Stabilitas Nasional tidak Terjaga, Papua Terancam Lepas dari NKRI

Editor by Media Warga Online on 08.23 /

JAKARTA, Mediawarga.info–Kekisruhan pekerja tambang PT Freeport Indonesia diduga ada keterkaitan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semakin disayang oleh warga Papua. Pasalnya, tidak adanya kehadiran pemerintah Republik Indonesia di tengah-tengah rakyat Papua telah dimanfaatkan dengan baik oleh OPM.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, Jokowi – JK tak menepati janjinya saat kampanye  untuk memperhatikan Papua. Saat ini mungkin saja sudah banyak masyarakat Papua mendapatkan pendidikan hingga kesehatan dari OPM. Bukan tidak mungkin hal tersebut menandakan Papua siap lepas dari Indonesia.

“Saat ini pilihannya hanya dua, Jokowi – JK mundur dengan terhormat tahun ini dan mengakui kegagalannya  atau Papua bisa lepas dari Republik Indonesia!”

ujar Panji melalui rilis yang diterima Mediawarga.info, Selasa (17/03/2-15).

Pemerintah sebaiknya reaktif dengan keadaan nasional yang sekarang semakin kritis, salah satunya kondisi Papua yang semakin renggang dengan Indonesia. Jika Papua lepas dari Indonesia maka bangsa Indonesia akan merugi sangat besar. Bukan hanya karena sumber daya alam yang melimpah, namun itu juga merupakan pertanda pemerintah tidak bisa mempertahankan kedaulatan negara. Artinya rezim Jokowi – JK mengkhianati cita-cita luhur pendiri bangsa mempertahankan NKRI. (Rid)

“Tak Ada Papua di Luar NKRI”

Kapolri Jenderal (Pol) Drs. Sutarman, S.H.JAYAPURA — Indonesia adalah juga milik warga Papua. Tak ada Papua di luar wilayah NKRI. Tak ada ide maupun pemikiran apa pun yang dilakukan kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri dari NKRI dan pengibaran bendera bukan merah putih akan ditindak tegas. Demikian antara lain diungkapkan Kapolri Jenderal (Pol) Drs. Sutarman, S.H., ketika melakukan kunjungan kerja ke Polda Papua, Jayapura, Rabu (27/11).

“Kami mengharapkan kedepan tak ada lagi niatan-niatan oleh sekelompok tertentu yang ingin memisahkan diri dari NKRI,”

tegas Kapolri didampingi Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Dikatakan, mengibarkan bendera merah putih karena merah putih ada di dalam dada semua warga Indonesia. Apalagi dengan kondisi kini begitu besar perhatian Presiden untuk membangun Papua, antara lain melalui pembentukan UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat) untuk bersama membangun Papua dan untuk meningkatkan infrastruktur yang ada.

Sementara itu terkait pengamanan 1 Desember yang diperingati sebagai HUT OPM, khususnya di Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya AKBP Marselis S ditempat yang sama menerangkan pihaknya melakukan razia, melakukan tindakan kepolisian, patroli serta pendekatan Community Policing (Polisi Masyarakat) yakni melakukan penggalangan dengan semua kelompok masyarakat di Mulia, agar masyarakat, TNI /Polri aman.

Disentil kenapa tak dilakukan penggalangan masyarakat di wilayah Tingginambut, dia mengatakan, situasinya belum memungkinkan.

Jenderal (Pol) Drs. Sutarman, S.H., mengatakan pihaknya turun ke wilayah Papua, bahkan kunjungan kerja pertama setelah dilantik menjadi Kapolri menggantikan Jenderal (Pol) Drs. Timiur Pradopo beberapa waktu lalu adalah untuk mengetahui sejauh mana persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dan Polri sehingga bisa menyelesaikan persoalan-persoalan itu.

Ditanya rencana pembentukan Polda Papua Barat, kata Kapolri, pembentukan Polda Papua Barat belum tentu dilakukan tahun 2014, karena masih harus mengajukan anggarannya.

Dikatakan, pihaknya telah mempunyai pembentukan Polda baru. Pasalnya, setiap daerah pemekaran harus dibentuk satuan Kepolisian yang ada di Pronvinsi maupun Kabupaten/Kota mengikuti struktur organisasi yang ada di Pemerintah Daerah. Tapi juga tergantung APBN untuk membangun kantor, perumahannya, sehingga agak terlambat untuk mengikuti pemekaran daerah yang selama ini terjadi baik ibukota Kabupaten/Kota maupun Provinsi.

“Sehingga itu bagian masukan tentu ini terkait dengan anggaran yang kita miliki kedepan. Kalau anggarannya ada kalau perlu segera kita bangun. Tapi kalau anggarannya belum ada tentu juga kita tak bisa,”tegas Kapolri.

Ketika kunjungan kerja ke Raja Ampat yang itu juga Polres pemekaran. Setelah Polresnya dibangun ada perumahan Kapolres dan Wakapolres. Tapi menjadi persoalan anggota yang bekerja, ternyata tak ditampung di perumahannya dia tinggalnya di Sorong akhirnya pulang-balik setiap minggu, karena untuk kepentingan keluarga.

“Kalau membawa keluarga juga ndak ada di tempatnya. Mau kost tapi kostnya juga mahal,”

tukas Kapolri.

Kata Kapolri, inilah yang menjadi persoalan sehingga kalau perlu membangun perumahannya dulu, rumahnya Kapolres, rumahnya Wakapolres, rumahnya anggota. Kantornya belum dibangun rumahnya sudah ada. Rumahnya bisa digunakan kantor sementara. Masih perlu dilakukan evaluasi. (Mdc/don/l03)

Source: Kamis, 28 November 2013 18:59, Binpa

Noordin M Top Tewas!

JAKARTA – Gembong teroris paling dicari, Noordin M Top akhirnya tewas ditembak oleh tim Densus 88, dalam penyergapan yang dilakukan di sebuah rumah, di Desa Kahuripan, Solo, Kamis (17/9) kemarin. Selain Noordin, 3 teroris lainnya ikut tewas dalam penyergapan tersebut.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri sore ini, Kapolri Jendral (Pol) Bambang Hendarso Danuri membeberkan kronologis penggerebekan tersangka teroris di Solo yang berujung pada kematian Noordin M Top. Menurut Kapolri, penggerebekan dilakukan setelah Densus 88 menangkap dua nama yang dianggap tahu keberadaan Noordin.

Kapolri membeberkan, Rabu (16/9) pagi, Densus 88 menangkap Rahmat Pudji Prabowo alias Bejo, di pasar Gading, Solo. Seteleh dinterogasi, Bejo mulai menyebut nama lain. Pengakuan Bejo ditindaklanjuti dengan penangkapan Supono. “Densus 88 menangkap Supono, sekitar pukul 15.00 di Pasar Gading, Solo,” ungkap Kapolri.

Selanjutnya, Supono memberi petunjuk tentang persembunyian para tersangka teroris di Desa Kahuripan, Solo, di sebuah rumah yang disewa Susilo. “Diduga, ada diduga beberapa orang pelaku teror yang ada di sana,” sambung Kapolri. Beberapa nama di rumah tersebut diantaranya adalah Noordin M Top, Ario Sudarso (pembuat bom, murid langsung Dr Azahari), serta Bagus Budi Pranoto alias Urwah (pelaku bom Kedubes Australia).

Akhirnya, kemarin malam sekitar pulul 11.30 Densus mulai melakukan evakuasi warga Desa Kahuripan yang tinggal di sekitar rumah Susilo, tempat persembunyian Noordin Cs. Kemudian, kata Kapolri, setelah masyarakat diamankan sekitar pukul 12 malam Densus mulai bergerak.

“Jam 12 anak-anak Densus mencoba mendobrak pintu, tetapi dari dalam langsung disambut dengan rentetan tembakan. Anak-anak mundur, kita beri peringatan (Noordin Cs) untuk menyerahkan diri. Tetapi peringatan kita malah dibalas dengan teriakan heroirk,” urai Kapolri.

Densus pun tidak langsung menggempur Noordin Cs. Densus mencoba menahan diri, dan mengulang-ulang peringatan agar Noordin Cs keluar rumah dan menyerah baik-baik. “Sampai akhirnya terjadilah tembak-menembak. Di dalam ada sepeda motor dan terbakar, kemudian mereka mengamankan diri di kamar mandi,” turut Kapolri.

Polisi pun tak kehilangan akal. Tembok rumah dijebol dengan dengan sebuah ledakan, atau yang lebih dikenal dengan breaching wall. “Dan menjelang subuh, setelah tiga jam, akhirnya anak-anak masuk. Empat korban tewas, satu luka-luka,” sebut Kapolri.
Empat korban tewas itu adalah Noordin M top, Susilo, Ario Sudaro, serta Urwah. Sedangkan korban luka adalah Munawaroh, istri Susilo si penyewa rumah.

Sedangkan dari pihak Densus satu anggotanya terluka karena tembakan. “Terluka ringan di kaki. Sekarang dirawat di Solo,” imbuh Kapolri.

Kabar kematian gembong teroris Noordin M. Top sampai juga ke telinga keluarganya di Malaysia. Tadi malam, keluarga besar Noordin yang tinggal terpisah di Kuala Lumpur, Kluang, dan Johor telah saling berkomunikasi. Mereka menggelar musyawarah dan pertemuan darurat. “Kami masih belum tuntas membicarakan langkah selanjutnya karena ada beberapa anggota keluarga yang masih belum tiba,” tegas juru bicara Keluarga Noordin, Badaruddin Ismail ketika dihubungi Jawa Pos (grup Cenderawasih Pos) dari Jakarta kemarin petang.

Badaruddin mengaku sempat shock ketika pertama kali mendengar kabar kematian Noordin. Yang menarik, dia mendapat kabar pertama kali dari wartawan, bukan dari polisi. “Kami baru yakin setelah mendengar penjelasan resmi dari polisi,” ujarnya.
Besok (hari ini), kata Badaruddin, perwakilan keluarga akan menghadap ke kantor kementerian Luar Negeri Malaysia. Tujuannya, untuk berkonsultasi seputar rencana pemulangan jenazah dari Indonesia. “Barangkali ada dokumen atau perlengkapan yang harus kami siapkan,” terangnya.

Keluarga, kata dia, ingin agar jasad pria yang menjadi top most wanted FBI itu dipulangkan ke Malaysia. Setelah buron selama sembilan tahun, keluarga mengaku ada rasa rindu dan ingin mengapresiasi keinginan Noordin agar dimakamkan di tanah airnya.”Tapi kami masih mempertimbangkan kesulitan dan teknisnya. Nanti setelah rapat keluarga saya jelaskan lagi,” terang dia.

Apakah keluarga memiliki target waktu memulangkan Noordin” Dia tidak menjawabnya dengan pasti. Yang pasti, menurut Badaruddin, diharapkan semua proses akan bisa tuntas setelah Idul Fitri. “Karena ini serba mepet dengan Idul Fitri jadi kami juga sulit memutuskan,” tegas dia.

Keluarga besar, kata dia, tidak memiliki areal pemakaman khusus. Kemungkinan besar, jenazah akan dimakamkan di areal pemakaman umum setempat. “Mungkin pemakaman umum di Johor. Di sana keluarga akan dimakamkan,” terang dia.

Dihubungi terpisah, Mertua Noordin di Kampung Sungai Tiram, Rusdi Hamid tampak tak begitu antusias dengan kabar itu. Rusdi tampaknya sudah patah arang perihal simpang siur kabar kematian sang menantu. “Saya biasa-biasa saja. Lebih baik saya menjalani puasa Ramadan dengan baik saja,” ujarnya.

Rusdi, mengatakan mati atau hidup, Noordin sudah tidak meninggalkan kesan apapun bagi dirinya. Lalu bagaimana dengan istri Noordin” Rusdi mengaku putrinya masih belum bisa bericara kepada media. Yang pasti, saat ini, Siti Rahma mengaku mematangkan rencana mengirim salah satu anggota keluarga untuk bisa datang ke Jakarta dan melihat langsung jenazah sang menantu. “Nanti akan kami sampaikan (kepada media, Red),” kata dia sambil mengakhiri pembicaraan.

Dalam sejumlah kesempatan, Rusdi yang sempat ditemui Jawa Pos di kediamannya memang menyatakan lebih mementingkan menghidupi anak tiga cucunya, yang merupakan keturunan Noordin. Buron seharga Rp 1 miliar tersebut meninggalkan tiga anak hasil perkawinannya dengan putri kelima Rusdi. Masing-masing adalah dua orang anak lelaki berusia 10 tahun dan sembilan tahun, serta seorang anak perempuan berusia delapan tahun. Sejak Noordin meninggalkan rumahnya di Kampung Sungai Tiram 8?9 tahun lalu, anak-anak Noordin telah tumbuh besar tanpa mengenal sosok sang ayah. Karena itu, dia meminta dengan hormat agar mereka tidak diekspos dan dijauhkan dari segala informasi seputar Noordin. Bahkan, kata Rusdi, jika ditanya tentang ayah mereka, pasti anak-anak Noordin sama sekali tidak mengenali karena mereka ditinggalkan ketika masih bayi.(zul/kum/mas/ara/JPNN)

Australia Harus Cabut Travel Warning Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Ikhsan Modjo mengatakan Pemerintah Indonesia harus mendesak Australia mencabut travel warning ke Indonesia.

“Kalau mau perdagangan bebas, masalah travel warning harus dilepas,” ujarnya menanggapi perjanjian perdagangan bebas ASEAN dengan Australia dan Selandia Baru yang akan diteken Jumat (27/02) di Thailand.

Travel warning, lanjutnya, akan menganggu lalu lintas perdagangan Indonesia dengan Australia, khususnya dalam bidang jasa. “Itu juga proteksi untuk industri pariwisata,” tambah Ikhsan.

Setelah merativikasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN dengan Australia dan Selandia Baru, pemerintah harus segera menyusun kerangka kerja sama bilateral dengan Australia. “Indonesia harus memasukkan klausul pencabutan travel warning,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan, penurunan tarif yang diatur dalam perjanjian multilateral tersebut lebih menguntungkan pihak Australia dan Selandia. Ia mencontohkan penurunan tarif rata – rata di Indonesia berkisar 9,5 persen, sedangkan tarif produksi Australia hanya turun 4,5 persen.

Surat Utang Global Indonesia Dinilai Masih ‘Seksi’

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada Toni Prasetyantono menilai penerbitan surat utang global (global bond) masih bisa menarik investor. “Masih menarik, saya dengar malah sudah ada penawaran US$ 4,5 miliar,” ujar Toni melalui pesan pendeknya kepada Tempo, Kamis (26/2).

Menurut Toni, penerbitan obligasi atau surat utang tersebut masih menarik meskipun beban utang luar negeri Indonesia sudah besar. Apalagi jika ditambah penerbitan surat utang global ini. Namun dalam situasi krisis seperti sekarang, pemerintah tidak punya banyak pilihan.

Penerbitan global bond, kata dia, akan menghasilkan banyak devisa dan bisa memperkuat devisa dan selanjutnya bisa memperkuat rupiah. “Ini hal yang urgen dilakukan sekarang karena rupiah cenderung lemah,” ujarnya.

Seperti diketahui pemerintah menerbitkan surat utang global dengan bunga berkisar antara 10,25 hingga 10,75 persen. Harapannya dengan obligasi ini pemerintah bisa mendapatkan dana yang bisa memperkuat cadangan devisa di dalam negeri.

Namun dia juga mengingatkan agar pada tahun mendatang dan sesudahnya pemerintah lebih memprioritaskan obligasi atau utang domestik. Alasannya asumsi ekonomi pada 2010 lebih membaik sehingga penerbitan surat utang global bisa lebih dikurangi.

“Tahun ini bolehlah karena kondisi darurat, agar beban pemerintah tidak semakin berat,” ungkapnya. Pemerintah juga diharapkan bisa memperbanyak porsi utang domestik sehingga tidak berpotensi menyebabkan tekanan external balance dan tekanan cadangan devisa di masa mendatang.

Gus Dur Kecewa dengan Demokrasi di Indonesia

Didit Majalolo

Ketua Komite Bangkit Indonesia, Rizal Ramli (kiri), mantan Ketua DPR, Akbar Tandjung (tengah), dan mantan Presiden, Abdurrahman Wahid, berbincang saat deklarasi Gerakan Kebangkitan Rakyat di Kantor Wahid Institute, Jakarta, Rabu (3/12). Deklarasi ini dihadiri Yenny Wahid dan sejumlah tokoh politik, seperti Hariman Siregar dan Sutiyoso.

[JAKARTA] Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku kecewa dengan proses demokrasi di Tanah Air. Atas dasar itu, dia mendeklarasikan Gerakan Kebangkitan Rakyat (Gatara). Organisasi masyarakat ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menegakkan demokrasi, hukum, dan politik di Indonesia.

“Selama ini, saya terusik. Di antara kita seolah-olah tidak ada jembatan penyambung untuk mencapai tujuan bersama. Inilah yang menjadi alasan lahirnya Gatara,” kata mantan presiden RI tersebut ditemui SP di Jakarta, Rabu (3/12).

Dalam naskah deklarasinya yang dibacakan Direktur The Wahid Institute sekaligus putri Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, Gatara akan meneruskan cita-cita proklamasi dalam mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu, cerdas, adil, dan makmur.

Dia berharap, kekuatan sosial, politik, dan ekonomi dari pendukung mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dapat diarahkan melalui satu komando. Pendeklarasian Gatara dihadiri mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum Partai Buruh Muhtar Pakpahan, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli, dan Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Akbar Tandjung menyampaikan harapannya agar Gatara dapat mendorong terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui demokrasi substansial. Selama ini, di Indonesia, demokrasi prosedural lebih berkembang ketimbang demokrasi substansial.

Sedangkan, Yenny Wahid sempat mengutarakan, langkah Gus Dur membentuk Gatara tidak terlepas dari keinginannya untuk merebut kembali Partai Kebangkitan Bangsa PKB). “PKB tetap punya kami dan akan direbut kembali,” ujarnya.

Dikatakan, Gatara akan menjadi wadah konsolidasi bagi Gus Dur dan pendukungnya. Yenny pun mengajak pendukung Gus Dur yang kecewa untuk bergabung. [CNV/O-1]

BI Rate Turun 0,25 Basis Poins Sinyal Positif Perbaikan Ekonomi

[JAKARTA] Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) 0,25 basis poins (bps) menjadi 9,25 persen dari 9,5 persen, memang sangat kecil, namun penurunan itu sangat positif bagi dunia usaha. Pasar akan menilai bahwa penurunan itu merupakan sinyal positif perbaikan ekonomi Indonesia, dengan makin terkendalinya inflasi.

“Bagi perbankan ini juga cukup bagus. Namun, kami berharap penurunan itu tak berhenti sampai di situ saja, tapi terus berlanjut hingga bulan-bulan berikutnya,” kata Direktur Treasury Bank Tabungan Negara (BTN), Saut Pardede kepada SP di Jakarta, Kamis (4/12) di sela-sela penyerahan beasiswa kepada anak-anak nasabah BTN oleh Sampoerna Foundation.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Abdul Salam. Penurunan BI Rate tersebut, memberikan sinyal positif kepada pasar, bahwa tingkat bunga dana akan turun dan pada gilirannya suku bunga pinjaman ikut turun. Pada akhirnya, kebijakan tersebut, dapat mendorong sektor riil untuk berkembang.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaadmadja, menyatakan, penurunan suku bunga acuan tersebut, sangat membantu perbankan untuk menyesuaikan suku bunga dana dan pinjaman. Akan tetapi, dikarenakan penurunannya baru 0,25 persen, maka belum terlalu banyak dampaknya.

Senada dengan hal itu, Chief Financial Officer PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Pahala Mansyuri memperkirakan, pergerakan suku bunga kredit secara umum pasca penurunan BI Rate tersebut, berada di kisaran 11-16 persen.

Likuiditas Melonggar

Di tempat terpisah, Direktur Treasury dan International PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Bien Subiantoro mengatakan, penurunan bunga fasilitas pinjaman harian (overnight) perbankan melalui transaksi repo menjadi BI Rate plus 50 bps dan penyesuian bunga Fasilitas BI (Fasbi Rate) menjadi BI Rate minus 50 bps, dinilai dapat melonggarkan likuiditas rupiah di sektor perbankan. Dia menambahkan, adanya ketentuan perolehan valas dengan kewajiban menunjukkan dokumen keperluan (underlying transaction) mempersempit ruang gerak spekulan yang ingin memborong dolar AS menggunakan likuiditas rupiah, yang bakal tersedia karena kebijakan pemotongan bunga tersebut.

Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono mengatakan, kombinasi penurunan BI Rate dan biaya bunga repo serta Fasbi tersebut, ungkapnya, diharapkan dapat memberikan sinyal agar kegiatan ekonomi bergerak lebih bergairah dan seimbang. Apalagi tekanan inflasi telah turun. Sekaligus, mengatasi segmentasi di pasar uang antarbank, sehingga bank bisa melakukan manajemen likuiditas hariannya.

“Jadi, bisa memecahkan masalah credit crunch karena risiko tinggi sehingga bank menahan dananya,” ucap Hartadi. Pada Jumat (4/12), Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk turunkan BI Rate-nya menjadi 9,25 persen, dengan pertimbangkan perkembangan perekonomian, yakni penurunan harga minyak dan berbagai komoditas telah mengurangi tekanan inflasi domestik. BI memperkirakan, penurunan tekanan inflasi tersebut, akan terus berlanjut pada 2009. [RRS/N-6]

KM Satria Wijaya Meledak

Ditulis Oleh: Toding/Papos
Kamis, 04 Desember 2008

http://papuapos.com
Kiri : KM Satria Wijaya II saat terbakar dan meledak di pela¬buhan Porasko APO Jaya¬pura. Kanan : Satu ABK korban kebakaran KM Satria Wijaya II sedang mendapat perawatan intensif petugas medis di RDUS Dok II Jayapura

JAYAPURA (PAPOS) –KM Satria Wijaya II terbakar dan meledak, Rabu (3/12) sekitar pukul 18.30 WIT, sesaat setelah meninggalkan pelabuhan Porasko APO Jayapura, hendak belayar menuju Membramo.

Kecelakaan ini, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, hanya tiga ABK (anak buah kapal) mengalami luka kabar serius. Sementara kerugian ditaksir mencapai sekitar 300 juta rupiah.

Ledakan dasyat dari kapal yang mengangkut BBM dan bahan – bahan bangunan seperti semen, batu bata dan seng tujuan Membramo dilayari sembilan ABK itu, jadi tontonan gratis penduduk yang berada di sekitar pelabuhan.

Pasalnya, kobaran api dari kapal yang sudah berada sejauh 100 meter dari dermaga

itu, meledak mengeluarkan bunyi dasyat disertai membumbung api ke udara setinggi sekitar 10 meter.

Tiga dari sembilan ABK yang mengalami luka kritis atas nama Musa, Takim dan Rauf, oleh pihak medis RSUD DOK II Jayapura luka bakar yang dialami ketiga ABK tersebut tergolong agret dua.

ABK Kadir korban yang hanya mengalami luka bakar ringan dibagian kaki menuturkan bahwa, ketika kapal terbakar dirinya tidak mengetahui secara pasti. “Saya tidak mengetahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal tersebut, karena kapal sudah siap berangkat ke Membramo namun tiba-tiba terbakar,”ungkapnya

Rekan kerjanya, Masran mengungkapkan, kapal bermuatan bahan bangunan dan hanya memuat BBM sembikan drum solar dan bensin satu drum untuk persedian dikapal, dan diperkirakan kerugian sebesar Rp. 300 juta.

“Kapal hanya mengangkut bahan – bahan bangunan dan hanya memuat BBM untuk persedian dikapal,”akunya.

Namun menurut Kapolres AKBP Roberth Djoenson SH yang ditemui ditempat kejadian mengatakan, kapal mengangkut BBM sekitar 29 drum yang mana kapal ini akan membawa BBM tujuan Membramo, mengenai penyebab terbakarnya kapal sementara masih diselediki.

“Kapal tersebut merupakan kapal yang mengangkut BBM tujuan Membramo, kami belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran,”ujarnya. (toding/nabas)

Indonesia Urutan Ketiga Sebagai Negara Terkorup di ASEAN

Denpasar (ANTARA) – Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara terkorup di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) atau urutan ketujuh di tingkat dunia.

“Posisi Indonesia terhadap penyalahgunaan keuangan negara di tingkat ASEAN berada pada urutan tiga setelah Filipina dan Thailand,” kata anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wiryono Prakoso ketika bersama Ketua Tim Tipikor DPD Marwan Batubara di Denpasar, Bali, Selasa.

Selengkapnya

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny