Wamena – Makin gencarnya pengusulan puluhan pemekaran kabupaten dan kota di Provinsi Papua dan Papua Barat yang diklaim lebih mendekatkan pelayanan pemerintahan dan pembangunan, mendokrak kesejahteraan rakyat, menurut Pastor Jhon Jonga Pr, bohong belaka.
Kata Pastor Jhon, semangat para elit Papua dan Papua Barat yang mendorong pemekaran kabupaten dan kota ini kebanyakan dibungkus dengan kepentingan kelompok atau berdasarkan keinginan para elit belaka.
“Fakta yang saya lihat selama ini ketika telah dimekarkan suatu wilayah menjadi kabupaten baru, kelakukan pejabatnya mulai dari tingkatan bawah sampai pejabat kepala dinas menjauh dari rakyat dan hanya mengejar kepentingan semata,”
katanya kepada SULUH PAPUA di Wamena, Jumat (8/11).
Pastor Jhon mengatakan hadirnya kabupaten pemekaran itu banyak rakyat terlantar, banyak rakyat yang miskin bahkan yang sangat ironisnya banyak pengangguran, dan bahkan pejabat ini tidak memberikan pelayaan pemerintahan dan pembangunan yang maksimal kepada masyarakat.
Dia menilai juga, kriteria yang digunakan sebagai syarat untuk pemekaran kabupaten tersebut tidak memenuhi syarat, khusunya jumlah penduduk, luas wilayah dan peryaratan formal lainnya. Dia mencontohkan di Kampung Hepuba Distrik Asolokobal kabupaten Jayawijaya tempat ia mengabdi jumlah penduduknynya tidak sampai 100 jiwa bahkan jumlah kepala keluarganya cuman sekitar 25 orang.
“Saya mengakui juga kalau akibat pemekaran kampung, distrik hingga kabupaten tidak ada pelayanan yang maksimal terutama pelayanan pendidikan dan kesehatan di tingkat masyarakat paling bawah. Ini masalah mendasar yang saya lihat dampak dari pemekaran distrik lalu naik jadi pemekaran kabupaten,”
JAYAPURA – Empat orang yang sebelumnya ditangkap lantaran dicurigai sebagai anggota TPN-OPM, akhirnya divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas 1 A Jayapura, Kamis (7/11). Para terdakwa dijerat dengan pidana pasal 110 KUHP ayat 1 (jo) 106 KUHP dengan hukuman pidana yang berbeda. Untuk tiga terdakwa masing-masing, Isak Demetouw, Nikodemus Sosomar dan Soleman Teno dihukum pidana penjara selama 2 tahun 2 bulan. Sedangkan satu terdakwa lainnya, Daniel Nerotou, divonis 1 tahun penjara.
Vonis yang diberikan kepada 3 terdakwa ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Toman Ramandey, S.H., yang menuntut ketiganya diganjar empat tahun penjara. Majelis Hakim yang diketuai Dolman Sinaga, S.H., mempertimbangkan sikap para terdakwa yang selama persidangan cukup kooperatif.
Berdasar keterangan di ruang sidang, perkara ini berawal pada, 3 Maret 2013, saat Anggota Satgas Yonif 755 Yalet yang saat itu tengah berjaga di Pos Satgas, Kampung Nengke, Distrik Pantai Timur Kabupaten Sarmi, mendapat laporan dari warga yang melihat ada anggota TPN-OPM yang tengah melintas di jalan menuju Kampung Yamna. Petugas kemudian menindak lanjuti laporan warga dengan melakukan pengejaran terhadap orang yang dimaksud.
Setelah dilakukan pengejaran, kemudian didapati dua buah sepeda motor yang ditumpangi oleh para terdakwa yang selanjutnya ketika dimintai untuk menunjukkan KTP, namum tidak memiliki kartu identitas, sehingga oleh petugas dilakukan penggeledahan. Dalam penggeledahan kemudian ditemukan uang tunai Rp20 juta, catatan hasil pertemuan tentang pelaksanaan pesta mama Papua, Kartu Anggota TPN-OPM atas nama Nikodemus Sosomar yang telah jadi terdakwa.
Selain itu, petugas juga menemukan satu buah atribut bendera Bintang Kejora berukuran kecil, sangkur komando dan kemudian setelah dilakukan pemeriksaan di jok motor yang ditumpangi terdakwa, didapati pula 3 buah botol berisikan serbuk belerang. Semua temuan petugas kini telah menjadi barang bukti atas perbuatan para terdakwa. (art/don/l03)
YOGYA – Mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di daerah JATENG kembali mengelar diskusi terkait komentar Indrayanto, Direktur Jenderal Pemetaan dan Pemekaran Wilayah Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri mengaku diancam oleh tim pemekaran DOB dari Tanah Papua dengan isu Papua Merdeka bila pusat menolak usulan DOB dari mereka.
“Kami ditekan oleh tim pemekaran bahwa jika pemerintah pusat bersama anggota DPR/DPD RI tidak menerima usulan pemekaran, maka Papua akan keluar dari Negara Indonesia,”
tutur Indrayanto mengakui tekanan yang diterima.
Jangan gadaikan ideologi manusia dengan sesuatu barang, dan ideologi itu tidak ada pernah lumpuh dari otak manusia sekalipun ideologi itu dimaniskan dengan berbagai cara, program, dan barang berharga apapun. Itulah pokok-pokok diskusi jurusan pemerintah daerah JATENG Rabu, 06/11/2013 di kota baru Yogyakarta saat makan siang berlangsung.
Hal yang paling aneh adalah ketika ideologi manusia itu digadaikan dengan sesuatu hal yang manis untuk dinikmati sendiri. Hal yang paling lucu adalah ketika ideologi suatu bangsa dan ras manusia itu digadaikan dengan sesuatu program yang tidak akan pernah menghasilkan nilai positif bagi bangsa dan ras tersebut. Kata Donatus B.Mote mengawali diskusi terkait pemekaran di Papua.
Mote mengutip perkataan MK saat puluhan mahasiswa Papua menolak pemekaran
“Kami juga ditekan dengan bahasa; kalau tidak diberikan pemekaran di Papua maka kami siap keluar dari NKRI”.
Ungkapan itu, Mote; sebagai mahasiswa tulang punggung bangsa Papua sangat mengayangkan ungkapan tersebut.
“jangan gadaikan Ideologi bangsa Papua dengan pemekaran di Papua sebab sesungguhnya ideologi yang tertanam dan sedang bertumbuh dalam manusia itu tidak bisa dihapuskan dengan barang berharga apapun.
Tegas Donatus, pemimpin diskusilepas terrsebut.
Sementara itu, Salah satu Mahasiswa Diponegoro Semarang “Imam” mengatakan;
saya terkejut ketika baca berita bahwa, elit-elit lokal di Papua menekan “kalau tidak diberikan pemekaran di Papua berarti kami siap keluar dari NKRI”.
Kata Imam.
Lanjut Iman;
saya tidak tahu, apa benar mereka ungkapkan seperti itu atau hanya ucapan manis di MK untuk mendiamkan masa aksi yang datang di kantor. Namun, saya sebagai mahasiswa yang berdiri netral kembali mengatakan dengan tegas bahwa; sesungguhnya ideologi suatu bangsa dan ras itu tidak bisa digadaikan dengan barang apapun sekalipun dengan emas dan perak.
Tegas Imam, Yang selalu ikuti perkembambangan Papua.
Tonchi, salah satu mahasiswa jurusan pemerintahan di UGM kembali memperkuat;
memang ideologi orang Papua itu tidak bisa dilumpuhkan sekalipun dengan manisnya program pemerintah pusat dan daerah. Apalagi ideologi atau Papua ingin keluar dari NKRI itu bukan hal yang baru muncul di Jakarta, tetapi sudah ada sejak 1962 Papua dianeksasi ke dalam NKRI.
Kata Tonci dalam diskusi.
Saya sangat lucu dan merasa aneh, melihat tingkah laku dari pemerintah Pusat. Kelihatannya dalam Negara Indonesia ini ada wilayalah-wilayah yang dimanja oleh pemerintah dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain.
Jelas Tonci
Lanjut,
jujur saja bahwa, selama ini saya melihat Papua itu wilayah yang dimanja oleh Negara. Kenapa? Karena Negara mencoba untuk melumpuhkan ideologi Papua Merdeka. Tetapi hal yang perlu kita lihat adalah; ideologi suatu bangsa itu tidak bisa dihilangkan oleh Negara sekalipun menjalankan dengan bentuk kekerasan oleh satuan militer.
Tambahnya Tonci.
Dalam diskusi tersebut, Fitria; seorang perempuan yang aktif dalam berbagai organisasi kampus mengakatan dengan singkat
“daripada Negara menghabiskan dana triliyunan di Papua, lebih bagus dilepaskan saja. Kenapa? Karena memang ideologi suatu bangsa itu tidak bisa dihilangkan dengan jumlah dana besar yang selama ini Negara kasih ke Papua.Kata Fitria, dalam penuh harapan akan kehidupan masyarakat Papua.
Lebih baik, lanjut Fitria;
Negara fokus terhadap wilayah-wilayah lain yang ada di NKRI. Biarkan saja Papua mau lepas dari NKRI atau tidak karena sudah cukup banyak dana yang dihabiskan di Papua.
Sekitar dua jam lebih disuksi berjalan. Untuk mengakhiri diskusi, forum menyimpulkan bahwa, Ideologi masyarakat Papua tidak bisa dihilangkan oleh pemekaran. Orang-orang yang datang minta pemekaran di Jakarta dengan mengadaikan ideologi masyarakat Papua “RAS MELANESIA” adalah orang-orang yang tidak mempunyai identitas dan telah didoktrin oleh Negara. Orang-orang yang datang di Jakarta itu, masyarakat Papua musti bertanya kembali. Kata Donatus, pengurus KOMAP APMD. (Editor: Bidaipouga)
Maun Alin no Inan Feton sira, Maubere Bibere, kamaradas no kompaneiros, ran maluk no mane maluk sira hotu2 teteu halo didiak tanba tempu nebe ukun nain sira hader hodi ukun ita nia Rai doben Timor Lorosae I besik tinan 14 nia laran liu ba kotuk to’o oin loron ne’e, mosu problema oin-oin deit nebe ke akontese iha ita nia Rain Timor Lorosae nia laran tomak mak tuir mai ne’e:
—–1. Krise de Identidade/Karakteristika
—–2. Krise Lideransa
—–3. Krise Konstitusional nebe hatudu;
———-3.1. Presidente viola Lei
———-3.2. Governo viola Lei
———-3.3. Parlamento viola Lei
———-3.4. Tribunal viola Lei
Revolution’s Council at Maubere People: Komandante Brigada Vermellha FALINTIL, Mr. Paulino Gama ‘Mauk Moruk’
Nia Impaktu negativu mak tuir mai ne’e;
—–1. Ekonomia la la’o
—–2. Desempregado aumenta
—–3. Korupsaun haburas no habebar ba bebeik
—–4. Injustisa iha Processo Tribunal, nebe resulta Prisoneiros sira halai sai husi prisaun
—–5. Inflasaun/Sasan folin sa’e makas liu tan, Governo la konsegue controla
—–6. Utiliza Povo nia oasan ba pasiar iha rai liur neba hodi goza no la’o patarata hela los
—–7. Mal Gestaun, osan ba projectu emergencia bar-barak, maibe la iha kualidade ida
SOLUSAUN:
1. Reforma Governo Imediata husi Asaun justisa popular liu husi ASAUN REVOLUSIONARIA
2. Tenki iha Auditoria atu kontrola Gastu sira
3. Kria Tribunal das Kontas
4. Anula Lei Vitalisia, Hamenus hola kareta luxu ba membros Governo kah membros do Parlamento no mos instituisoens estatais sel-seluk tan,Presisa reinforsa kareta ba Seguransa Publika no Defesa da Nasaun, ambulansia, bombeiros, transportes publikas no gratuitas ba Povo kik no kiak Maubere no nia oan studantes iha Timor Lorosae nia laran tomak hahu husi Skola Dasar to’o Universitas.
5. Presisa Orgaun totalmente Imparcial i Independete atu Investiga membros Governo no Comerciantes sira.
Hahu processu ukun rasik a’an to’o oin loron ne’e, Povo kik no kiak Maubere mak sai vitma husi hahalok irresponsabilidade husi Politik Foer Kompadre no Komadre sira husi senhor Xanana Gusmao no nia komparsas tomak ih sira nia sistema Holigarkia nia kah sistema Feudalista kah Monarkia nia hodi hala’o nia Dinastia nune mak sira haburas, habebar no hametin nafatin sira nia moris hanesan MAFIA tantanan hodi sira nia sigla ornamentada hodi kores be ita Povo Timor Lorosae hatene hodi naran ho letras bokor no mesak bo’ot tantanan deit “KKN” KORUPSAUN, KOLUSAUN NO NEPOTISMO…
Tuir fali mai povu hasoru krizi politika kumesa husi tinan 1999 to’o 2013. Se mak halo krizi ? Se los maka autor ? Sai lideransa tenque iha integridade, berani responsavel ba crimi nebe nia komete, transparansia no acountabilidade. La’os sai lideransa atu subar fali ou hakiak fali criminoso sira hanesan sira nia doben lolos, atu hanehan fali povu ki’ik no kiak Maubere.
Tempo to’o ona atu prosesu criminosu sira hotu. Autor tenque identifika lolos, labele tuda fatuk subar liman. Hatun corupto…………………hatun nauk ten………………… hatun bosok ten…………………hatun lohi ten hatun bobar ten…………………hatun ema sira nebe politisa historia atu bosok povu, nunue’e bele susu nafatin povu nia bokor no rai bokor i moris hanesan fahi macau sira, iha ita nia sosiedade nia laran.
At liu tan transforma historia CNRT ba partido hodi manipula povu. Politik foer liu senhor Xanana. Senhor Xanana halo nasaun Timor Leste hanesan kompanha privado. Tempo to’o ona ba povu tomak atu kopera i fo ninian kontribuisaun maximu ba revolusaun hasoru koruptor, hodi hatuur governo foun.
Atu hadia sistema nebe representativo hodi servi povu, laos halo fali povu sai atan ba bebeik iha nia rain rasik. Timor ba Timor oan la’os ba fali ema rai seluk hodi mai tebele ba governo AMP kah GBK atu mai hadau rai ba Timor oan sira nebe ke pertence Rai doben Timor Lorosae ne’e! Revolusaun kontra koruptor atu hetan fali Timor oan nia identidade.
VIVA BA NASIONALISTAS NO PATRIOTAS TIMOR OAN HOTU2 NEBE KE HADOMI NIA POVO NO NIA RAI DOBEN TIMOR LOROSAE HUSI PRINSIPIO NEBE KE FRETILIN DEFENDE IHA RESISTENSIA ARMADA NASIONAL TO’O OIN LORON NE’E…
A LUTA KONTINUA !
Husu ba partidus politikos, joven sira hotu, sosiedade civil, ngo’s academiko, intelektual profisionais sira hotu atu hamrik ona i labele dukur demais mai ita hotu hamutuk fo apoio maximu ba revolusaun ida nee. Ba se deit maka fo apoio ou subar koruptor sira, ami povu maubere sei la tolera !Timor oan maka rai neé nia nain, so Timor oan maka iha direito determina futuro nia nasaun ba oin.
”In the true democracy, the government is afraid of the people, not the people afraid of the government”. ”I will listen too, what my people say, and act on what my people say and what my people will”. Stop giving wrong information and manipulated the history. Wrong information can bring people harm and conflict. We are calling to Xanana and his followers or his entire governation to resign now, before too late!!!!
Revolution’s Council at Maubere PeopleHomeland in East Timor’s capital Dili – Fatuada, 07-11-2013.
Published by. Don Bosco:
West Papua Revolutionary Army – East Timor’s, 08 Nov 2013: 12:00PM
Kemerdekaan Kalimantan Borneo dari penjajahan jawa merupakan suatu yang pasti. Ada banyak cara kita untuk mewujudkan kemerdekaan kita, antara lain lewat halaman Kalimantan Borneo Liberation Front ini. Begitu pula dengan persepsi kita tentang kemerdekaan Kalimantan Borneo.
Persepsi kita selama ini berbeda-beda, karena itulah mari kita samakan persepsi kita agar kita menghasilkan daya juang yang hebat, yang mana akan membuat para penjajah gentar karena kita bersatu. Persatuan merupakan kunci utama untuk mencapai kemerdekaan yang kita impikan dan semua itu tak akan terjadi jika kita tidak mempunyai persepsi yang sama tentang kemerdekaan Kalimantan Borneo.
Pertama-tama untuk menyamakan persepsi kita, maka kita harus mengetahui mengapa kita harus berjuang untuk meraih kemerdekaan dari penjajah, entah yang datang dari jawa atau pun dari semenanjung melayu.
Warisan leluhur kita, kekayaan alam yang melimpah yang dimiliki tanah air kita yang tercinta ini, sejak kita dijajah, terus menerus dirampok oleh penjajah itu dan dibawa keluar sehingga pribumi asli Kalimantan mengalami ketidakmakmuran akibat hal itu. Karena itu kita perlu untuk mencapai kemerdekaan, agar perampokan itu berhenti dan kita dapat memanfaatkan kekayaan alam itu untuk membangun tanah air kita dan meningkatkan taraf kesejahteraan pribumi asli Kalimantan.
Penjajahan budaya merupakan hal penting yang mendorong kita untuk merdeka. Sejak penjajah itu datang ke tanah air kita, mereka membawa budaya mereka. Sebenarnya baik jika mereka membawa budaya mereka.
Akan tetapi budaya yang masuk itu diikuti pula dengan penghapusan budaya asli, sehingga pribumi asli Kalimantan mengalami krisis kebudayaan yang hebat. Penjajahan budaya merupakan sesuatu yang keji dan membunuh harga diri pribumi asli sendiri. Karena itu solusi menghentikannya ialah teriakkan kemerdekaan dan jagalah budaya asli kita.
Bertambahnya koloni-koloni penduduk penjajah di tanah air kita. Para kolonialis inilah yang merampok tanah kita, dengan alasan transmigrasi.
Transmigrasi ialah suatu kejahatan terselubung yang harus segera kita hentikan karena akan menambah kuat gurita kekuasaan penjajah diseluruh tanah air kita. Dengan adanya para kolonialis ini, penduduk asli akan berkurang jumlahnya dan akan menjadi minoritas. Padahal kita adalah mayoritas di tanah air kita. Jangan sampai kita menjadi minoritas di tanah air sendiri. Marilah kita teriakkan merdeka karena hal ini.
Terakhir ialah pengerusakan moral pribumi asli dengan penyebaran kegiatan maksiat seperti lokalisasi pelacur-pelacur jawa dan penyebaran narkoba oleh penjahat-penjahat jawa di seluruh tanah air kita. Kegiatan maksiat ini harus segera kita hentikan agar kita dan generasi penerus kita tidak mengalami kerusakan. Solusi terbaiknya ialah kemerdekaan Kalimantan Borneo.
Selain itu pula, jika kita ingin merdeka, maka sebenarnya kita didukung oleh hukum tertinggi yang berlaku di negara penjajah. Pembukaan UUD 1945 mengatakan: “kemerdekaan ialah hak segala bangsa” dan “penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.” Apalagi kemerdekaan kita juga dijamin oleh hukum-hukum internasional yang juga diratifikasi oleh negara penjajah itu. Intinya perjuangan kemerdekaan kita sendiri dijamin oleh dunia internasional. Maka jangan takut untuk berteriak MERDEKA!
Kemerdekaan Kalimantan Borneo ialah suatu hal yang pasti dan akan terjadi. Tugas kita sebagai pribumi asli Kalimantan untuk mewujudkannya. Ingat negara yang kita dirikan nanti berasal dari kita, dijalankan oleh kita dan untuk kepentingan kita semua. Apapun jalannya, tapi alasan kita sama dan tujuan akhir kita ialah KEMERDEKAAN KALIMANTAN BORNEO DARI PENJAJAHAN DAN KEMAKMURAN BAGI SELURUH RAKYAT KALIMANTAN, DIMANA SEMUA SAMA TINGGI DAN SAMA RENDAH SEHINGGA KESEJAHTERAAN YANG SUDAH BERLANGSUNG SEJAK ZAMAN LELUHUR KITA BISA KITA NIKMATI KEMBALI.
Setelah kita menyamakan persepsi kita tentang kemerdekaan marilah kita membahas apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencapai kemerdekaan kita. Berikut ini adalah beberapa yang bisa kita lakukan, tergantung kemampuan kita, antara lain:
– Jika kalian mampu mengangkat senjata, siapkanlah dirimu untuk membela kemerdekaan Kalimantan Borneo dengan darah, jiwa dan ragamu.
– Jika kalian orang kaya, berusahalah dengan keras, jangan merusak alam Kalimantan dan sumbangkanlah penghasilan kalian untuk perjuangan kemerdekaan Kalimantan Borneo.
– Jika kalian ahli pidato atau ahli mempengaruhi opini masyarakat, pengaruhilah pribumi Kalimantan agar mendukung kemerdekaan Kalimantan Borneo dengan sepenuh hatinya.
Ada banyak hal lain lagi yang bisa kita lakukan untuk mencapai kemerdekaan Kalimantan Borneo. Ingat kita walaupun berbeda-beda tapi kita satu dan tujuan kita satu yaitu KEMERDEKAAN KALIMANTAN BORNEO.
KOBARKAN SEMANGAT KALIAN HAI RAKYAT KALIMANTAN, KEMERDEKAAN KITA ADA DIDEPAN MATA KITA, KITA MULAI SEKARANG ATAU KITA TAK AKAN PERNAH MERDEKA SELAMANYA. PERJUANGAN KITA INI IALAH PERJUANGAN RAKYAT, DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT DAN UNTUK RAKYAT PRIBUMI ASLI KALIMANTAN!
Benny Wenda saat press conference di kantor Partners with Melanesia (IST)
Jayapura – Pejuang Kemerdekaan Papua Barat, Benny Wenda sejak kemarin (Rabu, 6/11) berada di Papua Nugini (PNG) untuk melakukan serangkaian kegiatan kampanye Kemerdekaan Papua.
Kegiatan Kampanye yang dinamakan
“Sorong to Samarai”
ini, kemarin bersama Partners with Melanesian, secara resmi dilaunching di Conference Room, Hohola Industrial Center, Port Moresby, PNG.
“Bersama launching kampanye ini, juga diresmikan kantor pusat Pembebasan Papua Barat di Port Moresby. Kegiatan lainnya dalam launching ini adalah Kuliah umum dan lokakarya tentang Papua Barat serta pertemuan dengan anggota parlemen Papua Nugini dan pejabat publik yang dimaksudkan untuk melobi anggota parlemen nasional PNG bergabung dalam Parlemen Internasional untuk Papua Barat.”
kata Fred Mambrasar, juru bicara kampanye, melalui mobile phone kepada Jubi (6/11).
Benny Wenda dalam konferensi pers usai launching di kantor Partners with Melanesian (5/11) mengatakan ia akan memobilisasi warga PNG dan Politisi PNG untuk mendukung kampanye yang sedang dijalankan ini. Ia mengangkat isu populasi rakyat Papua Barat yang mengalami penurunan.
“PNG dan Papua Barat lama memiliki satu tanah tanpa batas kolonial dan memiliki populasi sebesar. Namun, saat ini populasi rakyat Papua Barat secara drastis menurun sementara PNG meningkat.”
kata Benny Wenda.
Sedangkan Tony Fofoe, juru kampanye Papua Merdeka di PNG, meminta pemerintah PNG untuk memberikan dukungan penuh kepada Papua Barat untuk menjadi anggota penuh dari kelompok ujung tombak Melanesia (MSG).
“Pemerintah PNG
“Kantor West Papua di PNG ini akan membantu dalam menciptakan kesadaran dan mendidik Papua Nugini yang masih membantah beberapa hak yang paling dasar atas penderitaan masyarakat Melanesia di Papua Barat. Pemerintah PNG kami minta untuk memberikan dukungan pada Papua Barat menjadi anggota penuh MSG.”
Otsus merupakan salah satu Solusi dari Pemerintah Indonesia kepada Provinsi Papua dan Papua Barat untuk menyelesaikan masalah yang selama ini terjadi di Papua, namun masih ada beberapa kalangan yang mengatakan bahwa otsus masih gagal.
Hal tersebut terbukti dengan adanya masyarakat Papua yang berdiam di Pedalaman Papua yang masih tertinggal, karena dikalangan masyarakat Papua masih ada keluarganya yang belum sejahtera baik itu keluarganya, saudaranya yang masih belum sejahtera untuk itu muncullah Otsus.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua Lenis Kogoya mengatakan orang Papua mau merdeka karena orang Papua merasa bahwa keluarganya, saudaranya dan rumahnya masih belum sejahtera akhirnya orang Papua mau merdeka.
Untuk itu Pemerintah Indonesia mencari solusi dengan mendatangkan Otsus atau Otonomi Khusus Provinsi Papua dan UP4B atau Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat.
Sulistyo Pudjo HartonoJAYAPURA — Kontak senjata antara TNI dan TPN/OPM di Kabupaten Puncak Jayakembali menelan korban. Seorang anggota TPN/OPM yang diduga anak buah Goliat Tabuni bernama Trigele Enumbi alias Kiwo Telenggen dilaporkan tewas.
Korban tewas setelah, kontak senjata antara anggota Satgas 753/AVT yang sedang melaksanakan patroli dengan kelompok OPM yang berjumlah 3 orang di Kantor Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, Senin (4/11) pukul 10.45 WIT.
Kabid Humas Polda Papua AKBP Sulistyo Pudjo Hartono ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (4/11) membenarkan pihaknya telah menerima laporan terjadi aksi kontak senjata antara anggota Satgas 753/AVT yang sedang melaksanakan patroli dengan kelompok OPM yang berjumlah 3 orang di Kantor Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (4/11) pukul 10.45 WIT. Akibatnya, korban Trigele Enumbi alias Kiwo Telenggen tewas setelah diberondong senjata SS1 dan mengenai bagian dada sebelah kiri. Korban langsung tewas di tempat.
Dikatakan Kabid, pasca kejadian anggota Polres Puncak Jaya menuju TKP untuk melakukan Olah TKP sekaligus membawa jenasah korban menuju RSUD Mulia untuk diotopsi.
“Kami juga telah mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senjata jenis FN 46 Kal 9 mm, untuk penyelidikan selanjutnya,” kata Kabid.
Menurut Kabid, kelompok OPM tersebut berasal Yambi kiri, anak buah dari Tenggamati dari kelompok Goliath Tabuni.
Detail kronologis kejadian, anggota Satgas 753/AVT sebanyak 8 orang dipimpin Letkol (Inf) Yoni (Danki Satgas 753/AVT) menggunakan mobil Estrada sedang melaksanakan patroli seputar Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Pada saat patroli melintas di depan Kantor Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya ada 3 orang OTK yang mencurigakan, jumlahnya 3 orang anggota Satgas 753/AVT tersebut turun dari mobil dengan maksud akan melakukan pengecekan, namun tiba-tiba salah-satu dari ketiga orang tersebut melakukan penembakan menggunakan senjata pistol sebanyak dua kali dengan jarak sekitar 7 meter ke arah anggota Satgas tersebut namun tak kena. Selanjutnya dibalas dengan tembakan oleh anggota Satgas dengan menggunakan senjata SS1 dan mengenai bagian dada sebelah kiri dan langsung meninggal dunia di tempat dengan barang bukti 1 pucuk senjata jenis FN 46, sedangkan kedua OTK lainnya kabur. (Mdc/don/l03)
QUARTEL GENERAL BA CONCELHO REVOLUSAUN POVO MAUBERE NIA, FRETILIN MATADALAN NO GLORIOSAS FALINTIL LIMAN KROAT POVO MAUBERE NIA IHA FATIN: FATUHADA – COMORO FATUHADA, DILI – TIMOR LESTE.
Press Release: Movimento internasional ba direitos humanos i liga dos presos políticos!
Nasaun timor leste la’os kompanhia privado, senhor xanana nia, nune mak senhor xanana mak politiza fali historia tuir ninia hakarak no ninia sistema ukun ho modos facismu, ditadura, madaun komanadante no general no selseluk tan, nune mak nia transforma cnrt ba ninia partido privadu, hodi bosok no lohi povo kik no kiak maubere no fretilin hotu, nune mos falintil no asuwain veteranus sira i hodi moen2 hakat liu ita nia saudosos matebian sira nia ru’in no kulit, isin no ran nebe sira soe no fakar hodi sakrifisios oin2 ba ikus mai oin loron timor lorosae bele ukun rasik a’an duni. Xanana hodi momoen tan halibur mesak nia maluk lubuk ida husi ninia assosisaun mafiosas federalistas, integrasionistas no autonomistas hamrik no tu’ur nia sorin hodi ukun ho kkn nia sistema nebe buras no halebar ba nasaun kik no kiak republika demokratika timor lorosae ne’e…pois hodi ninia sistema ukun atrasado ho mentaklidade mesak desekilibradu sira ne’e mak xanana nia ukun besik tinan sanulu resin, kkn kontinua buras no habebar ba timor lorosae nia laran tomak i halo ita nia povo kiak, mukit no kik ba bebeik.
Sidadaun hotu2 iha direito atu hala’o transformasaun kah remodelasaun nune mos bele korrije sistema ukun xanana nia nebe oin loron ita haré ninia funcionalismu parado hotu i lala’o hodi dever moral ho responsabilidade obrigatoriu atu serve povo no nasaun tuir nia propaganda politika hodi renda2 no funan2 durante ninia kampanha parlamentar nia. Bahinra hodi ita povo arbitragem ninia lian ba halo koresaun ba ninia a’an, xanana hakarak kah lakohi tenke rona povo kik no kiak nebe ke vota ba nia atu kaer nafatin ninia knar hanesan ukun nain ba segundo mandato amp ii kah gbk nebe agora la’o macet total i osan barak mak mohu deit ba sira nia gostus diabolikus sira ne’e…
Se xanana la rona mak povo mukit no kiak ho nia dever moral ejije responsabilidade serio ba governo xanana nia atu halo mudansa radikal ba sistema nebe ke atrasado no la iha plano ba nmanejamento klaro hodi define lolos prioridade ba halo ita nia povo kiak no mukit bele sai moris diak no hakmatek iha domin no dame nia laran, nune bele moris iha komprensaun mutua no harmonia nia laran, iha justsa social ba sidadaun hothotu sem deskriminasaun nenhuma. Kuando xanana ho ulun tós lakohi muda ninia mentalidade arkaika no korrupsaun ukun nia mak massas populares tenke rekore kah halai ba revolusaun popular hodi…
”as the people power must show his powerful policy to save the country before too late”. The people power is only one and unique way to pressure government to change his retrograde system of which it has no more place in our human society’s life daily”…”Therefore in fact the people power’s action through the big and most powerful idea of revolution should forced fragile and very weakness government to introspect himself to change off or to be conformist and awaiting than have severe punition from mass popular revolution as indeed the real people power marching to the great revolution to transform the nation and its leadership, as what we are watching it now with very sadness manner”.
”by the way, the revolution is the only the last way to go to put all the odds and maquevelics that could not compromise of fate of the millions of the innocent and poor people in our east timor’s soil after we have restored our independence till nowadays.
Long life maubere people!
Long live the glorious falintil!
Long live fretilin and all its components!
Our struggle continuing goes on till the all maubere people became liberate from odds and style modus of governing people and nation in this modernization era of the globalization and liberalization leaded by xanana in maubere people motherland”.
Xanana komo primeiro ministro ba republica demokratika timor leste, nia iha dever moral obrigatorio hodi tuir lolos bolu administrador sira halo reuniaun atu fo’o atensaun ba korruptor sira hotu2 atu merese sansaun kah atu husik haburas no habebar nafatin kkn ba nune halo susar no terus nafatin ita nia povo maubere hothotu iha ita nia rai doben timor lorosae nia laran tomak. Mas pelo kontrario xanana hodi nia intensaun a’at tebtebes hodi haruka fali chefes do suco, adminitradores postos e concelhos no mos policias nacionais iha 13 destritos ne’e mai atu ba hafú resistentes sira nia actividade no nia uma fatin moris no hela nia iha timor lorosae nia laran tomak.
Ukun lahatene tun, lideransa nebe hakarak ukun tenki konsistente ho nia maturidade no idoniedade politika hodi ukun ho nia integridade no dignidade hodi informa korrektamente ba masas populares kona ba transparensia no akontabilidade iha governasaun nia.
Lian menon: ba sé deit mak fo’o apoio ho suporta ba koruptores sira atu hane’an povo kik no kiak sira, ami oan doben povo kik no kiak timor lorosae kah povo maubere sei la tolera duni i ami sei la hakfodak ba senhor pm xanana nia statement politika nebe hodi hanesan lolos ema ema bosok ten, nauk ten, bobar ten, politiza historia ba ninia interesse rasik kah privadu, no mos facista no ditador hodi kelas kakap mesak mak ne’e…
Povo mak sei hamrik hamutuk julga korruptores sira tuir realidade moris loron2 nia nebe ke sira hasoru hela dadauk ne’e.
Povo falta bé mos, electricidade, uma ho kondisoens diak atu moris ho, estradas ho kondisoens ho tan buat sira selseluk ba sira nia moris loron2 nia, nebe governo husi alkatiri to’o xanana oin loron ne’e i besik tan tinan 14 seidauk hatudu iha pratika ida…
Labarik sira la iha nutrisaun diak ba futura nasaun atu lori ba nebe deit mak ne’e, hodi destino incerto deit mak ita akompanha no haré lorloron ne’e.
Korruptor sira mak kontinua ukun, apesar ita hotu hatene sira nia moras kronika hirak ne’e hotu. Crise hirak nebe mosu iha ita nia rai doben timor lorosae tomak nia laran iha tinan2 ba kotuk liu ne’e. Autor nain mak sé lós? Pára ameasa povo! Pára lohi povo! Pára nauk povo! Pára politiza povo ho imi nia politka befoer no moen tantanan deit hirak ne’e…
Korupsaun povo nia inimigo! Manipulasaun iha processu eleitoral se mak involve iha laran? Campanha ala americano uja osan sé nian? Nasun riku povo kik. Sé mak ukun?
Hatun xanana ho nia kronis sira! Reforma governo urgente i la iha pre-condisoens ida! Povo presisa moris diak! Ita precisa matenek timor oan ho espiritu nasionalismu no patriotismu as tebtebes, hodi hadomi nia povo i moris ho sira mukit no kiak hodi serbi sira hodi neon no laran! Maibe la’os halo fali ita povo mukit no kiak sai fali ukun nain sira nia atan.
Hau pronto hamutuk ho matenek timor oan sira hotu-hotu, hamutuk ho povo tomak timor lorosae no maubere, frentistas sira hotu, gloriosas falintil funu nain, juventude maubere no loriku asuwain no mos komponentes hotu2 husi fretilin nia, hodi hala’o revolusaun hasoru mister korruptor sira.
Viva povo maubere! Viva asuwain falintil, liman kroat povo maubere nia viva fretilin no nia komponentes hotu2 iha rai doben timor lorosae nia laran tomak!
Hamutuk ita bele!…
Ba ita hotu nia informasaun contact no. Telefone +670-78145466.
Mauk Moruk Ran Nakaly Lemoray Teky Timor / Maubere Tuba Rai Metin!
Dili, 4 novembro 2013.
Gerehu – Kampanye Papua Merdeka atau Free West Papua CampaigN akan diluncurkan di Papua Nugini, besok tanggal 6 November pukul 11.00 sampai 12.30 siang oleh Benny Wenda di gedung Partners with Melanesian Inc., opposite Pacific Engineering, Conference Room, Hohola Industrial Center, Port Moresby, PNG.
Pembukaan Free West Papua Campaign Chapter PNG ini bertujuan untuk memberi Informasi dan kesadaran kepada warga Papua Nugini tentang perjuangan bangsa Papua untuk bebas dari penjajahan Indonesia.
Selain agenda peluncuran itu, anggota Pengacara Internasional untuk West Papua (ILWP) yang juga pakar hukum Internasional, Jenifer Robinson akan berada di PNG mulai 27 hingga 29 November untuk bertemu dengan anggota Parlemen PNG, bertemu dengan para pengungsi West Papua dan pidato umum tentang hak penentuan nasib sendiri bagi West Papua.
Selain iven diatas, Ada agenda-agenda penting dalam bulan November, yakni:
Peluncuran inisiatif “Sorong to Samarai” untuk agenda pengibaran Bintang Fajar pada 1 Desember 2013 di PNG, dan mendorong West Papua didaftarkan ke MSG.
Kuliah Umum dan workshop
Pertemuan dengan anggota-anggota Parlemen Nasional PNG untuk bergabung dengan IPWP.
Info selanjutnya hubungi Fred Mambrasar (Phone: 73338259) atau Mr. Tony Fofoe (Phone: 7049 4380).