Polda Siap Amankan Pembebasan Forkorus

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik.JAYAPURA – Aparat Kepolisian Daerah Papua siap melakukan pengamanan atas dibebaskannya Forkorus Yaboisembut yang diklaim sebagai Presiden Negara Federasi Papua Barat pada tanggal, 21 Juli nanti di Lembaga Permasyarakat Kelas 2A Jayapura.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik., saat ditemui wartawan di ruang kerjanya mengatakan, masa penahanan Forkorus Yaboisembut telah selesai dan akan dibebaskan tanggal 21 Juli 2014 nanti.

“Yang bersangkutan telah menjalani hukuman sesuai keputusan dari Pengadilan Negeri Jayapura dalam kasus KRP bulan Oktober tahun 2011 silam. Dia (Forkorus) dibebaskan secara hukum baik hukuman pidana maupun lain-lainnya,”

kata Pudjo, Kamis (17/7).

Dengan dibebeaskannya Forkorus Yaboisembut tersebut, Pudjo menuturkan bakal banyak keluarga yang menjemputnya di Lapas Abepura menuju ke rumah di Sentani-Kabupaten Jayapura. Oleh karena itu, diharapkan kepada keluarga untuk tidak melakukan arak-arakan yang berlebihan atas dibebaskan Forkorus tersebut.

“Memang dengan dibebaskanya Forkorus ini, keluarga akan menyambut bahagia dan Rumah tangganya, namun diharapkan penjemputan oleh keluarga menjaga keamanan baik pada saat penjemputan di jalan maupun sampai di rumah keluarga,”

harap dia.

Tak hanya itu, Pudjo mengimbau kepada seluruh pendukung agar tidak menggerakkan massa yang berlebihan, walaupun pembebasan yang bersangkutan disambut gembira. “Sekali lagi kami minta kepada pendukung untuk tidak mengganggu kamtibmas apalagi mengganggu arus jalur lalu lintas pada saat penjemputan nanti,” sambungnya.

Namun yang jelas, penjemputan Forkorus di Lapas Abepura, polisi siap melakukan pengamanan baik Dari Polres Jayapura Kota, Polres Jayapura dan diback-Up Polda Papua. “Jumlah pengamanan kita tidak terlalu banyak menurunkan anggota, tapi kita hanya mengamankan agar tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” kata dia. (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:58, BinPa

Giliran, Tukang Ojek Ditembak di Lanny Jaya

JAYAPURA – Lagi-lagi kasus penembakan kembali terjadi di wilayah Pegunungan. Jika sebelumnya, Rabu (16/7) tiga warga sipil ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di daerah Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, kali ini, giliran Tukang ojek atas nama Nasito (40) warga Yokobag, ditembak di Kampung Dogobe Kabupaten Lanny Jaya pada, Kamis (17/7) sore sekitar pukul 17.00 WIT.

Korban tewas di tempat, akibat mengalami luka tembak di bagian kepala belakang tembus pipi kanan dan kini korban telah dievakuasi di rumah Sakit Kabupaten Lanny Jaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes (Pol) Pudjo Sulistyo Hartono ketika dikonfirmasi via BBM, membenarkan terjadinya penembakan terhadap tukang ojek oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut.

Pudjo menjelaskan, peristiwa penembakan itu berawal, pukul 16.00 WIT korban yang berprofesi sebagai tukang ojek itu mengantar penumpang dari Kota Tiom menuju Distrik Malagaineri dan dari distrik Malagaineri korban mengantar kembali penumpang lain menuju Kota Tiom.

Namun dalam perjalanan menuju Kota Tiom, tepatnya di Kampung Dogome tiba-tiba ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut yang diduga dari arah hutan. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan TNI dan Polri langsung menuju ke Lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku, namun sudah berhasil melarikan diri. Sementara korban langsung di evakuasi ke RS Tiom.

“Dari hasil olah TKP, anggota di lapangan berhasil menemukan selongsong peluru jenis FN dengan sekitar 1 meter dari tempat korban saat ditembak. Namun saat ini, selongsong peluru tersebut akan dilakukan pengecekan,”

kata Pudjo tadi malam.

Disinggung apakah penembakan tersebut masih ada kaitannya di Kabupaten Lanny Jaya?, Pudjo menjelaskan, bahwa pihakn kepolisian sedang mendalami hal tersebut. “Kita belum bisa sampaikan motifnya seperti apa karena sedang di pelajari oleh kepolisian,” katanya.

Yang jelas, tegas Pudjo bahwa dengan adanya penembakan tersebut, telah menunjukkan bahwa masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu kamtibmas di wilayah Kabupaten Lanny Jaya dan perbuatan ini tidak dapat di tolelir sehingga kejahatan ini harus di tindak dan di bawa ke depan hukum. “Saya pastikan bahwa pelaku akan di bawa ke depan hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata dia.

Sementara itu, Dandim Puncak Jya, Letkol Inf. Luqman Arif ketika dikonfirmasi Bintang Papua melalui via SMSnya, membenarkan peristiwa penembakan terhadap tukang ojek tersebut.

“Korban ditembak saat mengantar penumpang di distrik Malagaineri. Ia terkena tembakan dibagian leher belakang tembus pipi kanan dekat hidung, kepala belakang tembus hidung dan korban telah di evakuasi di RS TIom,”

katanya singkat (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

Penembakan di Puncak Jaya Diketahui 10 Orang

JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua mengetahui jumlah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap rombongan mobil dari Wamena menuju Kabupaten Puncak Jaya tepatnya di Kampung di sekitar Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (16/7) siang diketahui sebanyak 10 orang.

Penembakan yang dilakukan para kelompok kriminal bersenjata tersebut mengakibatkan satu warga sipil tewas  atas nama, Kallo (30) asal Makassar dan dua warga sipil luka tembak masing-masing, Laksmana (24) mengalami luka tembak dibagian kaki dan Bahar (40) mengalami luka tembak di bagian pantat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi , Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik., kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi di lokasi kejadian terutama keapda para korban penembakan, diketahui kelompok KKB tersebut ada sekitar 10 orang.

Namun tentunya,  Polda Papua terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku tersebut serta mengumpulkan sumber untuk mencari siapa dan kelompok mana yang melakukan aksi penembakan itu terhadap warga sipil yang hendak membawa bahan makanan dari Kota Wamena ke Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya tersebut.

Menurut  Pudjo, penembakan ini sengaja dilakukan oleh  kelompok kriminal bersenjata dan mereka  selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dimana mereka melakukan tindakan pada saat kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Puncak Jaya stabil sehingga dengan adanya penembakan ini maka harga bahan makanan naik, misalnya bahan makanan sebesar Rp40 ribu dan sekarang naik menjadi Rp60 ribu.
Pudjo mengemukakan, bahwa sebenarnya kondisi masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya Menurutnyan aman dan kondusif. Indikator umum bagus, bahkan pelaksanaan Pileg dan Pilpres juga aman. Tapi kelompok kriminal bersenjata itu tak mau kondisi di wilayahnya membaik.

“Indikator positif di sana mau tidak mau harga sudah mulai membaik, dan ketika ada aksi dari KKB, semua berubah dengan seketika yang akhirnya semua rugi. Tetapi semua rugi menurut versi kita, tapi menurut mereka untung karena mereka bisa mengambil ke untungan dan mau tidak mau mereka bisa mengambil uang ketika mobil lewat,”

paparnya.

Oleh karena itu, Pudjo menegaskan, polisi tidak boleh membiarkan anomi dimana masyarakat lebih mengendalikan hukum. Polisi tidak boleh kalah, mereka menekan agar masyarakat bisa mengambil ke untungan baik kepada pedagang maupun kontraktor. Tapi beban itu kembali lagi kepada masyarkat dimana harga barang Rp50 ribu naik menjadi Rp75 ribu.

Disinggung soal aktifitas jalan transportasi darat, tambah Pudjo, bahwa transportasi darat terpaksa harus terhenti atas peristiwa penembakan itu. “Masyarakat yang mau membawa bahan makanan terpaksa merasa ketakutan  pasca penembakan tersebut,” katanya.
Apakah ada pengawalan dari aparat saat rombongan ke Kabupaten Puncak Jaya,

Pudjo   mengemukakan tidak ada pengawalan karena selama ini menganggap aman dan kondusif, sehingga mereka tidak meminta pengawalan. “Memang sebelumnya, mereka meminta pengawalan baik dari  Polisi maupun dari TNI itu sendiri. Namun karena mungkin merasa aman mereka harus jalan sendiri,”kata dia.

Sementara itu, jenazah korban Kallo (30) yang meninggal dunia dalam kasus penembakan itu telah dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Enggang PK-RSC pada, Kamis (17/7) siang  pukul 11.50 WIT dan selanjutnya akan di makamkan di kampung halamannya di Makassar. (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

Papua Bakal Resmi Menjadi Anggota MSG, Bulan Depan

JAYAPURA – Pengamat Hukum Internasional, Sosial dan Politik FISIP Uncen Jayapura, Marinus Yaung, mengatakan, jika pertemuan rekonsiliasi masyarakat Papua di Vanuatu pada bulan Agustus 2014 (bulan depan) berhasil dilaksanakan dan disepakti oleh faksi-faksi Papua Merdeka untuk hanya mengajukan satu proposal saja ke MSG, maka dipastikan proposal tersebut disepakati hanyalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang mengajukan ke MSG.

Pasalnya, sebagaimana hasil keputusan terhadap Proposal Papua pada pertemuan MSG di Port Moresby Juni 2014 lalu tidak menolak, tetapi meminta Papua untuk mengajukan kembali Proposal keinginannya untuk menjadi anggota MSG. Karena alasannya banyak faksi dalam masyarakat Papua, yakni ada WPNCL, KNPB, NRFPB, dan NRPB serta lainnya.

“Jadi kalau OPM saja yang mengajukan Proposal ke MSG agar diakomodir sebagai anggota MSG, jelas itu akan diterima,” ungkapnya kepada Bintang Papua di Kampus Uncen Waena, Kamis, (17/7).

Dengan demikian, Papua diterima menjadi anggota MSG, ini jelas menjadi sebuah pukulan politik yang keras bagi Pemerintah Indonesia. Karena yang pastinya, meski MSG adalah wadah yang bertujuan mempercepat petumbuhan ekonomi, pembangunan dan perdagangan diantara negara-negara rumpun melanesia, tapi bisa saja itu juga sebagai alat/kendaraan politik bagi organisasi-organisasi Papua Merdeka untuk mendapatkan dukungan untuk memerdekakan rakyat Papua terlepas dari NKRI.

Karena dalam politik internasional lazim terjadi bahwa kepentingan ekonomi selalu ‘berselingkuh’ dengan kepentingan politik. Maksudnya bahwa sekalipun MSG itu forum untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan, tetapi tidak menutup kemungkinan MSG akan mendukung isu Papua Merdeka dalam forum sidang PBB Tahun 2014 ini.

‘Perselingkuhan’ politik internasional inilah yang kemungkinan dibaca Pemerintahan SBY sehingga negara-negara kunci di MSG yakni Fiji, dan PNG dirangkul untuk masuk dalam orbit dan pengaruh Indonesia. Namun, jelas bahwa pengaruh politik Indonesia dipastikan tidak terlalu signifikan bagi negara-negara anggota MSG.

“MSG juga kan selama ini turut menfasilitasi pertemuan rekonsiliasi antara seluruh faksi-faksi OPM di Port Moresby, Villa, Vanuatu pada Agustus 2014,” tegasnya. (Nls/don/l03)

Sumber:BinPa, Jum’at, 18 Juli 2014 01:53

KSB Tembak Mati Tukang Ojek

JAYAPURA [PAPOAggota polisi saat berpatroli usai terjadi penembakan yang dilakukan KSB di Mimika. Aksi penembakan seperti ini kembali terjadi di Kabupaten Lanny jaya yang berujung meninggalnya, Narsito, seorang tukang ojek, Kamis (17/7/2014). S]- Hanya berselang sehari, pasca penembakan di Tingginambut Puncak Jaya yang menewaskan seorang warga bernama Kallo, Rabu (16/7/). Kini Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) kembali berulah. Kali ini KSB menembak mati seorang tukang ojek bernama Narsito (40) di kampung Dogome Kabupaten Lanny Jaya, Kamis (17/7/2014) sekitar pukul 17.00 Wit.

Warga kampung Yokobag ini tewas ditempat kejadian, setelah timah panas mengenai kepala belakang hingga tembus pipi kanan.”Di tempat kejadian perkara polisi menemukan selongsongan peluru jenis FN. Korban diperkirakan ditembak dari dengan jarak sekitar 1 meter,” ujar Kabid Humas Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik di Mapolda Papua, Kamis (17/7/2014).

Kabid Humas mengatakan, kejadian itu berawal saat korban mengantarkan penumpang Tiom, ibu kota Kabupaten Lannya menuju distrik Malagaineri.”Saat sampai di tempat tujuan, korban langsung ditembak dari belakang hingga meninggal dunia,”ujarnya.

Dengan adanya aksi teror penembakan tersebut, mantan Wadir Intelkam Polda Papua itu sampaikan di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya masih ada kelompok kriminal bersenjata.

“Yang jelas bahwa dengan adanya penembakan tersebut menunjukkan bahwa masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu kamtibmas di wilayah Lany Jaya,” katanya.

Menurut Kabid Humas, perbuatan tersebut tidak dapat ditolerir dan di maafkan, sehingga pihaknya terus berupaya mempelajari dan mendalami kasus penembakan pengojek yang bisa meresahkan warga setempat.

“Kejahatan ini harus di tindak dan di bawa ke depan hukum dan saya pastikan bahwa pelaku akan di bawa ke depan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, S.Sos mengatakan Komnas HAM mengutuk aksi penembakan yang menimbulkan korban jiwa baik di Lanny Jaya, maupun kejadian sebelumnya di Puncak Jaya.

Menurut Frits, Komnas beranggapan bawah apa yang dilakukan oleh KSB tersebut termasuk pelanggaran HAM sebab menghilangkan nyawa orang lain.”Kami minta kepada KSB agar menjelaskan maksud dari aksi penembakan tersebut hingga menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil,”.[tom]

Jum’at, 18 Juli 2014 01:27, PAPOS

KSB Tembak Mati Tukang Ojek was originally published on PAPUA MERDEKA! News

Giliran, Tukang Ojek Ditembak di Lanny Jaya

JAYAPURA – Lagi-lagi kasus penembakan kembali terjadi di wilayah Pegunungan. Jika sebelumnya, Rabu (16/7) tiga warga sipil ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di daerah Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, kali ini, giliran Tukang ojek atas nama Nasito (40) warga Yokobag, ditembak di Kampung Dogobe Kabupaten Lanny Jaya pada, Kamis (17/7) sore sekitar pukul 17.00 WIT.

Korban tewas di tempat, akibat mengalami luka tembak di bagian kepala belakang tembus pipi kanan dan kini korban telah dievakuasi di rumah Sakit Kabupaten Lanny Jaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes (Pol) Pudjo Sulistyo Hartono ketika dikonfirmasi via BBM, membenarkan terjadinya penembakan terhadap tukang ojek oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut.

Pudjo menjelaskan, peristiwa penembakan itu berawal, pukul 16.00 WIT korban yang berprofesi sebagai tukang ojek itu mengantar penumpang dari Kota Tiom menuju Distrik Malagaineri dan dari distrik Malagaineri korban mengantar kembali penumpang lain menuju Kota Tiom.

Namun dalam perjalanan menuju Kota Tiom, tepatnya di Kampung Dogome tiba-tiba ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut yang diduga dari arah hutan. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan TNI dan Polri langsung menuju ke Lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku, namun sudah berhasil melarikan diri. Sementara korban langsung di evakuasi ke RS Tiom.

“Dari hasil olah TKP, anggota di lapangan berhasil menemukan selongsong peluru jenis FN dengan sekitar 1 meter dari tempat korban saat ditembak. Namun saat ini, selongsong peluru tersebut akan dilakukan pengecekan,”

kata Pudjo tadi malam.

Disinggung apakah penembakan tersebut masih ada kaitannya di Kabupaten Lanny Jaya?, Pudjo menjelaskan, bahwa pihakn kepolisian sedang mendalami hal tersebut. “Kita belum bisa sampaikan motifnya seperti apa karena sedang di pelajari oleh kepolisian,” katanya.

Yang jelas, tegas Pudjo bahwa dengan adanya penembakan tersebut, telah menunjukkan bahwa masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu kamtibmas di wilayah Kabupaten Lanny Jaya dan perbuatan ini tidak dapat di tolelir sehingga kejahatan ini harus di tindak dan di bawa ke depan hukum. “Saya pastikan bahwa pelaku akan di bawa ke depan hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata dia.

Sementara itu, Dandim Puncak Jya, Letkol Inf. Luqman Arif ketika dikonfirmasi Bintang Papua melalui via SMSnya, membenarkan peristiwa penembakan terhadap tukang ojek tersebut.

“Korban ditembak saat mengantar penumpang di distrik Malagaineri. Ia terkena tembakan dibagian leher belakang tembus pipi kanan dekat hidung, kepala belakang tembus hidung dan korban telah di evakuasi di RS TIom,”

katanya singkat (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

Giliran, Tukang Ojek Ditembak di Lanny Jaya was originally published on PAPUA MERDEKA! News

Penembakan di Puncak Jaya Diketahui 10 Orang

JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua mengetahui jumlah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap rombongan mobil dari Wamena menuju Kabupaten Puncak Jaya tepatnya di Kampung di sekitar Kampung Dangobak, yang terletak di Kampung Danggobak Kalome, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (16/7) siang diketahui sebanyak 10 orang.

Penembakan yang dilakukan para kelompok kriminal bersenjata tersebut mengakibatkan satu warga sipil tewas  atas nama, Kallo (30) asal Makassar dan dua warga sipil luka tembak masing-masing, Laksmana (24) mengalami luka tembak dibagian kaki dan Bahar (40) mengalami luka tembak di bagian pantat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi , Sulistyo Pudjo Hartono, S.Ik., kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi di lokasi kejadian terutama keapda para korban penembakan, diketahui kelompok KKB tersebut ada sekitar 10 orang.

Namun tentunya,  Polda Papua terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku tersebut serta mengumpulkan sumber untuk mencari siapa dan kelompok mana yang melakukan aksi penembakan itu terhadap warga sipil yang hendak membawa bahan makanan dari Kota Wamena ke Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya tersebut.

Menurut  Pudjo, penembakan ini sengaja dilakukan oleh  kelompok kriminal bersenjata dan mereka  selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dimana mereka melakukan tindakan pada saat kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Puncak Jaya stabil sehingga dengan adanya penembakan ini maka harga bahan makanan naik, misalnya bahan makanan sebesar Rp40 ribu dan sekarang naik menjadi Rp60 ribu.
Pudjo mengemukakan, bahwa sebenarnya kondisi masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya Menurutnyan aman dan kondusif. Indikator umum bagus, bahkan pelaksanaan Pileg dan Pilpres juga aman. Tapi kelompok kriminal bersenjata itu tak mau kondisi di wilayahnya membaik.

“Indikator positif di sana mau tidak mau harga sudah mulai membaik, dan ketika ada aksi dari KKB, semua berubah dengan seketika yang akhirnya semua rugi. Tetapi semua rugi menurut versi kita, tapi menurut mereka untung karena mereka bisa mengambil ke untungan dan mau tidak mau mereka bisa mengambil uang ketika mobil lewat,”

paparnya.

Oleh karena itu, Pudjo menegaskan, polisi tidak boleh membiarkan anomi dimana masyarakat lebih mengendalikan hukum. Polisi tidak boleh kalah, mereka menekan agar masyarakat bisa mengambil ke untungan baik kepada pedagang maupun kontraktor. Tapi beban itu kembali lagi kepada masyarkat dimana harga barang Rp50 ribu naik menjadi Rp75 ribu.

Disinggung soal aktifitas jalan transportasi darat, tambah Pudjo, bahwa transportasi darat terpaksa harus terhenti atas peristiwa penembakan itu. “Masyarakat yang mau membawa bahan makanan terpaksa merasa ketakutan  pasca penembakan tersebut,” katanya.
Apakah ada pengawalan dari aparat saat rombongan ke Kabupaten Puncak Jaya,

Pudjo   mengemukakan tidak ada pengawalan karena selama ini menganggap aman dan kondusif, sehingga mereka tidak meminta pengawalan. “Memang sebelumnya, mereka meminta pengawalan baik dari  Polisi maupun dari TNI itu sendiri. Namun karena mungkin merasa aman mereka harus jalan sendiri,”kata dia.

Sementara itu, jenazah korban Kallo (30) yang meninggal dunia dalam kasus penembakan itu telah dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan pesawat Enggang PK-RSC pada, Kamis (17/7) siang  pukul 11.50 WIT dan selanjutnya akan di makamkan di kampung halamannya di Makassar. (Loy/don/l03)

Jum’at, 18 Juli 2014 01:48, BinPa

Penembakan di Puncak Jaya Diketahui 10 Orang was originally published on PAPUA MERDEKA! News

Papua Bakal Resmi Menjadi Anggota MSG, Bulan Depan

JAYAPURA – Pengamat Hukum Internasional, Sosial dan Politik FISIP Uncen Jayapura, Marinus Yaung, mengatakan, jika pertemuan rekonsiliasi masyarakat Papua di Vanuatu pada bulan Agustus 2014 (bulan depan) berhasil dilaksanakan dan disepakti oleh faksi-faksi Papua Merdeka untuk hanya mengajukan satu proposal saja ke MSG, maka dipastikan proposal tersebut disepakati hanyalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang mengajukan ke MSG.

Pasalnya, sebagaimana hasil keputusan terhadap Proposal Papua pada pertemuan MSG di Port Moresby Juni 2014 lalu tidak menolak, tetapi meminta Papua untuk mengajukan kembali Proposal keinginannya untuk menjadi anggota MSG. Karena alasannya banyak faksi dalam masyarakat Papua, yakni ada WPNCL, KNPB, NRFPB, dan NRPB serta lainnya.

“Jadi kalau OPM saja yang mengajukan Proposal ke MSG agar diakomodir sebagai anggota MSG, jelas itu akan diterima,” ungkapnya kepada Bintang Papua di Kampus Uncen Waena, Kamis, (17/7).

Dengan demikian, Papua diterima menjadi anggota MSG, ini jelas menjadi sebuah pukulan politik yang keras bagi Pemerintah Indonesia. Karena yang pastinya, meski MSG adalah wadah yang bertujuan mempercepat petumbuhan ekonomi, pembangunan dan perdagangan diantara negara-negara rumpun melanesia, tapi bisa saja itu juga sebagai alat/kendaraan politik bagi organisasi-organisasi Papua Merdeka untuk mendapatkan dukungan untuk memerdekakan rakyat Papua terlepas dari NKRI.

Karena dalam politik internasional lazim terjadi bahwa kepentingan ekonomi selalu ‘berselingkuh’ dengan kepentingan politik. Maksudnya bahwa sekalipun MSG itu forum untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan, tetapi tidak menutup kemungkinan MSG akan mendukung isu Papua Merdeka dalam forum sidang PBB Tahun 2014 ini.

‘Perselingkuhan’ politik internasional inilah yang kemungkinan dibaca Pemerintahan SBY sehingga negara-negara kunci di MSG yakni Fiji, dan PNG dirangkul untuk masuk dalam orbit dan pengaruh Indonesia. Namun, jelas bahwa pengaruh politik Indonesia dipastikan tidak terlalu signifikan bagi negara-negara anggota MSG.

“MSG juga kan selama ini turut menfasilitasi pertemuan rekonsiliasi antara seluruh faksi-faksi OPM di Port Moresby, Villa, Vanuatu pada Agustus 2014,” tegasnya. (Nls/don/l03)

Sumber:BinPa, Jum’at, 18 Juli 2014 01:53

Papua Bakal Resmi Menjadi Anggota MSG, Bulan Depan was originally published on PAPUA MERDEKA! News

Seruan Nasional Penyambutan Forkorus Yaboisembut Cs

Forkorus Yaboisembut
Forkorus Yaboisembut dikawal polisi NKRI dan petugas LAPAS

PAPUAN, Jayapura — Kepala panitia keamanan penjemputan Forkorus Yaboisembut Cs, Elias Ayakiding, menyerukan kepada seluruh rakyat Papua Barat, untuk merayakan hari pembebasan Forkorus Cs, yang akan berlangsung pada 21 Juli 2014 mendatang.

“Perlu adanya perayaan penjemputan pak Forkorus, dkk, untuk itu kami minta rakyat di seluruh tanah Papua menggelar acara syukuran,” kata Elias, saat memberkan keterangan kepada wartawan, siang tadi.

Dikatakan, banyak perubahan yang telah terjadi dalam perjuangan rakyat Papua, hal ini terbukti dengan respon negara-negara Melanesia terkait persoalan Papua Barat.

“Perlu adanya perayaan penyambutan pembebasan dua tokoh Papua ini guna menunjukan pada dunia internasional bahwa kami Bangsa Papua telah memiliki pemimpin,”

kata Elias.

Dalam perayaan penyambutan pembebasan dua tokoh Papua, Forkorus Yaboisembut yang diklaim sebagai Presiden NRFPB, dan Edison Waromi yang diklaim sebagai Perdana Menteri, rencananya akan dirayakan di seluruh Papua.

“Tempat penyambutan mulai dari Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Abepura, hingga Kantor Dewan Adat Mamta, Kampong Sabron, Yaru,” katanya.

Adapun yang menjadi tuntutan panitia keamanan;

Pertama, keamanan adalah tanggung jawab bersama semua pihak, karena itu diharapkan kerja samanya.

Kedua, pihak TNI/Polri agar menghormati dan menghargai keamanan yang dilaksanakan oleh polisi Negara Federal Republik Papua Barat.

Ketiga, masyarakat dan pengusaha yang berada di sepanjang jalan Abepura – Sentani – Sabron Yaru, agar menghentikan sejenak aktifitasnya selama satu hari demi kebersamaan dan kelancaran keamanan.

Keempat, masyarakat adat Papua dan simpatisan yang akan jemput agar tertip sesuai intruksi keamanan, yaitu tidak membawa atau mengibarkan BK “ Bintang Kejora ” saat penjemputan berlangsung, ataupun membawa alat tajam.

“Kami berharap himbauan ini bisa didengar dan ditaati oleh seluruh masyarakat Papua,” tutup Elias.

AGUS PABIKA, Sumber SUARAPAPUA.com

Kelompok Kriminal Bersenjata Di Papua Kembali Beraksi

Terjadi lagi pada sore tadi, Kamis 17 Juli 2014 pukul 17.10 WIT aksi penembakan terhadap warga/masyarakat sipil di daerah Dugume Kabupaten Lanny Jaya. Kali ini korbannya adalah seorang tukang ojek atas nama Nasito (47 Thn) asal Probolinggo. Korban meninggal di tempat setelah terkena peluru dari tembakan senjata api milik Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga beroperasi di daerah tersebut.

Awal mula kejadian ketika korban sedang mengantar penumpangnya dari arah Malaganeri menuju ke Tiom. Pada saat tiba di Kampung Dugume tukang ojek tersebut di tembak dibagian leher belakang tembus ke pipi bagian kiri. Kemungkinan besar penembakan tersebut dilakukan oleh orang yang diboncengnya (penumpangnya) yang dari Malaganeri tersebut. Karena di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan barang bukti berupa satu buah kelongsong senjata jenis Pistol.

Sungguh sangat bejat perbuatan dari orang tersebut yang tega melakukan penembakan terhadap oarng yang sedang bekerja mencari nafkah untuk menafkahi keluarganya di rumah. Bagaimana perasaan keluarganya di rumah saat mendengar orang tersayang yang pulang hanya dengan nama karena di tembak oleh kelompok sipil bersenjata yang sangat tidak dibayangkan.

Itulah perbuatan yang sangat tidak manusiawi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal seperti inilah yang membuat masyarakat di daerah tersebut merasa terganggu dan tidak nyaman. Dalam hal mencari nafkah, karena mereka merasa takut dengan kejadian tersebut.

Dari kejadian ini pihak TNI-Polri mengambil langkah-langkah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lany Jaya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama untuk mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, menggiatkan patroli gabungan TNI-Polri ke daerah-daerah rawan.

Saat ini kondisi di daerah tersebut sudah mulai kondusif namun aparat keamanan tetap melakukan pengamanan.

Kompasiana, REP | 17 July 2014 | 20:28

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny