
JAYAPURA—Teror Bom mulai merambah Papua, khususnya Kota Jayapura. Sebuah benda yang diduga BOM diletakkan orang yang tidak dikenal di halaman Gedung Olahraga (GOR ) Cenderawasih Jayapura, sekitar pukul 09.30 WIT, Jumat (27/05). Benda diduga BOM berjenis granat tangan yang sudah dimodifikasi tersebut, berhasil diledakkan oleh Tim Gegana Brimob Polda Papua pukul 12.25 WIT. Akibat penemuan benda yang diduga BOM tersebut, jalan Sam Ratulangi di depan GOR Jayapura terpaksa ditutup untuk sementara. Selanjutnya kendaraan dari arah Dok II dan yang memutar di depan SPBU APO terpaksas dialihkan lewat dari Ruko Pasipik Jayapura untuk selanjutnya keluar di samping Polda Papua. Dari keterangan yang diperoleh Bintang Papua, Benda mirip BOM itu awalnya ditemukan oleh para atlet voli yang sedang latihan untuk persiapan pra PON. Para atlet kemudian melaporkan bom tersebut kepada seorang staf KONI untuk meminta memindahkannya keluar GOR Cenderawasih Jayapura.
“Jadi begitu saya dipanggil para atlet, saya pegang dengan tangan kosong lalu memindahkannya keluar gedung GOR. Setelah itu, saya lapor kepada pihak polisi,” jelas salah satu staf KONI Papua, Patris Kurni kepada Bintang Papua Jumat (27/05) di halaman GOR Cenderawasih Jayapura.
Kurni menuturkan, sebelum dipanggil para atlet Voli pra PON tersebut, dirinya bermaksud untuk membersihkan ruangan KONI.
Dari pantauan Bintang Papua di lapangan, sejak ditemukan pukul 09.30 WIT, bom tersebut diletakkan di halaman GOR Cenderawasih Jayapura sembari menunggu kedatangan Tim Gegana Brimob Polda Papua. Pukul 11.00 WIT, Tim Gegana yang datang beserta 7 orang personelnya langsung mempersiapkan perlengkapan penjinakan bom tersebut. Selanjutnya pukul 11.55 WIT, satu orang personel Tim Gegana dengan atribut lengkap mencoba mengecek keadaan bom untuk diledakkan dan ternyata meleset dilakukan setelah 3 kali penghitungan untuk ancang-ancang meledakkan bom tersebut. Pukul 12.10 WIT dilakukan pengecekan kedua dan pukul 12.25 WIT akhirnya bom berhasil diledakkan. Wartawan dan anggota kepolisian yang tengah berada di lokasi kejadian pun harus berada di radius 30 meter dari tempat bom berada. Hal ini dimaksudkan agar tidak terkena serpihan ketika bom diledakkan. Jalur kendaraan atau jalan raya yang berada di depan GOR Cenderawasih Jayapura sempat dihentikan dan dikosongkan oleh anggota kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kendaraan yang melintas harus memutar melalui jalur Ruko.
Sementara itu, Wakapolres Jayapura Kota, Komisaris Polisi, Raydian Kokrosono SiK menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jenis benda yang menyerupai granat tersebut, sampai ada keterangan resmi dari Tim Gegana Brimob Polda Papua yang meneliti barang bukti.
“Tim Gegana Brimob Polda Papua sudah menyisir sekitar GOR dan tidak ditemukan benda-benda sejenis dan kami masih menunggu keterangan lebih lanjut dari Tim Forensik Polda Papua dan analisa mengenai benda tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga enggan berspekulasi soal indikasi adanya keterkaitan dengan proses pemilukada Kota Jayapura atau terkait dengan kisruh PSSI belakangan ini. “Kita tidak bisa mengaitkan penemuan benda menyerupai granat ini dengan hasil pemilukada Kota, namun kami akan mendalami lebih lanjut,” tukasnya.
Ditambahkannya, pihaknya masih akan menyelidiki motif temuan benda mencurigakan tersebut, termasuk jenis benda mirip granat ini entah apakah ini berkekuatan low atau high explosive. (dee/don)
Comments
Add New Search
Leave a comment