JAYAPURA – Satu warga sipil di Kota Jayapura, Papua, sekira pukul 12.30 WIT tewas tertembak saat aparat gabungan TNI dan Polri melakukan penyisiran di perbukitan Tanah Hitam, Kota Abepura, Papua pasca penembakan misterius di Kampung Nafri beberapa waktu lalu.
Kapolresta Jayapura Imam Setiawan mengatakan, penyisiran dilakukan lantaran ada dugaan sekelompok orang yang berada disalah satu rumah dekat Gereja GIDI, Kampung Kamkey, Abepura, Kota Jayapura menyimpan amunisi jenis SS 1.
“Saat penyisiran di salah satu bangunan yang dijadikan sebagai tempat ibadah oleh sekelompok anggota TPN/OPM, aparat gabungan sempat melakukan kontak senjata dengan lima anggota tersebut, dan satu di antaranya tewas tertembak dibagian leher belakang,” ujar Imam di Jayapura, Jumat (3/12/2010).
Dituturkan Imam, sebelumnya aparat gabungan telah melakukan penyisiran dilokasi yang sama pada Kamis 2 November malam, dari penyisiran tersebut, aparat mendapati delapan warga sipil yang diduga anggota TPN/OPM.
Keesokan harinya, aparat kembali melakukan penyisiran dan dihadang oleh lima orang tak dikenal, yang kemudian berujung pada kontak senjata. Satu di antaranya diketahui bernama Hiron Weitipo tewas di tempat. Satu tertangkap yang diketahui bernama Jack Mebel sedangkan tiga orang lainnya masih dalam mengejaran.
“Saat ini, kedelapan orang tersebut sudah diamankan di Polresta, ” terang dia.
Dalam penyisiran yang berlangsung sejak pagi tadi, aparat gabungan TNI dan Polri menemukan dua karton amunisi jenis SS 1 serta dokumen-dokumen rangkaian penyerangan anggota TPN/OPM diantaranya di Kampung Nafri dan Kampung Buper Waena, Abepura.
(teb)