Gempar Papua Palang Kampus UncenJAYAPURA – Lagi, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (Gempar) Papua lakukan pemalangan baik terhadap pintu gerbang Kampus Uncen Atas dan Kampus Uncen Bawah guna mendesak pihak Uncen maupun aparat kepolisian seegara membebaskan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Uncen yang juga Ketua Umum Gempar Papua Yason Ngelia.
Aksi pemalangan itu juga dirangkai dengan aksi mimbar bebas di depan pintu gerbang Kampus Uncen Atas, Rabu (11/12) kemarin pagi sekira pukul 08.00 WIT, sehingga membuat aktivitas perkuliahan tidak berjalan normal.
Puluhan mahasiswa dari Gempar Papua yang dikoordinir sejumlah aktivis diantaranya Alfa Rohrohmana dan Philipus Robaha tiba tepat Pukul 08.00 WIT langsung melakukan pemalangan dan juga membentang sejumlah pamphlet dan spanduk bergambar foto Ketua BEM FISIP Uncen Yason Ngelia.
Diantaranya pamflet yang bertuliskan segera bebaskan Yason Ngelia, ruang demokrasi bagi mahasiswa Papua dibungkam aparat kepolisian yang disertai dengan aksi penangkapan sejumlah aktivis.
Aktivis Gempar Papua Philipus Robaha mengatakan, bahwa pihaknya menduga penangkapan terhadap Yason Ngelia dipolitisir oleh aparat kepolisian, karena dia dituding telah melakukan pemukulan terhadap Wakil BEM FISIP Uncen Stenly Salamahu. Walaupun korban Stenly sudah mencabut laporan pengaduannya untuk menangkap Yason tersebut namun pihak kepolisian masih saja menahannya.
“Kami menduga penangkapan terhadap Yason Ngelia itu dipolitisir oleh aparat kepolisian. Dimana, dia (Yason) dituding telah melakukan pemukulan terhadap salah seorang mahasiswa Uncen yang juga merupakan Wakil Ketua BEM FISIP Uncen Stenly Salamahu. Kenapa pihak kepolisian masih menahan Yason padahal korban sudah mencabut laporan pengaduan kasus penganiayaan guna menangkap Yason,”
jelasnya.
Philipus menegaskan bahwa penangkapan terhadap Yason Ngelia sangat jelas dipolitisir oleh pihak kepolisian. Maka itu, dia bersama sejumlah rekan-rekan aktivis Gempar Papua yang lain mendesak agar Yason dibebaskan secepatnya dan tanpa syarat.
“Jadi, kami nilai penangkapan terhadap Yason sangat dipolitisir oleh aparat kepolisian. Oleh sebab itu, kami minta dengan tegas kepada pihak kepolisian untuk segera membebaskan Yason tanpa sayarat. Dikarenakan, dari pihak korban (Stenly) telah mencabut laporannya di Polisi untuk menangkap Yason. Ia (Yason) tidak bersalah,”
tegas Philipus.
Gempar menilai penangkapan terhadap Ketua BEM FISIP Uncen yang juga Ketua Umum Gempar Papua Yason Ngelia saat melakukan aksi demo damai menolak Otsus Plus di Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) beberapa waktu lalu itu sama halnya mengadopsi cara-cara yang sudah tidah etis dan berlaku lagi di era reformasi saat ini.
Sebab, penangkapan tersebut dinilai sangat tidak beralasan sekali karena massa pendemo dalam hal ini Gempar Papua melakukan aksi demo secara damai, sementara pada saat aksi demo berlangsung tidak melakukan tindakan anarkis yang mencelakakan ataupun merugikan orang lain.
Ketika Bintang Papua menemui sejumlah mahasiswa di Kampus Uncen Bawah sangat menyesalkan aksi pemalangan dan pengusiran secara paksa dari dalam ruangan saat mereka menggelar ujian akhir semester yang dilakukan oleh sejumlah oknum mahasiswa sambil membawa kayu balok.
Dengan adanya aksi itu, sehingga membuat ratusan mahasiswa lari berhamburan ke luar ruangan dan aktivitas perkuliahan menjadi tersendat serta membuat kemacetan panjang di depan Kampus Uncen Bawah.
Berdasarkan pantauan Bintang Papua sekitar pukul 09.30 WIT Kapolsekta Abepura Kompol Decky Hursepunny didampingi Wakapolsekta Abepura Iptu Frits Orlando Siagian tiba dilokasi pemalangan di Kampus Uncen Atas.
Sementara itu, Pembantu Rektor (PR) 3 Drs. Fredrick Sokoy, M.Si., yang datang sekira pukul 10.00 WIT untuk menemui puluhan mahasiswa yang melakukan aksi mimbar bebas dan juga pemalangan guna melakukan negosiasi terhadap sejumlah aktivis Gempar Papua agar dapat membuka pintu gerbang kampus yang dipalang tersebut.
Sehingga tepat pukul 10.15 WIT, Kapolsekta Abepura Kompol Decky Hursepunny didampingi Wakapolsekta Abepura Iptu Frits Orlando Siagian bersama PR.3 Uncen Drs. Fredrick Sokoy, M.Si., berhasil membuka pintu gerbang kampus yang dipalang oleh puluhan mahasiswa tersebut.
Berdasarkan pantauan Bintang Papua tepat pukul 15.00 WIT puluhan mahasiswa Gempar Papua dengan sendirinya membubarkan diri di depan pintu gerbang kampus Uncen tersebut.
Sekedar diketahui bahwa Ketua BEM FISIP Uncen yang juga Ketua Umum Gempar Papua Yason Ngelia ditangkap kepolisian ketika melakukan aksi penolakan terhadap Otonomi Khusus (Otsus) Plus saat hendak menggelar aksi demo damai di depan Kantor MRP, Kotaraja, pada Kamis (07/11/13) lalu. Dan, Ysaon ditangkap bersama 15 aktivis Gempar Papua lainnya. (Mir/don/l03)
Kamis, 12 Desember 2013 08:25, BinPa