Orang Jepang Heran, Papua Bagian Indonesia

JAKARTA-Selain Bali, banyak warga Jepang yang tidak tahu bahwa beberapa pulau terkenal di Nusantara adalah bagian dari Indonesia. Hal itu terungkap pada pameran foto bertema Indonesia Latest 10 Years dalam Indonesia-Japan Photo Exhibition (IJPE) 2008 yang kini diadakan di Tokyo.

Pameran yang diikuti 44 fotografer Indonesia, baik amatir maupun profesional, tersebut menampilkan 100 karya foto yang menggambarkan keindahan alam, keanekaragaman budaya, potret manusia, serta peristiwa aktual yang terjadi di tanah air dalam satu dasawarsa terakhir.

Pameran yang dihelat di Galeri JCII (Japan Camera Industry Institute) Club 25, Tokyo, tersebut menyuguhkan foto-foto secara riil tanpa ada manipulasi digital dari seluruh Indonesia. Acara tersebut berlangsung dua minggu, sejak 29 April sampai besok (11/5).

Banyak warga Jepang pengunjung pameran yang tak percaya bahwa keadaan dalam foto-foto itu adalah gambaran alam Indonesia. Mereka terkesima melihat gambaran pemandangan di Pananjakan, kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, serta berbagai tampilan kehidupan masyarakat di Kalimantan.

”Selama ini, masyarakat Jepang lebih mengenal Bali sebagai daerah tujuan pariwisata daripada Indonesia secara keseluruhan. Padahal, faktanya, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya keanekaragaman budaya,” kata Takanobu Mori, salah seorang koordinator IJPE.

Menariknya, ada beberapa pengunjung yang heran pada luasnya wilayah Indonesia. ”Saya heran, mengapa Papua ada di sini. Saya baru tahu bahwa ternyata Papua adalah bagian dari Indonesia’ atau seperti ‘Oh… ternyata sebagian besar Borneo (Kalimantan) adalah Indonesia. Sejak dulu saya selalu mengira itu Malaysia,” ungkap Takanobu mengutip kesan pengunjung.

Pameran foto yang dikuratori Arbain Rambey (Kompas), Oscar Motulloh (Antara), dan Yuyung Abdi (Jawa Pos) tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang turut memarakkan peringatan 50 tahun hubungan Indonesia-Jepang atau Golden Year of Friendship Indonesia-Japan 2008.

Setelah even di Tokyo itu, IJPE 2008 akan melakukan road show di Indonesia yang dimulai di Jogjakarta, yakni Griya KR (Kedaulatan Rakyat) pada 18-25 Agustus 2008. Pada even tersebut, IJPE 2008 juga akan menampilkan karya foto para fotografer Jepang. (yy/el)

Demo Papua Merdeka di London, Sensasi Politik

JAYAPURA (Papua Pos) – Aksi demonstrasi damai yang digelar beberapa orang yang menamakan diri “Free West Papua” di depan gedung KBRI London pada 1 Mei lalu dipimpin Benny Wenda hanya untuk menarik perhatian para wisatawan setempat agar kaum wisatawan tidak perlu lagi melakukan perjalanan wisata ke Papua untuk melihat dari dekat orang asli Papua berpakaian tradisional.

Hal itu disampaikan salah seorang mantan pejuang politik Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sudah secara resmi kembali ke pangkuan ibu pertiwi Indonesia, Nicholas Messed di Jayapura melalui telepon selular, Jumat kemarin.
“Aksi demonstrasi di depan gedung KBRI London dengan pameran utama Benny Wenda yang mengenakan pakaian tradisional orang asli Papua itu merupakan sebuah atraksi seni, sehingga tidak perlu ditanggapi secara politis, tetapi dipandang dari sisi seni berbusana tradisional. Jika pendemonya meneriakkan kemerdekaan Papua, maka hal itu tidak perlu digubris,” tuturnya.
Messed yang pernah menjadi warga negara Swedia itu meminta Benny Wenda sebaiknya tidak perlu mencari sensai politik di luar negeri, tetapi kembali saja ke Papua, tanah kelahirannya sendiri untuk bersama-sama dengan saudara-saudaranya di sini membangun Papua menuju Papua Baru yang lebih adil, damai dan sejahtera.
Dia mengingatkan Benny Wenda agar menyadari dirinya yang saat ini sedang dimanfaatkan oleh LSM tertentu untuk kepentingan LSM itu sendiri yang ujung-ujungnya adalah menarik simpatik guna mendatangkan uang sebanyak-banyaknya demi suksesnya agenda politik LSM tersebut.
“Patut dicatat bahwa apa yang dilakukan Benny Wenda di depan gedung KBRI pada 1 Mei itu tidak sedikitpun mempengaruhi sikap resmi Pemerintah Inggris tehadap keberadaan Papua di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Inggris telah secara resmi dan konsisten mengakui Papua sebagai bagian integral dari NKRI,” tegasnya.
Dikemukakan lagi, apa yang dilakukan Benny Wenda bersama rekan-rekannya itu hanyalah membuang waktu dan energi. Jauh lebih baik dia kembali ke Papua untuk membangun tanah Papua ini. “Saya sudah punya pengalaman puluhan tahun berjuang di luar negeri untuk kemerdekaan Papua namun semua perjuangan itu sia-sia belaka, malahan menyengsarakan diri sendiri dan merugikan sesama masyarakat di tanah Papua,” katanya.
Kesadaran yang mendalam akan kesia-siaan memperjuangkan kemerdekaan Papua itulah maka pada akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi Indonesia khususnya pulang ke provinsi tertimur dari kepulauan Nusantara ini yaitu tanah Papua yang indah, permai, subur serta kaya akan potensi laut, hutan dan potensi tambang di perut bumi Cenderawasih ini.
“Baik atau tidak baik, tanahku Papua lebih baik. Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baiklah di negeri sendiri,” katanya dengan nada puitis.
Messed mengatakan, ketika berunjuk rasa damai di depan gedung KBRI London itu, Benny Wenda mengenakan topi tradisional khas Papua dengan wajah yang dicoreng warna putih bagaikan seorang kepala suku di tanah Papua.
“Apa yang dilakukannya sangat menarik karena atraksi itu merupakan tampilan seni tradisional Papua yang menarik perhatian kaum wisatawan di Inggris. Baiklah aksi itu dipandang sebagai sebuah atraksi seni tradisional yang patut dilestarikan seperti halnya pemerintah dan masyarakat Papua di tanah Papua ini sedang melestarikan berbagai potensi seni dan budaya asli Papua,” katanya.
Sebuah tontonan gratis di bidang seni tradisional Papua sudah diperlihatkan Benny Wenda dan rekan-rekannya. Itu saja yang dipahami ketimbang mendiskusikan hal itu dari sudut pandang politik yang hanya membuang waktu dan energi saja.
Demo damai yang dilakukan anggota Gerakan Papua Merdeka sudah sering dilakukan dan hal itu lumrah di sebuah negara yakni Inggris yang menjunjung hak asasi manusia dan demokrasi.** (sumber: papuapos.com)

WPNews Group Online Services Menuju Melanesia

Aktivis dan kelompok pendukung Papua Merdeka yang kami hormati,

Atas dukungan penuh dari Masyarakat Adat Papua (bukan Dewan Adat Papua), dengan ini diumumkan kepada publik bahwa pelayanan WPNews Group sebagai sebuah layanan Online dalam bentuk media propaganda perjuangan (gerakan dan kampanye) Papua Merdeka sedang memasuki tahap lanjutan, dengan melakukan sejumlah perubahan: Continue reading “WPNews Group Online Services Menuju Melanesia”

Hari ini Akan Mogok Dengan Kekuatan Penuh

Kemarin, Aktivitas Bandara Kaisepo Normal

BIAK-Sesuai agenda mogok kerja yang telah disepakati karyawan PT Angkasa Pura I wilayah Timur Indonesia, sejumlah karyawan di Badar Udara Kaisepo masih tetap memilih tidak melakukan aktivitas.

Meski begitu, seperti pada sehari sebelumnya aktivitas itu tetap berjalan lancar karena sebagian besarnya diambil alih dari pihak managemen dan aparat keamanan.

Pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, sejumlah karyawan memilih berkumpul di posko pengaduan yang juga adalah Sekretariat DPC Serikat Pekerja (SP) Angkasa Pura I Biak. Aksi mogok yang kedua ini, berlangsung dari jam 06.00 – 18.00 WIT. Malam ini (tadi malam), sebanyak 122 karyawan PT Angkasa Pura I Biak berekumpul di posko mereka dalam mempersiapkan aksi mogok hari ketiga, Jumat (9/5) hari ini. Rencananya, mereka akan menggunakan kekuatan penuh dalam aksi mogok hari yang ketiga ini.

“Nanti malam (tadi malam) kami akan berkumpul hingga jam 24.00 untuk mempersiapkan aksi mogok hari ketiga. Memang awalnya teman-teman masih ada yang tidak bergabung, namun mereka sudah datang pada kami, dan hari ketiga kami akan mogok dengan kekuatan penuh,” kata Koordinator aksi yang juga adalah Ketua DPC Serikat Pekerja (SP) Angkasa Pura (AS) I Biak, Primus H Rahangiar kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Dikatakan, Primus sesuai kesepakatan karyawan PT Angkasa Pura di wilayah Timur Indonesia, aksi tetap berlangsung sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Rencananya akasi mogok hari ketiga itu akan berlangsung selama 24 jam penuh.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa kasi mogok kerja itu tak hanya berlangsung di Badar Udara Kaisepo, namun hal yang sama juga dilakukan karyawan PT Angkasa Pura I di Badar Udara Hasanuddin Makasar, Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara Adisutjipto Jogjakarta.

Mogok karyawan PT Angkasa Pura I terkait kesejahteraan karyawan jadi penyebabnya. Kesejahteraan dan hak-hak karyawan itu sendiri sudah diperjuangkan sejak tahun 2004 yakni gaji pokok, tunjangan hari tua, dan kesehatan pensiun, mental.(ito)

Pemerintah AS Pertanyakan Implementasi Otsus

Lakukan Pertemuan Tertutup Dengan DPRP
JAYAPURA- Bagaimana implementasi Undang Undang 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Papua, rupanya kerap menjadi perhatian Amerika Serikat. Tak heran jika negara adidaya tersebut selalu mengirimkan utusan ke Papua untuk menanyakan bagaimana dan sejauh mana implementasi Otsus di Papua.
Hal itu juga yang kemarin menjadi focus pembicaraan antara Ketua DPR Papua Drs John Ibo, MM ketika bertemu dengan Counselor for Politic Affair Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Joseph L. Novak di ruang tamu VIP Gedung DPRP. “Jadi bagaimana gaung dan implementasi Otsus yang tadi kami bicarakan dengan counselor itu,” kata John Ibo kepada Cenderawsih Pos usai pertemuan.
Dikatakan, dalam pertemuan tertutup itu Counselor Amerika itu menanyakan banyak hal seputar gaung Otsus Papua, khususnya bagaimana undang – undang yang menjadi solusi bagi orang Papua
benar – benar dapat membawa masyarakat Papua pada kehidupan yang lebih sejahterah.
Sejauh ini kata John Ibo, Otsus belum mampu membawa perubahan yang positif bagi tercapainya kesejahteraan pada masyarakat Papua, bahkan program Gubernur yang membagi-bagikan dana sebesar Rp 100 juta kepada masyarakat Papua di setiap kampung tidak membawa perubahan yang positif bagi kemajuan rakyat Papua. Sebaliknya dana 100 juta itu hanya membawa masalah dan konflik bagi masyarakat.
Continue reading “Pemerintah AS Pertanyakan Implementasi Otsus”

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny