Jayapura- Tak mudah mengungkap pelaku penembakan misterius di Nafri. Terbukti hingga tiga hari pasca penembakan yang menewaskan satu orang dan melukai 4 warga lainnya, siapa pelakunya belum belum juga tertengkap.Meski demikian, jajaran Kepolisian dari Polresta Jayapura dibantu pihak TNI dari Kodam XVII/Cendrawasih terus melakukan upaya penyisiran dan razia guna mempersempit ruang gerak para pelaku. Sayangnya, hingga hari ketiga ini, Polisi belum menemukan titik terang terkait keberadaan mereka.
Adanya informasi dua warga diamankan yang diduga bagian dari pelaku penembakan, Kapolresta Jayapura AKBP H. Imam Setiawan SiK enggan berkomentar lebih jauh. “Ini masih dalam tahap penyelidikan, kita belum bisa mengatakan mereka ini terlibat atau tidak” ungkap Kapolresta ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/11) kemarin.Diakui, saat ini fokus kepolisian tidak hanya pada upaya pengungkapan kasus penembakan, tapi juga bagaimana menormalkan kembali kehidupan masyarakat yang sempat terganggu.
“Oleh karena itu saya mengajak kepada semua masyarakat, mari bekerja sama bahu membahu untuk menciptakan rasa aman dengan cara rajin memberikan informasi kepada Polisi, baik yang di Pos POL di Yanmo maupun di Polres. Masyarakat jangan apatis, bila menemukan hal hal yang mencurigakan silahkan lapor kepada kami. Tidak perlu takut, kami akan menjamin kerahasiaan dan keamanan yang melapor,” harap Kapolresta.Sementara itu, dalam rangka pengamanan jelang perayaan 1 Desember aparat Kepolisian menyiagakan 700 personil gabungan dari Polresta, Polda Papua dan Satuan Brimob ditambah 100 personil dari Kodam XVII/Cenderawasih.
Dari Razia yang dilakukan di beberapa titik selama dua hari, Polisi menyita 13 senjata tajam seperti kapak, badik, pisau juga panah. Terkait hal ini, Kapolresta menambahkan, pemilik sajam dikenakan UU Darurat no.12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam dan bahan peledak. (ar/don03)
SIlahkan persempit, pulau itu kecil jadi.
LikeLike
SIlahkan persempit, pulau itu kecil jadi.
LikeLike