Jangan Pernah Jual Bangsamu, Apalagi Pejuang untuk Jabatanmu yang Hanya Sesaat

Disampaikan kepada seluruh calon legislatif dan eksekutif di tanah Papua pada khususnya, dan pada umumnya para penghambat perjuangan, pembenci dan pencelaka para pejuang yang siang malam mempersembahkan segalanya untuk Tanah dan Bangsa Papua bahwa:

  1. Jangan Anda berani menjual saudara sebangsa dan setanah air, sedarah, sesuku, semarga hanya untuk kepentingan sesaat, yang masa waktunya terbatas, yang akibatnya mendatangkan kutuk atas dirimu dan keturunanmu;
  2. Jangan belajar remehkan atau menghina para pejuang kemerdekaan dengan alasan apapun, alasan pribadi atau umum,  karena hidup dan nasib tidak normal dan sewajarnya sebagai manusia, karena para pejuang bekerja dengan keputusan pribadi dan nurami mereka tanpa pamrih dan tanpa gaji, walaupun mereka tahu resikonya adalah ancaman nyawa(maut);
  3. Jangan pernah merencanakan kejahatan terhadap para pejuang Papua Merdeka, baik yang ada di pengasingan sebagai pencari suaka ataupun sebagai pengungsi dengan membayar tentara/ polisi negara yang bersangkutan dengan tujuan memulangkan atau menangkap para pejuang karena mereka harus meninggalkan tanah air bukan karena kepentingan perut pribadi, seperti yang anda upayakan dengan jabatan atau pekerjaan di dalam NKRI;

Ingatlah bahwa:

  1. Manisnya kedudukan atau pekerjaan di dalam NKRI  atau enaknya menghina atau menceritakan para pejuang hanya lahsesaat, karena seumur hidupmua engkau akan menelan racun, dan mati dalam kutukanmu sendiri;
  2. Alam dan Adat Papua telah mengeluarkan KUTUK dan BERKAT bersamaan waktu bagi Tanah dan Bangsa Papua, dengan demikian bagi yang menghina dan mencelakakan perjuangan menerima kutuknya dan bagi yang menghargai den mendukung menerima berkat.
  3. Kutukan atas penghinaan atau kecelakaan yang didatangkan ialah penderitaan seumur hidup sampai mati dan kutukan bagi keturunan Anda, sampai tujuh turunan.

KECUALI,

  • kalau Anda begitu menghina dan mencelakakan pejuang bangsa Papua, Anda langsung angkat kaki dari Tanah Papua dan tinggal bersama di tanah air Indonesia, maka Anda terlepas dari ancaman maut.

Demikian Pesan Khusus Pemangku Alam dan Adat Papua ini disampaikan secara singkat, untuk diketahui oleh:

  1. Para calon legislativ, calon bupati dan calon wakil Bupati di seluruh Tanah Papua, agar tidak berpikir mencelakakan diri sendiri;
  2. Para penghina, pencela dan pembawa celaka bagi pejuang Tanah Papua agar sadar sebelum celaka;
  3. Semua pihak yang tidak menghargai dan tidak mempercayai perjuangan ini, karena akibatnya akan menimpa dirinya sendiri.

Pemangku Adat dan Alam Papua,

Sandi Operasi “AWAS! Papua”

Perkembangan Terakhir: Dukungan Pemerintah dan Negara Vanuatu dan Desakan Dewan Gereja Sedunia

Sumber-sumber berita elektronik mainstream berbahasa Inggris minggu ini memberitakan secara berulangkali dan luas tentang dukungan pemerintah dan negara Republik Vanuatu untuk menggugat Indonesi atas Pepera 1969 dan pendudukan NKRI di West Papua selama ini disertai berbagai pelanggaran HAM.

Christian human Rights Group, sebuah organisasi lintas negara yang berbasis di Inggris juga mendesak Indonesia untuk membuka dialogue dan mengungkap berbagai pelanggaran HAM yang mereka sendiri temukan setelah mengirim utusan ke Indonesia dan West Papua untuk melihat kondisi nyata di lapangan.

Liputan media utama (mainstream) tentang dukungan dan protest berbagai wadah HAM dan gereja seperti ini perlu dicermati oleh setiap pejuang kemerdekaan West Papua dan organisasi yang berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua.

Media dan liputan media seperti ini sangat berguna dalam membangun opini. Pembangunan opini itu bisa menjadikan hitam menjadi putih, gelap menjadi terang atau sebaliknya. Segala macam bisa diakukan, apa saja bisa terjadi, teroris bisa menjadi pahlawan, ulama bisa menjadi teroris. Semuanya tergantung opini yang dibangun dan terbangun.

Terlepas dari dukungan “sebuah” negara dan pemerintah yang merdeka dan berdaulat terhadap perjuangan kemerdekaan West Papua, pemberitaannya di berbagai medi mainstream merupakan sebuah titik penting dalam sejarah peliputan berita tentang penderitaan bangsa Papua, kesalahan dalam sejarah dekolonisasi West Papua dan tingkah laku NKRI selama menduduki wilayah West Papua.

Tuhan bangsa dan Tanah Papua berpihak kepada kebenaran, dan kita bertugas untuk memetakan dan memberitakan kebenaran itu, karena ia tidak perlu dibela oleh siapapun, kapanpun, bagaimanapun juga, sebab pada akhirnya, dan selalu kebenaran selalu dan pasti menang.

Update berita-berita dimaksud dapat dibaca di:

  1. westpapua.net atau
  2. papuapress.blogspot.com

Chief Editor

Berbagai Malapetaka Akan Terus Melanda Indonesia Sampai Papua Merdek

Untuk ke sekian kalinya, komando Operasi Alam-Adat Papua dengan sandi operasi “AWAS” menyampaikan kepada publik di manapun Anda berada, yang manusia dan yang memiliki mata untuk membaca dan berhatinurani untuk memahaminya, bahwa:

  1. Malapetaka akan terus melanda NKRI sampai Papua Merdeka;
  2. Pemberitahuan tentang malapetakan ini sudah disampaikan jauh-jauh hari, tetapi SBY secara pribadi tidak percaya kepada suara alam-adatnya sendiri, malahan mengandalkan gelar doktoralnya dan memaksa orang Indonesia agar tidak mempercayai takhyul.
  3. Kalau takhyul itu nyata, dan mencelekakan, apapakah orang Indonesia sebodoh itu sehingga tidak memiliki hatinurani untuk berubah sikap?
  4. Bahwa pada akhirnya Istana Kepresidenan NKRI sendiri akan dilanda malapetaka, kalau bukan sekarang, sudah pasti terjadi esok harinya, sesuai petunjuk dan amanah dari Alam-Adat Papua;
  5. Bahwa peristiwa demi peristiwa yang malanda Indonesia perlu disikapi oleh semua Kiyai dan orang bijak serta paranormal Indonesia, agar pada akhirnya Pulau Jawa tidak tenggelam dan tinggal sejarah dalam memori manusua.

Pesan-pesan sekilas ini sekedar disampaikan kepada manusia yang bermata untuk membaca dan bertelinga untuk mendegarkan serta berhatinurani untuk merenungkannya.

WWW.

Pemangku Alam-Adat Papua: Musibah Alam SUDAH Disampaikan kepada SBY, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur pada 2008

Menjelang akhir tahun 2008, Pemangku Alam-Adat Papua telah menyampaikan Surat secara langsung kepada:
1. Paduka Yang MUlia Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono,
2. Paduka Yang Mulia, Ketua Majels Syuro PBNU, KH Abdurrahman Wahid,
3. Paduka Yang Mulia, Raja Jawa, Sultan Hamengkubuwono X, dan
4. Anak Mantan Presiden R.I. I, Megawati Sukarnoputri.

Masing-masing surat langsung disampaikan ke tangan Sekretaris mereka, langsung di tempat mereka masing-masing.

Adapun isi surat itu adalah bahwa:
1. Megawati TIDAK AKAN MENJADI PRESIDEN NKRI lagi, kecuali ada tiga pesan dari Alm. Soekarno yang kami terima langsung dari beliau dan telah disampaikan kepadanya, yang harus dia penuhi;
2. Musibah alam akan terus berlanjut, terutama di Pulau Jawa, Sumatera dan ketiga Sulawesi di tempat-tempat tertentu yang telah kami sebutkan. Ada alasan adat yang sudah kuat kami sampaikan.
3. Musibah-musibah dimaksud akan terjadi dalam bentuk:
a. Kebakaran, tetapi terutama kebakaran mall, plaza, toko, dan pasar, bukan kebakaran rumah tinggal,
b. Gempa bumi dengan pengorbanan besar;
c. Tanah longsor menyusul hujan lebat yang besar-besaran;
d. Akhirnya Istana Presiden NKRI akan digenangi air, jadi pada AKHIRNYA, bukan sekarang.

Itu bukan suara kami manusia, tetapi SUARA ALAM dan ADAT PAPUA, dan kami hanya menyalurkan suara itu.

Oleh karena itu, setiap orang Papua yang menganggap remeh alam dan adat Papua, Anda juga akan tertimpa musibah. Silahkan jalankan pembangunan dengan alasan apapun juga, tetapi pada saat alam dan adat Papua berpaling muka, Anda pasti tidak akan mampu.

Dengan otoritas Alam dan Adat Papua kami bicara,

AWAS WWW.

Hercules: Sekali Lagi Jatuh di Magetan, Jawa Timur, Pejabat Militer dan Anggota Tewas

Melihat kecelakaan yang menimpa sebanyak Dua kali di Wamena dan sekali di Pulau Jawa, dan jenis pesawat itu adalah Hercules, pesawat yang digunakan untuk mengangkut para pembunuh orang Papua ke Tanah Papua itu, maka pertanyaannya adalah: “Apakah orang Papua dan NKRI Mau Katakan: “Ini Musibah Alam” yang Tak Perlu Dipertanyakan? Akankah NKRI mengenal sebab-musababnya? Sanggupkah mereka memahami Operasi Sandi ‘AWAS!?’ Bagaimana cara menghentikannya?” dan seterusnya.

Sudah berkali-kali Operasi Pemangku Alam dan Pemangku Adat Papua sejauh ini telah katakan, Operasi dengan Sandi “AWAS!” sudah sedang berlangsung. Sebuah Surat dengan isi yang agak berbeda tetapi dengan topik yang sama telah dilayangkan langsung ke (1) Hatara Jasa, Sekretaris Presiden, (2) Keresidenan Raja Jawa, Sultan Hamengkubuwono X, (3) Megawati Sukarnoputri, langsung di rumahnya di Teuku Umar, Jakarta, dan (4) Bapak Abdurrahman Wahid.

Surat itu berisi hal-hal yang sudah, sedang dan akan melanda NKRI, KALAU atau BILAMANA NKRI tidak merelakan kemerdekaan dan kedaulatan politik bangsa Papua.

Dalam hukum adat, memang ada aturan untuk memberitahukan ke pihak yang dituju, karena dasar operasi ini BUKAN karena benci, bukan sebab kecemburuan sosial, Bukan juga karena tidak senang. IA MURNI PENEGAKKAN HUKUM ALAM DAN HUKUM ADAT, yang berarti tentu saja tidak dapat dihalangi oleh hukum alam dan hukum adat yang ada di Pulau-pulau NKRI, karena hukum alam dan hukum adat adalah hukum yang universal sifatnya dan prinsipnya TIDAK MEMBELA KESALAHAN, dan TIDAK MEMBELA NEGARA, tetapi MEMBELA KEBENARAN MUTLAK.

Orang Papua tidak menuntut tanah orang lain, tetapi meminta tanah leluhurnya dibiarkan bagi orang Papua sendiri. Itu sudah jelas, tegas dan pasti, tidak dapat diartikan salah.

Demikian,

Pemangku Alam dan Adat Papua
Sandi “AWAS!!!”

Mari Mengucapkan “PAPUA MERDEKA – Indonesia Bangkrut!” Setiap Harisebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papua

Mari Membaca “PAPUA MERDEKA” Setiap Hari secara Terbuka dan terutama di Dalam Hati sebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papua.

Demikianlah pesan yang kami terima dari Operasi Alam & Adat Papua dengan sandi “AWAS!!!” yang telah dimulai secara informal 1 Desember 2004, dan secara formal diluncurkan sejak akhir tahun 2008.

Semua orang yang memahami suara ‘alam’ dan ‘hukum adat’, termasuk orang Indonesia perlu mencermati bahwa berdasarkan dan secara Hukum Alam dan Hukum Adat, gerakan dan operasi sandi “AWAS!!!” tidak melanggar Hukum Alam dan Hukum Adat NKRI, dan tidak dapat diblok dengan cara apapun oleh mereka, mengingat kedua hukum ini tidak mengenal politik, apalagi kepentingan ekonomi yang selama ini Alam dan Adat Papua menjadi korban pertama dan utama.

Draf Konstitusi Republik Konfederasi Papua Barat yang sempat bocor ke tangan SPMNews telah memberikan peran penting dan vital dalam Parlemen dan Kementerian dan Badan Tertinggi Negara di dalam sebuah negara bernama “West Papua” (perlu diperhatikan bahwa nama Negara orang Melanesia di Papua Barat yang merdeka dan berdaulat di luar NKRI adalah ‘West Papua’, bukan Papua Barat. Nama ini diambil dari Lambang Negara yang bertuliskan “West Papua”) dengan memberikan kursi di Parlemen dan Jabatan dalam Negara. Oleh karena itu, dengan senang hati dan semangat, Hukum Alam dan Hukum Adat sebagai dua pihak yang tidak dapat dipisahkan tetapi tidak sama itu sementara ini membantu manusia Papua membebaskan diri dari Republik bernama Indonesia Raya.

Manusia Papua telah melakukan berbagai upaya dan mengorbankan banyak hal, termasuk darah dan nyawa, kini giliran penegakkan Hukum Alam dan Hukum Alam.

Untuk mendukung itu, manusia Papua tidak dimintakan untuk berperang secara fisik atau apapun juga, selain mengucapkan “PAPUA MERDEKA, NKRI Bangkrut!!!” setiap pagi setelah bangun dan setiap malam sebelum tidur. Anda dapat mengucapkannya sekali atau berkali-kali. Dan bila diperlukan mengucapkannya di dalam hati sepanjang Anda mengingatnya di mana saja Anda berada.

Dengan demikian, Bumi Pertiwi dengan segenap Hukum Alam dan Hukum Adatnya akan mengetahui dengan tepat bahwa Manusia Papua bersama Alamnya bersepakat seia-sekata untuk Merdeka dan Berdaulat di Luar NKRI.

Demikian seruan ini disampaikan untuk dilaksanakan secara bertanggungjawab oleh setiap orang yang menamakan dirinya sebagai “Orang Papua” tanpa memandang bulu dari sisi jabatan, pandangan politik, suku ataupun wilayah administrasi pemerintahan menurut pengkotakan NKRI.

Amin.
Koordinator Pemangku Adat & Alam Papua

AWAS!!!

Mari Mengucapkan “PAPUA MERDEKA – Indonesia Bangkrut!” Setiap Harisebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papu

Mari Membaca “PAPUA MERDEKA” Setiap Hari secara Terbuka dan terutama di Dalam Hati sebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papua.

Demikianlah pesan yang kami terima dari Operasi Alam & Adat Papua dengan sandi “AWAS!!!” yang telah dimulai secara informal 1 Desember 2004, dan secara formal diluncurkan sejak akhir tahun 2008.

Semua orang yang memahami suara ‘alam’ dan ‘hukum adat’, termasuk orang Indonesia perlu mencermati bahwa berdasarkan dan secara Hukum Alam dan Hukum Adat, gerakan dan operasi sandi “AWAS!!!” tidak melanggar Hukum Alam dan Hukum Adat NKRI, dan tidak dapat diblok dengan cara apapun oleh mereka, mengingat kedua hukum ini tidak mengenal politik, apalagi kepentingan ekonomi yang selama ini Alam dan Adat Papua menjadi korban pertama dan utama.

Draf Konstitusi Republik Konfederasi Papua Barat yang sempat bocor ke tangan SPMNews telah memberikan peran penting dan vital dalam Parlemen dan Kementerian dan Badan Tertinggi Negara di dalam sebuah negara bernama “West Papua” (perlu diperhatikan bahwa nama Negara orang Melanesia di Papua Barat yang merdeka dan berdaulat di luar NKRI adalah ‘West Papua’, bukan Papua Barat. Nama ini diambil dari Lambang Negara yang bertuliskan “West Papua”) dengan memberikan kursi di Parlemen dan Jabatan dalam Negara. Oleh karena itu, dengan senang hati dan semangat, Hukum Alam dan Hukum Adat sebagai dua pihak yang tidak dapat dipisahkan tetapi tidak sama itu sementara ini membantu manusia Papua membebaskan diri dari Republik bernama Indonesia Raya.

Manusia Papua telah melakukan berbagai upaya dan mengorbankan banyak hal, termasuk darah dan nyawa, kini giliran penegakkan Hukum Alam dan Hukum Alam.

Untuk mendukung itu, manusia Papua tidak dimintakan untuk berperang secara fisik atau apapun juga, selain mengucapkan “PAPUA MERDEKA, NKRI Bangkrut!!!” setiap pagi setelah bangun dan setiap malam sebelum tidur. Anda dapat mengucapkannya sekali atau berkali-kali. Dan bila diperlukan mengucapkannya di dalam hati sepanjang Anda mengingatnya di mana saja Anda berada.

Dengan demikian, Bumi Pertiwi dengan segenap Hukum Alam dan Hukum Adatnya akan mengetahui dengan tepat bahwa Manusia Papua bersama Alamnya bersepakat seia-sekata untuk Merdeka dan Berdaulat di Luar NKRI.

Demikian seruan ini disampaikan untuk dilaksanakan secara bertanggungjawab oleh setiap orang yang menamakan dirinya sebagai “Orang Papua” tanpa memandang bulu dari sisi jabatan, pandangan politik, suku ataupun wilayah administrasi pemerintahan menurut pengkotakan NKRI.

Amin.
Koordinator Pemangku Adat & Alam Papua

AWAS!!!

Pesan Khusus Menjelang Pemilu NKRI 2009: Mengatur Pengungsi di Saat Kerusuhan/Peperangan

TENTARA REVOLUSI PAPUA BARAT (TRPB)
Markas Komando Revolusi Tertinggi
——————————————————————-

Disampaikan kepada seluruh masyarakat bangsa Papua: tokoh Adat, Kepala Suku, Tokoh Pemuda, organisasi dan aktivis HAM, pegiat dan organisasi LSM bahwa dalam rangka menyelamatkan diri dari segala kebiadaban NKRI berlanjut di abad ini, seperti yang terjadi di abad lalu, maka diserukan agar memperhatikan hal-hal berikut, bilamana terjadi kerusuhan, konflik atau peperangan antara pejuang aspirasi bangsa Papua atau masyarakat sipil dengan aparat kepolisian dan tentara NKRI bahwa:

  1. TIDAK BOLEH ADA MASYARAKAT YANG MELARIKAN DIRI KE HUTAN, dengan alasan apapun juga. Pengalaman kita telah memberikan pelajaran yang baik bahwa melarikan diri ke hutan menjadikan diri kami menjadi seperti ‘hewan buruan’ yang dapat ditembaki dengan senjata jenis apapun (kimia, biologis, dsb), dan kita diburu lewat darat, laut dan udara, menggunakan peralatan modern yang canggih. Maka kita sudah tahu bahwa HUTAN bukan perlindungan yang tepat bagi orang Papua yang melarikan diri dari kekejaman NKRI;
  2. KITA HARUS MELARIKAN DIRI KE KANTOR DPRD/DPRP setempat, dan mendirikan tenda-tenda dan memenuhi gedung wakil rakyat masing-masing, agar kita memberi peluang kepada tentara/polisi NKRI mengejar pada gerilyawan Papua Merdeka saja, dan bukan masyarakat biasa yang tidak berdosa. Dan juga agar para pengungsi yang disebabkan oleh Operasi Militer dimaksud juga ditangani oleh Departemen Sosial NKRI, seperti yang mereka tangani bagi orang Indonesia sendiri selama ini, sehingga pelayanan sosial dapat dirasakan juga oleh orang Papua yang selama ini selalu dikambing-hitamkan dan dimarginalkan serta diabaikan dari segala haknya sebagai warga yang dikleim ke dalam NKRI;
  3. ORANG PAPUA HARUS PANDAI MEMANFAATKAN SITUASI DAN KONDISI, sehingga kita tahu tempat/kampung/kabupaten mana saja yang bisa ada kegiatan gerilyawan West Papua dan masyarakat dapat mendukungnya dan di tempat mana saja yang sama sekali harus diwaspadai sehingga tidak mengakibatkan pengorbanan masyarakat biasa, terutama ibu-ibu dan anak-anak tanpa peri kemanusiaan. Tentara Revolusi Papua Barat (TRPB) telah lama menerbitkan sebuah Buku Panduan Perang Revolusi Papua Merdeka, dengan titik-titik dan kota-kota yang dapat dijadikan sebagai pusat atau awal gerakan bersenjata dan titik-titik/ tempat apa saja yang dapat dijadikan sebagai sasaran bidik gerilyawan, yang mudah-mudahan masih dipegang para tokoh Masyarakat Adat (MADAT) Papua;
  4. Agar para pemuda dan mahasiswa Pandai Memainkan Kartu masing-masing sehingga di satu pihak mendukung perjuangan para gerilyawan, tetapi di sisi lain mengarahkan dan memobilisir masyarakat Papua sehingga tidak dengan mudah termakan oleh provokasi TNI/Polri dan terpancing untuk melakukan tindak kekerasan seperti yang selama ini kami alami, yang berakibat fatal bagi hidup dan keamanan kehidupan orang Papua;

Mengakhiri semuanya, kami serukan bahwa MEMBOIKOT PEMILU NKRI 2009 adalah HAK BANGSA PAPUA, bahkan satu-satunya hak yang tertinggal dan dapat dimanfaatkan bangsa Papua setelah semua hak-hak lainnya telah dirampas, dan dibasmikan oleh NKRI selama ini. Oleh karena itu, perlu diketahu dan dicatat semua orang, bahwa melarang orang Papua