Di Tanah Hitam, Seorang Mahasiswa Diserang Panah

Korban yang saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara
Korban yang saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara
JAYAPURA –Seorang Mahasiswa STAIN semester bernama Indra Wahyudi (20) Mahasiswa STAIN, Semester 5, terluka panah bagian punggung kanan hingga tembus pinggang sebelah kiri. Hal itu terjadi disaat korban hendak berwudu untuk Sholat Subuh di salah satu Masjid di BTN Puskopad Tanah Hitam Abepura, Selasa (16/8).

Sudadi salah seorang rekan korban menceritrakan, kejadian itu terjadi saat korban ke tempat wudu, tiba-tiba terkena panah dari belakangan yang dilakukan orang tidak dikenal. “Saat itu saya berusaha menolong dengan mencabut anak panah yang menancap di tubuhnya dan saya suruh lari,” ungkapnya kepada Wartawan di RS Bhayangkara, Selasa (16/8). Selanjutnya saksi bersama korban langsung berusaha ke UGD RSUD Abepura untuk mendapatkan pertolongan. “Dari RSUD Abepura dirujuk ke sini (RS Bhayangkara),” ungkapnya lagi.

Informasi yang diperoleh Bintang Papua, korban diserang dari belakang dengan menggunakan panah hingga mengenai punggung korban bagian belakang dan tembus ke bagian depan punggung korban. Pada saat korban menjerit, teman korban mendengar dan mau menolong korban dengan niat ingin mencabut panah yang tertancap di punggung korban, namun saat itu tiba- tiba terdengar suara tembakan secara spontan dari arah gunung seketika itu teman korban tiarap langsung lari .

Sementrara kejadian itu berlangsung warga lainnya membunyikan lonceng untuk memberikan kode tanda bahaya sehingga warga berbondong bondong datang untuk membantu korban .

Selang beberapa saat kemudian tepatnya pukul 05.00 tim gabungan dari TNI / POLRI datang ke tempat kejadian dan langsung melakukan penyisiran, namun pelaku sudah melarikan diri.
Sementara korban langsung dibawa ke rumah sakit umum untuk mendapat pertolongan dan tindakan perawatan medis.

Bukan cuma peristiwa itu yang mengejutkan masyarakat tanah hitam saat pagi itu, namun selang beberapa waktu kemudian masyarakat di kejutkan dengan kembali ditemukan bendera Bintang Kejora yang di kibarkan pelaku yang diduga juga sebagai pelaku yang sama dan kelompok yang sama saat menyerang korban warga Tanah hitam pagi itu.

Saat ditemukan adanya pengibaran bendera Bintang kejora di atas gunung Tanah hitam, pihak keamanan yang dipimpin langsung kapolres dan Dandim menuju bendera tersebut lalu menurunkannya . Beberapa saksi mata saat memberikan keterangan tentang kejadian peristiwa penyerangan Selasa (16/8). Mereka menyebutkan kalau dari gerakan mereka pihaknya sudah bisa prediksi kalau penyerangan itu sudah direncanakan. “Karena kami diserang dari bagian belakang sehingga kami tidak bisa melakukan perlawanan dan mereka menyebutkan kalu pelaku lebih dari 2 orang ,”katanya.

Kapolrseta Jayapura AKBP Iman Setiawan saat dikonfirmasi Selasa(16/8) membenarkan adanya aksi penyerangan aksi itu dan pengibaran bendera Bintang Kejora. Dikatakan, ini ada kaitan nya dengan kasus kemarin dan saat ini mereka sedang menunjukan eksistensinya dan kelompok ini adalah gerakan terlarang dari gerakan TPN/OPM . Dikatakan, “ kami sudah mengerahkan anak buah kami untuk terus mengawal di sekitar daerah rawan , namun kami tidak sangka –sangka kalau mereka akan nekad untuk menyerang korban di tempat ibadah, dalam penyerangan tersebut mereka sudah merencanakan terlihat saat penikaman tersebut mereka berusaha mengelabui masyarakat dengan meletuskan tembakan, setelah itu pagi harinya usai kejadian penikaman tersebut mereka mengibarkan dua bintang kejora, masing – masing di gunung Tanah hitam bagian sebelah kanan dan bagian sebelah kiri yang satunya lagi,” tegas Kapolrseta Jayapura AKBP Imam Setiawan kepada sejumblah wartawan di Abepura .

Lebih lanjut Imam menghimbau kepada masyarakat untuk dapat membantu TNI/ POLRI sebagai aparat keamanan dalam memberikan informasi terkait adanya kecurigaan dari kelompok organisasi terlarang. Bukan itu saja kapolresta pun mengajak untuk sama – sama menjaga situasi keaman di sekitar lingkungan masing – masing.

Kapolres pun menyatakan, “ kami akan bertindak tegas bila perlu kami tembak di tempat mereka yang tergabung dalam gerakan terlarang tersebut (TPN/OPM), saya perintahkan untuk tembak di tempat karena ini sudah memakan banyak korban dan mereka adalah masyarakat sipil tegasnya.

Sementara itu, menyikapi sejumlah aksi kekerasan yang mengancam jiwa, bahkan telah menimbulkan korban setidaknya lima orang masyarakat sipil tewas, Forum Komunikasi Himpunan Masyarakat Nusantara (FKHMN) di Jayapura, menyatakan sikap di sela-sela menjenguk korban di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara, Kotaraja.

Statemen yang dibacakan Ketua KKSS Ir. Junaidi Rahim dan didampingi sejumlah pimpinan paguyuban yang ada di Kota Jayapura tersebut, antara lain : Kami dari Forum Komunikasi Himpunan Masyarakat Nusantara menyatakan bahwa : Dari empat kejadian yang terakhir, yang semuanya kriminal yang berbau SARA, maka kami dengan tegas membuat pernyataan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota maupun semua pihak aparat keamanan yang terlibat, untuk menyikapi persoalan ini segera, yakni :

1. Meminta aparat keamanan bertindak tegas menuntas persoalan kriminal yang terjadi akhir-akhir ini. Dan mengungkap pelaku dan menangkapnya serta memproses sesuai hukum yang berlaku.

2. Polisi harus bisa menjain keamanan dan ketentraman khususnya kepada warga yang sedang menjalani ibadah puasa saat ini.

3. Sudah saatnya polisi untuk menempatkan aparatnya di setiap mesjid, khususnya di Kota Jayapura dan sekitarnya.

4. Kepada Panglima TNI, dengan melihat telah dikibar bintang kejora, agar tidak ragu melibas habis pengacau keamanan yang akhir2 ini sudah banyak berulah, memakan korban manusia dan jura merugigan kepentingan umum, sehingga meresahkan masyarakatluas di Papua.

5. Meminta kepada pemerintah provinsi maupun pemrintah kabupaten kota beserta seluruh muspida agar peka menyikapi persoalan ini dan memperhatikan para korban yag semuanya dari kalanga orang yag tidak mampu.

6. Menghimbau kepada seluruh komunitas masyarakat agar segera membentuk swadaya pengamanan d lingkungan masng-masing dengan tertib dan terkoordinasi

Apabila polisi tidak dapat segera mengungkap modus kejadian-kejadian yang ada maka kami dari komunitas kerukunan masyarakatdari seuruh Indonesia akan melakukan langkah2 pengamanan, pembelaan diri dan apabila perlu melakukan perlawanan sapai titk darah penghabisan kepada orang yg melakukan teror dan kejahatan kepada masyarakat.(cr-30/aj/don/l03)

Rabu, 17 Agustus 2011 17:58

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny