Korban Penembakan Masih Dirawat di RSUD Dok II

JAYAPURA [PAPOS] – Korban penembakan oleh oknum Brimob terhadap seorang warga Tolikara bernama, Teo Yikwa saat menggelar aksi demo di Kabupaten Tolikara, Jumat [12/8] lalu, kini korban masih dirawat di ruang bedah RSUD Dok II Jayapura.

Saat Papua Pos menemui korban Teo Yikwa di ruang bedah Pria, kondisi korban terlihat sudah mulai membaik, namun wajah korban terlihat pucat karena luka tembak yang dialaminya mengeluarkan banyak darah.

Menurut, Teo selaku korban penembakan, ia mengharapkan kepada pimpinan pelaku agar segera diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Sebab tindkan dari oknum brimob itu menurutnya tidak manusiawi, karena saat melakukan aksi demo, ia dan kawan-kawannya tidak melakukan anarkhis. Konon lagi belum dilakukan orasi.

“Saya heran kenapa kami dikejar dan menembak saya, padahal posisi kami tidak sampai di Kantor Bupati Tolikara, oknum tersebut tidak mengeluarkan tembakan peringatan di udara melainkan langsung mengarahkan senjatanya kepada saya,” papar Teo sambil terbaring saat berbincang-bincang dengan Papua Pos.

Tentang kronologis kejadian. Menurut Teo awalnya massa dari posko menuju Kantor Bupati Tolikara untuk menanyakan surat keputusan Ketua KPU ke Sekda yang juga sebagai PJS Bupati Tolikara, Ir. Yusmin Timang.

Namun, sekitar 100 meter sampai di kantor Bupati, anggota Brimob jumlahnya kurang lebih belasan langsung menembakan senjata kearah massa, tepatnya mengenai dirinya. Bahkan, kata Teo salah satu oknum brimob yang menembak korban menyatakan bahwa “emangnya barang emas kah.

Ditempat yang sama orang tua kandung korban, Mira Tabo, menegaskan bahwa pihaknya, meminta kepada pimpinan agar oknum brimob yang menembak anaknya itu diproses hukum. “Negara ini adalah Negara hukum, jadi pelaku penembak itu harus ditangkap diadili,” tegasnya

Disinggung, laporan kejadian ini sudah dilaporkan ke Polda Papua, Mira mengaku pihaknya belum melaporkan kejadian ini karena dirinya masih berada di rumah Sakit untuk mendampingi anaknya yang sedang mengalami korban tembakan itu.

Prihatin

Sementara ditempat yang sama, Tim Intelektual Kabupaten Tolikara yang juga sebagai calon Wakil Bupati Tolikara, Amos Yikwa Sp.MSi saat mengunjungi korban mengaku sangat prihatin atas penembakan yang dilakukan oleh oknum brimob kepada korban saat melakukan aksi demo di Kabupaten Tolikara.

“Kami terus terang kecewa karena massa belum melakukan anarkhis,bahkan belum sempat duduk dikantor Bupati, tetapi oknum tersebut langsung mengeluarkan tembakan kearah massa,” katanya

Disamping itu juga, lanjut dia, masyarakat Tolikara sangat kecewa dengan sikap Pejabat Sementara Bupati Tolikara yang meninggalkan Kabupaten Tolikara untuk datang ke Jayapura. Padahal, masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah untuk mengecek kedatangan KPU Provinsi untuk membawa suatu keputusan MA tentang pergantian KPU lama dan KPU baru di Tolikara

Oleh karena kesal, masyarakat terpaksa melakukan aksi demo guna mengetahui kebenaran keputusan itu. “Masyarakat kan punya hak untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah dan itu dilindungi UU, namun kenapa harus ditembak saat melakukan aksi itu,” katanya.

Politikus PDS ini mengatakan, baru pertama kali ditemui di Indonesia khusunya di Papua, masyarakat saat demo menyampaikan aspirasinya dengan tidak melakukan anarkhis namun tiba-tiba ditembaki oleh oknum brimob. “Mereka belum sampai di kantor Bupati dan kalau dilihat dari jarak sekitar 100 meter datang brimob mengejar massa dan melakukan penembakan tanpa ada peringatan pertama di udara. Ini tidak ada rasa kemanusiaan,” tandasnya

Untuk itu, dia meminta kepada Kapolda Papua benar-benar menangani masalah ini dengan serius dan oknum-oknum yang terlibat didalam ini harus diproses hukum yang berlku.

Tomas Kecewa

Ditempat terpisah Tokoh masyarakat Tolikara, Bairen Wanimbo sangat menyayangkan terjadinya aksi penembakan yang dilakukan oknum birmob di jalan Tolikara-Puncak Jaya itu. Apalagi penembakan dilakukan oknum brimob tanpa alasan yang tepat. ‘’Kami seluruh masyarakat Tolikara cukup kecewa karena masyarakat Tolikara sudah sepakat sepakat Pemkab Tolikara untuk mempasilitasi KPU provinsi mengantarkan salinan amar putusan MA,’’ ujar Bairen melalui telepon selularnya, Minggu [14/8].

Demikian juga soal ijin keramain penjemputan hari pertama sudah dimasukan. Pada hari kedua pihaknya menunggu kedatangan KPU provinsi Papua, tetapi sayangnya tidak kunjung datang. Ketidak hadiran KPU provinsi Papua membuat masyarakat kecewa. Lantas masyarakat menuju kantor Bupati, tetapi sayangnya massa dihadang diluar kantir Bupati di jalan Raya Tolikara-Puncak Jaya.

Penyisiran pun kata mantan anggota DPRD Kabupaten Tolikara ini tanpa perlawanan fisik. ‘’Saya selaku pimpinan demo melihat secara jelas penembakan yang dilakukan oknum birmob. Padahal kami masih diluar kantor Bupati. Bahkan masyarakat tidak ada melakukan tindakan anarkis,’’ paparnya.

Untuk itu, selaku tokoh masyarakat ia mendesak Kapolda menarik Brimob dan mengganti Kapolres Tolikara 1 x 24 jam.’’Kami cukup kecewa terhadpa perilaku oknum Birmob tersebut, kami diperlakukan seperti bukan manusia. Oleh karena kami minta kepada bapak Kapolda agar mengganti Kapolres Tolikara dan menarik semua Biromod dari Tolikara,’’ tegasnya.[ bela/loy]

Written by Bela/Loy/Papos
Monday, 15 August 2011 00:00

One thought on “Korban Penembakan Masih Dirawat di RSUD Dok II

Add yours

  1. KAMI Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia Bukan Di Tingkat Pusat Saja Kami Perlu Amankan Kondisi Atau Situsi Daerah Di Tingkat Kabupaten Dengan Alasan Tersebut Penyabat Daerah Tidak Memiliki Kedudukan Se Tidak Jelasnya Maka Karban Rakyat Sia-Sia Dengan Pembunuhan Dari Keamanan BRIMOB Dengak Pemerintah Provinsi Harus Kembalikan BRIMOB Setiap Daerah Terkecuali Polisi POLPP Kami kami Di Katakan Seperti itu,selanyutnya Kekompakan Mahasiswa Tolikara IKB-PMP-KT Selanyutnya Kami Baca Di http://www.infomahasiswakabtolikara.co.cc

    Like

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny