
JAYAPURA – Kongres Rakyat Papua III yang tinggal satu minggu lagi digelar, menurut Ketua Panitia Pelaksana, Selpius Bobii dan Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus Yaboisembut, juga mengundang sejumlah tokoh internasional, termasuk Wartawan dari Luar Negeri (LN). “Undangan sudah kita sampaikan ke Koffi Anan, Ketua Sub Komisi Asia Pasifik Konggres AS, Eni Valeo Mavaega, Drough Lefer, juga sejumlah Wartawan Internasional,” jelasnya saat menggelar jumpa pers di kantor DAP, di Waena, Kamis (6/10). Namun, hingga digelarnya konferensi pers sore kemarin, menurutnya belum ada satupun yang posotif bisa datang. “Kalau Eni Valeo Mafaega sudah pastikan tidak datang, dia kasih saran untuk menyurat ke Ban Ki Moon, dan itu sudah kita lakukan,” jelasnya.
Sedangkan undangan dari luar negeri yang lain, saat ini masih menunggu kepastian terkait visa kunjungannya diberi atau tidak oleh Kedutaan Besar Negara Republik Indonesia di Negara asal masing-masing.
Sementara itu, makin dekatnya ivent yang merupakan forum tertinggi rakyat Papua dalam mengambil keputusan terkait agenda rakyat Papua tersebut, menurut Selpius Bobii sebagian peserta telah datang. Yakni dari komponen atau organisasi- organisasi, kelompok pemuda, perempuan, TPN/OPM, adat dan organisasi – organisasi lain. “Itu yg memiliki hak suara,” jelasnya.
Sedangkan mengenai tempat diselenggarakannya ivent yang diperkirakan dihadiri puluhan ribu orang, baik itu perserta, peninjau maupun penggembira, belum mendapat kepastian mengenai tempat.
“Kalau di tiga tempat itu tidak bisa, terpaksa kita gunakan Lapangan Theys,” jelasnya.
Disinggung antisipasi panitia terhadap kemungkinan akan adanya pengibaran bendera bintang kejora dalam ivent tersebut, menurut Forkorus pihaknya hanya bisa member himbauan.
“Kita sudah meminta, supaya hal itu (pengibaran Bendera Bintang Kejora) jangan dulu. Nanti kalau sudah ada pengakuan, sekalian lah. Mudah-mudahan mereka bisa mendengar,” jelasnya.(aj/don/l03)
Papua harus merdeka, “Harga Mati”
LikeLike
jangan kita terkecok dengan gertak sambal dari NKRI, lewat media masa,telewicara yang di rekayasa atau hal-hal lain yang mengelabui keingiran rakyat papua, ” maju terus”….. itu yang betul,… buat gebrakan-gebrakan, minta dukungan dari dunia intelnational, pokoknya berbagai macam cara harus kita pakai untuk menuju papua merdeka. one people one soul.
LikeLike
ayo !…. mari ketong semua satu hati, satu tujuan, menuju papua merdeka,….jangan kecut dan tawar hati ” Tuhan Allah ” ada di pihak kita, Ia mau menunjukkan kasihNya kepada kita Orang Papua. Dia akan melepaskan kita,… Itu Janji Tuhan, Percayalah Hai orang Papua….. Kamu adalah Milik Kesayangan Allah ” Umat PilihanNya”.
LikeLike
Stop membawa nama Tuhan untuk politik kekuasaan.. Tuhan tidak menginginkanmu berkuasa, melainkan menyuruhmu untuk berbuat kebaikan.. Lebih baik, mari fikirkan bagaimana menyejahterakan Rakyat Papua yang selalu jadi korban kepentingan beberapa gelintir orang yang TIDAK KEBAGIAN JATAH kekuasaan… Mari kita tanya lagi ke dalam diri kita “SUDAHKAH KITA MEMERDEKAKAN HATI KITA DARI BELENGGU DUNIA YANG BERSIFAT SEMENTARA INI?” Haya hati kita sendiri yang tau jawabnya…
LikeLike