PT Medco Papua Investasi Rp 14 Triliun

MERAUKE (PAPOS)- PT Medco Papua yang beroperasi di Kabupaten Merauke melakukan aktivitas bidang produksi bubur kertas di Dusun Boepe, Distrik Okaba dengan menanamkan investasi kurang lebih Rp 14 triliun. Sementara ini aktivitas pembangunan pabrik sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Promosi Badan Penanaman Investasi Daerah (BPID), Kabupaten Merauke, Freddy Puturuhu di ruang kerjanya, kemarin. Dikatakan, selain PT Medco, juga PT Sino yang beroperasi di bidang perikanan dengan dana yang diinvestasi senilai Rp 2 triliun.

Sampai sekarang, katanya, perusahan tersebut sudah mengoperasikan 15 kapal ikan dan direncanakan akan ditambah menjadi 100 kapal untuk kegiatan eksport ikan.

Dalam tahun 2009 ini juga, lanjut Freddy, akan ada tiga perusahan yang beroperasi yakni PT. Bio Inti Agrindo dengan investasi senilai Rp 800 miliar, PT Papua Agro Lestari dan PT. Sawit Nusa Timur senilai Rp 400 miliar. Ketiganya bergerak dalam bidang kelapa sawit. Saat ini sedang dilakukan sejumlah persiapan untuk kegiatan atau aktivitas di lapangan.

“Tahun 2010, akan bertambah lagi sekitar lima perusahan yang beroperasi di Merauke. Saat ini sudah ada yang sedang persiapan d lapangan seperti PT Muting Jaya Lestari dan PT.Digoel Agro Lestari yang izinnya sudah keluar dan tinggal hanya dilakukan pembebasan tanah guna untuk perkebunaan jagung. Selain itu juga PT Plasma Mandiri Papua dan PT Kertas Nusantara yang bergerak dalam pengelolaan kayu,” ujarnya.

Ditambahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Kehutanan memberikan penghargaan kepada Pemkab Merauke karena memberikan pelayanan yang baik kepada setiap investor yang datang melakukan investasi. Penghargaan itu diterima Bupati Merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze.

“Kita tidak mempersulit investor ketika datang ke Merauke. Berbagai urusan yang berkaitan dengan investasi, tetap dilayani dengan cepat dan bertanggungjawab,” ujarnya. (cr-44)

Ditulis Oleh: Cr-44/Papos
Selasa, 03 Februari 2009

Tenda Di Makam Theys Dibongkar

SENTANI(PAPOS) –Sempat terjadi keributan kecil, namun akhirnya keberadaan tenda-tenda di lokasi makam Theys, Sabtu (31/1) kemarin, berhasil dibongkar oleh Sat Pol PP di back-up 1 SSK Dalmas dan 2 pleton Brimob. Tenda-tenda itu dibangun oleh kelompok mahasiswa yang menamakan dirinya IPWP Dalam Negeri sekitar sebulan lalu. Pembongkaran dilakukan sekitar 17 personil Sat Pol PP Kabupaten Jayapura pimpinan Bernard Urbinas.

Dari pantauan Papua Pos, Polisi dan Sat Pol PP sudah tiba di lokasi sejak pagi hari, dan baru pada pukul 08:30 WIT dimulai dengan membongkar pagar yang mengelilingi lokasi makam.

Sementara 2 pleton Dalmas lainnya disiagakan di mata jalan masuk Airport di pimpin Kapolres Jayapura AKBP Matius D Fakhiri Sik dan didampingi Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Imam Santosa.

Sementara arus kendaraan roda dua maupun roda empat dialihkan melalui jalur belakang untuk memperlancar proses pembongkaran. Pembongkaran diawali dengan membongkar 3 unit tenda di depan dekat makam alm Theys, dilanjutkan tenda di tengah yang dijadikan sebagai kamar mandi.

Sebelum 2 tenda dibagian belakang dibongkar sempat terjadi keributan antara kepala Distrik Sentani Drs Cris Kores Toko M,Si dengan ketua posko Viktor Yeimo.

Kondisi itu mengakibatkan pembongkaran dihentikan sejenak, namun tidak berlangsung lama, sat Pol PP terus melanjutkan pembongkaran pada tenda yang ada dibagian belakang.

Namun Mahasiswa di situ yang berjumlah kurang lebih 70 orang memilih untuk berada didalam tenda, meski begitu proses pembongkaran terus dilanjutkan hingga bersih.

Kelompok mahasiswa yang menamakan dirinya IPWP ini tetap bertahan di tempat yang tidak beratapkan tenda sambil meminta solusi. Setelah melakukan dialog akhirnya a mahasiswa mau diungsikan dengan mengunakan Bus ke kekediaman Boy Eluai.

Kapolres Jayapura AKBP Matius D Fakhiri Sik mengatakan, kehadiran Polisi atas permintaan pemerintah Pemkab Jayapura untuk menjaga situasi saat pembongkaran didukung personil Polres Jayapura maupun Brimob.

“Kami hanya memberikan dukungkan kepada Sat Pol PP,” ujar Kapolres kepada wartawan didampingi Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Imam Santosa.(nabas)

Ditulis Oleh: Nabas/Papos
Senin, 02 Februari 2009

Mayat Pria Ditemukan Di Kamkey

JAYAPURA (PAPOS)- Sesosok mayat pria yang belum dketahui indentitasnya ditemukan Sabtu (31/1)sekitar pukul 06:00 WIT disamping Gor Wiguna Kamkey Abepura. Korban diduga meninggal akibat dibunuh, karena saat ditemukan kondisi mayat terlentang dengan wajah berlumuran darah. Korban yang menggunakan celana warna coklat, baju warna cream berkerah serta menggunakan jaket kulit warna hitam diduga merupakan seorang tukang ojek yang dibunuh lebih dari satu orang pelaku.

Ditemukannya mayat pria yang belum diketahui indentitasnya ini pertama ditemukan M. Kambuaya (47) sebagai saksi, ketika sedang jalan pagi sekitar pukul 06:00 WIT lewat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) tiba-tiba langkahnya terhenti karena pandangannya terpana pada sosok mayat yang dalam posisi terlentang dengan wajah berlumuran penuh darah.

Menyadari bahwa yang dia lihat adalah sesosok mayat lantas M. Kambuaya (saksi) bergegas menuju rumah Ketua RT setempat untuk melaporkan penemuan mayat tersebut , kemudian oleh Ketua RT melaporkan ke Polsekta Abepura. Kepolisian pun langsung menuju TKP guna memastikan kebenaran penemuan mayat tersebut serta melakukan olah TKP guna mengetahui identitas korban.

Kapolsekta Abepura, AKP Dominggus Rumaropen, yang dikonfirmasi Papua Pos tentang kejadian itu, pihaknya membenarkan adanya penemuan sesosok mayat oleh masyarakat disamping Gor Wiguna Kamkey Abepura, Sabtu (31/1) lalu. Namun melalui olah TKP pihaknya belum dapat menemukan identitas korban, karena tidak ada ditemukan berupa KTP atau surat-surat lain di pakaian korban.

“Kita belum tau secara pasti identitas korban, sementara masih dilakukan otopsi guna mengetahui kenapa dan apa motif pembunuhan terhadap Mr. X ini,” ungkap Kapolsekta Abepura AKP Dominggus Rumaropen, S,Sos saat ditemui wartawan diruang kerjanya.

Menurut Kapolsekta Abepura, dari hasil olah TKP barang bukti (BB) yang didapat tim serse Polsekta Abepura adalah berupa satu buah helm yang berada tidak jauh dari korban serta uang sebanyak Rp.18 ribu dalam saku baju milik korban.

Selain itu korban diperkirakan berkisar antara 35 hingga 38 tahun dengan ciri-ciri pria rambut lurus, mata agak sipit, berbadan gemuk dugaan sementara korban adalah seorang tukang ojek. Korban pun pada saat ditemukan mengalami luka robek pada bagian dagu, luka lecet pada bagian leher dengan darah yang keluar dari hidung serta telinga korban. (lina)

Ditulis Oleh: Lina/Papos
Senin, 02 Februari 2009

Kondisi Kota Timika Normal

Kapolda Papua Irjen Polisi FX Bagus Ekodanto didampingi Direskrim Polda Papua Kombes Pol Paulus Waterpauw saat melayat di rumah duka Pasca tewasnya Simon Fader dan bentrok aparat dengan warga di Mapolsek Mimika Baru, Rabu (28/1) kemarin, situasi keamanan di kabupaten Mimika secara umum terkendali dan berangsur-angsur normal, dimana sebelumnya pada hari Minggu (25/1) dan Selasa (27/1) lalu, sempat mencekam.

KONDISI kota Timika sangat mencekam pada, Selasa (27/1) sejak pagi, saat massa long-march dan menyerang Polsek Mimika Baru, membuat sebagian besar warga lainnya memilih tinggal di rumah.
Keramaian agak terlihat di rumah kerabat jenasah Simon Fader yang sampai saat ini masih disemayamkan di Jalan Yos Sudarso depan Kantor Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Disekitar lokasi ini puluhan anggota Brimob berpakaian baju anti huru hara disiagakan, sementara di halaman rumah duka berdiri tenda besar dan berkumpul kerabat dan keluarga Simon Fader.

Dirreskrim Polda Papua Kombes Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan di Kantor Lantas Mimika mengatakan, suasana kota Timika yang sebelumnya tegang berangsur-angsur mulai pulih.

”Situasi di kota Timika sudah berangsur-angsur pulih, kami harapkan agar warga dapat menahan diri agar tidak melakukan tindakan atau aksi yang mengganggu keamanan,” tegas Waterpauw.

Menurut Waterpauw, kasus yang terjadi di Timika membutuhkan penyelidikan dan waktu, sehingga Waterpauw meminta agar percayakan bahwa kasus ini agar dapat diungkap.

“Kasus ini akan ditindak lanjuti dengan mengumpulkan bukti dan penyidikan bersama tim Labfor dari Makassar yang akan membantu mengungkap pelaku penembakan oleh aparat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Polisi FX Bagus Ekodanto kepada wartawan, menegaskan kondisi Timika pasca bentrok sudah kembali normal. Dan terkait dengan kasus tersebut pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat yang mewakil warga Selasa 27/1 malam.

Dalam pertemuan tersebut tokoh masyarakat juga telah sepakat bahwa menjamin tidak ada lagi aksi atau tindakan yang mengatas nama keluarga atau kerabat khususnya masyarakat asal Maluku Tenggara (Key).

Selain itu, menurut Kapolda dalam kesepakatan tersebut, tokoh masyarakat juga meminta agar pelaku penembakan terhadap warga untuk ditangkap dan diproses sesuai hukum.

Kapolda Papua Ekodanto menghimbau agar warga tidak lagi melakukan tindakan atau aksi, bila ada warga atau kelompok yang tetap melakukan aksi maka, itu akan ditindak tegas oleh aparat dan diproses sesuai hukum.

MINTA Diotopsi
Kapolda Papua Irjen Polisi FX Bagus Ekodanto, kepada waratawan, Rabu (28/1) kemarin, meminta kepada keluarga korban agar jenazah Simon Fader untuk dilakukan otopsi.

”Proses otopsi sangat membantu untuk dapat mengungkap kasus terjadinya penembakan terhadap korban. Hasil otopsi dapat menjadi bukti dan kepastian terkait tertembaknya Simon Fader,” tegas Kapolda.

Namun menurut Kapolda, pihak keluarga menolak untuk melakukan otopsi, sehingga pihaknya juga tidak bisa memaksakan. Kapolda menambahkan, bahwa sesuai rencana hari ini (kemarin, red) jenasah Simon Fader akan dikebumikan.

Dari pantauan Papua Pos di rumah duka, tampak beberapa keluarga dekat Simon Fader masih shok dan diliputi suasana duka, dimana isak tangis terdengar dari beberapa kerabat.

Hingga berita ini diterima di meja Redaksi pukul 19.00 WIT menurut laporan wartawan Papua Pos di Timika, jenasah Simon Fader sampai sore kemarin masih disemayamkan di rumah duka. Informasi tentang pemakaman belum didapat kejelasan dari pihak keluarga.(**)

Ditulis Oleh: Husyen/Papos
Kamis, 29 Januari 2009
http://papuapos.com

Buchtar Tabuni ResmiTahanan Kejaksaan Tinggi

Buchtar Tabuni bersama tim pengacara, Iwan Niode SH dan Piter Ell, SH
Buchtar Tabuni bersama tim pengacara, Iwan Niode SH dan Piter Ell, SH

JAYAPURA (PAPOS) -Proses penyidikan terhadap Buchtar Tabuni dinyatakan oleh Polda Papua telah memasuki tahap dua, Rabu (28/1) kemarin, resmi kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Papua.

Pelimpahan BAP (Berita Acara Pemeriksaan ) dari tim penyidik Polda Papua ke Kejati berlangsung aman dan tertib. Menurut kuasa hukum Buchtar Tabuni, Iwan Niode SH, dengan pelimpahan BAP dan tersangka ke Kejati maka, dianggap proses penyelidikan di Polda telah selesai. Dengan demikian kata dia, tanggung jawab penahanan atas Buhtar Tabuni beralih kepada penuntut umum (Jaksa, red). Oleh sebab itu, Iwan mengatakan, dalam waktu dekat tim pengacara Buchtar akan melakukan pertemuan terkait penyerahan kasus Buchtar ke Kejati.

Sementara itu, penyidil menjerat Buhtar Tabuni dengan lima pasal berlapis diantaranya pasal 106 KUHP JO pasal 110 (Makar) KUHP, pasal 160 KUHP, pasal 212 KUHP serta pasal 216 KUHP terkait kasus makar, penghasutan dan melawan perintah jabatan.

Pelimpahan berkas dan tersangka juga diikuti dengan penyerahan barang Bukti (BB) yang terdiri dari dua buah HP milik Buchtar, berkas-berkas atau dokumen lainnya, serta CD tentang insiden yang terjadi di Expo pada oktober tahun 2008 lalu.

Menanggapi pasal yang dijeratkan, Iwan, mengatakan kliennya tidak pernah melakukan kasus makar, dugaan makar hanya merupakan unsur politik dari pihak kepolisian semata.

“Dari awal saya katakan klien saya tidak ada unsure makar dalam melakukan kegiatannya,” ungkap Iwan kepada wartawan disela-sela pelimpahan berkas dan tersangka ke Kejaksaan, Rabu (28/1) kemarin.

Dikatakan, dugaan makar yang dituduh kepada kliennya sebenarnya tidak pernah terjadi. Yang terjadi pada Oktober tahun 2008 lalu itu, adalah apresiasi atas dukungan terhadap IPWP yang berlangsung di London.

Hanya saja, Indonesia yang merasa kebakaran jenggot, hingga kliennya dijadikan sebagai tersangka dengan mengatakan telah melakukan kasus makar. Diharapkan olehnya, Polda seharusnya bersikap adil.

Adil menurut Iwan, dalam penyelidikan terhadap berbagai kasus misalnya, menyelidiki kasus yang terjadi terhadap Opinus Tabuni, jangan hanya kasus makar yang dituduhkan terhadap kliennya saja yang dikejar, sedangkan kasus-kasus lainnya didiamkan.

“Kami juga mengharapkan Polda dapat menuntaskan insiden yang menewasdkan Opinus Tabuni dengan mengungkapkan siapa pelaku dari insiden tersebut,” papar dia.

Sementara itu, pada pelimpahan pukul 12:00 WIT Bucthar terlihat tampak kurus dan pucat.

Sepanjang perjalanan dari Polda menuju Kejati menggunakan Mobil tanahan Dir Reskrim Polda Papua Buchtar tampak tenang, dia duduk sambil bernyanyi sepanjang perjalanan.

“Saya sakit hati tidak mau banyak bicara, saya diperlakukan kurang baik selama berada ditahanan oleh mereka,” ujar Buchtar saat berada didalam mobil tahanan bersama para wartawan.(lina)

Ditulis Oleh: Lina/Papos
Kamis, 29 Januari 2009
http://papuapos.com

APO Tabakar

KEBAKARAN : Ganasnya si jago merah membakar hangus puluhan rumah-rumah warga yang bermukim dikawasan APO Bengkel dan APO Gudang Jayapura
KEBAKARAN : Ganasnya si jago merah membakar hangus puluhan rumah-rumah warga yang bermukim dikawasan APO Bengkel dan APO Gudang Jayapura

JAYAPURA (PAPOS) –Si jago merah, Kamis (29/1) kemarin sekitar pukul 15.15 WIT, mengamuk di APO Bengkel dan APO Gudang, melalap puluhan rumah penduduk yang menghuni kawasan itu.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polisi, namun dugaan sementara awal Api muncul dari rumah salah satu warga yang tinggal di APO Bengkel, dan kemudian merembet ke rumah warga di APO Gudang.

Akibat kebakaran, puluhan rumah rata dengan tanah, dan ratusan KK (Kepala Keluarga) kehilangan tempat tinggal, serta kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Api yang mulai berkobar sekitar pukul 15:15 WIT sulit dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran, meski mobil pemadam Kota Jayapura telah dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hal itu, mengingat lokasi kebakaran sulit dijangkau petugas, karena kondisi jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, ditambah angin berhembus kenjang, membuat api dengan leluasan membakar rumah warga.

Dari pantauan Papua Pos dilapangan bisa dilihat betapa paniknya warga. Mereka berusaha menyelamatkan barang-barang, walaupun api dengan cepat menjalar ke arah samping rumah mereka.

Ada yang mencoba untuk mengevakuasi barang-barang ke rumah tetangga yang berseberangan jalan. Tak kelak banyak warga korban kebakaran terutama kaum perempuan menangis histeris menyaksikan rumah mereka yang dilahap si jago merah (api,red).

“Ijazah saya ada dibawa TV bagaimana nanti saya cari kerja,” ungkap salah satu korban dalam isak tangisnya.

Tangisan histeris anak-anak dan perempuan dari para korban terus terdengar. Sementara itu, kaum pria bahu-membahu membantu petugas pemadam kebakaran dengan air sedanya disertai harapan api tidak menyalar luas.

Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah warga APO tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi-instansi terkait. Terbukti saat api terus berkobar bantuan langsung dikerahkan berupa tenda-tenda darurat.

Tenda-tenda yang merupakan bantuan dari Kodim 1701 Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura, Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Jayapura, langsung didirikan di depan kantor KPU kota Jayapura.

Wakil Walikota Jayapura H Sudjarwo BE mengatakan, pemerintah Kota segera akan mendirikan posko-posko guna menampung para korban. “Posko akan dibangun di sini untuk penampungan para korban dan kita sudah koordinasikan dengan tim medis serta dokter untuk membantu para korban,” ungkap Sudjarwo di TKP.

Didirikannya posko untuk penampungan warga korban kebakaran yang belum diketahui pasti jumlahnya, karena korban terpencar menyelamatkan diri barang yangh bisa diselamatkan,.

“Bantuan bukan hanya posko penampungan, tapi juga bahan makanan (Bama) dan peralatan lainnya,”kata Sudjarwo.

Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Imam Santosa menjelaskan, bantuan dari Kodim berupa empat buah tenda dimana nantinya akan ditambahkan tergantung kondisi dilapangan.

Dijelaskan oleh Wakil Walikota, pihaknya masih kesulitan mendirikan tenda, karena situasi tempat tersebut terkendala dengan parkiran mobil, sehingga seharusnya enam tenda bisa didirikan, namun ternyata hanya tiga tenda saja yang dipasang.

Hingga berita ini diturunkan belum bisa dipastikan berapa jumlah korban, berapa rumah yang terbakar serta berapa kerugian yang dialami, namun kobaran api hingga pukul 18:00 WIT sudah bisa dijinakkan petugas pemadam kebakaran.

Berkobarnya si jago merah yang melahap ratusan rumah warga APO ini tak luput dari perhatian masyarakat. Banyaknya warga yang ingin menyaksikan mengamukan si jago merah akibatnya arus lalu lintas di depan jalan Sam Ratulangi macet.(lina)

Ditulis Oleh: Lina/Papos
Jumat, 30 Januari 2009
http://papuapos.com

Markus Haluk: DPP-AMPTPI Protes Polda

KETERANGAN GAMBAR: Markus Haluk

JAYAPURA (PAPOS) –Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se- Indonesia (DPP-AMPTPI) memprotes perlakuan tidak adil yang diterima Buctar Tabuni dan Seby Sambo di Mapolda Papua.

Demikian Media Release DPP-AMPTPI yang ditandatangani Sekjen DPP-AMPTPI Markus Haluk yang diterima Papua Pos Minggu (18/1) malam. Oleh sebab itu, Markus Haluk minta jaminan keselamatan dan kenyamanan atas Buctar dan Seby selama menjalani masa tahanan di Mapolda.

Menurutnya, bahwa telah terjadi intimidasi yang disertai dengan pemukulakan terhadap Buctar Tabuni pada tanggal, Sabtu (17/1) pukul 12.30 WPB (Waktu Papua Barat.

“Selain itu, Buctar Tabuni dan Seby Sambon sering tidak mendapat keadilan oleh petugas penjagaan POLDA Papua, karena para tamu datang mengunjungi mereka dipersulit untuk bertemu,”ungkapnya.

Hal ini berawal akibat kebutuhan air minum dan air bersih tidak mengalir didalam tahanan Polda Papua, sehingga Buctar meminta bantuan petugas untuk memperhatikan kebutuhan air.

Namun permohonan itu tidak ditanggapi secara serius, dan petugas hanya memberikabn janji, tetapi bukan memenuhi permintaan Buctar, tetapi justru mengintimidasi Buctar serta pemukulan.

Sehingga demi martabat demokrasi, hukum dan HAM di Tanah Papua maka DPP-AMPTPI mendesak Kapolda Papua untuk penangguhan penahanan mengingat kondisi Buctar dan Semby semakin memburuk.

“Kami mendesak kepada Gubernur Papua, Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, DPRP, MRP dan DPR Irian Jaya Barat, Dewan Adat Papua, pimpinan agama, perempuan dan berbagai komponen terkait tidak saling tuding menuding,”pintanya.

DPP-AMPTPI mendesak pemerintah pusat dan berbagai pihak internasional untuk melakukan dialog nasional dan internasional guna menyelesaikan persoalan Papua secara demokratis dan bermartabat.
“Kami minta pihak keamanan Papua untuk membuka kebebasan berdemokrasi bagi rakyat Papua untuk menyampaikan aspirasi,”ujarnya. (toding)

Ditulis Oleh: Toding/Papos
Senin, 19 Januari 2009

Permukiman di Bantaran Kali Masih Banjir

TEMPO Interaktif, Jakarta: Permukiman di kawasan bantaran Kali Ciliwung sampai Sabtu (17/01) pagi ini tetap banjir. Menurut data dari Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian, pada pukul 06.00 WIB tadi ketinggian air terpantau bervariasi antara 30 sentimeter sampai satu meter.

Selengkapnya

Manokwari Dan Sorong Kembali Diguncang Gempa

JAYAPURA (PAPOS) -Manokwari, pada Jumat (16/1) pagi, diguncang dua kali gempa dengan kekuatan 5,4 skala richter (SR) dan 5,8 SR. Informasi dari BMG, Jumat (16/1) menyebutkan, gempa pertama berkekuatan 5,4 SR terjadi pada pukul 08:37:59 WIT, pada episentrum 0,2 lintang selatan (LS) dan 133,01 bujur timur (BT). Pusat gempa, berada di 140 Km barat laut Manokwari, dengan kedalaman 10 Km.

Kemudian gempa kedua berkekuatan 5,8 SR terjadi pada pukul 06:37:59 WIB, pada titik kordinat 0,2 LS dan 133,01 BT. Lokasi gempa tersebut berada 138 Km barat laut Manokwari, dengan kedalaman 10 Km.

Sementara itu, gempa tektonik bekekuatan 5,3 skala richter (SR) juga terjadi di Sorong, pada Jumat (16/1) pagi pukul 08:52:34 WIB.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, gempa tersebut terjadi pada episentrum 0,29 lintang selatan (LS) dan 132,61 bujur timur (BT). Pusat gempa, menurut BMG, berada pada 159 Km timur laut Sorong, dengan kedalaman 10 Km.

Seperti diketehui, Manokwari diguncang gempa 7,6 pada 4 Januari 2009 yang mengakibatkan empat warga meninggal dunia. Gempa tersebut juga mengakibatkan 31 warga mengalami luka berat, dengan rincian sembilan penduduk Kabupaten Manokwari, 13 warga Kota Sorong dan sembilan dari Kabupaten Sorong.

Selain itu, tercatat 476 warga mengalami luka ringan yang tersebar di Kabupaten Manokwari 462 orang dan 14 penduduk Kota Sorong.

Musibah itu juga menimbulkan kerusakan rumah warga, yakni rusak berat 1.769, terdiri atas 1.500 rumah di Kabupaten Manokwari, 217 di Kota Sorong dan 52 di Kabupaten Sorong.

Rumah penduduk yang rusak ringan sebanyak 3.728, tersebar di Kabupaten Manokwari 2.906, Kota Sorong 61 buah rumah dan di Kabupaten Sorong sebanyak 763 rumah.

Kerusakan juga terjadi pada rumah ibadah, rumah sakit, bangunan sekolah, hotel serta jalan dan jembatan.(nas/ant)

Ditulis Oleh: Ant/Papos
Sabtu, 17 Januari 2009

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny