Generasi Muda Diharap Tingkatkan Semangat Bela Negara

JAYAPURA- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Haryadi Soetanto mengajak para generasi muda agar terus meningkatkan semangat Bela Negara dan Patriotisme sebagai wujud kecintaan kepada Bangsa dan Negara.

Hal itu diungkapkan Pangdam saat membuka perkemahaan Bhakti Wira Kartika ke-1 2008 di Bumi Perkemahan Buper Waena, Senin (28/7).Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk dan membina generasi muda sebagai pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan, agar mempunyai kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet dan pantang menyerah serta inovatif untuk mendorong kemajuan pencapaian cita-cita bangsa.

“Saya berharap kepada seluruh peserta agar betul-betul mengikuti kegiatan ini dengan baik guna memantapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan, karena tantangan negeri pasca krisis moneter saat ini adalah tanggungjawab bersama untuk membangun kembali negeri ini,”harap Pangdam.
Pangdam juga berharap, melalui kegiatan perkemahan Bhakti Wira Kartika ini para generasi muda, terutama anggota pramuka dapat kembali menggelorakan semangat perjuangan para pendahulu. Sebab, kemerdekaan bangsa ini diperoleh melalui perjuangan dengan tetesan darah dan air mata.

Sebagai generasi penerus kata jenderal bintang dua itu, anggota pramuka bersama seluruh komponen bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan konstruktif dan bermanfaat. “Saya berharap gerakan pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa bagi generasi muda dapat meningkatkan kualitas kegiatannya. Sebab, pembentukan karakter bangsa ini sangat penting karena akan sangat menentukan nasib bangsa ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, ketua penyelenggara Letkol Kav A.H Napoleon yang juga Dandim 1701/Jayapura mengatakan, kegiatan ini diikuti 1080 peserta, dari tingkat SD dan SMP di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom.”Kegiatan ini berlangsung 2 hari 28-29 Juli, dimana para peserta akan mendapatkan berbagai bekal materi, diantaranya bela negara, upaya penanggulangan bencana alam, baris berbaris, pelestarian budaya dan renungan malam,”imbuhnya. (mud)

Emisi Karbon Ancam Kelestarian Cagar Alam Cycloop

SENTANI-Direktur WWF (World Wild Found) Region Papua, Benja Mambay mengungkapkan saat ini emisi karbon menjadi ancaman bagi kelestarian hutan di Ppaua tak terkecuali Cagar Alam Cyclop dengan luas 15.066,02 Ha di Kabupaten Jayapura.

Dikatakan bahwa emisi karbon muncul dari gas buang mesin mobil maupun pabrik, pembakaran hutan baik lahan maupun semak-semak dan dampak rumah kaca yang dilepas ke udara. “Jika terus dibiarkan maka akan terjadi nyata pada iklim global dan terjadi penurunan kualitas hutan,”ungkap Benja Mambay dalam pertemuan kesiapan REDD (Reducing Emission from Deforestation and Forets Degradation) antara WWF dengan Pemkab Jayapura di Aula Lantai II Kantor Bupati, Rabu (23/7)

REDD menurut Mambay menjadi skema baru pasca Protocol Kyoto di Bali terutama berkaitan dengan kesediaan negara maju untuk peduli dan memiliki komitmen untuk melestarikan hutan dengan melakukan upaya menekan laju kerusakan untuk mengurangi emisi karbon.”Dengan REDD kami meminta komitmen dari Pemkab untuk ikut terlibat dalam upaya penanggulangan kerusakan dan degradasi hutan”REDD sebagai solusi untuk mepertahankan keutuhan hutan di Papua dan tetap mendatangkan pendapatan untuk pembangunan tanpa harus merubah deforestasi dan degradasi hutan maupun memperbaiki lahan kritis yang ada di Papua,” papar Benja Mambay.

Ditambahkan, saat ini di Kabupaten Jayapura terdapat 236.459 Ha lahan krisis dari luas hutan 1.995.456,00 Ha. Jika tidak disikapi maka beberapa tahun kedepan angka ini akan semakin besar mengingat dampak pembangunan tidak bisa ditahan begitu saja.

Sementara itu Asisten I Setda Kabupaten Jayapura Dr Jack Ayami Seba mengungkapkan bahwa untuk menangani maraknya pemukiman disekitar lokasi cagar alam Cyclop harus dilakukan tindakan proaktif oleh dinas terkait untuk memberikan pemahaman mengenai dampak pembukaan pemukiman apalagi pembukaan lahan.

“Jika terus dibiarkan tentu akan memberikan ancaman terutama soal ekosisem alam dan dampaknya bisa dilihat pada tahun 2006 lalu terjadi bencana alam,” ujar Jack meminta Dinas Kehutanan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuat langkah konkrit untuk penanganannya.

Dikatakan, sesuai data Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura terdapat sekitar 5000 warga yang bermukim di sekitar lokasi cagar alam Cyclop. Dari jumlah tersebut jika 1 Kepala Keluarga membuka lahan perkebunan maka diyakini beberapa tahun kedepan sumber air maupun maupun daerah resapan akan rusak dan semakin sulit dibendung.(ade)

Bincang-bincang Dengan Penjabat Bupati Kabupaten Lany Jaya, Ir. Pribadi Sukartono, MM

Berdayakan SDM dan Dekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Belum cukup sebulan usia Kabupaten Lany Jaya sebagai kabupaten definitif dengan Penjabat Bupatinya Ir. Pribadi Sukartono, MM. Meski baru seumur jagung namun mantan sekda Tolikara ini punya kemauan kuat untuk membawa perubahan bagi masyarakat yang mendiami 10 distrik ini. Apa saja program pembangunan yang akan dilaksanakannya?

LAPORAN DJOKO S, WAMENA

MURAH SENYUM. Inilah sosok yang terlihat pada penjabat bupati Lany Jaya, Ir. Pribadi Sukartono, MM, saat berbincang bincang dengan Cenderawasih Pos.

“Hal mendasar yang melatar belakangi terbentuknya kabupaten Lany Jaya adalah untuk memperpendek rentang kendali dalam pelayanan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” tutur Sukartono mengawali bincang-bincangnya dengan Cenderawasih Pos.

Dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan dalam rangka pelaksanaan kebijakan desentralisasi otonomi daerah pada hakekatnya Pemkab Lany Jaya memberikan kesempatan kepada aparatur pemerintah yang ada dalam membangun struktur kelembagaan pemerintahan daerah yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan kepentingan masyarakat.
Hal itu akan dilakukan dengan mengembangkan dan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan profesional serta lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam penataan kelembagaan daerah itu akan didasarkan kepada kemampuan keuangan, ketersediaan personil, peralatan dan dokumen resmi yang ada dengan memperhatikan jumlah penduduk dan luas wilayah,” ujarnya.

Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang bersih dan berwibawa dengan menyusun kedudukan, tugas pokok dan fungsi susunan organisasi tata kerja perangkat daerah kabupaten Lany Jaya,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses pelaksanaan pembangunan di Lany Jaya, langkah awal yang akan saya lakukan sebagai penjabat bupati adalah langsung berkantor di Tiom dan tidak membuka kantor perwakilan di Wamena,” tukas Pribadi. Hal itu bertujuan agar setiap aparatur pemerintah dan PNS yang bertugas di Lany Jaya mempunyai rasa kepedulian dan tanggungjawab yang besar serta berdisiplin dalam menjalankan tugasnya.

“Ada tiga tugas pokok yang harus saya selesaikan, yaitu pertama pembentukan organisasi, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kedua memfasilitasi penyelenggaraan pemilu legislatif 2009 dan yang ketiga memfasilitasi pelaksanaan pilkada 2010,” tegas Pribadi.

Menurutnya hal yang tidak kalah pentingnya dalam mencapai keberhasilan tugas yang diemban adalah masalah rumah yang diperuntukkan bagi aparatur dan PNS sebagai sarana tempat tinggal. “Aparatur dan PNS itu akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila didukung dengan sarana tempat tinggal yang memadai sehingga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana secara maksimal,” ujarnya.

Untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri, pihaknya akan mengembangkan pertanian dalam arti luas sesuai dengan topografi wilayah Lany Jaya yang berbukit dan bergunung-gunung. “Untuk jangka panjang, tanaman kopi arabika sangat cocok untuk dikembangkan, bahkan jenis tanaman lainnya seperti sayuran dan buah-buahan dapat tumbuh subur yang punya prospek menjanjikan,” ujarnya. Namun, untuk menggapai semua tujuan yang diinginkan itu, kunci utamanya terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) yang handal dan professional.

Data Pribadi Penjabat Bupati lany Jaya :
1. Nama : Ir. Pribadi Sukartono, MM
2. T4/tanggal lahir : Nganjuk, 9 Juni 1952
3. Pangkat/Gol : Pembina Utama Madya (IV/d)
4. Agama : Islam
5. Nama Istri : Theresia Tri Wahyuni Pribadi
6. Nama anak : 1. Galih S. Pribadi, ST
2. Ratih C. Pribadi, SP, MM
3. Safitri S. Pribadi, SH

Ruang Lingkup Perjalanan Karier :
1. Tahun 1981-1983. Pjs. Kasi Perhubungan Tel Bappeda Biak
2. Tahun 1983-1986. Plh. Ketua Bappeda Biak
3. Tahun 1986-1994. Kasi pertanian Bapeda provinsi Papua
4. Tahun 1994-2001. Ketua bapeda kabupaten Jayawijaya
5. Tahun 2001-2003. Kepala Bapedalda kabupaten Jayawijaya
6. Tahun 2003-2006. Seketaris daerah kabupaten Tolikara
7. Tahun 2007 s/d sekarang Kepala Badan Diklat kabupaten
Jayawijaya
8. 21 Juni 2008 s/d sekarang Dilantik sebagai Penjabat bupati Lany
Jaya oleh Mendagri, H. Mardiyanto di Wamena.

Indonesia Berhasil Tangani Terorisme

SP/Ignatius Liliek
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Martin Alan Hatfull (kiri) berbincang dengan Pemimpin Umum, Wim Tangkilisan (kanan), Pemimpin Redaksi, Primus Dorimulu (kedua dari kanan) dan Wakil Pemimpin Redaksi, Chris Mboeik (ketiga dari kanan) saat berkunjung ke Kantor Harian Umum “Suara Pembaruan”, Senin (14/7).

[JAKARTA] Indonesia dinilai memiliki komitmen yang kuat dan memperlihatkan peningkatan kualitas yang signifikan dalam menangani terorisme. Penanganan terorisme yang dilakukan aparat kepolisian sejauh ini dinilai cukup berhasil. Hal ini terbukti dengan tertangkapnya sejumlah pelaku terorisme.
Demikian dikatakan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Martin Alan Hatfull saat berdialog dengan redaksi SP di Jakarta, Senin (14/7).

Ia mengatakan, aparat kepolisian memiliki komitmen dan determinasi yang tinggi dalam menangani kasus terorisme. “Walaupun saya baru beberapa bulan di sini, tapi saya melihat aparat kepolisian cukup serius menangani kasus terorisme tersebut. Buktinya, banyak pelaku teroris yang sudah ditangkap,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Inggris akan terus meningkatkan kerja sama dengan aparat keamanan Indonesia yang sudah terjalin baik selama ini. Dikatakan, selama ini kedua negara telah menjalin kerja sama yang baik di bidang keamanan, seperti pertukaran informasi, pelatihan sumber daya manusia, dan pengiriman tenaga ahli keamanan Inggris ke Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan aparat keamanan Indonesia. Pada masa mendatang, paparnya, kerja sama tersebut akan ditingkatkan lagi.
Sekalipun demikian, ia mengingatkan, dialog antarkedua negara perlu terus ditingkatkan karena terkadang kebijakan suatu negara bisa terdistorsi di mata negara lain. Karena itu, dialog ini perlu terus dilakukan. “Inggris dan Indonesia sudah melakukan dialog itu. Misalnya, kita mengirimkan sejumlah tokoh masyarakat di Inggris untuk datang dan belajar di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa saling memahami apa sesungguhnya yang menjadi permasalahan dan kebutuhan masing-masing pihak,” tandasnya.

Dikatakan, dialog antara masyarakat yang berbeda budaya dan agama dapat mengurangi pandangan negatif satu sama lain. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya friksi bahkan timbulnya aksi terorisme.

Perubahan Iklim

Di sisi lain, Hatfull juga menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang lingkungan hidup. Langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye mengatasi perubahan iklim (climate change) yang tengah digalakkan pemerintahnya.

Sejumlah proyek telah direncanakan untuk dilakukan, termasuk pembuatan peraturan yang memastikan kayu yang diimpor dari Indonesia oleh pengusaha Inggris tidak berasal dari kegiatan penebangan liar (illegal logging).

Menurut Hatfull, peraturan yang dibuat Uni Eropa menegaskan pembelian kayu yang berasal dari penebangan liar tidak dibenarkan. Oleh karena itu, dia mengharapkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kayu terbesar di dunia bisa membuat peraturan yang memastikan kayu Indonesia tidak berasal dari tindakan ilegal tersebut.

Hatfull juga memuji komitmen yang ditunjukkan Pemerintah Indonesia terhadap upaya-upaya konservasi lingkungan. Pihaknya juga akan berusaha membantu program penghutanan kembali yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia. Dalam kaitan ini maka kedua negara akan menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang lingkungan hidup termasuk di dalamnya kampanye kesadaran lingkungan bagi masyarakat di sekitar hutan. Dengan demikian, mereka bisa memanfaatkan hasil hutan tanpa merusaknya. [SRA/B-14]

Last modified: 15/7/08

20.000 Ha Tanaman Padi di Bengkulu Kekeringan

WAHYU MANDOKO

Warga Desa Pelangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berebut air bersih bantuan dari pemerintah kabupaten setempat. Kekeringan di Banyumas menimbulkan krisis air di 124 desa yang tersebar di 12 kecamatan dari 27 kecamatan yang ada. Tampak warga yang sedang berjejalan meminta air bersih dari Petugas, Jumat (11/7).

[BENGKULU] Sekitar 20.000 hektare (ha) tanaman padi di Provinsi Bengkulu kekeringan, akibat musim kemarau sejak dua bulan lalu. Tanaman tersebut terancam gagal panen jika hujan tidak turun dalam waktu dekat. Pasalnya, sejak kemarau melanda daerah ini, tanaman padi tidak mendapat pasokan air.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, Muchlis Ibrahim yang dihubungi SP, di Bengkulu, Sabtu (12/7), membenarkan hal tersebut.

Tanaman padi yang kekeringan itu, sebagian besar berada di lahan tadah hujan. Sebagian sawah beririgasi teknis. Namun, untuk tanaman padi beririgasi teknis meski hujan belum turun hujan dalam waktu dekat, tanaman padi masih mendapat suplai air.

Sedangkan sawah tadah hujan tidak mendapatkan air sama sekali. Jika hujan tidak turun pada akhir Juli ini, dipastikan tanaman padi 20.000 ha akan mengalami puso. Tanaman padi yang terancam puso ini berada di Rejang Lebong, Kepahyang, Muko-Muko, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kota Bengkulu.

“Saya tidak ingat luas tanaman padi yang kekeringan di masing-masing tingkat II. Jika hujan tidak turun Juli ini, luas sawah yang kekeringan di Bengkulu akan bertambah lagi,” ujarnya.

Terus Menurun

Pasalnya, debit air irigasi terus menurun. Hal ini terjadi karena mata air di sekitar irigasi tersebut mengering. “Kami berharap Juli ini datang hujan sehingga tanaman padi tersebut selamat dari ancaman gagal panen,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu segera memberikan bantuan pompa air kepada para petani untuk mengairi tanaman. Dengan demikian, tanaman padi tetap mendapat suplai air secara teratur, sehingga selamat dari ancaman kekeringan.

“Kami sedang menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek luas sawah yang kekeringan. Jika data kekeringan didapatkan dari tingkat II, bantuan pompa langsung kami salurkan kepada petani di setiap kabupaten dan kota di Bengkulu,” ujarnya.

Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Pertanian tingkat I untuk mengatasi tanaman padi petani yang kekeringan, sehingga terhindar dari ancaman gagal panen.

“Saya minta Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu segera mengatasi tanaman padi kekeringan dengan memberikan bantuan pompa air. Dengan begitu, tanaman padi yang kekeringan dapat terhindar dari puso,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Bendung Pamarayan, Hudari menjelaskan, sedikitnya lima kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, yakni Kecamatan Keramatwatu, Pontang, Tirtayasa, Cikande, dan Carenang, terancam mengalami krisis air karena debit air Sungai Ciujung yang menjadi sumber air untuk Bendung Pamarayan menurun drastis. Sumber air untuk mengairi sawah itu mengalami penurunan volume akibat musim kemarau.

Debit di saluran induk kiri untuk kebutuhan air di Kecamatan Kramatwatu, Tirtayasa, dan Pontang mengalami penurunan dari 18 meter kubik per detik menjadi 8,64 meter kubik per detik. Sedangkan debit di saluran induk kanan untuk menyalurkan air ke Kecamatan Cikande dan Carenang, menurun dari empat meter kubik per detik menjadi 1,85 meter kubik per detik. [143/149]

Last modified: 12/7/08

Diduga Pelakunya Profesional – Pembunuhan Sopir Sumber Makmur, Polisi Periksa 11 Saksi

JAYAPURA-Kasus pembunuhan Syahrul (36), sopir CV Sumber Makmur yang ditemukan tewas dengan leher dijerat dalam mobilnya di halaman Bank Danamon Jayapura, Kamis (10/7), masih diselidiki aparat kepolisian Polresta Jayapura.

Guna mengungkap kasus pembunuhan yang sempat menggegerkan warga Kota Jayapura Kamis kemarin ini, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Jayapura telah memintai keterangan belasan saksi. “Sudah 11 saksi telah kami mintai keterangan terkait kematian korban,” kata Wakapolresta Jayapura Kompol Paru Andreas SH didampingi Kasat Reskrim AKP Y Takamully SH saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (11/7) kemarin. Continue reading “Diduga Pelakunya Profesional – Pembunuhan Sopir Sumber Makmur, Polisi Periksa 11 Saksi”

Konsumsi Wiro Seorang Pria Tewas – 2 Orang Lainnnya Kritis

SENTANI-Tragedi kematian beruntun beberapa waktu lalu yang menewaskan sejumlah warga akibat mengkonsumsi minuman local (milo), kembali terulang dan saat ini yang menjadi korban adalah tiga pemuda bernama Dominggus Wenda, Yepius Wenda, dan Kalikalok Kogoya.

Akibat mengkonsumsi minuman keras (miras) jenis Wisky Robinson (wiro) sebanyak 8 botol di Kompleks Rawa Pos 7 Sentani Kabupaten Jayapura, sekitarpukul 21.00 WIT Selasa (8/7) mengakibatkan Dominggus Wenda langsung tewas. Korban ditemukan tewas oleh salah seorang warga bernama Demus Wenda pukul 05.00 WIT, Rabu (9/7) tidak jauh dari tempat ketiganya mengkonsumsi miras. Sementara itu dua rekannya Yepius dan Kalikalok kini dalam keadaan kritis.

Saat ditemukan korban langsung dievakuasi ke salah satu rumah yang berada disekitar TKP. Warga yang awalnya menduga korban telah meninggal, namun saat meraba tubuhnya terasa masih hangat, korban langsung dibawa RSUD Yowary untuk mendapat kepastian medis bahwa korban memang sudah meninggal dunia.

Setelah dokter yang memeriksa tubuh korban memastikan korban telah meninggal maka keluarganya langsung membawa jenasah korban ke rumah duka di kompleks Rawa Pos 7 Sentani. Sementara 2 teman korban Yepius dan Kalikalok, yang mengalami kondisi kritis tidak segera di bawah ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis.

Ketika disinggung terkait alasan penahanan kedua korban lainnya untuk tidak mendapat perawatan medis, salah satu keluarga korban bernama Nius Wakur enggan memberikan komentar lebih lanjut. Namun Nius menceritakan kronologisnya dimana saat itu 3 orang pria yang berprofesi sehari-hari sebagai petani itu, membeli 8 botol wiro dan mengkonsumsinya secara bersama-sama. Nius mengatakan, korban (Dominggus red) diduga tewas saat mengkonsumsi miras karena sebelumnya sedang sakit.

Kapolres Jayapura AKBP Drs Didi S Yasmin ketika dikonfirmasi mengatakan dalam kasus tersebut saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa 8 botol minuman Wiro untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kasus ini terjadi karena kurang adanya kesadaran dari korban. Sehingga saat ini belum ada yang dapat kami duga sebagi pelaku. Namun kami sudah mengamankan barang bukti untuk selanjutnya akan kami ambil sampelnya. Jangan-jangan ada jenis campuran cairan lain yang dimasukkan ke dalam muniman tersebut,” tegas Kapolres. (jim)

Dua Pengeroyok Anggota TNI AL Resmi Tersangka

Empat Lainnya Masih Dalam Pengejaran


JAYAPURA-Setelah menetapkan satu tersangka pengeroyokan terhadap dua anggota TNI AL Lantamal X Jayapura, Eri Enggar (23) dan Abdul Kholik di depan Toko Amor Hamadi, Sabtu (5/7), penyidik Unit Reskrim Polsekta Jayapura Selatan kembali menetapkan 1 orang tersangka lainnya.


Kedua tersangka itu masing-masing berinisial MY (32) dan EW (40). Bahkan, kedua tersangka ini tetap ditahan untuk memudahkan proses selanjutnya. “Keduanya diduga kuat terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI AL akhir pekan lalu,”jelas Wakapolresta Jayapura, Kompol Paru Andreas SH didampingi Kapolsekta Jayapura Selatan, AKP Stevanus Konyep ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos terkait pengembangan kasus itu, Rabu (9/7).


Kedua tersangka ini, kata Wakapolresta, dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 5 tahun 6 bulan.
Dalam kasus ini, pihaknya juga sudah memintai keterangan beberapa orang saksi untuk mengungkap kasus tersebut, sekaligus mengetahui siapa para pelakunya.”Masih ada 4 orang yang diduga terlibat dalam kasus ini dan kini masih dalam pengejaran,”ujarnya.


Untuk menindaklanjuti kasus pengeroyokan dan mengungkap para pelakunya ini, pihaknya juga sudah melakukan langkah-langkah pendekatan kepada para keluarga tersangka agar mereka membantu menyerahkan tersangka kepada polisi.


Sekadar diketahui, kasus pengeroyokan terhadap anggota TNI AL Lantamal X Jayapura ini, bermula ketika kedua korban mengendarai motor dari arah Hamadi menuju ASMI Hamadi. Namun, setibanya di depan Toko Amor Hamadi, tiba-tiba seorang warga yang berinisial MY berboncengan bersama dua orang temannya melintas, sehingga membuat korban kaget dan langsung mengerem mendadak.


Melihat itu, MY langsung berteriak dengan kata-kata kasar dan memaki korban, sehingga terjadi pertengkaran mulut diantara keduanya. Karena tidak terima, pelaku kemudian mendorong teman korban ke arah mata jalan Hamadi Hanurata dan memanggil teman-temannya untuk datang. Sehingga, banyak temannya langsung datang ke TKP dan tanpa tanya langsung mengeroyok teman korban.


Melihat temannya dikeroyok, korban berusaha membantunya, sehingga ia juga menjadi sasaran pengeroyokan tersebut. Merasa terdesak, kemudian korban bersama temannya lari kearah Kompleks ASMI dan berpencar, namun korban masuk di salah satu rumah warga. Pelaku bersama teman-temannya kemudian datang dan merusak rumah tersebut dan menyeret korban keluar.


Pelaku MY langsung memegang kerah baju korban dan langsung memukulinya hingga terjatuh, kemudian disusul teman-temannya yang langsung memukuli dengan tangan dan balok serta menginjak-injak korban, bahkan korban sempat dilempar dengan sepeda hingga mengenai kepalanya. (bat)

Hasil Penelitian Agar Jadi Acuan

Guna Penyusunan Perencanaan Pembangunan Pertanian ke Depan

PUNCAK JAYA-Bupati Pucak Jaya Lukas Enembe, SIP mengatakan, hasil penelitian pertanian yang dilakukan oleh Pemkab Puncak Jaya melalui Dinas Pertanian bekerjasama dengan Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Pertanian Provinsi Papua dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian Bogor diharapkan bisa dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan pembangunan pertanian ke depan.


Hal ini ditegaskan Bupati Enembe dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati, Drs. Henock Ibo pada acara pembukaan Seminar Hasil Penelitian Agroekologi Zona Kabupaten Puncak Jaya, di kediaman Wabup, Rabu (9/7).


Diakui, sejak terbentuknya Kabupaten Puncak Jaya bahkan saat ini telah melahirkan kabupaten baru yaitu Kabupaten Puncak ternyata sudah banyak dilakukan penelitian tapi khusus untuk penelitian Agroekologi Zona ini baru pertama kali dilakukan. Untuk itu hasil peneletian pertanian ini perlu diimplementasikan menuju pembangunan ke depan mengingat pembangunan yang dilakukan di bidang pertanian hanya mengacu kepada budaya atau kebiasaan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pertanian dalam arti luas.
“Guna menunjang penelitian pertanian perlu dukungan data dan informasi yang akurat dan valid sehingga bisa menetapkan zona potensial sumberdaya lahan yang baik untuk pertanian,”ungkapnya.


Ditempat yang sama, Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pertanian, WH. Janggo mengatakan, maksud dan tujuan digelarnya seminar ini tidak lain untuk melaksanakan inventarisasi, karakterisasi dan evaluasi potensi sumberdaya lahan sebagai dasar dalam penyusunan AEZ dan peta pewilayahan komoditas pertanian unggulan serta akan menentukan jenis komoditas pertanian unggulan yang dapat dikembangkan guna mendukung peningkatan pendapatan petani dan pendapatan daerah (PAD) berdasarkan potensi sumberdaya lahan.(nal)

Pesawat Trigana Tergelincir di Dekai

Bandar Udara Dekai, Yahukimo
09LINTAS1

JAYAPURA-Pesawat jenis Twin Otter milik Trigana dilaporkan mengalami kecelakaan di Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (8/7) sekitar pukul 13.10 WIT, Selasa (8/7) kemarin. Pesawat yang naas itu, tergelincir ketika mendarat di run way Bandara Dekai tersebut, sehingga keluar dari landasan pesawat tidak jauh dari Kantor Bandara Dekai.

Untung saja, dalam musibah kecelakaan pesawat ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa, dimana diketahui pilot bernama Agus, co pilot bernama Dedy dan seorang mekanik dinyatakan selamat.

Dari sumber yang diterima Cenderawasih Pos, pesawat Twin Otter milik Trigana tersebut, awalnya melakukan penerbangan dari Wamena ke Agats, Kabupaten Asmat dengan membawa 6 orang turis.

Continue reading “Pesawat Trigana Tergelincir di Dekai”

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny