Sir Michael Somare: We Melanesians must make right choice on Papua

By PMC Editor – July 14, 2016, By Sir Michael Somare

Sir Michael Somare
Sir Michael Somare … “Our decisions made at the MSG Leaders’ Summit over these next two days will embed values in future generations of Melanesian people who will regard our solidarity with admiration if we make the right decisions regarding decolonisation and self-determination.” Image: Malumnalu.blogspot

The four Melanesian prime ministers of Papua New Guinea, Solomon Islands, Vanuatu, and Fiji will come together in Honiara, Solomon Islands today as chairman Manasseh Sogavare hosts the 23rd Melanesian Spearhead Group Special Leader’s Summit.

Decolonisation and independence of Melanesian countries are processes of liberation close to my heart. The Noumea Accord, for instance, symbolises the pursuit of self-reliance and autonomy synonymous with the rights and freedoms available to all peoples of this century.

In practice the accord provides for technical assistance, training programmes for the Kanaky people still residing under French sovereign rule.

Such arrangements already provide a legal and practical framework for the indigenous people of New Caledonia to fully exercise their right to self–determination, even as they long for independence.

Our decisions made at the MSG Leaders’ Summit over these next two days will embed values in future generations of Melanesian people who will regard our solidarity with admiration if we make the right decisions regarding decolonisation and self-determination.

From today we will tell our own story, the story of our constitutional and universal right to exercise the freedoms given to us at independence in each of our countries.

Today we can, by consensus, trigger the process for greater self-determination to be enjoyed by West Papuans.

‘Founding Father’
As a “Founding Father” I am encouraged by the progress made already on the key issue of West Papua’s full membership to the Melanesian Spearhead Group.

I am inspired that the MSG senior officials, ministers and leaders will have maintained consensus despite some complex and sensitive diplomatic, economic, social, and political issues.

Genuine and inclusive consultation among all MSG member states and one territory in considering the future path to decolonisation and self-determination for West Papua is critical now more than ever before.

We can strengthen the Melanesian Spearhead Group and our region, which includes West Papua, by ensuring that Melanesian leaders in Honiara approve the United Liberation Movement for West Papua’s application for full membership to the Melanesian Spearhead Group.

We are one people spread over many continents and oceans, separated by the sea and mountain ranges in diverse sovereign jurisdictions.

Our ancestors roamed freely over our shared land and sea for centuries prior to colonial and Christian interventions.

We must hold onto that spirit of a vast community that underpins our modern efforts within diplomacy and international cooperation and dialogue.

Political upheaval
All MSG member states and one territory have experienced some level of political upheaval and civil conflict requiring decisive political and economic reform and declarations for peaceful transitions to occur.

The export of mineral resources and agricultural commodities remains a key source of revenue for all states and one territory at the MSG.

So it is essential that we endeavor to sustain political stability in order to buttress economic and environmental sustainability for the good of all Melanesian people.

But our sub-region can only prosper when all political, economic, socio-cultural and environmental issues are considered in the same light according to the needs of all of our people.

Our growth potential relies on our diplomatic and official relationships, our ties and our linkages to the rest of the world. But as a group of ethnically linked people we have always relied on talking, exchange and cultural participation.

We are Melanesians after all. That is what makes us distinct.

We bring those distinct features to every forum but this week at the Melanesian Spearhead Group Special Leaders’ Summit we have a unique opportunity yet again to decide on our own future with integrity as self-governing and independent members of a powerful sub-regional bloc.

More than ever that sub-region needs to include West Papua as an integral part and, as an equally participating member.

Rt Hon Grand Chief Sir Michael T Somare
Port Moresby

Sir Michael Somare : Kami Melanesia Harus Membuat Pilihan yang Benar untuk Papua

Tezt Asli dalam Bahasa Inggris di sini

Diterjemahkan oleh CEB-DoOPM, 18 Juli 2016.

The four Melanesian prime ministers of Papua New Guinea, Solomon Islands, Vanuatu, and Fiji will come together in Honiara, Solomon Islands today as chairman Manasseh Sogavare hosts the 23rd Melanesian Spearhead Group Special Leader’s Summit.

Empat Perdana Menteri, masing-masing dari Papua New Guinea, Kepulauan Solaiman, Vanuatu dan Fiji akan berkumpul bersama di Honiara, Kepulauan Solaiman hari ini saat ketua MSG Sogavare memimpin KTT MSG yang ke 23.

Dekolonisasi dan kemerdekaan negara-ngara Melanesia adalah proses pembebasan yang dekat di hati saya. The Noumea Accord, misalnya, menjadi simbol dalam mengejar kemandirian dan otonomi yang sinonim dengan hak dan kebebasan yang tersedia bagi semua umat manusia dari negara ini.

Dalam prakteknya accord ini menyediakan bantuan teknis, program pelatihan untuk masyarakat Kanak yang masih ada dalam kedaulatan Perancis saat ini.

Pengaturan seperti ini telah menyadiakan sebuah kerangka hukum dan praktis untuk penduduk pribumi Kaledonia Baru untuk sepenuhnya menentukan nasib mereka sendiri, bahkan sampai memperoleh keperdekaan yang mereka dambakan.

Keputusan-keputusan yang kamibuat pada KTT MSG dalam dua hari ke depan ini mengandung nilai-nilai untuk generasi mednatang dari masyarakat Melanesia yang akan memandang solidaritas kami dengan kekaguman bilamana kita membuat keputusan yang benar menyangkut dekolonisasi dan penentuan nasib sendiri.

Mulai hari ini kami akan mulai menceritakan cerita kami sendiri, cerita tentang hak konstitusional dan universal kami untuk memperoleh kemerdekaan yang diberikan kepada kami dalam kemerdekaan negara-negara kami masing-masing.

Hari ini kami mampu, dengan jalan aklamasi, memicu proses untuk penentuan nasib sendiri yang lebih luas yang akan dinikmati oleh orang Papua di Tanah Papua.

‘Founding Father’
Sebagai seorang Pendiri” saya terdorong oleh kemajuan yang telah dibuat dalam isu kunci dari West Papua untuk menjadi anggata penuh dari Melanesian Spearhead Group.

Saya terinspirasi bahwa pejabat senior MSG, para menteri dan pemimpin tetap mengedepankan aklamasi walaupun menghadapi isu-isu diplomatik, ekonomi, sosial dan politik yang rumit dan sensitif.

Konsultasi yang sungguh-sungguh dan melibatkan semua pihak di antara para negara-negara anggota MSG dan satu wilayah dalam mempertimbangkan jejak masa depan dekolonisasi dan penentuan nasib sendiri untuk West Papua begitu penting sekarang lebih-lebih demikian daripada yang pernah ada sebelumnya.

Kita dapat memperkuat Melanesian Spearhead Group dan kawasan  kami, yaitu termasuk West Papua, dengan menjamin bahwa para pemimpin Melanesia di Honiara mengesahkan lamaran United Liberation Movement for West Papua untuk keanggotaan penuh dari Melanesian Spearhead Group

Kami satu kaum terbentang di antara banyak pulau dan lautan, dipisahkan oleh lautan dan gunung-gunung dalam keragaman jurisdiksi kedaulatan pula.

Leluhur kami bergerak dengan bebas dalam tanah kami dan laut kami selama berabad-abad lamanya sebelum kaum kolonial dan umat Kristen melakukan intervensi ke dalam kehidupan kami.

Kami harus memegang roh masyarakat yagn luas dalam usaha-usaha modern kami dalam diplomasi dan kerjasama internasional dan dialog.
We must hold onto that spirit of a vast community that underpins our modern efforts within diplomacy and international cooperation and dialogue.

Political upheaval
Semua negara-negara anggota MSG dan satu wulayah telah mengalami beberapa tingkat gangguan politik dan konflik sipil yang membutuhkan reformasi politik dan ekonomi yang tegas dan deklarasi agar terjadi transisi secara damai.

Expor kekayaan mineral dan komoditas pertanian menjadi sumber utama pendapatan dari semua negara dan satu wilayah dalam kawasan MSG.

Karena itu sangatlah penting untuk berupaya mempertahankan stabilitas politik agar mendorong keberlanjutan ekonomi dan lingkungan demi masa depan semua orang Melanesia yang lebih baik.

Akan tetapi sub-region kami hanya dapat menjadi makmur ketika semua isu politik, ekonomi, sosio-budaya dan lingkugnan hidup dipertimbangkan dengan bobot yang sama dikaitkan dengan kebutuhan dari semua kaum kami.

Potensi pertumbuhan kami bergantung kepada hubungan-hubungan diplomatik dan dinas kami, hubungan kami dan jaringan kami dengan dunia ini. Akan tetapi sebagai sebuah kelompok yang terkait secara etnis kami selama ini selalu bergantung kepada berbicara, bertukaran dan berpartisipasi secara budaya.

Sesungguhnya kami semua orang Melanesia. Itulah yang membuat kami berbeda.

Kami membawa fitur beberbeda-bda dimaksud ke forum tetapi minggu ini di KTT Pemimpin Khusus Melanesian Spearhead Group kami punya peluang yang unik sekali lagi untuk mengambil keputusan menyangkut masa depan kita dengan integritas sebagai negara-negara yang memerintah sendiri dan negara-negara merdeka sebagai blok sub-regional yang sangat kuat.

Lebih daripada sebelumnya, sub-region perlu memasukkan West Papua sebagai bagian yang tak terpisahkan daripadanya dan, sebagai anggota yang mengambil bagian secara setara.

Rt Hon Grand Chief Sir Michael T Somare
Port Moresby

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny