BERITA MALAM INI SANGAT MENCEKAM SEPANJANG JALAN JAYAPURA – SENTANI

( Operasi Gabungan TNI/POLRI,Densus 88 Menangkap Dengan Paksa di Malam Hari )

Pada mala mini model operasi yang digelar pasukan gabungan TNI/POLRI ( Densus 88 ) terhadap warga Papua dimulai sepanjang jalan Raya Jayapura-sentani sangat menakutkan warga dan telah menangkap beberapa orang di perumas III waena tanpa prosedur hukum yang jelas aparat mulai menjalankan operasi pada malam hari ini, menurut saksi mata.

Dalam rangka menyingkapi dan menagani kasus teror penembakan di kota jayapura diakhir pekan lalu, aparat telah melakukan operasi tanpa ampun terhadap masyarakat di setiap titik-titik kompleks orang Papua, modus operasi ini jelas karena ketidak profesionalisme aparat dalam mengungkap kasus teror penembakan dalam beberapa pekan, dan aparat mula degan tindakan arogansi terhadap warga Papua pada malam dini hari degan peralatan perang lengkap serta panser polisi.
Warga yang menyaksikan dalam keadaan kepanikan dan ketakutan melihat ulah dan tingka aparat yang menyeret orang sembarang naik diatas truk dan penangkapan dan operasi dimalam hari sangat meresahkan warga.

Tindakan ini merupakan bentuk diskriminasi dan teror Negara tergadap warga negaranya sendiri. Tindakan orogansi aparat gabungan TNI/POLRI ( Densus 88 ) adalah pelaksanaan perintah presideng RI yang dilangsir dalam berita detik kom dan berapa media masa pada eberapa hari lalu dan akibatnya penerapan aparat sangat kejam karena dilakukan pada malam hari.

Keadaan ini mencekam para warga sipil karena tindakan yang diambil aparat, persis menangkap orang degan bentuk pemakasaan dan penculikan maka warga sagat ketakutan melihat kejadian yang baru saja terjadi pada malam dini hari.

Ketua KNPB Resmi Jadi Tersangka

JAYAPURA – Pasca penangkapan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Buktar Tabuni oleh Polda Papua, puluhan massa KNPB berdemo ke kantor DPRD Papua. Mereka menuntut DPRD Papua bertanggungjawab atas penangkapan tersebut.

Pasalnya, Buktar ditangkap dalam perjalanan pulang setelah memenuhi undangan pertemuan di DPRD Papua. Buktar Tabuni pun sejak Jumat 8 Juni sore kemarin resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua karena dianggap melakukan makar.

Massa KNPB, melakukan aksi demo di halaman kantor DPR Papua dengan membakar kayu dan pepohonan di depan pintu masuk kantor DPR Papua.

Juru bicara KNPB, Mako Tabuni mengatakan, tujuan aksi demonya ke kantor DPRD Papua, karena penangkapan Buktar Tabuni ini dianggap ada skenario dari DPRD Papua dengan Polda Papua.

“Karena Buktar Tabuni di tangkap dalam perjalanan pulang setelah memenuhi undangan pertemuan di DPR Papua, untuk itu kami meminta DPR Papua bertanggungjawab atas penangkapan Buktar Tabuni,” kata dia.

Buktar dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal makar dan penghasutan. Selain itu, Buktar Tabuni juga diduga sebagai otak dari rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua dalam beberapa waktu terakhir.
(Rivando Nay/Sindo TV/put)

WAWANCARA SELULER: KOMANDO TERTINGGI TEREVOLUSI WEST PAPUA

( Gen.Mathias Wenda,Gen.TRWP di Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua )

SPMNews: Selamat pagi bapak, kami dari Crew SPMNews ingin bertanya sedikit tentang kejadian-kejadian teror penembakan di kota Jayapura dan beberapa tempat.
MPP: Ya, Selamat pagi anak, bapak juga mendengar situasi seperti itu di kota Numbay dan beberapa tempat dari laporan inteligen kami.

SPMNews : Ada beberapa media menyatakan bahwa anggota OPM yang melakukan penembakan terhadapa warga di kota Jayapura?

MPP: O..begitu ya? Anak, ini suatu berita dan pernyataan yang luar biasa mengejutkan bapak.
SPMNews: menurut tanggapan bapak bagimana degan pemberitaan seperti itu?
MPP: anak,! Anak harus paham baik-baik, jika ada oknum yang menyebut OPM pelaku penembakan adalah perlu dipertanyakan bahwa sebenarnya dia orangnya.

SPMNews: maksud bapak bagaimana?
MPP: setiap peristiwa yang terjadi di Papua OPM dikambing hitamkan, karena bapak memiliki pengelaman dari sejak umur muda berjuang sampai detik ini oleh permainan penjajah NKRI.

SPMNews: coba bapak tolong jelaskan lebih rinci apa maksud bapa OPM dikambing hitamkan;
MPP: Anak, sejak dulu OPM itu sebuah organisasi yang bergerak di bidang politik dan diplomasi, tetapi oleh karena cara permainan NKRI degan mengkambing hitamkan OPM sehingga banyak orang Papua generasi bapak yang berdiplomasi ke luar negeri atas nama organisasi ini tidak banyak membuahkan hasil sampai bapak bertahan dihutan sekarang, jadi anak tolong kasi tahu orang Papua dan orang Indonesia, OPM itu oraganisasi yang memperjuangkan Papua untuk merdeka dari kedudukan kolonial NKRI di Papua.

SPMNew: Bagimana jika OPM berupaya memperjuangkan politik dan diplomasi degan untuk menciptakan kedamaian dalam bingkai NKRI?
MPP: ya, itu berdiplomasi tetapi anak, bapa perlu kasi tahu , OPM bukan oraganisasi yang berdiplomasi untuk cari makan,pangkat dan jabatan maka harus berdiplomasi dalam rangka yang tadi bapak sebut itu; OPM adalah organisasi dari dulu memperjuangkan hak-hak dasar bangsa Papua untuk merdeka dari NKRI dan berdiri sejajar seperti Negara kolonial Indonesia dan tujuan jelas satu itu tidak ada dua dan tiga tujuan dibelakang.

SPMNews: Sekali lagi anak mau tanya, jika Indonesia sebut bahwa itu perbuatan OPM bagaimana tanggapan bapak?
MPP: sekali bapak katakan, yang mengatakan OPM yang berbuat tindakan yang tidak manusiawi dan dialah pelaku teror kepada masyarakat yang tidak bersalah, dan itu Indonesia mau membatasi usah perjuangan pemuda Papua seperti KNPB untuk berdemo secara damai degan mengedepankan prinsip-prinsip HAM, dan juga memojokan organisai politik seperti OPM, dan juga tidak pantas lagi TNI/POLISI katakan pelaku adalah KNPB dan OPM pada zaman sekarang to? Dunia sekarang ini suda canggih kecuali dulu zaman bapak bergerilya itu lain, sekarang juga lain, anak-anak Papua suda sekolah pintar dan tahu cara berjuang to? jadi kita bisa lihat jelas apa yang dibuat oleh kolonial NKRI di seluruh tanah Papua;

SPMNews: Terima kasih bapak, kami mohon pamit dulu jika ada waktu untuk bertanya nanti kami bertanya lagi;
MPP: Baik, anak terimakasih juga, untuk telepon kepada kami, salam Revolusi.

INDONESIA MILITARY BURALLY FIRED MECHIN GUN TO INNONCENT PEOPLE DAN BURNED DOWN HOUSES

Mbalim SPMNews: The terror and shooting that occurred in the city of Jayapura is still ongoing, then in Wamena indiscriminate shootings of civilians, originated from both the military member who drove a motorcycle had crashed into a child INORIUS WANIMBO, residents saw the incident and immediately hit raging both the militaries to die.

On this incident , all soldiers that based at battalion Jonif 756 Wimanesili Wamena furious and armed with bulk ammo from Palmetto Armory began to firing machine guns to the residents that surround the scene, and the soldiers began to burned house from Sinakma , Honelama and surroundings, house burned charred flat.
.
Victims of shootings committed by the Indonesian military in the early days people had buried a man named ELINUS WENDA at 03:30 am and other victims of gunshot wounds in the Wamena hospital are:

A. Yeremias Nirigi
2. Epinus Wetipo
3. Wenda Pekinus
4. Wenda Lerius
5. Barto Gujangge
6. Juffri Gujangge
7. Philip Nirigi
8. Ones Kerbe

And 6 other injuries that have been brought by relatives for fear and trauma of military action that anarchists in the hospital then 6 other people do not come for treatment at local hospital who do not recognize their names.

The International advocacy have to act now because situation now insecurty and time to take action on issues of human rights violations that occurred in the territory of Papua. West Papua remained without it there is the problem and no longer the indigenous people in West Papua will be vanished on their own land.

KETUA UMUM ( KNPB ) KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT BUTAR TABUNI DITANGKAP POLDA PAPUA

KNPBnews – Ketua Umum KNPB sekaligus Ketua Parlemen Nasional West Papua [PNWP] , Buchtar Tabuni ditangkap bersama kedua rekannya, Jufri Wandikbo dan Assa Alua oleh aparat kepolisian Polda Papua tepat pukul 15.30 siangini di Lingkaran Abepuara, West Papua.

Buchtar dkk ditangkap sehabis menghadiri acara tatap muka yang difasilitasi DPRP tadi siang guna mengklarifikasi berbagai peristiwa penembakan yang ditujukan kepada KNPB, dimana dalam acara yang dihadiri toko masyarakat, agama dan adat tersebut tidak dihadiri oleh Pangdam dan Kapolda.

Buchtar ditangkap saat dalam perjalanan mengendarai mobil Avansa bersama kedua rekannya. Tiba-tiba dihentikan dan ditangkap secara paksa.

Penangkapa ini terjadi tanpa prosedur hukum yang berlaku, dimana pihak Polda Papua melakukan penangkapan tanpa surat penangkapan 3 kali. Penangkapan itu juga terjadi 7 jam sebelumnya (pukul 07.00 pagi) 4 anggota Polda Papua menembak mati Teyu Tabuni (17), salah satu warga Papua di Yapis.

Sebelumnya, pihak Polda Papua melarang demo damai yang dipimpin KNPB yang mengakibatkan 3 orang korban penembakan aparat kepolisian Indonesia pada 4 Juni lalu. Penangkapan ini dilakukan sebagai upaya polisi mengkambing hitamkan gerakan damai KNPB selama ini, agar polisi terhindar dari tuduhan ketidakmampuannya mengungkap pelaku kekerasan di Papua.

Sampai saat ini, Polda masih diringkus dalam ruang tahanan Polda Papua. KNPB telah menyeruhkan agar mobilisas nasional secara besar-besaran di seluruh tanah Papua.

Aparat Polisi Menembak Mati Teju Tabuni (17th), di Japis kota Jayapura papua

Jayapura Voice Baptist,– Tadi pagi jam 08.00 warga japis kota jayapura di kagetkan dengan bunyi tembakan oleh aparat kepolisiaan kota jayapura, dalam insiden itu telah menewaskan seorang warga yang bernama Teju Tabuni, saat itu duduk santai di alte bus depan Kampus UNIYAP Japis Kota jayapura (07/06).

Menurut informasi yang beredar versi saksi bahwa korban di tembak saat itu, Kejadiannya pukul 8:30, Polisi berjumlah 4 orang menggunakan 2 Motor dalam kandisi keadaan mabuk berat, datang menghampiri korban yang sedang duduk santai dan mengeluarkan 4 kali tembakan yang mengakibatkan korban jatuh dan tidak bernyawa.
Tidak lama kemudian aparat keamanan sampai di tempat kejadian (TKP) selanjutnya korban ( Teju Tabuni) diantar ke RSUD Dok II menggunakan mobil avansa hitam dengan nomor polisi tidak diketahui.

Menurut Aparat bahwa korban terjatuh dan kami datang hanya mau menolong katanya, ketika keluarga korban mau menjenguk di RS Dok II Jayapura, di persulit dan tidak di ijinkan karena pihak aparat menjaga ketat dengan lengkap persenjataan, dan perlu diketahui juga bahwa kondisi korban selain mengalami luka tembak tetapi leherpun ikut di patahkan.
Keluarga sangat membutuhkan advokasi, berharap agar harus di jelaskan apa alasan aparat menembak seorang anak yang tidak ada salahnya.

Data Korban:
Nama Korban : Teju Tabuni
Umur : (17 thn)
Warga : Kota Jayapura ( Asal Wamena).

Contributed: Baptist West Papua Relay:

PAGI TADI TELAH TERJADI PENEMBAKAN TERHADAP WARGA SIPIL DI WAMENA

Briefing News: APARAT TNI MEMBABI BUTA, TELAH MENEMBAK SATU WARGA PAGI INI DI WAMENA

Tindakan Aparat TNI telah membabi buta penembakan terhadap warga sipil di Wamen pagi dini hari
sementara warga masi mengidentifikasi mayat tersebut dari keluarga mana, sementara warga belum bisa dapat megidentifikasikan korban penembakan sementara keadaan dalam tekanan Militer NKRI TNI jonif 756 Wimanesili Wamena.

Keadaa Wamena sangat mencekam dan tidak ada orang yang melakukan aktivitas sehari-hari, Kota Wamena dalam keadaan Represi kekuatan Militer NKRI sehingga masyarakat tidak lagi melakukan kegiatan dan activitas mereka.

Sementara ini SPMNew lagi kordinasi degan masyarakat di Wamena karena degan keadaan tersebut warga dalam keadaan panik dan ketakutan untuk terus mengidentifikasikan korban penembakan oleh TNI Jonif 756 Wimanesili di Wamena. .

Contributed by: Gondalina Mblim

111 Negara Dukung Papua Merdeka

JAKARTA (BK): Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat Jacob Rumbiak sesumbar mereka bisa merdeka dan berdaulat paling lambat dua tahun lagi. Bahkan, ia mengklaim sudah mendapat dukungan dari 111 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, dan Jepang.

Republik Federal Papua Barat merupakan pemerintahan sementara gerakan separatis Papua yang dibentuk berdasarkan kongres ketiga di Jayapura, pertengahan Oktober tahun lalu. Republik Federal ini menggantikan Otoritas Nasional Papua Barat dideklarasikan delapan tahun lalu.

Rumbiak berharap Jakarta mau memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Republik Federal Papua Barat. “Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja,” kata Rumbiak.

Situasi di Papua kembali mendapat sorotan internasional setelah Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni tewas ditembak, Kamis pekan lalu.

Polisi mengklaim dia melawan saat akan ditangkap bersama pegiat KNPB lainnya. Polisi menggrebek markas KNPB yang dituding terlibat penembakan terhadap warga asing dan aparat keamanan.

Kondisi Papua tak pernah aman ini menjadi bahasan dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota Jenewa, Swiss, bulan lalu.

Semua perkembangan itu makin menguatkan tekad para tokoh prokemerdekaan buat membebaskan Papua dari Indonesia.
Berikut penjelasan Rumbiak mengenai persiapan kemerdekaan Papua saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Rabu (20/6):

Bagaimana komentar Anda soal penembakan di Papua?

Jangan alihkan isu Papua dengan penembakan misterius. Kalau Jakarta serius ingin berdialog, bebaskan seluruh tahanan politik dan tarik semua personel keamanan dari Papua.

Anda ingin dialog atau merdeka?

Jakarta sudah tahu keinginan kami buat merdeka. Jadi tidak perlu menggelar referendum seperti waktu di Timor-Timur. Itu menghabiskan uang saja. Lebih baik, Jakarta memberikan pengakuan saja, jadi kami bisa cepat mengurus negara kami sendiri.

Memangnya Papua sudah siap menjadi negara sendiri?

Kami punya kekayaan alam. Kalau Jakarta dan kami bisa bersahabat dan pisah baik-baik, kami nanti bisa bantu Indonesia.

Sudah bentuk pemerintahan?

Dalam Kongres ketiga di Lapangan Sakeus, Jayapura, 19 Oktober 2011, kita sudah mendeklarasikan Republik Federal Papua. Kongres selama tiga hari sejak 17 Oktober itu sudah membentuk Dewan Nasional Papua Barat yang sudah memilih Presiden Republik Federal Papua Barat Forkorus Yaboisenbut dan Perdana Menteri Edison Warumi. Deklarasi itu didukung tujuh wilayah adat di Papua.

Siapa saja sudah mendukung Papua buat merdeka?

Dari dokumen pemerintah Indonesia, ada 14 negara mendukung penuntasan kejahatan kemanusiaan di Papua. Dokumen di luar negeri yang kami ketahui, ada 97 negara mendesak pengiriman misi PBB di Papua. Sokongan itu juga termasuk dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kanada, Jerman, dan Jepang. Negara-negara Amerika Latin, seperti Cile dan Meksiko, juga sudah menyatakan dukungan. Total ada 111 negara. Negara-negara ini pula yang kami harap dalam Sidang Majelis Umum PBB September mendatang, mendorong pengakuan Republik Federal Papua Barat sebagai sebuah negara merdeka dan berdaulat.

Memangnya, pihak Anda sudah mengirim surat permohonan?

Surat itu sudah kami kirim tahun lalu.

Apalagi persiapan untuk merdeka?

Akhir tahun ini, kami akan membuka mission desk di PBB buat memperjuangkan pengakuan kemerdekaan Papua.

Minta pengakuan kemerdekaan dari Jakarta tidak mungkin, jadi kapan kira-kira diakui oleh PBB sebagai negara?

Paling lambat dua tahun lagi. Tapi sebenarnya bisa lebih cepat dari itu kalau Jakarta mau memberi pengakuan segera.

Jadi Anda bakal memanfaatkan momentum pemilu di Indonesia?

Kami berharap kandidat atau presiden baru Indonesia pada 2014 siap bekerja sama dengan negara baru bernama Republik Federal Papua Barat.

Kalau sudah merdeka, Anda bakal menuntut pejabat Indonesia ke mahkamah internasional?

Kami tidak akan menuntut para jenderal karena mereka cuma melaksanakan perintah. Yang akan kami tuntut pembuat keputusan politik, yakni pemerintah dan DPR. Tapi kalau mereka mengaku salah kami akan mengampuni. Kami orang-orang penuh cinta kasih, tidak suka membunuh.

Mulai dari pemerintahan siapa?

Mohamad Yamin.

Biodata
Nama : Jacob Rumbiak
Tempat/Tanggal Lahir : Ayamaru (Sorong), 11 Maret 1955 (di paspor tertulis 1958)
Agama : Protestan (lebih senang disebut pengikut Yesus)
Alamat : Merlbourne, Negara Bagian Victoria, Australia
Hobi: Menyanyi dan bermusik
Status : Menikah dengan perempuan keturunan Irlandia dan memiliki tiga putra
Pendidikan
Sarjana Matematika, lulusan dari IKIP Bandung
Pernah kuliah di jurusan Fisika ITB
Jabatan
Menteri Luar Negeri Otoritas Nasional Papua Barat (Agustus 2004 – Oktober 2011)
Menteri Luar Negeri Republik Federal Papua Barat (Oktober 2011 – sekarang)

(mer/bk-1)

Wamena Dibendrong Dentuman Tembakan Senapan Mesin

Briefing News: JONIF 756 WIMANESILI WAMENA MEGAMUK DEGAN BELEPASKAN TEMBAKAN MEMBABI BUTA

Berawal dari ulah onknum anggota 756 memakai kendaraan bermotor telah menabarak seorang anak kecil yang bernama IRONIUS WANIMBOn dinihari, dengan melihat keadaan tersebut Warga mengamuk dan menyerang kedua anggota 756 sedang berboncengan sampai kondisi kritis, melihat kenyataan itu, sebagian anggota jonif 756 Wimanesili tidak menerima ula warga masyarakat hingga kemarahan meluap yang berbuntut pada penembakan secara membabi buta sampai rumah-rumah warga di Sinakma, Honelama telah dibumihaguskan dengan melepaskan tempakan senapan mesin akhinya warga dalam kaadalan kepanikan.

Untuk sementara ini informasi selanjutnya SPMNew belum bisa mengkorfirmasi secara detil mengingat warga dalam keadaan panik dan tegang akibat ulah seluruh pasukan jonif 756 Wimanesili di Wamena.

Berdukacita Sedalam-dalamnya – Bangkitkan Semangat Juang, Terus Maju

Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua (MPP-TRWP), atas nama Panglima Tertinggi Komando Revolusi Gen. TRWP Mathias Wenda, kami dari Kantor Secretariat-General bersama segenap pejuang kemerdekaan bangsa dan Tanah Papua menyampaikan

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

atas tewasnya pemuda pejuang Hak-Hak Dasar Bangsa Papua di tangan aparat penjajah NKRI yang telah lama dan terus-menerus membunuh banyak anggota masyarakat Papua yang berteriak menuntut hak-haknya yang telah diperkosa, berawal dari peristiwa penyerahan wilayah West Irian dari penjajah Kerajaan Belanda kepada UNTEA, yang kemudian mengantar kepada pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 yang kita kenal dan tentang karena penuh dengan pelanggaran HAM, cacat secara hukum dan praktek demokrasi universal.
Para Almarhum pemuda pejuang bangsa telah meninggalkan kita dan bergabung bersama para pahlawan yang telah tiada, demi hargadiri, harkat dan martabat sebagai sebuah bangsa dan tanah leluhur kita, bukan sekedar untuk kedamaian, keamanan, kesejahteraan, kemabukan, yang bermuara kepada kedagingan dalam rangka melayani ego dan kerakusan belaka, bertujuan jangka pendek dan keuntungan pribadi belaka, seperti pandangan dan perbuatan kaum pendukung NKRI. Kita berjuang bukan untuk sesenduk atau sepiring nasi, bukan meminta belas kasihan, bukan juga meminta perhatian. Karena itu kita tidak menuntut pengusutan atas pembunuhannya kepada penjajah yang datang bukan untuk menghargai dan mengakui, tetapi untuk merampok, menjarah, memperkosa dan membunuh.
Jangan Takut! Jangan ragu dan bimbang! Jangan menyerah! Karena sejarah perjuangan telah mengajar kita dan kita telah belajar dari kesalahan untuk berbenah dan maju. Kita telah ada dalam rel perjuangan yang benar. Dan kita pasti akan mencapai cita-cita kita yang mulia, karena harga telah dibayar oleh para pahlawan kita.
Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan
Pada Tanggal: 06 Juni 2012
==============================
Secretary-General,

Amunggut Tabi, Leut. Gen. TRWP
================================
BRN: A.DF 018676

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny