Polisi Sita Dokumen OPM

Kapolresta Jayapura memperlihatkan kepada wartawan satu dari tiga bendera opm yang berhasil disita oleh aparat kepolisian. (Roy Purba/Cenderawasih Pos)
Kapolresta Jayapura memperlihatkan kepada wartawan satu dari tiga bendera opm yang berhasil disita oleh aparat kepolisian. (Roy Purba/Cenderawasih Pos)
JAYAPURA – Polres Jayapura Kota menyita dokumen yang diduga kuat milik Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ditemukan di tengah Hutan daerah Abe-Arso saat melakukan penyisiran, beberapa hari yang lalu.

Kepada wartawan Kapolres Jayapura Kota, AKBP H Imam Setiawan,SIK, didampingi Kabag Ops, Kompol Junoto, Kasubag Humas, Ipda Heri Susanto,SH menjelaskan bahwa barang bukti tersebut ditemukan saat TNI-Polri melakukan penyelusuran ke tengah hutan selama dua hari. “Sayangnya saat itu kelompok tersebut mengetahui kedatangan kami, sehingga lebih awal pergi meninggalkan tempat tinggal mereka,” tuturnya, Senin (15/8).

Dalam penyusuran tersebut bahwa ditemukan markas yang diduga milik OPM yang cukup lengkap dengan Pos Patroli, markas utama, Gubug beserta tempat tinggal, dapur dan juga lapangan upacara . “Di mana bahwa dari dokumen yang disita, jumlah mereka ada sekitar 19 orang. Di mana tertera nama pimpinannya adalah Danny Kogoya di Nafri, yang juga merupakan pimpinan penyerangan Nafri 1 Agustus 2011 yang juga diduga salah satu pelaku nafri 1 tahun lalu,” terangnya.
“Dalam dokumen penyerangan Nafri 2, lengkap dengan nama-nama anggotanya sebanyak 19 orang, dan nama-nama ini akan dipertajam kembali dengan melibatkan semua komponen termasuk TNI untuk melakukan pengejaran terhadap ke 19 nama yang terlampir di dokumen dan didalam dokumen juga terdapat penyerangan 17 Agustus juga kami telah temukan, selain itu sejumlah barang bukti lain saat kami gerebek di Abe Gunung pada beberapa hari lalu,” ujarnya.

Selain dokumen, tim penyelusuran juga mendapatkan 3 bendera Bintang Kejora, dua di antaranya merupakan buatan manusia, sedangkan satu lagi buatan mesin yang dilabel dari Negeri Belanda. “Bendera yang bagus ini ada lambang kecil bendera Belanda dengan bertuliskan “Document Siagn Centrelo”, namun belum bisa dipastikan apakah bendera tersebut didatangkan dari Belanda atau dibuat di Belanda, namun kami akan menelitinya secara pasti,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, tim juga menemukan beberapa amunisi dari berbagai jenis serta panah dan anak panahnya, handphone dan banyak lainnya, termasuk kain merah yang terdapat di anak panah saat kejadian di nafri. “Sayang penggerebekan ini bias diketahui mereka lebih awal, namun hal ini juga kami akan selidiki siapa yang membocorkan pengerebekan ini,” katanya.

“Yang jelas, hasil dari penggerebekan tersebut kami sudah bisa mengetahui rencana-rencana mereka, baik yang sudah dilakukan mau pun yang belum terlaksana serta menyangkut kepangkatan mereka. Dan satu lagi kami juga menemukan beberapa nama pejabat di lingkungan Papua yang menjadi target mereka, terlebih saya juga merupakan target mereka,” ungkap Kapolres.

Kapolres mengatakan bahwa Danny Kogoya kini telah dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) beserta 18 orang lainnya. “Tapi terkait nama-nama yang lainnya saya belum bisa sebutkan, karena kita masih menyelidiki mereka secara intensif,” tuturnya.

Tak hanya itu Kapolres menyatakan bahwa ada salah satu dokumen beita penangkapan Lambertus, yang pernah ditangkap dengan kasus Nafri pertama. “Saat itu Lambertus dilepaskan terkait tidak adanya bukti-bukti kuat untuknya. Tapi mulai hari ini saya akan menangkapnya karena saya sudah bukti kuat terhadapnya,” tegasnya.

Saat ditanya terkait tanggal 17 Agustus yang mana hari kemerdekaan kita NKRI dari penjajahan, berapakah anggota yang akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan? Kapolres menjawab bahwa pihaknya akan mengamankan Kota Jayapura dengan 800 personil. Di mana di antaranya bekerja sama dengan TNI-Polri.

Kapolres meminta kepada masyarakat untuk bisa tetap menciptakan suasana aman dan tentram. “Mari kita sama-sama menciptakan suasana aman, nyaman, tenteram dan damai dengan mengaktifkan kembali pos siskamling,” pintanya. (ro/fud)

Selasa, 16 Agustus 2011 , 03:46:00
Cepos

Leave a comment

Up ↑

Wantok COFFEE

Organic Arabica - Papua Single Origins

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny