JAYAPURA – Kasus penembakan kembali terjadi di beberapa daerah di Provinsi Papua. Jika pada Kamis (16/8) lalu seorang warga tewas tertembak di Paniai, maka Selasa (21/8) kemarin giliran seorang anggota polisi juga tewas tertembak di Paniai.
Kasus ini menimpa Brigadir Polisi Yohan Kisiwaito (29) anggota Shabara Polres Paniai. Ia ditembak oleh kelompok sipil bersenjata yang diduga dari kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di ujung Bandara Enarotali, ibu kota Paniai, Selasa (21/8) sekitar pukul 10.00 WIT.
Kasus penembakan berikutnya terjadi di Kampung Watiyai, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, Minggu (19/8) sekitar pukul 20.30 WIT. Akibatnya dua tewas yaitu Henock dan Marsel. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka berat Enoy dan Simson.
Selanjutnya penembakan terjadi di Keerom, tepatnya di tikungan Jembatan Skanto, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Sabtu (18/8) sekitar pukul 13.00 WIT. Akibatnya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Sarmi bernama Ayub Notanubun (52), warga Kotaraja, Kota Jayapura tewas.
Penembakan lainnya terjadi di Merauke. Kasus ini menimpa Alfian Kanal (24). Pegawai Otoritas Bandara Merauke. Ia ditembak oleh orang tak dikenal dan tembakan itu mengenai bagian telapak kaki kirinya.
Dari data yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan, kasus penembakan yang menimpa Brigadir Yohan terjadi secara tiba-tiba. Setelah mendapat tembakan di bagian kepala bagian belakang dan dada kiri tembus belakang, korban langsung terjatuh.
“Saat itu Brigadir Yohan bersama satu rekannya tengah mencuci mobil di ujung Bandara Enarotali. Namun tidak lama berselang kami mendengar suara tembakan. Yang mana ternyata suara tembakan tersebut mengarah kepada korban. Sedangkan tembakan itu dari mana, kami susah memprediksinya. Akibat kejadian ini, situasi pun mulai memanas di Paniai,” ungkap sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya.
Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Drs. Johannes Nugroho Wicaksono ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya membenarkan adanya aksi penembakan itu. “Benar anggota Polres Paniai tewas tertembak oleh kelompok OPM pimpinan John Yogi. Sementara saat ini anggota Polres Paniai masih melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap pelaku,” ungkapnya.
Johannes menjelaskan saat itu korban bersama satu orang temannya bernama Briptu Gustab Wartanoi sedang mencuci mobil di ujung bandara. Kemudian rekan korban pergi ke sebuah warung yang tidak jauh dari lokasi untuk membeli makan.
“Saat Briptu Gustab meninggalkan Brigadir Yohan, para pelaku menembak korban dari arah danau. Kemudian setelah pelaku berhasil menembak kepala dan dada kiri korban, para pelaku kabur dengan menggunakan speed boat,” tuturnya.
Dari hasil penyelidikan, pelaku lebih dari satu orang. Sementara senjata yang digunakan pelaku diperkirakan dengan senjata jenis Revolver, karena di TKP ditemukan proyektil Revolver yang diduga milik para pelaku.
“Guna kepentingan penyelidikan, proyektilnya rencana akan dibawa ke Polda Papua, selanjutnya akan dikirim ke Mabes Polri untuk uji balestik. Semoga saja dengan barang bukti ini bisa membantu proses penyelidikan dan mengungkap kasus ini,” tukasnya.
Johannes meminta kepada seluruh masyarakat di Paniai untuk bisa bersama-sama pihak keamanan kembali menciptakan situasi kondusif dan aman. “Saya minta masyarakat tidak terpengaruh dengan kejadian yang terjadi akhir-akhir ini di Paniai. Sebab diduga para pelaku hanya menciptakan suasana di Paniai kacau. Jadi mari bersama-sama kita menyikapinya dengan baik,” ajaknya.
Sementara untuk kasus penembakan di Deiyai, data yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan, kejadian ini dialami oleh 4 orang karyawan PT. Putra Dewa milik pengusaha Ray alias Jhon yang bergerak di bidang kontraktor. Awalnya ada 4 orang masyarakat yang berpura-pura minta tolong kepada para korban untuk menumpang. Kemudian saat para korban hendak memberikan tumpangan, para pelaku langsung menyerangkan keempat korban.
“Penyerangan itu ada yang menggunakan senjata api dan ada yang menggunakan senjata tajam. Akibatnya dua orang tewas atas nama Henock dan Marsel. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka-luka berat Enoy dan Simson,” ungkap seorang pria yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. “Sabar, saya masih dalam keadaan sibuk, sebab saya harus fokus pada kejadian yang di Paniai dan Deiyai,” ungkap Kapolres Paniai AKBP Anton Diance, sambil mematikan telepon selulernya, Selasa (21/8).
Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Jansen Simanjuntak saat dikonfirmasi Selasa (21/8) membenarkan adanya kejadian itu. “Ya, benar ada kejadian itu. Dua warga tewas dan dua lagi luka-luka,” ungkapnya.
Mengenai kronologinya, Kapendam belum mendapatkan laporan yang jelas karena susahnya akses komunikasi ke lokasi kejadian, namun pihaknya berjanji akan mencari tahu kejelasan informasi tersebut. “Nanti saya coba cari tahu informasi yang selengkapnya,” ujar Jansen.
Kemudian kasus penembakan di Keerom menimpa seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Sarmi bernama Ayub Notanubun (52), warga Kotaraja, Kota Jayapura. Korban tewas ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) saat melintas menggunakan Mobil Patroli Dinas Kehutanan Sarmi di Jalan Lintas Arso 15-3 tepatnya di tikungan Jembatan Skanto, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Sabtu (18/8) sekitar pukul 13.00 WIT.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Johannes Nugroho Wicaksono yang dikonfirmasi terkait kasus penembakan tersebut mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan di lapangan. “Yang jelas pelakunya dalam penyelidikan dan pengejaran aparat di lapangan,”katanya kepada Cenderawasih via telepon selulernya, Minggu (19/8).
Disinggung tentang siapa pelaku penembakan tersebut, Kombes Johannes Nugroho Wicaksono belum bisa memastikannya, sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Nanti setelah semuanya jelas baru kami umumkan,”katanya singkat.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Swakarsa Keerom, namun nyawanya tidak tertolong karena pendarahan di kepala bagian belakang akibat terkena peluru. Kemudian sekitar pukul 14.15 WIT, mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Bahayangkara Kotaraja untuk keperluan otopsi.
Sekitar pukul 20.15 WIT , petugas rumah sakit berhasil mengeluarkan peluru yang mengenai kepala korban. Sementara itu, salah seorang teman korban yang enggan namanya disebutkan mengatakan, dirinya kaget atas kejadian yang hingga menewaskan temannya.
“Kami mengutuk oknum yang menembak bapak Ayub, kami minta kepada Polda Papua dan Kapolres Keerom yang mempunyai wilayah untuk menuntaskan kasus ini,”katanya kepada Cenderawasih Pos di Rumah Sakit Bhayangkara.
Pihaknya mencurigai pelaku penembakan tersebut adalah orang yang terlatih. Sedangkan anak almarhum, Fery mengatakan, ayahnya keluar dari rumah sekitar jam 07.30 WIT menuju ke Keerom dengan tujuan mau melakukan patroli.
“Bapa keluar dari rumah pagi, dia bilang mau patroli di atas (di Keerom). Ternyata sorenya kami keluarga menerima kabar di luar dugaan bahwa ayah saya ditembak orang,” ujarnya dengan nada sedih.
Terkait dengan itu, pihak keluarga mengharapkan kepada petugas kepolisian untuk menuntaskan kasus ini hingga selesai sehingga memberikan kepuasan bagi keluarga.
“Yang penting bagi kami, polisi bisa menuntaskan hingga mengungkap identitas pelakunya serta menjelaskan motif pelakunya,” harapnya.
Sementara kasus penembakan yang terakhir menimpa Alfian Kanal (24). Pegawai Otoritas Bandara Merauke ini ditembak oleh orang tak dikenal. Akibatnya timah panas menembus telapak kaki kirinya. Peristiwa itu terjadi di depan Gudang Pocari, Jalan Husein Palela tidak jauh dari rumah kontrakan korban, Minggu (19/8) sekitar pukul 04.30 WIT.
Belum diketahui secara pasti kronologi kejadiannya, namun istri korban yang ditemui Cenderawasih Pos saat mendampingi suami yang terbaring lemas di rumah sakit, Selasa (21/8), kemarin mengungkapkan, saat itu suaminya pulang dari Bandara menuju ke rumah. Namun sampai di TKP, tiba-tiba mobil yang dikemudikan pelaku sudah memalang
jalan. Pelaku yang memakai jaket hitam dan berambut cepak dengan ditemani 2 perempuan lainnya di dalam mobil tersebut menghalangi korban untuk lewat. Karena dihalangi sehingga terjadi saling dorong antara korban dan pelaku membuat pelaku langsung mengeluarkan pistol dan menembak korban ke arah bawah 6 kali. ”Jadi yang kena tembakan ke-4,” kata istri korban.
Korban sendiri, lanjut sang istri, tidak mengenal wajah dari pelaku. Namun sang istri korban sangat mengenal wajah dari pelaku itu, karena menurutnya setelah pelaku penembak kaki suaminya pelaku datang kembali ke rumahnya dan mencari suaminya dengan mengeluarkan pistol yang dipakai sebelumnya. ”Waktu datang cari itu, suami saya sedang merangkak lewat rawa ke rumah Pak RT. Dan saya bilang tidak ada di rumah. Kalau saya dipertemukan orangnya saya kenal wajahnya,” katanya.
Meski begitu, lanjut istri korban, Kapolres Merauke AKBP Djoko Prihadi, SH sudah datang mengejuk suaminya dan menginformasikan jika pelaku penembakan dari suaminya itu sudah ditangkap dan dibawa ke Polda Papua.
Kapolres Merauke AKBP Djoko Prihadi,SH yang dihubungi lewat telpon selulernya, mengaku jika pelaku penembakan tersebut masih dalam pendalaman. ”Kita masih dalam
pendalaman apakah benar atau tidak. Karena yang bersangkutan belum mengaku,” katanya terkait diamankannya seseorang ke Mapolda Papua di Jayapura. (ro/mir/ulo/fud)
Sumber Cepos, Rabu, 22 Agustus 2012 , 18:25:00
Leave a comment