (LU) dan dan 128,18 Bujur Timur (BT).

Menurut BMG, Pusat gempa yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami itu, terjadi pada 214 Km timur laut ternate, Maluku Utara dengan kedalaman 63 Km.(*)

Ketika Buchtar Mampir di Lapas Narkoba

Buthtar Tabuni Cs, yang oleh pengacaranya dan beberapa LSM dipersoalkan, karena tahanannya dialihkan, sempat mampir sebentar di Lapas Narkoba, Sentani, untuk mengantarkan rekan-rekannya.

MENUMPANG sebuah truk tahanan milik Jajaran Polda Papua Buchtar Tabuni dan 6 orang rekannya masing-masing Yusak Pakage, Chosmos Yual, Elius Tamaka, Sedrik Jitmau, Selpius Bobby, Kornelis Rumbiak, digiring ke Lapas Klas Iia Narkoba Jayapura yang berada di Kampung Bambar Distrik Waibu Kabupaten Jayapura, Jumat (13/2) kemarin sekitar pukul 12.30 WIT.

Berdasarkan pantauan media ini, ketika berada di Lapas Klas IIA Doyo Baru, Buchtar Cs diantar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Departemen Hukum dan HAM Papua, Demianus Rumbiak SH.

Dibawah guyuran hujan deras mereka yang terlibat kasus makar itu terlihat tenang melangkahkan kakinya satu per satu turun dari tangga mobil truk tahanan Polda Papua.

Buchtar dengan seragam khasnya yakni loreng ARMI langsung tersenyum saat turun dari mobil tahanan, bahkan pria yang sering breokan ini langsung menyalami setiap petugas yang berada disitu termasuk wartawan.

Sementara pengawasan terhadap Buchtar Cs pun terbilang cukup ketat.“Kawan jangan diambil gambarnya,” ucap salah seorang petugas Lapas Narkoba Sentani.

Buchtar Cs pun langsung digiring ke dalam gedung Lapas, namun setelah beberapa menit kemudian Buchtar kembali digiring keluar seorang diri, dan langsung dinaikkan ke dalam mobil tahanan, dan selanjutnya dibawah ke Lapas Abepura.

Digiringnya Buchtar cs ke Lapas Narkoba Sentani terbilang merupakan aksi bisu, bahkan tak seorangpun berani memberikan komentar sedikitpun, termasuk Kalapas Klas IIa Narkoba Jayapura maupun Kakanwil Deprtemen Hukum dan HAM yang berada di dalam Lapas.

Bahkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Departemen Hukum dan HAM Papua Demianus Rumbiak SH ketika ditemui didepan serambi Lapas-pun mengatakan, bahwa terkait alasan pemindahan Buchtar cs serta status keberadaan mereka silahkan tanya kepada Kakanwil.

“Saya tidak memberikan komentar, anda silahkan tanya -kepada Kakanwil,” tuturnya.

Wartawan yang mencoba menunggui Kakanwil maupun Kalapas tidak berhasil menemui mereka karena tidak ada satupun dari kedua pejabat tersebut yang keluar dari pintu Lapas.

Bahkan keberadaan wartawan seperti sebuah momok bagi petugas Lapas yang berada didalam gedung. Berulang kali mereka mengintip keberadaan para wartawan yang berada di luar gedung Lapas. Hal ini membuat wartawan kecewa dan meninggalkan Lapas.

Sementara itu, pemindahan Buchtar cs ini yang coba dikonfirmasikan kepada Ketua Dewan adat Papua (DAP) Forkorus Yaboisembut sebagai pimpinan masyarakat adat Papua mengatakan, dirinya sangat pesimis dengan sikap yang diambil oleh para penegak hukum itu.

Seharusnya ada kejelasan alasan pemindahan Buchtar Cs ke Lapas Narkoba, karena mereka ditahan bukan dengan tuduhan kasus Ganja, maupun zat-zat adektif lainnya.

Dan seharusnya pimpinan penegak hukum itu berani memberikan statmen kepada public. “Siapa yang bertanggung jawab terhadap pemindahan Buchtar Cs itu, para pimpinan penegak hukum itu jangan jadi pengecut, untuk memberikan keterangan pers,” tegas Forkorus. (**)

Ditulis Oleh: Nabas/Papos
Sabtu, 14 Februari 2009

PTC Tergenang Air

JAYAPURA (PAPOS) -Hujan lebat yang mengguyur Kota Jayapura, Kamis (12/2) malam, dari pukul 20.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT, membuat ruas jalan yang biasa menjadi langganan banjir tergenang air. Di kawasan Entrop misalnya, mulai dari jalan depan PTC Entrop hingga jalan depan CV Thomas genangan air mencapai ½ meter atau setinggi lutut orang dewasa.

Pantauan Papua Pos di lokasi ini, banjir mengakibatkan kendaraan roda empat maupun roda dua yang melitas harus exstra hati-hati.

Pasalnya air setinggi lutut orang dewasa itu memaksa pengemudi memperlambat kecepatan kendarannya. Dampaknya terjadi –lah antrian panjang dan memaksa pula Satuan Lantas Polsek Jayapura Selatan, turun tangan.

Polisi dengan sigap menutup ruas jalan depan PTC. Kendaraan yang hendak melintas di depan PTC dialihkan ke jalan depan Balai Kota. Oleh Polisi ruas jalan ini dijadikan dua arah. Semua kendaraan dari arah Jayapura ke Abepura dan sebaliknya dialihkan kesini.

Ronggi adalah satu dari sekian pengendara yang terjebak di kawasan ini. Bahkan tas miliknya hilang terbawa arus ketika dia bersama sepeda motornya berusaha menghidar dari jebakan air.

“Aduh tas suami saya terbawa air,”kata istri Ronggi yang sedang mencari-cari tas suaminya di kubangan air.
Perempuan setengah baya itu tiba di TKP setelah suaminya menelepon ke rumah. Karena tas yang dicari tidak juga ketemu, akhirnya ia pergi meninggalkan Papua Pos begitu saja. (cr-50)

Ditulis Oleh: Cr-50/Papos
Jumat, 13 Februari 2009

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny