SEMUA KASUS PENEMBAKAN DI TEMBAGAPURA TIMIKA ADALAH TANGGUNGJAWAB PT.FREEPORT INDONESIA DAN TNI/ POLRI

Statemen Resmi OPM terkait insiden PT. Freeport Indonesia
HE WEST PAPUA NATIONAL ARMY
TENTARA NASIONAL PAPUA BARAT
MARKAS KOMANDO PEMBEBASAN
NASIONAL PAPUA BARAT
———————————————————-

PRESS RELEASE JEND. KELLY KWALIK

SEMUA KASUS PENEMBAKAN DI TEMBAGAPURA TIMIKA ADALAH TANGGUNGJAWAB PT.FREEPORT INDONESIA DAN TNI/ POLRI

Salam Revolusi

Kepada Masyarakat Dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bangsa Australia, Bangsa Amerika Serikat, Uni Europe dan Asia Pacific serta Bangsa Colonial Indonesia.

Atas nama Allah Pencipta Tanah Papua Barat, atas nama Leluhur bangsa Papua Barat, atas nama Moyang bangsa Papua Barat, atas nama Tulang Belulang yang dibantai karena keganasan Latinas Colonial Indonesia, dan atas nama seluruh Masyarakat Papua Barat, saya Jenderal Kelly Kwalik menyatakan bahwa, seluruh kejadian penembakan, baik Security maupun Warga Negara Australia di Tembagapura Timika adalah tanggungjawab PT.Freeport Indonesia dan TNI/POLRI. Untuik itu atas nama bangsa Papua Barat, Kami sampaikan kepada Negara Australia bahwa, Bangsa Papua Turut berduka atas inside penembakan Al. Saudara Drew Nicholas Grant.. Selalu pemimpin besar TPN-OPM mau sampaikan bahwa, persoalan penembakan terhadap Saudara al adalah murni conspiracy pengalian keamanan. TNI-POLIRI dan PT.Freeport Indonesia bertanggungjawab penuh.

Masyarakat Dunia yang kami hormati,

Sebagaimana pernyataan saya selaku pimpinan panglima besar Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-OPM) tentang kejadian di sepanjang jalan Km. 50 sampai dengan Km. 74, Tembagapura. Ingin saya menyatakan bahwa, segala kejadian di seluruh Tanah Papua maupun di Areal PT.Freeport Indonesia Tembagapura – Timika – Papua adalah sebuah prose’s rekayasa belaka oleh Pihak Colonial Indonesia lewat pasukan TNI-POLRI untuk mencari keuntungan dalam kedudukan, kepangkatan dan Kekayaan. Semuanya adalah hanya sebuah aduh domba yang sengaja diciptakan oleh Pasukan colonial Indonesia (TNI-POLRI) selama hampir setenga Abad Papua Barat Ada dibawah colonial Indonesia.

Semua kejadian mulai; Hari Rabu jam 4.00 WIP. Sekitar 30 Pasukan masuk ke Mil 74 dan melakukan penyerangan terhadap fasilitas PT.Freeport Indonesia. Tidak ada korban Jiwa. Dalam peristiwa ini 1 bus PTFI, 2 Mobil, 1 Kontener di Bakar. Terjadi tembak menembak antara pasukan TPN dan gabungan Pasukan TNI – POLRI dari Jam 6.00 – 15.00 WIP. Terjadi pengibaran bendera Pusaka Bangsa Papua (Sang Bintang Kejora) diatas Puncak Trowongan Mil 74 dari Jam 700-15.00 WIP. Situasi kemudian dikacaukan oleh TNI pukul, 16.00 WIP. sekitar 500 pasukan gabugan TNI-POLRI sedang menguasai Mil 68 sampai dengan Mil 74. Hingga penembakan Al. Drew Nicholas Grant adalah sebuah konspirasi pengalihan keamanan yang terjadi dipihak kubuh TNI-POLRI.

Untuk memperkeruh situasi dan sebagai tindakan kebiadaban sebuah sifat dasar dalam setiap operasi TNI dan POLRI bangsa Indonesia yang sangat brutal, akibatnya terjadi penembakan terhadap Karyawan PT.Freeport Indonesia asal Warga Negara Australia. Kejadian tersebut terjadi di Mil 53 pada pukul, 4.00 WIP. Peristiwa ini terjadi ketika 4 Karyawan PT.Freeport sedang menuju ke Mil. 68 untuk bekerja. Dalam Mobil ada 4 orang, karyawan yang lain luka-luka sementara karyawan asal Australia meninggal dunia.

Melihat kondisi aduh-domba yang rupanya MEMOJOKAN TPN-OPM, tanpa ada sebuah pembuktian, maka. Tepat pukul, 11.00 WIP, hari minggu. TPN – OPM melakukan penyerangan terhadap Mobil PT.FI dan TNI yang sedang mengangkut Pasukan Gabungan TNI-POLRI ke Mil 68. Dalam kejadian ini, 4 Mobil PTFI rusak, dan di Tambah 2 Mobil TNI-POLRI. Peristiwa tembak-menembak ini tertujuh kepada TNI-POLRI yang mengakibatkan 1 Anggota Security Tewas dan 1 lagi Anggota Brimob Tewas dan 3 orang lainnya Luka-Luka. Pengalaman kasus penembakan 2 Warga Amerika Serikat tahun 2000 di Mil 62-63 yang mengorbankan orang Papua, sementara pelaku penembakan jelas-jelas adalah Anggota Kopasus. Membuat kami harus bertindak mengincar TNI-POLRI sesuai surat Perintah Operasi (PO) yang tidak mengorbankan masyarakat sipil.

Bersambung……..
Statemen Resmi OPM terkait insiden PT. Freeport Indonesia

Kami bangsa Papua Barat sungguh menyadari, bahwasannya semua peristiwa demi peristiwa yang mengakibatkan terjadinya pembantaian demi pembantaian, penculikan, pemusnahan, penganiayaan dan pemerkosaan adalah sifat dasar Colonial yang selama ini diterapkan oleh Bangsa Indonesia lewat TNI-POLRI di seluruh Tanah Papua Barat. Bukan hanya itu yang terjadi, semua program kolonisasi terhadap bangsa Papua Barat juga terjadi diberbagai lapisan kehidupan, baik social, economy, budaya, kesenian dan lebih dari pada itu adalah sistem pemerintahan yang diterapkan di Tanah Papua adalah penuh dengan conspiracy politic economy.

Peristiwa-peristiwa seperti ini bukan sebuah scenario yang baru kali ini dilakukan oleh Pihak Colonial Indonesia lewat TNI-POLRI di Areal PT.Freeport Indonesia dan Papua Barat keseluruhan, apa yang terjadi di sepanjang jalan PT.Freeport Indonesia ini adalah satu bagian kecil tindakan brutal yang sangat biadap dari sekian tindakan keganasan TNI-POLRI. Sehingga saya atas nama bangsa Papua Barat mau menyatakan bahwa, Kejadian demi kejadian diatas adalah satu dari sekian kejadian paling sadist yang pernah dilakukan oleh TNI-POLRI di Tanah Papua Barat.

Bukan hanya persoalan dalam negeri, kadang kalanya, persoalan luar negeri menjadi sebuah balas dendam Indonesia mengatas namakan TPN-OPM. Dengan berbagai penyusupan, pembunuhan kemudian melansir segala kejadian tersebut kepada pihak TPN-OPM. Pembunuhan

Warga dunia dan Para simpatisan bangsa Papua yang kami muliakan,

Sesungguhnya, perjuangan kami bangsa Papua adalah perjuangan untuk memperoleh kedaulatan (Kemerdekaan penuh) dari penjajahan Colonial Indonesia. Perjuangan TPN-OPM adalah perjuangan terhormat, perjuangan berwibawa, bukan perjuangan sporadic atau perjuangan brutal, sebagaimana selama ini dilakukan oleh Colonial Indonesia terhadap masyarakat sipil di Tanah Papua Barat.

Catatan memorials bangsa Papua atas keganasan colonial Indonesia dengan sikap brutal berawal ketika itu, kebrutalan colonial Indonesia terjadi pada tahun 1962, ketika itu secara Defector bangsa Papua Barat telah menyatakan Kemerdekaan pada tanggal, 1 December 1961 dengan nama Negara adalah Papua Barat (West Papua), nama bangsa adalah Bangsa Papua, Nama Bendera adalah Bintang Kejora dan Lagu kengsaan adalah Hai Tanahku Papua. Selain lambang Negara dan lainnya diatas, bangsa Papua pada saat itu sudah memiliki 12 Partai politic dan Dewan Rakyat Nieuw Guinea. Ini semua adalah sebuah fakta sejarah yang telah dikebiri oleh Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa capitalist yang hanya mengejar kekayaan alam Tanah Papua.

Masyarakat dunia yang kami muliakan,

Kekejaman bangsa Indonesia di Tanah Papua telah di mulai sejak tanggal, 12 April 1961 ketika Sukarno memerintahkan kepada seluruh angkatan bersenjata Colonial Indonesia untuk aksi militer dengan nama Commando Rakyat. Dimana dalam komandonya President Soekarno mengatakan, “…Belanda mengadakan (Negara Papua), Belanda Mengibarkan Bendera Papua, Belanda Mengadakan Lagu kebangsaan Papua..” Kita tidak boleh diam, Kita harus bertindak……. Setelah Colonial Indonesia mengeluarkan Commando Rakyat, juga dikeluarkan commando Mandala untuk membunuh manusia Papua dengan melakukan berbagai operasi yang menelan korban Jiwa rakyat Papua. Mulai dari Operasi Banteng, Operasi Garuda, Operasi Serigala, Operasi Naga, Operasi Lumba-Lumba, Operasi Grakula, Operasi Koteka, Operasi Silet, Operasi Matoa, Operasi Mambruk serta masih banyak lagi dan berbagai bentuk terror serta intimidation dan aduh domba yang dilakukan oleh Colonial Indonesia lewat TNI-POLRI.

Warga dunia yang kami banggakan,

Selain berbagai bentuk operasi dan penganiayaan diatas, juga terjadi berbagai kekerasan dalam structure kehidupan bangsa Papua Barat. Diantaranya adalah pemaksaan kepada masyarakat Papua untuk menggunakan bahasa Indonesia, Structure pemerintahan dikuasai oleh Non Papua, Pembunuhan dan atau pemusnahan manusia Papua melalui transmigration, pemusnahan manusia Papua melalui Keluarga Berencana (KB) Pembunuhan manusia Papua melalui Minuman Keras, Pembunuhan melalui perempuan pelacur yang dikirim dari Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi dan Maluku, Penguasaan wilayah Papua melalui sistem pemerintahan dengan melakukan pemekaran Propinsi, Pemekaran Kabupaten dan berbagai perusahan asing yang masuk ke Tanah Papua lalu mendukung Colonial Indonesia dalam hal ini TNI-POLRI dengan memberikan Facilities untuk memusnahkan Manusia Papua yang mengeruk kekayaan alam Papua.

Berbagai bentuk kekerasan diatas hanya menjadi sebuah duka dan penderitaan panjang rakyat Papua Barat dalam mengarungi roda kehidupan di tanah yang Allah ciptakan untuk bangsa Papua Barat. Dunia membisu… seolah-oleh turut mendukung Bangsa Colonial Indonesia untuk memusnakan manusia Papua. Duniapun memberikan segala macam facilities demi kepentingan dunia di Tanah Papua dan demi memusnakan manusia Papua. Sementara manusia Papua hanya berdoa dan berjuang untuk mempertahankan hidup. Manusia Papua menjadi makluk manusia yang tidak berdaya dari segala macam conspiracy economy Politic para kaum pemilik modal dan kaum penjajah.

Warga dunia yang kami hormati,

Peristiwa demi peristiwa di Tanah Papua yang selama ini terjadi, terutama peristiwa-peristiwa penembakan di sepanjang Areal PT.Freeport Indonesia sesungguhnya adalah sebuah conspiracy kepentingan economy TNI-POLRI dan para mafia economy Indonesia. Penembakan atas dua Warga Negara Amerika yang note bane adalah staff Pengajar di SPJ adalah sebuah conspiracy satu piring dua sendok yang mengorbankan masyarakat Papua. Semua kejadian kekerasan semuanya selalu dilemparkan kepada pihak TPN-OPM, sementara pelaku sesungguhnya adalah sedang berpesta dibalik penderitaan dan tuduhan dunia terhadap bangsa Papua terutama TPN-OPM.

Sebagaimana telah saya selaku panglima tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat .. Jenderal Kelly Kwalik…tegaskan pada bagian pertama, Semua kasus penembakan di Areal PT.Freeport Indonesia terutama terhadap Saudara al. Drew Nicholas Grant adalah Tanggungjawab PT.Freeport Indonesia dan TNI-POLRI. Telah jelas bahwa, Conspiracy perebutan penguasaan Security PT.Freeport Indonesia antara Sipil Social Security, POLRI dan TNI. Penarikan pasukan TNI dari Areal PT.Freeport Indonesia telah menciptakan situasi keamanan yang tidak kondusip di antara pihak TNI dan Pihak Kepolisian. Di Tambah lagi dengan keinginan PT.Freeport Indonesia yang merencanakan sipil security. Belum lagi conspiracy pencurian facilities PT.Freeport Indonesia (BESTU) yang sering dilakukan oleh pihak TNI dan juga Pihak POLRI.

Saya selaku pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat membantah dengan tegas semua pernyataan baik oleh PANGDAM TRIKORA, KAPOLDA PAPUA maupun Secretaries menteri Politic dan Keamanan negara colonial Indonesia yang mencoba-cobah untuk tidak bertanggungjawab atas pembunuhan Saudara al. Drew Nicholas Grant. Kalau Bangsa Colonial Indonesia merasa sebagai negara yang beradap, yang menghargai nilai makluk manusia, maka saya meminta Indonesia harus mengakuinya secara gentlemen, tetapi apabila bangsa Indonesia adalah bangsa Biadap yang tidak menghargai nilai kemanusiaan, maka teruslah tunjukan kebiadaban colonial Indonesia di mata dunia International…. Karena memang bangsa Colonial Indonesia telah membangun negara dengan kebiadaban dan penuh kebobrokan.

Warga Dunia yang kami hormati,

Kalau situasi ini kemudian semua pihak menyalakan Tentara Pembebasan Nasional Tanah Papua Barat, TPN-OPM, maka saya ingin menyampaikan kepada dunia bahwa:

1. Pasukan TPN-OPM akan melakukan gerakan perlawanan terhadap segala bentuk tuduhan.

2. Segala operasi perlawanan pasukan tentara pembebasan Nasional atas TNI-POLRI akan menjadi tanggungjawab kami selaku Pimpinan Besar TPN-OPM. Diluar itu adalah pihak-pihak kepentingan dan tentunya pasti adalah pihak TNI-POLRI yang selama setengah Abad telah menunjukan prestasinya dimata Indonesia, Mata public International dan mata masyarakat Papua.

3. Kami akan terus melakukan perlawan hingga akhir hayat kami, dan akan menghentikan secara total operasi penambangan PT.Freeport Indonesia dan akan berhenti apabila ada pihak dunia/negara lain mau menjadi mediator dalam menyelesaikan persoalan Papua Barat.

4. Kami menghimbau kepada dunia untuk melihat persoalan ini secara professional dan kepada Warga negara Papua Barat untuk satukan langka, satukan barisan dan satukan kekuatan untuk mengembalikan Tanah Papua ke Pangkuan West Papua dari tanggan Colonial Indonesia yang saat ini sedang menjajah bangsa Papua Barat.

Demikian pernyataan press ini kami sampaikan atas perhatian kami ucapkan terima kasih.
Timika, 15 Jul. 09
Markas Besar
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

JENDERAL KELLY KWALIK
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

Petani Kampung Selayar Kembali Berkebun

Warga NKRI Berkebun di Abe Gunung
Warga NKRI Berkebun di Abe Gunung
BERKEBUN : Para petani di kampung Selayar kembali berkebun Senin (1/6) kemarin di perbukitan gunung Tanah Hitam. Poto ini diambil ketika aparat gabungan melakukan penyisiran, Kamis (28/5)

Warga petani Tanah Hitam kembali beraktifitas pasca teror sekelompok orang bersenjata di perbukitan Gunung Tanah Hitam tempat warga berkebun walaupun masi dihantui rasa was-was
Oleh: Ernes/Papua Pos

SEJAK adanya penampakan sekelompok orang bersenjata di perbukitan Gunung Tanah Hitam sepekan lalu, praktis selama waktu itu aktifitas berkebun warga petani di Kampung Selayar terhenti. Namun pada Senin (1/6) kemarin, warga petani Tanah Hitam ini sudah kembali berkebun, meskipun masih dibayangi rasa takut.

Cukup kondusifnya situasi disekitar perbukitan Gunung Tanah Hitam itu, berkat penyisiran beberapa kali dilakukan oleh tim gabungan aparat keamanan dari anggota Polsekta Abepura di buck-up anggota Brimob dan anggota Polresta Jayapura. Penyisiran bukan hanya di sekitar lokasi kebun petani saja, melainkan jauh ke arah atas melewati 6 perbukitan di Gunung Tanah Hitam.

Dari pantauan Papua Pos di Kampung Selayar terlihat warga setempat mulai berani naik ke kebun mereka di gunung untuk

menanam dan memanen hasil. Ahmad (38) salah seorang warga mengatakan sejak kejadian ( pada Senin 25/5, red) dirinya tidak pernah lagi ke kebun, hal tersebut dikarenakan masih adanya rasa was-was takut mendapat serangan dari kelompok orang bersenjata.

Setalah penyisiran aparat kemanan puncak bukit ke 6 ia bersama teman-teman yang berkebun di tempai tersebut mulai naik ke kebun untuk memetik panen kebun. Menurut Ahmad, bersama teman-teman warga setempat kebun untuk memanen hasil kebun seperti nenas, lombok, tomat, jeruk, pisang dan pepaya yang terlambat di panen.

Di Czech Republic: Satu Lagi Kantor Free West Papua Campaign Diresmikan

Kantor Free West Papua Campaign dibuka di Czech Republic (Republik Cheko) pada awal Mei 2009, menyusul pembukaan kantor yang sama di Guyana, yang mendapat sambutan media utama (mainstream) di Guyana dan dijadikan isu dan kampanye yang menarik bagi berbagai kalangan di sana.

Tidak kalah “main-stream”-nya, peluncuran di Czech Republic kini didukung oleh pejabat negara (Menteri Pendidikan) sendiri.

Dalam gambar ini terlihat Mendiknas Czech Republic bersama Benny Wenda, Sekretaris Jenderal Demmak.

Untuk melihat info selengkapnya, kunjungi http://www.freewestpapua.org dan http://www.freewestpapua.cz

Hercules: Sekali Lagi Jatuh di Magetan, Jawa Timur, Pejabat Militer dan Anggota Tewas

Melihat kecelakaan yang menimpa sebanyak Dua kali di Wamena dan sekali di Pulau Jawa, dan jenis pesawat itu adalah Hercules, pesawat yang digunakan untuk mengangkut para pembunuh orang Papua ke Tanah Papua itu, maka pertanyaannya adalah: “Apakah orang Papua dan NKRI Mau Katakan: “Ini Musibah Alam” yang Tak Perlu Dipertanyakan? Akankah NKRI mengenal sebab-musababnya? Sanggupkah mereka memahami Operasi Sandi ‘AWAS!?’ Bagaimana cara menghentikannya?” dan seterusnya.

Sudah berkali-kali Operasi Pemangku Alam dan Pemangku Adat Papua sejauh ini telah katakan, Operasi dengan Sandi “AWAS!” sudah sedang berlangsung. Sebuah Surat dengan isi yang agak berbeda tetapi dengan topik yang sama telah dilayangkan langsung ke (1) Hatara Jasa, Sekretaris Presiden, (2) Keresidenan Raja Jawa, Sultan Hamengkubuwono X, (3) Megawati Sukarnoputri, langsung di rumahnya di Teuku Umar, Jakarta, dan (4) Bapak Abdurrahman Wahid.

Surat itu berisi hal-hal yang sudah, sedang dan akan melanda NKRI, KALAU atau BILAMANA NKRI tidak merelakan kemerdekaan dan kedaulatan politik bangsa Papua.

Dalam hukum adat, memang ada aturan untuk memberitahukan ke pihak yang dituju, karena dasar operasi ini BUKAN karena benci, bukan sebab kecemburuan sosial, Bukan juga karena tidak senang. IA MURNI PENEGAKKAN HUKUM ALAM DAN HUKUM ADAT, yang berarti tentu saja tidak dapat dihalangi oleh hukum alam dan hukum adat yang ada di Pulau-pulau NKRI, karena hukum alam dan hukum adat adalah hukum yang universal sifatnya dan prinsipnya TIDAK MEMBELA KESALAHAN, dan TIDAK MEMBELA NEGARA, tetapi MEMBELA KEBENARAN MUTLAK.

Orang Papua tidak menuntut tanah orang lain, tetapi meminta tanah leluhurnya dibiarkan bagi orang Papua sendiri. Itu sudah jelas, tegas dan pasti, tidak dapat diartikan salah.

Demikian,

Pemangku Alam dan Adat Papua
Sandi “AWAS!!!”

Operasi Sandi “AWAS!” Semakin Menunjukkan Hasil: Roda Pesawat Rusak di Wamena dan Lombok

Pada hari ini ada dua pesawat di Mataram dan di Wamena mengalami masalah dengan Roda mereka.

Akibatnya ada korban terluka, ada penundaan penerbangan, dan ada kerusakan rumah. Kerugian secara ekonomi tidak dapat disangkal, walaupun tidak diakui oleh NKRI.

Selain itu kecelakaan kendaraan angkutan darat juga terjadi, menelan korban 3 orang nyawa. Bus di Cianjur ini mengalami kecelakaan.

Bendungan penahan air laut di Jakarta Utara sudah jebol, banjir di Sulawesi Selatan dan Jakarta juga tidak pernah berhenti.

Sudah dikatakan oleh Operasi Sandi “Awas!!” tentang peta geografis operasi dan apa saja yang akan terjadi.

Gunung Slamet di Pulau Jawa juga sekarang sudah ada dalam kondisi “AWAS!”

Sekarang tinggal orang Papua bersama pemangku Alam dan Adat Papua untuk menopang dengan membacakan “Mantera Kemerdekaan: PAPUA MERDEKA, NKRI Bangkrut!!” minimal sekali di pagi hari dan sekali di malam hari, tetapi kalau diucapkan berkali-kali lebih membantu.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan untuk dimaklumi dan ditindak-lanjuti.

Koordinator Pemangku Alam-Adat Papua

Sandi Operasi “AWAS!”

Mari Mengucapkan “PAPUA MERDEKA – Indonesia Bangkrut!” Setiap Harisebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papua

Mari Membaca “PAPUA MERDEKA” Setiap Hari secara Terbuka dan terutama di Dalam Hati sebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papua.

Demikianlah pesan yang kami terima dari Operasi Alam & Adat Papua dengan sandi “AWAS!!!” yang telah dimulai secara informal 1 Desember 2004, dan secara formal diluncurkan sejak akhir tahun 2008.

Semua orang yang memahami suara ‘alam’ dan ‘hukum adat’, termasuk orang Indonesia perlu mencermati bahwa berdasarkan dan secara Hukum Alam dan Hukum Adat, gerakan dan operasi sandi “AWAS!!!” tidak melanggar Hukum Alam dan Hukum Adat NKRI, dan tidak dapat diblok dengan cara apapun oleh mereka, mengingat kedua hukum ini tidak mengenal politik, apalagi kepentingan ekonomi yang selama ini Alam dan Adat Papua menjadi korban pertama dan utama.

Draf Konstitusi Republik Konfederasi Papua Barat yang sempat bocor ke tangan SPMNews telah memberikan peran penting dan vital dalam Parlemen dan Kementerian dan Badan Tertinggi Negara di dalam sebuah negara bernama “West Papua” (perlu diperhatikan bahwa nama Negara orang Melanesia di Papua Barat yang merdeka dan berdaulat di luar NKRI adalah ‘West Papua’, bukan Papua Barat. Nama ini diambil dari Lambang Negara yang bertuliskan “West Papua”) dengan memberikan kursi di Parlemen dan Jabatan dalam Negara. Oleh karena itu, dengan senang hati dan semangat, Hukum Alam dan Hukum Adat sebagai dua pihak yang tidak dapat dipisahkan tetapi tidak sama itu sementara ini membantu manusia Papua membebaskan diri dari Republik bernama Indonesia Raya.

Manusia Papua telah melakukan berbagai upaya dan mengorbankan banyak hal, termasuk darah dan nyawa, kini giliran penegakkan Hukum Alam dan Hukum Alam.

Untuk mendukung itu, manusia Papua tidak dimintakan untuk berperang secara fisik atau apapun juga, selain mengucapkan “PAPUA MERDEKA, NKRI Bangkrut!!!” setiap pagi setelah bangun dan setiap malam sebelum tidur. Anda dapat mengucapkannya sekali atau berkali-kali. Dan bila diperlukan mengucapkannya di dalam hati sepanjang Anda mengingatnya di mana saja Anda berada.

Dengan demikian, Bumi Pertiwi dengan segenap Hukum Alam dan Hukum Adatnya akan mengetahui dengan tepat bahwa Manusia Papua bersama Alamnya bersepakat seia-sekata untuk Merdeka dan Berdaulat di Luar NKRI.

Demikian seruan ini disampaikan untuk dilaksanakan secara bertanggungjawab oleh setiap orang yang menamakan dirinya sebagai “Orang Papua” tanpa memandang bulu dari sisi jabatan, pandangan politik, suku ataupun wilayah administrasi pemerintahan menurut pengkotakan NKRI.

Amin.
Koordinator Pemangku Adat & Alam Papua

AWAS!!!

Mari Mengucapkan “PAPUA MERDEKA – Indonesia Bangkrut!” Setiap Harisebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papu

Mari Membaca “PAPUA MERDEKA” Setiap Hari secara Terbuka dan terutama di Dalam Hati sebagai Lanjutan Kampanye Pemangku Alam & Adat Papua.

Demikianlah pesan yang kami terima dari Operasi Alam & Adat Papua dengan sandi “AWAS!!!” yang telah dimulai secara informal 1 Desember 2004, dan secara formal diluncurkan sejak akhir tahun 2008.

Semua orang yang memahami suara ‘alam’ dan ‘hukum adat’, termasuk orang Indonesia perlu mencermati bahwa berdasarkan dan secara Hukum Alam dan Hukum Adat, gerakan dan operasi sandi “AWAS!!!” tidak melanggar Hukum Alam dan Hukum Adat NKRI, dan tidak dapat diblok dengan cara apapun oleh mereka, mengingat kedua hukum ini tidak mengenal politik, apalagi kepentingan ekonomi yang selama ini Alam dan Adat Papua menjadi korban pertama dan utama.

Draf Konstitusi Republik Konfederasi Papua Barat yang sempat bocor ke tangan SPMNews telah memberikan peran penting dan vital dalam Parlemen dan Kementerian dan Badan Tertinggi Negara di dalam sebuah negara bernama “West Papua” (perlu diperhatikan bahwa nama Negara orang Melanesia di Papua Barat yang merdeka dan berdaulat di luar NKRI adalah ‘West Papua’, bukan Papua Barat. Nama ini diambil dari Lambang Negara yang bertuliskan “West Papua”) dengan memberikan kursi di Parlemen dan Jabatan dalam Negara. Oleh karena itu, dengan senang hati dan semangat, Hukum Alam dan Hukum Adat sebagai dua pihak yang tidak dapat dipisahkan tetapi tidak sama itu sementara ini membantu manusia Papua membebaskan diri dari Republik bernama Indonesia Raya.

Manusia Papua telah melakukan berbagai upaya dan mengorbankan banyak hal, termasuk darah dan nyawa, kini giliran penegakkan Hukum Alam dan Hukum Alam.

Untuk mendukung itu, manusia Papua tidak dimintakan untuk berperang secara fisik atau apapun juga, selain mengucapkan “PAPUA MERDEKA, NKRI Bangkrut!!!” setiap pagi setelah bangun dan setiap malam sebelum tidur. Anda dapat mengucapkannya sekali atau berkali-kali. Dan bila diperlukan mengucapkannya di dalam hati sepanjang Anda mengingatnya di mana saja Anda berada.

Dengan demikian, Bumi Pertiwi dengan segenap Hukum Alam dan Hukum Adatnya akan mengetahui dengan tepat bahwa Manusia Papua bersama Alamnya bersepakat seia-sekata untuk Merdeka dan Berdaulat di Luar NKRI.

Demikian seruan ini disampaikan untuk dilaksanakan secara bertanggungjawab oleh setiap orang yang menamakan dirinya sebagai “Orang Papua” tanpa memandang bulu dari sisi jabatan, pandangan politik, suku ataupun wilayah administrasi pemerintahan menurut pengkotakan NKRI.

Amin.
Koordinator Pemangku Adat & Alam Papua

AWAS!!!

Tersangka Penyerangan Polsek Abe Masih Dirawat

JAYAPURA (PAPOS) –Sementara, dua tersangka kasus penyerangan Mapolsek Abepura 9 April 2009 lalu, menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Papua Kombes Pol Bambang Budi Pratikno masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. Perawatan itu karena luka tembak yang diderita belum sembuh.

“Polisi akan menunggu kedua tersangka ini sembuh sebelum melanjutkan proses hukum mereka,”katanya di Jayapura, Selasa (28/4) kemarin.

Kedua tersangka itu adalah DA dan YY.”Mereka harus diobati dulu hingga sembuh. Ini hak mereka berdua. Tidak boleh kami memeriksanya lalu menyerahkan mereka ke kejaksaan dalam keadaan sakit,” katanya di Jayapura, Selasa (28/4) kemarin.

Selain mendapatkan perawatan medis, Polda Papua juga akan mengupayakan keduanya didampingi pengacara selama menjalani penyidikan. Keduanya menderita luka tembak saat menyerang kantor polisi Kamis 9 April 2009 sekitar pukul 01.00 WIT bersama belasan orang kelompok kriminal bersenjata.

Dalam kasus Papua telah menetapkan tujuh tersangka namun satu tersangka dijerat dengan kasus pencurian. “Satu tersangka mencuri HT milik polisi. Dia tidak terlibat langsung penyerangan tapi pencurian,” katanya.

Sementara itu, dua tersangka tewas karena terkena tembakan polisi yang berusaha mencegah kelompok kriminal ini merusak Mapolsek Abepura. Kelompok ini menyerang kantor polisi dengan panah dan bom rakitan.

Kasus penyerangan kantor polisi yang terjadi hanya beberapa jam menjelang Pemilu itu mendapatkan perhatian serius dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden memanggil Menkopolhukam Widodo AS, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan Kepala BIN Syamsir Siregar ke rumah pribadinya di Cikeas, Bogor untuk membahas masalah ini.(ant)

Ditulis oleh Ant/Papos
Rabu, 29 April 2009 00:00

Menolak Calon legislative Pemilu tahun 2009, bukan orang Papua Asli

KOALISI NASIONAL PEDULI PAPUA

(KNPP)

Akar persoalan

Papua adalah ketidakadilan social politik oleh hegemoni kekuasaan pemerintah Indonesia. UU Otsus Papua Nomor 21 tahun 2002, dan UU Nomor 25 tahun 2001 tentang Pemerintahan sendiri dan Perimbangan Keuangan harus dilaksanakan secara konsisiten. Jabatan politik,
BUMN dan birokrasi pemerintahan hanya milik orang Papua, kecuali militer, moneter, agama, dan hubungan luar negeri. Maka perebutan kekuasaan dan pengangkutan kekayaan alam secara gila dan keras kepala harus dihentikan, karena mengakibatkan ketidakadilan social, politik, ekonomi, bagi rakyat Papua.

Maka KOMITE NASIONAL PEDULI PAPUA (KNPP), menyatakan sikap :

Menolak Calon legislative Pemilu tahun 2009, bukan orang Papua Asli Calon legilative Pemilu tahun 2009 harus orang Papua Asli Mendesak Gubernur, DPRP dan MRP segera buat PERDASI dan PERDASUS sebagai payung hukum bagi perlindungan hak politik Rakyat Papua

KOMITE NASIONAL PEDULI PAPUA
(KNPP)

Jayapura 27 April 2009

Ketua Umum
Ismail Asso

Sekretaris

Silas Wetipo

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA ATAS WAFATNYA ERIC LOGO

Keluarga Besar Tentara Revolusi Papua Barat (TRPB) dan SPMNews dengan ini menyatakan

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

dan

MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS PERJUANGAN PAHLAWAN MUDA BANGSA PAPUA

Atas Nama Eric Logo dan temannya.

Semoga teladan yang kalian berikan akan ditiru oleh pemuda Papua lainnya, DEMI HARGA DIRI dan JATIDIRI, bukan demi perut dan kepentingan pribadi/keluarga seperti yang dilakukan kaum pendukung Otonomi/Papindo.

Menurut Laporan yang kami terima, Alm. Eric Logo dan teman-temannya selalu didatangi aparat intelijen NKRI dengan teror dan intimidasi, dan menanyakan kepada mereka tentang keterlibatan mereka dan siapa yang menyuruh mereka.

Pertanyaan-pertanyaan ini selalu diajukan dengan ancaman, “Kamu orang kampung, orang hutan saja mo, mau bikin negara bagaimana? Nanti saya bunuh kami, ngaku aja, supaya biar sembuh. Kalau nggak, nanti ta bunuh di sini.” dan seterusnya.

Menurut laporan langsung dari lapangan, Eric Logo sendiri didapati mati tergantung, digantung oleh NKRI.

Berita ini datang dari keluarga Eric sendiri yang tahu persis bagaimana ia meninanggal, dan bagaimana mereka berada di rumah sakit.

ENGKALU PAHLAWAN MUDA,
TELADANMU MENJADI LILIN KECIL DI TENGAH KEGELAPAN VISI/MISI KAMU MUDA DI TENGAH OMBAK OTONOMISASI NKRI

SPMNews

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny