Semarang Dilanda Banjir

ANTARA/R Rekotomo

Pengendara sepeda motor melewati banjir yang terjadi akibat hujan deras di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1). Badan Meteorologi dan Geofisika memperkirakan hingga akhir Februari mendatang curah hujan yang akan turun masih cukup tinggi berkisar 500 hingga 600 mm/bulan.

Selengkapnya

Gempa Kembali Kagetkan Warga

MANOKWARI-Sudah seminggu sejak terjadi gempa utama dengan kekuatan 7,9 SR dan 7,6 SR, hingga Minggu (11/1) wilayah Kabupaten Manokwari masih terus dilanda guncangan, meski kekuatan terus menurun. Gempa dengan guncangan sedang, Minggu pagi, pukul 07.17 WIT kembali menggelitik warga, namun tidak sampai menimbulkan kepanikan.

Data BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika),gempa pukul 07.17 WIT berkekuatan 5,5 SR terjadi di 152 Km Barat Laut Manokwari. Pusat gempa ada di 0,45 LS-132,76 BT di kedalaman 10 Km,dan tidak berpotensi tsunami.

Seperti disampaikan Kepala Sub Bidang Informasi Dini Gempa BMG RI, Taufik Gunawan, gempa di Manokwari masih akan terjadi dengan getaran makin menurun, hingga 2-3 minggu setelah gempa utama, Minggu (4/1). Gempa yang melanda daerah sebagai akibat pergeseran lempeng Pasifik terhadap lempeng Indo Australia. ”Masih ada getaran-getaran kecil, sampai lempeng Pasifik yang aktif menemukan kedudukannya pas,”tambahnya.

Sementara itu, pasca seminggu setelah gempa utama, warga di Masni, Sidey dan sekitarnya yang dekat dengan pusat gempa belum berani tidur di dalam rumah. Gempa-gempa susulan dengan kekuatan hingga mencapai 5,5 SR masih membuat mereka wasda.”Belum berani,biar tidur di tenda saja,sampai betul-betul normal kembali,” ujar Ny Kundarini,warga Kampung Meoforga, Masni.

Selain takut,sebagian warga terpaksa tidur di rumah karena rumahnya tak layak huni akibat porak-poranda dilanda gempa. Tampak ketika memasuki Kampung Meiforga,beberapa rumah ambruk. Tenda-tenda pun menjadi pilihan. ”Ya,mau kemana lagi, rumah sudah hancur. Kita buat tenda saja,”tambah Kundarini lagi.(lm)

Polman Banjir, 4 Tewas

[POLMAN] Empat dari enam orang yang dinyatakan hilang akibat banjir yang melanda Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan tewas.

Korban tewas akibat terseret banjir saat hujan deras mengguyur wilayah itu selama dua hari berturut-turut, disertai angin kencang, Sabtu (10/1). Empat korban, yakni warga Desa Mombi dan Desa Allu, Kecamatan Allu, Polman. Dua lainnya, warga Desa Karana, Kecamatan Tinambung, daerah perbatasan antara Kabupaten Polman dan Majene.

Selengkapnya

Bupati Minta Aktifitas di Makam Theys Dihentikan

SENTANI (PAPOS) –Pendirian tenda di pemakaman alharhum Theys Hiyo Eluai oleh International Parlament West Papua (IPWP) dalam Negeri sejak November 2008, mendapat reaksi Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae S, Sos, MM.

Melalui suratnya Bupati melayangkan Ondofolo Kampung Sereh, Kamis (8/1) kemarin,

meminta bantuan Ondofolo untuk menghentikan aktifitas di lapangan makan Theys, karena dinilai menggangu keindahan, kebersihan ketentraman dan ketertiban kota.

“Coba kita lihat sendiri tamu provinsi Papua, turun dari badara langsung disambut dengan pemandangan tenda-tenda warna-warni di tenggah kota,”kata Bupati kepada wartawan di Gunung Merah, Kamis (8/1) kemarin.

Menurutnya, kota Sentani merupakan pintu gerbang masuk tamu-tamu Provinsi Papua,

oleh sebab itu keberadaan aktifitas di sekitar lokasi tersebut mengganggu keterban dan keindahan kota.

Sementara itu, Ondofolo calon Ondofolo Kampung Sereh Boy Eluai ketika dikonfirmasikan Papua Pos tadi malam, mengaku belum menerima surat bupati. Boy yang rencana akan dilantik pada tanggal 31 Januari 2009 sebagai Odofolo Kampung Sereh menilai, surat bupati tersebut salah alamat.

Seharusnya bupati Jayapura kata dia memberikan surat tersebut kepada Dewan Adat Papau (DAP), Pesedium Dewan Papua (PDP) dan Dewan Masyarakat Adat Koteka. “Surat Bupati sala alamat kalau di tujukan kepada saya,” ujarnya singkat lewat telepon selulernya. (nabas)

Ditulis Oleh: Nabas/Papos
Jumat, 09 Januari 2009

Siap Bongkar Jika Dewan Adat dan PDP Hadir – Sekjend KNPB Soal Rencana Pembongkaran Tenda-Tenda di Lokasi Makam Theys

SENTANI-Perintah Bupati Jayapura agar tenda-tenda yang dibangun oleh sejumlah masyarakat di lokasi Makam Theys, di Sentani agar segera dibongkar ditanggapi serius oleh Sekjend Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Ely Sirwa dan Juru Bicara Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (Demmak), Apison Karoba.

Menurut keduanya Bupati Habel seharusnya melihat status lokasi makam dengan tetap menghargai adat di Papua. “Kami menganggap penilaian bupati itu keliru, pasalnya tenda-tenda itu jauh dari lokasi jalan. Sedangkan soal mengganggu keindahan tidak betul karena selama ini kami bersihkan makam hingga terlihat terawat,” ujar Ely yang dihubungi semalam.

Dikatakan, tanah yang kini dijadikan lokasi makam bukanlah milik pemerintah melainkan telah diserahkan sepenuhnya kepada otorita adat maupun Presidium Dewan Papua (PDP).

Selanjutnya tentang adanya informasi kalau mereka melakukan sweeping dimalam hari kembali dibantah. Menurut Ely pernyataan tersebut berlebihan.Yang dilakukan kelompok pemuda ini hanyalah melakukan pengamanan dimalam hari disekitar lokasi.”Jika pemerintah tetap bersikeras mengosongkan lokasi ini sebaiknya menanyakan ke pemimpin suku ondoafi maupun ondofolo yang ada di Papua karena ini apresiasi kami terhadap seorang pejuang,” sambung Ely yang juga membenarkan telah menerima surat pemberitahuan dari bupati.

Hal senada juga diungkapkan Apison Karoba. Dia mengatakan, mereka baru akan hengkang jika bupati atau petugas datang bersama dewan adat atau PDP.Jika ini tidak dilakukan maka mereka berniat bertahan selama 1 tahun kedepan. Menurutnya, yang membuat merusak pemandangan atau yang menimbulkan ketidaknyamanan adalah pemasangan baliho atau spanduk caleg yang tidak beraturan dan jangan mempermasalahkan lokasi di makam.

Dikatakan, tujuan didirikannya tenda selama ini karena ada ketidakadilan yang telah terjadi disamping bentuk penghargaan kepada almarhum Theys.Ia juga meminta masyarakat memaklumi jika ada pos penjagaan masuk ke makam dan harus melapor jika hendak masuk mengingat makam alm Theys adalah milik masyarakat adat dan diputuskan agar jalan lintas ditutup sebagai bentuk penghormatan kepada seorang pejuang yang sedan tertidur.

“Jika ada yang memiliki kediaman dibelakang makam memang harus memutar lewat samping SPBU ini juga agar jalan tersebut bisa dimanfaatkan lagi,” tandas Apison yang sudah menyiapkan surat balasan ke bupati.(ade)

Mahasiswa di Nabire Ancam Palang Bandara – Jika Para Pengusaha Emas Tak Menggubris Kerusakan Lingkungan

NABIRE-Kerusakan lingkungan di area penambangan emas Bayabiru, Nabire, ternyata mendapat perhatian serius dari para pelajar dan mahasiswa di Nabire. Mereka pun meminta agar para penambang/pengusaha emas untuk memperhatikan hal tersebut. Jika tak digubris mereka pun mengancam akan memalang bandara di Nabire.

Kerisauan tentang kerusakan lingkungan ini disampaikan Titus Agimbau,SH, yang merupakan tokoh intelektual dari Suku Wolani. Dia meminta agar seluruh penambang Pengusaha emas yang ada di areal Bayabiru agar menghargai masyarakat setempat selaku pemilik hak ulayat.”Tolong jangan rusak lingkungan kami,” pintanya.

Para pelajar/mahasiswa asal Suku Wolani yang kini sedang sekolah dan kuliah di Nabire sangat menyesal atas terjadinya kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh para pengusaha emas diareal Bayabiru.
“Kami telah menyurati para pengusaha yang beroperasi di Bayabiru agar ada perhatian. Apabila tidak ada jawaban, maka para pelajar dan mahasiswa Suku Wolani akan memalang semua Armada penerbangan Hellykopter yang beroperasi di wilayah Bayabiru dalam kurun waktu satu hingga dua bulan, ini merupakan teguran dan perigatan.Dan bila tidak diindahkan maka peringatan ketiga itu langsung pemalangan di Bandara Nabire.

Dan pemalangan armada pemalangan itu dilakukan pada saat pihaknya mengajukan tuntutan ganti rugi kepada semua pengusaha atas kerusakan lingkungan yang telah ada di wilayah lokasi penambangan emas di Bayabiru.

Karena kini pihaknya telah menilai para pengusaha emas telah merusak lingkungan mereka bersama masa depannya.Dan kerusakan tersebut sudah tentu untuk 10 tahun mendatang generasinya akan sulit mendapatkan makanan dari alam yang ada ,karena sudah ada kerusakan di saat ini.(jon)

Para Penghuni Posko Exodus di Makam Pahlawan Papua Barat Mulai Ditangkap, Diteror dan Diintimidasi

Sejumlah pesan berturut-turut dikirimkan dari lapangan (Posko Exodus Mahasiswa Papua) di Taman Pahlawan Papua Barat bahwa telah terjadi sejumlah intimidasi dan penangkapan atas Aktivis Seblom Sambom, sejumlah mahasiswa lainnya berada dalam ancaman karena selalu diincam dan diteror dengan berbagai cara.

Cara-cara yang sementara ini digunakan adalah dengan mengirim mobil-mobil berkaca gelap, taksi-taksi yang tujuanya tidak jelas, ojek-ojek yang tukang-ojeknya bermuka sangat baru dan berpostur dari TNI/Polri.

Ada juga yang datang dengan Mobil Dinas Lengkap di dalamnya dipenuhi Polri bersenjatakan lengkap dan dalam posisi siap menyerang. Mereka berlalu lalang di pagi, siang, sore, petang, tengah malam, bahkan dinihari-pun mereka terus saja berlalu-lalang.

Adapun penangkapan Bukhtar Tabuni dan Seblom Sambom sama sekali tidak disertai dengan Surat Perintah Penangkapan, sebuah perbuatan melanggar HAM secara nyata-nyata.

Markus Haluk dan teman lainnya sekarang berada dalam ancaman akan ditangkap, ditembak atau diteror dengan berbagai macam cara.

Untuk itu dimintakan kepada seluruh pemerhati dan pembela HAM serta seluruh umat manusia yang berhatinurani kemanusiaan agar mengirim seruan atau telepon ke berbagai pihak yang dianggap berwenang dalam tindak kekerasan dan semena-mena ini.

Silahkan menyurat atau menelepon ke alamat-alamat berikut dengan isi pesan seperti berikut:
ndonesian words that you can use in your fax/e-mail:

Kepada Yth: ………………………………
Dengan hormat ,
Demi menghormati hak-hak asasi manusia dan demokrasi di Indonesia,

Saya minta bebaskan segera Bucktar Tabuni dan Sebby Sambom dari tahanan polisi.

Terima kasih atas perhatian saudara.

Hormat saya,

(ttd. nama dan alamat – email, situs)

Silahkan kirim pesan ke:
1. Mr. Susilo Bambang Yudoyono
President
Republic of Indonesia
Presidential Palace
Jl. Medan Merdeka Utara
Jakarta Pusat 10010
INDONESIA
Tel: + 62 21 3845627 ext 1003
Fax: + 62 21 231 41 38, 345 2685, 345 7782
Email: presiden@ri.go.id

2. Mr. Hendarman Supandji
Attorney General
Kejaksaan Agung RI
Jl. Sultan Hasanuddin No. 1
Jakarta Selatan
INDONESIA
Tel: + 62 21 7221337, 7397602
Fax: + 62 21 7250213
Email: postmaster@kejaksaan.or.id

3. Gen. Bambang Hendarso Danuri
Chief of National Police
Jl. Trunojoyo No. 3
Jakarta Selatan
INDONESIA
Tel: +62 21 721 8012
Fax: +62 21 720 7277
Email: polri@polri.go.id

4. Mr. Abdul Hakim Garuda Nusantara
Chairperson
KOMNAS HAM (National Human Rights Commission)
Jl. Latuharhary No. 4B Menteng
Jakarta Pusat 10310
INDONESIA
Tel: +62 21 3925230
Fax: +62 21 3151042/3925227
E-mail: info@komnasham.or.id

5. Ms. Hina Jilani
Special Representative of the Secretary on the situation of human
rights defenders
Room 1-040, OHCHR-UNOG
1211 Geneva 10
Switzerland
Fax: +41 22 906 8670
E-mail: urgent-actions@ohchr.org

6.Drs Bagus Ekodanto, Chief of Papua Regional Police
Jl. Samratulangi
No 8 Jayaura
Tel: + 62 967 531014 Mobile: +62 811481010, +62 817757575.
Fax: + 62 967 533763

7. Paulus Waterpauw, Director of Criminal Unit, Papua Regional Police
Jl. Samratulangi
No. 8 Jayapura
Tel: + 62 967 531834 Mobile:+ 62811496251

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny