Anggota Brimob Tewas Ditembak

Agus Suhendra, anggota Sat Por II Brimob Kelapa Dua, Kedung Halang, Bogor
Agus Suhendra, anggota Sat Por II Brimob Kelapa Dua, Kedung Halang, Bogor

JAYAPURA, KOMPAS.com – Seorang anggota Brimob bantuan dari Bogor yang ditugaskan di Puncak Jaya, Senin (14/6/2010) pagi kemarin, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata. Menurut rencana jenazah akan dievakuasi di Jakarta.

“Benar ada anggota Brimob yang meninggal di Puncak Jaya kemarin, hari ini evakuasi jenazah. Untuk data lengkap menyusul,” ujar Ajun Komisaris Besar Wachyono, Juru Bicara Polda Papua, Selasa (15/6/2010).

Menurut informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian itu berlangsung di Distrik Yambi, jauh dari Mulia, Ibu Kota Kabupaten Puncak Jaya. Karena itu, jenazah baru dapat dievakuasi ke Mulia pada Senin sore kemarin.

Mengenai nama korban, ada yang menyebutkan bernama Briptu Agus, tapi ada pula yang menyebut Briptu Indra. Korban tewas tertembus peluru di bagian leher.

KOMPAS Ichwan Susanto

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2010/06/15/07502688/Anggota.Brimob.Tewas.Ditembak

Kelompok Bersenjata Beraksi di Puncak Jaya

 Sponsored By Yahoo Nokia Ovi Maps Download Ovi maps baru dengan navigasi gratis disini. www.nokia.co.id/ovimaps Online Business Opportunity Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera www.kerjaonline2u.com Cord Blood Banking with Cordlife Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank. www.cordlife.com Fashion Private - The Private Sales Club Join Indonesia's first exclusive online fashion club. Check here. www.fashionprivate.com Employment Jobs in Singapore. Register now and post your resume for free. www.job-q.com  > Berita Terpopuler      * Pornografi, Dibenci tapi Dicari     * Tiang Listrik Tegangan Tinggi Roboh     * Video Mesum Pelajar Gegerkan Blora     * Puting Beliung Robohkan Pasar Mota'ain     * Video Mesum Remaja Beredar di Garut     * Mandailing Natal Juga Cekal Ariel-Luna-Tari     * Ratusan Kios Pasar Perumnas Terbakar     * Gempa Susulan 5,1 SR Landa Biak     * Mahasiswa Yogyakarta Protes Tarif Listrik Naik     * Sunat Massal, Tradisi Turun Temurun Warga Baduy   Click Here Kelompok Bersenjata Beraksi di Puncak Jaya
Sponsored By Yahoo Nokia Ovi Maps Download Ovi maps baru dengan navigasi gratis disini. http://www.nokia.co.id/ovimaps Online Business Opportunity Kerja Part time 100% online. Income RM3k- RM95k seminggu. Daftar segera http://www.kerjaonline2u.com Cord Blood Banking with Cordlife Store your baby's cord blood with Singapore's leading stem cell bank. http://www.cordlife.com Fashion Private - The Private Sales Club Join Indonesia's first exclusive online fashion club. Check here. http://www.fashionprivate.com Employment Jobs in Singapore. Register now and post your resume for free. http://www.job-q.com > Berita Terpopuler * Pornografi, Dibenci tapi Dicari * Tiang Listrik Tegangan Tinggi Roboh * Video Mesum Pelajar Gegerkan Blora * Puting Beliung Robohkan Pasar Mota'ain * Video Mesum Remaja Beredar di Garut * Mandailing Natal Juga Cekal Ariel-Luna-Tari * Ratusan Kios Pasar Perumnas Terbakar * Gempa Susulan 5,1 SR Landa Biak * Mahasiswa Yogyakarta Protes Tarif Listrik Naik * Sunat Massal, Tradisi Turun Temurun Warga Baduy Click Here Kelompok Bersenjata Beraksi di Puncak Jaya

Liputan6.com, Sentani: Kelompok bersenjata Organsisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Yambi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, kembali beraksi, dan kali ini korbannya adalah Brigadir Polisi Satu Agus Suhendra, anggota Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua Depok. Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Papua, Ajun Komisaris Besar Polisi Wachyono ketika dimintai konfirmasi di Papua, Selasa (15/6), membenarkan Briptu Agus Suhendra meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Kronologinya, pada saat korban berpatroli rutin di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba dia ditembak dari jarak kurang lebih 3,5 meter hingga rahang kanan atas tembus ke rahang kiri di bagian telinga. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia namun menghembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit. Menurut rencana, kata AKBP Wachyono, Selasa (15/6) siang korban akan dibawa ke Jayapura dengan pesawat Trigana Air lines, dan selanjutnya diterbangkan ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok.

Sementara itu, pelaku penembakan yang diduga berasal dari kelompok organsisasi separatis Papua merdeka kini dalam pengejaran. (Ant)

OPERASI MILITER TNI/POLRI DI PUNCAK JAYA DIPERKECIL OPERASI BIASA, KENYATAAN BERBEDA, PUNCAK JAYA MURNI DAERAH OPERASI MILITER (DOM)

Rimba SPMNews: Kami mendapat telpon langsung  orang terpercaya  yang berada di  Mulia, Puncak Jaya bahwa pendoropan TNI/POLRI lengkap dengan alat perang dan jumlahnya lebih dari yang diberitakan oleh media serta siaran radio RRI jayapura. Pendaratan pasukan TNI/POLRI dilakukan di empat titik, yaitu; dari arah Wamena, Tolikara masuk ke Ilu, Wamena Tiom (Lani Jaya) masuk ke Melageneri, Kwiyawage, arah Puncak Papua Ilaga, Puncak Jaya Mulia. Masyarakat dari berbagai kampong  yang diungsikan meminta agar pendoropan pasukan hanya dilakukan di Mulia, karena Gerilyawan Goliat Tabuni dan pasukanya berada disana, tidak ada di daerah-daerah lain. Mereka yang diungsikan mulai menghadapi berbagai macam kendala, di antaranya; stok makanan mulai berkurang, anak-anak mereka tidak bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar, kesehatan mulai terganggu, tidak bisa berkebun karena mereka status pengungsi di tetangga.

Masyarakat sudah trauma dengan perlakuan pasukan TNI/POLRI yang biasanya  ditodong bahkan ditembak mati jika mereka tidak menunjukan atau memberi tahu tempat persembunyian Goliat Tabuni, Titus Murib dan pasukanya. Operasi seperti ini hal biasa setiap kali ada peristiwa pasti TNI/POLRI turun tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, tetapi kali ini saja pengumuman operasi di umumkan berarti ini operasi besar-besaran atau operasi tumpas, karena jumlah aparat yang turun bukan sedikit jumlahnya.  

Meskipun banyak kalangan yang mendesak untuk operasi militer di Puncak Jaya tidak dilakukan, namun hal itu tidak ditanggapi aparat.

Melalui telpon gengamnya orang terpercaya tersebut mengatakan bahwa “saya dengar dari Radio RRI jumlahnya hanya 1 pleton untuk operasi di Puncak Jaya saja tapi kenyataan lain, aparat lain di drop di Lani Jaya melalui Wamena, dari Wamena ke Tolikara trus mereka lanjutkan  ke Ilu, lain di turunkan di PuncakPapua, Ilaga.

Kami mohon doa dari setiap pemerhati HAM di seluruh dunia karena dalam operasi langsung di kampong tingginambut telah menewaskan   dua orang ibu, 3 anak-anak, serta seorang laki-laki”. Demikian katanya dengan nada sedih. Ketika kami mencoba untuk meminta nama-nama korban tersebut, ia mengatakan sulit untuk mengenali muka-muka mereka yang tertembak karena tembakan aparat mengenai bagian kepala.
Operasi ini tidak hanya dituju kepada Gerilyawan Revolusi West Papua, tetapi seperti biasanya ketika aparat TNI/POLRI melakukuan operasi tumpas bagi siapa saja yang mereka temui.

Operasi tumpas dimulai dari beberapa kampong, diantaranya Mowogoluk, Tingginambut, Erimuli dekat kota Mulia, kab. Puncak Jaya.

Kami belum mendapat kepastian dari beberapa Kabupaten karena sulitnya komunikasi.

Demikian situasi langsung sementara di Mulia-Puncak Jaya, berita selanjutnya akan kami turunkan kemudian.
Salam Revolusi.

Resah Aksi OPM, Warga Puncak Jaya Lapor ke Komnas HAM

JAYAPURA-Merasa tidak aman dan hidup tidak tenang, puluhan warga Puncak Jaya mengadu ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia Kantor Perwakilan Papua. Mereka mengadu karena resah, terkait situasi daerahnya yang hingga kini belum kondusif. Pasalnya, ancaman gangguan berupa teror penembakanan maupun pembunuhan dari kelompok separatis bersenjata OPM masih terus menghantui dan setiap saat bisa terulang kembali.

“Warga Puncak Jaya itu sebenarnya mengadu ke Komnas HAM pusat, namun kami sebagai perwakilan memediasinya. Pengaduannya, mengenai situasi di kampung halaman mereka, yang tak kunjung kondusif dari gangguan kelompok bersenjata yang terus mengancam jiwa mereka,’’ ujar wakil Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua, Matius Murib kepada wartawan Rabu 5 Juni. 

Warga Puncak Jaya itu, lanjutnya, mendesak Komnas HAM turun tangan dan melihat langsung kondisi di wilayahnya, serta ada penanganan hukum yang jelas terkait kasus-kasus pembunuhan yang kerap terjadi. “Teror penembakan dan pembunuhan sudah terjadi sejak tahun 2004, korban terus berjatuhan, namun belum ada pelaku yang ditangkap atau dianggap bertanggung jawab. Yang ada hanya saling tuding menuding,’’ tandasnya. Lantas, katanya, Komnas HAM menindak lanjuti pengaduan warga Puncak Jaya itu dengan lebih dulu mendesak pihak Polda segera menetapkan kelompok mana yang bertanggung jawab dan melakukan tindakan hukum terhadap mereka. “Kami sudah bertemu Kapolda Papua, menanyakan langkah-langkah hukum yang sudah diambil terhadap semua kasus yang terjadi di puncak Jaya. Masa peristiwa pembunuhan sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu, tapi tindakan hukum belum pernah ada,’’ ucapnya.

Menurutnya, Komnas HAM juga berencana akan langsung melakukan investigasi ke Puncak Jaya, namun, langkah yang diambil terlebih dahulu adalah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Mengenai kebijakan penambahan pasukan oleh pihak Polri, Maurib menandaskan, hingga saat ini juga belum ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas segala peristiwa yang terjadi di puncak Jaya. “Mestinya pasukan ditambah, kelompok yang selama ini berulah bisa segera ditangkap, tapi ironisnya belum juga membuahkan hasil,’’ imbuhnya. (jir)

Kejar TPN/OPM di Puja

brimob-lllllla JAYAPURA [PAPOS] – Polda Papua meminta bantuan 1 SSK personil Brimob dari Kelapa Dua Jakarta untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata yang berada di kabupaten Puncak Jaya.

Penambahan pasukan Brimob ini untuk membantu tim Polri dan TNI yang sudah berada di kabupaten Puncak Jaya selama ini, karena aksi-aksi yang dilakukan kelompok sipil bersenjata itu telah meresahkan masyarakat setempat, setelah melakukan penembakan terhadap karyawan PT. Modern yang bekerja dalam pembangunan jalan dikabupaten tersebut.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Bekto Suprapto M,Si kepada wartawan mengatakan, situasi keamanan diwilayah kabupaten Puncak Jaya sangat memerlukan penanganan yang serius, karena aksi-aksi yang dilakukan kelompok sipil bersenjata itu sudah mengganggu ketenangan masyarakat setempat.

“ Masyarakat yang ada di sana sudah resah atas perbuatan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata itu, mereka melakukan pengancaman kepada masyarakat setempat, sehingga mereka tidak bisa lagi bekerja untuk mencari kebutuhan sehari-hari, “ ujar Kapolda kepada wartawan usai acara serah terima jabatan pejabat teras Polda Papua, Senin (31/5) kemarin.

Untuk itu, sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dari Kelapa Dua Jakarta akan di tempat ke Kabupaten Puncak Jaya untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku penembakan tersebut,sekaligus untuk mengantisipasi Pemilukada di Papua dan Papua Barat pada bulan Agustus 2010 mendatang.

“ Mereka akan membantu Brimob yang ada di Papua untuk melakukan pengejaran serta mengantisipasi keamanan dalam Pemiludaka yang akan di laksanakan pada bulan Agustus mendatang,” tambahnya.

Dikatakan, situasi daerah Kabupaten Puncak Jaya saat ini tidak kondusif dengan adanya intimidasi bahkan penembakan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata selama ini. Masyarakat telah melapor ke Komnas HAM atas keresahan mereka.

“ Saat itu Komnas HAM langsung datang kepada kami untuk mempertanyakan pengamanan yang ada di sana. Ketika mereka mempertanyakan masalah keamanan di sana, saya menjawab, begitu ada kejadian Polda langsung melakukan pengejara,” ujarnya.

Hanya saja, lanjutnya kondisi medan di daerah Kabupaten Puncak Jaya tidak seperti di daerah lain. Kalau anggota saya lari dari 4 km di Jayapura, kalau di Puncak Jaya lari 500 meter maka nafasnya langsung putus, tambah Kapolda

Lebih jauh Kapolda menjelaskan, bahwa dulu hingga sekarang personil Polda Papua hanya memiliki 14 ribu personil yang akan disiagakan menangani segala bentuk permasalahan di Papua, namun mengingat situasi tidak konsusif, sehingga meminta bantuan dari Markas Brimo Kelapa Dua Jakarta sebanyak 1 SSK dan bila kurang akan dilakukan penambahan lagi.

Disinggung soal batas waktu yang diberikan Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe kepada kelompok sipil bersenjata untuk menyerahkan diri, tanggal 28 Juni. Jika kelompok pelaku penembakan karyawan PT. Modern dan pengacau keamanan di Puncak Jaya tidak menyerahkan diri, maka akan dilakukan pengejaran. Kapolda Papua mengungkapan bahwa bupati Puncak Jaya sangat bijak untuk memberikan apresi atas waktu sampai tanggal 28 juni, dan lebih dari itu akan meminta kepada Polri dan TNI untuk mengejar mereka.

“ Ini adalah pelaksanaan tugas pokok Polri, tugas pokok Polri ada 3 yakni menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mengayomi dan melindungi masyarakat,” katanya.

Tugas pengamanan masyarakat telah dilakukan di Puncak Jaya, tetapi kelompok sipil bersenjata itu malah melakukan pembunuhan terhadap karyawan perusahaan, masyarakat setempat, penyerangan terhadap Pos TNI dan Polri, Polisi sedang mengevakuasi anggota TNI, mereka serang maka atas perbuatan mereka itu akan dilakukan pengejaran.

Kapolda menegaskan, sudah menjadi tugas polisi untuk melakukan pengamanan situasi yang tidak aman. Sesuai konstitusi Undang-undang bahwa Polisi sebagai penjaga kemanan, akan melakukan pengejaran terhadap pelaku pengacau situasi keamanan untuk diproses hukum. Polisi tidak bicara masalah politik, tetapi menjadi tanggungjawab polisi untuk memberikan keamanan kepada masyarakat. “Kalau berbicara separatis itu politik, saya tidak berbicara politik, saya hanya mengamankan sesuai dengan Undang-undang,” tegasnya. [loy]

Ditulis oleh loy/Papos      
Selasa, 01 Juni 2010 00:00

Komandan regu tewas, OPM makin beringas

Jayapura–Polri makin memperketat pengamanan di Puncak Jaya, Papua. Setelah mendatangkan satu satuan setingkat kompi (SSK) Brimob Kelapa Dua Depok, Polda Papua akan menambah pasukan di Puncak Jaya, untuk mengejar dan menangkap kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama ini kerap mengacau.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Bekto Suprapto Senin (31/5) di Jayapura. “Jika situasi masih membutuhkan penambahan anggota, tentu akan kami tambah lagi Brimob ke Puncak Jaya,  menumpas penjahat bersenjata yang terus menciptakan keresahaan,” katanya.

Menurutnya, situasi Puncak Jaya saat ini cukup meresahkan, akibat ulah kelompok bersenjata yang terus menebarkan teror penembakan maupun pembunuhan. Sehingga, bila pasukan Brimob ditambah, itu sesuai kebutuhan dilapangan.

“Polisi kan tugasnya menciptakan rasa aman dan tentram ditengah-tengah masyarakat, jadi bila anggota yang saat ini ditempatkan di Puncak Jaya masih dianggap kurang, akan ditambah,” tegasnya. Pasca tewasnya komandan regu OPM, Werius Telenggen, kelompok separatis kian beringas, mereka menembaki Pos TNI dan anggota Polisi.

Kelompok TPN/OPM menembaki aparat keamanan yang bertugas di Puncak Jaya pada Jumat (21/5) dan Sabtu (22/5) lalu. Akibatnya, dua anggota TNI dan dua polisi luka tembak. Diduga, aksi itu merupakan balas dendam atas tewasnya Werius Telenggen, komandan regu TPN/OPM wilayah Kampung Yambi, Distrik Mulia, Puncak Jaya. Werius tewas tertembak aparat gabungan TNI dan Polri 17 Mei lalu.

vivanews/ tiw

PASUKAN TNI DAN POLISI SIAP MENGADAKAN OPERASI BESAR-BESARAN TERHADAP PASUKAN GIRILYA OPM PIMPINAN GOLIAT TABUNI DI PUNCAK JAYA, PAPUA

Leut.Gen TRWP Nggoliar Tabuni, Komandan Operasi Markas Pusat Pertahanan
Leut.Gen TRWP Nggoliar Tabuni, Komandan Operasi Markas Pusat Pertahanan

West Papua May 26, 2010. Tekad TNI dan Polisi untuk mengadakan Operasi Militer di Puncak Jaya tinggal menunggu waktu pelaksanaan. Tekad Operasi dilakukan untuk menumpas total aktivitas Girilya OPM dibawah pimpinan Goliat Tabuni.

Sejumlah kekuatan dari TNI dan Polisi telah disiapkan untuk mengadakan operasi militer di Puncak Jaya. Operasi militer ini akan dilaksanan pada tanggal 28 Mei 2010 di Puncak Jaya guna menumpas keberadaan girilya OPM dibawah pimpinan Goliat Tabuni.

Operasi militer ini bukan hal baru yang dilakukan TNI dan Polisi terhadap Penduduk West Papua. Sejak West Papua diambil sebagai bagian dari NKRI sampai saat ini Operasi militer masih terus saja berlangsung.

Modus Operasi yang dipakai TNI dan Polisi selama ini terhadap penduduk West Papua adalah mengadakan penyisiran disejumlah kampung tempat pemukiman masyarakat local. Karena sulitnya TNI dan Polisi dapat mengenal keberadaan Girilya OPM, maka masyarakat local pada sejumlah kampung yang dicurigai sebagai basis OPM menjadi target operasi mereka.

Pengalaman Operasi militer TNI dan Polisi di West Papua sangat brutal dimana hasil tani masyarakat local di basmi, sejumlah pemukiman yang dicurigai digebrek dan bahkan dibakar, tindakan kekejaman dan sewenang-wenang masa saja dilakukan TNI dan Polisi terhadap masyarakat local.

Modus dan tindakan-tindakan TNI dan Polisi ini dikawatirkan akan dipakai pada Operasi Militer pada tanggal 28 Mei 2010, di Puncak Jaya.

Daerah Pucak Jaya adalah dataran tinggi di West Papua yang hanya ditempu melalui transportasi udara (

Pesawat). Daerah ini banyak gunung-gunung dan jurang-jurang, dan Hutan Rimba, namun kita dapat temui banyak masyarakat local yang bermukim di daerah-daerah tersebut. Mereka memiliki suatu kesatuan budaya dan hidup di Onai ( traditional House) di lokasi-lokasi tersebut.

Rumitnya medan di Puncak Jaya mengakibatkan sulitnya kita dapat mengetahui sejauhmana operasi militer ini dilakukan dan sasaran-sasaran yang akan dilakukan oleh TNI dan Polisi karena hampir semua datarang tinggi di West Papua khususnya di Puncak Jaya diuni oleh masyarakat local.

Pengalaman operasi militer yang selama ini dilakukan di West Papua mengakibatkan banyak jatuh korban pada masyarakat local dan mengakibatkan harus mengungsi ke hutan untuk mencari perlindungan.

Korban Penembakan OPM

TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni
korban : Salah satu korban penembakan TPN/OPM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya pada April lalu saat dievakuasi ke Jayapura. Apakah mereka juga korban pelanggaran HAM yang dilakukan TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni?

korban : Salah satu korban penembakan TPN/OPM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya pada April lalu saat dievakuasi ke Jayapura. Apakah mereka juga korban pelanggaran HAM yang dilakukan TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni?
JAYAPURA [PAPOS]

GPK Puncak Jaya Ditembak Mati

JAYAPURA [PAPOS] – Seorang anggota kelompok gerombolan pengacau keamanan (GPK) yang masuk daftar pencarian orang (DPO) pihak Polda Papua yang terlibat dalam kasus penembakan terhadap karyawan PT Modern di Kampung Mewoluk Kabupaten Puncak Jaya, akhirnya berhasil di sergap Tim gabungan Polri dan TNI Kampung Goburuk Kabupaten Puncak Jaya, Senin (17/5) sekitar pukul 12.30 Wit.

Dalam penyergapan itu, DPO yang merupakan anggota GPK berininsial WT, ditembak mati saat dilakukan pengejaran yang pada saat itu WT berada di kampung Goburuk, saat petugas melihatnya, korban berusaha lari dari kejaran petugas, akhirnya petugas mengeluarkan tembakan dan tepat mengenai korban WT.

Dalam penggerbekan dilokasi kejadian, aparat Polri dan TNI berhasil mengamankan satu magazen senjata AK 47 dan beberapa butir peluru yang diduga milik WT milik kelompok GPK.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes Pol. Drs Agus Rianto kepada Papua Pos, Senin (17/5) menjelaskan, penyergapan terhadap kelompok GPK dilakukan tim gabungan Polri dan TNI dalam rangka penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata dikawasan Puncak Jaya yang telah melakukan pembunuhan terhadap karyawan PT. Modern dan penyerangan terhadap petugas beberapa waktu lalu.

Aparat keamanan serbu Markas OPM, 1 tewas

Puncak Jaya –-Meski operasi penyerbuan terhadap markas Organisasi Papua Mereka (OPM) di Puncak Jaya, Papua, baru disetujui Pemkab setempat pada tanggal 28 Juni mendatang, namun pihak keamanan tampaknya sudah tak sabar.

Satu pasukan polisi yang didukung pihak TNI, dilaporkan melakukan penyergapan di Kampung Koburuk Puncak Jaya, Senin (17/5) sekitar pukul 12.00 WIT.

Dari aksi penyergapan ini, seorang anggota OPM  berinisial WT tewas tertembak. WT diduga salah satu anggota organisasi pengacau keamanan yang menembak tiga karyawan PT Modern Group hingga tewas di kawasan Tiginambut, Puncak Jaya.

Dalam penyergapan, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti seperti beberapa butir peluru AK 47.

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto kepada wartawan di Jayapura mengakui operasi penyergapan terhadap kelompok separatis di wilayah Puncak Jaya tak harus menunggu batas waktu dari Pemkab Puncak Jaya.

Operasi, lanjut dia, sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya dalam rangka pengamanan bagi masyarakat serta penegakan hukum di wilayah pegunungan tersebut

dtc/tya

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny