Karyawan Angkasa Pura 1 Biak Mogok Kerja

Biak,(ANTARA News) – Seratusan karyawan PT Angkasa Pura I Bandara Frans Kaisiepo Kabupaten Biak Numfor, mulai Rabu hingga Jumat (9/5) mogok kerja.

Aksi mogok kerja karyawan Angkasa Pura I Frans Kaisiepo yang dikoordinir serikat pekerja dilakukan selama tiga hari dengan tidak melakukan aktivitas rutin di Bandara. Selanjutna di sini

Towards A United Front In West Papua

http://www.pacificmagazine.net/news/2008/04/07/towards-a-united-front-in-west-papua

By Ben Bohane in Port Vila
Monday: April 07, 2008

The most important summit of West Papuan leaders in their 45 year struggle for independence is underway in Vanuatu.

A solemn prayer and stirring rendition of their national anthem kickstarted the gathering in a house behind the little south seas church. Inside, West Papuan delegates from around the world are attempting what has so far eluded them in a long struggle – a unified leadership. Continue reading “Towards A United Front In West Papua”

Dubes AS: Kekerasan di Aceh Harus Dihentikan

[BANDA ACEH] Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia, Cameron R Hume, minta semua pihak di Provinsi Aceh segera menghentikan berbagai tindak kekerasan yang selama ini masih terjadi seperti penculikan, perampokan dan tindakan kriminal lain. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan, terutama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat yang terpuruk pascakonflik. Continue reading “Dubes AS: Kekerasan di Aceh Harus Dihentikan”

OPM Tawarkan Dialog dengan Pemerintah

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Otoritas Papua Barat hari ini menawarkan dialog dengan pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan konflik di pulau Cendrawasih itu.

“Kami akan mengirimkan surat resmi untuk itu kepada pemerintah dan Komisi I DPR,” kata Menteri Luar Negeri Jacob Rumbiak yang mengasingkan diri ke Australia kepada Tempo melalui telepon selulernya hari ini. Surat itu akan ditandatangani Presiden Edison Waromi dan Ketua Kongres Teriyanu Yoku. Keduanya berdomisili di Jayapura.

Namun sebelumnya, kata Rumbiak, para pemimpin OPM di luar negeri akan berdialog dulu dengan pemimpin di Papua. Sebab itu, surat itu juga meminta jaminan keamanan agar mereka bisa masuk ke Indonesia dengan selamat.

Rumbiak berharap perundingan dengan pemerintah Indonesia bisa berlangsung pada Juni atau Juli mendatang. “Kami punya itikad baik untuk mencari solusi,” ujarnya.

Faisal Assegaf

Front Pepera PB Tolak PP No. 77

Front Pepera PB

Jogyakarta, FrontPeperaPB – Puluhan Masyarakat dan Mahasiswa Papua di Jogyakarta yang bergabung dalam Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Front Pepera-PB) melakukan aksi massa, Senin (31/03) kemarin. Mereka menolak Peraturan Pemerintah No. 77 Tentang Pelarangan Pemakaian Atribut Papua Barat.

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan long march dari Stasiun Kereta Tugu (Abu Bakar Ali) dan berakhir di Kantor Post DIY. Massa Front Pepera PB itu menolak segala bentuk peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah yang mana salah satunya adalah Peraturan Pemerintah No 77 Tentang pelarangan Pemakaian atribut Papua Barat. Menurut mereka, PP No. 77 sudah membunuh harapan orang Papua akan kebebasan untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat di muka umum.

Mereka dengan tegas mengutuk perlakuan pemerintah, terutama aparat Kepolisian yang dengan sewenang-wenang melakukan sweeping barang-barang seperti atribut bercorak bintang kejora, gambar-gambar tentang Papua dan berbagai atribut lainnya.

Kehadiran PP Nomor 77 ternyata membuat resah masyarakat Papua, terutama mereka yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan gelang, kalung dan tas bercorak bendera bintang kejora. Perhiasan tersebut ternyata diminati semua orang, baik Papua dan Non Papua. Ketertarikan ini bukan karena atribut tersebut bernilai politis, tetapi lebih pada seni dan keindahannya.

“PP Nomor 77 hanyalah trik bisnis untuk menyelamatkan pabrik pembuat tas di pulau Jawa dan pasaran tas di Papua yang omzetnya menurun ketika hampir semua orang di Papua memilih memakai tas bercorak bendera bintang kejora,” tandas seorang peserta Aksi.***

Kasus Korupsi Di Boven Digoel

Dugaan Kasus Korupsi Yang Disampaikan Oleh Kejati Papua, Bahwa APBD Kabupaten Boven Digoel Yang Dimana Negara Dirugikan Sebesar Rp. 130 Miliyar, Agar Segerah Di Tindaklanjuti Dengan Tegas Oleh Kejati Papua Sesuai Dengan Hukum Yang Berlaku Di Negara Indonesia.

Dugaan Kasus Korupsi yang disampaikan oleh Kejati Papua Pada hari jumad tanggal 11 Januari 2007 di Cenderawasih Pos, bahwa APBD Kabupaten Boven Digoel tahun anggaran 2006 – 2007 telah disalah gunakan oleh pejabat Kabupaten Boven Digoel. Menurut Pemerintah suatu kerugian besar bagi Negara dan lebih khusus Masyarakat Boven Digoel… yang menjadi korban dalam pembangunan baik infrastruktur, ekonomi masyarakat, dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang tidak secara langsung di matikan. Semua pergerakan pembangunan tidak berjalan dengan maksimal sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat, kalau memang realitanya seperti ini, kesejahteraan apa lagi yang mau diharapkan oleh masyarakat? Continue reading “Kasus Korupsi Di Boven Digoel”

Greenpeace Dukung Papua Larang Ekspor Log

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Greenpeace mendukung Peraturan Daerah Papua tentang larangan ekspor kayu gelondongan. Kebijakan pemerintah Daerah ini mendapatkan dukungan dari LSM lingkungan Greenpeace.

Namun, pada tanggal 17 Maret 2008 di Jayapura, 40 perwakilan industri kehutanan meminta keringanan atas kebijakan yang dibuat Pemda Papua. Hal yang sangat disayangkan oleh Greenpeace adalah permintaan itu didukung oleh pemerintah pusat, melalui Presiden dan Wakil Presiden.

“Pemerintah Daerah Papua memiliki komitmen yang teguh untuk menyelamatkan hutan Papua dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, seharusnya pemerintah juga mendukung.” Ujar Bustar Maitar, Juru bicara Greenpece di Jayapura.

Rencana Papua untuk melarang kayu gelondongan dan CPO keluar dari bumi Cendrawasih muncul dari Gubernur Barnabas Suebu di sela konferensi PBB tentang Perubahan Iklim yang berlangsung di Bali.

Suebu menyatakan Papua akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda)tentang Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.Larangan ini telah melahirkan Perda yang disahkan oleh DPRD pada Januari 2008. Isi Perda antara lain tentang pelarangan ekspor CPO dan kayu gelondongan dari Papua.

Secara global, laju pennggundulan hutan tropis telah berkontribusi dalam meningkatkan emisi gas rumah kaca sebesar 20%. Indonesia sendiri tercatat sebagai negara dengan penggundulan hutan tercepat versi Guinness Book of Record 2007.

Fanny Febyanti

Menko Polhukam: Pernak-pernik Bintang Kejora Juga Separatisme

Ramdhan Muhaimin – detikNews

Jakarta – Simbol Bintang Kejora tidak sebatas dalam bentuk bendera. Temuan Komisi I DPR memperlihatkan adanya simbol atau logo Bintang Kejora dalam bentuk pernak-pernik kerajinan tangan. Menko Polhukam Widodo AS menegaskan pernak-pernik merupakan upaya separatisme yang melanggar UU.

“Dalam PP 77 tahun 2007 tentang penggunaan lambang dan simbol-simbol daerah ada larangan-larangan tentang penggunaan simbol-simbol yang bersifat separatis dalam apa pun bentuknya,” ujar Widodo dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/3/2008).

Pernyataan Widodo menanggapi pertanyaan Komisi I yang mempertanyakan masih dijumpai lambang Bintang Kejora dalam bentuk selain bendera yakni pernak-pernik, apakah itu termasuk kategori upaya separatisme atau bukan.

Widodo menegaskan, masyarakat yang membuat dan menjual kerajinan tangan seperti pernak-pernik Bintang Kejora akan diambil tindakan persuasif.

“Kalau ada masyarakat yang membuat pernak-pernik seperti itu, kita akan langsung berdialog. Kalau perlu diganti modal mereka supaya tidak menjual,” jelas Widodo.
(nik/nrl)

Oh Kava, Mi Ded Long You!

Oh Kava, Mi Ded Long You!
Open Letters from the Koteka Children: Edition XIIIa
To Hon. Her Excellency: ni-Vanuatu

Sem Karoba, et.al.

@nti-copyrights w@tchPAPUA
January 2005 – March 2008
[Please feel free to make copies & distribute, as widely as possible across Melanesian Archipelago]
=================

The Koteka Tribal Assembly (Demmak)
Messenger for the International Community
P.O. Box NONE, Port Numbay, West Papua,
Email: koteka@melanesianews.org
Homepage: http://demmak.melanesianews.org/
Port Numbay, 18 December 2004

To My Dear Kava
c/o Lou Ko Tai Nakamal
The Black Man Town,
the Island of Tanna,
The Republic of Vanuatu, MELANESIA
Subject: Kava! Mi Ded Long Yu!

Dear Darling,

Since we met at the first time at Crossroads Kava Bar in Blacksands that evening, you totally and drastically changed my life. The changes are indescribable as they are beyond imagination of any kinds and above any words I have in my memory and my knowledge to describ…

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny