OPINI: Penanggulangan Sparatis

Oleh : Aulia Asep Ralla | 26-Apr-2011, 14:50:57 WIB

KabarIndonesia – Dalam mewujudkan kondisi aman dan damai di Indonesia, upaya secara menyeluruh untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan separatisme yang telah terjadi dibeberapa di Indonesia masih menjadi keprihatinan nasional dan internasional. Upaya untuk mengatasi separatis menjadi sangat penting tatkala keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi sebuah harga yang tidak dapat ditawar tawar lagi.

Salah satu penanggulangan separatis yang dianggap berhasil selama ini adalah proses penanggulangan separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mereka diberikan kesempatan untuk ikut proses pemilihan kepala daerah di Provinsi NAD yang dapat berlangsung secara aman, damai, dan demokratis.

Hal ini mengindikasikan bahwa konflik separatisme di Aceh sudah berakhir. Pelaksanaan butir-butir kesepahaman Helsinki secara konsisten menjadikan seluruh komponen masyarakat termasuk tokoh-tokoh yang selama ini memiliki idiologi yang berbeda, saling bahu membahu membangun daerah Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, penyelesaian kasus separatisme di Papua secara simultan terus dilakukan dengan intensif. Upaya penarikan pasukan militer (TNI) di Papua telah menunjukkan keberhasilan dengan indikator semakin menurunnya intensitas perlawanan gerakan bersenjata. Namun, kondisi sosial masyarakat dan masih kuatnya dukungan sebagian kelompok masyarakat terhadap perjuangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) perlu diwaspadai dengan baik.

Pada saat ini permasalahan separatis di Papua berupaya menempuh langkah strategis, baik melalui lobi-lobi internasional maupun pendekatan dengan pemangku kepentingan (stake holder) di Papua. Di samping itu, pemerintah juga melakukan counter propaganda guna meluruskan dan meletakkan permasalahan Papua secara jernih dan objektif serta dapat dimengerti masyarakat internasional bahwa penyelesaian masalah Papua melalui Otonomi Khusus dalam kerangka NKRI merupakan solusi terbaik.

Hal ini dianggap berbagai kalangan telah berhasil mengubah pandangan sejumlah anggota parlemen negara-negara Barat, khusunya Amerika Serikat yang selama ini selalu mendiskreditkan Pemerintah Indonesia dan cenderung mendukung gerakan separatis Papua. Karenanya, kita berharap agar penyelesaian Papua harus dilakukan secara menyeluruh.

Sementara itu, penegakan hukum serta penyelesaian pelanggaran HAM, pengabaian hak-hak dasar penduduk asli Papua, dan adanya perbedaan pendapat mengenai sejarah penyatuan Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu diselesaikan dengan segera. Kekecewaan masyarakat Papua dan masyarakat lainnya yang ada di Indonesia perlu diobati dengan kebijakan yang menyentuh akar permasalahan dan sebanyak mungkin mengakomodasi aspirasi yang berkembang pada masyarakat Papua. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini…!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com

OPINI: Penanggulangan Sparatis

Oleh : Aulia Asep Ralla | 26-Apr-2011, 14:50:57 WIB

KabarIndonesia – Dalam mewujudkan kondisi aman dan damai di Indonesia, upaya secara menyeluruh untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan separatisme yang telah terjadi dibeberapa di Indonesia masih menjadi keprihatinan nasional dan internasional. Upaya untuk mengatasi separatis menjadi sangat penting tatkala keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi sebuah harga yang tidak dapat ditawar tawar lagi.

Salah satu penanggulangan separatis yang dianggap berhasil selama ini adalah proses penanggulangan separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mereka diberikan kesempatan untuk ikut proses pemilihan kepala daerah di Provinsi NAD yang dapat berlangsung secara aman, damai, dan demokratis.

Hal ini mengindikasikan bahwa konflik separatisme di Aceh sudah berakhir. Pelaksanaan butir-butir kesepahaman Helsinki secara konsisten menjadikan seluruh komponen masyarakat termasuk tokoh-tokoh yang selama ini memiliki idiologi yang berbeda, saling bahu membahu membangun daerah Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, penyelesaian kasus separatisme di Papua secara simultan terus dilakukan dengan intensif. Upaya penarikan pasukan militer (TNI) di Papua telah menunjukkan keberhasilan dengan indikator semakin menurunnya intensitas perlawanan gerakan bersenjata. Namun, kondisi sosial masyarakat dan masih kuatnya dukungan sebagian kelompok masyarakat terhadap perjuangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) perlu diwaspadai dengan baik.

Pada saat ini permasalahan separatis di Papua berupaya menempuh langkah strategis, baik melalui lobi-lobi internasional maupun pendekatan dengan pemangku kepentingan (stake holder) di Papua. Di samping itu, pemerintah juga melakukan counter propaganda guna meluruskan dan meletakkan permasalahan Papua secara jernih dan objektif serta dapat dimengerti masyarakat internasional bahwa penyelesaian masalah Papua melalui Otonomi Khusus dalam kerangka NKRI merupakan solusi terbaik.

Hal ini dianggap berbagai kalangan telah berhasil mengubah pandangan sejumlah anggota parlemen negara-negara Barat, khusunya Amerika Serikat yang selama ini selalu mendiskreditkan Pemerintah Indonesia dan cenderung mendukung gerakan separatis Papua. Karenanya, kita berharap agar penyelesaian Papua harus dilakukan secara menyeluruh.

Sementara itu, penegakan hukum serta penyelesaian pelanggaran HAM, pengabaian hak-hak dasar penduduk asli Papua, dan adanya perbedaan pendapat mengenai sejarah penyatuan Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu diselesaikan dengan segera. Kekecewaan masyarakat Papua dan masyarakat lainnya yang ada di Indonesia perlu diobati dengan kebijakan yang menyentuh akar permasalahan dan sebanyak mungkin mengakomodasi aspirasi yang berkembang pada masyarakat Papua. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini…!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com

KOMUNITAS PAPUA BERITA DUKA

BERITA DUKA

DITUJUKAN KEPADA :
1. WEST PAPUA NATIONAL AUTHORITY (WPNA) BAIK DALAM DAN LUAR NEGERI PAPUA
2. PEMIMPIN KOLEKTIF BANGSA PAPUA
3. SELURUH ELEMEN PERJUANGAN PEMBEBASAN PAPUA
4. RAKYAT BANGSA PAPUA
5. KELUARGA BESAR ARONGGEAR
6. KELUARGA BESAR ANSUS-YAPEN BARAT
7. KELUARGA BESAR YAPEN

ISI BERITA DUKA :
Telah meninggal dunia pada hari Jumat, 11 Maret 2011 di Jayapura salah seorang pejuang pembebasan Papua Barat anggota pelaku pelurusan sejarah Papua di PDP dan Menteri Dalam Negeri WPNA. BAPAK DRS. DOMINGGUS ARONGGEAR.

Almarhum meninggal dunia karena ditabrak oleh kendaraan motor disekitar kebunnya sepanjang jalan ke arah Koya. Jenazah almarhum sedang disemayamkan di rumah duka dengan alamat Melati Kota Raja-Jayapura.

Demikian berita duka ini kami sampaikan kepada kita sekalian untuk diketahui.

Terkirim: Sab, 12 Maret, 2011 02:20:44
Sumber YahooGroups
================
Turut Berduka cita dan kiranya Tuhan menerima alm. disisiNya. Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga Besar Ap dan Bangsa Papua baik di Netherlands, Papua dan dimanapun berada. Seluruh Perjuangan dimasa hidupnya menjadi inspirasi bagi kita untuk melanjutkan apa yang diperjuangkannya.
Diaz dan Keluarga di Papua.

To: komunitas_papua@yahoogroups.com; ottis@yahoogroups.com; simpa@yahoogroups.com
From: oridek@…
Date: Tue, 7 Jun 2011 06:33:43 +0000
Subject: KOMUNITAS PAPUA BERITA DUKA

Saya barusan dapat kabar yang adik Yarid Foroves Ap dapat tubruk dan telah meninggal. Dia seorang aktivis yang gunakan dia punya ilmu dan talenta untuk memperjuangan Papua Merdeka. Kami telah kehilangan saudara, adik dan anak yang berani dan turut jalan di front perjuangan. Selamat Jalan asun, kami akan berjuang terus. Semoga Tuhan menerimamu disisiNya. Jouw Suba.

Atas nama Keluarga Arnold C. Ap

Selamat berjuang!

Berjuang terus tetap menang,

Oridek Ap

HP: +31 6 48 007 326

Aktivis Papua Merdeka Jefry Pagawan Bersama 33 Orang Lainnya ditangkap Di Bewan, PNG

Laporan dari Barias Yikwa, Koordinator Stasiun Vanimo dari WPRRA (West Papua Refugee Relief Assiciation) menyatakan 34 orang West Papua ditangkap dan dimasukkan dalam tahanan Polda Vanimo hari ini. Penangkapan ini dilakukan termasuk aktivis muda Jefry Pagawak ditangkap.

Penangkapan ini menyusul 79 orang yang telah ditahan di Polda Vanimo sejak dua minggu silam.

Diberitahukan kepada para pemuda dan mahasiswa Papua pada khususnya dan tokoh gereja agar membentuk barisan bersama dan mempertanyakan kepada Pemerintah Papua New Guinea melalui Konsulat Jenderal yang ada di Port Numbay:

  1. Kenapa orang yang sudah datang ke tanah mereka sendiri mencari hidup dari pengejaran dan ancaman mati dari NKRI mesti harus dikejar dan ditangkap lagi?
  2. Perbuatan salah apa yang mereka lakukan di PNG yang melanggar hukum PNG? Kalau mereka melanggar hukum PNG, kenapa harus dilakukan dengan pembakaran rumah-rumah tinggal sementara dan penghancuran kebun-kebun mereka dengan sikop dan parang sampai hancur-lebur? Apa salahnya makanan dan rumah dengan manusia? Tidakkah rumah memberikan perlindungan kepada semua manusia dan tidakkah makanan membuat kita semua hidup sebagai manusia? Apa salah rumah dan makakan?
  3. Siapa yang membayar polisi dan tentara preman/ gadungan ini sehingga beroperasi secara liar dan brutal?
  4. Kalau PNG sudah tidak sanggup lagi menahan dan menangani orang-orang yang mencari perlindungan ke tanah mereka di sebelah timur, sebaiknya PNG mengurus mereka dan mengirimkan mereka ke negara ketiga supaya mereka hidup lebih aman tanpa ditangkap, tanpa kebun mereka dihancurkan, tanpa rumah mereka dibakar di sana.

Sekali lagi, para pemuda dan mahasiswa Papua janganlah berdiam diri, jangan sibukkan diri dengan isu-isu lemparan NKRI yang murahan yang tidak ada manfaatnya tetapi memeras tenaga, waktu dan biaya seperti isu MRP, isu Pilkada, isu Pemekaran, isu dana Otsus dan sebagainya. Fokuskanlah dan sibukkanlah dalam menggunakan dan memanfaatkan tenaga, waktu dan talenta yang Anda miliki untuk isu-isu yang berdampak luas dan jangka panjang, isu yang bermanfaat untuk keberlangsungan diri, hargadiri dan keturunan Anda ribuan tahun ke depan.

Demikian kami sampaikan laporan dari Barias Yikwa, Koordinator WPRRA dari Tanahan Polda PNG di Vanimo, Sandaun Province, Papua New Guinea.

PMNews

Jangan Pernah Jual Bangsamu, Apalagi Pejuang untuk Jabatanmu yang Hanya Sesaat

Disampaikan kepada seluruh calon legislatif dan eksekutif di tanah Papua pada khususnya, dan pada umumnya para penghambat perjuangan, pembenci dan pencelaka para pejuang yang siang malam mempersembahkan segalanya untuk Tanah dan Bangsa Papua bahwa:

  1. Jangan Anda berani menjual saudara sebangsa dan setanah air, sedarah, sesuku, semarga hanya untuk kepentingan sesaat, yang masa waktunya terbatas, yang akibatnya mendatangkan kutuk atas dirimu dan keturunanmu;
  2. Jangan belajar remehkan atau menghina para pejuang kemerdekaan dengan alasan apapun, alasan pribadi atau umum,  karena hidup dan nasib tidak normal dan sewajarnya sebagai manusia, karena para pejuang bekerja dengan keputusan pribadi dan nurami mereka tanpa pamrih dan tanpa gaji, walaupun mereka tahu resikonya adalah ancaman nyawa(maut);
  3. Jangan pernah merencanakan kejahatan terhadap para pejuang Papua Merdeka, baik yang ada di pengasingan sebagai pencari suaka ataupun sebagai pengungsi dengan membayar tentara/ polisi negara yang bersangkutan dengan tujuan memulangkan atau menangkap para pejuang karena mereka harus meninggalkan tanah air bukan karena kepentingan perut pribadi, seperti yang anda upayakan dengan jabatan atau pekerjaan di dalam NKRI;

Ingatlah bahwa:

  1. Manisnya kedudukan atau pekerjaan di dalam NKRI  atau enaknya menghina atau menceritakan para pejuang hanya lahsesaat, karena seumur hidupmua engkau akan menelan racun, dan mati dalam kutukanmu sendiri;
  2. Alam dan Adat Papua telah mengeluarkan KUTUK dan BERKAT bersamaan waktu bagi Tanah dan Bangsa Papua, dengan demikian bagi yang menghina dan mencelakakan perjuangan menerima kutuknya dan bagi yang menghargai den mendukung menerima berkat.
  3. Kutukan atas penghinaan atau kecelakaan yang didatangkan ialah penderitaan seumur hidup sampai mati dan kutukan bagi keturunan Anda, sampai tujuh turunan.

KECUALI,

  • kalau Anda begitu menghina dan mencelakakan pejuang bangsa Papua, Anda langsung angkat kaki dari Tanah Papua dan tinggal bersama di tanah air Indonesia, maka Anda terlepas dari ancaman maut.

Demikian Pesan Khusus Pemangku Alam dan Adat Papua ini disampaikan secara singkat, untuk diketahui oleh:

  1. Para calon legislativ, calon bupati dan calon wakil Bupati di seluruh Tanah Papua, agar tidak berpikir mencelakakan diri sendiri;
  2. Para penghina, pencela dan pembawa celaka bagi pejuang Tanah Papua agar sadar sebelum celaka;
  3. Semua pihak yang tidak menghargai dan tidak mempercayai perjuangan ini, karena akibatnya akan menimpa dirinya sendiri.

Pemangku Adat dan Alam Papua,

Sandi Operasi “AWAS! Papua”

Pembakaran Rumah Pengungsi West Papua di Vanimo oleh Aparat Keamanan PNG tanggal 24 Januari 2011

Dilaporkan dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua di Rimba New Guinea bahwa Tentara bayaran NKRI dari PNG telah melakukan operasi-operasi atas nama “Pengamanan Perbatasan” pada hari ini 24 Januari 2010 dengan membakar 8 rumah yang dihuni pengungsi asal West Papua di wilayah Vanimo.

Rumah-rumah yang dibakar adalah rumah dari para pengungsi yang telah berstatus ‘pengungsi’ diterima oleh pemerintah PNG, sesuai hukum internasional menyangkut pengungsi.

Menurut laporan yang diterima PMNews bahwa pembakaran rumah dimaksud merupakan yang ke-…. sejak warga Papua dari bagian Barat Pulau New Guinea mulai melarikan diri ke bagian timur pulau mereka (New Guinea) gara-gara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menginvasi dan menduduki wilayah leluhur mereka sejak pencetusan Tiga Komando Rakyat (Trikora) 19 Desember 1969 dan disusul penyerahan Irian Barat (Netherlands New Guinea) kepada Indonesia melalui perantara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1 Mei 1963.

Menurut pengalaman sejauh ini, pembakaran sudah dilakukan berulangkali oleh aparat keamanan PNG dengan alasan pengamanan perbatasan dan menuduh teman-teman sebangsa dan setanah-air mereka dari bagian barat pulau mereka sebagai ‘penghuni liar’, ‘pelanggar hukum negara’ dan ‘pelarian.’

Mendahului pembakaran rumah-rumah pengungsi West Papua ini telah dilakukan pengecekan ketat dan pemeriksaan terhadap orang-orang Asia yang bertempat tinggal di Vanimo dengan tujuan memeriksa apakah semua orang Asia yang tinggal di Vanimo memiliki izin tinggal atau tidak. Hal ini dilakukan mengingat ada banyak laporan dari berbagai pihak masuk ke aparat keamanan bahwa ada banyak penghuni liar bekerja di sejumlah perusahaan kayu yang beroperasi di Vanimo.

Masih menurut laporan tadi, pembakaran ini dilakukan dengan sasaran khusus pengungsi asal Wamena.

PMNews masih mencari informasi lanjutan jumlah pasukan yang membakar rumah, jumlah pengungsi yang diterlantarkan dengan pembakaran ini, dan alasan pembakaran dimaksud. [pmnews]

Terdakwa “Video Kekerasan” Akui Perbuatannya

Pelaku Kekerasan NKRI dalam Video memang Akhirnya Diakui, Indonesia Pembunuh Bukan?
Pelaku Kekerasan NKRI dalam Video memang Akhirnya Diakui, Indonesia Pembunuh Bukan?

TERDAKWA : Salah satu prajurit TNI dari Kesatuan 753 AVT/Nabire, Kodam XVII/Cen¬derawasih yang melakukan pe¬nga¬niayaan dan kekerasan tera¬dap warga di Kampung Gurage, Kecamatan Tinggi Nambut saat sidang di Mahkamah Militer Kodam XVII/Cenderawasih, Kamis (13/1) kemarin

JAYAPURA [PAPOS] – Tiga prajurit TNI dari Kesatuan 753 AVT/Nabire, Kodam XVII/Cenderawasih yang melakukan penganiayaan dan kekerasan terhadap warga di Kampung Gurage, Kecamatan Tinggi Nambut, seperti yang terekam di “video kekerasan” pada “You Tube” sejak tahun 2010 lalu mengakui atas perbuatan mereka.

Dari keempat terdakwa yang disidangkan, Kamis (13/1) kemarin masing-masing bernama, Serda Irwam Rizkiyanto, Pratu Tamrin Mahangiri dan Pratu Yapson Agung.

Namun pada persidangan yang dilakukan selama 1 hari ini, akan kembali digelar, Senin (17/1) dengan alasan 5 saksi tidak hadir dalam persidangan.

Persidangan ketiga terdakwa ini dipimpin oleh, Letkol Adil Karo-karo digelar oleh Ouditur Militer III-19 Jayapura, namun karena 5 saksi tidak hadir dalam persidangan, sehingga terdakwa tidak dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Dalam persidangan ketiga terdakwa saat berhadapan di persidangan mengakui atas perbuatan mereka bahwa telah melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap kedua korban, Anggen Pugu Kiwo dan Telengga Gire asal Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Para tersangka masing-masing dikenakan Pasal 103 ayat 1 juncto ayat 3 ke 3 KHUPM, yaitu perbuatan tidak mentaati perintah atasan, dengan ancaman 2 tahun 6 bulan penjara.

Dari surat dakwaan ketiga terdakwa yang melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap kedua korban terjadi sejak tanggal 27 Mei 2010 lalu, sekitar pukul 12.00 Wit bertempat di Pos Gurage 753/AVT Nabire.

Awalnya, terdakwa melihat masyarakat melintas di depan Pos Gurage dengan menggunakan sepeda motor [ojek] tujuan menuju ke Mulia, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, namun tiba seorang tukang ojek yang tidak diketahui identitasnya singgah di Pos TNI karena sepeda motor yang dikendarainya dalam keadaan rusak

Selanjutnya dari salah satu terdakwa bernama, Serda Suhaedi mendatangi kedua korban sambil menanyakan identitas kedua korban, akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan salah satunya tidakmemiliki KTP dan mereka tidak mengunakan bahsa Indonesia, sehingga terdakwa mengantar korban ke Pos.

Kemudian, terdakwa melihat dari salah satu kedua korban memakai kalung warna biru. Dimana dalam pengakuan terdakwa bahwa sebelumnya mendapat informasi untuk mewaspadai masyarakat memakai kalung berwarna biru yang diduga kelompok OPM.

Melihat kalung yang dipakainya itu, ketiga terdakwa semakin curiga lalu terus melakukan pemeriksaan.

Namun salah satu warga menyampaikan bahwa korban Anggen Pugu Kiwo merupakan bagian dari OPM, sehingga terus melakukan pemeriksaan dan memaksa untuk menggunakan bahasa Indonesia.

Karena kedua korban tidak mau menggunakan bahasa Indonesia, maka ketiga terdakwa mengikat kedua kaki korban dan tangan lalu menginjak serta menakut-nakuti dengan menggunakan pisau dan menempelkan di bagian hidung kedua korban agar menggunakan bahasa Indonesia.

Selanjutnya, ketiga terdakwa menutup kepala korban dengan menggunakan kantong plastic sambil membakar kemaluan korban.

Sementara terdakwa, Serda Irwan dan Pratu Yakson melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap kedua korban, terdakwa Prada Barno merekam dengan menggunakan Hanphone Merek Sony Ericson.

Selain memaksa kedua korban untuk menggunakan bahasa Indonesia, ketiga terdakwa ini juga memaksa korban agar mengakui tentang keberedaan senjata, sehingga kedua korban mengaku bahwa senjata tersebut di daerah Sanoba dan daerah Kalime.

Usai melakukan persidangan, ketiga terdakwa di kembalikan keruang tahanan Pomdam XVII/Cenderwasih untuk dilanjutkan pemeriksaan kembali terhadap 5 saksi.

Oditur persidangan, Mayor Soemantri mengatakan, ketiga terdakwa tidak kenai pasal 351 tentang penganiayaan karena tidak ada saksi korban. “karena nanti ketika dalam persidangan ditanya siapa yang sakit dan luka, kita tidak bisa membuktika,” tandasnya kepada wartawan usai pelaksanaan sidang.

Dia menjelaskan bahwa, untuk pembuktian terhadap korban harus disertai dengan visum yang dibuktikan oleh pemeriksaan oleh Dokter.

Ditanya soal ketidak hadiran saksi, Soementri menyampaikan bahwa ada 5 saksi dari prajurit TNI 753/AVT Nabire dan terdakwa, serta barang bukti berupa Vedeo kekerasan dan penganiayaan yang berdedar di media online “You Tube” akan dilanjutkan pada Senin (17/1) besok –Red. “nanti dilihat dari You Tube saat ketiga terdakwa mengintrogasi seorang warga bernama Anggen Kiwokiwo yang dicurigai sebagai salah satu anggota OPM.[loy]

Written by Loy/Papos

Friday, 14 January 2011 05:33

Salam Natal 2010 dan Tahun Baru 2011: Mari Kita Berjuang Terus Sampai PAPUA MERDEKA!

Dengan melewati perayaan Tahun rakyat dan anugerah sang Khalik Langit dan Bumi serta segenap isinya, maka dengan ini pula bangsa Papua mensyukuri memperoleh anugerah dan berkat yang melimpah.

Kedatangan Yesus Kristus ke Muka Bumi bertujuan utama menyelamatkan umat manusia dari kegelapan dan penjajahan, dari penguasa gelap yang menyangkal dan menyiksa umat manusia. Kedatangannya telah membawa banyak perubahan dan perubahan-perubahan yang dilakukannya penuh dengan kontroversial, banyak yang menolak, banyak juga yang menerima. Lama kelamaan, kontrovesi itu semakin jelas.

Manusia mulai dewasa dan memahami semua karya Yesus sebagai sang Juruselamat.

Tetapi perlu dicatat bahwa Yesus Kristus bukan hanya sekedar seorang Juruselamat, tetapi bisnis penyelamatan umat manusia itu dilakukan secara revolusioner, dengan cara merombak apa yang salah dalam bangunan pemahaman umat manusia terhadap Makhluk Ilahi.

Sudah banyak teolog, sosiolog, antropolog, politikus, rohaniawan, masyarakat adat melihat sosok Yesus sebagai seorang Revolusioner terbesar dalam sejarah umat manusia. Yesus lahir, hidup, menderita, dan mati sampai bangkit dan dengan ini melakukan revolusi besar-besaran dan mendasar. Tatatan sosial, budaya, politik, ekonomi, rohani dan aspek kehidupan umat manusia direvousi secara total.

Revolusi itu tidak berhenti saat Yesus disalibkan. Pada saat penyaliban, dan bahkan sebelum penyalibannya, Yesus sudah berulangkali menyatakan, “Kalian akan melakukan hal-hal yang lebih besar lagi,”, dan untuk melakukan hal-hal itu Yesus telah meninggalkan penggantinya.

Dalam perjalanan sejarah kehidupan umat manusia itu telah nyata terjadi revolusi besar-besaran di sana-sini.

Dalam proses revolusi itulah, maka dengan ini, komando Revolusi yang ada di Pulau New Guinea, yang kini beroperasi di hutan rimba New Guinea, saya selaku Panglima Tertinggi Komando Revolusi untuk West Papua, New Guinea dan Melanesia sekalian, menyampaikan kepada sekalian bangsa Papua di manapun Anda berada:

  • Bahwa perjuangan kemerdekaan West Papua merupakan kelanjutan proses revolusi tuntas umat manusia, kelanjutan revolusi yang ditinggalkan Yesus Kristus, yang patut diikuti oleh para pengikut Kristus;
  • Bahwa revolusi ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengembalikan kedaulatan bangsa Papua dari tangan penjajah Indonesia, akan tetapi lebih dari itu ialah dalam proses pembangunan umat manusia sebagai kelanjutan pekerjaan Tuhan di Tanah Papua
  • Bahwa revolusi dimaksud di Tanah Papua tidak akan pernah terwujud dengan kehadiran NKRI di Tanah Papua. Karena itu, Otonomi Khusus bukanlah sebuah langkah revolusioner, tetapi ialah langkah kompromi, yang menunjukkan bukti matinya nyali dan rasa manusia Papua, tanda mentalitas orang Papua yang memenuhi syarat dijajah, yang pola pikirnya tidak meneladani revolusi Yesus yang ditinggalkannya; yang secara jelas menunjukkan bukan ciri dari seorang pengikut Revolusioner Dunia, Yesus Kristus

Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2011 ini, Saya selaku Panglima Teringgi Komando Revolusi, Tentara Revolusi West Papua, yang memimpin kelanjutan Revolusi di Tanah Papua, untuk kepentingan bangsa Papua, Pulau New Guinea dan ras/etnis Melanesia, menyerukan agar setiap pihak mempersiapkan diri dalam doa, tenaga, waktu dan dana untuk terus mendukung perjuangan Papua Merdeka, karena perjuangan ini merupakan kelanjutan Amanat Agung Yesus Kristus, “Pergilah, Jadikanlah sekalian bangsa murid-Ku, mulai dari Yerusalem, YUdea, Samaria, dan sampai ke Ujung Bumi,” (Kisah Rasul 1:8).

Bagi yang menolak Revolusi ialah mereka yang senang dengan “status quo”, yang mentalnya mental budak, yang nyalinya telah mati, yang hargadirinya telah tergadaikan, atau digadaikan, atau telah hilang sama sekali.

Memasuki tahun 2011, lihatlah kepada perubahan-perubahan sebagai dampai dari Revolusi di Tanah Papua. Semoga bagi yang bertelinga mendengar, yang bermata melihat tanda-tanda ini, dan yang berhatinurani terdorong untuk mendukung misi agung ini.

Issued at: Central Defence Headquarters
On date: 28 December 2010
——————————————————
Secretary-General I,

Signed

Amunggut Tabi, Lieut. Gen. TRWP
BRN: A.018676

Supreme Commander,

Signed

Mathias Wenda, General TRWP
NBP: A.001076

DERITA DUKA: MBADLIMA DABBI Koordinator DeMMAK Meninggal Dunia

Pada hari ini tanggal 22 Desember 2010, Jam 04. 30 Waktu West Papua dini hari telah meninggal dunia Pahlawan Revolusioner Barisan Alam dan Adat (Wim Inggi pago werek) dan Ketua Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka (DeMMAK) Kordinator Wilayah Wadanggu atas Nama: BADLIMA DABBI, Tempat Tanggal Lahir : Wadanggu 16 Desember 1956, atas kepergian almarhum karena SAKIT.

Dalam hidupnya sangat lama mengabdikan dirinya dalam Perjuangan West Papua Merdeka, kini Ia (Alm) telah meninggalkan kami semua. Sebelum Alm meninggal, satu minggu sebelumnya telah meninggal dunia juga Ibunda Ketua DeMMAK KORWIL TIMODAPIKK: ANTHON WANIMBO. Kedua alm ini telah menyampaikan beberapa pesan untuk diketahui oleh kita semua.

Alm Ibunda Anton menitipkan Pesannya: Untuk Masalah West Papua Merdeka tidak ada Pintu lain dan Pintu hanya satu saja yaitu Jalan yang sedang berjalan oleh Anton DKK, maka anak-anak, cucu-cucu, Bapak Ibu semua, jika Ingin Papua Merdeka cepat silahkan Berbarislah Dibelakang Mereka, tanpa mereka tidak bisa dan tidak ada jalan lain selain jalan ini”, setelah itu Ibunda langsung menghembuskan nafasnya seketika, Ujarnya.

Setelah itu satu minggu kemudian tepatnya pada hari ini sekitar jam 04. 00 Waktu WP, Alm BADLIMA DABBI juga telah menitipkan pesan singkatnya yaitu: Semua Jalan untuk West Papua Merdeka sudah SIAP, yang harus saya buat sudah selesai kini saatnya menyambut KEMERDEKAAN yang ada didepan mata, Teman-teman, Adik-adik, Anak-anak, Cucu-cucu, dan seluruh rakyat West Papua dan Melanesia Pada umumnya, mari kita wujudkan impian kita (KINANE YU ARAR O, OBOK ARAR EKOP). Setelah menyampaikan pesan singgkat, sekitar 30 menit kemudia Alm menghembuskan nafas terakhirnya.
.

Selamat Merayakan Hari Besar Bangsa Papua

Dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua, saya, Gen. Mathias Wenda, atas nama segenap Staff di Markas Pusat dengan ini mengucapkan:

SELAMAT MERAYAKAN
Hari Besar Bangsa Papua 1 Desember 2010

kepada segenap rakyat West Papua di manapun Anda berada, khususnya para Panglima Komando Revolusi Daerah bersama Pasukan gerilyawan West Papua Merdeka.

Semoga sekalian bangsa Papua semakin bersatu, Satu Hati, Satu Jiwa, untuk Satu Cita-cita: PAPUA MERDEKA!

Panglima,

Mathias Wenda, General TRWP.

BRN: A.001076

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny