Seruan Mogok Nasional, Sikapi Rencana Kedatangan Obama

JAYAPURA—Menyikapi rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack  Obama ke Indonesia  antara tanggal 9-10 November 2010 mendatang, maka komponen komponen  bangsa Papua yang tergabung dalam Solidaritas Nasional Bangsa Papua Untuk Obama (SONABPO) menyerukan mogok  kerja selama empat hari dan bergabung dalam aksi perkabungan nasional  Bangsa Papua Barat yang  akan dilakukan serentak  diseluruh Indonesia maupun manca negara mulai dari tanggal 8-11 November 2010.

Demikian siaran pers yang disampaikan Solidaritas Nasional Bangsa Papua Untuk Obama (SONABPO) disela sela acara Seminar dan Peluncuran Buku  International  Parliamentarian for West Papua (IPWP) dan Peradilan Makar  di STT GKI I.S Kijne, Padang Bulan, Jayapura, Senin (1/11) kemarin.

Dikatakan, jika orang Papua dan simpatisan merasa bahwa Bangsa Papua Barat berada dalam penindasan,  maka  diharapkan semua  orang Papua dan simpatisan  mengambil waktu  4 hari  untuk berhenti dari rutinitas  perkantoran, perkuliahan, dan lain lain (mogok kerja selama empat hari dan bergabung dalam aksi perkabungan nasional  Bangsa Papua Barat yang  akan dilakukan serentak  diseluruh Indonesia maupun manca negara.

Pertama, kepada orang Papua dan simpatisan yang ada di Tanah Air Papua serta yang diluar Tanah Papua serta  di manca negara mari kita mengadakan aksi perkabungan nasional  Bangsa Papua Barat selama empat  hari mulai dari tanggal 8-11 November 2010.

Kedua, bentuk aksinya berupa: pawai perkabungan, mimbar bebas, siaran pers, seminar, diskusi, long march, demonstrasi besar besaran di kantor  kantor legislatif, eksekutif, lembaga negara dan kedutaan kedutaan besar setempat. Khusus untuk Jayapura aksi perkabungan nasional akan dipusatkan di kantor DPRP.

Ketiga, antara tanggal 8 -11 November  2010  orang Papua dan simpatisan yang ada dimana saja berada selalu memakai pakaian hitam, atau mengikat pita hitam di kepala, atau di tangan, atau di kaki sebagai simbol  Perkabungan Nasional Bangsa Papua Barat.

Keempat, wadah taktis Solidaritas Nasional Bangsa Papua Untuk Obama  segera juga dibentuk di daerah daerah, kota kota studi di seluruh Indonesia maupun di manca negara untuk  menyikapi kedatangan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack  Obama ke Indonesia antara tanggal 9-10 November 2010.

Ziarah  hidup  Bangsa Papua Barat sangat menyedihkan. Kedaulatan bangsa Papua dicaplok dibawah bayang bayang  Amerika Serikat. Hak hak dasar  Bangsa  Pribumi Papua diinjak injak. Penghancuran budaya dilakukan dengan sistimatis dan terencana. Tanahnya dikuasai, kekayaan alamnya dikuras. Hutan sebagai tempat  mata pencaharian penduduk setempat digusur, ketidakadilan  makin menjamur disegala dimensi kehidupan rakyat Pribumi Papua. Demi mengambil emas Papua.

Dikala aspirasi politik Papua Merdeka mengkristal, Otsus Si Naga Besar Jakarta dikirim ke Papua untuk meredam aspirasi politik  Papua. Otsus Naga Tua itu telah dan sedang menghancurkan sendi sendi hidup orang Papua. Karena  itu oramg Papua telah mengembalikan Otsus kepasa pemiliknya Jakarta dan kroni kroninya.

Srigala beraksi  menyerbu anak negeri. Kabut kegelapanpun  menembusi disegala dimensi  hidup anak negeri Papua.Tak ada yang  lebih berarti dalam hidup  ini hanyalah duka nestapa yang menggiring  perjalanan hidup anak negeri Papua  selama mengembara dibawah kengkangan NKRI. Serangan politik baik terang terangan maupun terselubung dilancarkan untuk membungkam aspirasi politik Papua merdeka,  rudal rudal diluncurkan menghancurkan posko posko pertahanan dan perjuangan anak negeri disertai dengan  menteror, menangkap, menahan, memenjara, membantai, mengintimidasi, mengintai setiap anak  negeri Papua, lebih khusus dialami oleh barisan terdepan dalam revolusi total.

Tahun tahun telah berlalu. Ziarah hidup  Bangsa Papua Barat bagai  Bangsa Israel  yang mengembara di  Padang Gurun selama 40 tahun. Terhitung sejak penganeksasian Bangsa Papua kedalam NKRI tertanggal 19 November 1969 (Pembahasan  terakhir hasil PEPERA dalam Sidang Umum PBB yang ke-24) sampai dengan tanggal 19 November 2010  Bangsa Papua sudah 40 tahun. Selama ini kita  mengembara dibawah kekuasaan tangan besi. Darah air mata tercucur penuhi persada Papua. (mdc/cr-15)

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny