Pemimpin Thailand Akan Hadiri KTT Forum Pengembangan Negara Pasifik

Jakarta, Jubi – Perdana Menteri Thailand akan mengunjungi Fiji pada September 2015 dimana ia akan menjadi tamu utama pada Konferensi tingkat tinggi Forum Pengembangan Negara-negara Pasifik (Pacific Islands Development Forum/PIDF).

Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, menegaskan tentang rencana kunjungan Jenderal Prayut Chan-o-cha tersebut pada sebuah sidang Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik, di Bangkok, pekan lalu, sebagaimana dikutip Radio New Zealand, Senin (1/6/2015).

Pemimpin Fiji juga mengundang Jenderal Prayut untuk membuka misi diplomatik di ibuukota Suva.

Laporan RNZ juga menyebutkan, Perdana Menteri Thailand akan bergabung dalam sebuah daftar yang sedang bertumbuh diantara pemimpin Asia yang telah mengunjungi Fiji sejak tahun lalu.

Kemudian, pada November 2014, Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengunjungi Fiji, diikuti oleh Presiden Cina, Xi Jinping.

Sebelum itu, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengunjungi Fiji pada Agustus 2014 ketika ia diundang menjadi tamu utama dalam KTT PIDF yang diselenggarakan di provinsi Nadi, Fiji. (Yuliana Lantipo)

UN Elects Ambassador Thomson For Top General Assembly Post

Fijisun.fj, 👤 by Department of Information, SUVA

A first for Fiji and the Pacific, Ambassador Peter Thomson has been elected as the United Nations General Assembly president of its 71th session beginning in September.

Current assembly President Mogens Lykketoft announced the winner of the secret-ballot election.

Ambassador Thomson was one of two nominees for the post along with Cyprus’ Permanent Secretary of the Ministry of Foreign Affairs Andreas Mavroyiannis.

He won in a close 94 to 90 vote.

The UNGA presidency rotates annually between five geographic areas and this year it’s the turn for an Asian-Pacific representative to head Assembly meetings, of which both Cyprus and Fiji are members.

Ambassador Thomson’s candidacy was put forward by Fiji and eleven other Pacific Small Island Developing States at the United Nations.

After the election Ambassador Thomson congratulated Mr Mavroyiannis for the honourable manner in which the contest had been contested. He expressed his deep appreciation to those who had given their support in today’s ballot and thanked the Government of Fiji and the Pacific Small Island Developing States for putting his name forward for the Presidency.

He gave special words of thanks to the hundreds of Fijians serving in the blue helmets and blue berets of UN peacekeeping in the world’s trouble-spots.

Ambassador Thomson is the first national of a Pacific Island Country to be elected to the Presidency in the history of the United Nations.

In his address to the General Assembly after the elections, Ambassador Thomson said he would be bringing to the General Assembly’s 71st Session the international issues of importance to developing countries and the General Assembly as a whole, with special attention on the implementation of the 2030 Sustainable Development Agenda, along with necessary action on Climate Change and Ocean issues.

He said that by the end of the 71st Session, the General Assembly must be able to show real progress on all seventeen Sustainable Development Goals.

As President-elect for the 71st Session, Ambassador Thomson pledged to serve the General Assembly, “in a spirit of fidelity and commitment to the common good, always in accord with the purposes and principles of the Charter of the United Nations.”

Congratulatory messages were tweeted to Mr Thomson, including New Zealand’s Helen Clark UN who is a candidate for the UN Secretary General post.

Dubes Fiji Terpilih Jadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB

Penulis: Eben E. Siadari 15:00 WIB | Selasa, 14 Juni 2016

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM – Duta Besar Fiji untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terpilih menjadi Presiden Majelis Umum PBB, posisi yang telah menjadi fokus skandal korupsi di Amerika Serikat. Duta Besar Peter Thomson dari Fiji memenangi pemilihan suara secara tipis atas Andreas Mavroyiannis dari Siprus dengan perbandingan 94 melawan 90. Kendati posisi ini bersifat seremonial, ia memiliki profil tingkat tinggi dan fungsi proseduralnya juga penting.

Sangat jarang dilakukan pemilihan terhadap posisi ini. Biasanya konsensuslah yang terjadi, mengajukan calon tunggal tanpa pemungutan suara.

Thomson akan memulai tugasnya pada bulan September 2016, sebagai Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-71.

Berbicara kepada wartawan setelah pemilihan, Thomson berjanji akan terus mendorong kantor presiden majelis umum PBB lebih transparan  setelah pendahulunya yang menjabat pada rentang 2013-2014 dituduh oleh otoritas AS mengambil $ 1,3 juta suap dari pengusaha Tiongkok.

Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters, Thomson akan mengawasi proses mencari sekjen PBB yang baru untuk menggantikan Ban Ki-moon dari Korea Selatan, yang akan menyelesaikan masa jabatan lima tahun kedua pada akhir 2016.

Mogens Lykketoft dari Denmark, yang digantikan Thomson, telah berusaha untuk membuat proses pemilihan pemimpin PBB lebih transparan dengan menyelenggarakan pertemuan dengan calon-calon.

Sekjen PBB dicalonkan oleh Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara dan dikonfirmasi oleh Majelis Umum. Ini secara tradisional telah menjadi proses rahasia dengan beberapa peluang bagi negara-negara di luar Dewan Keamanan untuk mendapatkan banyak informasi tentang kandidat.

“Saya akan meneruskan warisan dia. Kami mendapat pukulan mengerikan dengan apa yang terjadi dengan itu PGA masa lalu,” kata Thomson, mengacu pada mantan Presiden Majelis Umum John Ashe.

Bagi Indonesia, terpilihnya Dubes Fiji merupakan sebuah keuntungan, mengingat negara ini merupakan sahabat dekat Indonesia di kawasan Pasifik. Fiji merupakan salah satu negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) yang mendukung Indonesia dalam menghadapi  gerakan yang menghendaki penentuan nasib sendiri bagi Papua, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). ULMWP saat ini tengah berjuang untuk membawa masalah Papua ke PBB.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia telah menyampaikan komitmennya dalam mendukung presidensi Duta Besar Thomson di Majelis Umum PBB.

Berita gembira terpilihnya Dubes Fiji menjadi presiden Sidang Umum PBB juga diikuti oleh apresiasi lain kepada Indonesia, dengan terpilihnya tiga diplomat secara aklamasi sebagai Ketua dan Wakil Ketua sejumlah Komite Utama Majelis Umum PBB.

Pada pertemuan pleno Majelis Umum (MU) PBB tanggal 13 Juni 2016, Duta Besar Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, terpilih sebagai Ketua Komite II Majelis Umum PBB (Komite Ekonomi dan Keuangan) untuk Sidang Majelis Umum PBB ke-71, periode September 2016 hingga September 2017. Berbagai agenda penting internasional menjadi perhatian pembahasan Komite II, khususnya tindak lanjut dan pelaksanaan dari Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, sebagaimana disepakati pada Sidang Majelis Umum ke-70.

“Sebagaimana telah disampaikan oleh berbagai wakil negara sahabat, terpilihnya Dut Besar Dian Triansyah Djani sebagai Ketua Komite II MU PBB merupakan wujud pengakuan dunia internasional atas keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia di tengah kondisi ekonomi global yang sedang melemah. Keketuaan Indonesia dalam Komite II merupakan posisi yang sangat strategis, mengingat bahwa capaian yang akan dihasilkan oleh negara-negara PBB di Komite II akan sangat menentukan arah kebijakan internasional terkait isu-isu krusial yang menyangkut kepentingan nasional Indonesia, termasuk isu pengentasan kemiskinan dan perubahan iklim,” ujar Anindityo Adi Primasto, Sekretaris Kedua (Politik)/Pejabat Humas, Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB.

Dua diplomat Indonesia lainnya, yaitu Kamapradipta Isnomo (Minister Counsellor) dan Masni Eriza (Minister Counsellor) juga secara aklamasi terpilih masing-masing sebagai Wakil Ketua Komite I (Komite Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata) dan Wakil Ketua Komite III (Komite Sosial dan Kemanusiaan) PBB. Dengan terpilihnya ketiga diplomat Indonesia tersebut, Indonesia menjadi negara dengan jumlah perwakilan terbanyak pada biro Komite-komite utama PBB.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari pelaksanaan diplomasi ‘tegas, berintegritas dan bersahabat’ yang dijalankan oleh seluruh jajaran diplomat RI di PBB, yang memunculkan rasa kepercayaan negara-negara lain terhadap kepemimpinan Indonesia”, lanjut Anindityo.

Majelis Umum PBB memiliki enam komite utama, yang terdiri dari Komite I (Komite Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata), Komite II (Komite Ekonomi dan Keuangan), Komite III (Komite Sosial dan Kemanusiaan), Komite IV (Komite Politik Khusus dan Dekolonisasi), Komite V (Komite Administrasi dan Anggaran), dan Komite VI (Komite Hukum). Dalam tiap-tiap Komite, negara-negara membahas segenap isu-isu internasional yang terkait, dalam rangka mencapai keputusan/resolusi bersama sehubungan dengan penanganan dari isu-isu dimaksud.

Editor : Eben E. Siadari

Rakyat Fiji Launching Gerakan Solidaritas Untuk Papua Barat

Fiji - West Papua
Warga Fiji Berjalan Menuju Taman Sukuna Menghadiri Peluncuran Gerakan Solidaritas Untuk West Papua (Ist)

Jakarta, Jubi – Harian Fiji Times menulis pentas sandiwara, pembacaan puisi dan lagu-lagu yang dinyanyikan menandai hari keadian social dunia di Taman Sukuna, Suva, Ibu Kota Fiji Jumat (20/2) menandai dukungan rakyat Fiji terhadap hak penentuan nasib sendiri dan kebebasan saudara dan saudari Melanesia yang ada Papua yang sedang memperjuangkan kemerdekaan dari Pendudukan Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peluncuran Gerakan Solidaritas untuk Papua Barat.

Sebagaimana laporan jurnalis Fiji Times, lebih dari 300 orang yang ada sekitar pasar, warga gereja Metodis Fiji dan presiden gereja metodist Rotuma Pdt. Tevita Nawadra hadir meluncurkan Gerakan Solidaritas untuk Papua Barat ini. Gerejakan ini menjadi dukungan penting dari Fiji.

Ketua Dewan Gereja-Gereja Fiji Manumalo Tuinanumea yang menghadiri peluncuran gerakan solidaritas itu mengatakan harapan dan doa bahwa Bintang Kejora akan terbit, bahwa kemerdekaan untuk West Papua tercapai dengan damai dan aplikasi untuk keanggoataan penuh dari MSG dapat diberikan.

Bee Serevi, putri musisi legendaris Fiji, Seru Serevi yang diwawancara melalui pesan singkat jejaring media social mengatakan sebagai besar mahasiswa asal Fiji di Universitas Pacific Selatan (USP) dan sebagian dari Mahasiswa Universitas Nasional Fiji (FNU) menghadiri acara itu.
“Ya mereka hadir. Mayoritas mahasiswa USP,” kata wanita yang sedang menempuh studi di USP ini.

Kata Putri pertama Seru Serevi yang merilis lagu “Biarkan Bintang Fajar Berkibar” ini, seluruh keluarganya ada bersama perjuangan rakyat Papua Barat.

“Kami menerima cerita penindasan terhadap warga Papua Barat dan penyalahgunaan kekuasaan menyebar cepat melalui media sosial,” katanya kepada Jubi, Jumat (20/2) sore. (Mawel Benny)

Source: Diposkan oleh : Benny Mawel on February 24, 2015 at 11:48:50 WP

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny