Soal Penembakan di Mulia Diserahkan Ke Pihak Berwajib

JAYAPURA [PAPOS]- Terjadinya aksi penembakan yang kembali terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin [22/3] lalu menurut Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem, SE sepenuhnya diserahkan pemerintah daerah kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut Wagub, insiden yang terjadi terus menerus di daerah Kabupaten Puncak Jaya belakangan ini maupun daerah lainnya, hingga kini jajaran aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran kepada pelaku penembakan.

TNI dan OPM Kontak Senjata

Jayapura [PAPOS] – Tembak menembak antara OPM dengan aparat keamanan TNI dari Yonif 753 Nabire terjadi di sekitar “Puncak Senyum” Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa dini hari. Baku tembak itu berawal ketika mobil aparat keamanan dari Yon 753 Nabire, Senin petang sekitar pukul 18.30 WIT, dicegat OPM saat hendak kembali ke pos mereka di Puncak Senyum.

Aparat keamanan yang berjumlah 13 orang dipimpin Lettu Inf. Syahputra ketika berkendaraan dari Mulia menuju pos mereka di Puncak Senyum yang berjarak sekitar 700 meter dihadang kelompok OPM, sehingga terjadi baku tembak.

Akibat baku tembak itu dikabarkan salah seorang anggota TNI dari Yon 753 mengalami luka ringan di pinggang terkena serpihan peluru.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letkol Inf. Susilo saat di konfirmasi Papua Pos, Selasa (23/3), membenarkan adanya penembakan terhadap anggota TNI yang diduga dilakukan kelompok OPM/TPN. Sehingga anggota membalas tembakan tersebut, hingga mereka melarikan diri kedalam hutan.

Di Puncak Jaya, Patroli TNI Ditembaki GPK

JAYAPURA-Kendaraan patroli yang membawa 13 anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 753/AVT Pos Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, dilaporkan ditembaki oleh sekelompok orang tidak dikenal yang diduga dari Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).

Insiden ini terjadi saat dalam perjalanan kembali dari Kota Baru menuju ke Pos Puncak Senyum, tepatnya di Kali Semen Kampung Puncak Senyum, pada Senin (22/3) sekitar pukul 18.30 WIT.

Akibat penembakan itu, seorang anggota Yonif 753/AVT atas nama Bripka Asri terkena serpihan peluru dari para pelaku penembakan tersebut, sehingga korban mengalami luka ringan di pinggul bagian belakangnya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Susilo ketika dihubungi Cenderawasih Pos via telepon selulernya tadi malam membenarkan adanya penembakan terhadap kendaraan yang ditumpangi oleh anggota Yonif 753/AVT tersebut.

“Memang benar ada penembakan terhadap anggota Yonif 753/AVT dan seorang anggota terkena serpihan peluru di bagian pinggul belakangnya, namun sudah diobati oleh Kesehatan Pos Puncak Senyum dan saat ini masih dalam pengobatan lebih lanjut,” ungkap Susilo.

Kapendam menjelaskan, kejadian itu berawal ketika 13 anggota Yonof 753/AVT itu sebelumnya berangkat dari Pos Puncak Senyum menuju ke Kota Baru, Puncak Jaya, namun dalam perjalanan pulang menuju ke Pos Puncak Senyum, tepatnya di Kali Semen, Kampung Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, kendaraan yang ditumpangi anggota Yonif 753/AVT tersebut tiba-tiba ditembaki oleh sekelompok orang.

Ditanya apakah para anggota tersebut sempat melakukan penembakan balasan? Kapendam menjelaskan, tidak ada tembakan balasan, apalagi para pelaku langsung menghilang di kegelapan malam. “Mereka langsung lari menghilang karena sudah gelap,” ujar Kapendam.

Kapendam mengungkapkan, Selasa (23/3) kemarin, anggotanya tengah melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pencarian terhadap pelaku penembakan. “Selain melakukan upaya pencarian terhadap pelaku, kami juga meningkatkan kewaspadaan di Pos Puncak Senyum,” katanya.

Saat ditanya kira-kira para pelaku tersebut dari kelompok mana? Kapendam Susilo belum bisa memastikannya, namun yang jelas para pelaku penembakan itu merupakan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Papua. “Ya, kami sebut mereka Gerakan Pengacau Keamanan Papua,” tandasnya. (bat/fud)

Baku Tembak di Tanah Hitam

26penembakan2BRIMOB : (KIRI)Saat penyisiran di TKP. (KANAN) Brimob ketika melepaskan tembakan ke arah kelompok separatis di seberang gunung.

BRIMOB : (KIRI)Saat penyisiran di TKP. (KANAN) Brimob ketika melepaskan tembakan ke arah kelompok separatis di seberang gunung.

JAYAPURA (PAPOS)

Di Mamberamo, Brimob – OPM Baku Tebak

JAYAPURA-Upaya Polda Papua mengirimkan 1 SSK Pasukan Brimob terkait dikuasainya lapangan terbang (lapter) Kapeso di Kabupaten Mamberamo Raya beberapa hari lalu, sempat terkendala. Bahkan, pasukan Brimob yang ditugaskan untuk mengamankan lapter Kapeso tersebut sempat diserang oleh OPM dalam perjalanan melalui sungai diantara Kampung Subu dan Kampung Kosata, Mamberamo Raya, Sabtu (23/5) pukul 06.00 WIT akhir pekan kemarin.

“Sabtu pagi, pasukan dari Brimob Polda Papua yang dari Subu mau menuju ke Kosata dalam perjalanan melalui sungai tersebut dicegat oleh sekelompok masyarakat. Mereka menyerang pasukan Brimob yang menuju ke Kosata,” ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto didampingi Plh Kabid Humas AKBP Nurhabri dalam jumpa pers Sabtu malam di Mapolda Papua.

Hanya saja, kata Kapolda, pasukan Brimob membalas dengan tembakan kepada para penyerang tersebut sehingga mereka melarikan diri masuk ke hutan.

Pasca penyerangan tersebut, pasukan Brimob langsung melakukan penyisiran tempat mereka disanggong OPM tersebut dan di TKP mereka menemukan barang bukti diantaranya ada 3 busur, 17 anak panah, 3 senter, 3 per untuk senpi rakitan, 2 tali busur, 3 foto dan 5 tas pakaian.
Kelima tas pakaian tersebut, setelah diperiksa terdapat 3 kunci busi, 1 alkitab, 1 buku nyanyian rohani, 3 buku tulis, 2 bolpoin dan KTA TPN/OPM atas nama HM yang disebutkan sebagai Penembak 04 yang dibuatkan 1 Juli 2005.

“Kartu tanda anggota ini dibuatkan oleh Panglima TPN/OPM atasnama Richard Joweni,” ungkap Kapolda.

Dalam penyerangan terhadap anggota Brimob yang akan dikirim ke Lapter Kapeso tersebut, diakui Kapolda Bagus Ekodanto tidak ada korban di pihak Brimob, namun ia belum mengetahui apakah di pihak penyerang ada korban.

Terkait masih dikuasainya lapter Kapeso, Mamberamo Raya tersebut, Kapolda tetap masih mengedepankan pendekatan persuasif terlebih dahulu bersama tokoh masyarakat, adat, agama dan pemda setempat sambil melihat perkembangan.

Namun yang jelas, tegas Kapolda, pihaknya akan segera memulihkan aktivitas masyarakat di Kapeso tersebut seperti sehari-hari biasanya dan semua kegiatan masyarakat berjalan dengan baik.

“Kami ingin segera pulihkan aktifitas masyarakat di Kapeso dari kelompok yang tidak bertanggungjawab dan mengintimidasi masyarakat tersebut, apalagi sebagian besar masyarakat sudah meninggalkan kampung tersebut,” tegasnya.

Kapolda mengatakan terkait dengan penguasaan Lapter Kapeso tersebut dan masih adanya pengibaran bendera bintang kejora disana, negosiasi pertama telah dilakukan oleh tokoh agama dengan Dicky Imbiri, pimpinan kelompok tersebut.

Di samping itu, lanjut Kapolda, ada informasi bahwa ibu Nela Yenseren mengajarkan tentang agama yang menafsirkan mimpi dari ibu-ibu warga Kapeso bahwa ada yang mimpi tentang orang tua yang membawa dan mengibarkan bendera di Kapeso yang dijabarkan dengan adanya pengibaran bendera Bintang Kejora di Lapter Kapeso.

Dan, adanya mimpi kuda putih yang diterjemahkan bahwa tidak boleh ada masyarakat yang meninggalkan Kapeso dan mimpi-mimpi tersebut disebarluaskan oleh ibu Nela Yenseren kepada warga setempat di Kapeso. “Ini suatu penafsiran yang menyimpang, namun inilah kenyataan yang terjadi,” jelasnya.

Kemudian, jelas Kapolda, negosiasi yang dilakukan oleh tokoh agama dengan Dicky Imbiri diatas perahu, namun, Dicky Imbiri menyatakan tidak akan meninggalkan Kapeso. Ia juga meminta agar tidak ada hubungan antara Nela Yenseren dengan aktivitas kelompok yang dipimpinnya tersebut, serta ia meminta tidak ada urusan dengan masyarakat adat atau lembaga masyarakat adat sehingga minta agar LMA tidak usah berbicara masyarakat Kapeso.

“Memang belum ada titik temu dalam negosiasi yang pertama, sehingga akan dilakukan negosiasi dengan Bupati Mamberamo Raya dan tokoh-tokoh adat dan agama untuk melakukan negosiasi lagi dengan kelompok Dicky Imbiri, Cosmas Makabori,” imbuh Kapolda. (bat)

Brimob-OPM Baku Tembak

JAYAPURA (PAPOS) –Di sebuah sungai, kelompok TPN/OPM di bawah pimpinan Richard Joweni, Sabtu (23/5) lalu, mencegat laju pergerakan satuan Brimob yang dikirim khusus ke Kampung Kapeso di Kabupaten Membramo Raya. Kontak senjata antara Brimob dengan kelompok TPN/OPM itu, dibenarkan oleh Kapolda Papua Irjen Pol FX. Bagus Ekodanto ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Papua, Sabtu (23/5) malam. Insiden baku tembak berlangsung tidak terlalu lama itu. Dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa baik dari pihak satuan Brimob maupun dari kelompok TPN/OPM.

Karena setelah tembakan TPN/OPM dibalas tembakan pula oleh anggota Brimob, kelompok TPN/OPM tersebut melarikan diri.

Namun di TKP (Tempat Kejadian Perkara) ditemukan berbagai barang bukti yang ketinggalan kelompok TNPM/OPM itu saat lari menyelamatkan diri ke dalam hutan.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni, 3 buah busur, 17 anak panah, 3 buah parang, 3 buah senter, 3 buah pen untuk alat rangkitan, 3 buah tali busur, 3 buah foto, 5 buah tas pakain yang berisikan 3 buah kunci busi, 1 buah Al-kitab, 1 buah buku nyanyian Rohani, 3 buah buku tulis dan 2 buah Bolpoin.

Selain itu, satuan Brimob di TKP juga menemukan sebuah Kartu Tanda Anggota TPN/OPM berinisial HM, dengan jabatan sebagai penembak 04 yang dibuatkan pada tanggal 1 Juli tahun 2005. Kartu identitas anggota Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) itu, dikeluarkan oleh Panglima TPN/OPM atas nama Richad Joweni.(cr-50)

Ditulis oleh Cr-50/Papos
Senin, 25 Mei 2009 00:00

Polri-TNI Bentrok di Karubaga

Mayjend TNI A. Y Nasution dan Irjen Pol Bagus EdodantoJAYAPURA (PAPOS) –Pratu Rustam anggota TNI dari Satgas 756 Pos Karubaka, mengalami luka-luka di bagian perut dan langsung jatuh pingsan di TKP, akibat dikeroyok oleh sejumlah anggota Polri di depan pos jaga masuk Mapolres Tolikara, Selasa (28/4) sekitar pukul 10.15 WIT kemarin.

Insiden pengeroyokan anggota TNI itu buntut dari peristiwa pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 24.30 WIT, dimana sepeda motor salah satu anggota Polri yang berboncengan bersama salah seorang anggota Sat PP Pemerintah Kabupaten Tolikara, dihentikan oleh anggota regu jaga malam Satgas 756 Pos Karubaka.

Setelah mendapat pertolongan pertama di pos jaga Mapolres Mimika, Pratu Rustam kemudian dilarikan ke RSUD Tolikara, namun karena peralatan RSUD Tolikara tidak memadai, akhirnya korban dibawa ke RSUD Wamena dengan menggunakan jalan darat, dan saat ini masih dirawat di RSUD Wamena.

Malam sebelumnya, (Senin malam, red) anggota Satgas 756 Pos Karubaga yang tengah jaga malam, Senin (28/4) malam, sekitar pukul 24.30 WIT menghetikan laju kendaraan orang mabuk yang kebetulan dikendarai anggota Polri dan Sat PP saat melitas berboncengan dengan sepeda motor di depan pos jaga Satgas 756 Karubaka.

setelah petugas Pos jaga mengetahui bahwa kedua orang tesebut dalam keadaan mabuk, kemudian anggota Pos menanyakan, namun anggota jaga pos justru mendapat jawaban menantang. Karena keduanya dalam keadaan kondisi mabuk lalu kedua orang tersebut mengamuk.

Akhirnya, anggota pos langsung memukul kedua orang tersebut. Kedua orang mabuk tersebut mengaku bahwa mereka dari anggota Polres Jayawijaya dan anggota Polisi PP (Pamong Praja), akhirnya baik keduanya maupun petugas pos jaga saling meminta maaf.

Paginya Kapolres Tolikara sempat mendatangi pos jaga Satgas 756 Karubaga untuk mengklarifikasikan kejadian semalam. Kedua belah pihak pada waktu itu saling minta maaf, bahkan Kapolres mengatakan bahwa masalah ini sampai disini saja. “Jangan masalah ini Besar-besarkan,”ujarnya.

Karena sudah ada perdamaian Pratu Rustam pergi berjalan tanpa pakaian dinas ke luar pos, tetapi setibanya di depan pos jaga Mapolres dirinya justru dikeroyok. Ketika dikonfirmasi wartawan, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI A.Y Nasution, usai peragaan Tekhnologi dan UKM Papua di GOR Cenderawasih mengatakan, insiden di Tolikara sudah diselesaikan secara baik.

“Itu hanya perselisihan biasa saja, dan sudah damai serta tidak ada korban jiwa,”kata Pandang kepada wartawan.

Ditempat yang sama Kapolda Papua Irjen Pol FX Bagus Ekodanto juga mengatakan hal yang sama, bahwa kejadian itu cuman hanya salah paham. Menurutnya, perselisihan tersebut awalnya dipicu karena mabuk, namun kini sudah diamankan.

POLISI TEMBAK WARGA SIPIL

Sementara itu, di kota Timika, seorang warga sipil Cauiruddin (21) ditembak oknum Polisi berpangkat Briptu Edward Kawab (25), sekitar pukul 24.00 WIT pada hari Minggu (26/4) lalu. Nyawa warga jalan Ahmad Yani itu tak tertolong, setelah diterjang dua peluru pistol Revolver milik pelaku anggota Polres Mimika di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Kota Timika.

Data A1 yang berhasil dihimpun Papua Pos menyebutkan, kronologis penembakan itu berawal ketika pelaku dan korban berada di KM 10 Kota Timika. Keduanya saat itu asik menegak Minuman Keras (Miras) sambil bercanda. Dalam kondisi mabuk berat korban mengambil tas milik pelaku.

Tak selang beberapa lama kemudian pelaku berhasil merebut tasnya kembali lantas menyeluarkan pistol yang ada dalam tas dan menembakan kepada korban.Tembakan peratama mengenai bagian lengan kanan tembus ke telapak tangan kiri korban. Tembakan kedua, tembus dada bagian kanan, lalu korban jatuh.

Sesaat berikutnya satuan P3D tiba di TKP langsung mengamankan pelaku di Polre Timika. Selanjutnya korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun setelah tiba di rumah sakit korban tidak tertolong hingga meninggal dunia di rumah sakit Mitra Masyarakat Timika.

Ketika di lonfirmasi ke PLT Kabid Humas Polda Papua Nurhabri membenarkan atas kejadian tersebut. Menurutnya, anggota Polri Mimika itu telah menembak teman masyatakatnya hingga korban meninggal pada saat di bawa ke Rumah sakit Mitra Masyarakat.

“Korban telah dievakuasi ke tempat asalnya di daerah bugis,”katanya di Mapolda, Selasa (28/4) kemarin.

Namun untuk sementara pelaku telah diamankan Di Polres Mimika dan petugas P3D Polres Timika mengamankan barang bukti yang dibawa pelaku yakni, 1 PCK Senpi Sejenis Revolver dengan No seri AUN 8835, 3 Butir peluru yang masih utuh dan 2 butir selongsong Peluru.
Selain itu, Nurhabri mengatakan pelaku tetap ditahan dan akan dikenakan hukuman.”Bapak Kapolda telah menegaskan bahwa bila ada anggota yang terlibat mabuk akan tahan di sel dan apabila terbukti tindak pidana tidak segan-segan untuk di pecat,” ujarnya.(cr-50)

Ditulis oleh Cr-50/Papos
Rabu, 29 April 2009 00:00

Brimob-TPN/OPM Baku Tembak, 1 Tewas

JAYAPURA – Kelompok sipil bersenjata yang disinyalir dari TPN/OPM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya berulah. Dilaporkan telah terjadi kontak senjata antara satuan Brimob Polda Papua BKO Polres Puncak Jaya dengan TPN/OPM di Kampung Lumbuk, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya Rabu (15/4) sekitar pukul 11.40 Wit. Enam anggota Brimob mengalami luka tembak, sementara 1 orang lagi atas nama Bripda Musa Aninam tewas setelah sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara, Jayapura.

Dari data yang berhasil dihimpun koran ini, kejadian itu berawal ketika 11 anggota Brimob ini bergerak dari Kota Mulia hendak menuju ke Distrik Tingginambut dengan menggunakan 2 buah mobil Strada.

Mobil pertama ditumpangi 7 orang anggota Brimob, sedangkan mobil di belakangnya ditumpangi oleh 4 orang anggota. Ketika kedua kendaraan tersebut sampai di Kampung Lumbok, tepatnya sekitar 2 km dari Pos Polisi Tingginambut untuk mengamankan kotak suara dari Distrik Tingginambut, tiba-tiba mereka dihadang kelompok TPN/OPM. Mobil langsung ditembaki oleh kelompok bersenjata dari ketinggian sebuah bukit kampung tersebut.

Saat itu, sopir sempat terkena tembakan terlebih dahulu, selanjutnya mobil oleng dan dilaporkan menabrak tebing dan kelompok bersenjata lainnya yang melakukan penghadangan langsung melakukan penembakan.

Akibat baku tembak itu, 6 orang anggota Brimob mengalami luka tembak, semantara satu orang anggota Brimob bernama Bripda Musa Sewar Aninam gugur dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura. Korban mengalami luka tembak serius di kepalanya.

Sementara ke 6 anggota brimob yang mengalami luka tembak diketahui bernama Brigpol Khomarul Huda, Brigpol Khairudin Hamid, Brigpol Adam Hanock, Bripda Roland Pattigaja, Bripda Basri Haineka dan Bripda Nusran. Mereka mengalami luka tembak di kaki dan beberapa bagian tubuhnya. Saat ini mereka dalam perawatan secara intensif di Rumah Sakit Mulia, Puncak Jaya.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan laporan penghadangan rombongan kendaraan Brimob yang tengah melintas di Kampung Lumbok, Distrik Tingginambut yang mengakibatkan 6 anggota luka-luka, sementara satu korban lainnya meninggal.

“Kejadiannya, ada anggota Polri di Pos Polisi Tingginambut sedang sakit, sehingga perlu dilakukan penjemputan dari Pos Polisi tersebut. Pada waktu yang menjemput ini, melewati Kampung Lumbok terjadi penyerangan oleh TPN/OMP. Korban yang luka 6 orang, 1 luka berat dan dievakuasi ke Jayapura, tapi informasi sudah meninggal,” papar Kapolda.

Terkait dengan hal itu, Kapolda Bagus Ekodanto pihaknya tentunya akan melakukan pengamanan di daerah Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Disinggung soal penambahan pasukan ke daerah tersebut, diakui oleh Kapolda Bagus Ekodanto, hanya saja kapan waktunya, pihaknya belum bisa memastikannya. Soal kedatangan Brimob dari Kelapa Dua Jakarta, Kapolda mengatakan bahwa pasukan Brimob tersebut untuk melakukan pengamanan di Polda Papua, hanya saja kedatangan pasukan Brimob ini bertepatan dengan insiden di Puncak Jaya tersebut.

Ditanya apakah sudah ada upaya pengejaran terhadap pelaku? Kapolda mengakui belum ada upaya tersebut, karena pihaknya masih fokus untuk melakukan penyelamatan terlebih dahulu kepada korban. “Saya belum menerima dengan lengkap, kejadiannya bagaimana,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol. Dr. M.Zamil mengungkapkan, Bripda Dance Musa Aninam meninggal dipesawat akibat luka tembaknya sangat parah. Awalnya, dia dievakuasi ke Jayapura dengan mengunakan pesawat Susi Air untuk kepentingan penangganan luka tembaknya. Namun, dalam perjalanann korban menghembuskan nafas terakhirnya.

” Untuk anggota yang mengalami luka tembak berdasarkan hasil koordinasi kami dengan dokter di Rumah Sakit Puncak Jaya, masih bisa dan ditanggani oleh Rumah sakit setempat. Tapi ada kemungkinan untuk proses penanganan lebih intensif lagi mereka besok ( hari ini) akan dievakuasi ke Jayapura,” ujar M. Zamil kepada wartawan di RS Bayangkara Kotaraja, kemarin.
Dikatakan, jika nantinya penangganan mereka membutuhkan tenaga-tenaga dokter seperti bedah, Keslap dan DBI, dokter ahli dari Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar dan Mabes Polri siap didatangkan ke Jayapura tinggal menunggu permintaan saja. Hanya saja, permintaan bantuan para dokter ahli itu sangat tergantung kondisi korban.

Sementara itu, suasana disekitar kamar jenazah RS Bhayangkara di Kotaraja dipenuhi anggota Brimob yang merupakan rekan-rekan korban, termasuk anggota Brimob Polda kendari yang merupakan BKO Polda Papua. Begitupun keluarga korban juga mulai memadati luar kamar jenazah.

Suasana hening tiba-tiba pecah menjadi haru disaat keluarga korban tiba dilokasi langsung menanggis sambil meluapkan emosi kesedihannya setelah mengetahui keluarganya telah meninggal. Bahkan atas musibah yang menimpa Bripda Aninam, Ibu korban terlihat shock seolah-olah belum menerima takdir yang menimpa anaknya itu.(nal/bat/mud)

Perang Masih Berlanjut di Perbatasan West Papua – PNG

Menutur Laporan per telepon ke SPMNews, perang di bawah komando Gen. TRPB Mathias Wenda sebagai Pangkorti (Panglima Komando Revolusi Tertinggi dari TRPB (Tentara Revolusi Papua Barat) sedang berlangsung hingga saat ini di wilayah perbatasan West Papua – PNG.

Baku tembak sedang terjadi, pasukan TNI dan TRPB dalam siaga satu.

Dalam operasi sebelumnya, setidaknya 4 anggota TNI ditembak mati, dua di Pos Penjagaan perbatasan, dan dua lainnya ditembak saat patroli di jalan menggunakan Sepeda Motor. Dua buah senjata TNI dirampas pasukan TRPB.

Walaupun begitu, SPMNews tidak dapat mengkonfirmasi di Lapangan mengingat kondisi lapangan yang tidak mengizinkan.

Demikian sekilas info.

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny