Panglima TNI: Surat Kongres AS Soal OPM Jelas Intervensi

Luhur Hertanto – detikNews
Jakarta – Lain Menhan Juwono Sudarsono, lain pula Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso. Bila Menhan menilai surat Kongres AS yang meminta pembebasan tahanan Organisasi Papua Merdeka (OPM) bukan sebagai upaya intervensi, namun Panglima TNI beda pendapat.

“OPM yang mana kita nggak ngerti, masalah di mana, saya tidak tahu. Yang jelas
memang surat itu intervensi,” ujar Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/8/2008).

Menurut Panglima TNI, kekuatan OPM saat ini sangat kecil. Jumlah pasukan dan kekuatan persenjataan yang mereka kuasai pun tidak signifikan.

Tapi adanya surat tersebut merupakan bukti OPM mempunyai simpatisan aktif di luar negeri. Jaringan mereka tidak putus menjalin lobi politik dengan banyak pihak tertentu dan menyebarkan informasi minus tentang penegakan HAM untuk menjatuhkan Indonesia.

“Saya kira adanya permintaan itu sudah jelas kelihatan (tujuan OPM),” tegas dia.(lh/asy)

Pemerintah Vanuatu Dukung Negara Kesatuan RI

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Vanuatu mendukung negara kesatuan Republik Indonesia. “Kehadiran satu, dua warga Papua di Vanuatu tidak serta merta diartikan sebagai pendukung kemerdekaan,” kata Menteri Hassan Wirajuda di JCC Selasa saat penandatangan MoU kerja sama bilateral dengan Pemerintah Vanuatu.

Pertemuan setingkat menteri dengan Deputy Prime Minister dan juga sebagai Menteri Luar Negeri Vanuatu Sato Kilman. Menurut Hassan Vanuatu tidak menginginkan kehadiran orang Papua asal RI ke Vanuatu tidak menjadi penghalang hubungan antara Indonesia dengan Vanuatu.

“Vanuatu akan melakukan hal yang Vanuatu bisa lakukan untuk menjalin hubungan dengan Indonesia terkait adanya warga Papua di negaranya,” Kata Hassan Wirajuda mengutip perkataan Menteri Luar Negeri Vanuatu

Vanuatu, lanjut Hassan, sangat antusias untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Indonesia.

Hassan juga mengingatkan dan harus ada kehati-hatian jangan sampai kehadiran warga Papua di negara Vanuatu bisa menjadi faktor pengganggu hubungan RI- Vanuatu.

Hassan mengatakan tidak ada pertemuan rutin warga Papua di Vanuatu yang mendukung kemerdekaan Papua. “Pemerintah sekarang (di Vanuatu) mempunyai komitmen pentingnya menjalin hubungan dengan Indonesia,” katanya.

Rudy Prasetyo

Faleomavaega Tidak Bahas Papua Merdeka

JAYAPURA – Kunjungan anggota Kongres AS Eny Faleomavaega ke sejumlah wilayah Papua seperti Biak dan Manokwari, Selasa kemarin, tidak membahas agenda Papua Merdeka. Dia hanya melihat langsung kondisi Papua setelah enam tahun otonomi khusus (otsus).

Gubernur Papua Barnabas Suebu menegaskan hal itu kepada wartawan, Rabu (28/11/2007).

Barnabas menegaskan, konsentrasi kunjungan Faleomavaega ke Papua melihat langsung pelaksanaan UU No 21 Tahun 2001 perihal otonomi khusus (otsus) di Papua, apakah telah dirasakan oleh masyarakat setempat.

Namun, diakui Bas -sapaan akrab Barnabas Suebu, enam tahun pascadiberlakukan otsus di Papua, masyarakat asli Papua yang notabene sekitar 70 persen tinggal di pedalaman belum merasakan adanya otsus tersebut.

“2007, Pemprov Papua komitmen menitikberatkan pembangunan di tingkat kampung. Pemprov Papua telah mengucurkan dana Rp100 juta ke seluruh kampung se-bumi cenderawasih, dan pada tahun mendatang akan terus ditingkatkan,” paparnya.

Faleomavaega pun terkagum melihat perubahan yang sedang berlangsung di Papua. Politisi Amerika Samoa itu meminta masyarakat Papua bersabar dalam masa pelaksanaan otsus tersebut.

Di tambah lagi, lanjut Barnabas, pemerintah pusat telah mengeluarkan Inpres No. 5 Tahun 2007, perihal percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat. Sehingga, diharapkan ke depan rakyat Papua terutama yang berada di pedalaman dapat lebih sejahtera.
(FM Toruan/Sindo/jri)

Anggota Kongres AS Kunjungi Papua

TEMPO Interaktif, Timika:Sejak tiba di Timika Senin petang tidak diketahui pasti agenda dari anggota Kongres Amerika Serikat Eny Faleomavaega di Papua.

Sejumlah pihak mengaitkan kunjungan Eny dengan peringatan HUT Kemerdekaan Papua pada 1 Desember nanti. Hingga Selasa pagi spekulasi soal kunjungan anggota Kongres dari Kaukus Papua ini tidak terjawab, apalagi wartawan tidak dapat mendekati rombongan.

Staf Departemen Luar Negeri Indonesia Andri Hadi Senin petang di Timika Tidak merinci agenda kunjungan tamu dari Amerika ini. Andri hanya mengatakan rombongan Eny dijadwalkan akan bertemu dengan tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah di Provinsi Irian Jaya Barat.

Pada Selasa pagi rombongan menggunakan pesawat khusus akan bertolak ke Biak. Dijadwalkan di Biak Eny akan menemui tokoh-tokoh masyarakat adat dan pejabat pemerintah.

Sementara dari Biak dilaporkan pada Selasa pagi sejumlah tokoh adat menyatakan kekecewaan karena mereka dihalang-halangi untuk bertemu Eny.

Dari Biak rombongan pada Selasa siang bertolak ke Irjabar. Setelah itu pada Selasa sore kembali ke Timika dan bertemu dengan tokoh adat Timika.

Tjahjono Ep

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny