
Panglima mengatakan, pengiriman yang dilakukan hari ini bukan dalam konteks menjaga keamanan di Papua melainkan hanya latihan semata. “Kopassus yang diminta untuk yang latihan pada hari ini,” bantahnya.
Agus mengatakan bahwa sejauh ini belum ada permintaan untuk perbantuan keamanan. Penjagaan keamanan masih dilakukan oleh aparat Kepolisian. Menurutnya, keamanan di Papua masih sebatas darurat sipil. Dengan itu, penjagaan keamanan dilakukan oleh aparat kewilayahan dalam hal ini Polda dan Kodam.
“Belum ada permintaan (pasukan TNI, red). Insiden di Papua ditangani pasukan kewilayahan yakni dari Polda dan Kodam, melakukan sinergitas untuk melakukan pencegahan-pencegahan yang diperlukan,” jelasnya.
Terkait dengan dugaan adanya keterlibatan anggota TNI yang membuat jatuhnya korban ketika Kongres III, Agus membantahnya. “Nanti kita tunggu hasil Kepolisian seperti apa,” katanya.
Dia yakin, anggotanya tidak akan terlibat dalam aksi pengamanan kongres tersebut. Apalagi, hingga dikabarkan kalau TNI turut terlibat yang menyebabkan jatuhnya korban tewas hingga enam orang.
“Semua yang dilakukan oleh TNI ada aturannya. Manakala ada anggota yang melakukan kesalahan pasti ada proses hukumnya. Saya bisa jamin itu (TNI tidak terlibat, red) tidak ada,” tegasnya. [mah]
TIDAK ADA YANG TERSEMBUNYI DIHADAPAN TUHAN SEMUA KEJAHATAN NEGARA ATAS MANUSIA PAPUA AKAN DI BUKA ,,YANG SELAMA INI TERTUTUP AKAN DI BUKAKAN SEMUA ORANG YANG DI CULIK DI BUNUH DI HILANGKAN DI TANAH PAPUA HANYA KARENA MEMPERTAHAN KAN HARGA DIRI DIATAS TANAH YANG DI BERIKAN TUHAN KEPADA NYA ,,KAMI BANGSA PAPUA RAS MELANESIA BUKAN BANGSA INDONESIA RAS MELAYU ,,HANYA KARENA KEKAYAAN TANAH KAMI SEHINGGA KAMI HARUS MAU DI BUNUH DI HILANGKAN DARI TANAH KAMI TUHAN TIDAK AKAN BIAR KAN KEJAHATAN PENJAJAHAN DI ATAS TANAH KAMI ,,MATI KALO MATI KEBEBASAN HARGA MATI ,,FRE WETS PAPUA
LikeLike