JAYAPURA-Membawa misi Indonesia di dunia internasional, yakni sebagai Dubes RI untuk Kolombia, belum cukup baginya, sebelum mengabdikan ilmunya dengan kembali membangun tanah kelahirannya sendiri, tanah Papua, yang masih terus tertinggal di banding daerah lainnya di Indonesia, meski sudah digelontor dengan triliunan dana Otsus. Kira-kira itulah salah satu niat tulus yang mendorong Dubes RI untuk Kolombia, Michael Menufandu memutuskan untuk maju bertarung dalam Pemilihan Gubernur Provinsi Papua periode 2011-2016 mendatang.
Hal itu tercermin dalam pemaparan visi dan misi yang disampaikannya di depan tim Pansus Gerinda dan PBR, Rabu (25/5) kemarin. Penyampaian visi misi ini sesuai dengan permintaan Partai politik yang dipinangnya, Gerindra dan PBR. Sebagai bentuk keseriusannya untuk mengabdikan diri di Papua, maka iapun relah tidak mengenal cape dan lelah hanya untuk datang menyampaikan visi dan misinya di depan penalis Partai Gerindra dan PBR, kemarin. “ Untuk datang ke Papua saya harus menempu penerbangan selama 36 jam dari Kolombia,”katanya di depan wartawan. Michael Menufandu yang mendapat giliran kedua memaparkan visi misi, mengusung visi ‘Terwujudnya Papua yang Sehat, Cerdas, Mandiri, dan Harmoni’.
Dalam pemaparannya sekitar dua jam, dikatakan bahwa diperlukan kewibawaan Pemerintah untuk membawa kemajuan Papua dengan lebih cepat.
Tentang motivasinya untuk ikut dalam proses seleksi oleh Partai Gerindra dan PBR, dikatakan bahwa hal itu semata mengikuti prosedur yang ada. “Ini prosedur partai, yang mana saya ditelepon oleh Bu Yani untuk datang memaparkan visi dan misi saya. Jadi saya datang untuk mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Partai,” ungkap pria yang sekarang menjabat sebagai Dubes Kolombia.
Tentang Otsus, melihat situasi yang ada memang Otsus belum berjalan dengan baik. Otsus ada harus memberikan rasa aman, nyaman dan teratur dalam berbagai aspek.
Tentang rasa aman, dimana selama ini orang Papua masih terus dihantui rasa takut di daeranya sendiri karena masing sering mendapat stigma politik, yakni orang Papua itu OPM, separatis dan pengacau keamanan lah. Kemudian ada juga stigma sosial, menyebut orang Papua terbelakang, tertinggal, bodoh dan lainnya. “Nah, kedepan stigma semacam ini jangan lagi ada, stop stigma orang Papua OPM, orang Papua ada bagian dari warga Negara kesatuan republic Indonesia,”katanya.
Ya sebagai mana langkah dalam menghadapi Pemilukada Provinsi Papua, Partai Gerindra dan Partai Bintang Reformasi yang telah menyatakan bergabung (berkonfederasi) dalam upayanya mengusung pemimpin baik di daerah maupun pusat, Rabu (25/5) menerima pemaparan visi dan misi (mengaudisi) dua kandidat Gubernur Papua Periode 2011-2016, yang ingin menggunakan kedua partai tersebut sebagai perahu menuju Papua Satu.
Ketua Pansus Pilgub 2011 Partai Gerindra-PBR Provinsi Papua Pdt Jack Wanane,MTh mengatakan bahwa, pihaknya ingin memahami lebih jauh tentang Balon yang akan diusung menuju Papua 1.
“Hari ini ada dua orang Bakal Calon Gubernur yang memaparkan visi dan misinya, masing-masing Menase R Kambu dan Michael Manufandu,” ungkapnya saat ditemui Wartawan usai mendengar pemaparan dari mantan Walikota Jayapura dua periode MR Kambu di Aula Sekretariat Partai Gerindra Provinsi Papua di Padang Bulan.
Dikatakan, para Balon yang telah didengar visi dan misinya, selanjutnya akan dibawa ke Pusat. “Nanti pusat yang berwenang menentukan siapa figur yang akan kita usung menjadi Calon Gubernur Papua,” ungkapnya.
MR Kambu yang mengusung thema ‘Bersama Membangun Papua’ mengatakan, bahwa ia sangat berharap untuk mendapat dukungan dari Partai Gerinda dan PBR. “Doa dan harapan saya PBR akan menerima dan mendukung saya,” ungkapnya kepada Wartawan usai memaparkan visi dan misinya.
Tentang upaya Pansus, dikatakan bahwa Tim tersebut lebih mengutamakan visi, misi dan orientasi dari para Bakal Calon dalam membangun Papua ke depan. “Untuk itu kita beri apresiasi kepada tim ini,” ujarnya.
Tentang visi dan misinya, Kambu mengatakan, bahwa visinya adalah membawa Papua bangkit untuk membangun dan melayani. “Tentunya dengan melibatkan 4 komponen besar, yaitu adat, agama, pemerintah dan stake holder lainnya,” ujarnya. (aj/don)
Irian Barat resmi berintegrasi ke Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI) masuk dalam provinsi ke 26. Dan hal sejarah ini terus diperingati dari tahun ke tahun oleh setiap generasi anak bangsa, termasuk juga yang akan dilakukan pada Minggu 1 Mei besok. 

