Pengibaran Bendera Bintang Kejora dimaksud juga dihadiri oleh Mr. Benny Wenda, Koordinator Free West Papua Campaign (FWPC) bersama isterinya Mrs. Maria Haluk Wenda.
Sebelum pengibaran ini dilakukan “long march” secara damai menuju kantor Gubernur NCD di mana ada gerakan-gerakan tambahan dari Polisi PNG yang telah dibayar oleh Indonesia berusaha menggangu mereka. Akan tetapi dukungan dari internal warga Papua, penduduk PNG sendiri begitu kuat sehingga polisi sendiri mengaku sebagai sesama sebangsa dan setanah air bahwa mereka sebenarnya melakukan ini karena dibayar sama Kedubes NKRI di Port Moresby.
Pengakuan-pengakuan semacam ini bukan baru. Pembakaran rumah, perusakan kebun dan pengusiran panglima Tertinggi Komandor Revolusi Gen. Mathias Wenda juga selalu didahului dengan pemberitahuan bahwa mereka hanya lakukan tindakan ini karena NKRI sudah bayar mereka, dan komandan mereka sudah bagi-bagi uang saku untuk melakukan serangan-serangan dimaksud. Mereka memberitahu bahwa untuk menutup mata NKRI mereka sengaja mengusir dan membakar, tetapi perjuangan tetap jalan terus, manusia Papua tidak akan mungkin diapa-apakan. Ini sudah lumrah dan berulang kali dilakukan di mana-mana.
Seperti dilansir TabloidJubi.com Akhir daripada pengibaran Bintang Kejora ini terjadi penangkapan tiga orang tokoh Papua Merdeka. Walaupun Gubernur NCD, Powes Parkop tidak ditahan, tetapi beliau menyerahkan diri walaupun polisi menolak memeriksa beliau dengan alasan yang ditahan ialah saudara-saudaranya orang Papua sendiri, senasib sepenanggungan memperjuangkan bangsanya sendiri di sebelah Barat dari pulaunya sendiri, bukan pulau atau bangsa lain.
Dari semua peristiwa dan ingatan-ingatan ini, satu hal kita catat hari ini, tanggal 1 Desember 2013, bahwa perjuangan Papua Merdeka dan Gerakan Papua Merdeka kita telah berkibar secara resmi di Ibukota Negara bangsa Papua yang sudah merdeka dan berdaulat di sebelah timur dari Pulau kita New Guinea. Kini kita proklamirkan bersama bahwa Organisasi Papua Merdeka bukan lagi organisasi dari orang Papua di sebelah Barat dari pulau New Guinea saja, tetapi juga organisasi bersama bangsa Papua di pulau New Guinea. Ini berarti perjuangan Papua Merdeka bukan hanya ingin membebaskan Tanah Papua di bagian barat dari pulau New Guinea, tetapi Tanah Papua secara sebenar-benarnya dan sesungguhnya, yaitu mulai dari Sorong sampai Samarai, sesuai dengan satu kesatuan geografis dan sosial budaya sesuai buatan dan bentukan Tuhan Maha Pencipta, diluar bingkai buatan KRI secara sepihak.
Dari semua peristiwa ini kita memperkukuh jatidiri kita sebagai orang Papua yang satu, sesuai dengan semboyan “One People – One Soul” dan orang Papua yang bertanah-air satu, yaitu tanah air New Guinea, dan satu perjuangan, yaitu untuk Papua yang merdeka dan berdaulat di luar NNKRI. Papua yang merdeka dan berdaulat ialah Papua yang terdiri dari suku-suku dari Kepala Burung sampai ke Ekor Burung, dari Sorong sampai Sarai, sesuai dengan Judul Kampanye yang telah diluncurkan di Port Moresby dengan pimpinan Fred Mambrasar: Sorong to Samarai”.
Himbauan saat ini kiranya perlu diserukan kepada semua orang sebangsa Papua, mulai dari Sorong sampai Samarai, dan bila perlu mulai dari Timor Leste sampai Fiji sebagai orang serumpun Melanesia untuk mulai berpikir seribu kali sebelum melangkah, baik di dalam NKRI, di samping NKRI, di atas NKRI,di bawah NKRI, ataupun di luar NKRI, tentang visi ke-Papua-an dan visi ke-Melanesia-an yang strategis dan bermartabat. Kita pada saat ini boleh bermain di dalam politik dalam bingkai apapun, tetapi di atas semuanya kita semua perlu ingat dan sadar, bahwa kita dilahirkan dan akan mati sebagai orang Papua, orang Melanesia. Dukungan dari Gunernur NCD dan pengibaran Bendera Bintang Kejora di Ibukota Negara Papua New Guinea ini telah membuka babak baru perjuangan kita sebagai orang Papua sekalian, tidak pandang bulu mencintai NKRI atau takut kepada TNI/Polri atau tidak berniat melibatkan diri dalam perjuangan ini. Itu tidak menjadi persoalan. Persoalannya sekarang ialah perjuangan Papua Merdeka telah memasuki babak baru: Bendera Bintang Kejora berkibar di ibokota Negara Papua New Guinea.









Leave a comment