Korban Penembakan Ternyata Lima Orang

JAYAPURA – Korban penembakan oleh kelompok orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di Philia, Distrik Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (12/7) ternyta 5 orang, yang kesemuanya merupakan anggota TNI Yonif 753/AVT Nabire (lihat grafis).

Dari lima korban itu, empat orang di antaranya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura, Rabu (13/7) kemarin. Mereka adalah Letda Inf Jefri Satriansyah, Pratu Haiber Rivo, Pratu Sitorus, dan Praka Nur Awete.Sedangkan Pratu Imanuel masih dirawat di Rumah Sakit Mulia karena hanya terkena serpihan.

Salah satu sumber terpercaya menceritakan, sulitnya medan di lokasi penembakan membuat proses evakuasi para korban mengalami kendala, sehingga dari kejadian pagi hari, sekitar pukul 20.15 WIT proses evakuasi baru sampai di Puncak Senyum. Selanjutnya dari Puncak Senyum para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Mulia, dan Rabu (13/7) kemarin empat korban diterbangkan ke Jayapura dengan menggunakan helikopter MI 15 milik TNI AD.

Turut langsung dalam proses evakuasi tersebut Danrem 173/PVB Kolonel Inf. HP Lubis dan AS Ops Kasdam XVII Cenderawasih Pos Letkol Inf Kemal Hindrayadi. Di mana sekitar pukul 10.40 helikopter itu tiba di Jayapura dan mendarat di lapangan golf Kodam XVII Cenderawasih.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, para korban itu selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Marthen Indey sekitar pukul 11.00 WIT. Tidak menggunakan mobil ambulan, melainkan Kijang berwarnah biru dengan DS 960 FM.

Mobil itu datang tanpa pemeriksaan petugas yang berjaga dan langsung masuk ke belakang rumah sakit, sehingga wartawan susah untuk mengambil gambar para korban itu.
Seorang anggota TNI yang berpangkat Kopral saat berjaga mengatakan kepada wartawan untuk tidak meliput atau mengambil gambar di daerah pekarangan rumah sakit.
Sementara kronologi penembakan itu bermula saat TNI dan Polri melakukan penelusuran untuk menyergap markas TPN/OPM yang dipimpin Goliat Tabuni. Kemudian terjadi perlawanan oleh TPN/OPM, yang akhirnya 5 anggota TNI terkena tembakan.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa suasana di Puncak Jaya kini sudah mulai membaik dan kondusif. “Dari suasana yang sudah mulai membaik ini, saya harapkan hal ini terus membaik dan bisa diredam,” katanya.
pascapenembakan itu, belum ada rencana dari Polda Papua untuk menambah Polri atau Brimob untuk membantu ke daerah Puncak Jaya itu. “Kami tetap siaga dalam menyikapi situasi pascapenembakan, baik dari Polsek maupun Polresnya,” terangnya.

Saat disinggung tentang anggota Polri Briptu M. Yazin anggota KP3 Bandara Mulia Puncak Jaya yang tertembak beberapa pekan yang lalu di bandara Mulia serta senjatanya hilang, apakah korban sudah sembuh dan sudah pulang ke Jayapura dan apakah pelakunya ada sangkut pautnya dengan penembakan ini? Kabid Humas menjelaskan bahwa korban masih di Rumah Sakit Bhayangkara Kramatjati Jakarta untuk mendapat perawatan.

“Hingga saat ini korban sudah membaik, namun untuk berbicara hingga saat ini saya belum mendapat informasinya. Tapi yang jelas saat ini korban sudah berangsur pulih kesehatannya,” katanya.

Sedangkan terkait kasusnya, masih dalam penyelidikan dan pengejaran. “Pelaku harus tetap dikejar dan ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun jika memikirkan apakah pelakunya adalah kelompok yang kini genjar melakukan penembakan, kami belum bisa memastikan hal tersebut, sebab kami tidak mau berandai-andai. Yang jelas kami akan terus menjaga pengamanan di bandara lebih ekstra lagi,” tegasnya. (ro/fud)

Kamis, 14 Juli 2011 , 18:33:00

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny