Polda Kejar OPM

Irjen Pol Bagus Ekodanto
Irjen Pol Bagus Ekodanto

JAYAPURA (PAPOS) -Kepolisian Daerah (Polda) Papua menetapkan delapan orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO) terkait kasus penyerangan Pos Polisi di Tingginambut, Kabupaten Paniai.

Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto mengemukakan, pihaknya juga sedang mempersiapkan pamflet berisi daftar nama mereka, dan himbauan agar mereka mengembalikan empat pucuk senjata milik Polri yang diambil saat menyerang Pos Polisi awal Januari lalu.
“Pamflet itu dibuat dalam dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa daerah,”jelas Kapolda Papua seperti dilansir Koran ini dari ANTARA, Selasa (10/2) kemarin, seusai acara coffe morning di Mapolda Papua.

Kapolda yang didampingi Direktur Reskrim Kombes Pol Paulus Waterpauw itu, mengungkapkan bahwa diantara delapan nama itu terdapat pimpinan OPM yakni Goliath Tabuni.

Polri juga tidak akan melakukan penyisiran melainkan tindakan kepolisian dengan terus melibatkan para tokoh agama dan adat setempat dalam penyelidikan yang saat ini dilakukan.

Diakuinya, kedelapan nama itu diperoleh dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap salah seorang anggota OPM yang berhasil dilumpuhkan saat bentrokan di sekitar Tingginambut.

Saat terjadi bentrok dengan OPM, anggota brimob berhasil menembak Yandenak Wonda, anggota OPM yang ikut menyerang pos polisi Tingginambut.

“Memang saat penyerangan, Goliath tidak memimpin langsung melainkan melalui salah seorang anak buahnya,” tambah Dir Reskrim Kombes Pol Paulus Waterpauw.(ant/nas)

Ditulis Oleh: Ant/Papos
Rabu, 11 Februari 2009
http://papuapos.com

Senjata TNI Belum Dikembalikan

paulus-waterpauwTIMIKA (PAPOS)- Satu buah senjata jenis pistol milik salah satu anggota TNI yang dirampas warga saat bentrok aparat Kepolisian dengan warga yang melakukan penyerangan ke Mapolsek Mimika Baru, Selasa (27/1) lalu, belum dikembalikan.

Peristiwa hilangnya senjata milik salah satu anggota TNI unit intel berinisial AS dari Kodam Trikora, terjadi pada saat AS berada disekitar Depan Gereja Tigaraja Timika yang turut memantau berlangsungnya rencana penyerangan warga ke Mapolsek Mimika Baru.
Korban saat itu sedang berada dipinggir Jalan yang dilalui massa hendak menuju ke Mapolsek dengan maksud memantau situasi, namun massa yang mengira AS adalah wartawan sebab hendak mengabadikan kejadian tersebut karena membawa sebuah tas pinggang ,akhirnya dikeroyok massa dan melakukan perampasan terhadap tas korban, yang didalamnya terdapat sebuah senjata jenis pistol.

Menurut data yang dihimpun dari beberapa saksi, korban AS saat dikeroyok massa tidak melakukan perlawanan, AS juga sempat mendapat pukulan dan lemparan batu yang mengenai Kepala Bagian belakang namun korban dapat menyelamatkan diri.

Sebagaimana yang diberitakan beberapa media cetak dan elektronik yang dikutip dari wawancara Kapolda Papua Irjen Polisi Drs.FX Bagus Susanto di Mapolsek Rabu (28/1), yang mengatakan bahwa senjata milik TNI yang dirampas sudah dikembalikan ke aparat.

Direktur Reskrim Polda Papua Kombes Polisi Paulus Waterpauw ketika dikonfirmasikan wartawan di Mapolsek Mimika Timur Kamis (29/1) sore, membenarkan kalau senjata milik salah satu anggota TNI belum dikembalikan.

“Karena adanya salah penyampaian informasi dari slah satu tokoh masyarakat Maluku Tenggara, yang sebelumnya telah menyampaikan kepada Kapolda melalui SMS bahwa senjata sudah berada di mereka dan tinggal menyerahkannya saja kepada aparat. Namun setelah dikonfirmasikan kembali ternyata warga yang rencananya menyerahkan tak kunjung datang”,tegas Waterpauw.

Kata Waterpauw bahwa terkait belum kembalinya senjata tersebut, sekaligus mengklarifikasi pemberitaan dibeberapa media bahwa senjata telah dikembalikan namun kenyataannya hingga saat ini berada di tangan warga.

Waterpau juga menjelaskan bahwa dirinya sudah mendapat penyampaian langsung dari Kepala Staff Brigir 20 Ima Jaya Keramo Letkol TNI Hamdan Bogra yang menyampaikan bahwa memang senjata milik salah seorang anggota Intel Kodam belim diterimanya.

Beberapa wartawan yang mencoba mengkonfirmasikan terkait kejelasan senjata yang dirampas warga kepada Dandim 1710 Mimika Letkol TNI Tri Soeseno, enggan memberikan komentar, termasuk salah pimpinan dari korban AS di Makodim 1710 dan Dimako Koramil Kota tak satupun berani memberikan keterangan.

Termasuk kepada korban AS yang menjadi korban perampasan hendak ditemui wartawan salah satu klinik milik KODIM 1710 Mimika yang berada didalam kompleks Koramil Kota tidak diperbolehkan, menurut salah satu anggota TNI yang memang ditugaskan untuk menjaga korban, kepada wartawan mengatakan bahwa atas perintah pimpinan tak diijinkan untuk menjenguknya termasuk wartawan.
Dari salah satu sumber menyebutkan bahwa pihak TNI memberikan batas waktu kepada warga sampai hari ini untuk dapat mengembalikan senjata yang dirampas kepada aparat, sumber tersebut juga menyebutkan bila batas waktu yang diberikan juga belum dikembalikan, aparat akan berusaha mencarinya termasuk melakukan penyiisiran kebeberapa lokasi yang dicurigai senjata tersebut disembunyikan.(husyen)

Ditulis Oleh: Husyen/Papos
Sabtu, 31 Januari 2009
http://papuapos.com

Polda Kirim Tim Ke Tingginambut

KETERANGAN GAMBAR: Irjen Pol Bagus Ekodanto

MERAUKE (PAPOS) -Kepolisian Daerah (Polda) Papua, pasca kontak senjata OPM dengan Brimod pada Jumat (16/1) pagi sekitar pukul 10.00 WIT, akan mengirim tim ke Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto ketika dihubungi ANTARA, Jumat (16/1) malam mengatakan, pihaknya akan mengirimkan tim yang terdiri atas Propam, Intelkam dan lainnya ke Mulia untuk menyelidiki insiden tersebut.

Dari hasil tim itulah baru akan diputuskan apakah pihaknya akan melakukan pengejaran mengingat sebelumnya atas permintaan dari tokoh masyarakat agar memberi waktu kepada mereka untuk membantu mencari senjata yang dirampas saat menyerang Pos Polisi di Tingginambut, Selasa (13/1) lalu.

“Kami belum memutuskan apakah tetap memberikan waktu tiga minggu sesuai permintaan para tokoh masyarakat dan kepala suku atau tidak,” ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto yang dirilis Koran ini tadi malam (18/1).

Menurutnya, insiden baku tembak antara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan anggota Brimob berawal dari saat anggota melakukan patroli dekat markas OPM di Tinggi Neri, Kamis ( 15/1) sekitar pukul 22.00 WIT.

Saat mendekati markas OPM, anggota ditembaki gerombolan OPM, namun setelah membalas dan mendapati markas mereka ternyata sudah kosong, sehingga anggota kembali keesokan paginya.

Namun, kata Kapolda Papua, di sekitar sungai anggotanya ditembaki hingga kembali terjadi baku tembak. Dalam kontak senjata itu salah seorang anggota OPM tertembak.

Kapolda Papua mengakui, anggota OPM bernama Yendenak Wonda yang tertembak itu saat ini dirawat di RSUD Mulia dan menurut rencana dijadwalkan Senin (19/1) hari ini dievakuasi ke Jayapura.

Ketika ditanya apakah saat bentrok senjata OPM menggunakan senjata yang dirampas dari pospol Tingginambut, Kapolda Papua mengakui, dari informasi yang diterima anggota mengaku bahwa senjata yang digunakan itu senjata organik.

“Belum dapat dipastikan karena setelah Wonda terluka senjatanya dilempar ke temannya,” jelas Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto.(ant/nas)

Ditulis Oleh: Ant/Papos
Senin, 19 Januari 2009

OPM-Brimob Baku Tembak

Kombes Pol Agus Riyanto
Kombes Pol Agus Riyanto

JAYAPURA (PAPOS) -Kelompok separatis bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM), Jumat (16/1) pagi sekitar pukul 10.00 WIT menghadang anggota Brimob yang sedang menuju Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya.

Dalam penghadangan itu satu anggota OPM terluka. Informasi yang dikumpulkan Koran ini dari Antara, Jumat (16/1) malam mengungkapkan, satu anggota OPM yang tertembak atas nama Yendenak Wonda dan saat ini tengah di rawat di RUSD Mulia. Insiden itu bermula dari kegiatan yang dilakukan anggota Brimob yakni melakukan pemetaan lokasi markas OPM Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIT, saat anggota Brimob bersama anggota Densus 88 yang berlokasi di Tinggi Neri.

Saat berada di Tinggi Neri, yang berjarak sekitar dua jam berjalan kaki, anggota Brimob ditembaki dengan OPM dan membalas sehingga terjadi baku tembak selama beberapa saat.

Setibanya di Markas OPM, anggota Brimob memutuskan kembali ke Tingginambut dan keesokan paginya kembali ke Mulia. Saat kembali ke Mulia itulah anggota Brimob dihadang dan terjadi baku tembak.

Sebelumnya tanggal 9 Januari lalu, OPM menyerang pos polisi di Tingginambut dan membawa lari empat pucuk senjata milik Polri.

Kapolda Papua Irjen Pol F.X Bagus Ekodanto, ketika dikonfirmasikan Papua Pos tadi malam (Jumat 16/1), melalui telepon selulernya tidak dapat dihubungi, karena telepon genggam Kapolda sedang tidak aktif.

Karena tidak dapat menghubungi Kapolda Papua Pos berusaha menghubungi Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Agus Riyanto. Disela-sela rapat, Kabid Humas masih sempat menjawab beberapa pertanyaan. Namun Agus Riyanto, belum dapat kepastian kebenaran adanya kontak senjata antara OPM dan Brimod seperti yang seperti dikonfirmasikan Papua Pos, tadi malam (Jumat 16/1).

Dijelaskan, dirinya belum dapat memastikan kapan insiden antara OPM dan Brimob. Karena dirinya selaku Kabid Humas Polda belum mendapatkan laporan resmi. “Saya belum bisa memastikan, menunggu informasi yang pasti,” ungkapnya.(lina/ant)

Ditulis Oleh: Lina/Ant/Papos
Sabtu, 17 Januari 2009
http://papuapos.com

Kapolda Deadline OPM 3 Minggu

KETERANGAN GAMBAR: TINJAU : Kapolda Papua didampingi Kapolres Puncak Jaya AKBP. Chris Rihulay , Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe saat berada di TKP Pospol Tingginambut

MULIA (PAPOS) -Pasca penyerangan di Pospol (Pos Polisi) Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya, Kapolda Papua Irjen Pol Drs Fx Bagus Ekodanto, Sabtu (10/1) lalu, meninjau langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Kapolda Papua dalam kunjungannya didampingi Direskrim Polda Papua Kombes Pol Drs Paulus Waterpauw, Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Drs Wirawibawa, Dir P3D Polda Papua AKBP Suparno, Kasat 4 Intelkam Polda Papua AKBP Baron Hadi Darmawan.
Rombongan Kapolda Papua dijemput Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe SIP, beserta para pejabat dilingkungan pemkab Puncak Jaya. Setelah istirahat di ruang VIP Bandara Mulia, Kapolda beserta rombongan beserta Bupati Puncak Jaya menuju Distrik Tingginambut menggunakan kendaraan roda empat.

Setibanya di TKP Kapolda melihat kondisi Pospol Pasca penyerangan. Di sini Kapolda sempat mendapat laporan dari dua anggota Pospol yang juga saksi atas kejadian penyerangan tersebut. Selain itu, juga dilakukan olah TKP oleh aparat dari Reskrim Polda Papua dan Polres Puncak Jaya.

Seusai mengunjungi Pospol Tingginambut Kapolda Papua Irjen Pol Drs Fx Bagus Ekodanto dan Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe SIP, melakukan pertemuan dengan para kepala kampung, kepala suku, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan di halaman kantor Distrik Tingginambut.

Dihadapan masyarakat Kapolda Papua meminta agar dapat selalu menjaga semua fasilitas yang telah di siapkan oleh pemerintah seperti pospol karena bangunan ini dibangun untuk menjaga keamanan dimasyarakat.

Kapolda juga meminta kepada masyarakat agar dapat memberikan informasi kepada pihak keamanan maupun pemerintah mengenai keberadaan empat pucuk senjata yang di curi oleh masyarakat pada saat penyerangan Pospol, Kamis (8/1) lalu.

“Kalau ada masyarakat yang lihat senjata tolong beritahukan kepada pihak keamanan atau pemeritah untuk dikembalikan” pinta Kapolda Papua.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai upaya pencarian senjata yang hilang, Kapolda Papua mengatakan, pihaknya akan menyerahkannya terlebih dahulu kepada pihak keluarga untuk melakukan pendekatan secara kekeluargaan dalam mencari keberadaan empat pucuk senjata yang diambil pada penyerangan Pospol Tingginambut.

”Kita melakukan pendekatan sacara damai, dan kita serahkan dulu kepada tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, untuk bisa berbuat lebih dahulu sebelum kami mengambil langkah yang lain” terang Kapolda.

Pihaknya juga kata Kapolda memberikan himbauan kepada masyarakat untuk dapat membantu aparat untuk menemukan senjata yang diambil. “Kami tetap memberikan waktu selama tiga minggu kepada pihak masyarakat untuk membantu aparat dalam menemukan dan mengembalikan senjata yang di bawa, karena barang tersebut belum dibawa pergi jauh tapi masih disekitar daerah ini” ujar Kapolda.

Ketika disinggung soal penambahan pasukan Kapolda mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan penambahan pasukan tetapi akan menggunakan pasukan yang ada saat ini.

Ke depan pihaknya akan menaikan status dari Pospol Tingginambut menjadi Polsek, jelasnya. ”Kedepan kami sudah berencana untuk mejadikan Pospol Tingginambut sebagai Polsek namun dengan kejadian ini maka akan mempercepat proses pembentukan Polsek Tingginambut” kata Kapolda.

Kapolda juga menjelaskan bahwa dengan adanya kejadian penyerangan ini pihaknya tidak akan akan memberikan jarak kepada masyarakat dalam pelayanannya.

“Polri dengan TNI tidak membatasi jarak dengan masyarakat, namun dari kejadian ini menunjukan adanya kepentingan oknum atau kelompok tertentu yang memanfaatkan situasi dengan kedekatan hubungan masyarakat dengan aparat” ujar kapolda.

Kapolda menambahkan, penggalangan yang selama ini telah dilakukan akan tetap dilakukan untuk sama-sama membangun daerah ini dan kembali ke pangkuan NKRI, ungkap Kapolda.(fredy)

Ditulis Oleh: Fredy/Papos
Senin, 12 Januari 2009
http://papuapos.com

Identitas Pelaku Telah Dikantongi

JAYAPURA (PAPOS)- Penyerangan terhadap Pos Polisi (Pospol) di Distrik Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (8/1) kemarin pukul 21.00 WIT yang menyebabkan salah seorang istri anggota Polisi bernama Ivana Ayer mengalami tusukan di bagian dada kiri, kini identitas pelaku telah dikantongi Polda Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto mengatakan, salah satu pelaku dari segerombolan orang telah diketahui identitasnya, namun dirinya belum dapat memastikan dari kelompok mana para pelaku yang melakukan penyerangan tersebut. “Salah satu pelaku dari penyerangan di Pos Polisi itu sudah diketahui, setelah salah satu masyarakat yang ikut nonton di Pos Polisi mengenali salah satu pelaku namun tidak dipastikan dari kelompok apa,” ujar Kapolda kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/1) kemarin.

Menurut Kapolda, penyerangan dilakukan oleh kurang lebih 20 orang yang mendatangi Pos Polisi tersebut dengan membawa berbagai senjata tradisional, lalu menyerang Pos yang hanya dijaga dua orang Polisi dan ditemani dua orang masyarakat yang pada saat itu sedang menonton TV.

Tepat pukul 21.00 WIT, 20 orang tiba-tiba menyerang Pos Polisi itu. Lalu ketika melihat adanya penyerangan itu, kedua Polisi dan dua orang masyarakat langsung melarikan diri karena tidak ada persiapan.

Selain mengambil 4 pucuk Senpi jenis SS 1 dan 61 peluru, istri salah satu anggota Polisi yang berjaga di Pos bernama Bripda Yan Ayer menjadi korban penyerangan. Dimana, pada saat kejadian korban berada didalam kamar tepat di Pos Polisi tersebut sedang tertidur.

Atas kejadian tersebut, korban langsung dilakukan evakuasi dan dikirimkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan penanganan medis. Disamping itu, Kapolda Papua mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh adat di Puncak Jaya untuk mengusut kasus tersebut. Dari kejadian itu pula, Kapolda menghimbau agar senjata yang diambil hendaknya dapat dikembalikan.

“Kami menghimbau melalui tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama kepada pelaku setelah diketahui identitasnya, kami harapkan barang bukti berupa senjata agar dikembalikan,” tegas Kapolda.

Dari kejadian itu, Kapolda menegaskan akan dilakukan tindakan tegas kepada para pelaku penyerangan. Sedangkan dari informasi yang didapatkan, hari ini direncanakan Kapolda didampingi Dir Reskrim Polda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih akan mendatangi TKP untuk penyelidikan lebih lanjut.(islami)

Ditulis Oleh: Islami/Papos
Sabtu, 10 Januari 2009
http://papuapos.com

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny