OPM Dideadline 28 Juni

JAYAPURA -Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Papua(DPRP) minta kepada pemerintah daerah Kabupaten Puncak Jaya untukmeninjau kembali deadline 28 Juni 2010 yang  diberikan kepada TenteraPembebasan Nasional (TPN)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) untukmenyerahkan diri dan menyerahkan senjata api hasil rampasan kepadaaparat. Hal ini diungkapkan anggota DPRP asal Pegunungan Tengah DeerdTabuni SE MSi saat dikonfirmasi Bintang Papua di Gedung DPRP, Jayapura,Selasa (18/5) menyikapi dan menanggapi pernyataan Bupati KabupatenPuncak Jaya dan pimpinan DPRD Kabupaten Puncak Jaya agar TPN/OPNmenyerahkan diri sekaligus menyerahkan senjata api rampasan selambatlambatnya 28 Juni mendatang.

Dikatakan, pihaknya mempertanyakan sejauh mana pendekatan yangdilakukan Pemda Kabupaten Puncak Jaya terhadap TPN/OPM yang ada diwilaya Puncak Jaya. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa kelompokTPN/ OPM di Puncak Jaya masing masing kelompok Goliat Tabuni, KelompokMarunggen Wonda, Kelompok Anton Tabuni serta kelompok Telengen. “Apakahkelompok kelompok ini telah dikoordinasi dengan baik atau belum,” ujarDeerd Tabuni. “Kami kwatirkan dengan keadaan pada deadline itu terjadimaka akan terjadi pertumpahan darah yang meminta korban yang lebihbesar terhadap masyarakat di Puncak Jaya.” Karena itu, lanjut DeerdTabuni, demi kebersamaan baik dari pemerintah Kabupaten Puncak Jayamaupun Pemerintah Provinsi Papua harus ada pertemuan untuk membukaruang dialog menyangkut serangkaian peristiwa yang terjadi di PuncakJaya selama ini.

Deerd menegaskan, kini kondisi di Puncak Jaya setelah pernyataansikap yang disampaikan Bupati dan pimpinan DPRD Kabupaten Puncak Jayamaka masyarakat makin terancam. Pasalnya, setiap hari mulai pukul18.00 sampai 04.30 WIT aparat melakukan interogasi KTP bagi setiapwarga masyarakat. Padahal masyarakat di Pegunungan Tengah pada umumnyabelum memiliki KTP sehingga deadline 28 Juni demi mencegah terjadinyamasalah yang lebih besar di Provinsi Papua ditinjau kembali.Alasannya, tandas Deerd Tabuni, situasi seperti ini dapat dimanfaatkan pihakke-III untuk membuat situasi di masyarakat taka man. Hal ini perlu segera digelar dialog bersama antara pemerintah daerah provinsi Papua,DPRP, Kapolda, Pangdam serta pemerintah daerah kabupaten Puncak Jaya.

“Mari kita duduk bersama untuk menyatuhkan presepsi guna membangunwilayah Pegunungan Tengah yang lebih baik maka diharapkan deadlinetersebut dapat dipertimbangkan dan segera mem buka dialog besar besaranuntuk menyelesaikan masalah di Puncak Jaya,” tukas Deerd Tabuni.MenurutDeerd Tabuni, sejak ditetapkan deadline sampai hari ini masyarakatdi Distrik Tingginambut dan
sekitarnya banyak mengungsi ke wilayahtetangga antara lain, Lani Jaya, Tolikara, Puncak Jaya, Kuyawage. “Sayadapat laporan masyarakat sangat terancam dan trauma sehingga BupatiEnembe segera meninjau kembali agar masyarakat  jangan dikorbankandengan deadline 28 Juni tersebut,” tukas Deerd Tabuni.

Sekedar diketahui, aksi aksi penembakan oleh kelompok TPN/OPM yangselama ini beroperasi di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, disikapi serius  oleh pemerintah daerah setempat dan berbagai komponenmasyarakat. Bahkan kelompok TPN/OPM itu dideadline untuk menyerahkandiri dan mengembalikan senjata api hasil rampasannya hingga 28 Junimendatang. Jika tidak, pemerintah daerah dan masyarakat akanmenyerahkan sepenuhnya ke aparat untuk menangani TPN/OPM itu.Terkaitulah TPN/OPM yang telah mengakibatkan puluhan korban jiwa danmengganggu keamanan bagi masyarakat setempat, maka seluruh komponenmasyarakat yang ada di 8 Distrik di Kabupaten Puncak Jaya mulai dareitokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokohpemuda, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), kepala suku, kepala kampungbersama DPRD, pemerintah daerah termasuk aparat keamanan TNI/Polrimelakukan pertemuan di Aula Distrik Mulia, Selasa (1/5) lalu yangmembahas tentang persoalan keamanan yang selema ini terjadi di PuncakJaya.

Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe SIP membenarkan pertemuan tersebut,pemerintah daerah telah menentukan sikapnya terkait persoalan yang takdapat ditolerir lagi ini bahkan ultimatum yang disepakati dandikeluarkan bahwa 28 Juni 2010 mendatang pihaknya meminta kepadamasyarakat agar untuk segera memanggil  keluarga keluarga yang ada dimarkas TPN/OPM dibawah komando Goliat Tabuni dkk

http://www.komisike polisianindonesi a.com/

Enam Brimob Dievakuasi

KORBAN : Anggota Brimob setiba di RS Bhayangkara mendapat perawatan medis setelah diterbangkan dari Mulia Kabupaten Puncak Jaya

JAYAPURA (PAPOS) – Enam aggota Brimob, yang ditembak sekelompok TPN/OPM

di Kampung Lombuk kawasan Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya, dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat perawatan di RS Bhayangkara, Kamis (16/4) kemarin sekitar pukul 13.00 WIT.

Dari hasil rujukan Rumah Sakit Mulia itu, 2 anggota Brimob mengalami luka berat yakni Bripda Khairudin Hamid dan Bripda Basri Haineka. Bripda Khairudin Hamid

mengalami luka tembak di bagian kaki kanan dan bagian pinggang kanan, sedangkan Bripda Basri Haineka mengalami luka di bagian kaki kanan.

Sementara 4 anggota Brimob lainnya mengalami luka-luka ringan yakni Bripda Khomarul Huda, Bripda Adam Hanock, Bripda Ronald Patigaja. Ke-empat anggota ini hanya mengalami luka ringan, karena saat diserang mereka langsung loncat ke atas mobil.

Suasana haru, sedih dan ucapan syukur kepada Sang Pencipta, berbaur mewarnai penyambutan ketika 6 anggota Brimob tiba di RS Bhayangkara, dimana keluarga, teman, kerabat menjenguk dan melihat langsung keadaan korban.

Saat diserang anggota Brimob yang menumpang dua mobil itu, posisi sekolompok posisi TPN/OPM diketinggian sekitar 50-100 meter di atas gunung, mobil di depan ditumpangi 7 orang anggota Brimob.

Bripda Musa Sewar Aninam (meninggal, Red) kena tembak dibagian kepala, sehingga nyawanya tak bisa diselamatkan, almarhum meninggal dunia di atas pesawat saat dievakuasi dari Mulia ke Jayapura.

Mengetahui mobil di depan ditembak anggota Brimod yang menumpang mobil ke dua di bagian belakang langsung melakukan perlawanan terjadilah kontak senjata dengan menembak di atas gunung.

Atas kejadian itu, Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto langsung terbang menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, Rabu (15/4) lalu. Menurut PLT Kabid Humas Polda Papua AKBP Nurhabri, pihaknya siap melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan.

Brimob-TPN/OPM Baku Tembak, 1 Tewas

JAYAPURA – Kelompok sipil bersenjata yang disinyalir dari TPN/OPM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya berulah. Dilaporkan telah terjadi kontak senjata antara satuan Brimob Polda Papua BKO Polres Puncak Jaya dengan TPN/OPM di Kampung Lumbuk, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya Rabu (15/4) sekitar pukul 11.40 Wit. Enam anggota Brimob mengalami luka tembak, sementara 1 orang lagi atas nama Bripda Musa Aninam tewas setelah sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara, Jayapura.

Dari data yang berhasil dihimpun koran ini, kejadian itu berawal ketika 11 anggota Brimob ini bergerak dari Kota Mulia hendak menuju ke Distrik Tingginambut dengan menggunakan 2 buah mobil Strada.

Mobil pertama ditumpangi 7 orang anggota Brimob, sedangkan mobil di belakangnya ditumpangi oleh 4 orang anggota. Ketika kedua kendaraan tersebut sampai di Kampung Lumbok, tepatnya sekitar 2 km dari Pos Polisi Tingginambut untuk mengamankan kotak suara dari Distrik Tingginambut, tiba-tiba mereka dihadang kelompok TPN/OPM. Mobil langsung ditembaki oleh kelompok bersenjata dari ketinggian sebuah bukit kampung tersebut.

Saat itu, sopir sempat terkena tembakan terlebih dahulu, selanjutnya mobil oleng dan dilaporkan menabrak tebing dan kelompok bersenjata lainnya yang melakukan penghadangan langsung melakukan penembakan.

Akibat baku tembak itu, 6 orang anggota Brimob mengalami luka tembak, semantara satu orang anggota Brimob bernama Bripda Musa Sewar Aninam gugur dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura. Korban mengalami luka tembak serius di kepalanya.

Sementara ke 6 anggota brimob yang mengalami luka tembak diketahui bernama Brigpol Khomarul Huda, Brigpol Khairudin Hamid, Brigpol Adam Hanock, Bripda Roland Pattigaja, Bripda Basri Haineka dan Bripda Nusran. Mereka mengalami luka tembak di kaki dan beberapa bagian tubuhnya. Saat ini mereka dalam perawatan secara intensif di Rumah Sakit Mulia, Puncak Jaya.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan laporan penghadangan rombongan kendaraan Brimob yang tengah melintas di Kampung Lumbok, Distrik Tingginambut yang mengakibatkan 6 anggota luka-luka, sementara satu korban lainnya meninggal.

“Kejadiannya, ada anggota Polri di Pos Polisi Tingginambut sedang sakit, sehingga perlu dilakukan penjemputan dari Pos Polisi tersebut. Pada waktu yang menjemput ini, melewati Kampung Lumbok terjadi penyerangan oleh TPN/OMP. Korban yang luka 6 orang, 1 luka berat dan dievakuasi ke Jayapura, tapi informasi sudah meninggal,” papar Kapolda.

Terkait dengan hal itu, Kapolda Bagus Ekodanto pihaknya tentunya akan melakukan pengamanan di daerah Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Disinggung soal penambahan pasukan ke daerah tersebut, diakui oleh Kapolda Bagus Ekodanto, hanya saja kapan waktunya, pihaknya belum bisa memastikannya. Soal kedatangan Brimob dari Kelapa Dua Jakarta, Kapolda mengatakan bahwa pasukan Brimob tersebut untuk melakukan pengamanan di Polda Papua, hanya saja kedatangan pasukan Brimob ini bertepatan dengan insiden di Puncak Jaya tersebut.

Ditanya apakah sudah ada upaya pengejaran terhadap pelaku? Kapolda mengakui belum ada upaya tersebut, karena pihaknya masih fokus untuk melakukan penyelamatan terlebih dahulu kepada korban. “Saya belum menerima dengan lengkap, kejadiannya bagaimana,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol. Dr. M.Zamil mengungkapkan, Bripda Dance Musa Aninam meninggal dipesawat akibat luka tembaknya sangat parah. Awalnya, dia dievakuasi ke Jayapura dengan mengunakan pesawat Susi Air untuk kepentingan penangganan luka tembaknya. Namun, dalam perjalanann korban menghembuskan nafas terakhirnya.

” Untuk anggota yang mengalami luka tembak berdasarkan hasil koordinasi kami dengan dokter di Rumah Sakit Puncak Jaya, masih bisa dan ditanggani oleh Rumah sakit setempat. Tapi ada kemungkinan untuk proses penanganan lebih intensif lagi mereka besok ( hari ini) akan dievakuasi ke Jayapura,” ujar M. Zamil kepada wartawan di RS Bayangkara Kotaraja, kemarin.
Dikatakan, jika nantinya penangganan mereka membutuhkan tenaga-tenaga dokter seperti bedah, Keslap dan DBI, dokter ahli dari Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar dan Mabes Polri siap didatangkan ke Jayapura tinggal menunggu permintaan saja. Hanya saja, permintaan bantuan para dokter ahli itu sangat tergantung kondisi korban.

Sementara itu, suasana disekitar kamar jenazah RS Bhayangkara di Kotaraja dipenuhi anggota Brimob yang merupakan rekan-rekan korban, termasuk anggota Brimob Polda kendari yang merupakan BKO Polda Papua. Begitupun keluarga korban juga mulai memadati luar kamar jenazah.

Suasana hening tiba-tiba pecah menjadi haru disaat keluarga korban tiba dilokasi langsung menanggis sambil meluapkan emosi kesedihannya setelah mengetahui keluarganya telah meninggal. Bahkan atas musibah yang menimpa Bripda Aninam, Ibu korban terlihat shock seolah-olah belum menerima takdir yang menimpa anaknya itu.(nal/bat/mud)

Perang Masih Berlanjut di Perbatasan West Papua – PNG

Menutur Laporan per telepon ke SPMNews, perang di bawah komando Gen. TRPB Mathias Wenda sebagai Pangkorti (Panglima Komando Revolusi Tertinggi dari TRPB (Tentara Revolusi Papua Barat) sedang berlangsung hingga saat ini di wilayah perbatasan West Papua – PNG.

Baku tembak sedang terjadi, pasukan TNI dan TRPB dalam siaga satu.

Dalam operasi sebelumnya, setidaknya 4 anggota TNI ditembak mati, dua di Pos Penjagaan perbatasan, dan dua lainnya ditembak saat patroli di jalan menggunakan Sepeda Motor. Dua buah senjata TNI dirampas pasukan TRPB.

Walaupun begitu, SPMNews tidak dapat mengkonfirmasi di Lapangan mengingat kondisi lapangan yang tidak mengizinkan.

Demikian sekilas info.

Baku Tembak di Perbatasan West Papua – PNG Terus Berlanjut Hari ini

Per telepon, SPNews menerima laporan dari Mabes Pertahanan Komando Revolusi Tertinggi TRPB bahwa baku tembang terus sedang berlanjut di wiayah perbatasan West Papua – PNG.

Pasukan TRPB telah menguasai beberapa wilayah dan kini baku tembak terus berlanjut.

Menurut telepon ini lagi, langsung dari Wakil Sekretaris Jenderal TRPB, bahwa baku tembak akan terus berlanjut sampai dunia internasional memberikan tanggapan menyangkut masa depan Papua Barat, agar dibawa ke meja perundingan.

“Masalah West Papua sudah dibiarkan di bawah karpet begitu lama,” Presiden Indonesia yang akan terpilih nanti perlu menomor-satukan agenda Dialogue West Papua – Jakarta sesegera mungin.”

Demikian sekilas info

OPM Berulah Lagi, 1 TNI Tertembak – Pangdam: Ini Merupakan Pelanggaran HAM

JAYAPURA- Disaat perhatian masyarakat Papua, tertujuh kepada kedatangan pencetus Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nicholas Jouwe ke Jayapura , Kota tempat kelahirannya, maka di waktu yang hampir bersamaan dari Puncak Jaya dilaporkan kelompok separatis bersenjata TPN/OPM di sana, justru kembali berulah.

Jika sebelumnya, satu anggota TNI bernama Pratu Saiful Yusuf tewas setelah diterjang peluru dari anggota OPM saat melakukan kegiatan patroli di daerah Tingginambut, Puncak Jaya, maka Senin (23/3) sekitar pukul 05.00 WIT kelompok separatis bersenjata yang diduga kelompoknya Goliat Tabuni kembali menembak satu anggota TNI dari Yonif 754 Timika bernama Pratu Ahmad.

Dalam peristiwa ini, korban kondisinya kritis dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Marthen Indey Jayapura. Dari data yang diperoleh Cenderawasih Pos, korban mengalami luka tembak di bagian dada tembus perut samping kiri serta lengan atas.
Korban merupakan anggota Yonif 754 yang baru saja mengalami pergeseran pasukan (Serpas) dari Timika untuk membantu keamanan jelang Pemilu.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI A.Y Nasution mengungkapkan, korban tertembak anggota OPM pimpinan Goliat Tabuni saat melakukan patroli pasca peristiwa tertembaknya Pratu Saiful Yusuf empat hari lalu.

” Yang perlu diingat TNI adalah ksatria pelindung rakyat. Jadi tugas TNI adalah melindungi rakyat. Kalaupun dalam menjalankan tugas melindungi rakyat itu ada anggota TNI yang tertembak, itu sudah menjadi risiko,” ujar Pangdam kepada wartawan usai menjengkuk korban di kamar bedan RS Marthen Indey, Senin (23/3) kemarin.
Dikatakan, perbuatan yang dilakukan OPM itu sudah merupakan pelanggaran HAM berat. Sebab, selain menembaki anggota TNI yang sedang bertugas, mereka juga menembaki warga sipil hingga tewas. Karena mereka ini telah melakukan pelanggaran HAM berat, maka orang yang melanggar itu harus diburu dan dikejar.

Disinggung langkah-langkah apa yang akan diambil, Pangdam enggan berkomentar. Menurutnya, meski sudah ada anggota TNI yang menjadi korban, namun tugas TNI tetap harus melindungi rakyat.

Sekedar diketahui korban sendiri dievakuasi dari Mulia Puncak Jaya dengan menggunakan pesawat Susi Air. Setelah mendarat di Bandara Sentani sekitar pukul 11.50 WIT, korban selanjutnya diangkut dengan menggunakan Hely Puma dan mendarat di Lapangan heliped di Makodam. Selanjutnya korban diangkut menggunakan mobil Ambulance menuju RS Marthen Indey Jayapura. (mud)

Wagub Minta TPN/OPM Kembalikan Senjata

Alex Hasegem SE
Alex Hasegem SE

JAYAPURA (PAPOS)–Wakil Gubernur Papua Alex Hasegem SE meminta, pimpinan TPN/OPM di Mulia Kabupaten Puncak Jaya Goliat Tabuni, untuk segera mengembalikan senjata rampasan kepada pihak Polri.

Salah satu tokoh dari wilayah Pegunungan ini mengatakan, jika Goliat Tabuni bersikeras tidak mau mengembalikan senjata, Wagub mengkhawatirkan jatuh korban jiwa.

“Saya minta dengan hormat agar segera mengembalikan senjata, jangan sampai Goliat-Goliat lain menjadi korban,” ujarnya kepada wartawan di VIP Room Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (10/3) kemarin.
Wagub Hasegem berharap para tokoh-tokoh agama dan gereja-gereja yang melayani masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya agar bersatu ‘membujuk’ Goliat Tabuni.

“Kepada pemerintah daerah di Puncak Jaya, saya kira mereka juga harus berdialog dengan masyarakatnya. Jadi sebaiknya pro aktif untuk berusaha mengembalikan senjata itu,” ajaknya.

Wagub khawatir akan jatuh korban yang lainnya jika senjata rampasan itu tidak dikembalikan. “Saya hanya khawatir kalau polisi dengan TNI yang cari sendiri. Kalau itu, berarti akan ada Goliat-Goliat yang tenang hidup aman di kampung, akan jadi korban. Kalau Goliat mau itu, silahkan ko tahan terus. Kalau tidak sebaiknya Goliat, ko kasih pulang baik-baik melalui Tokoh Agama dan Adat yang bisa ko ketemu untuk komunikasi dengan mereka,”tandasnya.

Menyoal ancaman boikot Pemilu oleh Goliat Tabuni, Wagub mengatakan tidak ada masalah jika yang memboikot hanya pihak Goliat Tabuni.“Ya kalau Goliat tidak ikut Pemilu tidak apa-apa. Tapi jangan dia menghasut. Itu yang tidak boleh. Goliat tidak ikut tidak pusing, karena dia rakyat yang mengasingkan diri jadi tentu dia tidak ikut Pemilu,” cetus Hasegem.(islami)

Ditulis Oleh: Islami/Papos
Rabu, 11 Maret 2009
Sumber Click

TPN/OPM Tetap Dikejar

JAYAPURA (PAPOS) – TPN/OPM pelaku perampasan senjata dan penyerangan Pos Polisi di Tingginambut, Puncak Jaya serta pembakaran Bendera Merah Putih, akan tetap dikejar demi melakukan penegakkan hukum sesuai Undang-undang. Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. FX Bagus Ekodanto melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Agus Rianto menegaskan, Polisi akan tetap melakukan penegakkan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, karena negara ini negara hukum.

TPN/OPM Tetap Dikejar (Irjen Pol Drs. FX Bagus Ekodanto)

JAYAPURA (PAPOS) – TPN/OPM pelaku perampasan senjata dan penyerangan Pos Polisi di Tingginambut, Puncak Jaya serta pembakaran Bendera Merah Putih, akan tetap dikejar demi melakukan penegakkan hukum sesuai Undang-undang. Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. FX Bagus Ekodanto melalui Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Agus Rianto menegaskan, Polisi akan tetap melakukan penegakkan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, karena negara ini negara hukum.

Polda Diminta Tidak Kejar OPM/TPN

Jayapura (PAPOS) – Wakil Bupati Puncak Jaya, Drs Henock Ibo meminta kepada Polda Papua agar tidak melakukan pengejaran terhadap warga terkait kasus penyerangan Pos Polisi Tingginambut yang menyebabkan empat pucuk senjata milik Polri diambil oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM/TPN). “Mohon dipikirkan masak-masak kalau hendak melakukan pengejaran mengingat dampak yang akan timbul sangat besar,” kata Wakil Bupati, Henock Ibo di Jayapura, Selasa (24/2) kemarin.

Menurut Henock, banyak anggota OPM/TPN yang sudah membaur dengan masyarakat sehingga sulit untuk mengidentifikasi mereka.

“Karena itu butuh rencana yang matang untuk melakukan operasi pengejaran karena masyarakat masih trauma dengan insiden penyisiran yang dilakukan aparat keamanan beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang ganguan keamanan menjelang pemilu, Henock Ibo mengatakan bahwa jadwal pemilu di Tingginambut akan berjalan sesuai rencana. Saat ini masyarakat di Tingginambut terutama yang bermukim disekitar hutan telah dipindahkan ke daerah disekitar ruas jalan yang melintas di daerah itu.

Pemindahan masyarakat itu agar mereka bisa lebih dekat dengan pelayanan masyarakat sekaligus menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan terutama setelah peristiwa penyerangan Pos Polisi yang dilakukan TPN/OPM kedua kalinya, Sabtu (22/2) lalu.

Pos Polisi yang berada di jalan yang melintasi Tingginambut itu menghubungkan Mulia dengan Wamena ditembaki OPM/TPN pada Sabtu (22/2), setelah terlebih dahulu melakukan pembakan benera Merah Putih yang ada di Pos Polisi tersebut, bahkan tidak hanya disitu para OPM/TPN itu juga telah meresahkan masyarakat setempat dimana bahan makan masyarakat telah mereka curi.

Kasus penyerangan pos polisi Tingginambut terjadi awal Januari 2009 oleh anggota TPN/OPM menyebabkan empat pucuk senjata milik Polri diambil kelompok tersebut.(ant)

Ditulis Oleh: Ant/Papos
Rabu, 25 Februari 2009

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny