KEBAKARAN : Ganasnya si jago merah membakar hangus puluhan rumah-rumah warga yang bermukim dikawasan APO Bengkel dan APO Gudang Jayapura
JAYAPURA (PAPOS) –Si jago merah, Kamis (29/1) kemarin sekitar pukul 15.15 WIT, mengamuk di APO Bengkel dan APO Gudang, melalap puluhan rumah penduduk yang menghuni kawasan itu.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polisi, namun dugaan sementara awal Api muncul dari rumah salah satu warga yang tinggal di APO Bengkel, dan kemudian merembet ke rumah warga di APO Gudang.
Akibat kebakaran, puluhan rumah rata dengan tanah, dan ratusan KK (Kepala Keluarga) kehilangan tempat tinggal, serta kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Api yang mulai berkobar sekitar pukul 15:15 WIT sulit dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran, meski mobil pemadam Kota Jayapura telah dikerahkan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hal itu, mengingat lokasi kebakaran sulit dijangkau petugas, karena kondisi jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, ditambah angin berhembus kenjang, membuat api dengan leluasan membakar rumah warga.
Dari pantauan Papua Pos dilapangan bisa dilihat betapa paniknya warga. Mereka berusaha menyelamatkan barang-barang, walaupun api dengan cepat menjalar ke arah samping rumah mereka.
Ada yang mencoba untuk mengevakuasi barang-barang ke rumah tetangga yang berseberangan jalan. Tak kelak banyak warga korban kebakaran terutama kaum perempuan menangis histeris menyaksikan rumah mereka yang dilahap si jago merah (api,red).
“Ijazah saya ada dibawa TV bagaimana nanti saya cari kerja,” ungkap salah satu korban dalam isak tangisnya.
Tangisan histeris anak-anak dan perempuan dari para korban terus terdengar. Sementara itu, kaum pria bahu-membahu membantu petugas pemadam kebakaran dengan air sedanya disertai harapan api tidak menyalar luas.
Kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah warga APO tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi-instansi terkait. Terbukti saat api terus berkobar bantuan langsung dikerahkan berupa tenda-tenda darurat.
Tenda-tenda yang merupakan bantuan dari Kodim 1701 Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura, Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Jayapura, langsung didirikan di depan kantor KPU kota Jayapura.
Wakil Walikota Jayapura H Sudjarwo BE mengatakan, pemerintah Kota segera akan mendirikan posko-posko guna menampung para korban. “Posko akan dibangun di sini untuk penampungan para korban dan kita sudah koordinasikan dengan tim medis serta dokter untuk membantu para korban,” ungkap Sudjarwo di TKP.
Didirikannya posko untuk penampungan warga korban kebakaran yang belum diketahui pasti jumlahnya, karena korban terpencar menyelamatkan diri barang yangh bisa diselamatkan,.
“Bantuan bukan hanya posko penampungan, tapi juga bahan makanan (Bama) dan peralatan lainnya,”kata Sudjarwo.
Dandim 1701 Jayapura Letkol Inf Imam Santosa menjelaskan, bantuan dari Kodim berupa empat buah tenda dimana nantinya akan ditambahkan tergantung kondisi dilapangan.
Dijelaskan oleh Wakil Walikota, pihaknya masih kesulitan mendirikan tenda, karena situasi tempat tersebut terkendala dengan parkiran mobil, sehingga seharusnya enam tenda bisa didirikan, namun ternyata hanya tiga tenda saja yang dipasang.
Hingga berita ini diturunkan belum bisa dipastikan berapa jumlah korban, berapa rumah yang terbakar serta berapa kerugian yang dialami, namun kobaran api hingga pukul 18:00 WIT sudah bisa dijinakkan petugas pemadam kebakaran.
Berkobarnya si jago merah yang melahap ratusan rumah warga APO ini tak luput dari perhatian masyarakat. Banyaknya warga yang ingin menyaksikan mengamukan si jago merah akibatnya arus lalu lintas di depan jalan Sam Ratulangi macet.(lina)
JAYAPURA (PAPOS) – Kapolresta Jayapura AKBP Roberth Djoenso SH mensinyalir bahwa kebakaran KM Satria Wijaya 02 yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin ini, diduga kuat akibat korsleting pada genset yang ada di kapal bagian belakang tersebut. “Kami menduga kebakaran ini, akibat konsleting pada genset dan langsung meledak. Hal ini dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi,” ungkap Kapolresta Roberth Djoenso.
Kapolresta mengakui dari kasus terbakarnya kapal itu, pihaknya telah memintai keterangan terhadap 2 orang saksi.Apalagi, setelah ada ledakan dan muncul api membakar bagian dalam kapal, lalu api merambat ke atas kapal yang memuat 25 drum bensin sehingga langsung membuat bensin meledak dan menghanguskan kapal hingga karam, apalagi kapal tersebut merupakan kapal kayu.
Lebih lanjut, ada 5 orang termasuk nahkoda kapal yang sempat dilarikan ke RSUD Dok II Jayapura untuk mendapatkan perawatan akibat mengalami luka-luka.”Yang tahu persis adalah nahkoda dan KKM yang ada dalam kapal, namun belum dapat dimintai keterangan karena masih dirawat intensif,” ujarnya.
Kapolresta mengatakan bahwa kapal tersebut dicarter untuk membawa BBM jenis bensin ke Memberamo Raya. “Pemilik kapal akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.
Sementara itu, dari Pantauan di Ruang Bedah Pria RSUD Dok II Jayapura tampak Musa (40) warga Sentani dan M Raup (42) nahkoda KM Satria Wijaya warga Sentani baru saja mendapatkan perawatan dan menempati ruangan perawatannya.
Terlihat Musa mengalami luka bakar serius di hampir sekujur tubuhnya dan terlihat tampak muka korban menghitam terbakar, leher hingga ke bawah tubuhnya dibalut perban.Begitu juga, M Raup yang ditunggui istrinya, Samsiah juga mengalami luka bakar serius dari wajah hingga kakinya. Bahkan, keduanya masih diinfus.
Sedangkan, Takim warga Sentani juga masih dirawat di ICU, yang diduga menderita luka bakar yang parah. “Takim menderita luka bakar hampir 80 persen di tubuhnya, ia masih di ICU dan belum bisa bergerak karena luka bakar hingga tembus dagingnya,” kata Pak Bas, teman korban yang menjenguknya.
Menurut Bas, yang biasanya bekerja di bagian mesin kapal naas tersebut, ia tidak mengetahui secara persis kejadian tersebut. Hanya saja, kapal hendak berangkat ke Memberamo Raya.
“Saat itu, ada teman yang mau menghidupkan mesin kapal. Tapi tidak bisa, bahkan sempat ditarik-tarik mesinnya, namun tiba-tiba meledak,” ujarnya.
Sedangkan, Meki Ale, Juru Mudi KM Satria Wijaya tersebut, menambahkan saat itu ia tidak berada di kapal.”Saat itu kapal mau berangkat dengan posisi berada di belakang KM Tabi II. Tapi tiba-tiba meledak ketika genset dinyalakan, yang diduga akibat penguapan bensin yang terkena percikan api dari genset,” tuturnya.
Akibatnya, 5 orang yang ada di kapal tersebut langsung menghambur menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan diri, meski ada yang terkena luka bakar. (feri)
Ditulis Oleh: Toding/Papos
Kamis, 04 Desember 2008
http://papuapos.com
Kiri : KM Satria Wijaya II saat terbakar dan meledak di pela¬buhan Porasko APO Jaya¬pura. Kanan : Satu ABK korban kebakaran KM Satria Wijaya II sedang mendapat perawatan intensif petugas medis di RDUS Dok II Jayapura
JAYAPURA (PAPOS) –KM Satria Wijaya II terbakar dan meledak, Rabu (3/12) sekitar pukul 18.30 WIT, sesaat setelah meninggalkan pelabuhan Porasko APO Jayapura, hendak belayar menuju Membramo.
Kecelakaan ini, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, hanya tiga ABK (anak buah kapal) mengalami luka kabar serius. Sementara kerugian ditaksir mencapai sekitar 300 juta rupiah.
Ledakan dasyat dari kapal yang mengangkut BBM dan bahan – bahan bangunan seperti semen, batu bata dan seng tujuan Membramo dilayari sembilan ABK itu, jadi tontonan gratis penduduk yang berada di sekitar pelabuhan.
Pasalnya, kobaran api dari kapal yang sudah berada sejauh 100 meter dari dermaga
itu, meledak mengeluarkan bunyi dasyat disertai membumbung api ke udara setinggi sekitar 10 meter.
Tiga dari sembilan ABK yang mengalami luka kritis atas nama Musa, Takim dan Rauf, oleh pihak medis RSUD DOK II Jayapura luka bakar yang dialami ketiga ABK tersebut tergolong agret dua.
ABK Kadir korban yang hanya mengalami luka bakar ringan dibagian kaki menuturkan bahwa, ketika kapal terbakar dirinya tidak mengetahui secara pasti. “Saya tidak mengetahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal tersebut, karena kapal sudah siap berangkat ke Membramo namun tiba-tiba terbakar,”ungkapnya
Rekan kerjanya, Masran mengungkapkan, kapal bermuatan bahan bangunan dan hanya memuat BBM sembikan drum solar dan bensin satu drum untuk persedian dikapal, dan diperkirakan kerugian sebesar Rp. 300 juta.
“Kapal hanya mengangkut bahan – bahan bangunan dan hanya memuat BBM untuk persedian dikapal,”akunya.
Namun menurut Kapolres AKBP Roberth Djoenson SH yang ditemui ditempat kejadian mengatakan, kapal mengangkut BBM sekitar 29 drum yang mana kapal ini akan membawa BBM tujuan Membramo, mengenai penyebab terbakarnya kapal sementara masih diselediki.
“Kapal tersebut merupakan kapal yang mengangkut BBM tujuan Membramo, kami belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran,”ujarnya. (toding/nabas)