DERITA DUKA: MBADLIMA DABBI Koordinator DeMMAK Meninggal Dunia

Pada hari ini tanggal 22 Desember 2010, Jam 04. 30 Waktu West Papua dini hari telah meninggal dunia Pahlawan Revolusioner Barisan Alam dan Adat (Wim Inggi pago werek) dan Ketua Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK) Kordinator Wilayah Wadanggu atas Nama: BADLIMA DABBI, Tempat Tanggal Lahir : Wadanggu 16 Desember 1956, atas kepergian almarhum karena SAKIT.

Dalam hidupnya sangat lama mengabdikan dirinya dalam Perjuangan West Papua Merdeka, kini Ia (Alm) telah meninggalkan kami semua. Sebelum Alm meninggal, satu minggu sebelumnya telah meninggal dunia juga Ibunda Ketua DeMMAK KORWIL TIMODAPIKK: ANTHON WANIMBO. Kedua alm ini telah menyampaikan beberapa pesan untuk diketahui oleh kita semua.

Alm Ibunda Anton menitipkan Pesannya: Untuk Masalah West Papua Merdeka tidak ada Pintu lain dan Pintu hanya satu saja yaitu Jalan yang sedang berjalan oleh Anton DKK, maka anak-anak, cucu-cucu, Bapak Ibu semua, jika Ingin Papua Merdeka cepat silahkan Berbarislah Dibelakang Mereka, tanpa mereka tidak bisa dan tidak ada jalan lain selain jalan ini”, setelah itu Ibunda langsung menghembuskan nafasnya seketika, Ujarnya.

Setelah itu satu minggu kemudian tepatnya pada hari ini sekitar jam 04. 00 Waktu WP, Alm BADLIMA DABBI juga telah menitipkan pesan singkatnya yaitu: Semua Jalan untuk West Papua Merdeka sudah SIAP, yang harus saya buat sudah selesai kini saatnya menyambut KEMERDEKAAN yang ada didepan mata, Teman-teman, Adik-adik, Anak-anak, Cucu-cucu, dan seluruh rakyat West Papua dan Melanesia Pada umumnya, mari kita wujudkan impian kita (KINANE YU ARAR O, OBOK ARAR EKOP). Setelah menyampaikan pesan singgkat, sekitar 30 menit kemudia Alm menghembuskan nafas terakhirnya.
.

Pembela HAK Asmara Nababan Telah Meninggal Dunia

Menyusil tanggapan dari Watch Indonesia, w@tchPAPUA menyatakan

Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya

atas wafatnya Bapak Asmara Nababan.

Sebagai pejuang HAM yang vokal Bang As menjadi salah satu mitra dan motivator Watch Indonesia! Kami bekerjasama dengan Bang As dalam berbagai kapasitasnya, a.l. di ELSAM, INFID, Komnas HAM, DEMOS, dsb.

Sudah kenal semenjak hampir 15 tahun, dengan tak terduga suatu hari Bang As menjadi tulang (paman) saya, karena saya menikah dengan aktivis ’98 yang ibunya bermarga Nababan. Dan saya selalu akan mengingat rasa humor Tulang ketika saya mengakui rencana pernikahan itu kepadanya. “Waduh, Alex, dari segala proyek yang kamu sudah menjalankan di Indonesia, baru inilah yang paling antusias dan rumit!” Ternyata dia kenal baik sama calon istriku… 😉

Harapan almarhum yang disampaikan di pesta pernikahan kami adalah supaya “Dina dan Alex tetap bersama-sama dengan kita akan memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia”. (videonya bisa dilihat di: http://www.watchindonesia.org/Asmara.flv)

Semoga kami diberi tenaga yang cukup supaya kami tidak akan mengecewakan almarhum.

Selamat jalan Tulang!

atas nama Watch Indonesia!
Alex Flor-Nababan dan Dina Sihombing

***********************************************************************
Watch Indonesia! e.V.
Für Demokratie, Menschenrechte und Umwelt in Indonesien und Osttimor
Planufer 92 d Tel./Fax +49-30-698 179 38
10967 Berlin e-mail: watchindonesia@watchindonesia.org
http://www.watchindonesia.org

Konto: 2127 101 Postbank Berlin (BLZ 100 100 10)
IBAN: DE96 1001 0010 0002 1271 01, BIC/SWIFT: PBNKDEFF

Bitte unterstützen Sie unsere Arbeit durch eine Spende.
Watch Indonesia! e.V. ist als gemeinnützig und besonders
förderungswürdig anerkannt.
***********************************************************************

KRONOLOGI BERITA DUKA: Isay Gombo Meninggal Dunia Karena Sengaja Ditabrak orang Indonesia

Seluruh anggota Persatuan Pemuda Walak (PPW) sedang berduka cita sedalam – dalamnya atas korban kecelakaan yang menimpa kepada kawan kita “ISAY GOMBO”.

Almarhum meninggal dunia karena mengalami kecelakaan pada hari senin 16 oktober 2010. Waktu 0.14.30. di lingkungan RSUD Dok II tepatnya di lampu merah Jayapura. Indikasinya jelas bahwa ketika Alm berboncengan dengan temannya lalu ada kendaraan yang menghadan mereka sehingga tabrakanpun tak terhindarkan hingga Alm menghembuskan nafasnya.

Upacara pemakaman dilangsungkan secara Militer oleh Anggota (TRWP) pada tanggal 17 oktober 2010. waktu: 0.15-0.16.00.WP.

Generasih muda/Penerus Bangsa West Papua telah gugur karena menimpah musibah kecelakaan. Telah menghabiskan waktu sisah hidupnya bekerja sebagai salah satu anggota (PPW) dan Tentara Revolusi West Pappua (TRWP) jabatan sebagai wakil komandan didalam negeri di bagian kota.

Keterlibatan diri sebagai anggota TRWP sejak dari tahun 2007 – 2010 telah menghakiri hidupnya pada tanggal 16 oktober 2010.

Seluruh anggota PPW dan TRWP merasa kehilangan atas pengabdiannya yang pernah dilakukan oleh kawan kami “ISAY GOMBO” dari masa perjuangannya untuk menegakan Keadilan dan Demokrasi di Bangsa West Papua.

Segalah kebaikannya, semangat juangnya serta tekat dan prinsip yang telah Alm pertahankannya. Meninggalkan untuk kita Generasi muda Bangsa West Papua yang masih ada agar meneruskan langkah juang alm.

Tulisan tangan pertama dari Gerlya Kota West Papua
“SALAM REVOLUSI”

Berita Duka: Seth Jafeth Roemkorem Meninggal Dunia

Proklamator West Papua Merdeka, Seth Jafeth Roemkorem dan Presiden Pertama Organisasi Papua Merdeka telah menghembuskan nafas terakhir ( waktu meninggal diperkirakan sekitar tanggal 12 oktober 2010) di Rumah kediamannja – Bernhardstraat 57-1, Wageningen, Negeri Belanda.

Markas Pusat Pertahanan (MPP) Tentara Revolusi West Papua (TRWP) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kantor Fungsionaris Pusat sebagai penerus perjuangan Alm. Roemkorem, dengan ini menyatakan:

TURUT BERDUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA

atas kepergian pahlawan revolusi West Papua, Seth Jafeth Roemkorem, General TPN/OPM.

Kami telah siap meneruskan pekerjaan yang ditinggalkan sampai mencapai cita-cita yang telah dihidupkan dan ditinggalkan kepada pudak kami berdasarkan Tongkat Komando Revolusi yang kami emban.

An. Seluruh masyarakat Papua dan prajurit pejuang di seluruh Rimba New Guinea,
Amunggut Tabi, Lieut Gen TRWP,

An. Gen. TRWP Mathias Wenda

Panglima Tertinggi Komando Revolusi

Catatan: Komentar yang ada di sini disalin dari SUMBER ASLINYA DI SINI

Keterangan singkat mengenai S.J. Roemkorem di SINI

Berita Duka: PETRUS ANARI

SELAMAT JALAN OM, BAPAK, TETE TERSAYANG PETRUS ANARI PATRIOT PENGAWAL SERGEANT PVK PERMENAS FERRY AWOM YANG TELAH DIPANGGIL PULANG KE RUMAH BAPA DI SURGA PADA PUKUL 12.00 SIANG WPB DI MANOKWARI TANGGAL 8 SEPTEMBER 2010 DALAM USIA 68 TAHUN.

WALAUPUN JABATAN MU TIDAK DIHORMATI OLEH MILITER NKRI YANG MEMPENSIONKAN ENGKAU TANPA GAJI NKRI TETAPI ENGKAU SELALU MENJADI SYMBOL PERLAWANAN BAGI KAMI GENERASI PENERUS BANGSA MELANESIA.

VIVA WEST PAPUA MELANESIA

Berita Duka, Letnan General Hosea Waker Meninggal Dunia 30 Agustus 2010

Dear All, yang kami hormati dan khususnya kepada para pejuang, pemerhati dan pembelah hak-hak dasar masyarakat West Papua dari tirani Kolonial, Kapitalis dan Imprealisme.

Bahawa hari ini, Tanggal 30 Agustus, 2010, Jam 7:00 WPNG, telah di panggil oleh Allah Sang Pencipta, Patriot pembela hak-hak Dasar Rakyat Papua Barat:

Nama : Hosea Waker
Jabatan : Komdant Post, Markas OPM-TPNPB VICTORYA, Bevani Perbatasan West Papua dan PNG.
Pangkat : Letnan General

Sekilas Riwayatnya Dalam Perjuangan Bangsa:

Patriot Hosea Waker adalah para pejuang-pejuang yang pertama memelopori perjuangan kemerdekaan negara West Papua di wilayah pegunungan West Papua, Khususnya dengan membangun Pos Pertahanan OPM Pertama di Kecamatan Kelela salah satu kecataman di wilayah bagian barat dari kabupaten Wamena yang sekarang di mekarkan kabupaten Mamberamo tengah.

Hosea Waker pernah menikah seorang perempuan asal kampungnya Pagawakwe, namun mereka bersama hanya tiga minggu, setelah perang pertama yang di sebut Gejolak 1977 pecah di Wilayah kecamatan Kelela dan Bokondini, beliau mengambil keputusan untuk meninggalkan istri tercinta, sanak saudaranya dan serta kampung halamannya, dengan tujuan menuju mengambil kemerdekaan di Papua Timur (sebutan waktu untuk PNG).

Beliau menghabiskan masa mudahnya dengan bergerilya di Hutan Rimba, dan berjalan kaki dari wilayah pegungan hingga tahun 1979 tiba di wilayah perbatasan West Papua dan PNG bersama Sauk Bomay, Hans Bomay, Matias Wenda, Stiben Pagawak, Yikwa Tua, Agani Yikwa dan yang lain.

Seumur hidupnya hingga beliau menghabiskan nafas terakhirnya, Beliau disegenai oleh seluruh pejuang di Rimba karena belaiu merupakan sosok militer yang penuh dengan disiplin dan tegas.

Sejak kami berssama dua bulan yang lalu Beliau banyak menceritakan tentang perjuangannya sewaktu bersama Yacop Pray dan Rumkorem di Scoot Jaou Bevani, dan konsistensinya dalam perjuangan banyak mengharapkan semua para pejuang untuk tetap tegar dan teguh dalam perjuangan bangsa.

Beliau hari ini telah meninggalkan dunia diakibatkan karena hampir sembilan tahun menderita penyakit asmah, pengobatan rutin biasa dilakukan setiap ada uang untuk membeli obat namun ketika tidak ada uang dalam waktu satu bulan maka beliau mengalami keadaan yang sangat kritis akhirnya hari pada tepat jam 7:00 WPNG Patriat Hosea Waker dipanggil oleh Tuhan saat fajar menyingsung dengan keadaan tenang.

Hingga saat ini, beliau masih di semayamkan di rumah duka Vanimo, Pinggir Pasar dasi Province Vanimo.

Demikian sedikit info duka untuk di ketahui oleh saudara-saudara seperjuanga di manapun anda berada.

Informasih selangkapnya akan kami sampaikan pada besok hari.

Berita Duka: Telah Meninggal Dunia Pejuang Pemuda Papua, Oten/Sony Uaga 14 Agustus 2010

15-17-Oct-2008001001200 Tentang Almarhum Oten Uaga alias Sonny

Setelah Almarhum menamatkan Pendidikan STM Ninabuwa Obambo Wamena pada tahun 2007, lalu melanjutkan studinya di jenjang Universitas di pulau jawa. Sejak tahun 2007 mulai mendaftarkan diri pada salah satu universitas yaitu Universitas Saryana Wiyata Taman Siswa (UST). Mulai tahun 2007 Almarhum ikut aktif dalam Gerakan Mahasiswa Papua (Aliansi Mahasiswa West Papua).

Pada tahun 2008 AMWP melakukan agenda gerakan kembali ke Tanah air, di luar pulau Papua dikoordinir oleh Komite Aksi Nasional Rakyat Papua Barat (KANRPB), sedangkan di Papua dikoordinir oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), pada intinya mendorong kemandekan Gerakan Demokratisasi di tanah Papua (Lebih pada mendorong aksi-aksi di kota).

Inti agenda gerakan kembali ke tanah air adalah Boikot Pemilu tahap pertama, dalam agenda ini Almarhum diberi kepercayaan untuk memimpin salah satu gelombang/tahap/team dalam perjalanan ke Papua, gerakan kembali ke tanah air melakukan konsolidasi menyeluruh di pulau Jawa dan Bali kemudian tahap keberangkatanpun dijadwalkan. Dari tahap pertama hingga tahap ketiga, Almarhum memimpin kawan-kawannya pada tahap ke tiga. Setelah sampai di tanah air West Papua mereka melakukan kerja-kerja agenda politik sesuai dengan arahan, pada proses perjalanannya terjadi perbedaan pandangan para pimpinan gerakan di lapangan sehingga menimbulkan aksi kontak fisik dengan aparat keamanan di West Papua.

Setelah kejadian tersebut membuat kawan-kawan yang lain mengambil sikap untuk berjuang dengan cara-cara kekerasan, sehingga kawan-kawan semuanya melakukan pengungsian bergeser ke Abe Gunung untuk mempertegas sikap politiknya. Sedangkan Almarhum dengan beberapa kawan-kawan yang lainnya bergabung dengan utusan khusus pemantauan Pemilu dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua. Selama mereka berada di pinggiran kota Port Numbay kurang lebih selama lima (5) bulan mereka terus melakukan aksi-aksi gerlya kota terbatas hingga beberapa TPS di Abe Pantai dan sekitarnya tak luput dari aksi mereka.

Selama berada di pegunungan Abe Pantai kesehatan mereka kian hari kian memburuk, hal itu disebabkan kurangnya istrahat, kurang makanan, kurang minuman, tidak ada pengobatan dan lainnya sehingga mereka mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius. Dampak dari kondisi kesehatan tersebut dua orang dari mereka yang telah wafat yaitu; PEKIUS WALELA dan OTEN/SONY UAGA. Pekius Walela telah dipanggil oleh Tuhan sejak empat  (4) bulan yang lalu sedangkan Sony Uaga baru meninggal sejak tanggal 14 Agustus 2010.

Faktor utama kedua Almarhun meninggal adalah kurang seriusnya pelayanan dan mahalnya kesehatan sehingga kedua Almarhum tersebut dengan keadaan 100_5921 terpaksa berobat secara alami, hal lain orang tuanya terhimpit karena ekonomi sehingga tak mampu untuk menanggung biaya kesehatan yang serba mahal.

Almarhum sakit kurang lebih satu tahun dua bulan, upaya-upaya perawatan telah dilakukan oleh orang tuanya dengan cara berobat secara alami (berobat di rumah), namun upaya tersebut tidak memberikan dampak perubahan terhadap Almarhum. Sehingga Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 14 Agustus 2010, lalu almarhum disemayamkan pada tanggal 16 Agustus 2010 di Desa Bugi Kecamatan Wodlo Kabupaten Wamena Jayawijaya.  
Demikianlah lika-liku keterlibatan Almarhum selama hidupnya dalam perjuang West Papua Merdeka.

 

Yogyakarta 17 Agustus 2010
Hormat Kami

 

TTD

Apbugi Uaga
Keluarga Almarhum

Berita Duka: Col. TRWP Oscar Gunto, Perwira MPP TRWP Meninggal Dunia

Kop Surat TRWP
Kop Surat TRWP

Pada Petang ini, pukul 13 siang Waktu New Guinea (WNG), telah menghembuskan nafas terakhir, seorang Perwira Tentara Revolusi West Papua (TRWP) di Markas Pusat Pertahanan, Rimba New Guinea:

1. Nama: G.T. Oscar

2. Pangkat: Colonel TRWP

3. BRN: –

5. Jabatan: Staff Khusus Logistik Markas Pusat Pertahanan

6. Masa Pengabdian: Sejak 1980-meninggal (2010)

Colonel TRWP Oscar GT
Colonel TRWP Oscar GT

Col. Oscar sehari-hari berutagas menjaga keamanan dan kelangsungan kegiatan Kantor Pusat TRWP, dan menjain hubungan dengan Masyarakat Adat setempat dalam rangka mendapatkan dukungan dan kerjasama.

Beliau meninggal karena di-Zanggoma, artinya meninggal oleh buatan orang tuan tanah di MPP.

Dengan ini, atas nama

segenap Perwira dan Pasukan MPP TRWP di bawah Komando Gen. TRWP Mathias Wenda, dengan makhluk penghuni Bumi Cenderawasih menundukkan Kepala dan Berduka sedalam-dalamnya

atas kepergian salah satu Perwira yang berperan penting dalam perlawanan menentang Penjajah NKRI.

Semoga pekerjaan yang ditinggalkan akan diteruskan oleh Generasi Muda West Papua, sampai kita mencapai cita-cita luhur dan aspirasi murni bangsa Papua, “Kebebeasan, Kedaulatan dan Kemerdekaan” bersama Kebenaran Sang Bintang Kejora.

Dengan menundukkan Kepala dan menatapkan matahati ke langit New Guinea, kami berdoa,

Ya, Tuhan, inilah kami, kami bangsa Papua

Sejak NKRI menginvasi dan menginjakkan kaki ke Bumi Cenderawasih melalui jalan yang curang dan tidak demokrasi, dan dengan pelanggaran Hak Asasi Kami sebagai makhluk ciptaanMu

Kami telah dengan berani menyatakan “tidak” kepada kehadiran NKRI dan terus berjuang untuk kemerdekaan kami.

Pada hari ini, telah berpulang salah satu Perwira kami di MPP TRWP, menyusul banyak Perwira dan pasukan serta orang Papua lain yang telah tiada demi perjuangan ini

Kami tahu sepenuhnya dan sedalam-dalamnya, bahwa Tuhan beserta kami, dan bahwa kami akan meraih kemerdekaan itu,

Walau demikian, “Sampai kapankah kami harus menderita dan terus mati berserakan di hutan rimba, tanpa dikubur di tanah leluhur dan kampung halaman kami?”

Apakah nenek moyang kami yang bersalah mendiami pulau New Guinea?

Apa dosa kami, sehingga kami harus berjuang sampai terpuluhan tahun?

Kami berdoa dan serahkan semua kami yang hidup untuk dikuatkan dan diberi petunjuk dan kebijaksanaan serta bekal untuk meneruskan perjuangan ini, sampai Papua Merdeka.

Kami berdoa agar Generasi Muda West Papua merapatkan barisan dan mencontoh perjuangan generasi pendahulu mereka, termasuk contoh dari alm. Col. Oscar GT. sehingga biar satu pergi, seribu tumbuh kembali, sampai Papua Merdeka.

Dengan disaksikan oleh segenap komunitas makhluk, para penghuni Bumi Cenderawasih, atas nama semuanya, dan demi Allah Pencipta serta Pelindung kami, sekali lagi kami menyampaikan,

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

Dikeluarkan di: Markas Pusat Pertahanan

Pada Tanggal: 12 July 2010

—————————————————————

Panglima,

Mathias Wenda, Gen. TRWP

NBP: A.001076

Lampiran Contoh Pangkat Baru untuK Perwira Menengah:

pangkat Mid Ranking Officers (Periwa Menengah)
pangkat Mid Ranking Officers (Periwa Menengah)

Masyarakat Aceh Denmark Adakan Berdoa Untuk Almarhum Tgk Hasan M. di Tiro

Oleh: Tarmizi Age

”]Denmark 05 Juni 2010 [Foto-Iwan Cebo-Waa]DENMARK – Sabtu 5 juni 2010, masyarakat Aceh Denmark berkumpul mengadakan sembahyang ghaib, samadiah, zikir, baca yasin dan doa kepada paduka yang mulia Wali Negara Aceh Tgk Hasan M. di Tiro yang telah berpulang ke rahmatullah 03 Juni 2010 di Aceh.

Acara yang di mulai pada jam 1.00 tengah hari ini diawali dengan sembahyang zuhur dan kemudian di lanjutkan dengan sembahyang ghaib yang di imami oleh Tgk Ansari Muhammad, seterusnya di lanjutkan dengan doa yang di pandu Tgk Jafar Usman dan terlihat berjalan dengan khusyuk.

Makmur Habib, Nek Hasan dan Saudara Junaidi Beuransah yang sempat menyampaikan ucapannya di hadapan para hadirin mengatakan bahwa, kepergian Wali merupakan kehingalan besar kepada kita, namun kita tidak perlu patah semangat dalam melanjutkan cita-cita membangun Aceh, cita-cita untuk bersatu padu dalam segala hal untuk Aceh.

Nekhasan sebagai salah seorang yang aktif mengurus persiapan meudoa ini juga mengucapkan, terimakasih kepada teman-teman yang sudah semalam suntuk menyiapkan kenduri, terimakasih kepada pemilik rumah sehingga kita semua bisa melaksanakan doa kepada Almarhum Tgk Hasan M. di Tiro dengan tenang pada hari ini.

Makmor Habib yang di percayai sebagai ketua masyarakat Aceh di Denmark sat ini melanjutkan dengan ucapan terimakasih atas partisipasi semua pihak sehingga acara Berdoa (Meudoa keu Wali) ini sukses di laksanakan dengan baik. Semua kerja yang telah berhasil kita lakukan di Denmark adalah hasil kekompakan kita dan berkat hasil usaha kita bersama.

Adapun Acara berdoa dan kenduri ini di laksanakan di sebuah rumah masyarakat Aceh yang menetap di Denmark yang terletak berhampiran kota kecil Kaas 25 km dari Aalborg kota nomor 4 terbesar di Denmark.

Berdasarkan keputusan duek pakat setelah tahlilan, maka acara berdoa (meudoa keu Wali Negara) rencananya akan kembali di adakan pada sabtu 12 Juni 2010.

Tarmizi Age adalah Koordinator World Achehnese Association di Denmark


Tarmizi Age/Mukarram
World Acehnese Association ( WAA )
Ban sigom donja keu Aceh !

Sekretariat:
Molleparken 20,
9690 Fjerritslev,Denmark,
Mobile:0045 24897172
acehwaa@gmail.com
http://www.waa-aceh.org

Sebulan Mengenang Almarhum Hans Wospakrik: Kecemerlangan dalam Kesederhanaan

Persis sebulan yang lalu, Indonesia kehilangan salah salah satu putra terbaiknya. Hans J. Wospakrik meninggal di RS Dharmais, Jakarta pada tanggal 11 Januari 2005 karena penyakit leukimia. Dosen Fisika Teoritik di ITB ini juga merupakan kebanggaan daerah asalnya, Papua. Bukan hanya kecermelangannya yang membuat banyak orang kehilangan dirinya, tapi terutama kesantunan dan kelembutan hati beliau. Komitmennya pada dunia pendidikan serta perhatiannya pada mahasiswanya meninggalkan kesan mendalam bagi bekas murid-muridnya. Tulisan ini hanya hendak sedikit mengenang kembali beliau, sehingga semangat positif dan nilai luhur yang diperjuangkan oleh alm. Hans J. Wospakrik dapat menginspirasi dan diteruskan oleh banyak orang.

Hans J. Wospakrik memang lahir dalam keluarga pendidik. Keluarga Wospakrik adalah keluarga yang terpandang di masyarakat Papua, sebagai keluarga pendidik. Saudara-saudaranya banyak yang berprofesi sebagai dosen juga; salah satunya, Frans Wospakrik,
menjadi rektor Universitas Cendrawasih.

Atas saran kakaknya, Hans J. Wospakrik muda masuk ITB tahun 1971 sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan. Namun, Pak Hans tidak betah, sehingga tahun berikutnya Hans pindah ke jurusan Fisika ITB Pendidikan sarjananya diselesaikan tahun 1976. Akhir tahun 1970-an, Hans pergi ke Belanda untuk melanjutkan studi pascasarjana di bidang fisika teoritik. Minatnya terhadap bidang penelitian mulai berkembang di sana. Dia lebih tertarik melakukan pendidikan di luar bidang desertasinya, ujar Satria Bijaksana, dosen Fisika, Wakil Dekan FMIPA

Semenjak tahun 1999 beliau pergi ke Universitas Durham, UK. Tapi, program doktornya baru diambil pada tahun 2002 di universitas yang sama. Menurut Satria, yang juga bekas anak didik almarhum, di sana, beliau banyak mengadakan penelitian yang pantas dikagumi. Menurut Satria, dalam satu-dua tahun ke depan, Hans diharapkan sudah menjadi guru besar Departemen Fisika. Dari segi senioritas; dari segi akademik kami sudah berharap banyak, tuturnya.

Pada awal tahun 1980-an, sembari melanjutkan studi pascasarjananya, pernah mengadakan riset bersama Martinus JG Veltman, di Utrecht, Belanda, dan di Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat (AS). Tahun 1999, Veltman meraih Nobel Fisika.

Cemerlang dan Bersemangat
Beliau sangat mengutamakan originalitas, ungkap Fredy P. Zen, ketua Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fisika Teoritik, Departemen Fisika, ITB Bidang fisika teoritik memang salah satu bidang Fisika yang sulit; juga sulit dalam pengembangan penelitiannya. Publikasi beliau tidak sangat banyak, tapi originalitasnya pantas dikagumi, ujar Fredy, yang juga teman dekat almarhum Hans. Beberapa publikasinya diterbitkan di jurnal internasional, Physical Review D (1982 dan 1989), Journal of Mathematical Physics (2001 dan 2002), International Journal of Modern Physics (1991), serta Modern Physics Letters A (1986 dan 1989).

Semangat kerja beliau yang tinggi diakui oleh rekan-rekan staff pengajar Fisika. Kadang saya mengira sudah bekerja cukup keras. Sudah telat pulangnya, ujar Satria, Tapi begitu lewat kantor Pak Hans, masih ada beliau (di kantornya red.) Semangatnya tinggi sekali tapi juga low-profile, ungkap Boby E. Gunara, rekan dosen Fisika teoritik yang satu ruangan dengan almarhum Hans.

Sebelum almarhum pergi ke RS Dharmais di Jakarta, bahkan, almarhum Hans masih menyempatkan diri untuk membuat kunci jawaban ujian mahasiswa S-1. Hans juga telah meminta tolong Boby untuk memeriksa ujian-ujian mahasiswanya. Tanggung jawabnya sebagai pengajar dan pembimbing tidak pernah dilupakannya, kendati sedang sakit parah sekalipun.

Kesetiaan pada ITB
Kecemerlangannya membuat banyak pihak menawarkan pada Hans tawaran mengajar dan proyek-proyek tertentu. Banyak sekali yang menawarkan Pak Hans, ungkap Fredy, Terakhir itu, Pak Hans ditawarkan mengajar di Kyoto University. Tapi, Hans tidak pernah mau menerima tawaran-tawaran itu walaupun bayarannya tinggi.

Dia dosen yang benar-benar setia dan sederhana, kenang Fredy. Setiap kali ditanya mengapa tidak mau menerima tawaran menggiurkan itu, Hans selalu menjawab dengan: saya malas . Tapi, Fredy yakin bahwa ada alasan yang lebih besar, mengapa almarhum Hans menolak banyak tawaran itu.

Kepergian yang Mendadak
Tidak ada yang menyangka tokoh pendidik kebanggaan masyarakat Papua ini akan pergi begitu cepat. Kalau orang melihat perawakan Pak Hans yang tegap dan gagah, tidak akan ada yang menyangka kalau beliau sakit, ungkap Satria. Rekan-rekannya tidak ada yang mengetahui bahwa Hans mengidap leukimia. Bahkan Hans sendiri baru memeriksakan diri dan mengetahui bahwa dirinya mengidap leukimia seminggu sebelum beliau meninggal.

Hari Jumat, 7 Januari, Hans masuk RS Dharmais, Jakarta. Rekan-rekan dosen yang mengetahui hal ini sudah berencana menjenguk tapi tidak segera karena banyak yang mengira bahwa walaupun leukimia itu penyakit berat, namun prosesnya butuh waktu lama. Teman-teman di Fisika mengira ya, Pak Hans mau kontrol ke Jakarta, ujar Satria. Tidak ada yang mengira lima hari kemudian beliau meninggal.

Fredy, yang dekat dengan almarhum mengungkapkan bahwa memang Hans pernah mengeluh lemas dan tidak enak badan. Waktu itu, dikira karena pengaruh diet, ujar Fredy. Saat itu Hans memang sedang diet tidak makan daging untuk menekan kolesterol. Setahunya, Hans memang tidak pernah mengeluh sakit kepada siapa pun kecuali dirinya. Mungkin beliau tidak mau orang khawatir, ujar Fredy.

Saat halal bihalal 2004, Hans memang tampak lebih kurus tapi tetap bersemangat. Waktu itu kami bercanda, bahwa ini karena diet, kenang Fredy. Menurutnya, terakhir bertemu dengan almarhum adalah Desember 2004, Hans menceritakan dengan bersemangat bahwa dirinya baru saja mengirimkan kartu natal bersamaan dengan hasil penelitiannya terakhir kepada profesor pembimbingnya di Durham, UK.

Saat Hans sering tidak ke kampus, tidak banyak rekan-rekan atau mahasiswanya yang mempunyai prasangka negatif. Teman-teman mengira Pak Hans itu flu. Kan sedang musim hujan, ujar Fitria Armalivia, mahasiswa program sarjana Departemen Fisika yang tugas akhirnya dibimbing oleh almarhum. Bulan Desember 2004 ada banyak liburan dan juga merupakan masa ujian semester sehingga dosen-dosen pun jarang bertemu, ungkap Satria. Mahasiswa sibuk belajar dan dosen mempersiapkan serta memeriksa ujian.

Hubungan dengan Mahasiswa
Hans memang bukan tepatnya dosen yang gaul dengan mahasiswanya, namun Hans selalu mengutamakan mahasiswanya. Kalau diajak berdiskusi tentang Fisika, dia sangat bersemangat, ungkap Fredy. Walaupun harus pulang sampai larut malam pun, Hans tetap mau meladeni mahasiswa yang berkonsultasi dengannya.

Kuliah yang dipegangnya bukan kuliah gampangan, tapi karena cara mengajarnya, kuliahnya menjadi mudah. Pak Hans bilang kalau kehadiran kuliah gak wajib, tapi justru kita yang selalu ingin dateng ke kuliah Pak Hans, ujar Arma, Sayang kalau ketinggalan kuliah Pak Hans. Hans memang dikenal pandai mengajar. Kalau kita tanya sesuatu, pasti ceritanya panjang, bukan cuma ngasih definisi. Karena menurut Pak Hans, kita harus bisa ngerti sendiri, bukan cuma dikasih definisi dan bisa ngitung, kenang Arma. Dia bisa membuat hal sulit menjadi kelihatan mudah, ujar Satria yang pernah menjadi mahasiswa Hans juga. Saat mengajar, Hans selalu membawa catatan kuliah yang ditulis sendiri dengan tulisan tangan tanda bahwa selalu mempersiapkan diri sebelum memberikan kuliah.

Dalam membimbing mahasiswanya, Hans itu tidak pernah terburu-buru. Pekerjaan beliau juga dikenal rapih. Saya pernah mengalami masalah dalam suatu perhitungan. Enam kali pertemuan dengan Pak Hans, baru ketemu salahnya, kenang Arma, Pak Hans itu benar-benar telaten. Hans memang selalu involve dalam kegiatan mahasiswanya. Tidak hanya omong, kenang Satria Beliau ikut terlibat dalam setiap pekerjaan dan tugas anak-anak bimbingannya.

Pak Hans itu sangat encouraging, ujar Fredy, rekan dosen yang juga pernah menjadi mahasiswa almarhum, Dia selalu mendorong yang muda-muda. Hal ini juga tampak dalam kuliah-kuliah yang beliau berikan. Dia tidak mau jadi yang pintar sendiri, kenang Fredy, Saya belajar banyak tentang cara mengajar dari beliau.

Banyak rekan-rekan dan mahasiswanya yang amat kehilangan dengan sikap beliau yang santun dan hormat. Pak Hans betul-betul menempatkan orang dengan respek, semua orang diperlakukan dengan santun dan hormat, kata Satria, Dia hebat tapi tetap santun.
***
Bukan hanya Departemen Fisika atau masyarakat Papua yang kehilangan beliau. ITB dan juga, Indonesia telah kehilangan satu individu yang patut dibanggakan: hebat, potensial, tapi juga rendah hati dan santun. Kesantunannya dalam bersosialisasi dengan siapapun serta keterlibatannya pada setiap mahasiswanya patut dijadikan contoh. Kesetiaan dan komitmennya pada ITB terwujud dalam prinsipnya yang benar-benar fokus dalam pekerjaannya mengajar dan meneliti; tawaran mengajar atau ber- proyek selalu ditolaknya. Diluar kecermelangan serta semangatnya yang tinggi dalam mengajar serta meneliti, Hans tetap menjadi pribadi yang ramah serta sederhana. Bahkan, pulang-pergi dari ITB menuju rumah kontrakannya, Hans masih menggunakan kendaraan umum.

Banyak potensi dan perjuangan almarhum Hans Wospakrik yang belum selesai. Semoga keutamaan almarhum Hans Wospakrik dan nilai-nilai yang beliau perjuangkan dapat menginspirasi kita dan dapat dilanjutkan oleh kita: masyarakat ITB dan masyarakat Indonesia.

Jumat, 11 – Februari – 2005, 12:21:00 | krisna, Sumber: ITB News
antonius krisna murti
10/2/05 11.12 pm

Enhanced by Zemanta

Up ↑

Wantok COFFEE

Organic Arabica - Papua Single Origins

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny