Peringatan Setahun Gempa Padang, Ditandai Terjadinya Gempa Papua dan Aceh, Mengapa ? (via Fenomena Alam Semesta)

Perlu dibada

Peringatan Setahun Gempa Padang, Ditandai Terjadinya Gempa Papua dan Aceh, Mengapa ? Tepat 30-sepember-2010 adalah setahun gempa padang terjadi yang cukup dahsyat, Gempa Padang 30-09-2009 maka entah sengaja atau tidak, terjadilah gempa di timur dan barat indonesia dengan intensitas yang cukup. Dimulai dengan terjadinya,  Kamis, 30/09/2010 00:34 WIB Papua Barat Diguncang Gempa 7,4 SR Jakarta – Gempa berkekuatan cukup besar mengguncang bumi Papua Barat. Gempa berkekuatan 7,4 tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Berdas … Read More

via Fenomena Alam Semesta

DERITA DUKA: MBADLIMA DABBI Koordinator DeMMAK Meninggal Dunia

Pada hari ini tanggal 22 Desember 2010, Jam 04. 30 Waktu West Papua dini hari telah meninggal dunia Pahlawan Revolusioner Barisan Alam dan Adat (Wim Inggi pago werek) dan Ketua Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK) Kordinator Wilayah Wadanggu atas Nama: BADLIMA DABBI, Tempat Tanggal Lahir : Wadanggu 16 Desember 1956, atas kepergian almarhum karena SAKIT.

Dalam hidupnya sangat lama mengabdikan dirinya dalam Perjuangan West Papua Merdeka, kini Ia (Alm) telah meninggalkan kami semua. Sebelum Alm meninggal, satu minggu sebelumnya telah meninggal dunia juga Ibunda Ketua DeMMAK KORWIL TIMODAPIKK: ANTHON WANIMBO. Kedua alm ini telah menyampaikan beberapa pesan untuk diketahui oleh kita semua.

Alm Ibunda Anton menitipkan Pesannya: Untuk Masalah West Papua Merdeka tidak ada Pintu lain dan Pintu hanya satu saja yaitu Jalan yang sedang berjalan oleh Anton DKK, maka anak-anak, cucu-cucu, Bapak Ibu semua, jika Ingin Papua Merdeka cepat silahkan Berbarislah Dibelakang Mereka, tanpa mereka tidak bisa dan tidak ada jalan lain selain jalan ini”, setelah itu Ibunda langsung menghembuskan nafasnya seketika, Ujarnya.

Setelah itu satu minggu kemudian tepatnya pada hari ini sekitar jam 04. 00 Waktu WP, Alm BADLIMA DABBI juga telah menitipkan pesan singkatnya yaitu: Semua Jalan untuk West Papua Merdeka sudah SIAP, yang harus saya buat sudah selesai kini saatnya menyambut KEMERDEKAAN yang ada didepan mata, Teman-teman, Adik-adik, Anak-anak, Cucu-cucu, dan seluruh rakyat West Papua dan Melanesia Pada umumnya, mari kita wujudkan impian kita (KINANE YU ARAR O, OBOK ARAR EKOP). Setelah menyampaikan pesan singgkat, sekitar 30 menit kemudia Alm menghembuskan nafas terakhirnya.
.

Alam Terus Bersuara di Tanah Papua: Setelah Biak, Sentani, Nabire, kini Wasior

Memang sangat berat mengungkapkan reaksi isihati atas apa yang sedang terjadi di Tanah Papua, khususnya sesaat Alam menegakkan Hukum dan kedaulatannya. Kini Alam bersuara kali di Wasior, sebuah Kabupaten baru di Provinsi Baru buatan NKRI. Daerah yang dulunya begitu penting bagi Sejarah Peradaban dan perkembangan agama modern di Tanah Papua itu telah dijadikan alasan untuk menancapkan kekuasaan di Tanah Papua, pertama dengan memisahkan wilayah Kepala Burung dari Provinsi Papua, dan memberinya nama Provinisi Irian Jaya Barat, lalu Papua Barat.

Dalam pandangan Pemangku Alam & Adat Papua, apa yang terjadi di Tanah Papua haruslah dilihat dari Kacamata “Apa yang terjadi di Indonesia”, karena Hukum Alam dan Hukum Adat Papua sedang ditegakkan di Indonesia dalam rangka mencari ‘keseimbangan’ alamiah atas penderitaan bangsa Papua sejak NKRI menginvasi (1961,1962), menduduki (1948) dan menguasai (1963) West Papua.

Surat secara langsung dan terus terang sudah lama disampaikan, waktu itu KH Abdurrahman Wahid masih hidup. Beliau menderima dan menyatakan, “Turut merasakan penderitaan rakyat Papua,” dengan menambahkan, “Saya juga salah satu dari korban regime, dan saya kepala suku jadi saya tahu apa arti penegakkan hukum alam dan hukum adat, dan apa arti menderita karena dijajah.” Sri Sultan HB X di Istana Yogyakarta juga telah membacanya. Dan kami yakin sekali, sesungguhnya sang Sultan Jawa tahu apa maksudnya. Belakangan ini Sang Sultan sudah mengajukan isu “Referendum” untuk Yogyakarta, baliho serta slogan-slogan sudah bertebaran ditempelkan di berbagai tempat umum seperti Tugu, Jalan raya, toko dan kampus-kampus di Yogyakarta. Megawati Sukarnoputri juga sudah diberitahu, khususnya menyampaikan pesan khusus dari ayahnya sendiri, Alm. Ir Soekarno bahwa beliau tidak akan lolos menjadi Presiden NKRI, dan sudah terbukti.

Dalam pesan itu dengan jelas disampaikan, dan isi surat itu ada dalam situs ini, disampaikan dalam bahasa Melayu seperti yang dipakai NKRI. Pesannya jelas, “Hukum Adat dan Hukum Alam” harus ditegakkan, dan itu bukan kemauan manusia manapun, tetapi itu kemauan alam dan adat itu sendiri.

Kami tdak bertugas memerintahkan, atau mengarahkan. Fungsi kami hanyalah menginformasikan apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi.

Selang beberapa hari, Presiden NKRI, keluar ke Televisi dan menyatakan, “Jangan percaya kepada takhayul, percayalah kepada ilmu, sains, yang masuk akal.” Pertanyaannya,

Mana yang penting: Takhayul yang ada bukti dalam hidup ini, ataukah
Ilmu pengetahuan yang tidak ada buktinya dalam hidup ini, walaupun masuk akal?
Apa yang penting:
Masuk akalkah, atau
Tidak masuk akal tetapi faktual-realitas?

Alam kini bicara di Wasior, dan sekali lagi, itu bukan takhayul, orang menderita, rumah hanyut, kota lumpuh total, orang mati berserakan, penduduk mengungsi keluar dari tempat alam berpidato, ITU BUKAN TAKHAYUL, ITU FAKTA, ITU REALITAS, ITU DIANGGAP TAKHAYUL TETAPI NYATA.

Sejak manusia memasuki era positivisme-nya, maka modernisme dimuai, diboncengi oleh berbagai kepentingan kekuasaan dan ekonomi. Justru karena boncengan itulah yang menyebabkan positivisme itu potensial dan marak direkayasa. Memang positivisme bukanlah sebatas memahami, mendalami dan menjelaskan apa yang ada, tetapi ia bertanggungjawab atas rekayasa (engineering) secara sosial, politik, ekonomi, hukum, dan seterusnya, dan sebagainya. Justru karena boncengan itulah pembunuhan orang Papua atas nama nasionalisme Indonesia dianggap harus dan wajib. Para pembela HAM orang Papua justru dianggap separatis dan GPK/GPL/OPM/TPN….

Justru karena boncengan itu pula-lah SBY menyatakan ‘itu takhayul, jangan percaya takhayul.”

Perlu diingatkan, “Tulisan ini tidak ditulis mewakili manusia, sama sekali tidak. Ia mewakili Hukum Alam dan Hukum Adat Papua” Gunung Nabi di tempat peristiwa Wasior terjadi melaporkan,

“Hitung dulu, berapa orang Papua, dan berapa orang Indonesia di situ!! Kasih tahu dulu, kenapa orang Papua ada di situ! Kasih tahu dulu, apakah orang Papua punya pengalaman sejarah seperti ini? Kenapa orang di Provinisi buatan NKRI bernama Papua Barat itu paksa diri membentuk Majelis Rakyat Papua? Kenapa satu bangsa punya Dua Majelis? Bukankah majelis itu mewakili sebuah etnis-bangsa Papua-Melanesia? Kenapa orang Papua mau dua MRP di satu tanah, untuk satu bangsa?”

Ditambah lagi, “Mengapa orang di Provinsi Papua Barat itu sangat mencintai Indonesia? Apa alasannya? Apakah mereka itu moyang? Apa dasar cinta itu?”

Pada saat kami tanyakan,
“Apa yang harus kami lakukan?”

Jawabannya,

“Kasih tahu mereka, tetapi saya tahu mereka tidak akan mendengarnya. Biarkan mereka tidak mendengarnya, tanah ini bukan milik mereka, mereka hanya numpang lewat. Saya ada di sini dari dulu sampai sekarang, sampai selamanya, sampai kapanpun. Para penumpang yang sedang lewat ini, janganlah berbuat semaunya.”

Memang orang dalam sudah, kami sadar tidak pantas menyampaikan pesan keras ini, tetapi sekali lagi, kami tidak berbicara atas nama manusia. Manusia punya dunianya sendiri, punya gengsinya sendiri, punya ambisinya sendiri, punya politiknya sendiri, punya bisnisnya sendiri. Alam dan Adat tidak ada urusan dengan itu. Ia berbicara semuanya sebagaimana adanya dan sebagaimana harusnya.
[Bersambung]

Alam-Adat Papua Bicara: Kini Memasuki Tanah Papua – Maksudnya?

Catatan WPMNews

Sudah tiga tahun WPMNews memberitakan peristiwa-peristiwa alamiah, yang pada umumnya disebut Musibah alamiah, sebagai berita dalam Topik “Alam Bicara”, yang pada dasarnya hendak menunjukkan betapa Alam dan Adat Papua sudah sedang beroperasi mengobrak-abrik NKRI dan segala jaringannya dalam rangka penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat Papua sampai NKRI mengakui West Papua sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, tetangga NKRI sendiri.

Setiap hari, sekali lagi, setiap hari kebakaran dan ‘musibah’ terus melanda NKRI. Itu bukan mimpi, atau dongeng. Waktu WPMNews menerbitkan peringatan tentang Penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat tiga tahun lalu, ada banyak orang tidak percaya. Tiga tahun berselang, peristiwa itu terus berlanjut, dan orang2 di negeri bernama Indonesia ini sudah merasa suatu hal biasa. Biarkan saja.

Sebellum semuanya dimulai,sebuah surat telah dilayangkan Pemangku Adat-Alam Papua kepada:

  1. Suslo Bambang Yudhoyono, yang diterima di Kantor Seknek, Istana Presiden NKRI,
  2. Megawati Sukarnoputri, diterima di kediamannya di Jakarta Pusat; yang sinya menyatakan Mega tidak akan menjadi Presiden Kembali,
  3. Mantan Presiden NKRI, Sultan Hamengkubuwono X, di Keratonan Yogyakarta,
  4. Mantan Presiden NKRI KH Abdurrahman Wahid

Isi suratnya sudah dibaca, dan apa yang terjadi sekarang sudah disampaikan jauh sebelumnya kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab di Indonesia ini.

Yang menarik, peristiwa itu sedang menginjakkan kakiknya ke wilayah West Papua.

  1. Apa artinya?
  2. Apa maksudnya?
  3. Kenapa begitu?
  4. Apakah itu hanya MUSIBAH ALAM?

Silahkan tanyakan hati nurani dan jawab sendiri.

 

Wassalam!

Korban Gempa Yapen, Jadi 17 OrangTewas

Satu Korban Ditemukan Tanpa Kepala

Catatan WPMNews

Sudah tiga tahun WPMNews memberitakan peristiwa-peristiwa alamiah, yang pada umumnya disebut Musibah alamiah, sebagai berita dalam Topik “Alam Bicara”, yang pada dasarnya hendak menunjukkan betapa Alam dan Adat Papua sudah sedang beroperasi mengobrak-abrik NKRI dan segala jaringannya dalam rangka penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat Papua sampai NKRI mengakui West Papua sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, tetangga NKRI sendiri.

Setiap hari, sekali lagi, setiap hari kebakaran dan ‘musibah’ terus melanda NKRI. Itu bukan mimpi, atau dongeng. Waktu WPMNews menerbitkan peringatan tentang Penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat tiga tahun lalu, ada banyak orang tidak percaya. Tiga tahun berselang, peristiwa itu terus berlanjut, dan orang2 di negeri bernama Indonesia ini sudah merasa suatu hal biasa. Biarkan saja.

Yang menarik, peristiwa itu sedang menginjakkan kakiknya ke wilayah West Papua.

  1. Apa artinya?
  2. Apa maksudnya?
  3. Kenapa begitu?
  4. Apakah itu hanya MUSIBAH ALAM?

Silahkan tanyakan hati nurani dan jawab sendiri.

 

Wassalam!

 

CEB Diary of OPM

——————————————————-

Gempa Tektonik Kab Yapen, selain menelan puluhan korban jiwa, juga menimbulkan korban materi, 3.264 rumah warga rusak berat, 55 unit sekolah rusak berat dan 106 tempat ibadah rusak berat. Salah satunnya tampak dalam gambar ini.SERUI—Jumlah korban Gempa Yapen terus bertambah. Jika sebelumnya Tim Penanggulangan Bencana Gempa Tektonik Kabupaten Yapen melaporkan bahwa jumlah korban mencapai 16 orang, maka Rabu (23/6) kemarin bertambah lagi satu korban, sehingga total korban gempa saat ini 17 orang tewas.  Sekda Kabupaten Kepulauan Yapen, Yan P. Ayobaba di Posko penanggulangan bencana gempa kantor Bupati Kepulauan Yapen, Rabu (23/6) kemarin, mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari masyarakat bahwa satu korban di Distrik Ambai. “Kami baru saja terima laporan dari masyarakat Kampung bahwa ada satu korban meninggal di Ambai, karena terhimpit pintu rumah saat akan menyelematkan diri,” jelas Sekda.

Lambatnya laporan korban jiwa akibat gempa Yapen ke Tim dari distrik Ambaidiru ini, sebut Sekda, karena tujuh hari pasca gempa, beberapa ruas jalan menuju ke sejumlah distrik di Kabupaten Kepulauan Yapen terputus total, selain itu juga longsoran yang terjadi di beberapa ruas jalan. “Kami sudah kirim Tim untuk berjalan kaki ke sana, memang kondisi disana kami belum tahu pasti tapi dari laporan masyarakat, kerusakan di sana tidak separah distrik Ampimoi,” terang Sekda.  Menyinggung distribus bantuan ke distrik Ambaidiru, Sekda mengatakan, pendistribusian bantuan memang belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, namun saat ini pihaknya sedang berusaha untuk melakukan pendistribusian lewat udara.”Kami sudah minta helicopter di Biak namun kondisinya kini sedang rusak, kami sedang berupaya melobi beberapa maskapai untuk memberikan keringanan pada kami dalam pendistribusian bantuan,” ungkap Sekda.

Untuk diketahui data terakhir yang berhasil dihimpun Tim Penanggulangan Bencana Gempa Tektonik Kabupaten Kepulauan Yapen per-22 Juni 2010 di 12 Distrik sebagai berikut 3.264 Rumah warga rusak berat, 55 unit sekolah rusak berat dan 106 tempat ibadah rusak berat. Kerusakan paling parah terjadi di distrik Angkaisera dengan total kerusakan 1.195 rumah rusak berat, menyusul dstrik Yapen Selatan dan distrik Ampimoi masing-masing 920 rusak berat dan 685 rusak berat.

Pencarian Korban Longsor Resmi Dihentikan

Sementara itu, pencarian 12 korban angkutan umum yang tertimbun longsor di kilometer 28, perbatasan Serui-distrik Saubeba, Rabu(23/6) kemarin, resmi dihentikan. Sesuai kesepakatan bersama, keluarga korban dan warga yang hadir menggelar doa bersama dan tabur bunga di lokasi tersebut.    Upaya evakuasi belasan korban yang tertimbun, oleh tim SAR gabungan, dihentikan karena medan yang berat. Selain itu, getaran gempa yang masih mengguncang daerah Serui dan sekitarnya, ikut membuat pencarian tersebut terhenti. Beberapa keluarga korban sempat menangis histeris saat melakukan penaburan bunga. Sesuai pantauan, sejumlah keluarga korban nampak tidak menerima musibah yang menimpa saudaranya.

Selasa (22/6) kemarin, warga berhasil menemukan kembali satu warga, di lokasi yang sama. Namun, korban yang belum diketahui identitasnya ini, ditemukan tanpa kepala, dekat tempat penemuan dua korban sebelumnya. Oleh warga, korban lalu diambil dan disemayamkan di kampungya.  Ketua tim SAR gabungan, Kapten Widagdo mengatakan, kondisi medan yang sulit membuat pihaknya kesulitan mencari korban. Akibatnya, pencarian resmi dihentikan, sesuai permintaan keluarga korban. “pencarian juga dihentikan karena batas waktu yang ditentukan, medan yang dilalui juga menyulitkan kami untuk mencari para korban,” jelasnya. Sejauh ini, sudah tiga korban penumpang angkot yang ditemukan. Mereka adalah, Rumboirosi (5), Agus Karubaba (37) dan Selviana Ambokari (3). Sedangkan, dua korban lainnya yang juga tertimbun di KM 30, akan dilanjutkan pencariannya oleh tim SAR. Keduanya adalah pekerjabronjong jalan, PT Nidi Karya, Yowel Ranggamusi (30) dan Kirimus Ayomi (26).(hen)

Nama-Nama Korban Dalam Angkot

Sopir Silas Airei (45)
Bernad Abon (44)
Amelia Abon (54)
Edison Ambokari (26)
Toroce Karubaba (22)
Selviana Ambokari (3)
Yosua Umai (16)
Rubeka Rumboirosi
Karel Tironi
Yeta Tironi
Aslindhi Rumboirosi
Yanzen Tironi
Agustinus Karubaba

SURAT PENONAKTIFAN DIRI Yakobus O. Dumupa

Kepada Yth,
Ketua AMWP dan para Pemimpin Organisasi terkait
Di –
Tempat

Dengan hormat,
Syukur bagi Allah Bangsa Papua dan terima kasih kepada moyang dan seluruh penghuni alam Papua, karena atas pertolongan Allah dan keberadaan moyang dan penghuni alam Papua, hingga saat kita masih hidup dan terus memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita. Ini sebuah anugerah yang selalu saya syukuri.

Setelah bertahun-tahun aktif dalam gerakan kemerdekaan Papua dan setelah merenungkan seluruh proses perjuangan tersebut, maka dengan kesadaran penuh tanpa dipaksa oleh siapapun dengan motif apapun, saya memutuskan untuk MENONAKTIFKAN DIRI diri dalam seluruh aktivitas gerakan kemerdekaan Papua dalam organisasi AMWP sebagai penasehat dan organisasi terkait lainnya. Selanjutnya, saya memutuskan diri untuk menjadi SIMPATISAN dalam organisasi atau aktivitas kemerdekaan Papua.

Selanjutnya saya tidak terikat dalam organisasi AMWP dan organisasi terkait lainnya, sehingga saya merasa tidak memikul mandat perjuangan organisasi-organisasi tersebut, kecuali mandat suara hati rakyat Papua. Apabila saya melakukan aktifitas politik tertentu, maka itu merupakan tanggungjawab pribadi saya atas inisiatif saya sendiri dan/atau permintaan mereka yang sungguh mencintai kemerdekaan. Sehingga tak seorang pun atau organisasi perjuangan apapun yang dapat mengklaimnya.

Saya telah, sedang akan terus percaya bahwa kita akan merdeka dan berdiri dengan kepala tegak di negeri yang diwariskan oleh moyang kita suatu saat kelak, asalkan kita terus berjuang dengan memegang lima prinsip perjuangan, yaitu; moralis, rasionalis, nasionalis, independen, dan kerja keras.

Demikian surat penonaktifan diri yang dapat saya sampaikan dengan sesungguhnya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 10 Juni 2010
Hormat saya,

Yakobus Odiyaipai Dumupa

Operasi Sandi “AWAS!” Semakin Menunjukkan Hasil: Roda Pesawat Rusak di Wamena dan Lombok

Pada hari ini ada dua pesawat di Mataram dan di Wamena mengalami masalah dengan Roda mereka.

Akibatnya ada korban terluka, ada penundaan penerbangan, dan ada kerusakan rumah. Kerugian secara ekonomi tidak dapat disangkal, walaupun tidak diakui oleh NKRI.

Selain itu kecelakaan kendaraan angkutan darat juga terjadi, menelan korban 3 orang nyawa. Bus di Cianjur ini mengalami kecelakaan.

Bendungan penahan air laut di Jakarta Utara sudah jebol, banjir di Sulawesi Selatan dan Jakarta juga tidak pernah berhenti.

Sudah dikatakan oleh Operasi Sandi “Awas!!” tentang peta geografis operasi dan apa saja yang akan terjadi.

Gunung Slamet di Pulau Jawa juga sekarang sudah ada dalam kondisi “AWAS!”

Sekarang tinggal orang Papua bersama pemangku Alam dan Adat Papua untuk menopang dengan membacakan “Mantera Kemerdekaan: PAPUA MERDEKA, NKRI Bangkrut!!” minimal sekali di pagi hari dan sekali di malam hari, tetapi kalau diucapkan berkali-kali lebih membantu.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk dimaklumi dan ditindak-lanjuti.

Koordinator Pemangku Alam-Adat Papua

Sandi Operasi “AWAS!”

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papua

Catatan: Kecelakaan dan Musibah Terus Menimpa NKRI Sebagai Penegakkan Hukum Alam

Pemangku Alam dan Adat Papua menyatakan barusan ini kepada SPMNews bahwa berbagai tuah sudah mulai dikenakan kepada NKRI sejak 1 Desember 2004, sebagai hasil perumusan ratusan Kepala Suku Melanesia di salah satu Pulau di Republik Vanutu yangyang telah terbukti beroperasi atas nama Alam dan Adat Melanesia dan kini Alam dan Adat Papua sendiri telah bergabung akhir tahun 2008, telah melakukan kegiatan-kegiatan gerilya adat dengan berbagai kegiatan.

Walhasil, saksikanlah berbagai tulah yang ditimpakan KHUSUSnya kepada:

  1. Pulau Jawa
  2. Pulau Sumater
  3. Pula Sulawesi dan
  4. Kepulauan Maluku

Ketiga tempat/pulau/bangsa ini telah mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan bagi bangsa, tanah, adat dan alam Papua, dan kini penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat Papua dan Melanesia memasuki era emas.

Kapan selesai?

Akan selesai sampai Papua Merdeka

Untuk itu kami sampaikan

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papua

untuk bergabung dalam peristiwa-peristiwa ini

Kiranya kalian semua bergabung dalam barisan ini, agar supaya Tanah dan Bangsa Papua serta Melanesia menjadi tempat yang damai, indah dan surga bagi kita semua, seperti yang pernah dinikmati nenek-moyang orang Melanesia sebelum bangsa dan penjajah lain menginjakkan kaki mereka di atas tanah leluhur kami.

Demikian Undangan terbuka ini kami sampaikan dan bagi Pemangku Alam/Adat Papua yang tertarik, silahkan kontak ke trpb@papuapost.com

Ms.WWW. Kode Operasi “AWAS!”

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papu

Catatan: Kecelakaan dan Musibah Terus Menimpa NKRI Sebagai Penegakkan Hukum Alam

Pemangku Alam dan Adat Papua menyatakan barusan ini kepada SPMNews bahwa berbagai tuah sudah mulai dikenakan kepada NKRI sejak 1 Desember 2004, sebagai hasil perumusan ratusan Kepala Suku Melanesia di salah satu Pulau di Republik Vanutu yangyang telah terbukti beroperasi atas nama Alam dan Adat Melanesia dan kini Alam dan Adat Papua sendiri telah bergabung akhir tahun 2008, telah melakukan kegiatan-kegiatan gerilya adat dengan berbagai kegiatan.

Walhasil, saksikanlah berbagai tulah yang ditimpakan KHUSUSnya kepada:

  1. Pulau Jawa
  2. Pulau Sumater
  3. Pula Sulawesi dan
  4. Kepulauan Maluku

Ketiga tempat/pulau/bangsa ini telah mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan bagi bangsa, tanah, adat dan alam Papua, dan kini penegakkan Hukum Alam dan Hukum Adat Papua dan Melanesia memasuki era emas.

Kapan selesai?

Akan selesai sampai Papua Merdeka

Untuk itu kami sampaikan

Undangan Terbuka kepada Pemangku Alam dan Adat Papua dari Suku-Suku di West Papua

untuk bergabung dalam peristiwa-peristiwa ini

Kiranya kalian semua bergabung dalam barisan ini, agar supaya Tanah dan Bangsa Papua serta Melanesia menjadi tempat yang damai, indah dan surga bagi kita semua, seperti yang pernah dinikmati nenek-moyang orang Melanesia sebelum bangsa dan penjajah lain menginjakkan kaki mereka di atas tanah leluhur kami.

Demikian Undangan terbuka ini kami sampaikan dan bagi Pemangku Alam/Adat Papua yang tertarik, silahkan kontak ke trpb@papuapost.com

Ms.WWW. Kode Operasi “AWAS!”

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny