Goliath Tabuni: OPM Mau Merdeka, Bukan Dialog

JAYAPURA – Sempat berhembusnya gagasan untuk membuka dialog Papua dan Jakarta terkait situasi keamanan di Papua, Panglima Tertinggi TPN-OPM, Gen. Goliath Tabuni menandaskan bahwaOPM akan tetap eksis memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan bagi Papua Barat dan tidak ada dialog.

Demikian disampaikannya kepada Bintang Papua melalui ponsel, Jumat (15/3) pagi kemarin, Goliath Tabuni yang didampingi Sekjen Anton Tabuni, menyampaikan bahwa, sampai kapan pun OPM akan tetap eksis dan berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan Papua Barat. “ Puluhan tahun kita berjuang ini untuk merdeka, bukan untuk dialog, tidak ada dialog, kita mau hanya merdeka saja,” tegasnya.

Dilanjutkan Sekjen Anton Tabuni bahwa upaya dialog sempat diminta, namun Jakarta menutup diri untuk itu,”Waktu itu Presedium Dewan Papua sempat meminta pemerintah Indonesia untuk berdialog, tetapi mereka tidak buka pintu untuk itu. Jadi sekarang untuk apa dialog-dialog, kita akan berjuang dan meminta perhatian internasional untuk ada pengakuan kedaulatan, kita tidak bisa dapat itu dengan dialog, apalagi referendum dan otonomi,” lanjut Anton.

Sementara itu, terkait upaya pengejaran dan pencarian yang dilakukan aparat keamanan terhadap TPN-OPM, disampaikan Anton adalah hal biasa dan merupakan konsekuensi dari sebuah perjuangan,”Kalau itu menurut kami bukan pengejaran, itu hal biasa dalam perang, itu adalah konsekuensi dari revolusi yang kami lewati, intinya kita tidak mau tahu, dan kita akan terus perang sampai berhasil merebut kemerdekaan, buat kami tidak ada cara lain, hanya perang dan perang,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Goliath Tabuni meminta Anton untuk membacakan pernyataan sikap TPN-OPM yang isinya adalah Gen. Goliath Tabuni akan terus memimpin TPN-OPM untuk berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan Papua Barat, TPN-OPM juga menolak pemekara-pemekaran yang ingin dilakukan di Papua Barat, bahwa perjuangan yang dilakukan ini adalah untuk kemerdekaan Papua Barat, bukan untuk dialog ataupun tawaran lainnya,”Hal itu sesuai pesan Proklamasi 1 Mei 2006 lalu,” ujarnya.

Di bagian akhir, Gen. Goliath Tabuni menyampaikan kepada seluruh anak adat Papua Barat dan semua pejuang Papua Merdeka, bahwa,”Saya ini dalam keadaan sehat dan baik, mari teruskan perjuangan wa,,,wa,,, wa,” katanya. (bom/don/l03)

Sabtu, 16 Maret 2013 06:11, Binpa

Enhanced by Zemanta

Apapun Yang Ditawarkan, Goliat Tabuni Tak Akan Turun Gunung

JAYAPURA – Goliat Tabuni, Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional (TPN)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) menolak tawaran rumah yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya akan membangun rumah untuk Goliat Tabuni selaku Pimpinan TPN-OPM bersama rekan-rekannya yang tinggal di Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya.

“Kami menolak tawaran rumah yang mau dibangun itu, dan Jenderal Goliat Tabuni tidak mungkin turun gunung. siapa yang mau turun gunung, itu bohong besar, Tipu,” kata Sekertaris Jenderal TPN-OPM Anton Tabuni kepada Bintang Papua, Rabu (9/1) kemarin. Kata dia, TPN-OPM juga menolak keberadaan Kodim karena ternyata membuat masyarakat jadi takut beraktifitas.

Sementara itu salah satu orang dekat Goliat Tabuni, melalui pesan singkatnya kepada Bintang Papua mengatakan. “Kasih tau wartawan semua bahwa waktu kasus sandera di Gasalema, Tembagapura Mei 1996 itu Freeport pernah tawarkan Goliat Tabuni uang Dolar Amerika, tapi ditolak, apalagi tawaran Pemerintah Indonesia sekarang, tidak mungkin Gen. Goliat Tabuni menerimanya,” tulis pesan itu.

Sebelumnya dalam pemberitaan beberapa media, dinyatakan bila Goliat Tabuni ‘turun gunung’ dijamin tidak ada proses hukum, kata Kepala Daerah Kabupaten Puncak Jaya, Henock Ibo kepada wartawan di Puncak Jaya (7/1) lalu.

“Saya sudah ketemu dengan Kapolda dan Kapolda juga sudah memberikan pernyataan untuk memberikan jaminan kepada saya. kalau mereka menyerahkan diri semua tuntutan proses hukum dihentikan,”

demikian kutipan pernyataan Bupati Ibo.

“Kita tidak menginginkan mereka berada di hutan terus, kita ingin mereka bersama dengan kita, sehingga apa pun pembangunan yang mereka ingin pasti akan tercapai,” tegasnya.

Diungkapkannya, sebelum melakukan hubungan komunikasi dengan Goliat Tabuni terlebih dahulu meminta ijin kepada Kapolda dan pihak TNI, sehingga tidak ada pemikiran bahwa Pemda ada ‘kong kali kong’ ketika menyerahkan bantuan kepada mereka.

“Simpan atau pake saja semua bantuan itu untuk mereka sendiri, karena kami tidak mungkin turun, itu mustahil, perjuangan ini adalah hidup kami dan seluruh tanah ini, tidak mungkin kami turun gunung, ingat itu, yang bilang kami turun gunung itu tipu besar,”

Source: http://westpapuaya.blogspot.com/, Sabtu, 12 Januari 2013

Panglima TPN PB, Goliat Tabuni Tolak Tawaran Apapun Dari Indonesia

Puncak Jaya – Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPN PB-OPM), Goliat Tabuni  menolak tawaran apa pun dari pemerintah Indonesia. Hal itu dikatakan Naman Enumbi staf khusus Goliat Tabuni kepadamajalahselangkah.com, Rabu, (9/1) langsung dari Markas melalui telepon selulernya.

Panglima TPN PB-OPM, Goliat Tabuni.
Panglima TPN PB-OPM, Goliat Tabuni.

“Kami menolak tawaran apa pun dari pemerintah Indonesia melalui kaki tangannya di Papua. Kamu tau, kami ada di hutan ini bukan untuk uang, rumah, atau apa pun. Tidak ada gula-gula. Kami hanya merdeka,”

kata Naman Enumbi.

Ia mengatakan, TPN-OPM sudah tahu semua rekayasa yang dibuat oleh pemerintah provinsi Papua dan pemerintah Puncak Jaya.

“Kami tahu semua rekayasa pemerintah Papua. Mereka bicara kepada presiden macam-macam, Kalau berani, silakan dating ke markas ketemu panglima,”

kata Enumbi.

Terkait informasi pembangunan 25 rumah, kata dia, hutan adalah rumahnya TPN-OPM.

“Dia mau bangun 1000 rumah ka, bawa pabrik uang ka tidak akan pengaruh. Goliat sekarang bukan main-main. Dia sekarang panglima,”

katanya.

Ia menjelaskan,  waktu Sandera   di Gasalema, Tembagapura di bulan Mei 1996, PT Freeport pernah tawarkan Goliat Tabuni 1 Milyar Dolar Amerika. Tapi Goliat Tabuni  menolak. Apalagi tawaran Pemerintah Indonesia sekarang, tidak mungkin   Jenderal Goliat Tabuni  menerimanya.

“Kamu mau apa? Silakan datang saja. Pejabat yang jual-jual nama Goliat itu silakan datang,”

kata dia dengan tada tegas.

“Tidak pernah ada cerita turun gunung. Itu semua cerita bohong. Wartawan jangan tulis berita tanpa tanya ke markas. Kamu bias tulis-tulis berita sembarang. Tapi, kamu ingat semua tawaran tidak akan mematakan perjuangan Papua yang sudah merdeka,”

katanya.

Ia mengatakan, berita resmi Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPN PB-OPM) ada di website TPN. Lihat saja di http://www.wpnla.net,” kata dia.

Ia juga meminta   Bupati dan Wakil Bupati  Kabupaten Puncak Jaya, Henock Ibo- Yustus Wonda untuk tidak bicara lagi informasi tidak benar.

“Tidak benar  informasi soal Goliat mau turun gunung atau serahkan diri. Dia (Henock Ibo ) mau sepakat dengan Polda ka, Pangdam ka, kami tidak perlu. Kami juga sudah menolak  keberadaan dan hadirnya Kodim 1714 yang baru diresmikan, Selasa  (8/1),”

kata dia. (GE/003/MS)

Wed, 09-01-2013 16:09:21, MS

TPN-OPM Pimpinan Panglima Jenderal Goliat Tabuni Menolak Hasil Konggres Papua III

Edudanews – Puncak Jaya West Papua Senin Pagi (24/10), Pimpinan Panglima Jenderal Goliat Tabuni menolak hasil konggres III yang mengatasnamakan TPN-OPM dan Rakyat Papua Membuat Negara Federasi, Pembentukan Presiden dan wakil Presiden serta beberapa kabinet Pemerintahan Transisi yang di bentuk pada (19/10) adalah tidak kredibel dan murni kontra perjuangan dan kemerdekaan Papua Barat berbentuk Republik dan berdaulat penuh.

Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Papua Barat bertahan berjuang sejak 1961 sampai saat detik ini mau bentuk negara merdeka. Kami tidak mau Negara Federasi, maka elemen Perjuangan Papua merdeka manapun adakan kegiatan tanpa mengetahui Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi Papua merdeka (TPN-OPM) Papua Barat itu ilegal maka dari itu kami menolak hasil yang di dapat dari Konggres Papua III, di adakan oleh Dewan Adap Papua (DAP) dan Organ politik lainnya.

oleh Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi Papua merdeka (TPN-OPM) Papua Barat Jendaeral Tuan Goliat Tabuni disampaikan oleh sekjen Tentara Pembebasan Nasional dan Organisasi Papua merdeka (TPN-OPM) Papua Barat Jenderal Anthon Tabuni Puncak jaya Papua Barat (salam Merdeka) source”sms”

OPM Rekrut Ratusan Warga Papua

VIVAnews – Dalam setahun terakhir, kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) di bawah pimpinan Goliat Tabuni, yang bermarkas di Tingginambut Puncak Jaya Papua, diduga merekrut ratusan warga menjadi anggota.

Warga kemudian dilatih menggunakan senjata dan berperang gerilya. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya Nesko Wenda kepada VIVAnews di Jayapura, Rabu 28 April 2010.

Soal Penembakan di Mulia Diserahkan Ke Pihak Berwajib

JAYAPURA [PAPOS]- Terjadinya aksi penembakan yang kembali terjadi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin [22/3] lalu menurut Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem, SE sepenuhnya diserahkan pemerintah daerah kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut Wagub, insiden yang terjadi terus menerus di daerah Kabupaten Puncak Jaya belakangan ini maupun daerah lainnya, hingga kini jajaran aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran kepada pelaku penembakan.

TNI dan OPM Kontak Senjata

Jayapura [PAPOS] – Tembak menembak antara OPM dengan aparat keamanan TNI dari Yonif 753 Nabire terjadi di sekitar “Puncak Senyum” Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa dini hari. Baku tembak itu berawal ketika mobil aparat keamanan dari Yon 753 Nabire, Senin petang sekitar pukul 18.30 WIT, dicegat OPM saat hendak kembali ke pos mereka di Puncak Senyum.

Aparat keamanan yang berjumlah 13 orang dipimpin Lettu Inf. Syahputra ketika berkendaraan dari Mulia menuju pos mereka di Puncak Senyum yang berjarak sekitar 700 meter dihadang kelompok OPM, sehingga terjadi baku tembak.

Akibat baku tembak itu dikabarkan salah seorang anggota TNI dari Yon 753 mengalami luka ringan di pinggang terkena serpihan peluru.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letkol Inf. Susilo saat di konfirmasi Papua Pos, Selasa (23/3), membenarkan adanya penembakan terhadap anggota TNI yang diduga dilakukan kelompok OPM/TPN. Sehingga anggota membalas tembakan tersebut, hingga mereka melarikan diri kedalam hutan.

Polda Kirim Tim Ke Tingginambut

KETERANGAN GAMBAR: Irjen Pol Bagus Ekodanto

MERAUKE (PAPOS) -Kepolisian Daerah (Polda) Papua, pasca kontak senjata OPM dengan Brimod pada Jumat (16/1) pagi sekitar pukul 10.00 WIT, akan mengirim tim ke Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto ketika dihubungi ANTARA, Jumat (16/1) malam mengatakan, pihaknya akan mengirimkan tim yang terdiri atas Propam, Intelkam dan lainnya ke Mulia untuk menyelidiki insiden tersebut.

Dari hasil tim itulah baru akan diputuskan apakah pihaknya akan melakukan pengejaran mengingat sebelumnya atas permintaan dari tokoh masyarakat agar memberi waktu kepada mereka untuk membantu mencari senjata yang dirampas saat menyerang Pos Polisi di Tingginambut, Selasa (13/1) lalu.

“Kami belum memutuskan apakah tetap memberikan waktu tiga minggu sesuai permintaan para tokoh masyarakat dan kepala suku atau tidak,” ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto yang dirilis Koran ini tadi malam (18/1).

Menurutnya, insiden baku tembak antara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan anggota Brimob berawal dari saat anggota melakukan patroli dekat markas OPM di Tinggi Neri, Kamis ( 15/1) sekitar pukul 22.00 WIT.

Saat mendekati markas OPM, anggota ditembaki gerombolan OPM, namun setelah membalas dan mendapati markas mereka ternyata sudah kosong, sehingga anggota kembali keesokan paginya.

Namun, kata Kapolda Papua, di sekitar sungai anggotanya ditembaki hingga kembali terjadi baku tembak. Dalam kontak senjata itu salah seorang anggota OPM tertembak.

Kapolda Papua mengakui, anggota OPM bernama Yendenak Wonda yang tertembak itu saat ini dirawat di RSUD Mulia dan menurut rencana dijadwalkan Senin (19/1) hari ini dievakuasi ke Jayapura.

Ketika ditanya apakah saat bentrok senjata OPM menggunakan senjata yang dirampas dari pospol Tingginambut, Kapolda Papua mengakui, dari informasi yang diterima anggota mengaku bahwa senjata yang digunakan itu senjata organik.

“Belum dapat dipastikan karena setelah Wonda terluka senjatanya dilempar ke temannya,” jelas Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto.(ant/nas)

Ditulis Oleh: Ant/Papos
Senin, 19 Januari 2009

TNI Siap Kejar OPM

Mayjen TNI A.Y Nasution
Mayjen TNI A.Y Nasution

JAYAPURA (PAPOS) – Tentara Nasional Indonesia ( TNI) siap mengejar pelaku perampasan senjata milik Polri yang terjadi Pos Polisi Tingginambut, Kamis (8/1) lalu, yang dilakukan kelompok separatis OPM, jika mereka tidak mau mengembalikan sesuai dengan permintaan Kapolda dan Pemerintah Daerah.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI A.Y Nasution, mengatakan perampasan senjata yang dilakukan kelompok OPM di wilayah pengunungan itu merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintah. Oleh sebab itu, mereka-mereka itu harus di kejar sampai dapat, bilamana upaya komperatif yaitu pendekatan melalui adat dan agama yang dilakukan Kapolda dan pemerintah daerah tidak membuahkan hasil.

Namun jika sampai batas waktu yang diberikan senjata tidak juga dikembalikan, maka pihak TNI siap melakukan pengejaran kemanapun mereka lari. “ Saya sudah siap melakukan pengejaran, bahkan kaki saya sudah mau melompat intuk mengejar sekarang, tidak perlu tunggu waktu,” tegasnya.

Kata Nasution, karena pihak Kapolda dan Pemerintah Daerah masih melakukan pendekatan komperatif, pihak TNI tidak mau langsung melakukan pengejaran. Hanya saja jika pihak-pihak yang melakukan perampasan senjata itu tidak mau mematuhi permintaan Kapolda dan Pemerintah daerah, maka pihak TNI diminta atau tidak diminta akan melakukan pengejaran.

“Kami tidak membiarkan tindakan OPM ini, kemanapun kami kejar. Tanpa diminta kalau ada kelompok sipil yang bersenjata akan kami kerja,” tegas Jenderal bintang dua itu saat ditemui di Makodam XVII/Cenderawasih, Kamis (15/1) kemarin.

Selama ini pihak TNI telah berbaik hati dengan berusaha melakukan pendekatan kepada kelompok-kelompok separatis di Papua, dengan meminta mereka untuk kembali ke dalam pangkuan ibu pertiwi tanpa ada paksaan dan malah mereka diminta mengembalikan sejata tanpa ada sanksi.

Namun jika masih ada kelompok-kelompok yang melakukan perampasan senjata aparat keamanan, pihak TNI tidak bisa membiarkan hal itu, akan terus dikejar. Saat ini, kata Nasution pihaknya masih menunggu hasil yang dilakukan Kapolda dan Pemerintah daerah, jika tidak diindahkan TNI akan bertidak.

“ Kami menghargai pendekatan yang dilakukan Kapolda dan Pemerintah, namun jika tidak diindahkan kami akan bertindak,” tambahnya.

Selama ini, kata Pangdam, pihaknya bersama-sama dengan pemerintah daerah telah melakukan pendekatan ke masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatan seperti pelayanan kesehatan dan perbaikan rumah masyarakat bersama antara TNI/Polri dan masyarakat, sebagai upaya untuk melakukan pendekatan dan kebersamaan dengan masyarakat Papua. Namun jika masih ada saja kelompok-kelompok yang tidak mau untuk Papua aman maka menjadi tanggungjawab TNI untuk memberantas.

“ Sebenarnya kami tidak mau bermusuhan dengan mereka, karena mereka juga adalah anak bangsa, tetapi tindak mereka itu sudah melanggar aturan, sehingga harus ditindak.

Kali ini saya tidak main-main, selama ini mereka sudah terlalu dibiarkan. Saya akan buru mereka, kita lihat saja nanti,” tegasnya. (wilpret)

Ditulis Oleh: Wilpret/Papos
Jumat, 16 Januari 2009

OPM Lari Ke Batom

Kolonel CZI I Made Sukadana
Kolonel CZI I Made Sukadana

JAYAPURA (PAPOS) –Kelompok OPM yang mengambil 4 puncuk senjata di Pos Polisi Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya, diperkirakan telah melarikan diri memasuki Batom.

Dandrem 172/Praja Wirayakti Kolonel CZI I Made Sukadana mengatakan, saat ini prajurit Korem lebih meningkatkan kewaspadaan serta meningkatkan patroli pasca penyerangan Pospol Tingginambut.

“Saat ini prajurit kita lebih meningkat kewaspadaan dan lebih meningkatkan patroli untuk mengantisipasi,” ujar Dandrem kepada wartawan usai memimpin upacara Sertijab Dandim 1701 Jayapura, Rabu (14/1) kemarin.

Antisipasi larinya OPM itu ke arah Batom sudah dilakukan pihak Korem, dengan menggelar sweeping bersama-sama anggota Kepolisian di Wamena. Demikian juga dengan patroli dimana tadinya dalam radius dekat, maka kini lebih lebih ditingkatkan.

Bahkan kesiagaan di pos TNI ditingkatkan kewaspadaan di Batom antara lain Koramil dan juga Satgas dari Battalion 511.“Kita mengharapkan pengembalian senjata dilakukan secara secara persuasif melibatkan tokoh masyarakat, tokoh gereja dan sebagainya,” lanjut Dandrem.

Sementara itu, untuk penambahan pasukan guna mendukung peningkatan patroli yang dilakukan Dandrem mangungkapkan tidak akan dilakukan penambahan prajurit. Pasalnya kekuatan prajurit yang ada saat ini diraskan sudah memadai.(lina)

Ditulis Oleh: Lina/Papos
Kamis, 15 Januari 2009
http://papuapos.com

Up ↑

Wantok COFFEE

Organic Arabica - Papua Single Origins

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny