Pelipis Anggota Polisi Papua Terkena Panah OPM

Jayapura (ANTARA News) – Seorang anggota polisi Polres Sarmi, Papua, Brigadir Satu Sukarno terkena anak panah di bagian pelipis, ketika sedang melakukan patroli di dekat lapangan terbang Perintis, Kampung Kapeso, Selasa.

Lapangan terbang Perintis Kampung Mamberamo, Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, kini masih dikuasai oleh sekelompok orang bersenjata.

PLH Humas Kepolisian Daerah Papua AKBP Nurhabri, di Jayapura, mengatakan Sukarno diserang ketika sedang bergerak bersama tim di kanal Sawandi Kampung Bagusa Sungai Mamberamo yang berdekatan dengan Kampung Kapeso, Senin 25 Mei 2009 pukul 20.00 WIT.

“Setelah dilakukan pemeriksaaan ternyata anak panah itu menancap sedalam sekitar 15 sentimeter ke dalam kepala Sukarno,” katanya.

Ia menduga pelakunya adalah anggota kelompok bersenjata yang sekarang ini masih berada di lapangan terbang Perintis, Kapeso.

Anggota polisi yang terkena panah sekarang ini sedang dievakuasi dari lokasi menuju Jayapura. “Proses evakuasi agak lambat dikarenakan medan yang dilalui tim penyelamat sangat sulit,” ujarnya

Nurhabri mengatakan patroli polisi di sekitar Desa Kapeso dilakukan atas permintaan masyarakat yang selama ini merasa terganggu oleh aksi kelompok bersenjata itu.

Kelompok bersenjata juga mengintimidasi warga kampung, agar tidak meninggalkan kampung hingga batas waktu yang tidak ditentukan.(*)

COPYRIGHT

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny