JAYAPURA – Situasi Kota Jayapura setelah peringatan hari Kemerdekaan Bangsa Papua yang jatuh pada 1 Desember lalu, tetap aman dan kondusif.
“Meski masyarakat umumnya merasa khawatir, namun kepolisian telah memberikan jaminan keamanan sehingga apa yang ditakutkan masyarakat tidak terjadi. Semua ini juga berkat dukungan masyarakat yang bersinergi dengan kepolisian,” ujar Kapolresta Jayapura AKBP Imam Setiawan di Jayapura, Kamis (2/12/2010).
Menurut dia, 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaaan bangsa Papua, cenderung dengan pernyataan sikap bangsa Papua ingin melepas diri dari NKRI. Tetapi, pada 1 Desember kemarin, situasi Kota Jayapura dan sekitarnya tetap aman dan kondusif.
“Ini juga berkat penyataan dari Dewan Adat Papua yang menjamin tidak ada pengibaran Bendera Bintang Kejora pada 1 Desember kemarin,” tandas Kapolresta.
Pantauan okezone di lapangan, sejak Rabu 1 Desember hingga Kamis 2 Desember, situasi kota Jayapura tetap aman terkendali. Meski diisukan akan ada penyerangan 1 Desember oleh sekelompok anggota TPN/OPM. Tetapi aktivitas masyarakat hingga hari ini masih berjalan sebagaimana biasanya.
Sementara itu, kurang lebih 800 personel aparat gabungan dari TNI dan Polri disiagakan di 40 titik yang dianggap rawan. Di antaranya wilayah perbatasan antara Republik Indonesia dengan Negara Papua Nugini, wilayah Tanah Hitam, serta Expo Waena.
(teb)