
Seminar dan Peluncuran Buku International Parliamentarian for West Papua (IPWP) dan Peradilan Makar di STT GKI I.S Kijne, Padang Bulan, Jayapura, Senin (1/11) kemarin.Jayapura-Buku International Parliamentarian for West Papua (IPWP) dan Peradilan Makar, siang kemarin (01/11) secara resmi diluncurkan. Peluncuran ini diawali pertemuan dan diskusi antara penyusun dan beberapa tokoh yang terkait di dalamnya tepatnya di Aula Utama STT GKI IS.Kieje Abepura.
Seribu exsemplar buku IPWP dan Peradilan Makar, kini sudah mulai disebar luaskan dan dikhususkan untuk khalayak ramai.
30 Exsemplar diantaranya, dibagikan secara cuma-cuma pada undangan yang menghadiri kegiatan peluncuran perdana tersebut.
Salah satu pengarang buku IPWP Dan Peradilan Makar, Markus Martinus Ignasius Oserego Haluk, mengatakan bila didalam isi buku, pengarang menuangkan hasil kajian dan temuan yang terjadi atas aksi kekerasan HAM yang dilakukan oknum-oknum TNI/Polri terhadap warga pribumi.
Menurutnya hanya sebagian kecil saja dari aski kekerasan ini yang sempat tere xspose, dan diketahui khalayak umum.
Padahal jauh di pedalaman kampung-kampung terpencil masih banyak lagi aksi kekerasan TNI/Polri terhadap warga sipil yang tidak dapat terpantau dan ter-exspos secara baik dan benar.
Penuturan itu, diungkapkan Markus kepada wartawan seusai meggelar peluncuran buku perdana yang dikarangnya bersama Sendius Wonda, SH,M.Si.
Ia menuturkan, ketidak adilan begitu nyata terlihat bagi warga pribumi dan ini merupakan potret terkecil dari kejadian-kejadian luar bisa yang dialamai orang Papua atas budaya kekerasan dan ketidak adilan yang diterapkan NKRI.
Ia menambahkan bila buku yang ditulisnya itu lahir dari hasil study kelapangan, dengan sumber data yang bukan sekedar teori dan pikiran orang-orang tertentu saja.” Dalam buku ini tertuang semua data dari hasil study lapangan, semua apa yang kami lihat, dengar dan kami rasakan itulah yang kami rangkum dalam buku ini,kami hanya ingin masyarakat sadar bila cara kekerasan dan ketidak adilan dari berbagai aksi kekerasan tidak memberikan proses pendidikan yang baik bagi masyarakat papua,” ungkapnya.
Sebagai penulis, Markus berharap adanya peluncuran perdana buku IPWP Dan Peradilan Makar dapat membuka mata para penegak hukum dan menyadari bila tindakan makarisasi dan openisasi yang di tduhkan pada orang papua tidak menyelesaikan masalah, namun itu merupakan satu alasan untuk membungkam aspirasi orang Papua.(cr- 15)
Leave a comment